MODUL PEMBELAJARAN

PENGAUDITAN 2
AUDIT SIKLUS PENDAPATAN : PENGUJIAN
PENGENDALIAN

Pengauditan Siklus Penjualan dan Pengumpulan Piutang

OLEH :

NURUL INSANIA

A31114024

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat-Nya sehingga modul pembelajaran ini dapat
terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberi waktu untuk berdiskusi dan sumbangsi yang sangat
bermanfaat dalam penyusunan modul ini. Penyusun menyadari bahwa
masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam modul ini, oleh sebab itu
penyusun senantiasa menanti kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak untuk penyempurnaan modul ini.
Penyusun berharap modul ini dapat memberi apresiasi dan manfaat
kepada pengguna dan utamanya kepada penyusun sendiri.
Aamiin.

Makas
sar, 30 Januari 2017

Penyusun

2

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAGIAN I – TINJAUAN MATA KULIAH
4

BAGIAN II – PENDAHULUAN
10

BAGIAN III – MATERI PEMBELAJARAN 12

BAGIAN IV – LATIHAN 26

BAGIAN V – RANGKUMAN
27

BAGIAN VI – TES FORMATIF
28

BAGIAN VII – UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT
30

BAGIAN VIII – KUNCI TES FORMATIF
31

BAGIAN IX – DAFTAR PUSTAKA
32

3

audit siklus pembiayaan dan juga membahas mengenai audit saldo kas. audit siklus pengeluaran. BAGIAN I TINJAUAN MATA KULIAH 1. 2. serta jasa – jasa lain akuntan dan pelaporannya hingga BAPEPAM dan akuntan Publik.  Kompetensi Pendukung Selain itu mahasiswa juga diharapkan memiliki kompetensi pendukung seperti : 1. Mampu melaksanakan dan menerapkan proses pengauditan berdasarkan siklus akuntansi perusahaan 2. Mampu menilai. KEGUNAAN MATA KULIAH  Kompetensi Utama Mampu melaksanakan proses pengauditan dan penyusunan laporan auditan suatu entitas secara professional dan berstandar internasional. Mampu menggunakan pengetahuan akuntansi dan komputerisasi 4 . Mampu melaksanakan dan memahami pengauditan berbasis resiko (ISA) 3. penyelesaan audit dan tanggungjawab pasca audit. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah Pengauditan II merupakan mata kaliah lanjutan dari Pengauditan I. penyusunan laporan audit atas laporan keuangan yang telah diaudit. audit siklus jasa personalia. 4. Dimana dalam Pengauditan II ini membahas mengenai audit siklus transaksi mulai dari audit siklus pendapatan. mendeteksi dan merespon resiko kecurangan terjadi. audit siklus produksi. audit siklus investasi.

 Kompetensi Lainnya 1. Mampu untuk bekerjasama. SASARAN BELAJAR Menyiapkan tenaga auditor yang siap pakai dan proffesional yang berstandar internasional dan memiliki keterampilan pada level manajerial dan operasional dalam bidang pengauditan yang memiliki kemampuan :  Melaksanakan pengauditan siklus atas penjualan dan pengumpulan piutang  Melaksanakan sampling audit untuk pengendalian substantive transaksi  Merancang penyelesaian pengujian dalam siklus penjualan dan piutang  Melaksanakan sampling audit untuk pengujian rinci terhadap saldo  Melaksanakan pengauditan siklus pembelian dan pembayaran  Melaksanakan penyelesaian pengujian dalam siklus pembelian dan pembayaran  Melaksanakan pengauditan siklus pembelian dan pembayaran  Melaksanakan pengauditan siklus penggajian dan personalia  Melaksanakan pengauditan siklus investasi dan pendanaan  Melaksanakan pengauditan kas dan instrument keuangan lainnya  Menyelesaikan audit atas laporan keuangan 5 . Mampu menggunakan pengetahuan akuntansi dan komputerisasi 5. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota kelompok 3. Mampu memahami struktur pengendalian intern perusahaan 3. Mampu membuat perencanaan audit. menilai resiko deteksi pengendalian. Mampu membuat prosedur audit atas siklus akuntansi 2. dan cara-cara pengambilan sampel atas bukti yang diperiksa 4.

substantif  Mampu memahami prosedur awal dan analitis  Mampu memahami pengujian rincian transaksi  Mampu memahami pengujian rincian saldo  Mampu memahami sifat siklus pengeluaran  Mampu memahami komponen pengendalian intern 4.  Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pengendalian  Mampu memahami aktifitas pengendalian transaksi pengeluaran kas  Mampu memahami pengujian substansi atas 5. saldo utang usaha 6 . konseptual auditing II  Mampu memahami sifat pendapatan  Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi penjualan kredit  Mampu memahami aktivitas pengendalian 2. 2 pertemuan akan digunakan untuk evaluasi (Mid dan Final) dan 14 pertemuan didistribusikan sasaran-sasaran pembelajaran yang ingin dicapai sebagai berikut : PERTEMUAN SASARAN PEMBELAJARAN Mampu memahami GBRP dan kerangka 1.Perkuliahan dilakukan selama 16 kali pertemuan. transaksi penerimaan kas  Mampu memahami aktivitas pengendalian  Mampu memahami transaksi penyusuaian penjualan  Mampu memahami pengujian substantif atau piutang usaha  Mampu memahami penentuan risiko deteksi  Mampu memahami perancangan pengujian 3.

 Mampu memahami tujuann audit siklus pembiayaan  Mampu memahami pengujian substantif atas saldo utang jangka panjang  Mampu memahami pengujian substantif atas 7 . transaksi pabrikasi  Mampu memahami pengujian substansi atas saldo persediaan  Mampu memahami sifat siklus jasa personalia  Mampu memahami tujuan audit jasa personalia  Mampu memahami aktivitas pengendalian 7 transaksi penggajian  Mampu memahami pengujian substansi atas saldo gaji dan upah 8 Mid Semester  Mampu memahami sifat siklus investasi  Mampu memahami tujuan audit siklus investasi  Mampu memahami pertimbangan perencanaan audit 9  Mampu memahami pengujian substantif atas saldo utang jangka panjang  Mampu memahami pengujian substantif atas saldo ekuitas pemegang saham  Mampu memahami sifat siklus pembiayaan 10.  Mampu memahami penentuan risiko deteksi  Mampu memahami perancangan pengujian substansi  Mampu memahami prosedur awal  Mampu memahami prosedur analisis  Mampu memahami penujian rincian transaksi  Mampu memahami pengujian rincian saldo  Mampu memahami sifat siklus produksi  Mampu memahami aktivitas pengendalian 6.

saldo ekuitas pemegang saham  Mampu memahami sifat siklus kas  Mampu memahami tujuan audit kas  Mampu memahami penyusunan program audit kas 11  Mampu memahami penerapan proses audit  Mampu memahami pengujian saldo kas sebelum tanggal neraca  Mampu memahami pengujian saldo kas setelah tanggal neraca  Mampu memahami menyelesaikan pekerjaan lapangan  Mampu memahami mengevaluasi temuan 12  Mampu memahami komunikasi dengan klien  Mampu memahami tanggung jawab setelah audit  Mampu memahami standar pelaporan  Mampu memahami laporan auditor  Mampu memahami laporan standar  Mampu memahami penyimpanan dari laporan 13 standar  Mampu memahami pengaruh situasi yang menyebabkan penyimpangan dari laporan standar  Mampu memahami penerimaan dan pelaksanaan penugasan atestasi  Mampu memahami standar atestasi 14  Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar atestasi  Mampu memahami penugasan yang dilaksanakan menurut standar atestasi  Mampu memahami struktur BAPEPAM 15  Mampu memahami komponen BAPEPAM dan pasar modal 8 .

PETUNJUK BELAJAR BAGI MAHASISWA 9 . URUTAN PENYAJIAN  Audit siklus pendapatan  Audit siklus pengeluaran  Audit siklus produksi  Audit siklus jasa personalia  Audit siklus investasi  Audit siklus pembiayaan  Audit siklus saldo kas  Penyelesaian audit dan tanggungjawab pasca audit  Laporan audit atas laporan keuangan yang telah diaudit  Jasa-jasa lain akuntan dan pelaporannya  Bapepam dan akuntan publik 5.  Mampu memahami kualifikasi dan registrasi akuntan publik di BAPEPAM  Mampu memahami keterkitan BAPEPAM dengan auditor independen  Mampu memahami tanggung jawab akuntan publik terhadap BAPEPAM 16 Final Test 4.

SASARAN PEMBELAJARAN YANG INGIN DICAPAI Adapun sasaran pembelajaran yang ingin dicapai pada saat mengikuti pembelajaran ini :  Mampu memahami sifat pendapatan  Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi penjualan kredit  Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi penerimaan kas  Mampu memahami aktivitas pengendalian 10 . Modul ini berisikan materi pembelajaran yang diharapkan dapat menjadi refernsi bagi mahasiswa dalam belajar yang dapat dikombinasikan dengan referensi yang lain. mahasiswa dapat mencocokkan jawabannya dengan kunci jawaban yang disediakan untuk mengukur tingkat kepahaman mahasiswa terhadap materi yang telah disajikan. Modul ini juga disertai dengan soal latihan dan setelah latihan diselesaikan. BAGIAN II PENDAHULUAN 1.

Dapat menjelaskan aktivitas pengendalian. Sifat Pendapatan b. Dapat menjelaskan aktivitas pengendalian transaksi penjualan kredit. aktivitas-aktivitas pengendalian seperti pengendalian transaksi penjualan kredit dan penerimaan kas serta tentang transaksi penyesuaian penjualan. Transaksi penyesuain penjualan 11 . Dapat menjelaskan sifat pendapatan. c. d. 3. e. Aktivitas pengendalian transaksi penjualan kredit c. Dapat menjelaskan transaksi penyesuaian penjualan. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL Modul ini akan membahas tentang “Audit Siklus Pendapatan : Pengujian Pengendalian” khususnya tentang pengedalian siklus penjualan dan pengumpulan putang yang didalamnya akan membahas tentang sifat pendapatan. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL Setelah mempelajari modul ini diharapkan : a. Dapat menjelaskan aktivitas pengendalian transaksi penerimaan kas.  Mampu memahami transaksi penyusuaian penjualan 2. 4. b. Aktivitas pengendalian e. URUTAN PEMABAHASAN a. Aktivitas pengendalian transaksi penerimaan kas d.

dokter. pengacara. Perusahaan yang berbeda juga memiliki sumber pendapatan yang berbeda. SIFAT SIKLUS PENDAPATAN Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam bentuk kas. Sebagai contoh. BAGIAN III MATERI PEMBELAJARAN A. perusahaan barang dagang dan pabrikasi yang melakukan penjualan. akuntan publik yang menerima uang jasa 12 .

Kebanyakan pembahasan dan ilustrasi dalam makalah ini didasarkan pada perusahaan barang dagang. Tujuan audit yang spesifik dihasilkan dari lima kategori asersi 13 . dan penyisihan serta penghapusan piutang tak tertagih). Pengaruh dari transaksi yang terjadi pada siklus pendapatan terhadap akun harga pokok penjualan. bank serta lembaga keuangan yang menerima bunga dan deviden. audit bertujuan untuk memperoleh bukti kompeten yang mencukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo dan transaksi siklus pendapatan. Untuk perusahaan dagang. dimana ketiga akun ini juga dipengaruhi oleh kelompok transaksi dalam siklus lainnya. Transaksi ini akan memengaruhi akun harga pokok penjualan (cost of goods sold). Pada siklus pendapatan. penerimaan kas (penagihan piutang dan penerimaan tunai). retur penjualan dan pengurangan harga. kelompok transaksi yang termasuk dalam siklus pendapatan yaitu penjualan kredit. persedian dan kas dapat dilihat sebagai berikut: Transaksi Siklus Debet Kredit Pendapatan Penjualan kredit Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Penerimaan kas Kas Piutang Usaha Diskon Penjualan Retur penjualan dan Retur Penjualan dan Piutang Usaha pengurangan harga Pengurangan Harga Penyisihan piutang tak Beban Piutang Tak Penyisihan Piutang tertagih Tertagih Tak Tertagih Penghapusan piutang Penyisihan Piutang Tak Piutang Usaha tak tertagih Tertagih TUJUAN AUDIT Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan bukti kompoten yang mencukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo dan transaksi siklus pendapatan.(fee). serta penyesuaian penjualan (potongan. persedian dan kas. serta bioskop.

4. serta piutang tak tertagih. Asersi atas eksistensi atau kejadian Transaksi : Catatan transaksi penjualan akan menggambarkan barang-barang yang dikirimkan atau jasa-jasa yang diberikan selama periode berjalan. penerimaan kas.manajemen. Saldo : Piutang usaha termasuk seluruh klaim kepada pelanggan pada tanggal neraca. Beberapa tujuan audit spesifik yang dihasilkan dengan cara ini untuk kelompok transaksi dan saldo akun berkaitan dengan siklus pendapatan dijelaskan sebagai berikut: 1. diikhtisarkan serta diposting secara tepat. Asersi atas kelengkapan Transaksi : Seluruh penjualan. catatan transaksi penerimaan kas menggambarkan jumlah yang diterima perusahaan selama periode berjalan. catatan transaksi penyesuaian penjualan selama periode berjalan menggambarkan diskon yang telah diotorisasi. Asersi atas hak dan kewajiban Transaksi : perusahaan mempunyai hak atas piutang dan yang dihasilkan dari transaksi siklus pendapatan yang dicatat. Asersi atas penilaian atau alokasi Transaksi : Seluruh penjualan dan penerimaan kas serta penyesuaian penjualan telah dinilai dengan menggunakan GAAP dan dijurnal. retur dan pengurangan harga. dan penyesuaian penjualan yang dilakukan selama periode berjalan telah dicatat. 3. Saldo : Piutang usaha pada tanggal neraca menggambarkan klaim resmi perusahaan kepada pelanggan untuk membayar. Saldo : Piutang usaha menggambarkan jumlah tagihan kepada pelanggan yang ada pada tanggal neraca. 2. Saldo : Piutang usaha menggambarkan klaim kotor perusahaan kepada pelanggan pada tanggal neraca dan sesuai dengan jumlah 14 .

auditor dapat menggunakan berbagai bagian dari perencanaan audit. B. representatif penjualan traveling (traveling sales representatives). 5. Transaksi penjualan ini biasanya dicatat dengan menggunakan sistem komputer yang dapat memproses transaksi secara beruntun atau mode pemrosesan batch. penerimaan kas. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik ini. Transaksi penjualan biasanya dicatat menggunakan sistem komputer yang dapat memproses transaksi secara beruntun atau mode pemrosesan batch. Barang-barang dapat diambil sendiri oleh pelanggan atau dikirimkan oleh penjual. atau pertukaran data elektronik (electronic data interchange). Saldo : Piutang usaha telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan benar dalam laporan keuangan dimana pengungkapan yang tepat telah dibuat atas piutang usaha yang telah disetujui atau digadaikan. Aktivitas pengendalian selama transaksi penjualan berlangsung harus disesuaikan dengan situasi. dan sebaliknya. oleh karena itu manajemen berfokus pada bagaimana 15 . Asersi atas penyajian dan pengungkapan Transaksi : Merinci penjualan. fax. Sesungguhnya setiap perusahaan yang memerlukan audit mempunyai sistem akuntansi yang terkomputerisasi. AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENJUALAN KREDIT Pesanan penjualan dapat dilakukan secara over-the-counter. saldo untuk penyisihan piutang tak tertagih menggambarkan estimasi yang layak atas perbedaan antara piutang kotor dan nilai bersih yang dapat direalisasikan. Pencapaian tujuan audit atas kelompok transaksi juga bermanfaat untuk mencapai tujuan audit atas saldo akuntansi. Aktivitas pengendalian selama transaksi penjualan berlangsung harus disesuaikan dengan perubahan situasi. surat. dan penyesuaian penjualan mendukung penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk klasifikasi serta pengungkapan yang terkait. pada buku pembantu piutang usaha. atau melalui telepon.

 Faktur penjualan: formulir yang menyatakan penjualan tertentu.  Pesanan penjualan: formulir yang menunjukkan deskripsi.  Daftar harga yang diotorisasi: daftar atau file induk komputer yang berisi harga barang-barang yang diotorisasi yang ditawarkan untuk dijual 16 . Pesanan ini dapat berupa formulir yang disiapkan oleh penjual atau formulir pesanan pembelian yang dibuat oleh pembeli. syarat. seperti siklus pengeluaran. termasuk jumlah yang terutang.mengimplementasikan aktivitas pengendalian dengan menggunakan prosedur pengendalian yang terprogram. dan tanggal penjualan. DOKUMEN DAN CATATAN YANG UMUM Sejumlah dokumen dan catatan yang digunakan oleh perusahaan besar dalam pemrosesan transaksi penjualan seringkali mencakup hal-hal berikut:  Pesanan pelanggan: permintaan barang dagang oleh pelanggan yang diterima langsung dari pelanggan atau melalui wiraniaga (salesperson). Akhirnya pertimbangan akan diberikan pada prosedur yang digunakan oleh auditor untuk memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman atas pengendalian internal dan melakukan pengujian pengendalian yang digunakan dalam membuat penilaian akhir atas risiko pengendalian untuk transaksi pembelian.  Pengendalian aplikasi yang berhubungan dengan setiap aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi. Terdapat dua jenis pengendalian dengan komputer:  Pengendalian umum yang berhubungan dengan lingkungan komputer dan mempunyai pengaruh pervasif terhadap aplikasi komputer.  Dokumen pengiriman: formulir yang digunakan untuk menunjukkan rincian dan tanggal setiap pengiriman. kuantitas dan data lainnya yang berkaitan dengan pesanan pelanggan.

transaksi selama bulan berjalan dan saldo akhir. File transaksi penjualan: file komputer yang berisi transaksi penjualan yang telah diselesaikan  Jurnal penjualan: daftar jurnal dari transaksi penjualan yang telah diselesaikan  File induk pelanggan: file yang berisi informasi tentang transaksi dan saldo dari setiap pelanggan. dengan cara melakukan pemisahan tugas yang memadai. Pemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi-fungsi pendapatan berikut: 17 . FUNGSI-FUNGSI Pemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi – fungsi pendapatan sebagai berikut:  Memprakarsai penjualan Permintaan dari sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain.  Laporan bulanan pelanggan: laporan yang dikirimkan ke setiap pelanggan yang menunjukkan saldo awal. meliputi hal berikut:  Penerimaan pesanan pelanggan  Persetujuan kredit  Pengiriman barang dan jasa Pengiriman fisik pemesanan barang dan jasa meliputi:  Pemenuhan pesanan penjualan  Pengiriman pesanan penjualan  Pengakuan secara formal terhadap pendapatan oleh perusahaan. meliputi:  Penagihan penjualan  Pencatatan penjualan Setiap fungsi utama dalam hal ini harus diberikan kepada departemen ataupun individu yang berbeda.

 Persetujuan Kredit. Persetujuan kredit diberikan oleh departemen kredit sesuai dengan kebijakan kredit manajemen dan batas kredit yang diotorisasi untuk setiap pelanggan. Dasar paling penting dari proses penjualan adalah memiliki departemen kredit yang indepen. Pengecekan atas kredit seluruh pelanggan harus selalu dilakukan yang dapat mencakup perolehan laporan kredit. Kriteria tersebut biasanya memberikan persetujuan khusus atas pesanan yang dilakukan oleh departemen pesanan penjualan dengan menggunakan terminal komputer untuk menentukan pelanggan tercantum dalam file induk pelanggan dan biasanya memiliki batasan kredit yang telah ditentukan. Perusahaan yang dikelola langsung oleh pemiliknya dapat menggabungkan fungsi-fungsi dan mengoffset pemisahan tugas yang ideal dengan kelalaian signifikan yang dilakukan oleh pemilik sebagai manajer. Memprakarsai penjualan. Pengiriman fisik atau penyerahan barang dan jasa meliputi: 18 . Memprakarsai penjualan meliputi:  Penerimaan pesanan pelanggan. merupakan peristiwa ekonomi yang menggambarkan pergantian /perubahan hak dan penetapan hak atas piutang. atau tingkat manajemen yang sesuai.1. 2. Jadi hal ini berhubungan dengan asersi penilaian atau alokasi dari transaksi penjualan. Pesanan dari pelanggan harus diterima hanya apabila sesuai dengan kriteria yang diotorisasikan oleh manajemen. Pengiriman Barang atau Jasa. Memprakarsai transaksi merupakan suatu proses disetujuinya suatu transaksi dengan pihak ketiga yang independen. yaitu menyetujui pelanggan baru dan mencantumkannya ke file induk pelanggan. yaitu permintaan dari sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain. Pengendalian atas persetujuan kredit dirancang untuk mengurangi risiko pencatatan setiap transaksi pendapatan pada jumlah yang melebihi jumlah kas yang diharapkan akan direalisasi dari transaksi tersebut.

Pengendalian manual mengharuskan petugas pengiriman melakukan pengecekan independen untuk menentukan bahwa barang yang diterima dari gudang disertai dengan otorisasi yang sesuai. Fungsi pengiriman juga meliputi pembuatan berbagai salinan dokumen pengiriman atau bliss of lading. dan pada harga yang telah diotorisasi. 3.  Pemenuhan Pesanan Penjualan. Hal ini akan memberikan bukti lebih lanjut bahwa penjualan telah terjadi. Pengakuan formal atas pendapatan oleh perusahaan meliputi:  Penagihan Pelanggan. hanya pengiriman aktual. Dokumen pengiriman ini dapat dibuat secara manual pada formulir bernomor urut. Perhatian utama auditor mengenai penagihan adalah bahwa pelanggan telah ditagih untuk. seluruh pengiriman. Pencatatan Penjualan. dan bahwa pesanan telah dipenuhi dengan benar. Pengendalian yang dirancang untuk mengurangi risiko dalam proses penagihan meliputi:  Komputer mencocokkan informasi pada faktur penjualan dengan pesanan penjualan dan informasi pengiriman  Komputer mencocokkan harga jual dengan daftar harga yang diotorisasi dan harga pada pesanan penjualan ketika menyiapkan faktur penjualan.  Komputer yang telah terprogram mengecek keakuratan matematis dari faktur penjualan. Proses pencatatan penjualan meliputi penyiapan dan pengiriman faktur penjualan bernomor urut ke pelanggan (penagihan pelanggan) serta pencatatan faktur penjualan secara akurat dan dalam periode akuntansi yang benar (pencatatan penjualan).  Pengiriman Pesanan Penjualan. 19 . Gudang penyimpanan dapat menerima salinan pesanan penjualan yang telah disetujui secara elektronik sebagai otorisasi untuk memenuhi pesanan dan pengeluaran barang ke departemen pengiriman.

dan merancang pengujian substantif.  Mengulangi penjumlahan dengan mencocokkan jumlah saldo awal piutang. Hal yang terakhir bersangkutan dengan saat penerimaan pendapatan. Perhatian utama auditor berkaitan dengan fungsi ini adalah bahwa faktur penjualan telah dicatat secara akurat dan dalam periode yang benar. persediaan. mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi risiko salah saji yang material. Yaitu. ditambah penjualan yang telah diposting dengan saldo akhir piutang. PEROLEHAN PEMAHAMAN DAN PENILAIAN RISIKO PENGENDALIAN Auditor harus memperoleh pemahaman atas siklus penjualan yang mencukupi untuk merencanakan audit. maka sangat penting bagi dia untuk memperoleh pemahaman mengenai prosedur pengendalian untuk asersi tersebut. yang biasanya ketika barang-barang dikirimkan. file transaksi penjualan yang dibuat dalam proses penagihan digunakan untuk memperbarui piutang usaha. Dalam sistem yang terkomputerisasi. 20 .  Akuntansi untuk seluruh faktur penjualan bernomor urut. Pengendalian atas pencatatan ini meliputi hal-hal berikut:  Penjualan hanya dicatat berdasarkan faktur penjualan dan dengan mencocokkan dokumen pengiriman serta pesanan penjualan yang membuktikan penjualan tersebut dan tanggal transaksi.  Melakukan pengecekan yang independen secara periodik atas kesesuaian buku pembantu piutang usaha atau file induk dengan akun pengendali buku besar. Jika auditor berencana menilai risiko pengendalian yang rendah atas sebuah asersi.  Membandingkan total pengendalian pada dokumen pengiriman dengan total yang dicatat pada faktur penjualan.  Pencatatan Penjualan. serta membuat jurnal penjualan dan ikhtisar transaksi buku besar yang menunjukkan pemostingan ke setiap akun buku besar. auditor perlu mempunyai pemahaman yang cukup untuk dapat mengidentifikasi jenis salah saji yang potensial. dan file induk buku besar.

Sebagai contoh. Beberapa pengujian pengendalian dapat dilakukan secara bersamaan dengan perolehan pemahaman dalam fase perencanaan audit. Auditor juga harus mempertimbangakn hasil dari prosedur analitis untuk menentukan penilaian tingkat risiko pengendalian yang direncanakan dan pengujian risiko rincian. kas diterima dari transaksi pendapatan. maka dia biasanya akan:  Menguji keefektifan pengendalian umum  Menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk mengevaluasi keefektifan pengendalian yang diprogram  Menguji keefektifan prosedur tindak lanjut atas pengecualian yang ditunjukkan oleh pengendalian terprogram. Proses penilaian risiko pengendalian untuk transaksi pembelian mencakup perluasan pertimbangan auditor atas faktor-faktor yang berhubungan dengan penilaian risiko pengendalian untuk setiap asersi yang disajikan tergantung pada strategi audit. pinjaman jangka 21 . Akan tetapi risiko inheren untuk transaksi penjualan seringkali dianggap maksimum atau tinggi. Penilaian risiko pengendalian yang rendah memerlukan bukti yang lebih kompeten daripada penilaian risiko pengendalian yang lebih tinggi. Sifat dan luas pengujian pengendalian akan bervariasi secara terbalik dengan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan auditor. Sementara yang lainnya akan dilakukan selama pekerjaan lapangan interim. Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah untuk asersi siklus pendapatan. AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENERIMAAN KAS Penerimaan kas merupakan hasil dari beberapa aktivitas. karena siklus penjualan mempunyai dampak pervasif terhadap laporan keuangan. Pengujian pengendalian merupakan sarana untuk menentukan keefektifan pengendalian. dan banyak kecurangan yang dilakukan manajemen terkadang melibatkan masalah pengakuan pendapatan. C.

 Lembar perhitungan kas: Daftar kas dan cek dalam register kas. Daftar ini digunakan dalam merekonsiliasi total penerimaan dengan total yang dicetak oleh register kas. FUNGSI – FUNGSI 22 . Lingkup bagian ini dibatasi pada penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan dari pelanggan atas penjualan kredit. yang kemudian akan dikembalikan bersama pembayaran yang menunjukkan nama pelanggan serta nomor akun. investasi jangka panjang.  Jurnal penerimaan kas: Jurnal yang berisi daftar penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan piutang usaha. dan penjualan sekuritas.  Pradaftar: Daftar penerimaan kas yang diterima melalui pos. DOKUMEN DAN CATATAN UMUM Dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemrosesan penerimaan kas adalah sebagai berikut:  Bukti penerimaan uang : Dokumen yang dikirim ke pelanggan bersama dengan faktur penjualan. nomor faktur. penerbitan modal saham.  Ikhtisar kas harian: Laporan yang menunjukkan total penerimaan melalui kasir atau pos yang diterima oleh kasir sebagai setoran.  File transaksi penerimaan kas: File komputer atas transaksi penerimaan kas yang telah disahkan dan diterima untuk pemrosesan.pendek dan jangka panjang.  Slip deposit yang disahkan: Daftar yang dibuat oleh penyetor dan distempel oleh bank yang menunjukkan tanggal serta total setoran yang diterima bank dan rincian penerimaan dalam setoran tersebut. serta aktiva lainnya. dan jumlah yang dibayarkan. file ini digunakan untuk memperbaharui file induk piutang usaha.

Fungsi-fungsi. Pengendalian komputer paling efektif dalam mengendalikan pencatatan subfungsi. Menerima Penerimaan Kas.  Penerimaan Melalui Kasir. Risiko kedua adalah kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pemrosesan penerimaan berikutnya. Gambar visual secara langsung untuk pelanggan dengan jumlah penjualan tunai dan kas yang diajukan. Risiko utama dalam memproses transaksi penerimaan kas adalah kemungkinan pencurian kas sebelum atau sesudah catatan penerimaan dibuat. dan asersi yang relevan serta tujuan audit spesifik. Kuitansi penerimaan yang dicetak atas nama pelanggan dan catatan internal atas transaksi pada file komputer atau pita register yang terkunci. aktivitas pengendaliann yang berlaku. termasuk subfungsi berikut:  Menerima penerimaan kas  Menyetorkan kas ke bank  Mencatat penerimaan kas Sebagaimana dalam kasus transaksi penjualan kredit. 1. b. Dengan demikian. pemisahan tugas untuk melakukan fungsi-fungsi ini merupakan aktivitas pengendalian internal yang penting. prosedur pengendalian harus memberikan kepastian yang layak bahwa dokumentasi penetapan tanggungjawab telah dibuat pada saat kas diterima dan bahwa kas telah disimpan di tempat yang aman. penggunaan register kas atau terminal titik penjualan sangat diperlukan. Alat ini menyediakan: a. yang meliputi pemrosesan penerimaan dari penjualan tunai dan kredit. Untuk penerimaan melalui kasir. 23 . Banyak dari pengendalian tersebut berkaitan dengan penerimaan dan penyetoran kas yang melibatkan cek dan saldo secara manual daripada komputer.Fungsi penerimaan kas.

Alat ini merupakan kotak surat yang dikendalikan oleh bank perusahaan. c. 24 . dan setoran lalu dilakukan. Total masing-masing kemudian dimasukkan ke ikhtisar kas harian. Apabila penerimaan secara over-the-counter atau melalui pos diterima oleh kasir. Hal ini juga mengalami risiko pengalihan penerimaan oleh karyawan perusahaan dan kesalahan dalam mencatat penerimaan. mengkredit saldo perusahaan (nota kredit) atas kas tersebut. maka pengecakan yang independen harus dilakukan untuk menentukan kesesuaiannya dengan lembar perhitungan kas dan pradaftar. Menyetor Kas ke Bank. pengeluaran kas tidak boleh dilakukan dengan penerimaan yang belum disetorkan. ikhtisar kas harian dan slip setoran yang telah disahkan harus dicatat ke akuntansi umum. Pengendalian ini mengurangi catatan setoran bank yang menetapkan eksistensi atau kejadian transaksi tersebut. Untuk meminimalkan kemungkinan pengalihan penerimaan melalui pos. dan mengirimkan bukti penerimaan uang ke perusahaan untuk digunakan dalam memperbaharui piutang usaha. Pihak bank akan memeriksanya setiap hari. dan memberikan bukti eksternal mengenai eksistensi transaksi tersebut. Beberapa perusahan yang memiliki volume penerimaan melalui pos yang besar menggunakan sistem kotak pos. Total pengendalian yang dicetak atas penerimaan harian yang diproses pada alat tersebut. Setelah melakukan setoran.  Penerimaan Melalui Pos. yaitu. sebagian besar perusahaan meminta pelanggan untuk membayar dengan cek. 2. Sistem ini mempercepat penyetoran cek. memungkinkan perusahaan menerima nota kredit atas penerimaan tersebut lebih cepat . Kata utuh berarti semua penerimaan harus disetorkan. Pengendalian fisik yang tepat atas kas mensyaratkan bahwa seluruh penerimaan kas disetorkan secara utuh setiap hari (deposited intact daily).

Banyak prosedur pengendalian yang terlibat dalam 25 . atau ikhtisar kas harian dan slip setoran yang telah disahkan yang diterima dari kasir. rekonsiliasi bank secara periodik juga harus dilakukan oleh karyawan yang tidak terlibat dalam melaksanakan atau mencatat transaksi kas. Untuk menjamin bahwa hanya transaksi yang sah yang dimasukkan akses fisik ke catatan akuntansi atau terminal komputer yang digunakan untuk mencatat hal itu harus dibatasi pada orang yang berwenang. Untuk menjamin kelengkapan dan keakuratan pencatatan penerimaan melalui pos tersebut. Pengendalian harus menjamin bahwa hanya penerimaan yang sah yang dimasukkan dan pada jumlah yang benar. Mencatat Penerimaan Kas. Merupakan hal yang biasa bagi klerk piutang usaha untuk menggunakan terminal komputer ketika memasukkan penerimaan kas melalui pos ke file transaksi penerimaan kas. Penerimaan secara over-the-counter umumnya dicatat dalam akuntansi umum berdasarkan ikhtisar kas harian yang diterima dari kasir. yang selanjutnya akan digunakan untuk memperbarui baik file induk piutang usaha maupun buku besar. Fungsi ini meliputi pembuatan jurnal penerimaan kas secara over-the-counter dan melalui pos serta posting penerimaan kas melalui pos ke akun pelanggan. komputer dapat mengecek kesesuaian antara jumlah yang dijurnal dan diposting dengan total pengendalian atas jumlah yang ditunjukkan pada pradaftar yang diterima dari bagian pos. Disamping itu. MEMPEROLEH PEMAHAMAN DAN PENILAIAN RISIKO PENGENDALIAN Tanggung jawab dan metodoligi auditor untuk memenuhi persyaratan dari standar pekerjaan lapangan kedua pada transaksi penerimaan kas adalah sama seperti yang dijelaskan sebelumnya pada transaksi penjualan kredit.3.

manajemen juga harus bertanggungjawab atas jumlah seluruh kredit seperti itu dan dampaknya terhadap pendapatan serta marjin kotor. dan inspeksi dokumen untuk mengumpulkan bukti bahwa prosedur pengendalian manual merupakan fungsi yang paling efektif. Penggelapan kas seringkali ditutupi dengan menyatakan terlalu tinggi diskon tunai atau retur penjualan dan pengurangan harga.  Penggunaan dokumen dan catatan yang tepat . bagi beberapa perusahaan. terutama penggunaan memo kredit yang telah disetujui untuk pemberian kredit atas barang-barang yang dikembalikan atau rusak. 26 . AKTIVITAS PENGENDALIAN – TRANSAKSI PENYESUAIAN PENJUALAN Transaksi penyesuaian meliputi:  Pemberian potongan tunai  Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga  Penentuan piutang tak tertagih Dalam banyak perusahaan. aktivitas pengendalian bermanfaat dalam mengurangi risiko penyelewengan semacam itu. observasi. transaksi itu mencakup hal-hal berikut:  Otorisasi yang tepat atas seluruh transaksi penyesuaian penjualan. Namun. Jadi.  Perhitungan independen atas barang-barang yang diretur. Auditor biasanya akan menggunakan kombinasi dari pengajuan pertanyaan. Disamping itu. jumlah dan nilai uang dari transaksi ini tidaklah material. bukan prosedur pengendalian yang telah terprogram. pemrosesan penerimaan kas merupakan pengendalian manual. D. serta memo otorisasi penghapusan untuk meghapus piutang tak tertagih pelanggan. potensi salah saji yang diakibatkan oleh kesalahan dan penyelewengan dalam pemrosesan penerimaan kas.

Apabila terdapat potensi salah saji yang material dari transaksi penyesuaian penjualan. Biasanya manajemen mengandalkan pengendalian atas tanggung jawab tingkat manajer yang lebih rendah untuk mengendalikan tingkat retur penjualan dan penghapusan piutang tidak tertagih. Banyak perusahaan menggunakan komputer untuk menghitung kembali diskon tunai berdasarkan termin pada faktur penjualan dan tanggal penerimaan kas. Risiko inheren yang berkaitan dengan transaksi penerimaan kas adalah tinggi akibat kemungkinan penipuan oleh 27 . Biasanya manajemenlah yang bertanggung jawab atas hasil keuangan dalam suatu departemen yang memiliki tanggung jawab mengotorisasi transaksi penyesuaian penjualan. Apabila transaksi ini bersifat material. seperti korespondensi dengan pelanggan atau agen penagihan. Auditor juga dapat mempertimbangkan untuk menginspeksi :  Momerandum kredit atas retur penjualan sebagai indikasi persetujuan yang tepat dan penyertaan laporan penerimaan yang membuktikan retur barang aktual. maka auditor harus mengispeksi laporan manajerial penting dan melakukan tanya jawab serta observasi tentang tindakan yang akan diambil atas laporan tersebut. Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti tentang keefektifan perancangan dan operasi sistem pengendalian internal perusahaan.  Penulisan otorisasi atas penghapusan piutang usaha dan dokumentasi pendukung. Pemisahan tugas untuk mengotirisasi transaksi penyesuaian penjualan dan penanganan serta pencatatan penerimaan kas. maka auditor harus memperoleh pemahaman atas seluruh aspek yang relevan dari komponen struktur pengendalian internasional dan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji semacam itu.

Jika tujuan pengendalian telah dicapai melalui prosedur pengendalian terprogram.karyawan melalui pengalihan penerimaan kas. maka auditor mungkin akan mendukung penilaian risiko pengendalian dengan bukti yang diperoleh ketika memdapatkan pemahaman atas pengendalian internal. Jika auditor menrencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah. maka auditor akan merencanakan lingkup pengujian yang meliputi pengujian atas pengendalian umum dengan komputer. Jika prosedur analitis menunjukkan kenaikan jumlah hari piutang beredar. serta inspeksi dokumen. auditor seringkali akan menguji prosedur pengendalian yang berkaitan dengan penerimaan kas. dan dampak transaksi penerimaan kas terhadap piutang. pengendalian aplikasi komputer dan keefektifan prosedur untuk lanjut manual. observasi. Akibat risiko inheren atas penggelapan kas. Banyak pengendalian yang penting melibatkan pengendalian manual dan auditor akan memperoleh bukti melalui tanya-jawab. Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat sedang (moderate) atau tinggi. maka auditor akan memperluas pengujian sehingga mencakup inspeksi dokumen dan pelaksanaan kembali pengendalian manual. maka hal ini mungkin dapat menjelaskan pengalihan penerimaan kas itu. 28 .

Apa yang dimaksud dengan disetorkan secara utuh setiap hari (deposited intact daily). Sebutkan dua faktor risiko inheren yang dapat mendorong manajemen untuk dengan sengaja mensalahsajikan pendapatan dan piutang serta dua faktor yang dapat menyebabkan salah saji yang tidak disengaja ! 3. Apa subfungsi yang tercakup dalam pemrosesan transaksi penerimaan kas ? 5. Identifikasi unrsur-unsur lingkungan pengendalian yang relevan dengan pemrakarsaan dan pencatatan penjualan ! 4. dan bagaimana pengendalian ini mempengaruhi risiko pengendalian pada transaksi penerimaan kas ? 29 . Jelaskan sifat siklus pendapatan ! 2. BAGIAN IV LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar : 1.

Transaksi tersebut akan mempengaruhi beberapa akun yang signifikan dalam laporan keuangan. Pemahaman tentang bisnis dan industri merupakan langkah pertama yang penting dalam mengembangkan strattegi audit. piutang usaha. banyak perusahaan yang telah menerapkan ketentuan yang ekstensif dalam sistem pengendalian internalnya untuk mencegah atau mendeteksi salah saji. Sifat dari banyak aktivitas dalam siklus ini akan mengakibatkan timbulnya inheren yang tinggi untuk berbagai asersi laporan keuangan yang signifikan seperti asersi eksistensi atau kejadian piutang usaha. penerimaan kas. Siklus pendapatan merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan. tetapi praktik bisnis dan pemicu ekonomi yang mendasari sangat bervariasi dari satu klien dengan klien lainnya. dan penyesuaian penjualan. Karena hal ini. dan penjualan. persediaan. termasuk kas. BAGIAN V RANGKUMAN Siklus pendapatan suatu perusahaan meliputi aktivitas yang berkaitan dengan transaksi penjualan. 30 .

Menerima penerimaan kas 3. Yang mana berikut ini yang bukan dokumen dan catatan yang umum aktivitas pengendalian transaksi penjualan kredit . kecuali : a. BAGIAN VI TES FORMATIF Pilih satu jawaban yang benar di antara empat pilihan jawaban yang tersedia dengan cara melingkari huruf di muka jawaban yang benar. Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga c. kecuali . Pemberian potongan tunai b. b. Faktur penjualan d... c. Jurnal umum 2. Menyetor kas ke bank d. Persetujuan kredit c. Penentuan piutang tak tertagih d. Pemberian pengurangan harga 31 . Beberapa hal disediakan dari alat ini. Pesanan pelanggan b.. Yang termasuk dalam fungsi aktivtas pengendalian kas.. menggunakan register kas atau terminal titik penjualan. Gambar visual tidak langsung untu pelanggan dengan jumlah penjualan tunai dan kas yang diajukan d... 4. Total pengendalian yang dicetak atas penerimaan harian yang diproses pada alat tersebut. a. Transaksi penyesuaian penjualan meliputi beberapa al berikut. a. Gambar visual secara langsung untuk pelanggan dengan jumlah penjualan tunai dan kas yang diajukan. kecuali . 1. Pesanan penjualan c. Kuitansi penerimaan yang dicetak atas nama pelanggan dan catatan internal atas transaksi pada file komputer atau pita register yang terkunci. Menerima penerimaan kas melalui kasir. a. Mencatat penerimaan kas b.

Dengan adanya kunci jawaban tersebut maka anda dapat menilai sejauh mana memahami dan menguasai materi yang terdapat pada modul. Untuk 32 . BAGIAN VII UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT Kunci jawaban dari tes formatif terdapat di akhir bagian modul.

100 = Amat Baik 80 .mengetahui sejauh mana materi yang anda ketahui dalam modul ini. BAGIAN VIII KUNCI TES FORMATIF 1. Jurnal umum 33 . dengan rumus perhitungan sebagai berikut : Jumlah jawaban benar Nilai= x 100 Jumlah soal Penilaian: 90 .79 = Cukup Baik 60 .69 = Cukup < 60 = Kurang Ketika hasil penilaian sudah mencapai keterangan baik maka tetap pertahankan pemaham anda mengenai isi modul. maka anda dapat menghitung jawaban benar yang ada.89 = Baik 70 . D. Ketika hasil penilaian masih hanya cukup maka anda perlu mempelajari kembali modul yang telah dibuat.

C.Johnson &Walter G Kell(2003).Modern Auditing. 2001. Pemberian pengurangan harga BAGIAN IX DAFTAR PUSTAKA Boynton. Yogyakarta. N. Al.2.Jakarta:Penerbit Erlangga Jusup. 34 . D.Raymond. Persetujuan kredit 3. Gambar visual tidak langsung untu pelanggan dengan jumlah penjualan tunai dan kas yang diajukan 4. STIE YKPN. B. Willian C. Auditing. Haryono.

35 .