You are on page 1of 11

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 7, No.

2, Juni 2011

HUBUNGAN LAMA TIDUR DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH
PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA
KARANG AREN

Okti Noviani 1 Handoyo, 2 Safrudin ANS3
1,3Jurusan Keperawatan STIKes Muhammadiyah Gombong
2 Prodi Keperawatan Purwokerto, Poltekkes Semarang

ABSTRACT
Sleep as a basic human need is influenced by various factors such
as physiological and psychological factors and lifestyle. One of
physiological factors is the instability of vital signs such as hypertension.
In general, sleep disturbances become more frequent and very disturbing
experience in line with the aging process, so the elderly often experience
sleep quality disorder.
The objective of this study is to prove the correlation between
sleep duration with blood pressure change of the elderly people with
hypertension in POSYANDU (health center) for elderly in Karang Aren
Village. This study uses a quantitative correlation with an observational
approach to pre and post test design. The data were analyzed by using t-
test and product moment correlation. There were 30 respondents taken
as the samples with inclusion and exclusion criteria and they were taken
by random sampling technique.
Research finding showed that the respondents who were based on
sleep duration; minimum sleep duration was 5 hours and maximum
sleep duration was 7 hours. The average sleep duration was 8.5 hours.
Changes in blood pressure for blood pressure systole p-value = 0039 and
the diastolic blood pressure p-value = 0016 at 0.05 confidence level.
Meant there were significant changes in blood pressure; in systole there
was an increase and in diastole there was a decrease. The correlation
between sleep duration with changes in blood pressure; systole with
sleep duration = (sig) 0.727> 0.05 and diastole with sleep duration (sig)
0.679> 0.05, so that correlation between the two variables was not
significant.
There was significant differences before and after sleeping period
how ever there was no correlation between sleep duration with blood
pressure change of the elderly people with hypertension in POSYANDU
(health center) for elderly in Karang Aren Village

Keywords : Sleep duration, blood pressure changes, elderly with
hypertension.

PENDAHULUAN Amerika pertambahan orang
Peningkatan jumlah lanjut usia <1000/tahun pada
penduduk lanjut usia tersebut tahun 1985 dan diperkirakan
menunjukan bahwa tujuan 50% dari penduduk berusia di
pembangunan Nasional tercapai atas 50 tahun (Nugrooho, 2000).
yaitu peningkatan usia harapan Dari adanya perkembangan yang
hidup seperti di negara maju cukup baik keberhasilan

60

tidur dari irama sirkadian yang menjadi kebutuhan hidup merupakan irama yang dialami manusia. aktifitas sehari hari. khususnya kepada otak ekunomi. mengalamitidur yang tidak Menurut Perry & Potter berkualitas (Deepak. sekresi hormon.00 dan ilmu kedokteran sehingga dapat bangun pukul 05. proses yang diperlukan oleh tekanan darah. Dalam The World Nasional telah mewujudkan hasil Book Encyclopedia. Naik turunnya untuk tidur. Sedangkan seiring dengan bertambahnya dampak psikologis meliputi usia. konsentrasi (Briones. rata-rata mempengaruhi pola fungsi hampir seperempat hingga mayor biologik dan fungsi sepertiga waktu digunakan perilaku. Tidur merupakan individu yang terjadi selama 24 bagian hidup manusia yang jam. rusak (Natural Healing Irama sirkadian meliputi siklus Mechanism). 2003). 1996 cit jadi orang tua sering Bukit. Fisiologi tidur dimulai adalah fenomena alami. Irama sirkadian memiliki porsi banyak. 2007). 2003). manusia untuk pembentukan ketajaman sensori dan suasana sel-sel tubuh yang baru. lemah.00 keesokan meningkatkan kualitas harinya. akibatnya gangguan keseimbangan jumlah penduduk yang berusia fisiologis dan psikologi. proses penyembuhan Secara umum gangguan lambat daya tahan tubuh tidur menjadi lebih sering menurun dan ketidakstabilan dialami dan sangat mengganggu tanda tanda vital. Volume 7. 2000). Pada tahun 1809 Rolando Salah satu fungsi tidur melakukan percobaan dengan yang paling utama adalah untuk mengeluarkan korteks otak dari memungkinkan sistem syaraf burung. Juni 2011 pemerintah dalam pembangunan satu hari. maupun untuk menjaga temperatur dan faktor eksternal keseimbangan metabolisme dan seperti aktivitas sosial dan biokimiawi tubuh (Setiyo P. hati tergantung pada perbaikan sel-sel tubuh yang pemeliharaan siklus sirkadian. dan dilihatnya burung pulih setelah digunakan selama tersabut berperangai seolah 61 . denyut nadi. No. Beberapa hidup.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. perbaikan lingkungan dan sistem syaraf.Tidur (2005). 2. memberi waktu harian bangun tidur yang organ tubuh untuk beristirahat dipengaruhi oleh sinar. Setelah berusia diatas 40 depresi cemas dan tidak tahun tubuh menjadi lebih vata. Tidur merupakan temperatur tubuh. dikatakan yang positif di berbagai bidang tidur memulihkan energi kepada yaitu adanya kemajuan tubuh. Tidur yang tidak kesehatan penduduk serta adekuat dan kualitas tidur yang meningkatkan umur harapan buruk dapat mengakibatkan hidup manusia. rasa capai. dalam lanjut meningkat dan bertambah fisiologi meliputi penurunan cenderung lebih cepat (Nugroho. pekerjaan rutin. kemajuan ilmu penelitian yang menyebutkan pengetahuan dan teknologi bahwa orang Indonesia tidur terutama di bidang medis atau rata-rata pukul 22.

Makin meningkatnya harapan hidup METODE PENELITIAN makin komplek penyakit yang Jenis penelitian ini diderita lanjut usia. (Lumbantobing. Hypertension) dimana terdapat 2008) Pengumpulan data dengan peningkatan tekanan darah menggunakan random sampling. adalah bagian populasi yang Sekitar 60% hipertensi pada akan diteliti atau sebagian lansia adalah hipertensi sistolik jumlah dari karakteristik yang terisolasi (Isolated Systolic dimiliki oleh populasi (Hidayat. Karena dari hasil- jantung dan stroke.5% atau 29 Yang terdiri dari lansia yang orang. 2007). Walaupun hasil observasi ini orang juga peningkatan tekanan darah dapat menilai reaksi-reaksi bukan merupakan bagian khususatau tingkah laku normal dari ketuaan insiden istimewa dari orang seorang hipertensi pada lanjut usia dibandingkan dengan hal yang mempunyai prevalensi yang sama dari orang lain yang tinggi pada usia diatas 65 tahun diselidiki (Hadi.Jenis penelitian ini hipotensi karena hipertensi menekankan pada observasi merupakan faktor resiko utama yang di standardisasi secermat- dari perkembangan penyakit cermatnya. baik diambil semua sehingga Dari hasil study penelitianya merupakan pendahuluan yang dilakukan di penelitian populasi. selisih dari dalam penelitian ini yaitu cara tekanan darah sistolik dan pengambilanya dengan cara diastolik tersebut sebagai mencampur subjek-subjek di tekanan nadi (Pulse Preasure) dalam populasi sehingga semua terbukti sebagai prediktor subjek dianggap sama. percobaan yang sangat yang mempunyai kualitas tidur sederhana ini menunjukan yang buruk. Volume 7. 2004). termasuk menggunakan korelasi lebih sering terserang hipertensi. 2002). Juni 2011 tidur. posyandu adalah 12. mereka hanya bahwa otak mempunyai peranan mempunyai waktu tidur antara penting dalam proses tidur 4-5 jam per hari.6% gunakan untuk mengetahui ada 62 . mempunyai tekanan darah tinggi Statistik yang digunakan atau hipertensi sebanyak 40% adalah korelasi product moment. 2. atau 12 orang. No.Sampel didapatkan antara 60-80%. Apabila morbiditas dan mortalitas yang subjeknya kurang dari 100 lebih buruk (Andra. sistolik disertai penurunan Jumlah sample yang dibutuhkan darah diastolik. Dari 40% yang Korelasi Product moment di menderita hipertensi ada 66. Tetepi jika posyandu lansia Desa Karang subjeknya besardapat diambil Aren didapatkan jumlah lansia antara 10-15% atau 20-25% 240 orang dengan penderita atau lebih (Arikunto. 2006). kuantitatif dengan pendekatan dalam masyarakat hipertensi observasional pre and post test lebih menonjol dibandingkan design . hipertensi sejumlah 119 orang Dalam penelitian ini sample yang dan yang aktif mengikuti diambil adalah 30 responden. dari 29 orang yang menderita hipertensi ringan mengikuti posyandu yang sampai sedang.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.

2. berarti korelasinya mengetahui perbedaan nilai negatif.03 (Sugiyono. menggunakan formulasi 2003). Rumus product moment : rxy Keterangan : X : Skor rata-rata dari x Y : Skor rata-rata dari y R : Koefisien korelasi N : Jumlah skor Apabila diperoleh angka t-test yang digunakan untuk negatif. Volume 7.2006). Adapun (Arikunto. Keterangan : d : Selisih atau beda antara pre dan post sd : Simpangan baku dari d N : Banyaknya sampel Jika P-Value < α maka Ho ditolak Jika P-Value > α maka Ho diterima HASIL DAN BAHASAN lansia dengan hipertensi di Hasil penelitian ini posyandu lansia desa Karang berdasarkan tujuan untuk Aren tahun 2010. No. Juni 2011 tidaknya korelasi antara dua variabel berskala rasio. dipahami dalam uji statistik Penulis juga adalah α : 0. Jika koefisien data yang peneliti kumpulkan (rxy) antara skor butir dan skor adalah data bersekala rasio. Dan setelah membuktikan apakah ada dilakukan penelitian pada 30 hubungan lama tidur dengan responden didapatkan hasil perubahan tekanan darah pada sebagai berikut : 63 . Ini menunjukan adanya rata-rata antara sebelum kebalikan urutan indeks korelasi dilakukan tindakan dan sesudah tidak pernah lebih dari 1. perhitungan parametrik yaitu uji Rumus t-test Handoko (2007). Nilai keyakinan yang bila rxy lebih kjecil dari r-tabel.00 dilakukan tindakan. total yang di peroleh lebih dari Untuk mengetahui apakah koefisien di tabel nilai-nilai r (r selisih hasil perbandingan pada tabel) pada α= 5% maka butir masing-masing individu tersebut di nyatakan valid dan bermakna atau tidak digunakan sebaliknya butir tersebut gugur uji t-test.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.00=9.67=12.14 2 SD 170 170 90 90 3 Modus 170 170 100 100 4 TD 140 140 80 80 Maksimum TD Minimum Dari tabel 2. No.567 . pada 0.86 = lama tidur 7 jam.33 - 2.13 -3. responden berdasarkan lama minimum responden memiliki tidur didapatkan rata-rata waktu lama tidur 5 jam dan maksimum tidur = SD adalah 5.00 3 Waktu Tidur Minimum 5.67 5.33=6.81 2 Modus 5.67=5.56 90.Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Tidur Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Desa Karang Aren No Tekanan TD Sistol TD Diastol Darah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah 1 Rata-rata = 156. tekanan darah tekanan darah maksimum maksimum sebelum tidur adalah sebelum tidur 170 dan sesudah 100 dan sesudah tidur adalah tidur 170.66 12.00.00= 6. Perbedaan Tekanan Darah Sistol Dan Diastol Sebelum Dan Sesudah Istirahat Tidur Tabel 3.81dan modus adalah 5.86 = 0.67= 5. tekanan darah minimum minimum sebelum tidur adalah sebelum tidur adalah 80 dan 140 dan sesudah tidur adalah sesudah tidur adalah 80.Perbedaan Tekanan Darah sistol dan diastol di Posyandu Lansia Desa Karang Aren Beda t. 140.33 2.56 3.13 dan sistol sesudah tidur adalah 90.00 4 Waktu Tidur Maksimum 7. modus sebelum tidur 9.67= 12.14. Responden Berdasarkan Lama Tidur di Posyandu Lansia Desa Karang Aren No Lama Tidur Hasil 1 Rata-rata Waktu Tidur = SD 5.016 64 .33= sesudah tidur adalah 160. Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Tidur Tabel 2.039 Sebelum 93. menunjukan Pada tekanan darah hasil pada tekanan darah sistol diastol rata-rata = SD sebelum sebelum tidur rata-rata = SD tidur adalah 93. tekanan darah 100. adalah 90. Volume 7. modus sebelum tidur 170 adalah 90 dan sesudah tidur dan sesudah tidur adalah 170.163 Sistol Sesudah 160.09. Juni 2011 Waktu (Lama Tidur) Lansia Tabel1.56 dan 156.09 .00 Dari hasil penelitian. 2.13 160. p- Perubahan Pengukuran mean SD mean value value Sebelum 156.00 9.09 93.

yaitu terjadi penurunan antara Berarti ada perubahan yang sebelum dan sesudah tidur. Analisa sesudah tidur Sedang beda mean sebelum dan menunjukkan mean= 160. mean= 90. No.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.86 Tidur 0.33. dan SD 12.66.05 sehingga dapat korelasi person correlation (r). t-test yaitu sistol dan diastol Pada analisa diastol sebelum responden sebelum dan setelah tidur menunjukkan mean= tidur.05 Dari tabel 3 menunjukkan yaitu terjadi peningkatan antara hasil uji statiatik paired sample sebelum dan sesudah tidur.66. dan SD 5.567 dan p-value= 0.679 3.163 berarti ada perubabah yang dan p-value=0.66 dan r tabel 0.33 dengan t- dan SD 9.Hubungan Lama Tidur Dengan Perubahan Tekanan Darah Diastol di Posyandu Lansia Desa Karang Aren tahun 2010 Variabel M r hasil r tabel p Lama 5. signifikan tekanan darah sistol Hubungan Lama Tidur Dengan Perubahan Tekanan Darah Tabel 4 Hubungan Lama Tidur Dengan Perubahan Tekanan Darah Sistol di Posyandu Lansia Desa Karang Aren tahun 2010 Variabel M r r tabel p hasil LamaTidur 5.079 0. Volume 7.361 0.727 Tekanan darah Sistol -3. Sedang beda mean value 2.05.33 dengan t-value -2.33 Untuk mengetahui Tekanan Darah Sistol Dengan adanya Hubungan Lama Tidur Lama Tidur sebesar -0. dan SD 6. person correlation (r) dengan artinya tidak ada hubungan Program komputer diperoleh antara selisih tekanan darah koefisien korelasi antara Selisih sistol dengan lama tidur.33 6.016 sebelum dan sesudah adalah .066 0. Tabel 5.13.00.066.14. pada tingkat kepercayaan α=0.727> 0. sesudah adalah 3.039 pada signifikan tekanan darah diatol tingkat kepercayaan α=0.361 0. Dengan Perubahan Tekanan Angka koefisien korelasi adalah - Darah sistol di Posyandu Lansia 0.14 α= 0.361 dengan Desa Karang Aren tahun 2010 melihat nilai probabilitas (Sig) dilakukan uji statistik dengan 0.56.86 .09. 2. Juni 2011 Diastol Sesudah 90. Pada analisa sistol 93.05 3. disimpulkan bahwa hubungan Berdasarkan uji statistik korelasi kedua variabel tidak signifikan.33 Tekanan darah Diastol 65 . Analisa sebelum tidur menunjukkan sesudah tidur menunjukkan mean= 156.

modus baik pembuluh darah jantung untuk tekanan darah sistol maupun pembuluh darah sebelum tidur adalah 170 dan selaput otak dan pembuluh diastol sebelum tidur adalah 90. untuk tekanan darah meningkat. di dapat kesimpulan bahwa rata-rata kesimpulan bahwa adanya tekanan darah sistol dan diastol kenaikan darah pada sistol dan sebelum tidur adalah 156. Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Tidur Perubahan Tekanan Darah Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di penelitian yang dilakukan di posyandu lansia Desa Karang posyandu lansia Desa Karang Aren tentang hubungan lama Aren tentang hubungan lama tidur dengan perubahan tekanan tidur dengan perubahan tekanan darah pada lansia dengan darah pada lansia dengan hipertensi di posyandu lansia hipertensi di posyandu lansia Desa Karang Aren di dapat Desa Karang Aren.33 untuk (penyempitan pembuluh darah) tekanan darah diastol. dan sesudah tidur sistolik (Erik. Juni 2011 Dengan Program Desa Karang Aren adalah komputer diperoleh koefisien hipertensi ringan sampai dengan korelasi antara Selisih Tekanan sedang sesuai dengan hipertensi Darah Diastol Dengan Lama menurut WHO yaitu hipertensi Tidur sebesar 0.67 untuk tekanan darah cenderung lebih pada hipertensi diastol. 2004).679 > 0. 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. pad akhirnya akan Dengan demikian dapat mengakibatkan peningktan disimpulkan bahwa hipertensi tekanan sistol saja atau yang terjadi di posyandu lansia 66 . No.361 dengan tekanan darah sistol dan 90-109 melihat nilai probabilitas (Sig) mmHg untuk tekanan darah 0. darah paru-paru. untuk tekanan darah bekerja lebih berat untuk maksimum sistol sebelum dan memompa darah ke seluruh sesudah tidur adalah 170 dan tubuh sehingga menyebabkan minimum adalah 140. Angka ringan sampai dengan sedang koefisien korelasi adalah 0.05 sehingga dapat diastol.079 adalah 140-179 mmHg untuk dan r tabel adalah 0.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. hal ini yang dan sistol sesudah tidur adalah menjadikan aliran darah 170 dan diastol sesudah tidur terhambat dan jantung harus adalah 90.079.67 lebih banyak terjadi pada lansia untuk tekanan darah sistol dan wanita karena 97 % wanita 93. (2002).Hal ini sesuai denngan disimpulkan bahwa hubungan pendapat Smeltzer and Bare kedua variabel tidak signifikan.00 untuk tekanan karena adanya vasokontriksi darah sistol dan 90. Volume 7. Selain itu adalah 160. 2. dimana pada populasi artinya tidak ada hubungan lansia hipertensi di definisikan antara selisih tekanan darah sebagai tekanan sistolik di atas diastol dengan lama tidur. Juga tekanan darah diastol karena penurunan elastisitas maksimum adalah 100 dan pembuluh darah periver yang minimum adalah 80.

Volume 7. kelamin dan genetik . probabilitas (Sig) 0.05 dan Angka koefisien tidur mengakibatkan tekanan korelasi adalah -0. hasil uji statistik uji hipertensi lebih cenderung korelasi pearson product terjadi pada orang-orang yang moment nilai probabilitas (Sig) kurang tidur. 2008).Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Karena kurang tidur adalah 0.4. No. yaitu zat Penurunan kadar renin yang dihasilkan dari tryptophan karena menurunya jumlah di simpan di sel entrokromafin di nefron akibat proses menua usus dan neuron ssp yang mengakibatkan sirlulus vitosus merupakan senyawa kimia yang hipertensi. begitu rangsangan antara saja menjadi penyebab adanya pikiran dan otot menurun. penurunan tekanan dengan hipertensi di posyandu darah bisa terjadi karena lansia Desa Karang Aren. variabel tidak signifikan artinya Pada penelitian ini di tidak ada hubungan antara lama dapat pula hasil bahwa tekanan tidur dengan perubahan darah diastol mengalami tekanandarah pada lansia penurunan . 2007). pada usia Pada penelitian ini dapat lebih dari 60 tahun hipertensi disimpulkan bahwa hipertensi dapat terjadi dan meningkat yang terjadi pada sebagian dengan bertambahnya umur. pelepasan serotonin.727> 0.679 > 0. besar lansia di posyandu lansia Umumnya yang lebih mudah Desa Karang Aren adalah terkena hipertensi adalah wanita hipertensi sistolik terisolasi terutama setelah masa (Isolated Systolic Hipertension) menopaus.3 dan peningkatan tekanan darah atau tabel . simpulkan hubungan kedua 2004). Berdasarkan tabel . tetapi ada faktor tertidur dan pada saat tertidur lain yang dapat mempengaruhi jantung akan berdetak lebih perubahan tekanan darah yaitu lamban dan tekanan darah akan faktor yang tidak dapat menurun dan pembuluh darah dimodifikasi yaitu umur.66 untuk darah naik dan meningkatkan tekanan darah sistol dan nilai resiko serangan jantung. otot-otot menjadi semakin Faktor lama tidur tidak rileks. karena jika kurang 0. terus menerus sehingga Menurunya aktifitas hipertensi akan terus dalam korteks akan membiarkan berlangsung pada lansia.jenis melebar (Epstein. Hubungan Lama Tidur Dengan Namun demikian perubahan Tekanan darah menurut Epstein (2008). glomerulo selerosis dapat menghambat kerja otot hipertensi yang berlangsung polos dan syaraf.079 sehingga dapat di tingkat hormon stres dalam 67 . Juni 2011 hipertensi sistolik (Soeharto. hubungan dengan perubahan seseorang akan mengantuk dan tekanan darah.05 diabetes melitus dan penyakit dan Angka koefisien korelasi lainya. 2. maka hipertensi esensial akan sangat besar terjadi. Faktor genetik juga dimana terdapat peningkatan sangat berperan terhadap tekanan darah sistolik disertai hipertensi apabila hipertensi di penurunan darah diastolik dapat dari kedua orang tua (Andra.

Keperawatan Dan Teknis 68 . disimpulkan hubungan kedua variabel tidak 1.05 dan untuk tekanan dilakukan pada lansia dengan darah diastol dengan lama hipertensi di posyandu lansia tidur di dapatkan hasil Desa Karang Aren. BMI dan diabetes tekanan darah pada lansia melitus merupakan perantara dengan hipertensi di adanya hubungan kurang tidur posyandu lansia Desa dengan hipertensi (Gangwisch. tekanan darah diastol maksimum dan DAFTAR PUSTAKA minimum adalah 100 dan Alimul. tekanan di posyandu lansia Desa darah sistol maksimum Karang Aren. Karang Arenuntuk 2008). Tekanan darah sistol dan 6.05 maret sampai dengan mei 2010 5. lebih lamban dan dapat untuk tekanan darah menjadikan tekanan darah sistol p-value= 0.00 dan 90. Volume 7. pada tekanan darah Peningkatan resiko diastol p-value 0.039 dan menurun.05. menunjukan tidak ada rata 156.67 hubungan lama tidur dan sesudah tidur adalah dengan perubahan 160. tekanan darah sistol dengan lama tidur di SIMPULAN dapat hasil (sig) 0. artinya tidak menunjukan untuk ada hubungan antara responden berdasarkan selisih tekanan darah baik lama tidur rata-rata lama sistol maupun diastol tidur adalah 5.727 > Dari hasil penelitian yang 0. Riset 80. modus tekanan darah pada sebelum dan sesudah lansia dengan hipertensi tidur 170 dan 90. No. BMI yang tinggi berhubungan 4. Juni 2011 tubuh akan meningkat dan juga 3. dan minimum 170 dan 140. sehingga dapat dapat di ambil kesimpulan.679 > 0. darah pada lansia dengan karena semakin lama waktu hipertensi di posyandu tidur jantung akan berdetak lansia Desa Karang Aren. Aziz.86. pada bulan (sig) 0. orang yang kurang tidur adalah Berarti ada perubahan terdapatnya kecenderungan yang signifikan antara orang-orang yang kurang tidur tekanan darah baik sistol memiliki BMI (Body Mass Indexs) maupun diastol sebelum yang lebih tinggi dan biasanya tidur dan sesudah tidur.67 dan 93. 2. (2003). tingkat kepercayaan 0. Perubahan tekanan terjadi peningkatan peradangan. Hasil penelitian signifikan. Hubungan lama tidur dengan penyakit diabetes dengan perubahan melitus. 2. dengan lama tidur.016 pada terjadinya hipertensi pada orang.33. Hasil penelitian diastol sebelum tidur rata.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.

Jakarta : EGC Jakarta : EGC Hirawan. Jakarta : di Ruang Penyakit Dalam EGC Rumah Sakit Medan”. (2006). (2003). 2. Smeltzer & Barre.net/2008/0 Bedah. (2000). Alih bahasa Dasar Keperawatan Widjaya Kusuma. Edisi 7 Suliswati. Penatalaksanaan Jakarta : Rineka Cipta Hipertensi Pada Lanjut (1998). Prosedur Matono. R. Perawatan Bagian penyakit dalam Nyeri Pemenuhan RSU Medan. (2005). Manusia. E. No. (2004). Gangwisch. (2003). Jakarta http//www/juragan : Balai Penerbit FKUI medis. (2008). K. Biostatistik RSU dr. Perubahan Fungsi Balai penerbit FKUI : Pernafasan Di Badan Jakarta Pelayanan Kesehatan Budiarto. Aziz. Jakarta : EGC 5 Sidabutar dan Wiguno. Perawatan Jakarta : EGC Lanjut Usia. Jakarta : EGC Kasiat Tidur.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. ”Pengaruh Nyenyak. Aktivitas Istirahat Pasien. Pendekatan Praktik Munardi. Priharjo. Nugroho. Edisi 8. Terdapat pada Pemberian Meditasi : http:// Terhadap Penurunan Ameliahirawan. Sukses Tidur Sugiono. (2002). 69 . (2007). (1996). (2001). Lawrence. ”Kualitas EGC Tidur Dan Faktor-faktor Potter dan Perry. Hadi. A. Buku Saku Ajar Keperawatan Praktikum Dasar Medikal Bedah. (2002). (2006). Juni 2011 Penulisan Ilmiah.Balai penerbit FK Penelitian Suatu UNDIP. Buku Ajar http//cihuy. Penyakit Dalam. Epstein. W. E. dkk. Di Panti Wreda Werning Kaplan dan Sadock. Sabiston. Wardono Ungaran” Sinopsis Psikiatri. Koinsep jilid II.com. Buku Hidayat. Jakarta Jakarta : Binarupa : Salemba Medika Aksara Arikunto. (1997). Buku Ajar Suatu Pendekatan Geriatrik : Praktik (Revisi VI). Ilmu Hipertensi. Kebutuhan Tidur Pada Buku Ajar Ilmu Penyakit Pasien Dengan Dalam Edisi 3 Jilid II. Zainal Abidin Untuk Kedokteran Dan Aceh” Kesehatan Masyarakat. (2003). Jakarta : faktor-faktor Yang Rineka Cipta Mempengaruhi Arjatmo. Prosedur Usia. (2004). Jakarta : Bukit. (2006). (2008).com/200 Tekanan Darah Pada 7/0901/sukses tidur Lansia Dengan Hipertensi nyenyak. “Kajian Tentang (Revisi VI ). Gangguan Tidur Klien Fundamental Lanjut Usia Yang Dirawat Keperawatan. (1995). Pencegahan Hipertensi Esensial. S. Volume 7. Tjokronegoro.

Dalam. Hipertensi. Sarwono. No. Gangguan Tidur: Jakarta : FKUI Insomnia.html Sustrani. (2007). Juni 2011 Kesehatan Jiwa. Buku Jakarta : Gramedia Ajar Ilmu Penyakit Pustaka Utama. Volume 7. Turana.com/2003 : EGC /11/28. Jakarta Medicaholistic. http:// 70 . Medika. (2004). edisi 3. jilid II. 2. Waspaji. L.Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. (2005).