You are on page 1of 23

Software Pertambangan

Pemetaan Kontur dan Pemodelan Spasial 3 Dimensi ini
berbasiskan pada software Surfer. Surfer adalah salah
satu perangkat lunak yang digunakan untuk
pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi
dengan mendasarkan pada grid. Perangkat lunak ini
melakukan plotting data tabular XYZ tak beraturan
menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang
beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan
horisontal yang dalam surfer berbentuk segi empat dan
digunakan sebagai dasar pembentuk kontur dan
surface tiga dimensi.

Surfer tidak mensyaratkan perangkat keras ataupun
sistem operasi yang tinggi. Oleh karena itu, surfer
relatif mudah dalam aplikasinya. Surfer bekerja pada
sistem operasi windows 9x dan windows NT.
Surfer memberikan kemudahan dalam pemuatan
berbagai macam peta kontur atau model spasial 3
Dimensi. Sangat membantu dalam analisis volumetrik,
cut and fill, slope, dan lain-lain. Memungkinkan
pembuatan peta 3 dimensi dari suatu data tabular yang
disusun dengan menggunakan worksheet seperti excel
dan lain-lain
Surfer membantu dalam analisis kelerengan, ataupun
morfologi lahan dari suatu foto udara atau citra satelit
yang telah memiliki datum ketinggian.

Aplikasi lain yang sering menggunakan surfer adalah
analisis spasial untuk mitigasi bencana alam yang
berkaitan dengan faktor topografi dan morfologi lahan.
Surfer dapat memberikan gambaran secara spasial
letak potensi bencana.

Pertambangan Indonesia

Pertambangan adalah :
1.Kegiatan, teknologi, dan bisnis yang berkaitan
dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi
eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan,
pemurnian, pengangkutan, sampai pemasaran.
2.Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam
rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian),
pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian
(mineral, batubara, panas bumi, migas).
Pertambangan adalah salah satu jenis kegiatan yang
melakukan ekstraksi mineral dan bahan tambang
lainnya dari dalam bumi. Penambangan adalah proses
pengambilan material yang dapat diekstraksi dari
dalam bumi. Tambang adalah tempat terjadinya
kegiatan penambangan.

Bedanya cukup mencolok ya. Pertambangan adalah
nama benda (dalam hal ini nama kegiatannya),
tambang adalah nama tempat, dan penambangan
adalah prosesnya.

Pengertian Pertambangan Sesuai UU Minerba No.4
Tahun 2009

Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Pertambangan adalah sebagian atau seluruh
tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan
dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi
penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan,
konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian,
pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan
pascatambang.
2. Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di
alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta
susunan kristal teratur atau gabungannya yang
membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau
padu.
3. Batubara adalah endapan senyawa organik karbonan
yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh-
tumbuhan.
4. Pertambangan Mineral adalah pertambangan
kumpulan mineral yang berupa bijih atau batuan, di
luar panas bumi, minyak dan gas bumi, serta air tanah.
5. Pertambangan Batubara adalah pertambangan
endapan karbon yang terdapat di dalam bumi,
termasuk bitumen padat, gambut, dan batuan aspal.
6. Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka
pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi
tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi
kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan
pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta
pascatambang.
7. Izin Usaha Pertambangan, yang selanjutnya disebut
IUP, adalah izin untuk melaksanakan usaha
pertambangan.
8. IUP Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan
untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan
umum, eksplorasi, dan studi kelayakan.
9. IUP Operasi Produksi adalah izin usaha yang
diberikan setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi
untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi.
10. Izin Pertambangan Rakyat, yang selanjutnya
disebut IPR, adalah izin untuk melaksanakan usaha
pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat
dengan luas wilayah dan investasi terbatas.
11. Izin Usaha Pertambangan Khusus, yang selanjutnya
disebut dengan IUPK, adalah izin untuk melaksanakan
usaha pertambangan di wilayah izin usaha
pertambangan khusus.
12. IUPK Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan
untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan
umum, eksplorasi, dan studi kelayakan di wilayah izin
usaha pertambangan khusus.
13. IUPK Operasi Produksi adalah izin usaha yang
diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK Eksplorasi
untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi di
wilayah izin usaha pertambangan khusus.
14. Penyelidikan Umum adalah tahapan kegiatan
pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi
regional dan indikasi adanya mineralisasi.
15. Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha
pertambangan untuk memperoleh informasi secara
terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi,
sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan
galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan
lingkungan hidup.
16. Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha
pertambangan untuk memperoleh informasi secara
rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan
kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan,
termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta
perencanaan pasca tambang.
17. Operasi Produksi adalah tahapan kegiatan usaha
pertambangan yang meliputi konstruksi,
penambangan, pengolahan, pemurnian, termasuk
pengangkutan dan penjualan, serta sarana
pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan hasil
studi kelayakan.
18. Konstruksi adalah kegiatan usaha pertambangan
untuk melakukan pembangunan seluruh fasilitas
operasi produksi, termasuk pengendalian dampak
lingkungan.
19. Penambangan adalah bagian kegiatan usaha
pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau
batubara dan mineral ikutannya.
20. Pengolahan dan Pemurnian adalah kegiatan usaha
pertambangan untuk meningkatkan mutu mineral
dan/atau batubara serta untuk memanfaatkan dan
memperoleh mineral ikutan.
21. Pengangkutan adalah kegiatan usaha
pertambangan untuk memindahkan mineral dan/atau
batubara dari daerah tambang dan atau tempat
pengolahan dan pemurnian sampai tempat
penyerahan.
22. Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan
untuk menjual hasil pertambangan mineral atau
batubara.
23. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang
selanjutnya disebut amdal, adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau
kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup
yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
24. Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan
sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk
menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas
lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali
sesuai peruntukannya.
25. Kegiatan pascatambang, yang selanjutnya disebut
pascatambang, adalah kegiatan terencana, sistematis,
dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh
kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan
fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut
kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan.
26. Pemberdayaan Masyarakat adalah usaha untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara
individual maupun kolektif, agar menjadi lebih baik
tingkat kehidupannya.
27. Wilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut
WP, adalah wilayah yang memiliki potensi mineral
dan/atau batubara dan tidak terikat dengan batasan
administrasi pemerintahan yang merupakan bagian
dari tata ruang nasional.

Ada beberapa tahapan dalam melakukan
pertambangan :

1. Observasi adalah kegiatan pengenalan terhadap
lokasi-lokasi yang diduga mengandung barang
tambang, dilakukan penelitian teoritis serta survey
lapangan terhadap susunan bahan sehingga diperoleh
kepastian bahwa suatu lokasi mengandung barang
tambang tertentu.
2. Eksplorasi
eksplorasi adalah kegiatan lanjutan dari observasi,
yaitu penyelidikan untuk mendapatkan informasi
tentang sarana dan prasarana yang dibutuhkan, biaya,
kedalaman cebakan dari perut bumi, dan jumlah
material yang dapat ditambang, mengetahui ukuran,
bentuk, posisi, kadar rata-rata dan besarnya cadangan
serta “studi kelayakan” dari endapan bahan galian atau
mineral berharga yang telah diketemukan.
3. eksploitasi
eksploitasi adalah kegiatan pelaksanaan pengambilan
barang tambang yang telah direncanakan secara
tersusun.berdasarkan dalamnya cebakan dan jenis
barang tambang, kegiatan eksploitasi ini dibagi menjadi
3 macam, yaitu :
• Penambangan terbuka
penambangan yang dilakukan dengan mengeruk
lapisan tanah yang ada diatasnya, setelah itu barang
tambang langsung dapat diambil atau ditambang.
adapun lokasi pertambangan yang sudah terbuka tanpa
dilakukan pengerukan terlebih dahulu. hal ini
disebabkan daerah tersebut telah mengalami
pengikisan. Penambangan terbuka tidak mengeluarkan
biaya yang besar seperti hal nya penambangan bawah
tanah. contoh : Penambangan batubara di Bukit Asam.
• Penambangan tertutup
yaitu proses pengambilan suatu jenis barang tambang
dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal
atau Shaf Mining) atau terowongan (penambangan
horizontal atau Slope Mining) ke dalam lapisan-lapisan
batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam
perut bumi. contoh dari pertambangan tertutup ada di
cikotok prov. JawaBarat
• Pengeboran
pengeboran adalah kegiatan penambangan dengan
mengebor permukaan bumi secara vertikal.
pengeboran dilakukan dengan menggunakan alat
pengebor khusus yang terbuat dari baja dan diberi
intan(mineral pemotong baja). pengeboran sumur
minyak pertama dinamakan sumur eksplorasi.
pengeboran dapat dilakukan didarat maupun di lepas
pantai. yang kedalamanya mencapai 5-6 km.

Pengolahan/pemurnian/pengilangan adalah suatu
pekerjaan memurnikan atau meninggikan kadar bahan
galian dengan jalan memisahkan mineral berharga dan
yang tidak berharga, kemudian membuang mineral
yang tidak berharga tersebut yang dapat dilakukan
dengan cara kimia (BPS,
2004).

Pengolahan Hasil Tambang
Tahapan dalam Pengelolahan Hasil Tambang

1. KOMINUSI ATAU REDUKSI UKURAN (COMMINUTION)
Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap
awal dalam proses PBG yang bertujuan untuk :

a.Membebaskan / meliberasi (to liberate) mineral
berharga dari material pengotornya.
b.Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai
dengan kebutuhan pada proses berikutnya.
c.Memperluas permukaan partikel agar dapat
mempercepat kontak dengan zat lain, misalnya reagen
flotasi.

Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :

a.Peremukan / pemecahan (crushing)
b.Penggerusan / penghalusan (grinding)

Disamping itu kominusi, baik peremukan maupun
penggerusan, bisa terdiri dari beberapa tahap, yaitu :

- Tahap pertama / primer (primary stage)
- Tahap kedua / sekunder (secondary stage)
- Tahap ketiga / tersier (tertiary stage)
- Kadang-kadang ada tahap keempat / kwarter
(quaternary stage)

a. Peremukan / Pemecahan (Crushing)
Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari bahan
galian / bijih yang langsung dari tambang (ROM = run
of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar
100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai
ukuran 2,5 cm.
Peralatan yang dipakai antara lain adalah :

a.Jaw crusher
b.Gyratory crusher
c.Cone crusher
d.Roll crusher
e.Impact crusher
f.Rotary breaker
g.Hammer mill

b. Penggerusan / Penghalusan (Grinding)
Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran
dari yang sudah berukuran 2,5 cm menjadi ukuran
yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan
media penggerusan yang antara lain terdiri dari :

a.Bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls).
b.Batang-batang baja (steel rods).
c.Campuran bola-bola baja dan bahan galian atau
bijihnya sendiri yang disebut semi autagenous mill
(SAG).
d.Tanpa media penggerus, hanya bahan galian atau
bijihnya yang saling menggerus dan disebut
autogenous mill.
Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah :
a.Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola
baja atau keramik.
b.Rod mill dengan media penggerus berupa batang-
batang baja.
c.Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya
sebagian adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.
d.Autogenous mill bila media penggerusnya adalah
bahan galian atau bijihnya sendiri.

2. PEMISAHAN BERDASARKAN UKURAN (SIZING)
Setelah bahan galian atau bijih diremuk dan digerus,
maka akan diperoleh bermacam-macam ukuran
partikel. Oleh sebab itu harus dilakukan pemisahan
berdasarkan ukuran partikel agar sesuai dengan ukuran
yang dibutuhkan pada proses pengolahan yang
berikutnya.

a. Pengayakan / Penyaringan (Screening / Sieving)
Pengayakan atau penyaringan adalah proses
pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan
ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam
skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai
untuk skala laboratorium.
Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2
(dua), yaitu :

- Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang
ayakan (oversize).
- Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-
lubang ayakan (undersize).

Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium
adalah :
a.Hand sieve
b.Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
c.Sieve shaker / rotap
d.Wet and dry sieving

Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri
antara lain :
a.Stationary grizzly
b.Roll grizzly
c.Sieve bend
d. Revolving screen
e. Vibrating screen (single deck, double deck, triple
deck, etc.)
f. Shaking screen
g. Rotary shifter

b. Klasifikasi (Classification)
Klasifikasi adalah proses pemisahan partikel
berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu
media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam
suatu alat yang disebut classifier.

Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu :
- Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir
di bagian atas disebut overflow.
- Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand)
mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow.

Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam
tiga cara (concept), yaitu :
a.Partition concept
b.Tapping concept
c.Rein concept
Hal ini dapat berlangsung apabila sejumlah partikel
dengan bermacam-macam ukuran jatuh bebas di dalam
suatu media atau fluida (udara atau air), maka setiap
partikel akan menerima gaya berat dan gaya gesek dari
media. Pada saat kecepatan gerak partikel menjadi
rendah (tenang/laminer), ukuran partikel yang besar-
besar mengendap lebih dahulu, kemudian diikuti oleh
ukuran-ukuran yang lebih kecil, sedang yang terhalus
(antara lain slimes) akan tidak sempat mengendap.

Peralatan yang umum dipakai dalam proses klasifikasi
adalah :
a.Scrubber
b.Log washer
c.Sloping tank classifier (rake, spiral & drag)
d.Hydraulic bowl classifier
e.Hydraulic clindrical tank classifier
f.Hydraulic cone classifier
g.Counter current classifier
h.Pocket classifier
i.Hydrocyclone
j.Air separator
k.Solid bowl centrifuge
l.Elutriator

3. PENINGKATAN KADAR ATAU KONSENTRASI
(CONCENTRATION)
Agar bahan galian yang mutu atau kadarnya rendah
(marginal) dapat diolah lebih lanjut, yaitu diambil (di-
ekstrak) logamnya, maka kadar bahan galian itu harus
ditingkatkan dengan proses konsentrasi. Sifat-sifat fisik
mineral yang dapat dimanfaatkan dalam proses
konsentrasi adalah :
-Perbedaan berat jenis atau kerapatan untuk proses
konsentrasi gravitasi dan media berat.
-Perbedaan sifat kelistrikan untuk proses konsentrasi
elektrostatik.
-Perbedaan sifat kemagnetan untuk proses konsentrasi
magnetik.
-Perbedaan sifat permukaan partikel untuk proses
flotasi.

Proses peningkatan kadar itu ada bermacam-macam,
antara lain :

a. Pemilahan (Sorting)
Bila ukuran bongkahnya cukup besar, maka pemisahan
dilakukan dengan tangan (manual), artinya yang
terlihat bukan mineral berharga dipisahkan untuk
dibuang.

b. Konsentrasi Gravitasi (Gravity Concentration)
Yaitu pemisahan mineral berdasarkan perbedaan berat
jenis dalam suatu media fluida, jadi sebenarnya juga
memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan
mineral-mineral yang ada.

Ada 3 (tiga) cara pemisahan secara gravitasi bila dilihat
dari segi gerakan fluidanya, yaitu :
-Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS)
atau heavy medium separation (HMS).
-Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking
table dan spiral concentration.
-Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig).

Bila jumlah partikel (mineral) di dalam fluida relatif
sedikit, maka akan terjadi pengendapan bebas (free
settling). Tetapi bila jumlah partikel banyak gerakannya
akan terhambat sehingga terbentuk stratifikasi yang
terdiri dari 3 (tiga) tahap sebagai berikut :
a.Hindered settling classification ; klasifikasi
pengendapannya terhalang.
b.Differential acceleration pada awal pengendapan ;
artinya partikel yang berat mengendap lebih dahulu.
c.Consolidation trickling pada akhir pengendapan ;
partikel-partikel kecil berusaha mengatur diri di antara
partikel-partikel besar sesuai dengan berat jenisnya.

Produk dari proses konsentrasi gravitasi ada 3 (tiga),
yaitu :
-Konsentrat (concentrate) yang terdiri dari kumpulan
mineral berharga dengan kadar tinggi.
-Amang (middling) yaitu konsentrat yang masih kotor.
-Ampas (tailing) yang terdiri dari mineral-mineral
pengotor yang harus dibuang.

Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai
adalah :
a.Jengkek (jig) dengan bermacam-macam rekacipta
(design).
b.Meja goyang (shaking table).
c.Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator).
d.Palong / sakan (sluice box).

c. Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy
Medium Separation)
Merupakan proses konsentrasi yang bertujuan untuk
memisahkan mineral-mineral berharga yang lebih berat
dari pengotornya yang terdiri dari mineral-mineral
ringan dengan menggunakan medium pemisah yang
berat jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1).

Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
- Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral
berharga yang berat.
- Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral
pengotor yang ringan.
Media pemisah yang pernah dipakai antara lain :
- Air + magnetit halus dengan kerapatan 1,25 - 2,20
ton/m3.
- Air + ferrosilikon dengan kerapatan 2,90 - 3,40
ton/m3.
- Air + magnetit + ferrosilikon dengan kerapatan 2,20 -
2,90.
- Larutan berat seperti tetra bromo ethana (b.j. = 2,96),
bromoform (b.j. = 2,85) dan methylene jodida (b.j. =
3,32).

Tetapi larutan berat ini harganya mahal, oleh sebab itu
hanya dipakai untuk percobaan-percobaan di
laboratorium.
Peralatan yang biasa dipakai adalah gravity
dense/heavy medium separators yang berdasarkan
bentuknya ada 2 (dua) macam, yaitu :

a.Drum separator karena bentuknya silindris.
b.Cone separator karena bentuknya seperti corongan.

d. Konsentrasi Elektrostatik (Electrostatic
Concentration)
Merupakan proses konsentrasi dengan memanfaatkan
perbedaan sifat konduktor (mudah menghantarkan
arus listrik) dan non-konduktor (nir konduktor) dari
mineral.
Kendala proses konsentrasi ini adalah :
-Hanya sesuai untuk proses konsentrasi dengan jumlah
umpan yang tidak terlalu besar.
-Karena prosesnya harus kering, maka timbul masalah
dengan debu yang berterbangan.

Mineral-mineral yang bersifat konduktor antara lain
adalah :
-Magnetit (Fe3 O4)
-Kasiterit (Sn O2)
-Ilmenit (Fe Ti O3)
-Molibdenit (Mo S2)
-Wolframit [(Fe, M) WO4]
-Galena (Pb S)
-Pirit (Fe S2)

Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
-Mineral-mineral konduktor sebagai konsentrat.
-Mineral-mineral non-konduktor sebagai ampas
(tailing).
Peralatan yang biasa dipakai adalah :

a.Electrodynamic separator (high tension separator).
b.Electrostatic separator yang terdiri dari :
- plate electrostatic separator
- screen electrostatic separator

e. Konsentrasi Magnetik (Magnetic Concentration)
Adalah proses konsentrasi yang memanfaatkan
perbedaan sifat kemagnetan (magnetic susceptibility)
yang dimiliki mineral. Sifat kemagnetan bahan galian
ada 3 (tiga) macam, yaitu :

-Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang
sangat kuat untuk ditarik oleh medan magnet. Misalnya
magnetit (Fe3 O4).
-Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik
oleh medan magnet. Contohnya hematit (Fe2 O3),
ilmenit (Se Ti O3) dan pyrhotit (Fe S).
-Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh
medan magnet. Misalnya : kwarsa (Si O2) dan feldspar
[(Na, K, Al) Si3 O8].

Jadi produk dari proses konsentrasi yang berlangsung
basah ini adalah :
-Mineral-mineral magnetik sebagai konsentrat.
-Mineral-mineral non-magnetik sebagai ampas (tailing).

Peralatan yang dipakai disebut magnetic separator
yang terdiri dari :

a.Induced roll dry magnetic separator.
b.Wet drum low intensity magnetic separator yang arah
aliran dapat :
- concurrent
- countercurrent
- counter rotation

Sedang letak magnetnya bisa :
-Suspended magnets
-Suspended magnets with continuous removal
-Cobbing drum

f. Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration)
Merupakan proses konsentrasi berdasarkan sifat
“senang terhadap udara” atau “takut terhadap air”
(hydrophobic). Pada umumnya mineral-mineral oksida
dan sulfida akan tenggelam bila dicelupkan ke dalam
air, karena permukaan mineral-mineral itu bersifat
“suka akan air” (hydrophilic). Tetapi beberapa mineral
sulfida, antara lain kalkopirit (Cu Fe S2), galena (Pb S),
dan sfalerit (Zn S) mudah diubah sifat permukaannya
dari suka air menjadi suka udara dengan
menambahkan reagen yang terdiri dari senyawa
hidrokarbon.

Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam
proses flotasi adalah :

a. Pembuih (frother) yang berfungsi sebagai pen-stabil
gelembung-gelembung udara. Misalnya : methyl
isobuthyl carbinol (MIBC), minyak pinus, dan terpentin.
b. Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa
mengubah sifat permukaan mineral yang semula suka
air menjadi suka udara. Contohnya : xanthate,
thiocarbonilid, asam oleik, dll.
c. Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk
mencegah agar mineral pengotor tidak ikut menempel
pada udara dan ikut terapung. Misalnya : Zn SO4 untuk
menekan Zn S.
d. Pengatur keasaman (pH regulator) yang berfungsi
untuk mengatur tingkat keasaman proses flotasi.
Misalnya : HCl, HNO3, Ca (OH)3, NH4 OH, dll.

Produk flotasi ada 3 (tiga) macam, yaitu :
-Konsentrat (concentrate) yang berupa mineral-mineral
yang ikut terapung (mineral-mineral apungan) dengan
gelembung-gelembung udara.
-Amang (middling) yang merupakan mineral-mineral
apungan yang masih mengandung banyak mineral-
mineral pengotor.
-Ampas (tailing) yang tenggelam terdiri dari mineral-
mineral pengotor.

Peralatan yang biasa dipakai adalah :
a.Mechanical flotation yang terdiri dari berbagai variasi
antara lain :
- Agitair cell
- Denver cell
- Krupp cell
- Outokumpu cell
- Wemco-Fagregren cell
b.Pneumatic flotation yang terdiri dari variasi :
- Column cell
- Cyclo cell
- Davcra cell
- Flotaire cell

4. PENGURANGAN KADAR AIR / PENGAWA-AIRAN
(DEWATERING)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air
yang ada pada konsentrat yang diperoleh dengan
proses basah, misalnya proses konsentrasi gravitasi
dan flotasi.
Cara-cara pengawa-airan ini ada 3 (tiga), yaitu :

a. Cara Pengentalan / Pemekatan (Thickening)
Konsentrat yang berupa lumpur dimasukkan ke dalam
bejana bulat. Bagian yang pekat mengendap ke bawah
disebut underflow, sedangkan bagian yang encer atau
airnya mengalir di bagian atas disebut overflow. Kedua
produk itu dikeluarkan secara terus menerus
(continuous).

Peralatan yang biasa dipakai adalah :
a.Rake thickener.
b.Deep cone thickener.
c.Free flow thickener.

b. Cara Penapisan / Pengawa-airan (Filtration)
Dengan cara pengentalan kadar airnya masih cukup
tinggi, maka bagian yang pekat dari pengentalan
dimasukkan ke penapis yang disertai dengan
pengisapan, sehingga jumlah air yang terisap akan
banyak. Dengan demikian akan dapat dipisahkan
padatan dari airnya.
Peralatan yang dipakai adalah :
a.Vacuum (suction) filters yang terdiri dari :
- intermitten, misalnya Moore leaf filter.
- Continuous ada beberapa tipe, yaitu :
- bentuk silindris / tromol (drum type), misalnya : Oliver
filter, Dorrco filter.
- bentuk cakram (disk type) berputar, contohnya :
American filter.
- bentuk lembaran berputar (revolving leaf type),
contohnya : Oliver filter.
- bentuk meja (desk type), misalnya : Caldecott sand
table filter.
b.Pressure filter, misalnya :
- Merrill plate and frame filter
- Kelly pressure filter
- Burt revolving filter

c. Pengeringan (Drying)
Yaitu proses untuk membuang seluruh kandung air dari
padatan yang berasal dari konsentrat dengan cara
penguapan (evaporization/evaporation).

Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-
macam, yaitu :
a.Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu
pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar
matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).
b.Shaft drier, ada dua macam, yaitu :
- tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan
di dalam saluran silindris vertikal yang dialiri udara
panas (80o - 100o).
- rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam
silinder panjang yang diputar pada posisi agak miring
dan dialiri udara panas yang berlawanan arah.
c.Film type drier (atmospheric drum drier) ; silinder baja
yang di dalamnya dialiri uap air (steam). Jarang dipakai.
d.Spray drier, material halus yang basah dan
disemburkan ke dalam ruangan panas ; material yang
kering akan terkumpul di bagian bawah ruangan. Cara
ini juga jarang dipakai.

5. PENANGANAN MATERIAL (MATERIAL HANDLING)
Bahan galian (mineral/bijih) yang mengalami PBG harus
ditangani dengan cepat dan seksama, baik yang
berupa konsentrat basah dan kering maupun yang
berbentuk ampas (tailing).

a. Penanganan Material Padat Kering (Dry Solid
Handling)
Bila masih berupa bahan galian hasil penambangan
(ROM), maka harus ditumpuk di tempat yang sudah
ditentukan yang di sekelilingnya telah dilengkapi
dengan saluran penyaliran (drainage system). Tetapi
jika sudah berupa konsentrat, maka harus disimpan di
dalam gudang yang tertutup sebelum sempat diproses
lebih lanjut.

b. Penanganan Lumpur (Slurry Handling)
Bila lumpur itu sudah mengandung mineral berharga
yang kadarnya tinggi, maka dapat segera dimasukkan
ke pemekat (thickener) atau penapis (filter). Jika masih
agak kotor (middling), maka harus diproses dengan alat
khusus yang sesuai.

c. Penanganan / Pembuangan Ampas (Tailing Disposal)
Kegiatan ini yang paling sulit penanganannya karena :
a.Jumlahnya (volumenya) sangat banyak, antara 70% -
90% dari material yang ditambang.
b.Kadang-kadang mengandung bahan berbahaya dan
beracun (B-3).
c.Sulit mencarikan lahan yang cocok untuk menimbun
ampas bila metode penambangan timbun-balik (back
fill mining method) tak dapat segera dilakukan,
sehingga kadang-kadang harus dibuatkan kolam
pengendap. Oleh sebab itu pembuangan ampas ini
seringkali menjadi komponen kegiatan penambangan
yang meminta pemikiran khusus sepanjang umur
tambang.