You are on page 1of 37

ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM

MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Ilmu Tauhid

Dosen Pembimbing:
Drs. H. Dadan Nurulhaq, M.Ag

Oleh :
Kelompok VIII
III/A
1. Mey Farida (1142070041)
2. Mira Riana Putri (1142070042)
3. Lutfiani Sita Tsania (1132080085)
4. Wilda Alisia Wardhany (1132080037)

JURUSAN MIPA JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2015

BAB II PEMBAHASAN MATERI I. karena terpilihnya Abu Bakar menjadi Khalifah. Tetapi perpecahan itu menjadi reda. dan Utsman bin Affan tidak begitu menghadapi persoalan. bahkan terjalin persaudaraan yang mesra dan akrab. . dipergunakan kesempatan yang sebaik-baiknya mengerahkan semua tenaga kaum muslimin untuk menyiarkan dan mengembangkan Islam ke seluruh pelosok penjuru dunia. Di samping itu ada pula kelompok-kelompok lain yang tidak mau membayar zakat kepada Abu Bakar. terjadi suatu persoalan yang ditimbulkan oleh tindakan Utsman yang oleh sebagian orang Islam dianggap kurang mendapat simpati dari sebagian kaum muslimin. Pada masa ketiga khalifah itulah. Asia Timur bahkan Asia Tenggara tiba-tiba diakhir Khalifah Utsman. mulai tampak kembali perpecahan yang disebarkan oleh orang-orang yang murtad dari Islam dan orang-orang yang mengumumkan dirinya menjadi nabi. Thalhah. seperti Musailamah al-Kadzdzab. kaum muslimin sudah mulai menghadapi perpecahan. Akan tetapi semua perselisihan itu segera dapat diatas dan dipersatukan kembali. Asal-Usul Munculnya Aliran-Aliran dalam Ilmu Kalam Sejak wafatnya Nabi Muhammad saw. Tetapi setelah Islam meluas ke Afrika. Maka selamatlah kekuasaan Islam yang muda Itu dari ancaman fitnah dari musuh-musuh Islam yang hendak menghancur-leburkannya. Padahal dahulunya mereka semua taat dan disiplin membayar zakat pada Nabi. karena kebijaksanaan Khalifah Abu Bakar. Setelah beberapa lamanya Abu Bakar menduduki jabatan kekhalifahan. Sajah dan Al- Aswad Al-Ansy. Kemudian perjalanan khalifah Abu Bakar As-shiddiq. Umar bin Khattab.

atau memberontak. Khawarij 1. sehingga banyak mengundang protes dari kalangan umat Islam. karena ada golongan yang tidak menyetujui pengangkatan itu. muncul. Adapun yang dimaksud khawarij dalam terminologi ilmu kalam adalah suatu sekte / aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar . Bahkan ada yang dengan terang-terangan menentang pengangkatan tersebut sekaligus menuduh bahwa Ali campur tangan atau sekurang-kurangnya membiarkan komplotan pembunuhan terhadap Utsman. tetapi dalam pengangkatan tidak memperoleh suara yang bulat. berpangkalnya perpecahan umat Islam. Aliran-Aliran Ilmu Kalam A. diantaranya ialah kurang pengawasan dan pengangkatan terhadap beberapa pejabat penting dalam pemerintahan. II. Semenjak itulah. Namun Inilah bermulanya fitnah yang membuka kesempatan orang-orang yang berambisi untuk menggulingkan pemerintahan Utsman. Setelah itu maka Ali bin Abi Thalib terpilih dan diangkat menjadi khalifah. yaitu kharaja yang berarti keluar. hingga menjadi beberapa partai atau golongan. Dan sebenarnya hal Ini adalah bisa dimaklumi karena memang keluarga Usman bin Affan adalah keluarga orang-orang yang pandai. Utsman banyak menempatkan para pejabat tersebut dari kalangan keluarganya. Latar Belakang munculnya Khawarij Secara etimologis kata khawarij berasal dari bahasa Arab. sehingga para pelaksana pemerintahan (para eksekutif) di lapangan tidak bekerja secara maksimal. diperparah lagi dengan adanya sikap nepotisme dari keluarganya. Kebijakan khalifah Utsman bin Affan yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan umat pada saat itu. Karena derasnya arus fitnah ini sehingga mengakibatkan terbunuhnya Utsman bin Affan . timbul.

Namun. tetapi karena Ali menerima tipu daya licik ajakan damai Muawiyah.meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase ( tahkim ). dalam Perang Siffin pada tahun 37 H / 648 M. Keputusan tahkim yakni Ali diturunkan dari jabatannya sebagai khalifah oleh utusannya. pihak Ali hampir memperoleh kemenangan pada peperangan itu. Kelompok Khawarij pada mulanya memandang Ali dan pasukannya barada di pihak yang benar karena Ali merupakan khalifah sah yang telah dibai’at mayoritas umat Islam.” Imam Ali menjawab. sementara Muawiyah berada di pihak yang salah karena memberontak khalifah yang sah. terutama ahli qurra seperti Al-Asy’ats bin Qais. dan mengangkat Muawiyah menjadi khalifah pengganti Ali sangat mengecewakan orang-orang Khawarij. dengan kelompok bughat ( pemberontak ) Muawiyah bin Abi Sufyan perihal persengketaan khilafah. kemenangan yang hampir diraih itu menjadi raib. dengan sangat terpaksa Ali memerintahkan Al- Asytar ( komandan Pasukannya ) untuk menghentikan peperangan.” Pada sat itu juga orang-orang Khawarij keluar dari pasukan Ali dan langsung menuju Hurura. tetapi mereka artikan dengan keliru. tetapi orang-orang Khawarij menolaknya. Lagi pula berdasarkan estimasi Khawarij. dan Zaid bin Husein Ath-Tha’i. Mas’ud bin Fudaki At-Tamimi. karena desakan sebagian pengikutnya. “Itu adalah ungkapan yang benar. Mereka beralasan bahwa Abdullah bin Abbas berasal dari kelompok Ali sendiri. Tidak ada hukum selain hukum yang ada di sisi Allah. Itulah sebabnya Khawarij disebut . “Mengapa kalian berhukum pada manusia. Setelah menerima ajakan damai. Mereka membelot dengan mengatakan. Kemudian mereka mengusulkan agar Ali mengirim Abu Musa Al-Asy’ari dengan harapan dapat memutuskan perkara berdasarkan Kitab Allah. Ali bermaksud mengirimkan Abdullah bin Abbas sebagai delegasi juru damai ( hakam ) nya. Ali sebenarnya sudah mencium kelicikan di balik ajakan damai kelompok Muawiyah sehingga ia bermaksud untuk menolak permintan itu.

Amru bin Ash. Ali bin Abi Thalib dan Abu Musa al-Asy’ari. Mereka mengangkat seorang pemimpin yang bernama Abdullah bin Shahab Ar-Rasyibi. mereka sampai di Hurura. Kemudian orang-orang Khawarij mulai mengafirkan siapa saja yang dianggap melakukan kesalahan. tahkim tersebut menurut orang- orang khawarij tidak sesuai dengan ketentuan ajaran agama. Kemudian Thalhah. dan barang siapa menetapkan sesuatu dengan ketentuan yang tidak sesuai dengan hukum Allah tergolong orang-orang kafir. Dan Ali bin Abi Thalib sendiri yang melakukan kesalahan karena menghentikan pertempuran dalam perang Siffin. jalan terakhir tersebut tidak sesuai dengan ketentuan hukum Allah. kelompok Khawarij ini melanjutkan perlawanan kepada Muawiyah dan juga kepada Ali. seperti Utsman bin Affan yang melakukan kesalahan karena mengubah sistem politiknya sehingga menimbulkan huru-hara. Dengan demikian. sebagaimana dikemukakan dalam surah al-Maidah ayat 44 yang artinya: . yang keempatnya ini pelaku utama proses tahkim (damai) untuk mengakhiri peperangan. Kadang-kadang mereka disebut dengan syurah dan Al-Mariqah.dengan nama Hururiah. Pada awalnya tuduhan kafir tersebut dilontarkan mereka kepada Mu’awiyah. Zubair dan Mu’awiyah yang melakukan pembangkangan terhadap Ali bin Abi Thalih sebagai khalifah yang sah. Di Hurura. ketika menaklukkan mu’awiyah yang tidak mau bai’at kepadanya. karena Mu’awiyah adalah pembangkang yang seharusnya diperangi sampai hancur dan tunduk. Dengan arahan Abdullah Al-Kiwa. Namun.

Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi arbitrase ( tahkim ). Khalifah sebelum Ali ( Abu Bakar. . g. c.doktrin Pokok Khawarij a. Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut Muslim sehingga harus dibunuh. Pasukan perang Jamal yang melawan Ali juga kafir. Umar. Kahlifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam: b. i. “Barang siapa yang tidak menentukan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah adalah kafir”. Yang sangat anarkis ( kacau ) lagi. Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Doktrin. Utsman r. dan Utsman ) adalah sah. h. Bila tidak mau bergabung. Muawiyah dan Al Amr bin Al-Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari juga dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir. mereka menganggap bahwa seorang Muslim dapat menjadi kafir apabila ia tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kafir dengan risiko ia menanggung beban harus dilenyapkan pula. Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab.a dianggap telah menyeleweng. Dengan demikian setiap orang Muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat. Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersifat adil dan menjalankan syari’at Islam. d. bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman. ia wajib diperangi karena hidup dalam dar al-harb ( negara musuh ). e. Ia harus dijatuhkan. 2. tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya. ia dianggap telah menyeleweng. sedang golongan mereka sendiri berada di dar al-Islam ( negara Islam ). f.

Al-Muhakkimah. Ismail bin Sami’. Al-Baihasiyah e. Semua subsekte itu membicarakan persoalan hukum bagi orang yang berbuat dosa besar. Abu Marwah Ghailam bin Muslim. Tokoh Khawarij Diantara tokoh-tokoh golongan Khawarij yang terkenal adalah: Ikrimah. Ibadiyah. Jahm bin Safwan. An-Nadjat. 3.Adapun pentolan kaum Khawarij diantaranya adalah: al-Yaman bin Rabab. b. n. yaitu : a. Hubaib bin Murrah. Muhammad bin Harb. As-Sufriyah. d. Baihaqi. o. l. Abu Sya’tsa. Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan. sedangkan orang yang jahat harus masuk neraka ).Para penyair kaum Khawarij yang terkenal adalah Imran bin Khattam. Tampaknya. Memalingkan ayat-ayat Al-Qur’an yang tampak mutasabihat (samar). apakah ia masih dianggap Mukmin ataukah telah menjadi kafir. Al-Ajridah. doktrin teologi ini tetap menjadi . m. Al-Azriqah. Adanya wa’ad dan wa’id ( orang yang baik harus masuk surga. g. j. k. Qur’an adalah makhluk. Abu Harin al-Abadi. tokoh- tokoh yang disebutkan di atas sepakat bahwa subsekte Khawarij yang besar terdiri dari 8 macam. Yahya bin Kamil. Abdullah bin Yazid. As-Saalabiyah. Amar ma’ruf nahi munkar. Al-Abadiyah. c. Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng. f. h. Perkembangan Khawarij Terlepas dari berapa banyak subsekte pecahan Khawarij. Tsa’bi. 4.

menceritakan bahwa setelah 20 tahun kematian Muawiyah. Watt. sekitar tahun 695. Teori pertama mengatakan bahwa gagasan irja atau arja dikembangkan oleh sebagian sahabat dengan tujuan menjamin persatuan dan kesatuan umat Islam ketika terjadi pertikaian politik dan juga bertujuan untuk menghindari sektarianisme. pemikiran subsekte ini lebih bersifat praktis daripada teoritis. Al-Hasan bin Muhammad al- Hanafiyah. Hal ini menyebabkan – dalam kondisi tertentu – seseorang dapat disebut mukmin dan pada waktu yang bersamaan disebut sebagai kafir. artinya orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa. B. Selain itu. ke hari kiamat kelak. penggagas teori ini. yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masing-masing. Kata arja’a mengandung arti pula memberi harapan. Sayangnya. Aliran Murji’ah 1. muncul pertama kali sebagai gerakan politik yang oleh cucu Ali bin Abi Thalib . Ada beberapa teori yang berkembang mengenai asal-usul kemunculan Murji’ah. dunia . dan pengharapan. baik sebagai kelompok politik maupun teologis. arja’a berarti pula meletakkan di belakang atau mengemudikan. sedangkan doktrin-doktrin yang lain hanya pelengkap saja. primadona dalam pemikiran mereka. yaitu rang yang mengwemudikan amal dari iman. sehingga kriteria mukmin atau kafirnya sesorang menjadi tidak jelas. penangguhan. Murji’ah. Latar Belakang Munculnya Murji’ah Nama Murji’ah diambil dari kata irja atau arja’a yang bermakna penundaan. Kelompok ini merupakan musuh berat Khawarij. diperkirakan lahir bersamaan dengan kemunculan Syi’ah dan Khawarij. Oleh karena itu Murji’ah. yakni memberi harapan kepada pelaku dosa besaruntuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah. pada tahun 680.[ Teori lain mengatakan bahwa gagasan irja. yang merupakan basis doktrin Murji’ah.

“Kita mengakui Abu Bakar dan Umar. Gagasan ini pertama kali digunakan sekitar tahun 695 oleh cucu Ali bin Abi Thalib. Al-Mukhtar membwa faham Syi’ah ke Kuffah dari tahun 685 – 687. Dalam surat itu Al-Hasan menunjukkan sikap politiknya dengan mengatakan. Menurut mereka. Selanjutnya mereka kaum khawarij berpendapat bahwa mukmin yang melakukan dosa besar itu menjadi kafir dan kelak akan kekal dalam neraka. Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah. dalam sebuah surat pendeknya. Ibnu Zubayr mengklaim kekhalifahan di Mekah hingga yang berada di bawah kekuasaan Islam. muncul gagasan irja atau penangguhan ( postponenment ). Perkembangan Murji’ah Sejak terjadinya ketegangan politik di akhir pemerintahan Utsman bin Affan. maka Kaum . Sebagai respon dari keadaan ini. Al-Hasan mencoba menanggulangi perpecahan umat Islam. Islam dikoyak oleh pertikaian sipil. serta menjauhkan diri dari Khawarij yang menolak mengakui kekhalifahan Muawiyah dengan alasan bahwa ia adalah keturunan si pendosa Usman 2. maka mereka bersikap “irja” yakni menunda putusan tentang siapa yang bersalah. tetapi menangguhkan keputusan atas persoalan yang terjadi pada konflik sipil pertama yang melibatkan Usman. dan Zubyr ( seorang tokoh pembelot ke Mekah ). Ia kemudian mengelak berdampingan dengan kelompok Syi’ah revolusioner yang terlampau mengagungkan Ali dan para pengikutnya. biarlah Allah saja nanti di hari akhirat yang memutuskan siapa yang bersalah di antara mereka yang tengah berselisih ini. ada sejumlah sahabat nabi yang tidak mau ikut campur dalam perselisihan politik. Ali.” Dengan sikap politik ini. Ketika selanjutnya terjadi salah menyalahkan antara pihak pendukung Ali dengan pihak penuntut bela kematian Utsman bin Affan.

Akan tetapi pada akhir abad pertama dan awal abad kedua hijrah. Karena penundaan semua putusan terhadap Allah. Tokoh-tokoh . dan hanya dapat diketahui oleh Allah. sehingga menjadi pendirian umat Islam pada umumnya tentang mukmin yang berbuat dosa besar. yaitu mukmin yang berdosa tidak berubah menjadi kafir. sambil berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka itu). Mereka selanjutnya berpendapat bahwa siapa saja yang meyakini keesaan Allah dan ke-Rasulan Muhammad SAW.Murji’ah berpendapat bahwa mukmin yang melakukan dosa besar tersebut masih tetap mukmin. Mereka sendiri kemudian disebut sebagai penganut aliran Murji’ah moderat. atau masuk neraka terlebih dahulu baru kemudian ke dalam surga. maka mereka ini kemudian populer disebut sebagai golongan atau aliran “murji’ah” (orang yang mendapat putusan para pelaku dosa besar sampai ada ketetapan dari Allah. mereka juga berharap agar mereka mau bertaubat. ditunda sampai ada putusan akhir dari Allah. karena keimanan itu ada dalam hati. serta senantiasa berharap Allah akan mengampuni dosa-dosa para pelaku dosa besar tersebut. khusus bagi para pelaku dosa besar. dan berharap pula agar taubatnya diterima di sisi Allah SWT. Lalu apakah mereka akan masuk ke dalam neraka atau surga. adalah orang beriman walaupun selalu melakukan perbuatan buruk. Disamping itu. Pendirian Murji’ah di atas sangat moderat. Bahkan seorang tidak boleh dikatakan kafir kendati sering melakukan ibadah di dalam gereja. muncul orang-orang murji’ah ekstrim yang sangat meremehkan peran amal perbuatan.

serta akhirnya lenyap. Sekte-sekte murjiah a. Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar. Amr bin Ash. Murji’ah – Qadariyah. Murji’ah – Jabariyah. Menunda hukuman atas Ali. Kaum murji’ah ekstrim ini banyak memperoleh kecaman dari para ulama saat itu. e. c. dan Abu Musa Al-Asy’ari yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak. Muawiyah. Muqatil bin Sulaiman dan Yunus al- Samiri. Tokoh-tokoh Murji’ah Tokoh-tokoh faham Murji’ah adalah sebagai berikut: . c. b. d. Meletakkan ( pentingnya ) iman daripada amal. Murji’ah – Sunni. b. 4. Abu Hasan al-Shalih. Sedang murji’ah moderat kemudian menjadi pengikut aliran Ahlus Sunah wal Jama’ah. 3. d. Murji’ah – Murni. Murji’ah – Khawarij. Doktrin Pokok Murji’ah Menurut Harun Nasution ajaran pokoknya adalah : a. dan tidak memperoleh pengikut. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah. aliran murji’ah ekstrim ini adalah Jaham bin Shafwan.

Perkembangan Syi’ah Sebenarnya Syi’ah bermula dari perjuangan politik yaitu khilafah. Salman Al Farisi. partai. Kemudian sambung-bersambung Imam itu . Jahm bin Safwan. Al Husain bin Muhammad an Najr. Abu Zar Al Gifari dan lainnya. Kaum syi’ah ialah orang-orang yang menyokong Ali bin Abi Thalib ra. Abu Haifah an Nu’man. Abu Marwan al Ghailan. Karena mereka beranggapan bahwa Ali yang lebih berhak menjadi khalifah pengganti Nabi Muhammad SAW. Huzaifah Ibnu Yaman. Latar Belakang Munculnya Syi’ah Syi’ah dilihat dari segi bahasa berarti pengikut. Aliran Syi’ah 1. Al Hasaan bin Muhammad bin Al Hanafiyah. Yunus as Samary. sedangkan secara istilah adalah sebagian kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaan selalu merujuk kepada keturunan Nabi Muhammad saw. di antaranya : Jabir Ibnu Abdillah. Ali telah mempunyai pendukung-pendukung sejak permulaan sesudah wafat Rasulullah SAW. Syi’ah mulai muncul pada saat akhir pemerintahan Utsman bin Affan kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib 2. Adapun dasar pokok Syi’ah ialah tentang Khalifah. pendukung. kemudian berkembang menjadi agama. Muaz ath Thaumi. C. Maka Sayyidina Ali adalah iman sesudah Nabi Muhammad SAW. Abu Musa ash Shalahi. dan Muhammad bin Karam as Sijistany. Basr al Murisy. Sedangkan khalifah-khalifah seperti Abu Bakar As Shiddiq. atau sebagaimana mereka menamakannya Imam. Syi’ah adalah golongan yang menyanjung dan memuji Sayyidina Ali secara berlebih-lebihan. berdasarkan wasiatnya. atau kelompok. Umar Bin Khattab dan Utsman Bin Affan dianggap sebagai penggasab atau perampas khilafah.

m. Para imam syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya h. Dia adalah pemimpin kekuasaan peradilan. Para imam syi’ah merupakan wajah Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah d. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dikatakan menjadi wakil Allah e. Ali bin Abi Thalib sebagai imam syi’ah c. menurut urutan dari Allah. Menurut golongan Ahlus Sunnah. Ali bin Husein. 3. Para imam syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi i. Dia mendorong manusia untuk beramal apa yang diperintahkan Allah. Yang dimaksud para imam syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib. Doktrin-doktrin pokok Syi’ah a. khalifah atau imam adalah wakil pembawa syari’at (Nabi) dalam menjaga agama. Beriman kepada imam. Keinginan para imam syi’ah adalah keinginan Allah juga. Iman menurut pandangan Syi’ah bukan seperi. dikurangi dan ditambah . kecuali menafsirkan sesuatu atau berijtihad tentang sesuatu yang tidak ada nashnya. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam syi’ah b. Para imam syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah k. Husein bin ali. g. Al-Quran yang ada sekarang telah berubah. Akan tetapi baginya tidak ada kekuasaan di bidang syari’at. Para imam syi’ah sama dengan Rasululloh SAW l. Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali. dan taat kepadanya merupakan sebagian dari iman. Keinginan para imam syi’ah adalah keinginan Allah juga f. pandangan Golongan Ahlus Sunnah. pemerintahan dan peperangan. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi j.

Aliran Jabariyah 1. Menurut syi’ah. Hindun.Syi’ah Sab’iyah (Syi’ah tujuh) 3. Menghalalkan nikah mut’ah q.Syi’ah Itsna Asy’ariyah (Syi’ah dua belas/ Syi’ah Imamiyah) 2.Syi’ah Ghullat 4. dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi p. namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat. Menyatakan bahwa Abu Bakar. Latar Belakang Munculnya Aliran Jabariyah Nama Jabriyah Berasal dri kata jabara yang . Muhammad bin Hammam Al-Iskafi (258-336H) D. Ahmad bin Abdillah Al-Barqi (penghujung abad kedua- 280 H) 7. Alquran yang dibawa jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat. Usman bin Affan.Syi’ah Zaidiyah 4. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya r. Muawiyah. Abdullah bin Saba (sekitar 600 M – 670 M) 2. Nashr bin Muzahim (120-212 H) 5. (Ushulu Kaafi) o. Muhammad Ibnun Nu’man 3. Rasululloh dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat Sekte-Sekte Syi’ah 1. Tokoh aliran Syi. Umar. n. Ahmad bin Muhammad bin Isa Al-Asyari (abad ke-3 – 274 H) 6. Aisyah. Muhammad bin Hasan bin Furukh Ash-Shafar (permulaan abad ketiga-290H) 8. Hafshah.ah 1. Abu Shal an-Naubakhti 4.

sedangkan menurut al- Syahrastani bahwa jabariyah berarti menghilangkan perbuatan dri hamba secara hakikat dan menyandarkan perbuatan tersebut kepada Allah SWT. yaitu paham yang menyatakan bahwa perbuatan manusia ditentukan sejak semula oleh qada dan qadar Tuhan. Benih-benih terbentuknya Jabariyah terlihat dalam peristiwa sejarah berikut ini : a. Nabi melarang mereka memperdebatkan masalah tersebut. Aliran jabariyah dibagi menjadi 2 yaitu aliran jabariyah yang ekstrim dan moderat. tetapi terikat pada kehendak mutlak Tuhan. Dengan demikian posisi manusia dalam paham ini tidak memiliki kebebasan dan inisiatif sendiri. terikat dengan kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. Aliran jabariyah yang ekstrim tokohnya dalah jahm bin safwan pendapatnya manusia sangat lemah. . Dalam istilah Inggris paham jabariyah disebut fatalism atau predestination. tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimiliki oleh paham qodariyah. tak berdaya. Seluruh tindakan dan perbuatan manusai tidak boleh lepas dari aturan. skenario. Oleh karena itu aliran Jabariyah ini menganut paham bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. agar terhindar dari kekeliruan penafsiran tentang ayat-ayat Tuhan mengenai takdir. Manusia dalam paham ini betul melakukan perbuatan. tetapi perbuatannya itu dalam keadaan terpaksa.mengandung arti Memaksa. dan kehendak Allah. Suatu ketika Nabi menjumpai sahabatnya yang sedang bertengkar dalam masalah takdir Tuhan.

dan kehendak Allah. kedua. 2. dan diberi istilah dengan al-jabariyah al-mutawasithah. Aliran jabariyah dibagi menjadi 2 yaitu aliran jabariyah yang ekstrim dan moderat. Ditengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara panas ternyata tidak dapat memberi kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman. . Khalfiah Umar bin Khattab pernah menangkap seseorang yang ketahuan mencuri. pencuri itu berkata : tuhan telah menentukan aku mencuri. Perkembangan Aliran Jabariyah Paham jabariyah ini duduga telah ada sejak sebelum agama islam datang kemsyarakat Arab. Kehidupan bangsa arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberi pengaruh besar kedalam cara hidup mereka. b. Aliran jabariyah yang ekstrim tokohnya dalah jahm bin safwan pendapatnya manusia sangat lemah. skenario. Disana sini yang tumbuh hanya rumput keras dan beberapa pohon yang cukup kuat untuk mengahdapi panasnya musim serta keringnya udara. Sementara itu terdapat pula paham Jabariyah yang moderat. Umar marah sekali dan menganggap orang itu telah berdusta kepada Tuhan. Seluruh tindakan dan perbuatan manusai tidak boleh lepas dari aturan. Oleh karena itu. hukuman dera karena menggunakan dalil takdir Tuhan. hukuman potong tngan karena mencuri. tak berdaya. Pertama. Mendengar ucapan itu. dan disebut dengan istilah al-jabariyah al-khalish. 3. terikat dengan kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimiliki oleh paham qodariyah. Umar memberikan dua jenis hukuman. Tokoh dan Doktrin Pokok Jabariyah Perlu ditegaskan bahwa paham Jabariyah yang dikemukakan Jahm bin Safwan itu adalah paham Jabariyah yang ekstrim. Ketika diinterogasi. seperti diajarkan oleh Husain Ibn Muhammad al-Najjar dan Dirar Ibn Amir.

tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya. Jahm bin Safwan 2. baik perbuatan jahat maupun baik. tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. manusia tidaklah majbur (dipaksa oleh Tuhan). Misalnya. Diantara pemuka Jabariyah ekstrim adalah berikut ini : 1. qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia diintervensi dari Tuhan. perbuatan itu bukanlah terjadi atas kehendaknya sendiri. Yang termasuk tokoh Jabariyah moderat ini adalah berikut ini: a) al-Najjar b) al-Dhirar E. Aliran berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala mperbuatannyan. ia dapat berbuat sesuatu atau . tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan Tuhan. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. Adapun menurut pengertian terminologi. kalau seseorang mencuri. Sa’ad bin Dirham Sedangkan Jabariyah moderat mengatakan bahwa Tuhan memang menciptakan perbuatan manusia. Inilah yang dimaksud dengan kasab (acquisitin). Diantara doktrin Jabariyah ekstrim adalah pendapatnya bahwa segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri. Aliran Qadariyah 1. yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. tapi timbul karena qadha dan qadar Tuhan yang menghendaki demikian. Latar Belakang dan Perkembangan Qadariyah Qadariyah berasal dari bahasa arab. Menurut paham kasab.

Harun Nasution menegaskqan bahwa kaum qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrahatau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya. Dalam hal ini. mengutamakan hidup zuhud dan takwa serta giat berdakwah mengajak orang mukmin untuk berpegang pada akidah yang benar : Allah Maha Esa dan Maha Adil. Sementara itu Ibnu Nabatah sebagaimana dikemukakan oleh Ahmad Amin berpendapat bahwa paham Qadariyah itu pertama kali muncul dari seseorang asal Irak yang menganut kristen dan kemudian masuk Islam. Qadariyah adalah nama yang dipakai untuk suatu aliran yang memberikan penekanan terhedap kebebasan dan kekuatan manusia dalam menghasilkan perbuatan-perbuatannya. tetapi kemudian masuk kristen lagi. Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Dia dikenal sebagai seorang alim. Qadariyah berakar pada qadara yang dapat berarti memutuskan dan memiliki kekuatan atau . dan bukan berasdal dari pengewrtian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan. Ghailan al-Dimasqy adalah penduduk kota Damaskus. Menurut Ahmad Amin. ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Sedangkan sebagai aliran dalam ilmu kalam. Dari tokoh inilah Ma’bad al-Juhani dan ghailan al-Dimasqy menerima paham Qadariyah. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya. ada ahli teologi yang mengatakan bahwa Qadariyah pertama sekali dimunculkan oleh Ma’bad al-Juhani dan Ghailan al-Dimasqy. ayahnya seorang yang pernah bekerja pada Khalifah Utsman bin Affan.meninggalkan atas kehendaknya sendiri. Bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk kepada qadar atau qada Tuhan.

Doktrin-doktrin ini mempunyai tempat pijakan dalam doktrin Islam. Doktrin-doktrin pokok Qadariyah Dalam ajarannya. manusialah yang menentukan. kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” . Kaum Qadariyah berpendapat bahwatidak ada alasan yang tepat untuk menyandarkan segala perbuatan manusia kepada perbuatan Tuhan. yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu bangsa. qadariyah adalah nama yang dipakai untuk suatu aliran yang memberikan penekanan terhadap kebebasan dan kekuatan manusia dalam menghasilkan perbuatan-perbuatannya. Manusia dinilai mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiri atau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu. 2. dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk kepâda qàdar atau qada Tuhan. Dalam paham Qadariyah manusia dipandang mempunyai qudrat atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya. tanpa ada campur tangan Tuhan. Dalam menentukan keputusan yang menyangkut perbuatannya sendiri. Sedangkan sebagai aliran dalam ilmu Kalam. Banyak ayat Alquran yang mendukung pendapat ini. tanpa ada campur tangan Tuhan. Dalam ajarannya. aliran Qadariyah sangat menekankan posisi manusia yang amat menentukan dalam gerak laku dan perbuatannya. Dalam menentukan keputusan yang menyangkut perbutannya sendiri.. manusialah yang menentukan. misalnya dalam surat al-Ra’du (13) : 11. Manusia dinilai mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiri atau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu. kemampuan. aliran Qadariyah sangat menekankan posisi manusia yang amat menentukan dalam gerak laku dan perbuatannya.

3. Akan tetapi. Keadaan tersebut adalah baru dan sesuatu yang tidak terlepas dari yang baru maka baru pula. Dalil perlawanan arad: dalil ini menyatakan bahwa ala mini tidak akan mungkin qasim karena didalamnya terdapat keadaan yang berlawanan. Aliran Maturidiyah 1. yang berarti ada sebab perubahan itu. ala mini selalu berubah. Sesuatu yang ada batasnya adalah baru. Dalam membahas kalam. pihak yang terbatas adalah baru. Jadi alam ini adalah baru dan ada batasnya dari segi bendanya. Dalil terbatas dan tidak terbatas: alam ini terbatas. seperti diam dan derak. Ia dilahirkan di Maturid. baik dan buruk. Latar Belakang dan Perkembangan Munculnya Alliran Maturidiyah Aliran Maturidiyah didirikan oleh Muhammad bin Abu Mansur. Tokoh-tokoh Qodariyah Ma’bad al Juhani dan Ghailan al Dimasyqi F. gerak. dan waktu selalu bertalian erat. sebuah kota kecil di daerah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan). yaitu sebagai berikut: a. Benda. Al- Maturidy mendasarkan pikiran-pikiran dalam soal-soal kepercayaan kepada pikiran-pikiran Imam Abu Hanifah yang tercantum dalam kitabnya Al-fiqh Al-Akbar dan Al- fiqh Al-Absath dan memberikan ulasan-ulasannya terhadap kedua kitab-kitab tersebut. b. Maturidiyah mengemukakan tiga dalil. c. Kalau alam ini ada dengan sendirinya. . Dalil kausalitas: alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak. tentulah keadaannya tetap msatu. Al-Maturidy meninggalkan karangan-karangan yang banyak dan sebagian besar dalam lapangan ilmu tauhid.

Tokoh dan Doktrin Pokok Maturidiyah Tokohnya adalah Abu Manshur Al-Maturidi. Perbuatan manusia Perbuatan manusia adalah ciptaan Tuhan karena seagla sesuatu dalam wujud ini adalah ciptaan-Nya c. Akal dengan sendirinya hanya mengetahui kebaikan sesuatu itu 2. melainkan melekat pada dzat itu sendiri. karena Tuhan mempunyai wujud walaupun Ia immaterial. Jadi pengutusan Rasul ebrfungsi sebagai . b. Melihat Tuhan Al-Maturidi mengatakan bahwa manusia dapat melihat Tuhan kelak di akhirat dengan mata. bashar dan sebagainya. Kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan Qudrat Tuhan tidak sewenang-wenang (absolut) tetapi perbuatan dan kehendak-Nya itu berlangsung sesuai dengan hikmah dan keadilan yang sudah ditetapkan-Nya sendiri d. Akal dengan sendirinya hanya mengetahui keburukan sesuatu itu 3. e. Kalam Tuhan Al-Maturidi lebih suka menggunakan istilah hadits sebagai pengganti makhluk untuk sebutan Al-Qur’an g. Al-Asy’ari mengartikan sifat Tuhan sebagai sesuatu yang bukan dzat. Akal dan Wahyu 1. Pengutusan Rasul Menurut al-Maturidi akal memerlukan bimbingan ajaran wahyu untuk mengetahui kewajiban-kewajiban tersebut. Sedangkan Al-Maturidi berpendapat bahwa sifat itu tidak dikatakan sebagai esensi-Nya dan bukan pula lain dari esensi-Nya.2. Sifat Tuhan Tuhan mempunyai sifat-sifat seperti sama’. Pengertian al-Maturidi tentang sifat Tuhan berbeda dengan Al-Asy’ari. Sifat-sifat Tuhan itu mulzamah dzat tanpa terpisah. f. Akal tidak mengetahui kebaikan dan keburukan sesuatu kecuali dengan petunjuk ajaran wahyu. pemikirannya adalah: a.

Pandangan al-Maturidi ini tidak jauh berbeda dengan pandangan Mu’tazilah bahwa pengutusan Rasul itu kewajiban Tuhan h. Latar Belakang Munculnya Aliran Asy’ariyah Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap paham Muktazillah yang dianggap menyeleweng dan menyesatkan umat Islam. Dinamakan aliran Asy’ariyah karena dinisbahkan kepada pendirinya. Tentang Sifat Allah Menurutnya. al-Hayah (hidup). al- Asy’ari merumuskan pokok-pokok ajarannya yang berjumlah tujuh pokok. Kekal di dalam neraka adalah untuk orang-orang musyrik G.a. al-Qudrah (kuasa). dilahirkan dikota Basrah (Irak) pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/ 935 M. Allah mempunyai sifat. Pelaku dosa besar Orang yang berdosa besar tidak kafir dan tidak kekal di dalam neraka walaupun ia mati sebelum bertobat. yaitu Abu Hasan al-Asy’ari. Berikut ini adalah tujuh pokok ajaran aliran As’ariyah: a. dan al-Basar (melihat). Tentang Kedudukan Al-Qur’an . 2. keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r.a. Hal ini karena Tuhan telah menjanjikan akan memebrikan balasan manusia sesuai dengan perbuatannya. seperti al- Ilm (mengetahui). as-Sama’ (mendengar). Aliran Asy’ariyah 1. b. Doktrin-Doktrin Pokok As’ariyah Setelah keluar dari kelompok Muktazillah. dan Mu’awiyah r. sumber informasi. Dan nama aslinya adalah Abu al-hasan ‘Ali bin Ismail al-Asy’ari.

muka. g. Tentang Perbuatan Manusia Perbuatan-perbuatan manusia itu ciptaan Allah. Akan tetapai sesudah wafatnya. akan tetapi bagaimana bentuk Allah tidak dapat diketahui. sebagaimana disebutkan dalam surah al-Qamar ayat 14 dan ar-Rahman ayat 27. f. yaitu aliran lama (textualist) dan aliran baru (rasionalist). d. Al-Qur’an bersifat qadim (tidak baru). aliran Asy’ariyah mengalami perobahan yang cepat. 3. e. Tentang Dosa Besar Orang mukmin yang berdosa besar tetap dianggap mukmin selama ia masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. c. dan tangan. Al-Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk dalam arti baru dan diciptakan. Tentang Keadilan Allah Allah adalah pencipta seluruh alam. Kalau ada permulaan berdirinya kedudukannya hanya sebagai penghubung . Perkembangan As’ariyah Pendirian Al-Asy’ari tersebut di atas merupakan tali penghubung antara 2 aliran alam fikiran Islam. Allah mempunyai mata. Ketujuh pemikiran al-Asy’ari tersebut dapat diterima oleh kebanyakan umat Islam karena sederhana dan tidak filosofis. Dengan demikian. Tentang melihat Allah Di Akhirat Allah dapat dilihat di akhirat dengan mata kepala karena Allah mempunyai wujud. Tentang Antropomorfisme Menurut alAsy’ari. Dia milik kehendak mutlak atas ciptaan-Nya.

Ar-Razi (1149 – 1209 H) k. Karena sikap tersebut. Abdul Kahir al-Bagdadi (wafat 429 H) e. dan golongan Asy’ariyah menjadi golongan Ahlus Sunnah. Ibnu ishak al-Isfaraini (wafat 418 H) d. Al-Baqillani (wafat 403 H) b. Mereka sudah berani mengeluarkan keputusan bahwa akal menjadi dasar naqal (nas) karena dengan akallah kita menetapkan adanya Tuhan. maka Ahlus Sunnah tidak dapat menrima golongan Asy’ariyah. Al-Ghazali (wafat 505 H) h. Imam al-Haramain al-Juwaini (wafat 478 H) f. sehingga datang Nizamul Muluk (wafat 485 H / 1092 M). Ibnu Tumart (wafat 524 H) i. di mana hanya aliran Asy’ariyah saja yang boleh diajarkan. maka pada akhirnya aliran Asy’ariyah lebih condong kepada segi akal fikiran semata-mata dan memberinya tempat yang lebih luas daripada nas-nas itu sendiri. antara kedua aliran tersebut. yang mendirikan 2 sekolah terkenal yang namanya. Ibnu faurak (wafat 406 H) c. seorang menteri Saljuk. Al-Iji (wafat 756 H / 1359 M) l. Sejak itu aliran Asy’ariyah menjadi aliran resmi negara. Tokoh-tokoh Aliran As’ariyah a. Abdul Mudzaffar al-Isfaraini (wafat 478 H) g. yaitu Nizamiyyah di Nizabur dan Baghdad. pencipta alam dan Yang Maha Kuasa. As-Sanusi (wafat 895 H) . 4. bahkan memusuhinya. As-Syihristani (wafat 548 H) j. Pembatalan akal fikiran dengan nas berati pembatalan dasar (pokok) dengan cabangnya yang berakibat pula pembatalan pokok dan cabangnya sama sekali. Kegiatan mereka sesudah adanya permusuhan ini menjadi berkurang. sebab dianggap sesat (bid’ah).

Wasil mengatakan bahwa orang mukmin yang berdosa besar menempati posisi antara mukmin dan kafir. Tegasnya. Wasil bin Ata yang ketika itu menjadi murid Hasan al-Basri. Wasil bi Ata meninggalkan perguruan Hasan al-Basri. Doktrin-doktrin Pokok Muktazilah . Dalam pembahasannya mereka banyak memakai akal sehingga mendapat nama “kaum rasionalis Islam”. Aliran baru ini memperoleh dukungan pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun. mendahuli gurunya dalam mengeluarkan pendapat. Aliran Mu’tazilah merupakan golongan yang membawa persoalan-persoalan teologi yang lebih mandalam dan bersifat filosofis. Menghadapi dua pendapat ini. Alasan lain adalah aliran Muktaszillah dinilai tidak berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat. Pada awal perkembangannya aliran ini tidak mendapat simpati umat Islam karena ajaran Muktazillah sulit dipahami oleh beberapa kelompok masyarakat. seorang ulama terkenal di Basra. 2. Aliran Mu'tazilah 1. Kelompok ini dikenal dengan Muktazillah.H. lalu membentuk kelompok sendiri. Setelah menyatakan pendapat itu. Hal itu disebabkan ajarannya bersifat rasional dan filosofis. penguasa Bani Abbasiyah. Latar Belakang dan Perkembangan Munculnya Mu’tazilah Aliran ini muncul sebagai reaksi atas pertentangan antar aliran Khawarij dan aliran Murji’ah mengenai persoalan orang mukmin yang berdosa besar. orang itu bukan mukmin dan bukan kafir.

b. mengirimkan nabi dan rasul. Al-Wa’d wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman). Berikut ini kelima doktrin aliran Muktazillah. ia dimasukkan ke . Begitu juga menempati ancaman-Nya mencampakkan orang kafir serta orang yang berdosa besar ke dalam neraka. Misalnya.khamsah. tidak memberi beban terlalu berat. d. Konsep tauhid menurut mereka adalah paling murni sehingga mereka senang disebut pembela tauhid (ahl al- Tauhid). Pemahaman ini merupakan ajaran dasar pertama yang lahir di kalangan Muktazillah. Menurut Muktazillah. serta memberi daya manusia agar dapat mewujudkan keinginannya. Aliran Muktazillah mempunyai lima dokterin yang dikenal dengan al-usul al. Pemahaman ini yang menyatakan posisi orang Islam yang berbuat dosa besar. Jika meninggal sebelum bertobat. Mereka berpendapat bahwa tuhan wajib berbuat yang terbaik bagi manusia. tetapi ia juga tidak kafir. a. ia tidak lagi sebagai orang mukmin. Al-Manzilah bain al-Manzilatain (posisi di Antara Dua Posisi). At-Taauhid (Tauhid) Ajaran pertama aliran ini berarti meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah SWT. Ad-Adl Menurut aliaran Muktazillah pemahaman keadilan Tuhan mempunyai pengertian bahwa Tuhan wajib berlaku adil dan mustahil Dia berbuat zalim kepada hamba-Nya. c. Tuhan wajib menepati janji- Nya memasukkan orang mukmin ke dalam surga. Kedudukannya sebagai orang fasik. Orang jika melakukan dosa besar.

Pengakuan keimanan harus dibuktikan dengan perbuatan baik. Ini merupakan konsekuensi logis dari keimanan seseorang. Akan tetapi. Ibrahim bin Sayyar an Najjam (wafat 231 H/845 M) d. Menyuruh kebajikan dan melarang kemungkaran. 3. Bisyr bin al Mu’tamir (wafat 226 H/840 M) f. e. neraka selama-lamanya. Jahir Amr bin Bahr (wafat 255 H/868 M) . sikasanya lebih ringan daripada orang kafir. Abul al Huzail al Allaf (135-226 H/753-840 M) c. Ajaran ini menekankan keberpihakan kepada kebenaran dan kebaikan. Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Perintah Mengerjakan Kebajikan dan Melarang Kemungkaran). Tokoh-tokoh Muktazilah a. Muammar bin Abbad as Sulamy (wafat 220 H/835 M) e. Wasil bin Ata al Ghazzal (80-131 H/699 M) b.

raj’ah. Asy’ariyah. Pokok-pokok pikiran aliran ilmu kalam kelompok khawarij yaitu. Kelompok khawarij dikenal radikal dan ekstrim dalam pemahaman maupun tinddakan kaegamaannya. dan taqiyah. berpangkalnya perpecahan umat Islam. maturidiyah. Dalam perkembangan sejarahnya Syiah memiliki dua sekte yang terkenal. BAB III RINGKASAN MATERI 1. karena ada golongan yang tidak menyetujui pengangkatan itu. Mu’tazilah. Khawarij. 3. yaitu Imamiyah dan Zaidiyah. Murji’ah. Jabariyah dan Qadariyah. . hingga menjadi beberapa partai atau golongan. yaitu: imamah. Setelah Ali bin Abi Thalib terpilih dan diangkat menjadi khalifah. 2. Pada dasarnya aliran-aliran ilmu kalam ada delapan yaitu: Syiah. 1) Orang Islam yang melakukan dosa besar adalah termasuk Kafir. 4.dan 3) Kholifah menurut mereka tidak harus keturunan Nabi atau suku quraisy. 5. Semenjak itulah. Aliran syiah adalah aliran yang mengikuti sahabat Ali bin Abi Thalib. mahdiyah. tetapi dalam pengangkatan tidak memperoleh suara yang bulat. 6. dan Salafiyah. Dalam ajaran Imamiyah dikenal lima doktrin fundamental. ishmah. 7. Bahkan ada yang dengan terang-terangan menentang pengangkatan tersebut sekaligus menuduh bahwa Ali campur tangan atau sekurang-kurangnya membiarkan komplotan pembunuhan terhadap Utsman. 2) Orang yang terlibat perang Jamal yakni perang antara Ali dan Aisyah dan pelaku arbitrase antara Ali dan Mua’awiyah dihukum Kafir.

Al-Baihasiyah 8. Baihasiyah. 15. Al-Abadiyah 4. Al-Asy’ari merumuskan pokok-pokok ajarannya yang berjumlah tujuh pokok diantaranya Tentang Sifat Allah. 10. Tentang Antropomorfisme. An-Nadjat 7. As-Sufriyah 9. 11. Menurut ahli sejarah. Dalam membahas kalam. Dalam aliran maturidiyah sebenarnya di kenal dua corak aliran. 16. dan Ibadiyah. Nadjat. Tentang Kedudukan Al-Qur’an. Maturidiyah mengemukakan tiga dalil yaitu. Dalil perlawanan arad.8. Subsekte khawarij terdiri dari delapan macam. sedangkan wahyu memberi informasi tentang hal hal yang lebih luas termasuk soal metafisika. aliran ini pecah menjadi 20 sekte tetapi yang terkenal ada 5 sekte. Asy’ariyah percaya bahwa fungsi akal adalah sebatas mengetahui hal hal yang empiri(konkrit). yakni aliran samarkand dan bukhara. perbuatan manusia berada di luar kekuasaan Allah. Al-Azriqah 6. yaitu: Azariqah. Tentang dosa Besar dan Tentang Keadilan Allah 14. yaitu : 1. Al-Ajaridah 2. Pemikiran al Asy’ari sering di sebut sebagai imam Ahl al sunnah wa al jama’ah. Tentang melihat Allah Di Akhirat. As-Saalabiyah 3. tetapi hanya akan dihukum untuk sementara setimpal dengan atau bahkan mungkin diampuni dari dosa dosanya. Dalil terbatas dan tidak terbatas dan Dalil kausalitas . 13. Shufriyah. Dalam pandangan murji’ah pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka. Jabariyah dan Qadariyah menganggap bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendaknya sendiri. 12. Al-Muhakkimah 5. Tentang Perbuatan Manusia.

Aliran Muktazillah mempunyai lima dokterin yang dikenal dengan al-usul al. sedangkan wahyu sebagai pendukung kebenaran akal.khamsah. Aliran mu’tazilah dalam banyak pemikirannya menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan utama tentang kewajiban serta kebaikan dan keburukan. Salafiyah meyakini bahwa keesaan Allah merupakan asas pertama islam yang meliputi tauhid rububiyah. uluhiyah dan asma’wa sifat 18. . 19.17.

Murji’ah E. Inti ajaran Jabariyah adalah . A. dilatarbelakangi oleh . menusia tidak mampu untuk mewujudkan perbuatannya B.. Asy’ariyah . adalah pendapat . mereka masih tetap dianggap sebagai orang mukmin. A... Aliran Khawarij muncul pada zaman Ali bin Abi Thalib.. manusia mempunyai hak menolak atau menerima E. A. Menuntut pembunuhan Usman E.. Sedang mengenai dosanya diserahkan kepada Allah adalah . Qodariya 3. Perlawanan terhadap Khalifah Ali C. Ali yang menerima Tahkim B. kekuatan Allah tidak mutlak terhadap perbuatan manusia C. A. Mendirikan Imamah baru 2. Hebatnya kelompok Muawiyah dalam berpolitik D. Mu’tazilah D. Segala kewajiban manusia hanya dapat diketahui dengan wahyu. Khawarij C. akal tak dapat membuat sesuatu menjadi wajib. membebaskan manusia dalam memilih D.. Tuhan tidak berhak menuntut perbuatan manusia 4.. Aliran yang mengatakan bahwa orang yang berbuat dosa besar tidak dihukumi kafir. BAB IV LATIHAN SOAL Pilihan Ganda: 1. Syi’ah B..

Dengan demikian. Pada dasarnya Mu’tazilah muncul sebagai akibat dari penentangannya terhadap aliran. Pendapat Kaum Khawarij adalah bahwa seseorang yang telah mengucapkan kalimah syahadat tapi tetap melakukan dosa-dosa besar maka hukumnya tetap dipandang kafir dan keluar dari Islam harta dan darahnya halal diambil dan dibunuh. Al-Qur’an bersifat qadim (tidak baru).. Mu’tazilah D. Murji’ah dan Khawarij E. B.. Khawarij dan Syi’ah B. Syi’ah dan Maturidiyah Esai: 1) Siapa kaum Khawarij dan bagaimana pendapatnya tentang status orang mu’min yang melakukan dosa besar? Jawab: Kaum Khawarij adalah orang yang menentang kekhalfahan yang sah yang di jabat oleh Ali Bin abi Thalib dan menyatakan keluar dari barisannya. 2) Jelaskan pokok ajaran tentang kedudukan al-qur’an menurut aliran Al-Asy’ari? Jawab: Al-Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk dalam arti baru dan diciptakan. A. Syi’ah dan Murji’ah C. mereka mengangkat Abdullah Bin Wahhab sebagai pemimpin dan menyingkir ke Harura di desa dekat Kaffah. Khowarij 5. Syi’ah C. . Murji’ah E.. Maturidiyah dan Khawarij D.

Umar. baik dan buruk.3) Sebutkan dan jelaskan 3 dalil yang dikemukan oleh aliran Maturidiyah? Jawab: a. dikurangi dan ditambah d. (Ushulu Kaafi) e. Akan tetapi. Keadaan tersebut adalah baru dan sesuatu yang tidak terlepas dari yang baru maka baru pula. Aisyah. b. dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi 5) Siapakah tokoh utama yang mendirikan aliran mu’tazilah? Jawab : Wasil bin Ata al Ghazzal . Alquran yang dibawa jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat. 4) Sebutkan lima doktrin-doktrin aliran syiah? Jawab: a. gerak. ala mini selalu berubah. Dalil kausalitas: alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak. Hafshah. Al-Quran yang ada sekarang telah berubah. Menghalalkan nikah mut’ah b. Muawiyah. Menyatakan bahwa Abu Bakar. namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat. Kalau alam ini ada dengan sendirinya. Ali bin Abi Thalib sebagai imam syi’ah c. pihak yang terbatas adalah baru. Hindun. seperti diam dan derak. Dalil perlawanan arad: dalil ini menyatakan bahwa ala mini tidak akan mungkin qasim karena didalamnya terdapat keadaan yang berlawanan. c. Jadi alam ini adalah baru dan ada batasnya dari segi bendanya. yang berarti ada sebab perubahan itu. Sesuatu yang ada batasnya adalah baru. Usman bin Affan. Benda. dan waktu selalu bertalian erat. Dalil terbatas dan tidak terbatas: alam ini terbatas. tentulah keadaannya tetap msatu. Menurut syi’ah.

KESIMPULAN . BAB V PENUTUP A.

Aliran-aliran Dalam Ilmu Kalam. Syahir. 2013. Cetakan Pertama. Akidah Akhlak Untuk MA kelas XI. Asih Sapinah Kurni(2006). D. F. http://hadisfile. Hadi. diakses pada tanggal 25 April 2015 pukul 03.blogspot.00 E.com. Rasyid. Aliran Ilmu Kalam.I. . Rizani. diakses pada tanggal 24 April 2015 pukul 20. Depok: CV ARYA DUTA C.com. . http://konsultasi-hukum-online. DAFTAR PUSTAKA B.00. 2014.