LAPORAN PENDAHULUAN

“BAYI BARU LAHIR”
untuk memenuhi tugas Profesi Ners di Departemen Maternitas Puskesmas Kepanjen

Oleh:

Yodha Pranata
Nim. 125070201131009
KELOMPOK 13B

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

Hipotermi dan kehilangan panas yang berlebihan merupakan kejadian yang membahayakan. D. Pada saat lahir. kemoreseptor di aorta berespon terhadap penurunan PO2 (dari 80 mmHg ke 15 mmHg). Respirasi Perubahan yang penting pada neonatus adalah respirasi. jantung dan liver. menangis menyebabkan pengembalian aliran darah melalui foramen ovale dan menyebabkan cyanosis. Peningkatan aliran darah yang kembali kesisi kiri jantung meningkatkan tekanan atrium kiri. peningkatan CO2 (dari 40 mmHg ke 70 mmHg) dan penurunan pH arteri. Nafas pertama bersifat dangkal dan tidak teratur ± 30-60 x/menit disertai periode apnea pendek (<15”).Nafas yang pertama merupakan reflek dari perubahan tekanan. ..L. 3. Termoregulasi adalah upaya mempertahankan keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas. 1995). serta didalam pintu masuk dada. paru-paru berisi ± 20 cc/KgBB. arteri dan vena umbilical serta duktus venosus menutup cepat dan menjadi ligament. Termogenesis pada bayi dipenuhi oleh brown fat dan meningkatkan aktifitas metabolisme otak. tetapi kemampuan tersebut baru dimiliki setelah usia 3 minggu. foramen ovale. 2.Bayi baru lahir lebih menyukai bernafas melalui hidung.( Mary Hamilton. Bayi bersifat homeothemic yang artinya berusaha menstabilkan suhu badan internal dalam rentang yang pendek. Brown fat terletak pada antara kedua scapula dan axila.L.Disisi lain. Perubahan tekanan ini menyebabkan penutupan foramen ovale. perubahan suhu. Dengan pematangan tali pusat. duktus arteriosus menutup kemudian duktus tersebut menjadi ligament. lahir biasanya dengan umur gestasi 38 minggu sampai 42 minggu ( Wong. Periode neonatal atau neonatus adalah bulan pertama kehidupan. suara dan sensasi fisik pada saat kelahiran dengan permukaan yang relative kasar. Depresi pernafasan tersebut terjadi karena terputusnya tali pusat. Selama periode neonatal bayi mengalami pertumbuhan dan perubahan yang amat manakjubkan.. Saat mengalami pembuntuan. cairan tersebut digantikan dengan udara. duktus arteriosus dan duktus venosus menutup. ETIOLOGI 1. 2010) Bayi baru lahir (neonatus) adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. sekitar ginjal dan vertebra. cairan tersebut dikeluarkan melalui trakea dan paru-paru. Arteri dan vena umbilical serta arteri hepatica menjadi ligament. reflek yang digunakan adalah membuka mulut. Lemak tersebut mengandung banyak pembuluh darah dan saraf daripada lemak biasa.D.Dengan kelahiran pervaginam.Tekanan arteri pulmonal menurun menyebabkan penurunan tekanan artrium kanan.Pada saat intarauterin. BAYI BARU LAHIR A. Sirkulasi System sirkulasi mengalami perubahan saat lahir. B. oleh karena itu bayi mudah mengalami cyanosis jika mengalami obstruksi hidung. Termoregulasi Pengendalian panas adalah cara kedua untuk menstabilkan fungsi pernafasan dan sirkulasi bayi.Selama beberapa hari. DEFINISI Bayi baru lahir adalah bayi yang pada usia kehamilan 37-42 minggu dan beraat badan 2500 – 4000 gram (Vivian N. Saat level PO2 arteri mendekati 50 mmHg. 2003) Neonatus merupakan masa bayi baru lahir sampai usia 28 hari (wewenang maternitas adalah 0-40 hari).

adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat tempat yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. tetapi merupakan HbF yaitu Hb yang usianya lebih pendek dari orang dewasa (40-90 hari). Kehilangan panas terjadi karena menguapnya cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi setelah lahir karena bayi tidak langsung dikeringkan atau terjadi setelah bayi dimandikan. sekresi saluran pencernaan.Dalam hari-hari pertama berat badan akan turun oleh karena pengeluaran (meconium. tempat tidur atau timbangan yang dingin cepat mengalami kehilangan panas tubuh melalui konduksi. adalah cara kehilangan panas utama pada tubuh bayi. mencerna dan mengolah serta menyerap protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak sederhana. bayi akan membuat Hb yang baru. urine.Cairan yang diberikan pada hari 1 sebanyak 60 ml/kg BB setiap hari ditambah sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna makanan masih terbatas. juga hubungan antara osephagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan gumoh pada bayi baru lahir dan bayi muda. Benda yang lebih dingin tersebut tidak bersentuhan langsung dengan panas bayi. Setelah lahir ada sedikit mucus yang tersisa dimulut bayi. Bayi yang hidrasinya baik. misal bayi yang diletakkan diatas meja. Urin berwarna kuning. Faeces pertama bayi adalah hitam kehijauan.Saat lahir biasanya bayi akan BAK sedikit dan kemudian tidak BAK selam 12-24 jam. sehingga akan mengalami stres dengan adanya perubahan-perubahan lingkungan. adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Simpanan Fe dapat dipertahankan sampai usia 5 bulan. Hematologi Hb bayi lebih banyak dari orang dewasa yaitu 14. Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuh mereka. Urin akan dikeluarkan kedalam cairan amnion. Sistem Renal Pada usia khamilan empat bulan. Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir menurut Depkes (2000) dapat melalui: a. Konveksi. 5. Faeces ini mengandung sejumlah cairan amnion. Evaporasi. 6. Kapasitas lambung sendiri sangat terbatas kurang dari 30 cc. merah muda. empedu. aliran udara atau penyejuk ruangan. keringat) dan masuknya cairan belum mencukupi.5-22. Fungsi renal seperti orang dewasa baru bisa dipenuhi saat bayi berusia 2 bulan. verniks. bayi yang dilahirkan diruangan yang dingin cepat mengaami kehilangan panas. Gastrointestinal Bayi aterm sudah bisa menelan. ginjal bayi sudah terbentuk dan sudah bisa memproduksi urine. Pengeluaran ini akan berlangsung sampai hari ke 2-3. Kehilangan panas terjadi jika ada tiupan kipas angin. mukosa mulutnya basah. adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara disekitar yang relatif dingin (25oC atau kurang). Dengan simpanan Fe selama dalam kandungan. pada hari ke 4-5 warna tinja menjadi coklat kehijauan. bayi akan kehilangan panas melalui cara ini. b.5 g/dl. berjumlah 15-60 cc/KgBB. dan zat sisa dari jaringan tubuh. d. c. 4. Konduksi. Turunnya berat . kemudian akan BAK 6-10 x/menit. tidak berbau. Radiasi. substansi yang kental disebut mekonium.

Liver dapat diraba pada bayi baru lahir 1 cm dibawah costa kanan karena liver memenuhi ± 40 % kavitas abdomen. Sistem Reproduksi Perempuan :  Ovarium sudah berisi ribuan sel-sel primitive (folikel primordial).Kepala mempunyai panjang ¼ dari panjang badan bayi. Membersihkan jalan nafas. baru terjadi saat pubertas. Apabila bayi tidak langsung menangis. badan tidak lebih dari 10%. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : a.  Labia mayor dan minor sudah menutupi vestibulum. menutupi bayi saat lahir. selain itu ada sejumlah bilirubin yang diserap kembali dari usus halus. bisa sembuh sendiri. Letakkkan bayi pada posisi telentang ditempat yang keras dan hangat. bayi dilindungi oleh imunitas pasif dari ibu. fungsinya masih belum jelas. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.Selam tiga bulan pertama. 11. PENATALAKSANAAN BAYI BARU LAHIR Menurut Prawirohardjo (2005) tujuan utama perawatan bayi baru lahir adalah : 1.  Peningkatan estrogen selama kehamilan didikuti dengan penurunan yang tiba- tiba saat kelahiran menyebabkan terjadinya pengeluaran darah atau mucus dari vagina disebut pseudomenstruasi.  Genetalia eksterna edema dan hiperpigmentasi. rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril.  Sering terjadi hidriceles yaitu akumulasi cairan disekitar testis. 8. 9. C. Sistem integument Vernix caseosa. Berat badan akan naik lagi pada hari ke 4 sampai hari ke 10. Dalam 24 jam vernix caseosa akan diabsorsi kulit dan hilang seluruhnya. Bayi normal akan menangis spontan segera setelah dilahirkan. b.Ukuran dan bentuk kepala dapat sedikit berubah akibat penyesuaian dengan jalan lahir disebut molding. c. Sistem Muskuloskeletal Pertumbuhan tulang terjadi cephalocaudal. jadi tidak perlu dibersihkan. Sistem Imunologi System imunologi pada bayi baru berkembang pada fase awal ekstrauterin dan belum aktif sampai dengan beberapa bulan. Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. 10. 7. dengan lengan lebih panjang sedikit dari kaki. Laki-laki :  Testis sudah turun kedalam scrotum pada 90 % bayi.  Vernix caseosa terdapat dikedua labia. Bersihkan rongga hidung.  Spermatogenesis belum terjadi.50 % bayi aterm mengalami hyperbilirubinemia yang fisiologis sebagai akibat dari frekuensi produksi bilirubin yang tinggi dari pemecahan RBC yang lebih banyak dari dewasa. Sistem Hepatika Liver dan gall blader dibentuk usia kehamilan 4 bulan. suatu lapisan putih seperti keju. .

Berhubungan dengan itu. g. Sebelum memotong tali pusat . menurut apgar dilakukan selain pada umur 1 menit juga pada umur 5 menit. Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak menentukan dan mempengaruhi bayi. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak. Nadi) Grimance Sedikit gerakan (Reaksi Tidak ada Batuk/bersih mimik (grimance) Rangsangan) Activity Ekstrimitas dalam Tidak ada Garakan aktif (Tonus Otot) sedikit flexi Respiration Tidak ada Lemah/tidak teratur Baik/menangis (Pernafasan) Jumlah 3. Penilaian bayi waktu lahir (assessmant at birth) Keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah lahir dengan penggunaan nilai APGAR.1 dan 2 dari hasil penilaian tersebut apakah bayi normal (vigorous baby = nilai apgar 7-10). d. f. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. e. Apabila bayi lahir tidak menangis maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi. asfiksia sedang-ringan (nilai apgar 4-6) atau asfiksia berat (nilai apgar 0-3). Mempertahankan suhu tubuh bayi. Bantuan untuk memulai pernafasan diperlukan untuk mewujudkan ventilasi yang adekuat. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70 % atau povidon iodin 10 % serta dibalut kasa steril. 2. adanya meconium dalam hidung atau mulut. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap basah atau kotor. Nilai APGAR 0 1 2 Apperance Badan merah. Dokter atau tenaga medis hendaknya melakukan pemompaan setelah 1 menit bayi tidak menangis. Kekurangan zat asam pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kerusakan otak. Dengan rangsangan ini biasanya bayi akan segera menangis. Memotong dan merawat tali pusat. Apabila masih terjadi perdarahan dapat dibuat ikatan baru. Oleh karena bila bayi menderita asfiksia lebih dari 5 menit. maka harus dilakukan tindakan resasitasi lebih lanjut. Bila nilai apgar dalam 2 menit belum mencpai nilai 7. Oleh karena itu segera bersihkan mulut dan hidung bayi baru lahir. Observasi warna kulit. kecuali bayi kurang bulan. . Seluruh tubuh Pucat (Warna Kulit) ekstremitas biru kemerah-merahan Pulse Rate Tidak ada Kurang dari 100 Lebih dari 100 (Frek. kemungkinan terjadi gejala-gejala neurologik lanjutan kemudian hari lebih besar. Setiap penilaian diberi angka 0. pastikan bahwa tali pusat sudah diklem dengan baik untuk mencegah terjadinya perdarahan. 4.

Dapat dilakukan dengan perawatan tali pusat yang aseptik dan antiseptik. tidak mudah robek dan tidak mudah lepas. 5. tanpa terdengar adanya suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi. a. Suhu tubuh bayi harus dicatat. Jenis kelamin. c. Memberikan vitamin K. Nama ( bayi.5 % atau tetrasiklin 1 %. 3. nyonya ) b.5 – 1 mg I. Peralatan yang digunakan hendaknya kebal air dengan tepi yang halus dan tidak melukai. Nomor bayi. lingkar kepala. Pemberian vitamin K dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K. Mencegah terjadinya infeksi. 7. e. Bayi baru lahir di bungkus hangat. Tetes atau salep mata yang diberikan adalah eritromisin 0. Yang perlu dipantau pada bayi baru lahir adalah : 1. Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. tanggal lahir. Ukurlah berat lahir. Kamar bersalin dan ruang rawat bayi. Pemberian tetes atau salep mata untuk mencegah infeksi pada mata. . bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Memberikan obat tetes atau salep mata. nomor identifikasi. Identifikasi bayi baru lahir. D. Nadi dapat dipantau di semua titik – titik nadi perifer. d. Gerak pernafasan 30 – 50 kali permenit. c. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan klien. 6. d. Pernafasan yang normal pada bayi baru lahir adalah perut dan dada bergerakbersamaan tanpa adanya retraksi.M. Suhu badan bayi perlu diukur dan dicatat secara teratur untuk mengetahui adanya peningkatan suhu tubuh sehingga dapat segera dilakukan tindakan yang tepat dan cepat. f. Vitamin K diberikan peroral 1 mg/ hari selama 3 hari. Suhu badan dan lingkungan. Tanggal lahir. sedangkan bayi yang beresiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. Setiap bayi lahir perlu diberikan tetes mata atau salep mata setelah 5 jam bayi lahir untuk mencegah terjadinya penyakit mata karena klamidia. Nama lengkap ibu. 2. lingkar perut dan catat dalam rekam medik. Tekanan darah dipantau bila ada indikasi. Unit. 8. Tanda – tanda vital. Suhu tubuh bayi diukur melalui ketiak atau dubur bayi. panjang bayi. Pada gelang atau alat identifikasi harus tercantum : a. b. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya stabil. Mandi dan perawatan kulit. Pada waktu bayi baru lahir. PEMANTAUAN BAYI BARU LAHIR Bayi baru lahir dilakukan untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian.

ekspirasi mendengkur serta adanya retraksi. Perawatan tali pusat dilakukan secara aseptik dan antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat E. Sangat kuning. Perawatan tali pusat. b. h. Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda – tanda berikut : a. . Merintih. 1. Panas atau suhu badan bayi rendah. Frekuensi pernafasan 60 X/mnt. Pakaian pada bayi dapat menjaga kehangatan suhu tubuh bayi. Karakteristik bayi sebagai berikut : a. Tanda – tanda bayi sakit berat. Mandi pada bayi baru lahir sangat diperlukan untuk merawat kebersihan kulit dan menjaga kelembaban kulit dan suhu tubuh. g. Pakaian juga dapat melindungi kulit bayi dari resiko cidera atau tergores. PENILAIAN BAYI UNTUK TANDA-TANDA KEGAWATAN Semua bayi baru lahir harus dinilai adanya tanda –tanda kegawatan/ kelainan yang menunjukkan suatu penyakit. b. Tahap pertama adalah periode pertama reaktifitas dimulai pada saat bayi baru lahir dan berlangsung selama 30 menit. Sesak nafas. e. Tahap kedua periode tidur berlangsung sekitar 30 menit setelah kelahiran bayi sampai 2 jam. Periode Pertama Reaktifitas Periode yang berakhir kira-kira 30 menit setelah bayi lahir. Periode apneu. frekuensi pernafasan mencapai 80 kali / menit. Pakaian. irama tidak teratur. d. f. 5. Dalam keadaan normal kulit bayi baru lahir adalah kemerahan dan terjadi pengelupasan ringan. Tanda-tanda vital : frekuensi nadi apikal yang cepat dengan irama yang tidak teratur. Berat badan lahir < 1500 gram. Sianosis sentral ( lidah biru ). Apabila terdapat salah satu atau lebih tanda – tanda berikut ini : a. PERIODE TRANSISIONAL PADA NEONATUS Periode transisi dibagi menjadi tiga tahap. F. 4. Perut kembung. i. Bayi kurang aktif. Kejang atau periode kejang – kejang kecil. f. 2. c. Tahap ketiga periode kedua reaktivitas dari usia sekitar 2 jam sampai 6 jam. Gerak retraksi dada. Perdarahan. e. Sehingga bayi tidak jatuh pada keadaan hipotermia. g. Berat lahir rendah ( 1500 – 2500 gram ). c. d. Sulit minum. 1. Malas minum.

Icterus neonatorum . b. tetapi pernafasan tetap stabil (tidak ada pernafasan cuping hidung ataupun retraksi). Kaji kebutuhan bayi untuk memberikan ASI. c. Periode Tidur Setelah periode pertama dan berakhir 2 . Saat ini adalah waktu yang paling baik untuk memulai proses periode interaksi antara ibu dan bayi. Karakteristik bayi sebagai berikut : a. masase punggung bayi. bayi belum berkemih. Jaga bayi agar tetap hangat (suhu aksila 36. 2. 3. untuk memfasilitasi interaksi ibu dan bayi. d. Bising usus bisa didengar. e. Asuhan : Fase tidur ini bayi tidak berespon terhadap stimulus eksternal. b. Observasi kemungkinan apnue dan stimulasi segera jika diperlukan misalnya. Kestabilan warna kulit terdapat beberapa akrosianosis. b. Fluktuasi warna kulit merah muda pucat ke sianosis. Bayi kerap kali berkemih dan mengeluarkan mekonium selama periode ini. Bising usus belum ada atau pergerakan usus. setiap 30 menit pada 4 jam pertama setelah kelahiran. frekuensi jantung dan pernafasan menurun. Fluktuasi warna kulit dari warna merah jambu atau kebiruan ke sianotik ringan disertai dengan bercak-bercak. Kisaran frekuensi nadi apikal dari 120 sampai 160 kali / menit dan dapat bervariasi mulai (< 120 kali / menit) hingga takikardia (> 160 kali / menit).6 jam.5 0c – 37 0c) dengan penggunaan selimut hangat diatas kepala. Asuhan : a. c. reflek menghisap yang kuat. b. Frekuensi pernafasannya berkisar dari 30 sampai 60 kali / menit. c. KOMPLIKASI YANG SERING TERJADI PADA BAYI BARU LAHIR 1. d. Asuhan : a. orang tua dapat memeluk dan mengendongnya. Observasi bayi terhadap kemungkinan tersedak saat pengeluaran mukus. Kaji dan pantau frekuensi jantung dan pernafasan. G.4 jam. dengan periode pernafasan yang lebih cepat. Bayi masih dengan sedikit mukus. menangis kuat. c. Periode Kedua Reaktifitas Periode kedua reaktivitas berakhir sekitar 4 . Peningkatan sekresi mukus dan bayi tersedak saat sekresi. Reflek menghisap sangat kuat dan bayi sangat aktif. Karakteristik bayi sebagai berikut : a. Bayi dalam keadaan tidur. miringkan bayi. c. Mata bayi terbuka lebih lama dari pada hari selanjutnya. b. Tempatkan ibu dan bayi bersama-sama kulit ke kulit. Bayi mempunyai tingkat sensivitas tinggi terhadap stimulus internal dan lingkungan.

Sedangkan bayi mengeluarkan faeces. sehingga tidak dapat mengubah Bilirubin Imenjadi bilirubin II. urine dan peluh dengan cukup banyak maka BB bayi turun. Sedangkan untuk kehidupan diluar tidak diperlukan sedemikian banyak erythrocyt b. Kehidupan intra uterin terdapat polycytaemia untuk mengimbangi kadar O2 yang rendah.Pada anak premature icterus biasanya lebih hebat dan lebih lama lagi karena faal hati masih sangat kurang. Kira-kira 1/3 dari bayi yang baru lahir . Kehilangan Berat Badan Selama 3 atau 4 hari yang pertama bayi boleh dikatakan hampir tidak kemasukan cairan (ASI belum lancar).Kehilangan BB tidak boleh lebih dari 10%. Penghancuran erytrocyt yang hebat. . Hati bayi belum berfaal baik. 2. memperlihatkan icterus antara Hari ke 2 dan ke 5 yang dinamakan icterus fisiologis yang ditimbulkan oleh hyperbilirubinaemia yang disebabkan oleh : a.

jaringan O2 dari ibu Sering Membatasi kenveksi. lemak. H. lemak kulit menurun protein Sekresi air & Menghangat- Merangsang Tekanan elektrolit Kebutuhan kan tubuh Ketidak Secret pada saraf nafas atrium kanan Tekanan Percampuran dalam usus asupan gizi efektifan jalan nafas menurun atrium kiri darah yg kaya meningkat meningkat termoregulasi Gerakan tidak O2 dan CO2 Ketidak pernafasan Aliran darah adekuat Feses cair Pengeluaran ASI efektifan paru masuk belum maksimal bersihan jantung Foramen Defek Diare jalan nafas oval tidak septum Bayi tidak dapat Ekspansi paru Tekanan menutup atrium Gangguan minum banyak tidak maksimal atrium kiri Hipoksia perfusi ASI meningkat jaringan jaringan Gangguan perifer Ketidakefektifan pola nafas Penutupan pemberian ASI . Oksidasi Rangsangan Tekanan arteri Gangguan menggigil metabolik dari Pembakaran dingin pada pulmonalis sekresi glukosa. berkemih penyerapan Kegagalan Port de entry PaCO2 Resistensi Pembesaran asam lemak Meningkatkan peningkatan kuman meningkat vascular paru kelenjar air Dehidrasi panas panas menurun susu Gangguan Resiko Merangsang Deficit absorbsi infeksi kemoreseptor di Darah paru volume Aktivitas otot Metabolisme Nonshivering sinus karotikus mengalir cairan Inflamasi usus thermogenesis Menangis. Diskontinuitas melahirkan Alveolus terisi estrogen dingin evaporasi. radiasi) PaO2 menurun. PATHWAY Adaptasi Bayi Baru Lahir Respirasi Kardiovaskular Endokrin GIT Termoregulasi Pemotongan Proses tali pusat Teknis mekanis Ekspansi paru Sisa Produksi Enzim lipase Adaptasi kehilangan panas di thoraks saat hormone ADH << kurang hangat ke (konduksi.

Miringkan bayi kekanan nafas yang paten untuk mencegah (irama nafas. Gangguan pola nafas c. Status gravida c. banyaknya Setelah dilakukan darah dan lendir segera mukus. Masalah Keperawatan a. Riwayat persalinan d. Pengkajian a. Intervensi Ketidakefektifan bersihan jalan nafas Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan Masalah Kolaborasi Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Ketidakefektifan NOC: NIC: Bersihan Jalan  Respiratory status : Respiration Monitoring Nafasberhubungan Airway patency 1. Gangguan perfusi jaringan perifer d. tidak 5. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b. Bersihkan jalan nafas rentang normal. Ketidakefektifan termoregulasi 3. frekuensi regurgitasi pernafasan dalam 4.ASUHAN KEPERAWATAN 1. Deficit volume cairan e. Bersihkan muka dengan dengan sekresi yang  Aspiration Control kassa atau kain bersih dari tertahan. Diare f. Riwayat kelahiran yang lalu b. Resiko infeksi g. Ketidakefektifan pemberian ASI h. Hisap lendir dengan menunjukkan keefektifan menggunakan penghisap bersihan jalan nafas lendir atau kateter pada dengan kriteria hasil : sisi mulut atau hidung  Menunjukkan jalan 3. Pengkajian fisik 2. Pertahankan suplai ada suara nafas oksigen adekuat abnormal) 6. Palpasi ekspansi paru  Saturasi O2 dalam batas normal . tindakan keperawatan setelah kepala bayi lahir selama 1x24 jam klien 2.

Perhatikan keadekuatan kriteria hasil: intake cairan Termoregulasi Neonatus 6. Letakkan bayi setelah lahir di bawah lampu sorot / sumber panas 10. pernafasan (udara luar) dan selama 1X 24 jam 3. Bungkus bayi dengan muda segera setelah lahir untuk  Tidak ada distress mencegah kehilangan respirasi panas  Hidrasi adekuat 8. Monitor temperatur klien berhubungan dengan Setelah dilakukan sampai stabil lingkungan yang baru tindakan keperawatan 2. Monitor warna kult penurunan jumlah lemak diharapkan klien terhindar 4.5-37. Monitor tanda dan gejala subcutan. Ketidakefektifan termoregulasi Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan Masalah Kolaborasi Tujuan dan Kriteria Intervensi Hasil Ketidakefektifan NOC: NIC : termoregulasi:  Termoregulation: Mengatur temperature : hipotermi/hypertermi yang Newborn 1. Tempatkan bayi di atas kasur dan berikan selimut dan ganti popok bila basah . Pertahankan panas suhu  Suhu 36. dari ketidakseimbangan hipotermi / hipertermi suhu tubuh dengan 5. Jelaskan kepada keluarga cara untuk mencegah kehilangan panas / mencegah panas bayi berlebih 11. Jelaskan kepada keluarga  Tidak menggigil tanda dan gejala  Bayi tidak letargi hipotermi / hipertermi 9. Monitor nadi.5˚ C tubuh bayi (missal :  RR : 30-60 X/menit segera ganti pakaian jika  HR 120-140 X/menit basah)  Warna kulit merah 7.

Bila perlu pertahankan teknik isolasi 4. faktor Newborn 1. lakukan perawatan tali  Integritas kulit baik pusat secara rutin dgn  Integritas nukosa prinsip asertif baik 6. Batasi pengunjung dengan kriteria hasil : 4. Cuci tangan sebelum dan  Leukosit dalam batas sesudah mela-kukan normal tindakan keperawatan 7. Bersihkan box / incubator lingkungan dan tali pusat Setelah dilakukan setelah dipakai bayi lain masih basah tindakan keperawatan 2. Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan. Pertahankan teknik aseptik pada bayi beresiko 3. Instruksikan pada Status Imun : pengunjung untuk cuci  RR : 30-60X/menit tangan sebelum dan  Irama napas teratur sesudah berkunjung  Suhu 36-37˚ C 5. Pertahankan teknik isolasi selama 1X 24 jam. Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat 9.perawatan tali pusat secara berkala . mengukur TTV 10. Pakai sarung tangan dan baju sebagai pelindung 8. dan drainase. klien bagi bayi ber-penyakit diharapkan terhindar dari menular tanda dan gejala infeksi 3. Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal 2. panas. Resiko Infeksi Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan Masalah Kolaborasi Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Resiko infeksi NOC : NIC : b/d kurangnya pertahanan  Infection severity: Mengontrol Infeksi : imunologis. Tingkatkan intake nutrisi Mencegah Infeksi 1.

Kolaborasi:Berikan antibiotik sesuai program . Dorong masukan nutrisi yang cukup 6.5.

Jakarta : EGC. dkk. 2010. Herdman. EGC. 2008. Heather. 2006. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Diagnosis Keperawatan : Edisi dan Klasifikasi 2012-2014. 2000. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Moorhead. Jilid 1. DAFTAR PUSTAKA Arief. 2001. Nursing Intervension Classification sixth edition. Judith M. Jakarta : EGC. Panduan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Perlindungan Anak. Philadelphia : Elseiver Doengoes E. Philadelphia : Elseiver Warih BP. Surabaya. Marylin. 2000. Carpenito. Wilkinson. Jakarta : EGC Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Abu bakar M. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. 2010. 2012. Jakarta : Penerbit Media Aesculapius. 2008. Lynda juall. Rencana Asuhan Keperawatan. Dewi. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Wong. 1999. Nursing Outcomes Classification sixth edition. Doengoes E.Diterjemahkan oleh: Widyawati. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita.1992 . EGC. Rencana Asuhan Keperawatan Maternal atau Bayi. Marylin. Jakarta : Salemba Medika Dochterman.2009. Buku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC . Vivian Nanny Lia. dkk. T. Mansjoer. dkk. Donna L.Fisiologi pada neonates.