Rumah Sakit

Bukit Lewoleba
KALIBRASI ALAT
NO DOK REVISI KE HALAMAN

Prosedur TGL TERBIT DITETAPKAN
Tetap DIREKTUR RS BUKIT LEWOLEBA

Dr.Johnny Laoh, MPH
PENGERTIAN Adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai
yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau
nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah
diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi
tertentu.
TUJUAN
1. Mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat
dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti
(standar primer nasional dan / internasional), melalui rangkaian
perbandingan yang tak terputus.

2. Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai
konvensional penunjukan suatu instrument ukur.

3. Menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar
Nasional maupun Internasional

KEBIJAKAN
PROSEDUR 1. Manajer Teknis melakukan identifikasi peralatan yang berpengaruh
langsung pada hasil pengujian dan membuat jadual kalibrasi untuk
peralatan tersebut.
2. Alat-alat yang sudah dikalibrasi diberi label. Label mencakup
tanggal kalibrasi, nilai kalibrasi dan ketidakpastian pengukurannya.
3. Bila memungkinkan, setelah dilabel sekurang-kurangnya enam
bulan sekali dilakukan pengecekan antara.
4. Apabila pengecekan antara masih sesuai dengan hasil kalibrasi
sebelumnya, maka tidak dilakukan kalibrasi sampai pengecekan
antara selanjutnya.
5. Apabila pengecekan antara menghasilkan nilai penyimpangan
yang lebih besar dari kalibrasi sebelumnya, maka dilakukan

01/LSIH. juga dilakukan kalibrasi antara untuk standar acuan dan bahan acuan.0. 7. Bila memungkinkan. 6. UNIT TERKAIT LABORATORIUM . Rekaman bahan standar acuan dan bahan acuan disimpan dalam DP/5.6.6. kalibrasi ulang oleh institusi yang berkompeten.02/LSIH. Data hasil pengecekan antara direkam dalam DP/5.0.