You are on page 1of 16

IMPLEMENTASI NILAI SILA KERAKYATAN

YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH
KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN

NAMA : HASMIRA
NIM : H41116021
PRODI : BIOLOGI

UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
1

Sehingga seluruh tatanan hidup bernegara yang bertentangan dengan Pancasila sebagai kaedah hukum konstitusional. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Pancasila bukanlah sesuatu yang asing. pada dasarnya tidak berlaku dan harus dicabut. Sila keempat merupakan penjelmaan dalam dasar politiknegara. dan dijadikan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Sekalipun di dalam Pembukaan tersebut tidak secara eksplisit disebutkan kata Pancasila. dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik penguasa pada saat itu. yang hal ini direalisasikan melalui ketetapan sidang istimewa MPR tahun 1998 No. baik berupa hukum dasar tertulis yang berwujud undang-undang dasar maupun berupa hukum dasar yang tidak tertulis. yang tumbuh dalam praktik penyelenggaraan negara. ialah negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi negara Indonesia.XVIII/MPR/1998 disertai dengan pencabutan P-4 dan sekaligus juga pencabutan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi Orsospol di Indonesia. BAB I PENDAHULUAN I. Sebagai dasar negara. bahwa yang dimaksud dalam pernyataan terakhir dari alinea ke empat pembukaan UUD 1945 tersebut adalah Pancasila. Pancasila terdiri atas lima sila. Sebagai Dasar Negara. Demikian pula Pancasila sebagai dasar negara dia meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara. yaitu tidak dapat diubah atau ditiadakan. Sebuah sila dari Pancasila yang hampir tidak diterapkan lagi dalam demokratisasi di Indonesia yaitu Sila keempat pancasila yang berbunyi ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwusyawaratan/perwakilan”. Pancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Aguatus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 2 . diabadikan dalam Naskah Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke empat.1 Latar Belakang Bagi masyarakat Indonesia. namun setiap yang membacanya sudah pasti mengetahuinya. Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak. gerakan reformasi berupaya untuk mengembalikan kedudukan dan fungsi Pancasila yaitu sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta pandangan hidup bangsa dan Negara Indonesia melainkan direduksi. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas. Pancasila telah terkait dengan struktur kekuasaan secara formal. Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi ideologi Negara Pancasila. maka sifat demokrasi negara Indonesia adalah mutlak pula. Dengan kata lain dalam kedudukan yang seperti ini Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sudah mulai tergeser fungsi dan kedudukannya pada jaman modern ini.

Apa saja contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ? 3. yang seharusnya negara ini dapat memiliki kekuatan hukum pada pemimpin negara yang dapat berlaku bijaksana dengan memusyawarahkan setiap permasalahan dalam negara dan dapat mewakili seluruh rakyat Indonesia. terutama sila ke-4 yang berbunyi. . dapat kita simpulkan bahwa lemahnya nilai-nilai Pancasila dalam Negara Indonesia. Untuk mengetahui contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam lingkungan masyarakat 2.3 Tujuan Penulisan 1. Dari kenyataan di atas. Untuk mengetahui contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 3. Untuk mengetahui contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam lingkungan kampus 3 . Apa saja contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam lingkungan kampus ? I. Apa saja contoh implementasi sila ke-empat pancasila dalam lingkungan masyarakat ? 2. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan”. I.2 Rumusan Masalah 1.

karena perlakuan Jepang yang ramah. mencuri. Dalam ajaran Budha terdapat ajaran moral untuk mencapai nirwana dengan melalui samadhi dan setiap golongan mempunyai kewajiban moral yang berbeda. II. serta adanya berbagai desakan dari 4 . Pancasyiila. 2011). berzina. sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasila) masih dikenal masyarakat Jawa yaitu lima larangan (mo limo/M5) : mateni (membunuh).2 Pengertian Pancasila secara Historis Masuknya Jepang di Indonesia berjalan dengan mulus dan mendapat sambutan gembira dari bangsa Indonesia. Saptasyiila. yang akan memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia sebagai hadiah dari pemerintah Jepang. Walaupun dalam perkembangannya janji tersebut baru dapat dilakukan setelah Jepang mengalami berbagai kekalahan dalam semua medan pertempuran. Pancasyiila menurut Budha merupakan lima aturan (five moral principle) yang harus ditaati. maling (mencuri). main (berjudi) (Hasan. Landasan pendidikan Pancasila dapat dibagi menjadi 4 yaitu :  Landasan Historis  Landasan Kultural  Landasan Yuridis  Landasan Filosofis. Melalui penyebaran agama Hindu dan Budha. BAB II LANDASAN TEORI II. Bahkan dirumuskannya Pancasila sebagai Dasar Negara tidak terlepas dari adanya janji dari Pemerintah Jepang di Tokyo yang disampaikan oleh Perdana Menteri Koiso dihadapan Parlemen Jepang pada tanggal 7 Semptember 1944. menurut Muhammad Yamin dalam bahasa sansekerta kata Pancasila memiliki 2 macam arti secara leksikal yaitu : Panca artinya lima dan Syiila artinya batu sendi. madon (berzina).1Pengertian Pancasila secara Etimologis Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dari India.1. alas/dasar (peraturan tingkah laku yang baik ). berdusta dan larangan minum-minuman keras (Hasan.1 Pengertian Pancasila II. meliputi larangan membunuh. 2011). Setelah Majapahit runtuh dan agama Islam tersebar. Sehingga wajar rakyat Indonesia mengira bahwa Jepang akan membebaskan mereka dari belenggu pejajahan Bangsa Belanda. Ajaran moral tersebut adalah Dasasyiila.1. 2011). Kata Pancasila mula-mula terdapat dalam kepustakaan Budha di India. mabok (minuman keras/candu). Bahkan ketika itu rakyat Indonesia diperbolehkan mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. kebudayaan India masuk ke Indonesia sehingga ajaran Pancasyiila masuk kepustakaan Jawa terutama jaman Majapahit yaitu dalam buku syair pujian Negara Kertagama karangan Empu Prapanca disebutkan raja menjalankan dengan setia ke lima pantangan (Pancasila). Secara etimologis kata Pancasila berasal dari istilah Pancasyiila yang memiliki arti secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur (Hasan.

yaitu (Kaderi. yang tampil menyampaikan pidatonya adalah tokoh-tokoh Islam yang diwakili oleh K. Setelah berpidato. Muh. Muh. 2015 ). beliau kemudian menyampaikan kembali secara tertulis mengenai rancangan UUD RI. Peri Ke-Tuhanan 4. 1992: 77-78). Kesejahteraan Rakyat. Peri Kerakyatan 5. Radjiman Widyodiningrat. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Dan di dalam pembukaan rancangan UUD tersebut tercantum perumusan lima asas dasar negara yang berbunyi sebagai berikut : 1. Yamin tersebut meyakinkan kita. Mr. atau biasa disebut dengan “Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai” pada tanggal 29 April 1945.H. (Sumatri. dilengkapi dengan dua orang Wakil Ketua. Dari kenyataan mengenai pidato serta usul tertulis mengenai rancangan UUD yang dikemukakan oleh Mr. yaitu yang berkenaan dengan calon rumusan Dasar Negara Indonesia yang akan dibentuk. Peri Kebangsaan 2. yang akhirnya memaksa Jepang untuk membentuk suatu Badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Peristiwa ini telah dijadikan tonggak sejarah karena pada saat itulah Mr. Dan dalam sidang BPUPKI pertama dr. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan- perwakilan. Walaupun demikain Proses perumusan/sidang BPUPKI tetap dilaksanakan. 5.Bagoes Hadi Kosumo dan K.H. yang dalam tugasnya merangkap sebagai kepala Kantor/Sekretariat. Radjiman Wediodiningrat. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Muhammad Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pidatonya dihadapan siding lengkap BPUPKI. a). Namun dalam perkembangannya hadiah kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang tersebut tidaklah dilandasi oleh kesungguhan untuk memberikan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Yamin telah mengucapkan pidatonya serta menyampaikan usul rancangan UUD negara RI yang berisikan lima asas Dasar Negara. Muhammad Yamin (29 Mei 1945) Pada tanggal 29 Mei 1945 BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama. bahwa Pancasila tidaklah lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pada hari kedua pada tanggal 30 Juni 1945. Bagoes Hadi Kosumo dan K. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. serta dengan jumlah anggota sebanyak 64 orang( Kaderi.pergerakan bangsa Indonesia. Rumusan Dasar Negara Indonesia merdeka yang diidam-idamkan itu disampaikan secara lisan yang terdiri dari: 1.Wahid hasyim (30 mei 1945).Yamin pada tanggal tersebut hampir sama dengan Pancasila yang ada sekarang atau Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD RI (Kaderi. dan RP. Peri Kemanusiaan 3. 2015). karena pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Kemudian tampillah beberapa tokoh pendiri bangsa yang mengajukan rumusannya masing-masing. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Bahkan perumusan dan sistematika yang dikemukakan oleh Mr. Muh. tapi ternyata hanya tipu muslihat pemerintah Jepang belaka (Kaderi. 2015). 2015).Wahid 5 . Kemudian dilanjutkan proses pelantikannya pada tanggal 28 Mei 1945. b) K. mengajukan masalah yang akan dibahas pada sidang tersebut. Soeroso. yaitu Yoshio Ichibangase (berkebangsaan Jepang). Badan tersebut diketuai oleh Dr.

4. Soekarno adalah : 1. Untuk nama dari dasar negara tersebut Soekarno memberikan nama dengan “Pancasila”.Soekarno sebagaimana tersebut di atas. nyata sekali bahwa perumusan dan sistematika Pancasila dari Ir. kecuali dalam buku karangan Nugroho Notosusanto yang berjudul: “Proses perumusan Pancasila Dasar Negara” yang sumbernya dikutip dari buku karangan Muhammad Yamin.Pada tahun 1947 pidato Soekarno tersebut diterbitkan dan dipublikasikan dengan diberi judul “lahirnya Pancasila”. tapi tanpa menyebutkan siapa namanya. Socio . Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.Hasyim. Ke Tuhanan Yang Maha Esa. 2015). Socio . c) Dr. agar mengajukan kembali 6 . yaitu: 1. Internasionalisme atau Perikemanusiaan 3. Tokoh yang tampil sebagai pembicara utama dalam sidang tersebut adalah Soekarno yang berpidato secara lisan mengenai konsep rumusan dasar negara Indonesia. Kesemua usul-usul yang diajukan dalam masa persidangan I tersebut masih merupakan usulan perseorangan/individual. Musyawarah 5. 2015). d) Ir. Menurut Soekarno ke lima sila tersebut dapat diperas menjadi Tri Sila. Persatuan 2. Yang artinya lima dasar. sehingga dahulu pernah populer bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah merupakan lahirnya Pancasila.Nasonal yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme 2. Keseimbangan lahir dan batin 4. Ke Tuhanan Yang berkebudayaan. maka menjadi Eka Sila. yang menurut Soekarno atas saran seorang temannya yang ahli bahasa. Kelima dasar negara tersebut adalah: 1. Namun mereka hanya menyampaikan usul/pandangan mengenai dasar Negara Indonesia adalah berdasarkan syariat agama Islam. tampil sebagai pembicara utama adalah Soepomo. Sementara Rumusan dasar Negara merdeka beserta sistematikanya yang disampaikan oleh Ir. yaitu “Gotong Royong” . Yang di dalamnya terdapatrumusan lima dasar negara yang diusulkan oleh Soepomo. Sedangkan bila Tri Sila tersebut diperas lagi. Mufakat atau Demokrasi. Kesejahteraan Sosial 5. yang berjudul “Naskah Persiapan UUD 1945”. Namun jika diperhatikan bahwa perumusan dan sitematika yang dikemukakan/diusulkan oleh Ir. yang setelah dibahas dalam sidang ternyata belum menghasilkan kesimpulan yang dapat disepakati. Oleh karena itu Ketua sidang BPUPKI eminta kepada para tokoh sebagai pengusul.Demokrasi yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan rakyat 3. Namun mereka tidak menyampaikan rincian yang menjadi dasar negara tersebut (Kaderi. Kekeluargaan 3. Soekarno tersebut sangat jauh berbeda dengan Pancasila yang disahkan sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Soekarno ( 1 Juni 1945) Pada tanggal 1 Juni 1945 adalah merupakan hari keempat dari masa persidangan I BPUPKI. Dan usul mengenai nama Pancasila tersebut dapat diterima oleh peserta sidang. yang di dalam pidatonya beliau menyampaikan pandangannya mengenai Rumusan dasar Negara kebangsaan. yaitu melalui uraian yang berfokus pada aliran pikiran negara integralistik. Keadilan Rakyat (Kaderi. dibandingkan dengan Pancasila yang ada sekarang. Soepomo (31 Mei 1945) Kemudian dalam persidangan hari ketiga tanggal 31 Mei 1945. 2. Walaupun dalam kaitan ini tidak dijumpai adanya perumusan dasar negara yang lima dari Soepomo.

Soetardjo Kartohadikoesoemo 3. 3) Kita percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut kepercayaan masing- masing. Apabila diperinci setiap sila. dan nilai religius. terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. untuk selanjutnya menyerahkannya kembali kepada BPUPKI.1 Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila Dalam pandangan hidup suatu bangsa terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa itu. yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu untuk selanjutnya mengambil keputusan. religius atau tidak religius.2 Moral dan Nilai yang Terkandung dalam Pancasila II. Mr. 3) Nilai logis. kita praktekkan agar kita menjadi warga negara yang baik. nilai etis. dan nilai positif. nilai kerakyatan. Dikatakan mempunyai nilai. seperti diuraikan dalam TAP MPR Nomor II/MPR/1978. Bagoes Hadi Koesoemo 5. benar (nilai kebenaran/logis). Wahid Hasyim 4. Menilai artinya menimbang. nilai estetis. nilai persatuan. Keputusan ini dapat menyatakan. dan rasa serta kepercayaan. mengandung lebih kurang 10 kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku yaitu : 1) Kita percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.rumusannya masing-masing secara tertulis. dan nilai religius (nilai agama). Kemudian untuk keperluan pembahasannya dibentuklah sebuah “Panitia Kecil” yang terdiri dari 8 orang tokoh (Panitia 8). cipta. nilai pragmatis. dan nilai keadilan. karsa. Oleh karena luhur maka nilai yang terkandung dalam sila-silanya itu merupakan petunjuk atau tuntunan yang harus kita ikuti. baik (nilai moral dan etis). apabila berguna (nilai kegunaan). Otto Inkandardinata 6. Drs. Mr. Muhammad Yamin 7. Alfred Andre Maramis.2 Penjabaran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Pancasila merupakan lima nilai luhur bangsa Indonesia. 2) Nilai ideal. dapat dijabarkan sebagai berikut : Pertama : Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. berguna atau tidak berguna benar atau tidak benar. II. Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri. M. nilai material. nilai spiritual. Dengan demikian dapat pula dibedakan nilai material (nilai kebendaan) dan nilai spiritual (nilai kerohanian). baik atau tidak baik.2. 7 . K. nilai kemanusiaan. maka terkandung nilai-nilai : 1) “ Nilai ketuhanan. Muhammad Hatta. Ini semua dihubungkan dengan unsur-unsur yang ada pada manusia yaitu jasmani.H. nilai sosial. Ki. Adapun susunan Panitia Kecil (Panitia 8) terdiri para tokoh berikut: Ketua: : Ir. dengan tugas menampung konsepsi-konsepsi dan usulusul dari para anggota sekaligus menelitinya. 2) Kita percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama masing-masing. II. Soekarno Anggota-anggota : 1. 2. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. Rd. dan diharapkan pada tanggal 20 Juni 1945 telah masuk kesekretariat BPUPKI. indah atau tidak indah.2. Pandangan hidup bangsa Indonesia adalah Pancasila. Kalau kita perhatikan inti isi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara.

5) Kita harus membina. 7) Kita tidak membedakan agama dan kepercayaan. 9) Kita tidak membedakan kedudukan sosial. 8) Kita tidak membedakan jenis kelamin.4) Kita melaksanakan kepercayaan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa itu menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 17) Kita mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan kesatuan dan menjadi bagian dari seluruh umat manusia. Ketiga : Sila Persatuan Indonesia. 4) Kita menempatkan keselamatan bangsa dan negara di atas keselamatan pribadi atau golongan. yaitu : 1) Kita menempatkan kepentingan persatuan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. yaitu : 1) Kita mengakui bahwa kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. 15) Kita gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 2) Kita mengakui bahwa kita sama sederajat. dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2) Kita menempatkan kepentingan kesatuan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. 3) Kita sadar bahwa kita sama dalam hal kewajiban. Oleh karena itu kita harus menghayati dan mengamalkannya secara serasi dan terpadu dalam rangkaian penghayatan dan pengamalan seluruh sila-sila Pancasila secara bulat dan utuh. 6) Kita tidak membedakan keturunan. 12) Kita mengembangkan sikap tenggang rasa atau “teposeliro”. Kesepuluh kewajiban moral atau tingkah laku yang bersumber dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu merupakan satu kesatuan. 8 . Kedua : Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung lebih kurang 19 kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku. 9) Kita mengakui tiap warga negara bebas menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. 13) Kita mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 8) Kita mengakui bahwa hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak pribadi yang paling hakiki. 7) Kita menginginkan adanya kerukunan antara sesama pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4) Kita sadar bahwa kita memiliki hak yang sama. 11) Kita mengembangkan sikap mencitai sesama manusia. 3) Kita menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas. 14) Kita menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 5) Kita tidak membeda-bedakan suku. mengandung lebih kurang 16 kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku. 16) Kita berani membela kebenaran dan keadilan dengan penuh kejujuran. kepentingan pribadi atau golongan. 10) Kita tidak membedakan warna kulit. saling mengerti antara pemeluk agama. 18) Kita saling menghormati dengan bangsa lain. 6) Kita harus membina adanya kerjasama dan toleransi antara sesama pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 10) Kita tidak memaksakan agama dan kepercayaan kita kepada orang lain.

8) Kita mencintai bangsa Indonesia. 15) Dalam melaksanakan keputusan. 11) Dalam musyawarah. 13) Kita menerima setiap keputusan yang telah diambil bersama. 16) Dalam melaksanakan keputusan bersama. 5) Kita harus mengutamakan kepentingan masyarakat. 9) Kita harus mencapai mufakat dalam permusyawaratan. hendaknya kita landasi pelaksanaan itu dengan itikad baik. karenanya penghayatan dan pengamalannya juga harus dilakukan secara serasi pula. 9 . 17) Permusyawaratan hendaknya disesuaikan dengan hati nurani yang luhur. 6) Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada pihak lain. 21) Setiap keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai kebenaran. 19) Setiap keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 12) Kita ingin memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi. yaitu : 1) Kita mengakui bahwa manusia Indonesia mempunyai kedudukan yang sama. 10) Kita bangga bertanah air Indonesia. kita harus bersedia bermusyawarah. 18) Setiap keputusan dalam musyawarah harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral. 23) Setiap keputusan yang diambil harus mengutamakan persatuan dan kesatuan. mengandung lebih kurang 27 kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku. 14) Kita menjunjung tinggi persatuan berdasarkan prinsip tunggal ika. 7) Kita mencintai tanah air Indonesia. Keenam belas kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku yang dijabarkan dari sila Persatuan Indonesia ini merupakan kesatuan yang serasi. 20) Setiap keputusan yang diambil harus dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 5) Kita sanggup berkorban untuk bangsa dan negara. 15) Kita ingin memajukan pergaulan untuk kesatuan bangsa. 8) Kita harus mendahulukan kepentingan bersama dan membelakangkan kepentingan pribadi. 3) Kita mengakui bahwa manusia Indonesia memiliki kewajiban yang sama. Keempat : Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. 14) Kita melaksanakan setiap keputusan yang telah diambil bersama. 11) Kita ingin memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. 2) Kita mengakui bahwa manusia Indonesia memiliki hak yang sama. 10) Dalam permusyawaratan kita harus didorong oleh semangat kekeluargaan. 6) Kita rela berkorban untuk negara dan bangsa apabila diperlukan. Kesemuanya dengan catatan bahwa itu hendaknya dilakukan dalam rangkaian kesatuan seluruh sila Pancasila. 4) Kita harus mengutamakan kepentingan negara. kita menggunakan akal sehat. 9) Kita bangga berkebangsaan Indonesia. kita harus melakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. 7) Untuk mengambil keputusan mengenai kepentingan bersama. 12) Kita harus menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil musyawarah. 13) Kita ingin memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan keadilan sosial. 16) Kita ingin memajukan pergaulan untuk persatuan bangsa. 22) Setiap keputusan yang diambil harus dapat menjunjung tinggi nilai keadilan.

5) Kita menjunjung tinggi suasana kekeluargaan. 15) Kita harus tidak mempunyai perbuatan yang bertentangan dengan kepentingan. 10) Kita menghormati hak orang lain. Oleh karena itu. 21) Kita harus mewujudkan keadilan sosial.24) Setiap keputusan yang diambil harus mengutamakan kepentingan bersama. Kedua puluh satu kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku yang merupakan penjabaran dari sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu seluruhnya merupakan kesatuan dalam rangkaian kebulatan dan keutuhan Pancasila. 8) Kita berikap adil terhadap sesama. ialah negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi negara Indonesia. Kelima : Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung lebih kurang 21 kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku. 10 . 20) Kita harus mewujudkan kemajuan yang merata. 17) Kita menghormati hasil karya orang lain. 6) Kita menjunjung tinggi sikap gotong royong. 4) Kita menjunjung tinggi sikap kekeluargaan. 12) Hak milik kita harus tidak digunakan untuk memeras orang lain. 27) Kita mengakui bahwa kedaulatan rakyat itu berada pada MPR. 25) Kita hendaknya percaya kepada wakil-wakil kita dalam badan-badan perwakilan rakyat. penghayatan dan pengamalannya harus dilakukan secara serasi dan terpadu II. Sila keempat merupakan penjelmaan dalam dasar politiknegara. 3 Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sudah mulai tergeser fungsi dan kedudukannya pada jaman modern ini. 18) Kita selalu mencari kemajuan. 26) Kita menjunjung tinggi kebenaran prinsip bahwa rakyat yang berdaulat. 16) Kita harus suka bekerja keras. 3) Kita harus mengembangkan perbuatan luhur. Oleh karena itu. 2) Kita menyadari adanya kewajiban yang sama untuk menciptakan. 13) Kita harus hormat. yaitu : 1) Kita menyadari adanya hak yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam hidup bermasyarakat. 9) Kita harus menjaga keseimbangan antar hak dan kewajiban. 14) Kita harus hidup ekonomis dan tidak bermewah-mewah. Sebuah sila dari Pancasila yang hampir tidak diterapkan lagi dalam demokratisasi di Indonesia yaitu Sila keempat Pancasila yang berbunyi ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwusyawaratan/perwakilan”. penghayatan dan pengamalannya harus dilakukan secara serasi pula. Kedua puluh tujuh kewajiban moral atau tuntunan tingkah laku yang merupakan penjabaran dari sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan itu merupakan kesatuan dalam rangkaian kebulatan dan keutuhan sila Pancasila. 11) Kita menolong orang agar orang itu dapat berdiri sendiri. 7) Kita menjunjung tinggi suasana yang penuh kegotong royongan. 19) Kita selalu mengusahakan kesejahteraan bersama.

oleh dan untuk rakyat. Tidak hanya itu. Hakekat sila ini adalah demokrasi. Di sini terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan keputusan secara bulat. dan untuk rakyat. demokrasi yang dimaksud adalah melibatkan segenap bangsa dalam pemerintahan baik yang tergabung dalam pemerintahan dan kemudian adalah peran rakyat yang diutamakan. Bulat yang dimaksud adalah hasil yang mufakat. maka sifat demokrasi negara Indonesia adalah mutlak pula. artinya keputusan itu diambil dengan kesepakatan bersama. secara lahiriah sila ini menjadi banyak acuan dari setiap langkah pemerintah dalam menjalankan setiap tindakan pemerintah. Di bawah ini adalah arti dan makna sila keempat yang dibahas sebagai berikut : 1. Perbedaan secara umum demokrasi di Barat dan di Indonesia yaitu terletak pada permusyawaratan. Kaitannya dengan arti dan makna sila keempat adalah sistem demokrasi itu sendiri.Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil secara bulat. Secara sederhana. Bagi kita apabila pengambilan keputusan secara bulat itu tidak bisa tercapai dengan mudah. sila keempat mengandung pula sila-sila lainnya. yaitu tidak dapat diubah atau ditiadakan. Sebuah kalimat yang secara bahasa membahasakan bahwa Pancasila pada sila keempat adalah penjelasan negara demokrasi. Di sini. Permusyawaratan. Berkat sifat persatuan dan kesatuan dari Pancasila. Yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam hal ini perlu diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sehingga membawa konsekuensi adanya kejujuran bersama. maka hasil kebijaksanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan lebih dahulu. Kebijaksanaan ini merupakan suatu prinsip bahwa yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak. Dengan analisis ini diharapkan akan diperoleh makna yang akurat dan mempunyai nilai filosofis yang diimplementasikan secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat. •Bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau katamufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan. Sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan” memiliki makna : •Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. rakyat menjadi unsur utama dalam demokrasi. setiap apapun langkah yang diambil pemerintah harus ada kaitannya atau unsur dari. Artinya mengusahakan putusan secara bulat. dan sesudah itu diadakan tindakan bersama. Jika 11 . Sila keempat yang mana berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. oleh rakyat. Dengan demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan Pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebikjasanaan. Oleh karena itu kita ingin memperoleh hasil yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan bermasyarakat. sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke- Tuhanan Yang Maha Esa. •Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama. Demokrasi dalam arti umum yaitu pemerintahan dari rakyat.Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak. 2. •Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Maksudnya adalah bagaimana konsep demokrasi yang bercerita bahwasanya. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Itulah yang seharusnya terangkat ke permukaan sehingga menjadi realita yang membangun bangsa. baru diadakan pemungutan suara. yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3.

Tegasnya. misalnya pepatah Minangkabau yang mengatakan : “Bulat air karena pembunuh. pembahasan sila keempat adalah demokrasi. jujur. maka dari pengamatan sejarah bahwa kekuatan itu memang di Indonesia berada pada tangan rakyat atau masyarakat. Musyawarah yang ada di desa-desa merupakan satu lembaga untuk menjalankan kehendak bersama. adil. sila keempat menunjuk pada NKRI sebagai negara demokrasi-perwakilan yang dipimpin oleh orang profesional-dewasa melalui sistem musyawarah (government by discussion). Jadi.) 12 . Secara sederhana. Pemimpin yang hikmat adalah pemimpin yang berakal sehat. dan seterusnya pada hal-hal yang bersifat fisik/jasmaniah. dan seterusnya pada hal-hal yang bersifat psikis/rohaniah. Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda saja. rasional. di desa-desa kekuasaan ditentukan oleh kebulatan kepentingan rakyat. misalnya pemilihan kepala desa. bijaksana. Itu semua negara demokratis yang dipimpin oleh orang yang dewasa profesional dilakukan melalui tatanan dan tuntunan permusyawaratan/perwakilan.demokrasi diartikan sebagai kekuatan. arif. terampil. cerdas. pemimpin yang hikmat-kebijaksanaan itu lebih mengarah pada pemimpin yang profesional (hikmat) dan juga dewasa (bijaksana). bulat kata karena mufakat”. sementara kebijaksanaan adalah pemimpin yang berhatinurani. Demokrasi yang mana dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Bentuk musyawarah itu bermacam-macam.

dipilih oleh rakyat melalui pemilu. kasus ini sesuai dengan nilai sila ke-empat pancasila yaitu kita hendaknya percaya kepada wakil-wakil rakyat yang dalam hal ini adalah pemerintah. 3. Hal ini mencerminkan nilai sila ke-empat pancasila yaitu kita harus mengutamakan kepentingan bersama dan membelakangkan kepentingan pribadi. III. 13 . yaitu pemilihan berdasarkan suara terbanyak.2 Implementasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 1. Masyarakat mematuhi setiap peraturan yang dikeluarkan oleh kepala desa seperti kerja bakti pada hari minggu.1 Implementasi dalam Lingkungan Masyarakat 1. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi yang mengutamakan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Hal ini mencerminkan nilai ke-empat sila Pancasila yaitu setiap keputusan yang diambil harus mengutamakan kepentingan bersama. BAB III PEMBAHASAN III. Ketua Angkatan dipilih berdasarkan Voting. Hal ini mencerminkan nilai ke-empat sila Pancasila yaitu setiap keputusan yang diambil harus mengutamakan kepentingan bersama. Presiden dan wakil presiden berasal dari rakyat . Kepala desa dipilih berdasarkan Voting. Masyarakat melaksanakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah. III. 2. 2. yaitu pemilihan berdasarkan suara terbanyak. Jika terjadi perselisihan/pertengkaran diantara warga desa maka warga memanggil kepala desa yang akan memberikan keputusan mengenai jalan keluar dari masalah yang diperseterukan. Hal ini mencerminkan sila ke-empat pancasila yaitu kita harus mencapai mufakat dalam permusyawaratan.1. Rapat Angkatan diadakan untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh angkatan tersebut. 2. Hal ini mencerminkan sila ke-empat pancasila yaitu kita sebagau manusia Indonesia memiliki kewajiban yang sama. hal ini menujukkan bahwa masyarakat mematuhi segala hukum yang dibuat. Masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dalam berkendara.1. Nilai sila ke-empat yang sesuai dengan kasus ini adalah bahwa kita harus mengutamakan kepentingan masyarakat/rakyat. 3. Berbangsa dan Bernegara III. Jika kita mematuhi rambu rambu lalu lintas maka kita turut menjaga keselamatan pengendara yang lain sehingga kita turut mengutamakan kepentingan bersama.3 Implementasi dalam Lingkungan Kampus 1.1 Contoh Implementasi Nilai Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dalam kehidupan Bermasyarakat. Dalam rapat angkatan terjadi musyawarah untuk mencapai mufakat.1. Hal ini mencerminkan nilai ke-empat sila pancasila yaitu setiap keputusan yang diambil harus mengutamakan persatuan dan kesatuan.

14 . Hal ini mencerminkan nilai sila ke-empat pancasila bahwa manusia Indonesia mempunyai kedudukan yang sama. Setiap mahasiswa memiliki hak yang sama dalam menggunakan fasilitas kampus seperti perpustakaan dan laboratrium. Dalam rapat angkatan setiap mahasiswa menyampaikan keluhan dan kendala yang dihadapi dan mahasiswa lain berusaha membantu menyelesaikan masalah tersebut.3. Hal ini mencerminkn nilai ke-empat sila Pancasila yaitu dalam permusyawaratan kita didorong oleh semangat kekeluargaan. 4.

15 .2 Saran Sebaiknya nilai-nilai sila ke-empat pancasila yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan tetap dijaga dan dilestarikan karena nilai-nilai tersebut dapat menjaga persatuan dan kesatuan diantara warga Negara dan memberikan kesejahteraan. Dalam lingkungan masyarakat terdapat contoh implementasi sila ke-empat pancasila antara lain dalam hal pemilihan kepala desa dan jika terjadi perselisihan diantara warga desa maka kepala desa yang memberi keputusan dan masyarakat harus mematuhi keputusan kepala desa. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat contoh implementasi sila ke- empat pancasila antara lain pemilihan presiden dan wakil presiden melalui voting.1 Kesimpulan 1. 2. 3. IV. Dalam kehidupan kampus terdapat contoh implementasi sila ke-empat pancasila yaitu pemilihan ketua angkatan melalui voting dan rapat angkatan. BAB IV PENUTUP IV.

Malang .id/2013/07/makna-sila-ke-4-pancasila. Model Implementasi Sila Ke 4 “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan” Sebagai Lokus Pendidikan Demokrasi Di Smp Kota Semarang.blogspot.html http://demalanurmala.co. A.. 2014. Antasari Press. 2015.id/2014/07/pancasila-dan-implementasi-sila-keempat.blogspot.co. 2011.html 16 . Buku Ajar Pancasila.co. 2015. Universitas Kanjuruhan Malang Kaderi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatikan dan Komputer http://septianludy. Pancasila.Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Adi. Suyahmo. Semarang . Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.html http://syahri93. Hasan.blogspot.id/2015/05/makalah-sila-ke-4-kerakyatan-yang... Universitas Negeri Semarang. A. Jurnal Penelitian Pendidikan. P. Banjarmasin.