You are on page 1of 6

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG

DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAGELANG
PUSKESMAS MUNTILAN I
Jalan Raya Tanjung, Muntilan Telp. (0293) 789290
Kode Pos 56451
Email :tmuntilan1@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PEMBINAAN UKS/UKGS

A. PENDAHULUAN
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
secara keseluruhan.kesehatan gigi juga merupakan salah satu komponen kesehatan
secara menyeluruh dan tidak dapat diabaikan terutama pada tingkat sekolah dasar
( Depkes RI ,2004,cit. Pahrurrazi 2009 ). Undang – undang Kesehatan No.36 tahun
2009 menyebutkan bahwa penyelenggaraan kesehatan sekolah dimaksudkan untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi peserta didik guna memungkinkan
pertumbuhan dan perkembangan harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia
yang lebih berkualitas. Masa anak usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan
landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas, dan kesehatan merupakan
faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia.
Usaha kesehatan sekolah (UKS)/Usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS)
merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah
anak yang berusia 6 - 12 tahun,yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi
menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6 - 9 tahun) dan remaja ( 10 - 19 tahun ).
Pelayanan kesehatan pada UKS / UKGS adalah pemeriksaan kesehatan umur, kesehatan
gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid
kelas 1 sekolah dasar,madrasah dan dokter kecil secara berjenjang ( penjaringan awal
oleh guru dan dokter kecil, penjaringan lanjut oleh tenaga kesehatan ).

B. LATAR BELAKANG
Penyakit gigi dan mulut sangat mempengaruhi derajat kesehatan, proses tumbuh
kembang, bahkan masa depan anak. Anak - anak menjadi rawan kekurangan gizi karena
rasa sakit pada gigi dan mulut menurunkan selera makan mereka. Kemampuan belajar
anak pun akan menurun sehingga akan berpengaruh pada prestasi belajar (Zatnika,2009
). Tingginya angka karies gigi dan rendahnya status kebersihan mulut merupakan

menteri agama. Faktor penyakit yang mempengaruhi antara lain adanya kelainan pada gigi geligi dan rongga mulut seperti karies gigi. Program usaha kesehatan sekolah yang dikenal dengan trias UKS.permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada kelompok usia anak. . Junaidi dkk. kesulitan makan pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Karies gigi dapat menimbulkan kesulitan makan pada anak karena karies gigi menyebabkan penurunan fungsi gigi sebagai alat cerna. terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan. stomatitis dan gingivitis. Indikator lain dinyatakan oleh Departemen Kesehatan ( 2000 ) yaitu untuk target indeks DMF-T anak kelompok usia 12 tahun ≤ 2. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan peserta didik yang sehat dan cerdas. Usaha kesehatan sekolah (UKS)/Usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS) sebagai salah satu program yang langsung berhubungan dengan peserta didik sudah dirilis sejak tahun 1997 dan diperkuat tahun 1984 dengan terbitnya SKB 4 menteri yaitu menteri pendidikan dan kebudayaan . Indikator ini menggambarkan motivasi anak untuk menumpatkan giginya dalam upaya mempertahankan gigi permanennya. Pembinaan dan pengembangan usaha kesehatan sekolah dan usaha kesehatan gigi sekolah merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik serta merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk.menteri kesehatan dan menteri dalam negeri yang diperbaharui pada tahun 2003.yaitu : faktor nutrisi.cit. usaha kesehatan gigi sekolah yang dikenal UKGS yaitu pendidikan kesehatan.Departemen Kesehatan RI. WHO ( 1995. Oleh karenanya program promotif dan preventif lebih ditekankan dalam penanggulangan masalah kesehatan gigi. dan PTI (Performed Treatment Indeks ) sebesar 20%. Pembinaan dan pengembangan usaha kesehatan sekolah/usaha kesehatan gigi sekolah adalah upaya pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu.cit. penyakit dan psikologis. menumbuhkan dan melaksanakan prinsif hidup sehat dalam kehidupan sehari –hari.2008 ) memiliki target pencapaian gigi sehat yaitu 90% anak umur 5 tahun bebas karies serta tingkat keparahan kerusakan gigi (Indeks DMF-T ) pada anak umur 12 tahun sebesar 1. Seperti yang diungkapkan oleh Widyaningsih (200.2007 ).

sekolah dan lingkungan. e. Siswa mempunyai sikap/kebiasaan memelihara diri terhadap kesehatan gigi dan mulut. Siswa binaan UKGS paket standar dan paket optimal mendapatkan pelayanan medik gigi dasar atas permintaan. b. Memahami arti dan manfaat lingkungan sehat dan usaha kesehatan sekolah bagi peningkatan kesehatan masyarakat sekolah. Mempunyai sikap positif terhadap usaha kesehatan bagi diri sendiri . TUJUAN KHUSUS UKGS a. b. Siswa binaan UKGS paket optimal pada jenjang kelas terpilih mendapatkan pelayanan medik gigi dasar yang diperlukan. Selain itu kegiatan UKGS ini bertujuan untuk meningkatkan persentase murid Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten baru yang telah mendapat pemeriksaan gigi dan mulut menjadi 100% mengacu padaVisi Indonesia Sehat 2020. keluarga. Memahami arti hidup sehat. f. . TUJUAN UKS/UKGS 1. Membantu petugas kesehatan dalam pembinaan lingkungan sekolah. Memberikan pertolongan pertama pada penyakit dan pertolongan pertama paada kecelakaan.yaitu untuk target tahun 2015 indeks DMF-T anak kelompok usia 12 tahun ≤ 2. d. Siswa mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. d.C. 2. c. Tujuan khusus UKS a. masyarakat. Memiliki daya hayat dan daya tangkap terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA. c. TUJUAN UMUM UKS Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat .sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia idonesia seutuhnya.di lingkungan sehat dan cara mencapainya. TUJUAN UMUM UKGS Adalah tercapainya kesehatan gigi dan mulut siswa yang optimal dengan mengacu pada visi indonesia sehat. dan PTI ( Performed Treatment Indeks ) sebesar 20% ( Depkes RI 2000 ).

Dokter kecil 6. KRR b.5. kelas 2-6 SD/MI tanda-tanda vital dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut 3. kuku. telinga. Penjaringan kesehatan pada anak pengukuran TB & BB. d. Pembinaan dan pembentukan Dilakukan utk siswa kelas 4 dan 5 Dokter Kecil SD/MI 6.3 SD/MI 5. b. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN . 100% SD melaksanakan pendidikan/penyuluhan kesehatan sesuai kurikulum Dinas Pendidikan Kab Magelang. Kegiatan Pokok 1. rambut. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN a. Penyuluhan Dilakukan pada siswa kelas 4. Frekuensi pembinaan UKS/UKGS ke SD minimal 1 kali per tahun. visus mata. kesehatan gigi dan mulut. tanda-tanda vital dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ). F.D. 100 % penjaringan siswa kelas 1 SD/MI.6 SD/MI 4. Minimal 75% murid SD mendapatkan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.2. telinga. tanda tanda VII SMP vital. rambut. kuku. Penyuluhan 4. KRR Dilakukan kepada siswa SMP E. Minimal 50% SD/MI mendapatkan pelayanan medik gigi dasar atas permintaan ( care on demand). 2. SASARAN a. 3. c. rambut. h. Pemeriksaan Kesehatan siswa Visus mata. Minimal 80% SD/MI melaksanakan sikat gigi massal. Sikat Gigi massal 5. f. e. Rincian Kegiatan 1. 10 % dari total jumlah siswa SD/MI kelas 4 dan 5 menjadi dokter kecil. Penjaringan kesehatan pada anak SD/Madrasah kelas I 2. kuku. SD/Madrasah kelas I dan kelas telinga. g. Pemeriksaan kesehatan siswa kelas 2–6 SD/MI (Visus mata. dari seluruh murid SD yang telah terjaring untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Minimal 80% murid SD mendapatkan perawatan medik gigi dasar. Sikat Gigi Massal Dilakukan utk siswa kelas 1.

5.telinga.gizi dan pemeriksaan gigi dan mulut dengan siswa/siswi . Mengatur posisi peralatan yang akan digunakan pada saat penjaringan dan pemeriksaan kesehatan diantaranya : 1. evaluasi terhadap petugas dan evaluasi terhadap pelaporan kegiatan UKS/UKGS setiap bulannya. sasaran). 7. tempat. JADWAL KEGIATAN Kegiatan UKS/UKGS dilaksanakan setiap hari Rabu setiap bulannya sesuai agenda/kalender pendidikan dari dinas pendidikan Kab Magelang H. Timbangan 2. Jam tangan 9.PENCATATAN. Pencatatan hasil penjaringan dan pemeriksaan kesehatan pada blanko hasil penjaringan. 2. Bolpoint 11. I. Mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan. 1. Alat peraga gigi dan mulut. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Evaluasi yang dilaksanakan adalah evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan (waktu. Termometer 8.kuku. masalah visus. 4. Tensi meter anak-anak 7. Petugas UKS/UKGS puskesmas menyurat atau berkoordinasi dengan pihak sekolah sebelum turun kesekolah melaksanakan kegiatan. Senter 5. Buku catatan 10. Pengukuran tinggi badan 3. Stetoskop 6. G. 3. Alat diagnostik gigi dan mulut 13. 6. Puskesmas melalui petugas UKS/UKGS menentukan jumlah sasaran atau jumlah sekolah yang akan dilakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan. Mengatur jumlah Tim UKS /UKGS yang akan bertugas untuk melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan. Membuat laporan hasil penjaringan dan pemeriksaan kesehatan. Sneller test 4. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Hasil laporan penjaringan dan pemeriksaan UKS/UKGS disusun dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan setiap bulannya.rambut. Mistar 12. Laporan penjaringan dan pemeriksaan dengan memisahkan siswa/siswi yang mempunyai masalah kesehatan dalam hal ini.

Mengetahui Muntilan.19661001 198903 2 014 NIP 19770510 199703 1 005 . Juni 2016 Kepala Puskesmas Muntilan I Pelaksana A. SKM Dadang Romansah. AMK NIP.Erni Budi Kristiani. yang digolongkan dalam kategori sehat dan evaluasi dilakukan setelah proses penjaringan sekolah selesai dengan menggunakan form baku dari Dinas Kesehatan yang kemudian direkap dan dikirim ke Dinas kesehatan.