You are on page 1of 5

PERCOBAAN 4

PENGUKURAN LUAS AREA DENGAN METODE KOORDINAT TEGAK
LURUS

A. Tujuan

1. Mahasiswa mengerti cara pengukuran luas area dengan metode
koordinat tegak lurus

2. Mahasiswa mampu menggunakan alat-alat sederhana dan menerapkan
prinsip metode koordinat tegak lurus

3. Mengukur, menghitung dan menganalisa hasil pengukuran dilapangan.

B. Landasan Teori

C. Alat-alat

1. Yalon : 5 buah

2. Pen Ukur : 7 buah

3. Prisma : 1 buah

4. Pita Ukur (meteran) 30 m : 1 buah

5. Alat-alat tulis

6. Alat hitung

D. Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian kerja lapangan dan topi pelindung kepala
2. Dalam membawa jalon di arahkan ke posisi vertikal.

Buatlah garis lurus yang membelah segi enam pada lahan tersebut dan semua titik dapat ditarik garis tegak lurusnya terhadap garis bantu ini. Jumlahkan seluruh luas bangun datar yang terbentuk kemudian dikurangi dengan luas bangunan yang terdapat pada lahan. Gambar Kerja . Ukur panjang masing sisi bangunan. berarti yalon pada titik sudut telah tegak lurus dengan yalon yang berada pada garis bantu. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan 2. 4. Apabila pada prisma kedua yalon telah berada pada satu garis. yang memungkinkan dapat membentuk suatu bangun datar sehingga dapat dicari masing-masing luasnya. Langkah kerja 1. sehingga didapat luas lahan tersebut. lakukan hal yang sama pada titik sudut bangunan yang berada pada lahan 6. 4. Pusatkan perhatian pada pekerjaan E. F. 5. Hindarkan alat dari kemungkinan hilang. Ukur masing-masing garis yang terbentuk di lapangan. Tancapkan yalon pada 6 titik pada lahan sehingga terbentuk segi enam di lahan yang akan diukur luasnya 3. 3. 7. dan dicari luasnya 8. Tariklah garis tegak lurus dari masing-masing titik sudut dengan menggunakan prisma sebagai alat bantunya.

86 m H. AA’ 17. OE’ 3.84 m 10. A’Y 19.G. maka dapat diperoleh: . D’O 16. BY 5.2 m 2. Analisis Data Berdasarkan data percobaan.96 m 11. D’Y 18. 1. FF’ 2. Data Hasil Percobaan No Garis Panjang . OA’ 12.65 m 3. DD’ 9.4 m 12.91 m 5. F’O 1. CY 3m 7.32 m 9.95 m 8. EE’ 8.13 m 4.6 m 6.

13 m x 2.65 m = 2 = 1.65 m + 17.84 m + 9.95 m) x 2 = 229.91 m) x 2 = 115.91 m) x 2 = 120.32 m−3.875 m2 ' ' (F O+ OA ) -Luas IV = (FF’ + AA’) x 2 13.063 m2 E' D' -Luas III = (EE’ + DD’) x 2 (16.2 m) x 2 = 134.49 m2 ' OE x E ' E -Luas OEE’ = 2 .86 m = (17.96 m) = (8.53 m = (2. A’Y -Luas I = (AA’ + BY) x 2 19.28 m2 F ’O x F ’ F -Luas FF’O = 2 1.6 m = (3 m + 9.88 m2 D' Y -Luas II = (CY + D’D) x 2 18.2 m + 5.

Lampiran .875 m2 + 17.5 m2 + 134. 3. Kesimpulan dan Saran ..84 m = 2 = 17.88 m2 + 120.49 m2 – 16 m2 = 600.96 m x 8. Luas lahan = Luas I + Luas II + Luas III + Luas OEE’ + Luas IV – Luas FF’O – Luas Bangunan Luas lahan = 229.063 m2 + 115.1.5 m2 -Luas Bangunan = 4 m x 4 m = 16 m2 ..108 m2 I.28m2 . Pembahasan J. Kesimpulan Saran K.