You are on page 1of 21

Karya Ilmiah - Kenakalan Remaja

Studi Kasus Pondok Pinang Pinggiran Kota Metropolitan Jakarta

PENDAHULUAN

EDUKATIF BLOG. Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke
dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi
karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan
norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah
karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang
secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang
tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.

Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku
menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang
memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja,
bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk
perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa
yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan
bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai
dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti
mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan
orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal
biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.

Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui
pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan
sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah
sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku
disorder di kalangan anak dan remaja (Kauffman , 1989 : 6) mengemukakan bahwa perilaku
menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak
dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus
dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan
sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi
sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal.

Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan
menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan
lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang
diserap. Salah satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan, bahwa
beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena
lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu, misalnya (Eitzen, 1986 : 400), mengatakan
tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian
wilayah kota yang miskin, dampak kondisi perumahan di bawah standar, overcrowding, derajat
kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Penelitian inipun

dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri
seperti disebutkan Eitzen diatas. Sutherland dalam (Eitzen,1986) beranggapan bahwa seorang
belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian,
maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai
devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.

Mengenai pendekatan sistem, yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari
sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Dikatakan
oleh (Eitzen, 1986:10) bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam
lingkungan masyarakat yang buruk. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada
masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial, norma dan nilai sosial menjadi
kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga
memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di dalam masyarakat yang
disorganisasi sosial, seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan
mengikat norma sosial, tetapi lebih dari itu, perilaku menyimpang karena tidak memperoleh
sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.

TUJUAN PENELITIAN

1. Mengidentifkasi dan memberikan gambaran bentuk-bentuk kenakalan yang dilakukan
remaja di pinggiran kota metropolitan Jakarta, yaitu di kelurahan Pondok Pinang.

2. Untuk mengetahui hubungaanan aaantara kenakalan remaja dengan keberfungsian sosial
keluarga

3. Penelitian ini ingin memberikan sumbangan bagi pemecahan masalah kenakalan remaja
dengan memanfaatkan keluarga sebagai basis dalam pemecahan masalah

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemilihan metode ini
karena penelitian yang dilakukan ingin mempelajari masalah-masalah dalam suatu masyarakat,
juga hubungan antar fenomena, dan membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang
ada. Cara pemilihan sampel yang dilakukan pertama memilih wilayah yang mempunyai kategori
miskin, dengan cara melihat kondisi mereka yang perumahannya di bawah standar, dengan
kondisi penduduk yang sangat padat, lingkungan yang tidak teratur dan perkiraan tingkat
kesehatan masyarakatnya yang buruk. Setelah itu konsultasi dengan ketua RW dan ketua-ketua
RT untuk mencari informasi tentang warganya yang dianggap telah melakukan kenakalan,
dengan perspektif labeling. Dari informasi tersebut data pada tiga RT. Berdasarkan data tersebut
kita jadikan populasi dengan jumlah 40 remaja dan keluarga yang akan dijadikan unit dalam
analisis. Dari jumlah tersebut dibuat listing dan tiap RT diambil 10 sampel (remaja dan keluarga)
sehingga mendapat 30 responden. Pengambilan sample ini dengan cara random.Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dipandu dengan daftar pertanyaan.

Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal/jahat yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada masyarakat. Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang. konflik mental dan terlibat kejahatan (lihat transaksi individu-individu dan keluarga-keluarga dengan sistem kesejahteraan sosial). dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti sosial. Dengan pertimbangan pada usia tersebut. (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. krisis identitas. pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM. sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika. KERANGKA KONSEP Konsep Kenakalan Remaja Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. kecanduan narkotik. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. melanggar norma sosial. Menurut bentuknya. tidak dapat menyesuaikan diri di sekolah. Mengingat pengertian anak dalam Undang-undang no 4 tahun 1979 anak adalah mereka yang berumur sampai 21 tahun. agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. kenakalan. Bahwa perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal dalam bukunya “ Rules of Sociological Method” dalam batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas. seperti suka berkelahi. dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat. pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto. perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum . Singgih D. pemerkosaan dll. Gumarso (1988 : 19). terdapat berbagai masalah dan krisis diantaranya. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8. suka keluyuran. membolos sekolah. Keberfungsian social Istilah keberfungsian sosial mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh individu akan kolektivitas seperti keluarga dalam bertingkah laku agar dapat melaksanakan tugas-tugas kehidupannya serta . 1985 : 73). Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan . Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.Responden remaja dalam penelitian ini ditentukan bagi mereka yang berusia 13 tahun-21 tahun. hubungan seks diluar nikah. (1) kenakalan biasa.

dapat memenuhi kebutuhannya. dan dengan tetangganya dll.3 7. Adapun ukuran yang digunakan untuk mengetahui kenakalan seperti yang disebutkan dalam kerangka konsep yaitu (1) kenakalan biasa (2) Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan dan (3) Kenakalan Khusus. Buang sampah sembarangan 14 40. dengan jenis kelamin laki-laki 27 responden. membolos sekolah 5 23.7 10 6.3 21 16. Berbohong 30 100 28 93. Pergi keluar rumah tanpa pamit 26 98.3 12 16. Penampilan dianggap efektif diantarannya jika suatu keluarga mampu melaksanakan tugas-tugasnya.7 17 23. Berkelahi antar sekolah 5 83. menurut (Achlis.0 8 46.7 5. Keluyuran 2 56.7 6. Keberfungsian sosial kelurga mengandung pengertian pertukaran dan kesinambungan. Begadang 5 33. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Mereka berumur antara 13 tahun-21 tahun. HASIL PENELITAN Bentuk Kenakalan Yang Dilakukan Responden Berdasarkan data di lapangan dapat disajikan hasil penelitian tentang kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan keberfungsian sosial keluarga di Pondok Pinang pinggiran kota metropolitan Jakarta. Terbanyak mereka yang berumur antara 18 tahun-21 tahun.3 2.0 25 63. serta adaptasi resprokal antara keluarga dengan anggotannya. Bentuk Kenakalan Remaja Yang Dilakukan Responden (n=30) Bentuk Kenakalan F % 30 100 1. Juga dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi penampilan beberapa peranan sosial tertentu yang harus dilaksanakan oleh setiap individu sebagai konsekuensi dari keanggotaannya dalam masyarakat.7 .3 3. 1992) keberfungsian sosial adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas dan peranannya selama berinteraksi dalam situasi social tertentu berupa adanya rintangan dan hambatan dalam mewujudkan nilai dirinnya mencapai kebutuhan hidupnya.7 8.7 4. Berkelahi dengan teman 19 70. peranan dan fungsinya terutama dalam sosialisasi terhadap anggota keluarganya. Kemampuan berfungsi social secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga salah satunnya jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan. dan perempuan 3 responden.3 7 16. dengan lingkungannya.

Menyalahgunakan narkotika 24. . mencuri. Bahkan pada kenakalan khususpun banyak dilakukan oleh responden seperti hubungan seks di luar nikah. Membunuh Bahwa seluruh responden pernah melakukan kenakalan.3 12.3 1 3. pemerkosaan. juga cukup banyak dilakukan oleh responden. melihat gambar porno 10 3. Minum-minuman keras 15. pergi ke luar rumah tanpa pamit pada orang tuanya. Pada tingkat kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai kendaraan tanpa SIM. menyalahgunakan narkotika. Kalau hal ini tidak segera ditanggulangi akan membahayakan baik bagi pelaku.3 5 33. Keadaan yang demikian cukup memprihatinkan. Hubungan sex diluar nikah 17.7 10. Mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM 13. terutama pada tingkat kenakalan biasa seperti berbohong. kebut-kebutan. Kebut-kebutan/mengebut 14.3 11.0 1 6. Memperkosa 22. maupun masyarakat. Menodong 20. keluarga.7 9. Menggugurkan Kandungan 21.minum-minuman keras. serta menggugurkan kandungan walaupun kecil persentasenya. Kumpul kebo 16. Karena dapat menimbulkan masalah sosial di kemudian hari yang semakin kompleks. Terdapat cukup banyak dari mereka yangkumpul kebo. berkelahi dengan teman. Mencuri 18. membuang sampah sembarangan dan jenis kenakalan biasa lainnya. 3 26. keluyuran. membaca buku porno 2 10. Berjudi 23. kasus pembunuhan. menontin film porno 22 73. Mencopet 19.

anak perempuan tidak ada yang melakukannya. Dari tabel korelasi persebaran datanya sebagai berikut. Atau mereka tahu rambu-rambu mana yang harus dihindari dan mana yang harus dikerjakan.3%). namun terdapat juga anak perempuannya. 2 responden (6. nalarnya semakin baik.7%). Berdasarkan tabel hubungan diperoleh data sebagai berikut. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk melakukan kenakalan khusus ataupun jenis kenakalan lainnya adalah mereka yang tidak sibuk. Demikian juga mereka yang pendidikan terakhirnya SLTP. berarti probababilitas anak laki-laki lebih besar kecenderungannya untuk melakukan kenakalan khusus. kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan 2 responden. Sedangkan mereka yang tidak bekerja (menganggur) semuanya 13 responden melakukan kenakalan khusus. dari 12 responden. juga mereka yang bekerja sebagai pedagang dan buruh semuanya melakukan kenakalan khusus. Hubungan antara pekerjaan responden dengan tingkat kenakalan yang dilakukan Berdasarkan data yang ada. Pelajar yang melakukan kenakalan biasa 5 responden (16. dan 4 responden (13. dan kenakalan khusus 22 responden (73.3%).7%).3%) melakukan kenakalan biasa.3%). dengan terbanyak 12 responden (40%) melakukan kenakalan khusus.7%) yang berarti separoh lebih. Hal ini untuk mengetahui apakah anak laki-laki lebih nakal dari anak perempuan atau probalitasnya sama.7%) dan kenakalan khusus 1 responden (3. sedangkan dari 3 responden perempuan 1 responden (33.7%). Anak laki-laki yang melakukan kenakalan biasa 3 responden (10%).5%) diantaranya melakukan kenakalan khusus. Demikian juga yang melakukan kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan.3%). kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan 2 responden (6. pekerjaan responden adalah sebagai pelajar dan tidak bekerja (menganggur) masing-masing 13 responden (43. Dengan demikian maka anak laki- laki kecenderungannya akan melakukan kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan lebih dibandingkan dengan anak perempuan. dan kenakalan khusus 6 responden (20%) .7%) melakukan kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan. Hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kenakalan yang dilakukan Seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin rendah melakukan kenakalan.3%) yang melakukan kenakalan khusus. Sedangkan anak perempuan yang melakukan kenakalan biasa 2 responden (2. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar yang melakukan kenakalan khusus adalah anak laki-laki (73. Kalau dibandingkan diantara 27 responden anak laki-laki 22 responden (81. Sebab dengan pendidikan yang semakin tinggi. 11 responden . atau banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Mereka yang tamat SLTA justru yang paling banyak melakukan tindak kenakalan 17 responden (56. sebagai buruh dan berdagang masing- masing 2 responden (6. Hubungan Antara Variabel Independen dan Dependen Hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kenakalan Salah satu hubungan variabel yang disajikan disini adalah hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kenakalan. Artinya mereka tahu aturan-aturan ataupun norma sosial mana yang seharusnya tidak boleh dilanggar. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian.

dan pensiunan 1 responden (3. yaitu adanya waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif.7%).7%) melakukan kenakalan khusus. artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. dan fungsinya serta mampu memenuhi kebutuhannya. Hal ini perlu diketahui karena dalam keberfungsian sosial. dan adanya pengaruh buruk dalam sosialisasi dengan teman bermainnya atau faktor lingkungan sosial yang besar pengaruhnya. berdagang 4 responden (13.(36. Sedang bagi mereka yang bukan pegawai negeri hanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.7%). namun pada tingkat kenakalan biasa. Dengan demikian faktor yang kuat adalah seperti yang disebutkan di atas. tukang kayu 2 responden (6.6%). montir/sopir. Hal ini berarti pekerjaan orang tua berhubungan dengan tingkat kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Lain halnya bagi mereka yang orang tuanya mempunyai pekerjaan dagang. buruh. peranan. artinya semakin tinggi pendidikannya tidak bisa dijamin untuk tidak melakukan kenakalan. Sedang mereka yang hanya tamat SD 1 responden juga melakukan kenakalan khusus. diantaranya adalah kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi keluarga yaitu jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan. Artinya banyak terdapat anak-anak remaja yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh. Dari tabel korelasi diketahui bahwa kecenderungan anak pegawai negeri walaupun melakukan kenakalan.6%). Hubungan Antara Kenakalan Remaja Dengan Keberfungsian Sosial Keluarga Dalam kerangka konsep telah diuraikan tentang keberfungsian sosial keluarga. Akibat dari semua itu maka anak-anaknya lebih tersosisalisasi oleh kelompoknya yang kurang mengarahkan pada kehidupan yang normative. baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga . Artinya di lokasi penelitian kenakalan remaja yang dilakukan bukan karena rendahnya tingkat pendidikan mereka. Berdasarkan data yang ada mereka yang pekerjaan oangtuanya sebagai pegawai negeri 5 responden (16. montir/sopir 6 responden (20%). Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi. ataupun kedisiplinan yang diterapkan serta nilai-nilai yang disosisalisasikan lebih efektif. buruh 5 responden (16. salah satunya adalah mampu memenuhi kebutuhannya.3%).3%). sehingga kurang ada perhatian pada sosialisasai penanaman nilai dan norma-norma sosial kepada anak-anaknya. Hubungan antara pekerjaan orang tuanya dengan tingkat kenakalan Untuk mengetahui apakah kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya. Hubungan antara keutuhan keluarga dengan tingkat kenakalan Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan remaja. karena disemua tingkat pendidikan dari SD sampai dengan SLTA proporsi untuk melakukan kenakalan sama kesempatannya. Keadan yang demikian karena mungkin bagi pegawai negeri lebih memperhatikan anaknya untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Dengan demikian maka tidak ada hubungan antara tingkatan pendidikan dengan kenakalan yang dilakukan. guna memenuhi kebutuhan keluarganya. wiraswasta 5 responden (16. dan wiraswasta yang kecendrungannya melakukan kenakalan khusus.

dan tidak taat beragama 9 responden (30%). Dari kenyataan tersebut ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak. 21 responden (70%) dari keluarga utuh. Berdasarkan data yang ada mereka yang keluarganya taat beragama 6 responden (20%). Hubungan antara kehidupan beragama keluarganya dengan tingkat kenakalan Kehidupan beragama kelurga juga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian sosial keluarga. dan tidak memperhatikan sama sekali 10 responden (33.4%). Karena ternyata mereka yang berasal dari keluarga utuh justru lebih banyak yang melakukan kenakalan khusus. Berdasarkan data pada tabel korelasi ternyata struktur keluarga ketidak utuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan.6%.7%). Dari tabel korelasi diketahui 70% dari responden yang keluarganya kurang dan tidak taat beragama melakukan kenakalan khusus. yaitu pada kenakalan khusus. kurang taat beragama 15 responden (50%). dan yang tidak serasi 13 responden (43. Hubungan antara sikap orang tua dalam pendidikan anaknya dengan tingkat kenakalan Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. demikian juga sebaliknya.Dilihat dari keutuhan struktur keluarga. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalaam interaksi mempunyai kecenderungan anak remajanya melakukan kenakalan. Sebab dalam konsep keberfungsian juga dilihat dari segi rokhani. berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan anaknya melakukan kenakalan. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi. kurang memperhatikan 12 responden (40%). Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya.3%). Mereka yang orang tuanya otoriter sebanyak 5 responden (16. terutama kenakalan khusus. Dari tabel korelasi diperoleh data seluruh responden yang orang tuanya tidak memperhatikan sama sekali melakukan kenakalan khusus dan yang kurang memperhatikan 11 dari 12 responden melakukan kenakalan khusus. baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus. overprotection 3 responden (10%). Perlu diketahui bahwa keluarga yang interaksinya serasi berjumlah 3 responden (10%). terlihat jelas bahwa mereka yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi sebesar 76. sedangkan yang interaksinya kurang serasi 14 responden (46. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya dengan tingkat kenakalan . Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat. dan 9 responden dari keluarga tidak utuh. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik.6%). maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama.

dengan sampel 30 adalah 0. Berdasarkan tabel distribusi koefisiensi korelasi product moment diperoleh data sebagai berikut. Mereka yang berhubungan serasi dengan lingkungan sosialnya berjumlah 8 responden (26. dengan rincian sebagai berikut 4 responden (40%) dihukum penjara selama 1 bulan. serta ketaatan keluarga dalam menjalankan kewajiban beragama Data tentang responden yang pernah ditahan berjumlah 15 responden. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi. dan 3 tahun .7%) karena kasus penegeroyokan dan pembunuhan. Artinya bahwa ketaatan beragama dari keluarganya belum menjamin anaknya bebas dari kenakalan dan ditahan serta dihukum. Hal ini menunjukkan bahwa masalah interaksi dalam keluarga merupakan sebab utama seorang remaja sampai ditahan dan dihukum penjara. Dari data yang ada terlihat bagi keluarga yang kurang dan tidak serasi hubungannya dengan tetangga atau lingkungan sosialnya mempunyai kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus.283 hasil perhitungan yang diperoleh = - 0.6%). Apabila hal itu dapat diciptakan. maka untuk melengkapinya dianalisis secara statistik dengan rumus product moment guna melihat keeratan hubungan tersebut.361 Berdasarkan data tersebut karena nilai r yang diperoleh dari hasil penelitian jauh dari batas significansi nilai r yang diperolehnya berarti ada hubungan negative antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan remaja yang dilakukan. Keadaan tersebut dapat dilihat dari 23 responden yang melakukan kenakalan khusus 19 responden dari dari keluarga yang interaksinya dengan tetangga kurang atau tidak serasi. oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lengkungan sosialnya. Pernah tidaknya responden ditahan dan dihukum hubungannya dengan keutuhan struktur dan interaksi keluarga. akan semakin rendah tingkat kenakalan remajanya. Sedangkan dari sudut ketaatan dalam menjalankan kewajiban agam bagi keluarganya masih terdapat 1 responden yang pernah ditahan dan dihukum karena kasus pencurian. Dari responden yang pernah ditahan dan di hukum semuanya dari keluarga yang struktur keluarganya utuh. masing-masing 1 responden (10%) dihukum 7 bulan. Sedang nilai r yang diperoleh dalam tabel dengan taraf significansi 5%.3%) karena kasus pencurian. Artinya semakin tinggi tingkat berfungsi sosial keluarga. masing-masing 1 responden karena ksus pengeroyokan.010 y2 = 3.3%) karena kasus obat terlarang (narkotika) dan 8 responden (53. kurang serasi 12 responden (40%). 2 tahun. masing-masing 1 responden (6. 3 responden (30%) dihukum 3 bulan. dan narkotika. pembunuhan. Analisis Hubungan Antara Keberfungsian Sosial Keluarga dengan Kenakalan Remaja Setelah dianalisis secara bivariat antara beberapa variabel. dan tidak serasi 10 responden (33.6022. nilai x = 510 y = 322 x2 = 9.752 xy = 5. Adapun lamanya mereka dihukum antara 1 bulan-3 tahun. Sedangkan responden yang pernah dihukum penjara berjumlah 10 responden dengan rincian 7 responden karena kasus pencurian. dari jumlah tersebut 3 responden (20%) karena kasus perkelaian.4%). demikian . tetapi interaksinya kurang dan tidak serasi.Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. 5 responden (33. hal itu meruapakan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya.

Berdasarkan kenyataan di atas. Dari analisis statistik (kuantitatif) maupun kualitatif dapat ditarik kesimpulan umum bahwa ada hubungan negatif antara keberfungsian sosial keluarga dengan kenakalan remaja. Pemenuhan kebutuhan keluarga juga berpengaruh pada tingkat kenakalan remajanya. artinya bahwa semakin tinggi keberfungsian social keluarga akan semakin rendah kenakalan yang dilakukan oleh remaja. tukang.sebaliknya semakin rendah keberfungsian sosial keluarga maka akan semakin tinggi tingkat kenakalan remajanya. Kesimpulan Berdasarkan analisis di atas. dengan meningkatkan program di . artinya bagi keluarga yang tiap hari hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan keluarganya seperti yang orang tuanya bekerja sebagai buruh. walaupun demilikan juga remaja perempuan yang melakukan kenakalan khusus. Demikian juga dari keluarga yang tingkat keberfungsian sosialnya rendah maka kemungkinan besar anaknya akan melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat. Dan akhirnya keserasian hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosialnya juga berpengaruh pada kenakalan anak-anak mereka. Dari sudut pekerjaan atau kegiatan sehari-hari remaja ternyata yang menganggur mempunyai kecenderungan tinggi melakukan kenakalan khusus demikian juga mereka yang berdagang dan menjadi buruh juga tinggi kecenderungannya untuk melakukan kenakalan khusus.Hal lain yang dapat dilihat bahwa sikap orang orang tua dalam sosialisasi terhadap anaknya juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kenakalan yang dilakukan. ditemukan bahwa remaja yang memiliki waktu luang banyak seperti mereka yang tidak bekerja atau menganggur dan masih pelajar kemungkinannya lebih besar untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. supir dan sejenisnya ternyata anaknya kebanyakan melakukan kenakalan khusus. tetapi mereka yang kurang dan tidak serasi hubungan sosialnya dengan lingkungan anak-anaknya melakukan kenakalan khusus. maka untuk memperkecil tingkat kenakalan remaja ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu meningkatkan keberfungsian sosial keluarga melalui program-program kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan pembangunan social yang programnya sangat berguna bagi pengembangan masyarakat secara keseluuruhan Di samping itu untuk memperkecil perilaku menyimpang remaja dengan memberikan program-program untuk mengisi waktu luang. dari data yang diperoleh bagi keluarga yang kurang dan masa bodoh dalam pendidikan (baca sosialisasi) terhadap anaknya maka umumnya anak mereka melakukan kenakalan khusus. Dari uraian di atas bisa dilihat bahwa secara jenis kelamin terlihat remja pria lebih cenderung melakukan kenakalan pada tinglat khusus. Mereka yang hubungan sosialnya dengan lingkungan serasi anak-anaknya walaupun melakukan kenakalan tetapi pada tingkat kenakalan biasa. tetapi bagi keluarga yang kurang dan tidak taat menjalankan ibadahnya anak-anak mereka pada umumnya melakukan kenakalan khusus. Demilian juga bagi keluarga yang interaksi sosialnya kurang dan tidak serasi anak-anaknya melakukan kenakalan khusus. artinya dari keluarga yang taat menjalankan agama anak-anaknya hanya melakukan kenakalan biasa. Sebaliknya semakin ketidak berfungsian sosial suatu keluarga maka semakin tinggi tingkat kenakalan remajanya (perilaku menyimpang yang dilakukanoleh remaja.Sebaliknya bagi keluarga yang tingkat keberfungsian sosialnya tinggi maka kemungkinan anak-anaknya melakukan kenakalan sangat kecil. Kehidupan beragama keluarga juga berpengaruh kepada tingkat kenakalan remajanya. apalagi kenakalan khusus.

tiap karang taruna. Program ini terutama diarahkan pada peningkatan sumber daya manusianya yaitu program pelatihan yang mampu bersaing dalam pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan. MAKALAH KENAKALAN REMAJA Guna memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia .

mengutipilmu. Iing Gamar ______________________________________________________________________ SMK NEGERI 01 TAPEN TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 Alamat : Jl. terutama disebabkan oleh kurang spesifiknya informasi yang didapatkan penulis karena hanya mengandalkan pengamatan dilingkungan sekitar sebagai bahan penyusun karya tulis. S.ilmu@yahoo. Guru Pembimbing : Shofiah. Bangun Bagas Kara 4.Shalawat serta salam senantiasa tercurah pada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya yang setia menemani hingga akhir zaman. Arief 5. karunia dan hidayahNya kepada kita semua sehingga akhirnya tugas karya tulis ini dapat terselesaikan. Akbar Amir Budianto 6. Farisan Ahmad Amir 2. penulis banyak mengalami kesulitan . Agus Sopan hadi 8.com KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat . Dalam penyelesain karya tulis ini .com e-mail : Kutip.Pada akhirnya karya tulis ini dapat diselesaikan meskipun masih terdapat banyak kekurangan. Jurang Sapi Telp. Dedy Setiawan Aziz 3. Nur Haqiqi 7. .blogspot.Pd Disusun oleh 1. M.(0291)434971 Bondowoso 68287 Website : www. Tugas karya tulis yang diberi judul “ Kenakalan Remaja ” ini ialah suatu karya tulis yang terbentuk dari hasil kerja sama kelompok dimana tugas ini merupakan prasyarat dari aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

1 Latar Belakang . Harapan penulis semoga penulis tugas karya tulis ini dapat diambil manfaatnya oleh pembaca. S. Pendahuluan 1. oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat dan karunia-Nya serta keridhoan-Nya kepada kita semua .baik selama penyusunan tugas ini maupun di luar itu. Ibu Syarofis. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu.Pd selaku guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia.Oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun . Penulis DAFTAR ISI Halaman Judul. penulis harapkan untuk kemajuan masa-masa mendatang. amin. Penulis menyadari bahwa tugas karya tulis ini masih banyak memiliki kekurangan. 2. Kata Pengantar Daftar Isi BAB I. Penyusun karya tulis ini tak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Teman-teman seperjuangan kelompok 2 3.

4 Sumber Data 1.5 Metode BAB II.1.3. Penutup a. Jenis-jenis kenakalan remaja 2. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja BAB III. Penyebab terjadinya kenakalan remaja 2.1.2 Tujuan Penulis 1.2.3 Ruang Lingkup 1.5. Pembahasan dan Isi 2. Simpulan b. Saran Daftar Pustaka . Gejala-gajala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah kepada kenakalan remaja.4. Pengertian Kenakalan Remaja 2. 2.

Baru-baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya tawuran . Memahami pengertian kenakalan remaja 2.3 Ruang Lingkup Dari hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar mulai dari siswa – siswa yang ada disekolah. kami sebagai remaja berpendidikan yang sadar bahwa kenakan remaja harus segera dihilangkan . 1. .1 Latar Belakang Permasalahan Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bias lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Selain itu tugas ini juga ditujukan untuk : 1..2 Tujuan Penulisan Pada dasarnya tugas ini dibuat sebagai wujud dari pertanggung jawaban kami atas tugas yang diberikan oleh guru pengampu sebagai syarat untuk memenuhi aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonasia. Mengetahui penyebab kenakalan remaja dan gejala-gejala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja serta untuk memahami hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi kenakalan remaja. BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA . mengangkat permasalahan ini sebagai bahan karya tulis kami. pemakain narkoba dan lain-lain. Oleh karena itu .dan sisw-siswa yang tinggal di sekitar lingkungan rumah. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bias lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

.4 Sumber Data 1. Tinjauan pustaka tentang kenakalan remaja melalui web internet 1.4.2.1.5 Metode Dalam menulis Karya Tulis Ilmiah ini penulis menggunakan metode pengamatan di lingkungan sekitar dan kajian pustaka untuk mendapatkan data informasi.1. 1.4. Pengamatan langsung terhadap perilaku kenakalan remaja. .

namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Masing-masing mempunyai kelebihan dankekurangan. Demikian pula dengan masa remaja. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. . Setiap masa pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. dan kemudian menjadi orangtua. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak. Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Padahal bagi si remaja sendiri. dewasa. Jangan terlalu membesar-besarkan perbedaan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Masa remaja sering menimbulkan kekuatiran bagi para orangtua. dan di belakang mengawasi segala tindak tanduk si remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Kesalahan- kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Masa remaja sering menjadi pembahasan dalam banyak seminar. para orangtua hendaknya berkenan menerima remaja sebagaimana adanya. Orangtua para remaja hendaknya justru menjadi pemberi teladan di depan. remaja. Oleh karena itu. di tengah membangkitkan semangat. BAB II PEMBAHASAN DAN ISI Masa kanak-kanak.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli : · Kartono. b. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba dan lain sebagainya. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan. · Santrock “kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat di terima secara social hingga terjadi tindakan criminal. Meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran.2. Membawa senjata tajam ketika sekolah. b.1.Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Ikut tawuran antar geng. Ikut balapan tiar antar geng. d. Jenis-jenis kenakalan remaja 1. Minum minuman keras. 2. b. Kenakalan remaja di luar sekolah(masyarakat) Misal : a. c. Tidak mendengarkan nasehat orang tua. Kenakalan remaja di sekolah Misal : a. Tidak mentaati perintah orang tua. Pengertian Kenakalan Remaja Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hokum pidana yang dilakukan oleh remaja. c. 3. Kenakalan remaja di lingkungan keluarga Misal : a.” 2.2. .ilmuan sosiologi Kenakalan remaja atau dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis pada remaja di sebabkan oleh satu bentuk pengabaian social.

3) Komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. atua penolakan terhadap eksistensi anak .kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa intregasi ke dua.4. . Melanggar norma yang telah di sepakati bersama keluarga.pertama. Penyebab terjadinya kenakalan remaja Perilaku nakal remaja bias di sebabkan oleh factor dari remaja itu sendiri (internal)maupun dari luar (eksternal) · faktor internal : 1) Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk intregasi. · Factor eksternal : 1) Keluarga Percerain orang tua .terbentuknya persaan akan konsistensi dalam kehidupannya. tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga .3. 2) Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. 2.ke dua.pendidikan yang salah di keluarga juga bisa mempengaruhi seperti terlalu memanjakan anak . 2. atau perselisian antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Gejala-gajala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah kepada kenakalan remaja 1. c. 2) Teman sebaya yang kurang baik. tidak memberikan pendidikan agama . bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.tercapainya identitas peran. anak-anak tidak disukai oleh taman-temannya sehingga anak tersebut menyendiri.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja. 3. Anak-anak yang suka menyakiti / mengganggu teman-temannya disekolah atau dirumah. teman sebaya untuk melakukan point pertama. Anak-anak yang tidak sanggup memusatkan perhatian.2. BAB III SIMPULAN dan SARAN 3. 2. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua member arahan dengan siapa dan dikomunitas mana remaja harus bergaul. 3. 4. Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anak-anak normal. dan nyaman bagi remaja. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis . 2. 4. guru .5. komunikatif . Anak-anak yang saring menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau sekolah.1 Simpulan . Adanya motifasi dari keluarga . Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya. 7. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 5. 6. 1. Anak-anak yang suka berbohong. 5. Kegagalan yang mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladana.

2 Saran 1) Perlu adanya tindakan-tindakan dari pemerintah untuk mengawasi tindakan remaja di Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. 3.1) Pada dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. 5) Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya anak tersebut menyendiri. 2) Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh beberapa factor. Perilaku nakal remaja disebabkan oleh factor remaja itu sendiri (internal) maupun factor dari luar (eksternal). guru . 3) Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 4) Adanya motivasi dari keluarga . teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi. 2) Perlunya penanaman nilai moral . . pendidikan dan nilai religious pada diri seorang remaja.