BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT LAPORAN KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN FEBRUARI 2017
UNIVERSITAS PATTIMURA

ASMA BRONCHIALE EKSASERBASI AKUT
SERANGAN BERAT EPISODIK JARANG

Oleh:
Meinny Jean Lessy, S. Ked (2009-83-006)
Leberina Hendrayette Tunjanan, S. Ked(2009-83-044)

Pembimbing I:
Letkol Laut (K) dr. Hisnindarsyah, SE, M. Kes

Pembimbing II: Pembimbing III : Pembimbing IV:

dr. Murtia, Sp. A dr. Andhika Agus A dr. Irwansyah
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
1 AMBON
2017
BAB I
PENDAHULUAN

:
penyakit saluran pernapasan dengan
ciri-ciri saluran pernapasan → bersifat
hipersensitif /hiperaktif → bermacam-
macam rangsangan.

2
BAB II
LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien
Nama : An. LNB
TTL : 19 April 2014
Umur : 2 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Alamat : hative kecil RT 005/RW 05
Pekerjaan :-
Status pernikahan :-
Ruangan : Perawatan Anak

Tanggal MRS : 09 Februari 2017 pukul 01.00 WIT
3
B. Anamnesis
Keluhan Utama: Sesak
Keluhan yang menyertaI: Batuk Pilek 1 hari SMRS
Anamnesis Terpimpin [Alloanamnesis]:
 Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang dialami sejak ±
13 jam SMRS, Sesak dirasakan terus-menerus, menetap,
semakin lama semakin memberat dan tidak mengalami
perbaikan dengan istirahat, dan sesak disertai bunyi mengi.
Pasien tiba-tiba mulai sesak saat terkena udara dingin, dan
memberat pada malam sehingga tidurnya sampai terganggu.
Keluhan ini sudah dialami pertama kali sebelumnya mengalami
serangan pertama pada 2015 namun tidak seberat ini.

4
Lanjutan..

Keluhan yang menyertai batuk berlendir dan pilek yang
terjadi 1 hari sebelum pasien sesak. Lendir warna putih,
darah (-). Demam (-), menggigil (-), kejang (-), muntah (-).
Status neonatal: BCB/SMK [Bayi Cukup Bulan/Sesuai Masa
Kehamilan]. Status tumbuh kembang: dalam batas normal.
Status gizi: gizi buruk [Sesuai Z score yang dilampirkan pada
pemeriksaan fisik]. Status imunisasi: imunisasi dasar lengkap.

Riwayat penyakit dahulu: tidak ada

Riwayat keluarga : ada, saudara ibu pasien mempunyai
riwayat asma.
5
C. Pemeriksaan Fisik

180

75

36,5◦

Ada

6
IMT pasien berdasarkan grafik Z Score WHO dapat dilihat
bahwa tergolong dalam persentil -3 [gizi buruk]

7
8
9
D. Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium
Tidak
Radiologi
Dilakukan

Fungsi Paru

10
E. Diagnosis Kerja

 Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang, maka diagnosis kerja yang sesuai
dengan kondisi pasien adalah:

Asma Bronchiale Eksaserbasi Akut
Serangan Berat
Episode Jarang

11
F. Tatalaksana (UGD)

O2 NRM 10 LPM
IVFD RL 15tpm/mikro
Nebulizer combivent 2x 1 res
Inj. Dexamethason 3x 1mg

Inj. Aminophylin bolus pelan 75mg/3ml jika spo2 <90%

OBH syrup 3x1/2cth

12
2x1

13
14
15
 PROGNOSIS
 Quo ad vitam : bonam
 Quo ad Functionam : bonam
 Quo ad sanationam : bonam

16
DISKUSI

KASUS TEORI
Sesak saat udara dingin 13 jam SMRS KNAA: mengi berulang dan/atau batuk
persisten dengan karakteristik sebagai
berikut:

Memberat pada malam hari
timbul secara episodik, cenderung pada
malam hari/dini hari (nokturnal), musiman,
setelah aktivitas fisik,
Batuk berlendir dan pilek yang terjadi 1
hari sebelum pasien sesak.

serta terdapat riwayat asma atau atopik lain
Riwayat Atopi: Saudara ibu pasien pada pasien dan/atau keluarganya.

17
Klasifikasi Derajat Penyakit Asma

Parameter klinis, Episodik Episodik Asma Pada Pasien
kebutuhan obat, dan
jarang sering persisten
faal paru
Frekuensi < 1x /bulan >1x /bulan Sering <1x/bulan

Lama serangan < 1 minggu ≥ 1 minggu Hampir sepanjang <1 minggu
tahun, tidak ada remisi

Tanpa gejala
Di antara Serangan Tanpa gejala Sering ada gejala Siang dan malam
Tidur, aktivitas Tidak terganggu Sering terganggu Sangat terganggu Sangat Terganggu

Pemeriksaan fisik di Normal Mungkin terganggu Tidak pernah normal Mungkin Terganggu
luar serangan

Obat Pengendali (Anti Tidak perlu Non steroid/steroid Steroid hirupan/ oral Non
Inflamsi) hirup dosis rendah Steroid/steroid
hirup dosis rendah
Uji faal paru (diluar PEV/ FEV1 > 80% PEV/ FEV1 60-80% PEV/ FEV1 < 60%,
-
serangan) variabilitas 20-30%
Variabilitas faal paru Variabilitas > 15% Variabilitas > 30% Variabilitas > 50 % -
(saat serangan)

18 Tabel Klasifiksi Derajat Penyakit Asma Berdasarkan Konsensus Nasional Asma Anak (KNAA)
Penilaian derajat serangan asma anak
Berdasarkan Pedoman Nasional Asma Anak 2015

Pada Kasus

Berhenti Makan

Kata-kata
Lebih suka
duduk
Iritabble
Tidak ada
Sangat Nyaring,

Berat
Ya

19
Dalam, Napas
Cuping Hidung
Meningkat
75 x/menit

Takikardi
180x/menit

Tidak ada

20
Tidak dilakukan

< 90% yaitu 88%
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Derajat Serangan pada pasien ini
termasuk
ASMA dengan Derajat Serangan Berat
Episode Jarang

21
Diagnosis

Anamnesa

Pemeriksaan
Pemeriksaan
Fisik Penunjang

Sesak disertai bunyi
mengi Laboratorium Foto Tes fungsi
Nafas Cuping
Memberat pada malam Hidung
rontgen paru
hari thoraks
Retraksi Dinding
Sulit makan Dada (Otot Bantu
Napas)
Tidak Tidak Tidak
Riwayat serangan Asma:
Wheezing +/+ ; dilakukan dilakukan dilakukan
+ 2015
Rhonki +/+
Riwayat Atopi: Saudara
Kandung Ibu Pasien

22
KASUS TEORI

Pemberian 02 10 lpm NRM Pemberian oksigen

IVFD NaCl gtt 15 tpm (makro) Kortikosteroid intravena diberikan
secara bolus tiap 6-8 jam, dosis 0,5-1
mg/kgBB/hari.
Inj. Methylprednisolone 30 mg IV bolus
(Kortikosteroid)
Nebulisasi b-agonis + antikolinergik
Nebulizer combivent + Nacl 2 cc tiap dengan Oksigen
2 jam

Inj. Aminophylin 3cc dlm D5% 20cc
dalam 20 menit pelan. Aminofilin diberikan secara intravena

23
Selain terapi medikamentosa pada pasien asma dapat
pula dilakukan terapi adjuvan HBOT

ditandai oleh peradangan
Asma dan penyakit paru penyakit paru-paru
lokal sistemik dan kronis
obstruktif kronik (PPOK) inflamasi
dan stres oksidatif

Tingginya tingkat 02
yang tersedia dengan
setiap penekanan ↓ kortikosteroid ↑ kadar ROS
mengurangi proses
inflamasi

untuk
untuk penderita
menyembuhkan
alergi dan asma
dirinya sendiri
Terapi
Hiperbarik

Asma

kadar IgE
↓pembengkakan
[antibodi yang
menengahi respon
imun untuk alergi]
↓peradangan ↓hipoksia dapat ↓

↓ besarnya
respon alergi

25
Prognosis

namun 10-20%
Prognosis pada kasus mengalami
ini adalah 70% tetap kekambuhan dalam
baik, waktu 10 hari.

Cepatnya
prognosis penanganan terhadap
buruk serangan Asma itu
sendiri

26
Terima Kasih


27