You are on page 1of 7

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puja & puji syukur atas rahmat & ridho Allah SWT.karena
tanpa rahmat & ridho-Nya, kami tidak dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai
tepat waktu. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Suryadi,M.H. selaku
dosen pengampu “Qawa’id Fiqhiyah” yang membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah
ini. Kami juga mengucapkan kepada teman-teman kami yang selalu setia membantu kami dalam
hal mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini.
Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang “Pengertian Qawa’id Fiqhiyah Dan
Perbedaan Qawa’id Fiqhiyah Dengan Dhawabith Fiqhiyah Dan Nazhahir Fiqhiyah Dan Qaidah
Ushuliyyah”. Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami
ketahui. Maka dari itu kami mohon saran & kritik dari teman-teman maupun dosen demi
tercapainya makalah yang sempurna.

Ujung gading, 23 Februari 2017

Penulis

i

menurut Dr. An-Nahl 26) Sedangkan dalam tinjuan terminology kaidah punya beberapa arti. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 26 :[1] ª!$# OßguZ»uŠø^ç/ šÆÏiB ωÏã#uqs)ø9$# §y‚sù ãNÍköŽn=tã ß#ø)¡¡9$# `ÏB óOÎgÏ%öqsù Artinya: ”Allah akan menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya…” (Q. Pengertian qawa’id al-fiqhiyah Qawa’id Al-Fiqhiyah merupakan sebuah kata-kata terdiri dua rangkai lafadz Qawa’id dan lafaz al-Fiqhiyah (bisa dibaca fiqhiyah). Ahmad warson menembahkan bahwa. Bahwa kaidah itu bersifat menyeluruh yang meliputi bagian-bagiannya dalam artibisa diterapkan kepada juz’iyat-nya (bagian-bagiannya). kaidah bisa berarti al-asas (dasar atau pondasi). mengatakan bahwa kaidah itu adalah: “ Kaum yang bersifat universal (kulli) yang diakui oleh satuan-satuan hokum juz’I yang banyak”[3] Sedangkan menyoritas ulama ushul fiqih mendefenisikan kaidah dengan: “Hukum yang biasa berlaku yang bersesuaian dengan sebagian besar bagianya . al-Qanun (peraturan dan kaidah dasar). apabila dalam ilmu nahu disebut hubungan na’at denngan t Qawa’id Fikhiyah (kaidah-kaidah fikih) secara etimologi adalah dasar- dasar atau asas-asas yangbertalian denga masalah-masalah atau jenis-jenis fikih. al-Mabda’ (prinsip).S. Qawa’id merupakan bentuk jama’ dari lafaz kaidah yang menurut bahasa artinya dasar atau asas. Ahmad asy-Syafi’i dalam buku ushul fiqh Islami. Hubungan dari kedua lafaz ini. BAB II PEMBAHASAN A. dan al-nasaq (metode atau cara).

syarat dan hukum yang menghubungkan fiqih. Contoh nya larangan Allah terhadap orang yang makan harta anak yatim dengan cara zalim. an- Nisa). sedangkan ‫النظري‬ adalah hasil dari apa yang di angan-angankan tersebut. Sebagaiman firman-Nya QS. yang termasuk dalam golongan ini adalah Syekh Muhammad Abu Zahra sebagaimana yang di jelaskan dalam “Usul Fiqh”.Dhawabith Fiqhiyah Dhawabith Fiqhiyah (‫ )ضوا بط‬jamak dari kata dhabith ( ). 3. Akan tetapi sebagian ulama fuqaha kontemporer mengatakan: bahwa Nadhariyah ‘amah muradif (sinonim. yang menghimpun satu maudhu yang bisa di gunakan sebagai hukum untuk semua unsur yang ada. sehingga perumusan itu dapat mengganti furu’-furu’ yang ada dan sejenis dalam cangkupan kaidah itu. Nadhariyah fiqiyah ‫( النظرييية‬theory) berasal dari ‫ النظيير‬secara bahasa/ etimologi: mengangan- angan sesuatu dengan mata (ta’mulus syai’ bi al ain). an-Nisa: Sesunggahnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim secara zalim. Dengan kata lain. Atau Nadhariyah Fiqhiyah juga bisa didefinisikan dengan”Maudhu-maudhu fiqih atau maudhu yang memuat masalah-masalah fiqhiyah atau qadhiyah fiqhiyah”. Hakikatnya adalah “rukun. (QS. kaidah al-Fiqhiyah merupakan untaian dari hukum-hukum furu’ yang sejenis. Al-dhabith diambil dari kata dasar Adl-dlabith yang maknanya menurut bahasa berkisar pada : ‫الحفظ والحزم والقو ة والشد ة‬ . seperti halnya mengangan-angankanya akal yang mengatakan bahwa alam adalah sesuatu yang baru. seperti hukum niat dan hubuangan dengan perbuatan. sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Dari uraian itu nyata bahwa kaidah al-Fiqhiyan iyalah perumusan umum dari hukum-hukum furu’ yang banyak jumlahnya dan serupa. satu arti) dengan Qawaidh al Fiqhiyah. 2.

. Sedangkan bentuk jamak dari qa’idah adalah qawa’id. Sedangkan pengertian dhawabith fiqhiyah menurut istilah. maka hukumanya tidak sama dengan hukuman yang diancam kepada orang dewasa. Pemeliharaan. Rachmat Syafe’i.[4] Contoh : (seorang wanita tidak boleh melakukan shaum sunnah kecuali seizin suaminya atau suaminya dalam perjalanan ) As-Sayuthi berkata : “. Dan ada pula yang mengartikan dengan peraturan. dhabith ini ruang lingkupnya hanya betlaku dibidang fiqih jinayah. yang artinya patokan.Karena sesungguhnya qaidah menghimpun cabang-cabang dari berbagai bab yang berbeda-beda. atau dalil sebagai landasan. yang artinya pokok. dan hanya berlaku bagi anak-anak yang belum dewasa. kekuatan. Dr. 1PengertianKaidahUshuliyyah Qa’idah Ushuliyyah merupakan gabungan dari kata Qaidah dan ushuliyah. Qa’idah Ushuliyyah adalah pedoman untuk menggali dalil syara’. Jadi. Sebab kejahatan yang dia lakukan dengan sengaja. sedangkan dhabith menghimpun cabang- cabang dari satu bab saja”. Dr. pedoman dan titik tolak. sebagian ulama memberikan definisi-definisi yang berdekatan dan saling melengkapi serta menyempurnakan Dhabith al-fiqiyah memiliki ruang lingkup dan cakupan lebih sempit dari pada al-qawa’id al-fiqiyah. Muhammad Syabir (dalam Amin Darmah :2011) mendefinisikan sebagai:” ”Suatu perkara kulli (kaidah-kaidah umum) yang dengannya bisa sampai pada pengambilan kesimpulan hukum syar’iyyah al far’iyyah dari dalil-dalilnya yang terperinci”. harus dianggap suatu kesalahan oleh hakim bukan suatu kesengajaan. kalau diberikan hukuman maka hukumannya hanya bersifat pendidikan. maksudnya apabila anak yang belum dewasa melakukan kejahatan dengan sengaja. ikatan. kaidah dalam bahasa Arab ditulis dengan qaidah. adalah sebagai berikut: Kaidah : . kaidah ushuliyah disebut juga sebagai kaidah Istinbathiyah atau ada yang menyebut sebagai kaidah lughawiyah. dan penguatan. Adapun contoh-contoh qaidah ushuliyyah yang dipaparkan oleh prof.MA. (1) Sedangkan menurut Prof. Adapun ushuliyah berasal dari kata al- ashl.. yang bertitik tolak pada pengambilan dalil atau peraturan yang dijadikan metode dalam penggalian hukum. dasar.

Karena itu qaidah fiqhiyah disebut qa’idah ‘ammah. Contoh : Kaidah ‫المشقة تجلب التيسير‬ “Kesulitan itu menimbulkan adanya kemudahan” Kaidah tersebut dinamakan qa’idah fiqhiyah. Secara redaksional. Pembahasan nazhariyat fiqh tidak memerlukan pemikiran lebih lanjut. nazhariyah sama dengan dlawabith fiqhiyah 2. 3. atau kulliyah dan dhabith fiqh disebut qa’idah khashshah. karena hanya terbatas pada rukun transaksi (muamalah) dan dalam bab pinjaman atau pinjam meminjam. dari segi ini. Sedang dhawabith fiqhiyah ruang lingkupnya terbatas pada satu masalah dalam satu bab fikih. Kaidah tersebut dinamakan dhawabith fiqhiyyah. karena kaidah ini masuk pada semua bab fikih. perbedaan qawa’id fiqhiyah dan dhawabith fiqhiyah Dari uraian diatas dapat disimpulkan. bukan dhawabith fiqhiyah. tetapi kesemua masalah yang terdapat pada semua bab fikih. C. Sedangkan kaidah ‫ما جازت اجارته جازتاعارته‬ “Apa yang boleh menyewakannya. kaidah fiqh sangat singkat dan maknanya lebih umum dibandingkan dengan nazhariyah fiqhiyah. Kaidah : ‫إذا اجتمعت المقتضى والمنافع قدمت المنافع‬ Artinya : “Bila dalil yang menyuruh bergabung dengan dalil yang melarang maka didahulukan dalil yang melarang. Setiap kaidah fiqhiyah mencakup nazhariyat fiqhiyah dan tidak sebaliknya 4. karena qawa’id fiqhiyah tidak terbatas pada masalah dalam satu bab fikih.‫العبرة بعموم اللفظ ل بخصوص السبب‬ Artinya: “Yang dipandang dasar (titik talak) adalah petunjuk umum dasar lafazh bukan sebab khusus (latar belakang kejadian). . Sedangkan kaidah fiqh memerlukan pembahasan yang lebih detail. sedangkan nazhariyah fiqhiyah hanya mencakup bab fiqh tertentu. muamalah dan yang lainnya.Perbedaan Qa’idah Fiqhiyah dan Nadhariyah fiqhiyah adalah :[4] 1. maka boleh pula meminjamkannya. dalam masalah ibadah.”(3) B. Cakupan kaidah fiqh sangat luas. bahwa qawa’id fiqhiyah lebih umum dari dhawabih fiqhiyah.

Kaidah-kaidah ushuliyah disebut juga kaidah istinbathiyah atau kaidah lughawiyah. kemaslahatan hamba. akal. dan menerangkan bahwa tujuan menetapkan aturan-aturan ialah untuk memelihara agama. Disebut kaidah istimbathiyah karena kaidah-kaidah tersebut dipergunakan dalam rangka mengistinbathkan hukum-hukum syara’ dari dalil¬dalilnya yang terinci. D. Kaidah Ushuliyah. dan harta. setelah diadak an penelitian-penelitian yang bersumber dan kesusastraan arab. gaya bahasa. Dengan kaidah ushuliyah dapat difahami hukum-hukum yang telah diistinbathkan oleh para imam mujtahidin. Karena aturan-aturan syara’ itu tidak dimaksudkan kecuali untuk menerapkan materi hukumnya terhadap perbua tan dan ucapan manusia. Kaidah fiqh tidak mencakup rukun. susunan. dan dari maksud-maksud syara’ dalam meletakkan mukallaf di bawah beban dan dari memahamkan rahasia- rahasia tasri’ dan hikmah-hikmahnya. Disebut kaidah lughawiyah karena kaidah ini merupakan kaidah yang dipakai ulama berdasarkan makna. Rahasia tasyri’ adalah ilmu yang menerangkan bahwa syara’ memperhatikan pelaksanaan hukum bagi mukallaf. dan rujukan seorang mukallaf untuk mengetahui hukum syaria’t dalam ucapan dan perbuatanya. 7. dan tujuan ungkapan-ungkapan yang telah ditetapkan oleh para ahli bahasa arab.5. syarat. dan hukum. rujukan seorang mufti dalam fatwanya. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kaidah ushuliyah . sedangkan nazhariyah fiqhiyah tidak menetapkan hukum. Selain itu juga kaidah fiqhiyah digunakan untuk membatasi setiap mukallaf terhadap hal-hal yang diwajibkan ataupun yang diharamkan baginya. Nazhariyah fiqhiyah merupakan pengembangan dari kaidah. 6.. Kaidah fiqh menetapkan hukum dengan sendirinya. jiwa. keturunan. Kaidah-kaidah ushuliyah digunakan untuk memahami nash-nash syari’ah dan hukum-hukum yang terkandung dalam nash-nash tersebut. Sedangkan nazhariyat fiqhiyah tidak menetapkan hukum. Kaidah-kaidah fiqhiyah dijadikan rujukan (tempat kembali) seorang hakim dalam keputusannya.Perbedaan Qawaid Ushulliyyah dan Qawaid Fiqhiyyah: Perbedaan diantara keduanya menurut Ahmad Rajafi Sahran. (2011) adalah sebagi berikut: 1. 2. Kaidah Fiqhiyah Kaidah fiqhiyah adalah kaidah hukum yang bersifat kulliyah (bersifat umum) yang dipetik dari dalil-dalil kulli.

Abdul Hamid. CV. Namun kedua kaidah tersebut merupakan patokan dalam mengistinbathkan suatu hukum. Ilmu Ushul Fiqh. 2 [3] Ibid. ( Jakarta : Raja Grafindo Persada. 336-337 . 2009). ‫مبادى أولية في أصول الفقة‬. hal 2-3 1. [4] Jaih. Kaidah-Kaidah Fikih. Bandung. Pustaka Setia. 2010). Hakim. djazuli. Mubarok. 3. 2. cet ke-3. Kaidah Fiqh. dengan melihat kepada hikmah dan rahasia¬rahasia tasyri’. 1928. hal. dalam menetapkan hukun Islam .memuat pedoman penggalian hukum dari sumber aslinya baik Al-Quran maupun sunnah dengan menggunakan pendekatan secara kebahasaan. [1]A. Abdul Aziz. Sedangkan kaidah fiqhiyah merupakan petunjuk yang operasional dalam mengistinbathkan hukum Islam. 2009. Beni Ahmad Saebani. Qawa’id Fiqiyah. 2002 ) hal. satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dipisahkan. Jakarta: Sa’adiyah putra 3. (Jakarta: Kencana. 4 [4]Nashr farid Muhammad Washil. hal. (Jakarta: Amzah cet ke-2. karena keduanya saling membutuhkan.