You are on page 1of 12

PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA

SETELAH INTERVENSI PELAYANAN HOME CARE

Parellangi, Hartiah Haroen, Lia Meilianingsih
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung

Abstrak. Penyakit stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab
kematian nomor tiga setelah penyakit jantung koroner dan penyakit kanker.
Kemandirian keluarga sangat dibutuhkan untuk merawat anggota keluarga pasca
stroke. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pelayanan home care terhadap
tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga pasca stroke di Kota
Samarinda. Desain penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan
rancangan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. Jumlah
sampel sebanyak 60 responden dengan menggunakan teknik consecutive sampling,
30 responden kelompok perlakuan dan 30 responden kelompok kontrol. Intervensi
pelayanan home care dilaksanakan selama 7 hari. Uji pengaruh intervensi pelayanan
home care terhadap tingkat kemandirian keluarga menggunakan Mann Whitney U-
Test. Hasil penelitian intervensi pelayanan home care berpengaruh secara bermakna
terhadap tingkat kemandirian keluarga didapatkan nilai p < 0,05. Simpulan, terdapat
pengaruh yang bermakna pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluarga
dalam merawat anggota keluarga pasca stroke.

Abstract. Stroke is number one cause of disability and third cause of death after
coronary heart attack and cancer. Family independence is needed in care giving of
post-stroke patients. This study is aim to describe the effect of home care service to
family independence in care giving of their post-stroke family member in Samarinda
city. Study design used in this study is quasi experiment with Non Randomized Control
Group Pretest and Posttest Design (Non Equivalent Control Group). The number of
respondents in this study was 60 people, included with consecutive sampling. Both
intervention and control group consist of 30 respondents. Intervention of home care
service was done for 7 days. Mann Whitney U-test was used to test family
independence before and after the intervention. Results of there was a significant effect

2000). kebutuhan psikologis. of family independence before and after home care with p value of p < 0. kebu-tuhan sosial dan kebutuhan spiritual. sehingga akan ber-dampak pada aktivitas hidup sehari-hari dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti kebutuhan fisiologi. serta ba-gaimana cara meningkatkan gaya hidup seperti diit. Keywords: Home Care service. there is a significant effect of home care service toward the level of family independence. melaporkan bahwa rehabilitasi pasca stroke membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga dibutuhkan kolaborasi antara perawat dan keluarga. gangguan per-sepsi. keluarga sangat membu-tuhkan informasi seperti pendidikan kesehatan tentang pencegahan stroke berulang. Semen-tara penelitian lainnya oleh Ostwald. Li & Fong (2004) melaporkan bahwa family care giver pada pasien pasca stroke dapat meningkatkan kemam-puan melakukan aktivitas hidup sehari-hari secara mandiri dan men-jadi lebih baik dengan dukungan dan sosial support dari keluarga yang akan meningkatkan status kesehatan psiko-sosial pasien pasca stroke. stroke patients Pendahuluan Stroke merupakan salah satu penyakit pembuluh darah otak yang menun-jukkan beberapa kelainan otak baik secara fung-sional maupun struktural (Doenges. Se-hingga pasien pasca stroke dapat meningkat kualitas hidupnya. Stroke termasuk penyebab keca-catan nomor 1 (satu) dan penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah penyakit jantung koroner dan penyakit kanker sehingga penyakit stroke telah menjadi masalah kese-hatan yang mendunia dan semakin penting (Feigin (2009). Pene- litian ini menekankan adanya kebu-tuhan akan kesinambungan asuhan keperawatan dengan integrasi home care sebagai komponen penting dalam sistem jaringan Rumah Sakit dengan komunitas. 2002). Kelley & Godwin (2008). latihan dan manajemen stress. sehingga peran keluarga sangat dibutuhkan untuk merawat anggota keluarga pasca stroke (Smeltzer & Bare. In conclusion. klien dengan kondisi . Clinton. kehi-langan komunikasi atau kesulitan berbicara (disatria). melalui layanan home care. Penelitian sebelumnya yang dilaku-kan oleh Sit. Wong. Pasien stroke pasca rawat inap rumah sakit masih mengalami gejala sisa seperti kehi-langan motorik (hemiplegi/ hemi-parese) atau pasien yang pulang dengan keadaan bedrest total.05. kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologik. Family independence. Hearsch.

Pene-litian ini dilaksa- nakan di Kota Samarinda selama 3 bulan dari tanggal 04 Maret 2012 sampai 07 Mei 2012. hasil ukur Keluarga Mandiri II: Jumlah/Skornya 5-7. hasil ukur Keluarga Mandiri III: Jumlah/Skornya 8-10. Teknik pengam-bilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling ditentukan dengan rumus estimasi proporsi didapatkan 30 res-ponden kelompok perlakuan dan 30 resonden kelompok kontrol. ke-mudian dilakukan pengukuran akhir (post test) dengan menggunakan instrumen yang sama sedangkan pada kelompok kontrol dengan pengukuran awal (pre test). diberikan pelayanan home care tanpa pendekatan asuhan keperawatan keluarga. kemudian dila-kukan peng-ukuran akhir (post test) dengan meng-gunakan instrumen yang sama. Alat yang digunakan dalam pene-litian ini adalah kuesioner untuk mengukur pengetahuan keluarga mengenal masa-lah anggota keluarga pasca stroke dengan skala ordinal. Metode Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. kemudian dilakukan intervensi pelayanan home care dengan pen-dekatan asuhan keperawatan keluar-ga. . hasil ukur Keluarga Mandiri I: Jumlah/skornya 1-4 dan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ke-luarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah anggota ke-luarga pasca stroke dengan skala or-dinal. Dengan melakukan penelitian ini di-harapkan dapat diketahui pengaruh intervensi home care terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga stroke. sedangkan uji rea-libilitas dengan menggunakan KR 21 (Kuder Richardson). Cara pengukuran data responden pada kelompok penelitian yaitu kelompok per-lakuan dengan pengukuran awal (pre test).pasca akut dan disable atau dengan kondisi pe-nyakit kronis tidak lagi perlu menjalani hospitalisasi sehingga pasien dan keluarga diberdayakan untuk turut ambil bagian dalam upaya proses pe-mulihan ataupun melakukan upaya-upaya prevensi sekunder dan tersier. Uji instrument dilakukan uji validitas dengan uji “Korelasi Spearman Rank”. dilaksanakan selama tujuh hari. ban-tuan yang diberikan oleh perawat home care sesuai dengan porsi dan kebutuhan. serta lembar observasi untuk mengukur kemam- puan keluarga melaksanakan perawat-an se-derhana pada anggota keluarga stroke dengan skala ordinal.

median skor 4 dengan SD 0. Karakteristik responden pada kedua kelompok penelitian antara lain hampir setengah dari responden ber-usia 41-50 tahun baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. penghasilan rata-rata per bulan lebih dari setengah responden antara Rp 900. hampir semua responden berjenis kelamin perem-puan baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol .Rp 1. jenis kelamin. Hasil Subjek yang dilibatkan dalam pene-litian ini sebanyak 60 responden yang dibagi dalam dua kelompok penelitian yaitu 30 responden pada kelompok kontrol dan 30 responden pada kelompok perlakuan. maximun skor 10. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif untuk melihat gam-baran distribusi responden menurut usia. dan hubungan dengan pasien.00 baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol (Tabel 1). sehingga terlihat bahwa terdapat perbe-daan bermakna skor kemandirian ke-luarga sebelum dan setelah intervensi pelayanan home care pada kelompok perlakuan (Tabel 2. status pernikahan.556. Mann Whitney U-Test dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelayanan home care terhadap tingkat keman-dirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan pasca stroke. Skor Kemandirian sebelum inter-vensi pelayanan home care didapat nilai minimun skor 2. hubungan dengan pasien lebih dari setengah responden sebagai istri baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. penghasilan perbulan.785 dan setelah intervensi pelayanan home care didapat nilai minimun skor 8.000. pendidikan. status pernikahan lebih dari setengah responden sudah menikah baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. maximun skor 5. median skor 9 dengan SD 0.000.00 .500. jenis kelamin. tingkat pendidikan setengah dari res-ponden tingkat pendidikannya SMP baik pada kelompok perlakuan maupun pada kelompok kontrol. Gambar 1) Tabel 1.

7 Tidak Menikah 9 30 7 23.7 1 3.3 20 66.556 .3 29 96.00 8 10 0.3 Status Pernikahan : Menikah 21 70 23 76.00 Tabel 2.Rp 1.7 Rp 1.00 22 73.3 15 50 SMA 12 40 14 46.000.785 Setelah 9.3 41-50 12 40.7 DIII 2 6.00 2 5 0.7 51-60 4 13.7 13 43.000.7 Pendidikan : SMP 16 53.500.1 14 46.3 Penghasilan rata-rata per bulan : < Rp 900.00-Rp 4 13.3 Rp 900.000.00 4 13.000. Skor Kemandirian Keluarga Sebelum dan Setelah Intervensi Pelayanan Home Care pada Kelompok Perlakuan Waktu Median Minimun Maximun SD Sebelum 4.0 2.3 Hubungan dengan pasien : Istri 16 53.3 Perempuan 28 93.00.000.500.3 7 23.3 7 23.500.3 17 56.3 6 20 31-40 7 23.7 1 3.3 3 10 Jenis Kelamin : Laki-laki 2 6. Kelompok Karakteristik Perlakuan Kontrol Frekuensi (%) Frekuensi (%) Usia ( tahun) : 21-30 7 23.3 3 10.7 Anak 14 46.

. Keadaan tersebut terlihat jelas pada gambar 4. 12 10 8 Skor Kemandirian 6 Sebelum Sesudah 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930 Gambar 1.898.00 2 5 0. Waktu Median Minimun Maximun SD Sebelum 4. median skor 4 dengan SD 0. maximun skor 5. Gambar 2). sehingga terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna skor keman-dirian keluarga sebelum dan setelah pada kelompok kontrol. Skor Kemandirian Keluarga Sebelum dan Setelah Intervensi Pelayanan Home Care pada Kelompok Perlakuan Tabel 3. sebelum dan sesudah jarak antara garis biru dan merah saling berhimpitan bahkan saling timpang tindih menandakan tidak terjadi pe-ningkatan skor kemandirian keluarga (Tabel 3.898 6 4 Skor Kemandirian 2 Sebelum Setelah 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930 Responden Gambar 2 Skor Kemandirian Sebelum dan Setelah pada Kelompok Kontrol Skor Kemandirian sebelum dan sete-lah didapat nilai skor yang sama yaitu minimun skor 2.898 Sesudah 4. Skor Kemandirian Keluarga Sebelum dan Setelah pada Kelompok Kontrol.2.00 2 5 0.

Dalam mewujudkan kemandirian keluarga melalui pelayanan home care sangat diperlukan peran perawat. keramas.000 (p<0. Pengaruh pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga de-ngan pasca stroke dari hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan nilai p=0. Pembahasan Karakteristik responden berdasarkan usia. hal ini dikemukakan oleh Rice (2001). Pada penelitian ini ditemukan pasien stroke pasca perawatan rumah sakit. pendidikan. terjadi proses alih peran dari perawat kepada klien dan keluarga (sasaran). Tingkat Kemandirian Keluarga se-belum dan setelah intervensi pela-yanan home care pada kelompok perlakuan dari hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan nilai p = 0. (1980) dan Serwen. hal ini dikemukakan oleh Warhola.000 (p < 0. keadaan masih bedrest total. dan hubungan dengan pasien pasca stroke.05) maka Ho ditolak. dan diharapkan secara bertahap dapat mencapai kemandirian klien beserta keluarga sasaran dalam menyelesai-kan masalah kesehatannya. psikologis. sosial dan spiritual di tempat tinggal mereka dengan tujuan untuk memandirikan individu dan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya. kesulitan berbicara (disatria). yaitu kehilangan fungsi motorik (hemi- parese). . makan. jenis kelamin. status pernikahan. penghasilan perbulan. yang artinya Intervensi pelayanan home care ber-pengaruh secara bermakna terhadap kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Pasca Stroke. sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar se-perti mandi. Ke-mandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dapat diwujudkan dengan pemberian pela-yanan home care. bahwa Perawat yang melakukan pela-yanan keperawatan di rumah (home care) mempunyai peran untuk meningkatkan kemampuan keluarga untuk mencegah penyakit dan peme- liharaan kesehatan sehinga pene-rapan proses keperawatan di rumah. (1991) dalam Sumijatun. yang artinya intervensi pelayanan home care berpe-ngaruh secara ber-makna terhadap kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan pasca stroke. semuanya masih mempunyai gejala sisa.05) maka Ho ditolak. dkk (2006) bahwa Pelayanan home care merupakan komponen dari rentang pelayanan kesehatan yang komprehensif yaitu bio. Hal ini didukung oleh beberapa teori dan penelitan sebelumnya.

latihan dan manajemen stress. Hearsch. psiko. bahwa perlu ada-nya dukungan emosional dan bantuan fisik pada keluarga yang menjadi care giver dalam merawat pasien stroke tertama pada tahun pertama. perlu diperhatikan manusia secara menyeluruh yaitu bio. dalam hal pemulihan kesehatan atau rehabilitasi pasien pasca stroke. Perawat dalam melakukan pela-yanan home care selain memberikan pendidikan kesehatan tentang stroke dan mengajarkan keterampilan pera-watan dasar pasca stroke. Kelley & Godwin (2008) bahwa rehabilitasi pasca stroke membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga dibutuhkan kola-borasi antara perawat dan keluarga. Bahwa dalam proses penyembuhan atau pemu-lihan pasien. Hal ini sesuai penelitian steinner et al (2008). sehingga peran keluarga sangat dibutuhkan untuk pemulihan atau rehabilitasi pasien pasca stroke dan keluarga sangat membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar teersebut dari tenaga kesehatan ter-utama perawat yang melakukan pelayanan home care Hal ini di dukung penelitian dari Ostwald. buang air besar. buang air kecil. (2005). Perlunya dikem-bangkan contuinity of care pasien pasca stroke dari rumah sakit ke komunitas melalui kerjasama dengan pihak Puskesmas di wilayah tempat pasien berada. Keluarga sangat membutuhkan infor-masi seperti pendidikan kesehatan tentang pence-gahan stroke berulang. serta cara meningkatkan gaya hidup seperti diit. et al. di Indonesia pelayanan home care masih dipandang sebagai suatu alternatif pelayanan kesehatan / keperawatan. maka di sarankan untuk peneliti selanjutnaya untuk meneliti yang berkaitan dengan tata kelola pelayanan home care sehingga hasil penelitiannya bisa memberikan ma- sukan kepada pengambil kebijakan yaitu Pemerintah. sehingga pasien pasca stroke dapat meningkat kualitas hidupnya. sosial kultural. dan mobilisasi. Simpulan dan Saran Simpulan yaitu terdapat pengaruh yang bermakna pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluar-ga dalam merawat anggota keluarga dengan pasca stroke. dan spiritual. Saran yaitu perkembangan pelayann home care di Indonesia tidak seperti di luar negeri misalnya negara Australia dan Amerika.Pelayanan home care . perlu juga memberikan dukungan atau support pada keluarga.minum. Hal ini juga di tekankan Dossey.

Daftar Pustaka Arikunto. J. Jakarta : Salemba Medika. K. Synopsis psy-chiatric.. Guzzetta. Bivariat. Jam 19. Caplan. Dempsey. M. dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS.yang sudah ada. (2005). Jakarta: Jurusan Biostatistik dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (tidak dipublikasikan). Penelitian Kese-hatan.. dimodifikasi dengan pe-laksanaan perawatan kesehatan ma- syarakat (perkesmas) sehingga dapat memandirikan keluarga dengan biaya minimal.A. A Handbook For Practice. N. (1992). Fourth Edition. (2002). Effendi. Douglas. (2000). I) Edisi 4. Upah Minimun Provinsi 2012. Philadelphia: Mosby Dahlan. Jakarta : EGC. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan : Des-kriptif. Jakarta: Rhineka Cipta.D. Riset Keperawatan: Sejarah dan metodelogi. (1996). Philadelphia. Holistic Nursing . Jakarta : EGC Darma. Buku Pertama. & Demppsey. S. The efective nurse leader and manager (4th Ed).00 Wib. (2006). (2010). Jakarta: EGC. P. Besar dan Metode Sampel pada Penelitiam Kese-hatan. Riset Keperawatan : Buku ajar dan latihan ( Alih bahasa oleh Budi. St. C. Diakses tanggal 19 Mei 2012. (2001). Bandung: Refika Aditama. http://www. H.A. I. (1998). Davis Company. Cresia. (2011).com/main/ gaji/Gaji-Minimum/ump-2012. (2011).E. . Guidelines for Planning and Documenting Patient Care. S.gajimu. B. New York: William & Wilkins. L.L & Parker.K. Doenges. (2003). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. S. L. E & Rika. F. (2012).Louis: Mosby Year Book. Metodologi Pene-litian Keperawatan.. Ariawan.I. Dasar-Dasar Kepe-rawatan Kesehatan Masyarakat. Con-ceptual foundation : The bridge to professional nursing practice. Canada: Jones and Bartlett Pulishers.M. A. Dossey. Jakarta : TIM Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Nursing Care Plants. Keegan. 3rd ed. M.M. (1998). Budiman. Danim.

(2005).23914. Ross.R. Stroke . (2005). Journal Of American Heart Association. Jakarta : Rineka Cipta. M.(2010).H. Hearsch. Diakses tanggal 28 Desember 2011. F. Jam 12.nih. Nursalam. doi: 10. 2514-2522.Feigin. Evidence-Based Educational Guidelines for Stroke Survivors After Discharge Home.pdf. G. Appraisal. L. & Thompson.. Metodologi Peneli-tian Kesehatan. V. E.0000181755.bmj. I & Yoakim.00 Wib. Brigstocke.. Friedman. http://www. Jurnal Keperawatan Indonesia. Polit D. Diunduh 15 Mei 2012. Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset..J. (2002). G. C. Machfoedz.full.53 atau http://stroke. Jam 12. (1).STR.pdf+html. Natoatmodjo. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Jakarta: EGC Johnson J. Nurachmah. 173-191. Tesis dan Instrumen Penelitian Kepera-watan. Teori & Praktik (Alih bahasa oleh Debora. Supporting Family Caregivers in Stroke Care : A Review of the Evidence for Problem Solving . G. (2006). Mulyatsih E & Ahmad A (2010). Jakarta : Salemba Medika. Determinants of Caregiving Burden and Quality of Life in Caregivers of Stroke. Tesis.F & Beck C. Nursing Research Methods.com/content/11/3/85.gov/ pmc/articles/PMC2743441/pdf/nihms-107369. 339-346. Jakarta: FK Universitas Indonesia.. (2010). Donaldson.13 Wib. (2008). V. McCullagh. Skripsi. Journal Of The American Hearth Assciation. Petunjuk Perawatan Pasien Pasca Stroke di Rumah.T. Kebi-danan. Yogyakarta: Fitramaya. E. & Kalra. .M. & Godwin.ahajournals. Kelley.. 40 (1). Konsep dan Pene-rapan Metodologi Penelitian Ilmu Ke-perawatan : Pedoman Skripsi. Journal Neurosci Nurs.. A) Edisi 5. Vicky. Stroke.M. (2008). (2009). Temple J. (2005).1161/ 01.K. Kedokteran disertai contoh KTI. M). Panduan Bergambar tentang Pencegahan dan Pemulihan Stroke ( Alih bahasa oleh Udumbara.org/content/36/10/2181. N. M. Jakarta : EGC Lui.ncbi. K.. How nurse express their caring behavior to patients with specialis needs.. D. Bowden.S & Carr T. Ostwald. Prosedur Perawatan di rumah Pedoman untuk Perawat (Alih bahasa oleh Ester. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer. S. Keperawatan. Elaine.B). (2001). 2181-2186.nlm.full. and Utilizationa (6th Ed.. http:// ebn.). Metodologi Pene-litian : Kuantitatif & Kualitatif Bidang Kesehatan.Y. diperoleh tanggal 27 Januari 2012.

S.. Suatu Proses dan Praktek untuk Peningkatan Kesehatan (Tim Penterjemah: Cahyaningsih. J. Li.K. Jam 11. (2006). H. M.. Mulyana. Konsep Dasar Keperawatan Komu-nitas. Drahuschak. Steiner.00 Wib.nlm.P.. R.Y). Karnaen.gov/pubmed/15361155..ncbi.nih. T. R. J. Stroke care in the home : the impact of social support on the general health of family caregivers. Perilaku Orga-nisasi: Konsep.H. & Lancaster. N. (2011). Statistika untuk Penelitian. N. Journal Neurosci Nurs.ncbi. S.. Adam. (2008).nlm.nih.. & Fong. S. S.. T. Sumijatun.gov/pubmed/18330410.. diakses tanggal 28 Desember 2011.. T.W.. Perawatan Kesehatan Masyarakat.. B. Kontroversi. Stanhope. H. Wong.. Clinton.G. Buchman. and Health of Caregivers of Stroke Survivors. Rice. (2002). Jakarta: EGC. Ltd dan PT. USA: Mosby Company St. M. V. Louis Sugiyono. A & Kuncara. . (2004). Payapo... http://www. M. L.. S. Diunduh Tanggal 24 Mei 2012... Home Health Nursing Practice.Robbins. Nofziger. & Nargis). 40 (1). & Szirony. 48-54 http://www. J. Supartini.. Prenhelindo.. (2001). (2000).S. Bandung: Alfabeta. Versi Bahasa Indonesia. Maruhawa. Berthy. Bare. E. Emotional Support. Jam 10. Smeltzer..15 Wib. Sit. (1989). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart ( Alih bahasa oleh Hartono.W. E. Aplikasi (Edisi Ke 8). L. California Addison-Wesley Pub Co. Jakarta: Pearson Education Pte.P. D. Physical Help.Y.. Jakarta : EGC. Journal Of Clinical nursing.A. Pierce.M . Sumartini. Suliswati.C. Concept and Application.