GRAND DESIGN

ISMKI Periode 2017-2018

DAFTAR ISI

I. Daftar Isi ........................................................................................................................... 1
II. Pendahuluan .................................................................................................................... 2
III. Visi & Misi .................................................................................................................... 4
IV. Struktur Kepengurusan .................................................................................................. 5
V. Grand Design
 Grand Design Vice President of Assessment and Development ............................. 11
 Grand Design Vice President of External Affairs.................................................... 17
 Grand Design Vice President of Internal Affairs..................................................... 31
 Grand Design Vice President of Policy and Advocacy............................................55
 Grand Design Vice President for Project Development ..........................................63
 Grand Design Community Empowerment................................................................85
 Grand Design Funding And Partnership................................................................102
 Grand Design Health Policy Studies ......................................................................123
 Grand Design International Affair .........................................................................156
 Grand Design Information, Communication and Technology ...............................169
 Grand Design Leadership Development ................................................................178
 Grand Design Medical Education And Profession ................................................208
 Grand Design Public Relation ................................................................................230
VI. Rekapitulasi Anggaran Dana ........................................................................................244

1

PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara yang dilintasi garis khatulistiwa dengan populasi lebih dari
237 juta jiwa. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar
keempat di dunia. Seiring dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia dan sumber daya
manusianya (SDM), negera ini juga memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Pengelolaan SDM dan SDA Indonesia membutuhkan sebuah sistem yang komprehensif
terutama dalam bidang kesehatan. Kesehatan adalah hak dasar setiap orang agar terwujud
masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Bangsa yang sejahtera, adil dan makmur adalah
bangsa yang bermartabat. Khusus dibidang kesehatan diberlakukan Sistem Jaminan Sosial
Nasional yang merupakan amanah UU No. 40 tahun 2004 dalam upaya pemberian layanan dan
pembangunan kesehatan.
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terkecuali mahasiswa kedokteran
Indonesia yang tergabung dalam ISMKI juga dapat melakukan pembangunan kesehatan. Upaya
ini sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam landasan konstitusi ISMKI.
Berbagai pekerjaan rumah yang selalu dikaji oleh mahasiswa kedokteran sampai saat
ini seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Program Pendidikan Dokter Layanan Primer
(PPDLP). Jaminan Kesehatan Nasional yang diimplementasikan per 1 Januari 2014
mendapatkan berbagai kritikan mengenai kesiapan pemerintah dan kesiapan elemen
pelaksananya. Mulai dari kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan, ketersediaan sumber
daya manusia bidang kesehatan, seperti dokter (umum dan spesialis), hingga tenaga kesehatan
seperti bidan, perawat, dan analis kesehatan. Begitu juga PPDLP yang terus tarik ulur antara
pemerintah, ikatan profesi, dan mahasiswa itu sendiri.
Jika kita ingin meningkatkan kualitas dokter di Indonesia, maka tingkatkanlah kualitas
dokternya. Untuk meningkatkan kualitas dokter, maka tingkatkanlah kualitas pendidikannya.
Pendidikan kedokteran merupakan hulu dari semua masalah dokter di Indonesia. Sayangnya,
pendidikan kedokteran ini masih jauh dari kata sempurna. Input, proses, output sampai outcome
pendidikan kedokteran dipenuhi berbagai masalah dan tantangan. Antara lain akses pendidikan
kedokteran yang penuh akan indikasi komersialisasi, kualitas proses pendidikan yang tidak
merata, berpotensi menimbulkan kasus-kasus dokter malpraktik, berjiwa materialistis, dan
kerugian-kerugian lain yang dirasakan oleh Indonesia dan rakyatnya.
Program Pendidikan Dokter Layanan Primer dilalui dengan menambah waktu kuliah
dua tahun meskipun ini hanyalah program pilihan. PPDLP mengalami fenomena bottle neck
yang akan terjadi akibat hanya fakultas kedokteran dengan akreditasi A yang dapat menjadi
pelaksananya seakan menghilangkan keunggulan dokter layanan primer, yaitu bertambahnya
penghasilan dokter di layanan primer serta keunggulan kompetensi untuk era JKN. Singkatnya,
2

belum ada alasan yang cukup menggugah para dokter untuk kuliah lagi menjadi dokter layanan
primer. Rumusan program ini mendapatkan resistensi yang cukup kuat dari berbagai kalangan
dokter. Tidak jelas dan menyalahi kebijakan selama ini, dimana seharusnya lulusan fakultas
kedokteran sudah menjadi dokter di layanan primer yang paripurna.
Awal 2016 adalah masa dimana tantangan globalisasi dan modernisasi semakin deras,
mulai berlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuka sekat dan batas antara
negeri ini dengan negara-negara di Asia Tenggara. ISMKI juga harus menyesuaikan diri untuk
memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran Indonesia
mampu berkontribusi lebih untuk Indonesia dan dunia internasional.
Peran mahasiswa kedokteran adalah mengawal proses ini berlangsung dengan baik
dari tataran hulu hingga hilir. ISMKI akan bertransformasi membentuk strategi jangka pendek
maupun jangka panjang. Melalui dan manfaatkan efek sentrifugal Indonesia untuk bergerak
dari pusat sampai batas negeri. Rancangan ini diharapkan dapat berkesinambungan dengan
upaya yang dilakukan melalui ISMKI SATU (Sinergis, Aktif Berkontribusi, Terdidik,
Universal) menuju INDONESIA SEHAT BERMARTABAT.

3

ISMKI Sinergis Modal dasar yang yang mesti ada ketika karakteristik institusi dan wilayah ISMKI yang begitu plural.VISI DAN MISI VISI ISMKI SATU. ISMKI Universal Usaha ISMKI untuk mencapai semua kalangan mahasiswa kedokteran. serta program yang dapat digerakkan oleh perangkat ISMKI tanpa terkecuali dari pusat sampai batas. ISMKI Aktif Berkontribusi Penguatan aktivitas ISMKI dalam menyukseskan program pemerintah dibidang kesehatan dan aktivitas ISMKI di kanca internasional serta turun langsung berkontribusi kepada masyarakat. intelektualitas yang holistik. 2. 4. berpikiran terbuka serta mampu menghasilkan ide-ide solutif untuk permasalahan kesehatan bangsa. potensi BK ISMKI. 3. INDONESIA SEHAT BERMARTABAT MISI 1. beragam IOMS dan nilai kolaborasi yang bisa ditanamkan agar ISMKI menjadi episentrum mahasiswa kedokteran Indonesia. seluruh latar belakang institusi/bem/senat/hima. ISMKI Terdidik Konsep kaderisasi yang berjenjang bertahap mengutamakan pembentukan pola pikir. 4 .

PENGURUS HARIAN NASIONAL IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017-2018 Sekretaris Jenderal (President) Irwanda (Universitas Tanjungpura) Sekretaris Umum (General Secretary) Anindya Anjas Putriavi (Universitas YARSI) Sekretaris II (Secretary II) Juwita Valen Ramadhania (Universitas Tanjungpura) Bendahara Umum (Treasurer) Chesa Yuni Hasranita (Universitas Batam) WAKIL SEKRETARIS JENDERAL (Vice Presidents) Wasekjend Internal (Vice President of Internal Affairs) Muhammad Fadhil (Universitas Halu Oleo) Staf Ahli: Adhika Rahman (Universitas Islam Indonesia) Amirul Adil A. (Universitas Muhammadiyah Makassar) Anantyo Satria Anugrah (Universitas Sebelas Maret) Fauzan Yan Rabbani (Universitas Islam Sumatera Utara) Jeni Friska (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta) Khishotul Hayati (Universitas Padjajaran) Muhammad Hidayatullah (Universitas Islam Al-Azhar Mataram) Muhammad Ilham Raymana Amiruddin (Universitas Tadulako) Sumiosa Hardini Fitri Hara (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Syahrasyid Abdul Malik (Universitas Al-Khairaat) 5 .

Wasekjend Eksternal (Vice President of External Affairs) Nadya Noor Ramadhania (Universitas Airlangga) Staf Ahli: Anthony Paulo Sunjaya (Universitas Tarumanagara) Dhau'Atha Yudhistira (Universitas Mataram) Faisal Gani Putra Arlond (Universitas YARSI) Inggit Luthfia Zahra (Universitas Muhammadiyah Malang) Muhammad Rizky Nur Karim (Universitas Padjajaran) Rannissa Puspita Jayanti (Universitas YARSI) Trevor Seo Zih Siang (Universitas Sumatera Utara) Wasekjend Penilaian dan Pengembangan (Vice President of Assessment and Development) Fenti Endriyani (Universitas Sebelas Maret) Staf Ahli: Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (Universitas Brawijaya) Dyah Putri Mentari Ginting (Universitas Lambung Mangkurat) Hilmy Farhan (Universitas Airlangga) Meliani Fransiska Andita (Universitas Tanjungpura) Raden Roro E. (Universitas HKBP Nommensen) Wasekjend Kebijakan dan Advokasi (Vice President of Policy and Advocacy) Ayu Putri Balqis (Universitas Indonesia) Staf Ahli: M. C. K. (Universitas Lampung) Muhammad Raoul Taufiq Abdullah (Universitas Indonesia) Nur Muhammad Ichsan (Universitas Diponegoro) Raania Amaani (Universitas Indonesia) Wasekjend Pengembangan Proyek (Vice President for Project Development) Zata Yuda Amaniko (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Staf Ahli: Antony Halim (Universitas Tanjungpura) Aoulia Ajeng Rahmawati (Universitas Muhammadiyah Semarang) Arief Rahmatullah (Universitas Islam Malang) Fatma Nashriati (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Maharani Eka (Universitas Andalas) Reyhan Dimas Dwinanda (Universitas Islam Sumatera Utara) Roikhatul Khusniyah (Universitas Muhammadiyah Malang) 6 . Marliando Satria P. W.

SEKRETARIS WILAYAH Sekretaris Wilayah 1 Feri Arjuna Sembiring (Universitas Methodist Indonesia) Sekretaris Wilayah 2 Mochammad Rivaldi (Universitas Jenderal Achmad Yani) Sekretaris Wilayah 3 Rizal Rian Dhalas (Universitas Sebelas Maret) Sekretaris Wilayah 4 Ahmad Yogendra Baebudi (Universitas Muhammadiyah Makassar) KOORDINATOR NASIONAL (National Coordinators) Bidang Pendanaan dan Kerjasama (Funding and Partnership) Nadiah Umniati Syarifah (Universitas Bengkulu) Staf Bidang: Annisa Zakia Widiastuti (Universitas Diponegoro) Firma Hernik Saputri (Universitas Bengkulu) Indah Afifatul (Universitas Hang Tuah) Indri Parameswari (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Mardiana Maya Utari (Universitas Islam Al-Azhar Mataram) Muhammad Iqbal Anand (Universitas Swadaya Gunung Jati) Nurul Husain (Universitas Halu Oleo) Putri Landya Roverti (Universitas Jenderal Achmad Yani) Bidang Hubungan Internasional (International Affair) Dzaki Murtadho (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Staf Bidang: Anugrah Rosando Siwy (Universitas Tadulako) Fathia Kesuma Dinanti (Universitas Islam Sultan Agung) Fitrah Aulia Lisabilla (Universitas Brawijaya) Josevaldo Bagus Pratomo (Universitas Diponegoro) Maya Hapsari Kusumaningtyas (Universitas Airlangga) Meisari Rezki R. (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Reynaldo Halomoan (Universitas Katolik Atma Jaya) Rosyilla (Universitas Sriwijaya) Ulfiah Fairuz Zhafirah (Universitas Lampung) 7 .

Wae (Universitas Diponegoro) Rahmatulloh Pujo Widodo (Universitas Lambung Mangkurat) Salim (Universitas Al-Khairaat) Sebrin Fathia Rahman (Universitas Andalas) 8 .Bidang Kajian Kesehatan dan Kebijakan (Health and Policy Studies) Mohammad Natsir Ramadhan (Universitas Padjajaran) Staf Bidang: Anis Julianti (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Ariikah Dyah Lamara (Universitas Airlangga) BJ Azmy As' Ady (Universitas Jember) Dhimas Kurniawan (Universitas Islam Malang) Gio Justisia Batubara (Universitas Sumatera Utara) I Gusti Agung Ayu Novi Wiraningrat (Universitas Warmadewa) Lathifah Nadiah (Universitas Sriwijaya) Mahathir Muhammad (Universitas Syiah Kuala) Mochammad Ari Wivowo (Universitas Padjajaran) Nisa Alyananda Ritonga (Universitas Tanjungpura) Putri Qurrotul Aini (Universitas Jenderal Soedirman) Tita Erlanggawati (Universitas Diponegoro) Yumna Puji Apriani (Universitas Lambung Mangkurat) Bidang Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development) Hawari Martanusa (Universitas Sriwijaya) Staf Bidang: Amanda Putra (Universitas Syiah Kuala) Desi Fitri (Universitas Padjajaran) Devi Putri Ramadani (Universitas Muhammadiyah Malang) Dhany Febriantara (Universitas Riau) Eric Herrianto Dwiputra (Universitas Tanjungpura) Fithriyyah (Universitas Tanjungpura) Lukman Hakim (Universitas Airlangga) Nadya Aprilianti (Universitas Bengkulu) Nurullia Rahmawati (Universitas Jenderal Soedirman) Qurrata 'Ayuni.

Fausan Numyani P. W. (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Muhammad Ralfi Irsan (Universitas Sumatera Utara) Nadya Hasna Rasyida D. (Univ Padjajaran) Nindy Agista Kasim (Universitas Hasanuddin) Norman Fahryl (Universitas Lampung) Nurdima Apriani S. (Universitas Sebelas Maret) Muthia S. (Universitas Muslim Indonesia) Salma Nur Fadhilah (Universitas Diponegoro) Silvira Nazzai (Universitas Abulyatama Aceh) Syeryl Ayuningtyas (Universitas Islam Malang) Bidang Pendidikan dan Profesi Kedokteran (Medical Education and Profession) Dini Ayu Harisiani (Universitas Diponegoro) Staf Bidang: Affan Naufal Akhmad (Universitas Lambung Mangkurat) Azhar Naufaldi Saputra (Universitas Jenderal Soedirman) Beladiena Citra Siregar (Universitas Bengkulu) Gde Sindu Mega (Universitas Padjajaran) Khansa Khairunnisa Azzahra (Universitas Brawijaya) M. N.Bidang Pengembangan Masyarakat (Community Empowerment) Anisar Apriliani (Universitas Hasanuddin) Staf Bidang: Achmad Syuaib (Universitas Tadulako) Ali Laksana Surya (Universitas Halu Oleo) Chusnul Khotimah (Universitas Hasanuddin) Hardianti Hardmi Putri (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Mardhatillah (Universitas Airlangga) Maskur Fahmi Adi B. (Universitas Jenderal Soedirman) Nadya Ratu Aziza Fuady (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Nurul Karima (Universitas Bengkulu) R. (Universitas Diponegoro) Tanisa Larasati Putri (Universitas Airlangga) Widhiastri Dyah Pratiwi (Universitas Padjajaran) 9 . A. Fakhri K. (Universitas Islam Sumatera Utara) Syahdi Nugraha K.

Komunikasi dan Teknologi (Information.Bidang Informasi. Communication and Technology) Rafika Kartika Putri (Universitas Muhammadiyah Malang) Staf Bidang: Achmad Zaldy Burham Rahadi (Universitas Islam Indonesia) Afina Maudy (Universitas Diponegoro) Althaf Fathan (Universitas Abdurrab) Andi Lestari Rahman (Universitas Airlangga) Ayu Miya (Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) Azhar Rafiq (Universitas Mataram) Dani Gemilang Kusuma (Universitas Sriwijaya) Haidar Ali (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Nada Nabilah Amani (Universitas Sriwijaya) Bidang Hubungan Masyarakat (Public Relation) Frizky Ramadhan (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Staf Bidang: Achisna Rahmatika (Universitas Lampung) Amiru Zachra (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Annisa Tiqi Faizalia (Universitas Jenderal Achmad Yani) Dewi Maulidina Azizah (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Dian Novita Anggraeni (Universitas Islam Al-Azhar Mataram) I Gede Putu Wegen Wismaya (Universitas Widya Mandala Surabaya) Kadita Pratiwi (Universitas YARSI) Muhammad Teguh Syahputra (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) Pamela Sandhya De Jaka (Universitas Jenderal Soedirman) Rifda Savirani (Universitas Muhammadiyah Malang) Wulan Syafitri (Universitas Lambung Mangkurat) 10 .

Dari pernyataan ini. Keluaran yang diharapkan dari upaya untuk melihat sebuah organisasi dalam jarak se-dekat-dekatnya ini adalah segala hal yang tercatat bisa menjadi usulan pengembangan yang objektif untuk program kerja lain dan bahkan kepengurusan yang akan datang. ISMKI juga menjadi wadah aspirasi mahasiswa kedokteran. mengikuti kebutuhan jaman. bagaimana menciptakan sebuah sistem manajerial yang baik dan komprehensif? Mencoba melakukan breakdown dari kalimat di atas. Pertanyaannya adalah. Assessment atau yang biasa disebut dalam bahasa Indonesia sebagai ‘penilaian’. Latar Belakang Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) adalah organisasi mahasiswa dengan general tagline “Mengakar di Tatanan Lokal. Kokoh di Tatanan Nasional. Manajemen yang dimaksud di sini terdiri dari tiga hal mendasar: manajemen produksi (atau operasi). Selanjutnya. untuk melakukan kontribusi terbaiknya bersama ISMKI. tersirat bahwa sistem manajerial sebuah organisasi tidak hanya mencakup problem-problem teknikal. berapa isu terkait pendidikan kedokteran. Selain menjadi wadah koordinasi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai bidang. diharap bisa menjadi komponen yang menyukseskan manajerial hingga ke tingkat terkecil. Tidak terhitung. dan Bersuara di Tatanan Internasional”. kegiatan. al. assessment. ia juga mencakup manajemen individual dan perilaku sebagai sebuah kesatuan terkecil yang turut menjadi kontributor suksesnya organisasi.. manajemen manusia. ISMKI di tahun 2016 telah hadir dengan membawa perlengkapan-perlengkapan baru yang menggenapkan hingga ke poin terkecil. GRAND DESIGN VICE PRESIDENT OF ASSESSMENT AND DEVELOPMENT (VPAD) IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 . menilik lebih jauh. kami berharap ISMKI ke depannya menjadi organisasi yang memliliki kontinuitas dan terus berkembang. 1984). pemerintahan. dan manajemen pekerjaan (atau organisasi itu sendiri (Donnely et. Pada tahun 2017. yaitu perilaku individual. Sebuah organisasi membutuhkan manajemen untuk menciptakan keberlangsungannya. ada satu hal penting yang luput dari perhatian. 11 .2018 A. ISMKI berupaya untuk terus memperbaiki diri dengan mencoba meningkatkan partisipasi individu dan institusi. Dengan pengalaman berpuluh-puluh tahun ditempa dan dideru berbagai tantangan dan perubahan. dan kepemimpinan yang dihasilkan setiap kepengurusan. kesehatan. dan pengembangan pemerintahan. pengembangan masyarakat.

Controlling. Tanjungpura 2013) 4.K. Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ. Raden Roro E. Need Assesment a. Tujuan  Sebagai optimalisasi kinerja sekbid dalam mendesain bidang dan program kerja nya  Sebagai studi kelayakan bidang dan project  Untuk melihat pemetaan tiap-tiap bidang dan menilai masing-masing bidang dengan skor c. Deskripsi Penilaian project dan bidang sebelum IMSS menggunakan toolkit assessment milik VPAD ISMKI 2016 yang akan disebar luas-kan sebelum IMSS 2017 dan dipaparkan saat sesi President Meeting (Presmeet). Airlangga 2014) 3. Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013) 5. toolkit sudah dalam keadaan diisi hanya tinggal menyempurnakan  Pasca-DM. toolkit diolah oleh tim VPAD untuk ditampilkan saat IMSS f. Person in Charge: Fenti Endriyani (FK UNS 2012) 12 . Sasaran dan Toolkit yang Digunakan  Sekbid dan bidang  Toolkit assessment VPAD 2016 d.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013) 1. VPAD dan Staff Ahli a) VPAD: Fenti Endriyani (FK UNS 2012) b) Staff Ahli: 1. Evaluating. and Developing Department (CED for Department) i. Brawijaya 2015) 2. Waktu Pelaksaan  Toolkit dibagikan pada sekbid sebelum DM EB 2017 untuk diisi  Saat DM EB. b. Hilmy Farhan (FK Univ.B. Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Indikator Keberhasilan Terlampir hasil need assesment sebagai acuan dan saran untuk kepengurusan bidang dan keseluruhan ISMKI e.

Brawijaya 2015) 2. Tujuan  Untuk menjaga kinerja NO/staff dan memberikan motivasi dalam optimalisasi kinerja  Untuk menilai staff terbaik bidang dan staff of the period per 3 bulan sekali 13 . Indikator Keberhasilan Pengurus harian nasional dapat memenuhi borang yang disediakan dan mendapat skor dalam tanda peningkatan e. Functional capacity of department a.ii. Tujuan Mengontrol kualitas pengurus dan mengupgrade kemampuan pengurus sesuai minat dan passion. draft kompetensi awal dan kompetensi yang harus diperoleh selama individu menjadi PHN ISMKI. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan Kompetensi dan kurikulum yang ditentukan dengan hasil analisis National Coordinator dan Sekjen serta Wasekjen d. National Coordinator and Department i. Tanjungpura 2013)  Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)  Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ. Monthly Assessment of National Officer. c. Deskripsi Merupakan pembuatan draft kompetensi pengurus harian nasional ISMKI. b. Person in charge  Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Monthly Assessment of National Officer a. Deskripsi Penilaian per bulan kinerja NO/staff yang diisi oleh NC/Sekbid dengan menggunakan toolkit assessment. Waktu Pelaksanaan Awal kepengurusan. tengah tahun dan akhir tahun f. Dikirimkan ke Staff Ahli VPAD setiap akhir bulan (tanggal 28-31). Hasil assessment akan diolah untuk menilai staff terbaik bidang per 3 bulan sekali dan staff of the period per 3 bulan sekali b.

Person in Charge  Hilmy Farhan (FK Univ. Hasil assessment akan diolah untuk menilai national coordinator of the period (sekbid terbaik) per 6 bulan sekali b. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan  Sekbid dan Staff Ahli VPAD  Toolkit assessment NC/Sekbid (Toolkit 2) d. Indikator Keberhasilan  Staff Ahli VPAD rutin mengisi toolkit assessment tepat waktu  Staff Ahli tepat waktu dalam mengolah data hasil assessment  Rilis pengumuman National Officer of the period per 6 bulan sekali dapat terlaksana 14 .Brawijaya 2015) ii. Airlangga 2014)  Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ. Indikator Keberhasilan  Sekbid rutin mengirimkan toolkit assessment tepat waktu pada Staff Ahli VPAD  Staff Ahli VPAD tepat waktu dalam mengolah data hasil assessment  Rilis pengumuman staff terbaik bidang per bulan dan staff of the period per 3 bulan sekali dapat terlaksana e. Tujuan  Untuk menjaga kinerja NC/Sekbid dan memberikan motivasi dalam optimalisasi kinerja  Untuk menilai National Coordinator of the period per 6 bulan sekali c. c. Waktu Pelaksaaan  Toolkit dibagikan tiap mendekati akhir bulan untuk diisi NC/sekbid  Hasil olahan data akan direkap hingga hasilnya diumumkan per 3 bulan dalam bentuk reward f. Deskripsi Penilaian per bulan kinerja NC/Sekbid yang diisi oleh Staff Ahli VPAD dengan menggunakan toolkit assessment. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan  Staff dan sekbid  Toolkit assessment staff (toolkit 1) d. Monthly Assessment of National Coordinator and Department a.

Deskripsi  Diisi oleh SC eksternal (ISMKI yang menjadi SC acara bersangkutan) dan SC dan/ OC internal setelah melaksanakan kegiatan ISMKI yang ditenderkan  Diisi oleh representatif dari yang menghadiri acara tersebut (Presbem. Waktu Pelaksanaan  Toolkit diisi SA VPAD tiap akhir bulan  Hasil olahan data akan direkap hingg hasilnya diumumkan per 6 bulan sekali dalam bentuk reward f. Questionnaire i. SC dan/OC institusi d.K. Tujuan  Untuk menilai evaluasi dari event yang dijalankan  Sebagain bahan masukan untuk urgensi kontinuitas project pada tahun-tahun berikutnya  Untuk melihat kepuasan penyelenggara terhadap event c. PHW. Sasaran SC ISMKI. Person in Charge  Hilmy Farhan (FK Univ. PHN. Airlangga 2014)  Raden Roro EK. e.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013) 3. Waktu Pelaksanaan  Kuesioner dibuat di awal kepengurusan  Diisi maksimal 2 minggu setelah hari terakhir event  Diolah maksimal rilis 1 bulan setelah hari terakhir pelaksanaan event f.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013 Grand Design 2013) 15 . dll) b. Indikator Keberhasilan  Kuesioner dapat dibagikan segera setelah event dilaksanakan (maksimal 2 minggu setelah hari terakhir pelaksaan event)  Kuesioner diisi dengan jumlah yang representative  Kuesioner dapat diolah secepatnya untuk kemudian dirilis kepada publik dan dijadikan bahan untuk manual tenderisasi tahun ke depan e. Person in Charge  Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)  Raden Roro E. Post-Event Questionnaire a.

Indikator keberhasilan Terbentuknya GBHO yang dapat didefinisikan secara berjenjang (pertahun) dan pelaksanaan GD sekjen dan bidang yang koheren. Tanjungpura 2013)  Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)  Raden Roro E.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013) 16 . Sasaran Organisasi ISMKI secara menyeluruh d.Brawijaya 2015)  Hilmy Farhan (FK Univ. dan landasan inti oragnisasi ISMKI b. Airlangga 2014)  Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Tujuan Menyusun milestone ISMKI yang terencana c. Development of Organizational a. Waktu pelaksanaan Sepanjang kepengurusan f.K. e. Deskripsi Merupakan langkah kinerja VPAD yang akan berupaya melaksanakan kinerja ISMKI sesuai dengan perencanaan pembangunan organisasi.4. Person in charge  Fenti endriyani ( FK UNS 2012)  Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ.

Selain di Indonesia. Demikian sambutan singkat ini. wilayah. Kurang lebihnya mohon maaf. selain kekuatan di bidang internalnya. sehingga akan sangat menyenangkan bila kita semua bisa bergerak bersama menuju ISMKI yang lebih baik dan dapat memberikan manfaat lebih untuk masyarakat dan mahasiswa kedokteran Indonesia.wb.wb. dan hidayah-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan tentunya diberi semangat untuk terus mengusahakan peningkatan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. dan nasional. Sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia. Untuk mewujudkan berbagai hal di atas. Wassalamualaikum wr. tentunya akan membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak yang terlibat dalam ISMKI baik dari tingkatan institusi. semoga semangat mengabdi untuk negeri tetap tertanam pada diri kita dan dapat kita sebarkan usaha baik ini untuk orang-orang di sekitar kita. salam sejahtera. Nadya Noor Ramadhania Wasekjen Bidang Eksternal ISMKI Periode 2017-2018 17 . ISMKI tentunya juga membutuhkan hubungan yang baik dengan berbagai pihak eksternal. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia adalah sebuah organisasi yang sudah tidak dapat diragukan lagi eksistensinya melalui semua program kerjanya dalam rangka memfasilitasi mahasiswa kedokteran untuk turut bekerja bersama pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia terutama di bidang kesehatan. ISMKI juga akan terus menunjukkan eksistensinya di kancah internasional melalui International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) sebagai salah satu National Member Organization (NMO) yang aktif di dalamnya. untuk berkerjasma dan mendukung dijalankanya berbagai program kerja ISMKI. taufik. baik organisasi pemerintahan maupun diluar pemerintahan di Indonesia. Puji dan Syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu wata’ala karena atas rahmat.. GRAND DESIGN VICE PRESIDENT OF EXTERNAL AFFAIRS (VPE) IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 .2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaikum wr.

000 pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke. Faisal Gani Putra Arlond (Univ. YARSI) 3. yaitu International Affair (IA). Muhammadiyah Malang) 4. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia. Misi 1. selain memfokuskan pandangan kepada program kerja dan keadaan internalnya juga tetap harus memastikan inklusifitas ISMKI. Rizky Nur Karim (Univ.PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang sangat luas. agar organisasi ini dapat benar-benar menaungi dan dirasakan kebermanfaatannya oleh seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia. baik nasional maupun internasional. Diibutuhkan koordinasi eksternal yang baik untuk mewujudkan hal-hal di atas. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dhau’atha Yudhistira (Univ. TAGLINE VPE Siap Berkarya! SUSUNAN TIM VPE: Nadya Noor Ramadhania (Univ. YARSI) 18 . Menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan mahasiswa kedokteran Indonesia. VISI DAN MISI Visi Mewujudkan ISMKI SATU. Rannissa Puspita (Univ. Memberikan arahan dan acuan kerja untuk 4 bidang eksternal untuk menyamakan arah kerja dan memaksimalkan fungsi bidang. Padjajaran) 2. mencakup lebih dari 15. M. Wasekjen bidang eksternal ISMKI akan berkoordinasi dengan empat bidang eksternal. Trevor Seo Zih Siang (Univ. 2. Airlangga) Staf Ahli VPE: 1. 3. Information and Communication Technology (ICT) dan Public Relations (PR) yang masing-masing bidangnya akan dipimpin oleh seorang Koordinator Nasional Bidang. Anthony Paulo Sunjaya (Univ. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional. Inggit Luthfia Zahra (Univ. 4. dengan memaksimalkan kebermanfaatan ISMKI bagi mahasiwa kedokteran seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Indonesia juga memiliki jumlah institusi kesehatan yang tidak bisa dibilang sedikit. Sumatera Utara) 7. Mataram) 5. Funding and Partnership (FP). Sebanding dengan luasnya. Tarumanegara) 6.

namun. Latar Belakang Program Kerja ISMKI memiliki beragam proker dari berbagai bidang yang tentunya bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran maupun masyarakat secara luas. Panitia proker besar ISMKI 19 . tidak semua orang mengerti mengenai proker-proker besar ini sehingga diperlukan eksternalisasi yang lebih masif lagi dari ISMKI yang merupakan gabungan dari pekerjaan tiga bidang eksternal. Berikut ini adalah program kerja yang akan kami masifkan eksternalisasinya: 1. Metode Program Kerja Pembagian tim eksternal menjadi kelompok-kelompok kecil yang bertugas untuk mendampingi panitia OC penender acara-acara besar ISMKI atau staf bidang yang melaksanakan proker tersebut. National Multi Development Project (NMDP) 2017 3.PROGRAM KERJA 1. Dibutuhkan pula berbagai kerjasama untuk memaksimalkan proker-proker ISMKI sehingga diperlukan perhatian khusus dari tim eksternal mengenai hal ini. Rapat Koordinasi Nasional 2017 4. Tujuan Program Kerja Memaksimalkan dan menyebarluaskan manfaat proker ISMKI kepada mahasiswa kedokteran dan masyarakat pada umumnya. D. PR. Value Sinergis dan Universal. Staf bidang eksternal 2. Indonesiam International Medical Olympiad (IIMO) 2017 6. B. Bulan Bakti ISMKI 2017 2. dan ICT. E. Eksternalisasi Proker A. Medprobe 2017 5. Sasaran Program Kerja 1. yaitu FP. Indonesian Medical Students’ Summit (IMSS) 2018 F. C. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional 2017 7. Deskripsi Program Kerja Pembuatan tim eksternal di setiap program kerja besar ISMKI yang terdiri dari satu orang staf ahli VPE dan 1 orang dari setiap bidang eksternal.

dinilai: . Bantuan sponsorship oleh link perusahaan dari FP (2 poin per sponsor) Dinilai sebagai keberhasilan eksternalisasi proker tersebut . jika >7 poin .Cukup. Indonesiam International Medical Olympiad (IIMO) 2017 (Oktober 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Juli 2017) 6. persiapan dimulai hingga tiga bulan sebelum dimulainya acara. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan timeline program kerja terkait. Publikasi media massa nasional (2 poin per publikasi) 4.Buruk. jika <35 poin I.Baik. Indonesian Medical Students’ Summit (IMSS) 2018 (Februari 2018 persiapan dilakukan sejak bulan November 2017) H. Rapat Koordinasi Nasional 2017 (Agustus 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Mei 2017) 4. Penanggung Jawab 1 staf ahli VPE pada setiap poker 20 .Butuk. 1. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional 2017 (November 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Agustus 2017) 7. Bulan Bakti ISMKI 2017 (April 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Februari 2017) 2.G.Cukup. jika >50 poin . Kerjasama dengan organsisasi pemerintahan/non pemerintahan (3 poin) 2. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dari proker ini dinilai dari setiap program kerja 1. jika <5 poin Kemudian dijumlahkan menjadi pencapaian satu tahun. Perkiraan Dana Program Kerja - J.Baik. Publikasi media massa lokal (1 poin per publikasi) 3. jika 35-50 poin . National Multi Development Project (NMDP) 2017 (Mei 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Februari 2017) 3. Medprobe 2017 (Juni 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Maret 2017) 5. jjka 5-7 poin .

Kolaborasi ISMKI selain menguntungkan dari segi sumber daya. C. pembinaan kerjasama akan dilakukan terus-menerus oleh PR dengan bentuk pengiriman majalah spektrum BPN ISMKI atau project book ISMKI. Metode Program Kerja Mengumpulkan proker-proker dari setiap bidang yang potensial untuk dilakukan kerjasama dengan pihak eksternal. Partnership for Medstuds A. (event). kemudian ditindaklanjuti oleh VPE dan PR. D.PR 21 . sehingga jika ingin dilakukan kerjasama kedepannya akan lebih mudah.2. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Latar Belakang Program Kerja Akhir-akhir ini terdapat banyak organiasi kepemudaan dari berbagai bidang yang melakukan gerakan-gerakan sosial dan komunitas-komunitas lain yang bertujuan untuk pengembangan potensi pemuda. B. mengingat kita juga memiliki berbagai program kerja yang memiliki tujuan yang mirip dengan organisas-organsisasi tersebut. yang lalu diikuti dengan pembuatan database GO/NGO yang pernah bekerjasama dengan ISMKI. Semangat ini perlu diintegrasikan dengan ISMKI. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional. 2. Deskripsi Program Kerja Menghimpun proker-proker bidang yang membutuhkan kolaborasi dengan GO/NGO lalu bekerjasama dengan penanggung jawab proker tersebut dibantu dengan PR untuk membuat kerjasama. Tujuan Program Kerja 1. Bidang/OC tender VPE . Setelah proker selesai. Value Sinergis dan universal E.PR Bidang/OC tender VPE . juga dapat menambah pelajaran yang dapat kita peroleh dari kinerja mereka.

Yarsi)  M. ISMKI tentunya membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil. atau bahkan institusi. jika >7 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan . Sasaran Program Kerja 1. partnership dengan badan usaha juga dibutuhkan untuk meningkatkan kebermanfaatan ISMKI melaui ISMKI membercard. F. Pencarian link lalu dilanjutkan dengan kerjasama sepanjang kepengurusan. Penanggung Jawab  Faisal Gani Putra Arlond (Univ. Indikator Keberhasilan . Selain dari pencarian dana melalui fundraising.Buruk. Padjajaran) 3. 22 .Cukup. Rizky Nur Karim (Univ. jika terdapat <4 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan I. diperlukan pula pencarian dana berupa sponsorship. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Penghimpunan nama GO&NGO di awal kepengurusan hingga Februari 2017. Tujuan Program Kerja 1. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. jika terdapat 4-7 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan .Baik. B. regio. untuk itulah diperlukan adanya sinkronisasi antara data yang dimiliki FP wilayah dan nasional. H. Perkiraan Dana Program Kerja - J. GO dan NGO G. Latar Belakang Program Kerja Sebagai sebuah organisasi yang besar dengan beragam program kerja. Tidak hanya untuk membiayai proker ISMKI maupun tenderisasi. Nation-wide Sponsorship A. sehingga sponsrship yang telah dimiliki oleh FP wilayah dan nasional dapat saling digunakan oleh wilayah lain. Bidang-bidang ISMKI 2.

Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Sosialisasi proker: Februari 2017  Kerjasama dan pembuatan database bersama hingga akhir kepengurusan H. jika terdapat <3 badan usaha berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan 23 . kemudian dilakukan penindaklanjutan dengan penghubungan wilayah yang membutuhkan sponsorship dengan badan usaha tertentu oleh wilayah lain / FP Nasional yang telah bekerjasama dengan badan usaha tersebut. D. FP OC acara tenderisasi G. 2. Deskripsi Program Kerja Menggabungkan kerja FP nasional dan wilayah dalam rangka pencarian sponsorship. Indikator Keberhasilan  Baik.2. C. jika terdapat 3-4 badan usaha berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan  Buruk. FP Nasional 2. Value Sinergis dan Universal E. jika >4 badan usaha baru berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan  Cukup. Sasaran Program Kerja 1.3 dan Danus Wilayah 4 3. FP Nasional FP OC FP tender Wilayah F. terutama untuk ISMKI membercard. Metode Program Kerja Diawali dengan pendataan sponsorship yang pernah didapatkan oleh FP Nasional dan wilayah. FP Wilayah 1. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

24 . b. Muhammadiyah Malang) 4. penyertaan materi tentang IFMSA di pengakaran ISMKI institusi. B. Metode Program Kerja a. sesi training mengenai IFMSA di acara ISMKI. C. D. Terdidik dan Universal. PHW. I. Bedah IFMSA Melakukan pencerdasan mengenai IFMSA melalui webinar untuk PHN dan PHW. Deskripsi Program Kerja Melakukan upaya untuk memperlihatkan kinerja ISMKI di dunia internasional dengan cara memperbarui LoA dengan CIMSA dan melakukan pencerdasan mengenai IFMSA untuk PHN. baik dari program-programnya hingga pendelegasiannya. dan Hublu BEM FK. Presiden BEM FK. c. Internasionalisasi ISMKI A. LoA CIMSA – ISMKI Memperbarui dan melengkapi Letter of Agreement CIMSA – ISMKI yang telah disetujui di awal terbentuknya CIMSA dan menjalankannya. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Latar Belakang Program Kerja Sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia. Value Sinergis. Terdapat banyak fasilitas dari IFMSA yang belum pernah kita manfaatkan sebelumnya. Tujuan Program Kerja Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional. sudah saatnya ISMKI juga memiliki peran di dunia internasional. Aktif Berkontribusi. activities fair di general assemblies dan Rex-Crossley Awards. Sinkronisasi program IFMSA Aktif mendaftarkan proker ISMKI maupun institusi ke program IFMSA. E. Penanggung Jawab Inggit Luthfia Zahra (Univ. Hal ini dapat kita capai dengan memanfaatkan keanggotaan ISMKI bersama CIMSA sebagai National Member Organization (NMO) dari IFMSA.

Bedah IFMSA o >80% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang diukur melalui tes pasca pencerdasan (3 poin) o 60-80% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang diukur melalui tes pasca pencerdasan (2 poin) o <60% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang diukur melalui tes pasca pencerdasan (1 poin) c. Baik jika >9 poin 2. Cukup jika 6-9 poin 3. Presiden BEM FK 4. Indikator Keberhasilan a. Perkiraan Dana Program Kerja - 25 . H. Sinkronisasi proker o Terdapat >5 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (3 poin) o Terdapat 3 – 5 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (2 poin) o Terdapat <3 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (1 poin) o Terdapat 1 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam activities fair IFMSA (2 poin) o Terdapat 1 proker ISMKI maupun institusi yang masuk ke 10 besar Rex Crossley Awards IFMSA (3 poin) Kemudian dijumlahkan menjadi pencapaian satu tahun dan dinilai: 1. CIMSA 2. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Pencerdasan akan dilakukan bertahap sepanjang kepengurusan. Kurang jika <6 poin I. Sasaran Program Kerja 1. Pengurus harian ISMKI 3. Mahasiswa Kedokteran Indonesia G. LoA CIMSA – ISMKI o Disetujui (3 poin) o Tidak disetujui (0 poin) b.F.

Indikator Keberhasilan 1. D. Pengurus harian ISMKI 2. Oleh sebab itulah. Tujuan Program Kerja Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa Kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional. Penanggung Jawab  Trevor Seo Zih Siang (Univ. ISMKI membutuhkan identitas yang dapat dibawa untuk merepresentasikan dirinya kepada pihak eksternal. J. Metode Program Kerja Pembuatan company profile bekerjasama dengan ICT dan VPPD dalam pengumpulan database proker besar ISMKI yang akan dimasukkan di dalamnya. Deskripsi Program Kerja Pembuatan company profile ISMKI yang telah diperbarui dan memiliki corporate identity yang harus digunakan oleh seluruh pengurus harian ISMKI di bidang eksternal untuk merepresentasikan ISMKI di dunia luar. Sumatera Utara)  Rannissa Puspita (Univ. F. jika external kit berhasil dibuat melebihi waktu deadline 3. B. Value Universal. H. Sasaran Program Kerja 1. Baik. E. selain itu juga bekerjasama dengan seluruh bidang serta Badan Kelengkapan ISMKI untuk berkontribusi di dalamnya. jika external kit belum berhasil dibuat hingga akhir kepengurusan 26 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Pengumpulan bahan untuk company profile dalam hingga bulan Februari 2017 yang dilannjutkan dengan proses pembuatan dan diharapkan bisa dirilis pada bulan Maret 2017. C. Seluruh bidang dan badan kelengkapan ISMKI G. Cukup. Latar Belakang Program Kerja ISMKI hingga saat ini telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjalankan program kerjanya dan berencana untuk semakin memperluas jangkauan kolaborasinya. Buruk. External Kit A. jika external kit berhasil dibuat sesuai dengan deadline 2. YARSI) 5.

I. Perkiraan Dana Program Kerja Pencetakan company profile @Rp 50.00 J. Deskripsi Program Kerja Pembuatan corporate identity ISMKI yang baru dan memperbarui logo ISMKI tanpa menghilangkan makna dari logo ISMKI yang sudah ada. Wilayah dan Badan Kelengkapan. Pengajuan perubahan lambang ISMKI di AD/ART.500. Penanggung Jawab Anthony Paulo Sunjaya (Univ. Tarumanegara) 6. Metode Program Kerja Pembentukan tim rebranding yang terdiri dari tim eksternal dan sekretaris jenderal serta wakil sekretaris jenderal ISMKI. Latar Belakang Program Kerja Sebagai sebuah organisasi kepemudaan. Di era modern ini. saat ini dirasa diperlukan untuk memperbarui corporate identity ISMKI yang diharapkan bisa mengikuti tren pemuda masa kini. dimana semua hal saat ini sudah berbasis teknologi. Sasaran Program Kerja ISMKI Nasional. C. Oleh sebab itulah. B. ISMKI tidak luput dari banyaknya perubahan yang terjadi di sekitar kita.000. penampakan visual sangat penting dalam branding suatu organisasi. 27 . F. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  IMSS 2017: Pengajuan rebranding  Februari 2017 – Juli 2017: pembuatan corporate identity. D. Launching corporate identity baru ISMKI akan dilakukan di RAKORNAS 2017 yang diharapkan langsung dapat digunakan setelah disahkan pada IMSS 2018. Rebranding ISMKI A. G. Tujuan Program Kerja Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.000. sosialisasi ke wilayah dan badan kelengkapan Rakornas 2017: Launching lambang baru ISMKI. Value Universal E.00 x 50= Rp 2.

Perkiraan Dana Program Kerja - J. jika sebagian komponen dari CI berhasil diperbarui  Buruk. jika tidak ada perubahan pada CI ISMKI. Mataram) 28 . Penanggung Jawab Dhau’atha Yudhistira (Univ. I. Indikator Keberhasilan  Baik.H. jika seluruh komponen dari CI berhasil diperbarui  Cukup.

TIMELINE 2017 2018 Program kerja Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb Eksternalisasi proker BB NMDP Medprobe Rakornas IIMO LKMM-Nas IMSS Partnership for Medstuds Penghimpunan proker oleh bidang Pencarian link kerjasama Nation-wide Sponsorship Sosialisasi ke wilayah Pembuatan database awal Pencarian link kerjasama Internasionalisasi ISMKI LoA CIMSA-ISMKI Webinar IFMSA untuk pengurus harian Pembuatan SOP pengakaran Nasionalisme ISMKI- LKMM Bedah IFMSA RAKORNAS External Kit Penghimpunan isi compro & project book Layouting & finishing Pencetakan dan penyebaran 29 .

Wassalamualaikum wr. 2017 2018 Program kerja Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb Rebranding ISMKI Pembuatan CI Launching CI Sosialisasi penggunaan CI PENUTUP Demikian pemaparan grand design wakil sekretaris jenderal bidang eksternal. wb. 30 . besar harapan kami agar semua elemen ISMKI dapat saling bekerjasama untuk mewujudkan ISMKI yang lebih baik dan kontributif.

ISMKI telah menjadi lambang persatuan dan pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia yang sifatnya independen dan terbebas dari belenggu kepentingan pihak tertentu. GRAND DESIGN VICE PRESIDENT OF INTERNAL AFFAIRS (VPI) IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) adalah ikatan organisasi mahasiswa sejenis yang menjadi wadah seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia melalui Lembaga Eksekutif Mahasiswa tiap institusi. Guna mencapai idealisme ISMKI yang sesungguhnya. Sebagai organisasi yang menghimpun seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia. terkhusus seluruh mahasiswa kedokteran di indonesia. wilayah tiga menaungi 14 universitas. Dengan begitu banyaknya komponen dan potensi ISMKI. Disini merupakan peran dan fungsi dari wakil sekretaris jenderal bidang internal untuk selalu mengedepankan kerjasama serta koordinasi yang baik terhadap semua unsur yang terkait.ISMKI terbagi atas empat wilayah. evaluasi. wilayah dua menaungi 17 universitas. yaitu mampu menjadikan ISMKI sebagai gerbong utama dalam penyelesaian masalah-masalah yang menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat indonesia. ISMKI di dalam kepengurusannya memiliki dua badan kelengkapan yang berafiliasi pada bidang penelitian ilmiah dan pers. Kedua bidang tersebut adalah Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) dan Badan Pers Nasional (BPN). itulah yang biasa di sebut dengan indikator keberhasilan suatu strategi. dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. ISMKI dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal yang di bantu oleh lima orang wakil sekretaris jenderal yang menaungi masing-masing bidang yang berbeda dan koordinator bidang berjumlah delapan orang. ISMKI dipimpin oleh seorang sekretaris wilayah yang dibantu oleh sekretaris bidang serta para staff masing-masing bidang. Saat ini ISMKI telah beranggotakan 73 institusi. dimana wilayah satu menaungi 19 universitas. Muhammad Fadhil Wasekjen Bidang Internal ISMKI Nasional Periode 2017-2018 31 . Dan juga membuat prosedur dan standar kebutuhan. Dari tugas yang kedua ini bisa di telaah bahwa ISMKI khususnya bidang internal dalam menyusun strategi terkait dengan tugas dan fungsi selalu berpikir bagaimana agar tujuan dari idealisme ISMKI itu sendiri bisa tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Untuk di wilayah. kepuasan dan pengembangan institusi. maka sudah seharusnya agar kekuatan ini selalu terjaga dengan senantiasa berkoordinasi kepada pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Ada beberapa tugas dari bidang internal yaitu bertanggung jawab penuh terhadap pengembangan seluruh institusi-institusi yang merupakan anggota ISMKI. dengan 72 anggota utama dan 1 anggota muda. Pada akhirnya semoga dengan kokohnya institusi dapat menjadi kunci keberhasilan tercapainya visi dan misi ISMKI. dan wilayah empat menaungi 23 universitas.

193. ISMKI kokoh berjaya! Misi 1. Dengan beranggotakan 73 institusi.PENDAHULUAN Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan 17. strategi dan kebijakan pemerintah dalam aspek kesehatan. VISI DAN MISI Visi Internal masif-progresif. Sejatinya untuk mampu berkembang dan bersaing menjadi negara yang makmur dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. mengkordinasikan. Memperkuat Institusi Afiliasi TAGLINE ISMKI Kokoh Siap Berkarya! 32 . Optimalisasi proses pengakaran ISMKI di Institusi. ISMKI memiliki potensi yang besar dalam menjalankan fungsinya. kegiatan tiap wilayah dan nasional. Memperkuat SDM 4. karna bangsa yang sehat menunjukkan kualitas bangsa tersebut. Optimalisasi koordinasi Institusi-Wilayah-Nasional dan Badan Kelengkapan 2.250 km2. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai garda terdepan perjuangan mahasisa kedokteran Indonesia memiliki peran yang vital dalam mengawal arah.508 pulau dan total luas negara 5. Menjaga Stabilitas Internal 3. 5. Untuk itu dibutuhkan kajian dan pergerakan yang masif dalam mengawal hal tersebut. Salah satu aspek yang mendukung tercapainya negara yang makmur adalah kesehatan. Kesehatan menjadi sisi mata uang yang jika di optimalkan akan menjadi pondasi dalam kemajuan bangsa. ISMKI juga memiliki Badan Kelengkapan (BK) yaitu Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) dan Badan Pers Nasional (BPN). Badan Kelengkapan (BK) ISMKI merupakan badan yang dibentuk untuk menjalankan. Dengan bekal potensi ini dan melalui proses integrasi sumber daya maupun proses manajemen yang baik sebagai kesatuan sistem kordinasi yang terorganisir diharapkan ISMKI mampu mencapai tujuan organisasi yaitu “Terbinanya Mahasiswa Kedokteran sebagai insan akademis dan pengabdi menuju terwujudnya dokter profesional dan berdaya saing serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”sebagai perwujudan idealisme ISMKI. mendukung aktivitas ISMKI dan mengembangkan bakat mahasiswa kedokteran Indonesia.

SUSUNAN TIM VPI Sekretaris VPI Staf VPI Badan Kelengkapan Wilayah ISMKI Institusi Vice President for Internal Affairs: Muhammad Fadhil (Universitas Halu Oleo) Secretary: Sumiosa Hardini Fitri Hara (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Staff Ahli: Adhika Rahman (Universitas Islam Indonesia) Anantyo Satria Anugrha (Univeritas Sebelas Maret) Amirul Adil Abdullah (Universitas Muhammadiyah Makassar) Fauzan Yan Rabbani (Universitas Islam Sumatera Utara) Jeni Friska (UPN Veteran Jakarta) Khishotul Hayati (Universitas Padjajaran) Muhammad Hidyatullah (Universitas Islam Al Azhar Mataram) Muhammad Ilham Raymana (Universitas Tadulako) Syahrasyid Abdul Malik (Universitas Al Khairat) Penanggung Jawab Koordinasi Wilayah: Wilayah 1 : Fauzan Yan Rabbani Wilayah 2 : Jeni Friska Wilayah 3 : Anantyo Satria Anugrha Wilayah 4 : Muhammad Hidayatullah 33 .

Anantyo Satria Anugrha 4. Jeni Friska 3. Sumiosa Hardini Fitri Hara  Tim Khusus SK FK Baru 1. Jeni Friska 3. Anantyo Satria Anugrha 4. Jeni Friska 3. Muhammad Hidayatullah o Koordinasi institusi-wilayah-nasional 1. Khishotul Hayati 2. Syahrasyid Abdul Malik 3. Muhammad Ilham Raymana  Leadership Camp Muhammad Ilham Raymana  Intervensi PHN Syahrasyid Abdul Malik  Pengakaran ISMKI : 1. Muhammad Ilham Raymana 34 . Anantyo Satria Anugrha 4. Anantyo Satria Anugrha 4. Fauzan Yan Rabbani 2. Fauzan Yan Rabbani 2. Khishotul Hayati 2. Jeni Friska 3. Muhammad Hidayatullah o Koordinasi Badan Kelengkapan ISMKI Adhika Rahman  Tim Upgrading PHN dan PHW 1. Fauzan Yan Rabbani 2. Muhammad Hidayatullah 5. Amirul Adil Abdullah 2.Pembagian Tim Kebijakan Strategis Vice President of Internal Affairs  We Are ISMKI: 1. Muhammad Hidayatullah  Sinergisitas Program Institusi-Wilayah-Nasional dan Badan Kelengkapan ISMKI: 1. Fauzan Yan Rabbani 2. Adhika Rahman o Center Of PHW and PHN Recruitment and Coordination (CPRC): 1.

dan Universal E. hastag. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama kepengurusan berlangsung H. kampanye. harus ditanamkan dalam hati nurani dengan ketulusan dan dikembangkan melalui branding. mindset #KitaISMKI. G. Sebagai organisasi yang menjadi wadah seluruh pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia. Sasaran Program Kerja Mahasiswa kedokteran Indonesia. sehingga dapat memasifkan posisi ISMKI di tatanan lokal yang menjadi pondasi ISMKI. Metode Program Kerja . dan menarik kepada anggota.Terbukanya PO Merchandise ISMKI . Atraktif. Indikator Keberhasilan . dari segi sejarahnya. peran nyatanya.Branding ISMKI Via Media Sosial dan Campaign: Mengenalkan ISMKI kepada anggota melalui media sosial dan kampanye. D. Value Masif. Latar Belakang Nasionalisasi menjadi tantangan ISMKI sebagai strategi fondasi pergerakan mahasiswa Kedokteran dengan fokus pada institusi masing-masing. Kreatif. C. yakni mengenal seutuhnya keberadaan ISMKI dan mencintai dalam bentuk penghayatan dengan hasil kerja yang nyata. Deskripsi Program Kerja Upaya membangunkan keadaan dan memupuk rasa nasionalisme anggota ISMKI. berinteraksi. Struktur Organisasinya. kreatif. B. Serta info up to date lainnya mengenai ISMKI F. dan mengenalkan ISMKI lewat berbagai media yang ada.Branding ISMKI Via Atribut Merchandise: Menjual Merchandise ISMKI ke anggota secara masif. atribut lain dan media sebagai sumber utama. Dilakukan bisa dengan kampanye. Nilai-nilai ISMKI.Terbentuknya SOP We Are ISMKI . We Are ISMKI A. wadah berkumpul. Tujuan Program Kerja Menjadikan ISMKI episentrum mahasiswa kedokteran Indonesia dan dapat menumbuhkan nasionalisme ISMKI ke mahasiswa kedokteran Indonesia. . menukar ide dan inovasi untuk masalah kesehatan dan kemajuan ilmu kedokteran di Indonesia.PROGRAM KERJA 1.Terbentuknya Format Kampanye Via Media Sosial 35 .

Value Sinergis dan Efektif. tingkat institusi. Wilayah. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Penanggung Jawab 1. pelaksanaan hingga pengawasan berawal dari niat. Masalah yang terjadi di ISMKI.dedikasi dan motivasi penuh anggota. dan Institusi harus berjalan beriringan dan dibutuhkan koordinasi yang baik demi ISMKI. Dengan begitu aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa bisa ditampung sehingga ISMKI bisa mengatur langkah dan strategi pergerakan untuk mewujudkan visi dan misinya. Sehingga ISMKI menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan Institusi. C. B. Wilayah. Berupaya untuk senantiasa menciptakan organisasi yang harmonis. Sinergisitas Program Institusi-Wilayah-Nasional A. Wilayah 2: Jeni Friska 3. karena itu Nasional. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah 2. dinamis dan humanis dari Institusi. dan nasional. untuk mencapai sinergisitas yang baik maka dibutuhkan koordinasi yang berkala. wilayah. dan Nasional yang nantinya akan menciptakan sebuah koordinasi yang baik antara ISMKI dengan sinergisitas program Institusi. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugrha 4. D. 36 . mulai dari individu. Latar Belakang Manajemen organisasi yang meliputi perencanaan. Wilayah. Wilayah. dan Sekretaris Wilayah via online maupun offline dan pembuatan kalender bersama seluruh agenda ISMKI serta menyelaraskan program secara spesifik Nasional dan Wilayah yang di ketahui dan di setujui oleh presbem yang berfungsi untuk membantu ISMKI dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan hal tersebut. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. Sehingga terwujud suatu arah yang selaras dalam roda aktivitas ISMKI. Nasional. siap dan tanggap terhadap pemahaman organisasi. Pengaruh peran pengurus lebih berorientasi pada berkarya dan membina. Deskripsi Program Kerja Pertemuan Sekjendter dengan para Presbem. Solusi mengatasi permasalahan secara cepat.I. Nasional. Tujuan Program Kerja Melaksanakan dan membangun koordinasi ISMKI yang sinergis.

Sekretaris Wilayah beserta jajarannya .Follow up Pasca Leadership Camp Dikarenakan Pergantian kepengurusan di wilayah dan beberapa pergantian kepengurusan di Institusi.Leadership Camp Dilaksanakan di Rakornas dan akan di jelaskan secara lengkap di SOP Leadership Camp yang sudah terlampir dan di harapkan menghasilkan Grand Design yang di setujui bersama dan sebagai bahan pertimbangan dan persetujuan di Mukernas. Sekjendter yang dibantu VPI ISMKI Nasional untuk follow up ke Presbem baru dan Sekwil baru untuk menyesuaikan lagi Grand Design nya agar sinergis antara Nasional-Wilayah-Institusi dan Hasilnya menjadi Pertimbangan akhir untuk di sahkan di Mukernas. Sasaran Program Kerja Sasaran Sinergisitas Program Lokal-Wilayah-Nasional terdiri atas 3 komponen: . Sekjend dan Sekjendter yang membahas dan mengkritisi Grand Design Sekjendter agar sesuai kebutuhan Institusi dan sinergis antara Nasional-Wilayah-Institusi untuk di paparkan dan kritisi lagi pada saat Leadership Camp. . Angket ini sebagai tolak ukur apakah Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi benar-benar di laksanakan dan membawa sinergisitas selama 1 tahun kepengurusan dan sebagai bukti evaluasi untuk Sekretaris Jendral Terpilih selanjutnya.Sekretaris Jendral terpilih . Sekretaris Wilayah. .Presbem beserta jajarannya di setiap Institusi anggota ISMKI. Diskusi dilaksankan minimal sekali 1 bulan selama 3 bulan sebelum Leadership camp agar bisa di bagi ke beberapa sesi. Sebelum sesi dimulai. Metode Program Kerja . .Pembuatan Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi Kalender ini di buat rancangannya sebelum Mukernas setelah Sekretaris Wilayah yang baru terpilih dan disahkan pada saat Mukernas.Pengisian Angket Evaluasi Sinergisitas Angket Evaluasi Program Kerja ini akan dilampirkan di SOP. Hasilnya akan dipaparkan ketika Munas.E. dan Sekretaris Jendral mulai 3 bulan sampai 10 hari sebelum Munas. F. 37 . Angket ini akan diisi oleh Presbem.Diskusi Grand Design Sekjendter Pra Leadership Camp Diskusi ini terdiri atas Presbem. Presbem dan Sekretaris Wilayah di himbau untuk memahami dulu Grand Design sementara Sekretaris Jendral Terpilih. . Diskusi dilaksanakan 3 bulan sampai 10 hari sebelum Mukernas secara online maupun offline sampai menghasilkan Rancangan Kalender grand Design Nasional-Wilayah-Institusi. Sekretaris Wilayah.

Leadership Camp. Indikator Keberhasilan . Grand Design Sekjend dan semua Programnya yang sinergis selama satu kepengurusan. H. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. C. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah 3. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama masa Sekjendter di lantik sampai Sekjend sudah demisioner.Secara Kuantitatif: Presbem dan Sekwil hadir 80% di setiap sesi diskusi online Grand Design. PHN. dan Presbem . B. G. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Tujuan Program Kerja Membentuk wadah koordinasi yang utuh antara PHN/PHW/Presbem agar terjalinnya kerjasama sejak perekrutan hingga bentuk kinerja sehari-hari di lokal. Anggotanya dari PHN/PHW serta Presbem dari institusi yang sama. Deskripsi Program Kerja Wadah ini dibentuk ditiap-tiap institusi sebagai centre of PHN/PHW recruitman and coordination. dinilai dari Angket Evaluasi yang disebar ke Presbem dan Sekretaris Wilayah. Center Of PHW and PHN Recruitment and Coordination (CPRC) A. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugerah 4. Wilayah 2: Jeni Friska 3.Secara Kualitatif: A. dan Mukernas. I. Adanya Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi dan sudah dipublikasikan kepada kepada PHW. Latar Belakang Institusi sebagai anggota ISMKI dan pemberi mandat untuk anggotanya dalam menjabat sebagai PHW/PHN harus bertanggungjawab dalam menjaga kontribusinya kepada ISMKI melalui koordinasi di tingkat institusi dalam menjaga dan mengembangkan potensi PHN/PHW nya serta Institusinya demi arah gerak dan masa depan ISMKI yang lebih baik B. Penanggung Jawab 1. 38 . wilayah dan nasional.

kinerja per individu di kepengurusan ISMKI. PHN.Pelaporan Hasil Diskusi: Pelaporan hasil diskusi yang berkenan di laporkan kepada Sekretaris Wilayah dan VPI ISMKI Nasional atau jajarannya yang sudah di beri mandat. Alumni Pengurus ISMKI dan lain-lain) sebagai narasumber yang di harapkan oleh institusi apabila Institusi membutuhkan dan berkenan untuk menunjang proses kaderisasi dan peningkatan mutu. Harapannya ada kaderisasi yang baik juga yang di hasilkan dari forum diskusi ini agar peran PHW dan PHN yang di delegasikan Institusi lebih maksimal dalam kepengurusan ISMKI dan Institusi itu sendiri bisa berperan aktif. kolaboratif serta sinergis dalam kemajuan ISMKI dan menuju Indonesia Sehat. efektif. Sekwil. GBHO ISMKI. Sekbidnas. Selengkapnya bisa dilihat di poin Koordinasi VPI ISMKI Nasional. Instruksi Sekjend tahun tersebut.Forum Diskusi: Forum ini terdiri atas PHW. dan Presbem atau jajarannya yang diberi mandat. VPI ISMKI Nasional beserta Staf Ahli nya bersedia untuk di invite di grup CPRC setiap institusi atau mencari orang yang tepat sesuai fokus pengkaderan (Contoh : Sekjend. Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut. Di forum diskusi ini ada koordinator. notulen. Metode Program Kerja . dan anggota diskusi yang sudah di tunjuk Presbem atau disepakati bersama. masif. serta peran Institusi dalam memasifkan perannya sebagai anggota ISMKI. 39 . Forum Diskusi dilaksanakan sekurang- kurangnya sekali dalam 2-4 minggu. Sekbidwil. Responsibilitas E.D. MPA. Value Sinergis. Yang di bahas di forum ini adalah kinerja dan koordinasi bidang. Aktif. Diskusi bisa laksanakan secara offline maupun online. . Sekurang-kurangnya CPRC setiap institusi membahas AD/ART ISMKI. dan Presbem dari setiap Institusi Anggota. Kontributif. dan bidang-bidang yang ada di ISMKI yang berkaitan dengan PHW dan PHN serta Koordinasi dan kondisi di lapangan. Dalam keberjalanannya. Sekwil. Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI.

Penanggung Jawab 1. 1 komponen kontrol. Latar belakang Luasnya wilayah Kerja ISMKI terkadang mempersulit fungsi kontrol secara langsung sehingga hal ini dapat menyebabkan terhambatnya program-program kerja dari ISMKI itu sendiri. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah 4. Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut. Koordinasi institusi-wilayah-nasional A. Oleh karena itu. 40 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan H. GBHO ISMKI. 3 komponen utama.3 komponen utama yaitu PHW. . . dan 1 komponen fasilitator: . Wilayah 2: Jeni Friska 3. Selain itu. Instruksi Sekjend tahun tersebut. 4. wilayah dan institusi sehingga semuanya bisa berjalan dengan tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadi penurunan kinerja. F. dan Presbem di setiap Institusi anggota ISMKI. PHN. dapat pula menimbulkan potensi kesenjangan karena perbedaan kultur organisasi dimasing-masing wilayah.Target Kuantitatif: Komponen Utama hadir 80% di setiap sesi diskusi.1 komponen kontrol yaitu Sekretaris Wilayah 1.1 komponen fasilitator yaitu Narasumber Diskusi apabila diperlukan G. I. dibutuhkan koordinasi yang baik antara nasional. Sasaran Program Kerja Sasaran CPRC terdiri atas 5 komponen.Secara Kualitatif: Semua Komponen Utama sudah membahas AD/ART ISMKI. dan bidang-bidang yang ada di ISMKI yang berkaitan dengan PHW dan PHN serta Koordinasi dan kondisi di lapangan dalam satu kepengurusan ISMKI yang di buktikan di notulensi pelaporan Forum Diskusi. Indikator Keberhasilan . Perkiraan Dana Program Kerja - J. 2. 3. . Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugerah 4.

Sasaran Program Kerja . wilayah dan institusi agar ISMKI selayaknya mampu mengenali masalah di setiap institusi.Presbem setiap Institusi G.B. Terlaksana NM rutin dengan Sekwil setiap 2 bulan sekali 2. Aktif Berkontribusi E.Membangun kepenguruan ISMKI yang sinergis. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan H. yang dimana telah dibagi penanggung jawab untuk setiap wilayahnya. Deskripsi Program Kerja Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Menciptakan tata kelola organisasi yang profesional . Metode Program Kerja . dan dapat membantu meningkatkan kapasitas institusi. Value Sinergis. Indikator Keberhasilan 1.Pengurus Harian Wilayah .Menjadikan ISMKI ruang pemecahan masalah bagi institusi C.Net Meeting via line atau skype secara rutin . Terlaksana NM dengan PresBEM perwilayah setiap 2 bulan sekali 3. Terlaksananya DM di kegiatan wilayah 41 .Direct Meeting di Event ISMKI F. D.Sekretaris Jendral . dan humanis dari nasional. wilayah dan institusi . wilayah dan institusi.Menciptakan suasana yang lebih hangat dan menambah rasa memiliki di ISMKI . dibutuhkan koordinasi yang baik antara nasional. Signifikan. Terbentuknya form evaluasi wilayah 5. Terlaksananya NM dengan wilayah atau institusi secara tentative apabila ada agenda mendesak 4. dinamis.Sekretaris Wilayah . Koordinasi yang baik dapat dibangun dengan meningkatkan komunikasi antara nasional. Tujuan Program Kerja .

namun BAPIN dan BPN juga harus bisa bekerjasama secara sinergis dengan ISMKI. aktif. maka koordinasi yang baik juga sangat diperlukan untuk sama-sama memajukan pergerakan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia. yaitu BAPIN (Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional) dan BPN (Badan Pers Nasional). Dan memantau perkembangan BK setiap 1 bulan sekali melalui netmeet. baik internal (dengan ISMKI) atau eksternal. serta jembatan antara ISMKI dengan BK. untuk menguatkan peran ISMKI tersebut maka ISMKI mendirikan Badan Kelengkapan yang hingga saat ini berjuang bersama untuk menggerakkan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia. Deskripsi Program Kerja Diskusi dan koordinasi dengan BK terkait problematika yang sedang dihadapi. Koordinasi Badan Kelengkapan ISMKI A. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Wilayah 2 : Jeni Friska 3. Wilayah 4 : Muhammad Hidayatullah 5. Penanggung Jawab 1. Wilayah 3 : Anantyo Satria Anugerah 4. Kedua badan ini punya garis kerjanya masing-masing. karena mengingat dinamika ISMKI dan BK harus selaras dan berjalan dengan harmonis supaya tercapai tujuan yang sama. maka dari ISMKI terkhusus VPI memiliki fungsi sebagai komunikator dan evaluator terhadap BK. Namun. B. Kemudian memecahkannya dengan solusi yang inovatif dan aplikatif. kolaborasi . Badan Kelengkapan ISMKI ada 2. C. Wilayah 1 : Fauzan Yan Rabbani 2. D. Latar belakang ISMKI sebagai garda terdepan pergerakan mahasiswa fakultas kedokteran se-Indonesia. Tujuan Porgram Kerja Terwujudnya koordinasi yang sinergis antara ISMKI dan BK sebagai satu kesatuan yang sama-sama memliki niat untuk memajukan pergerakan mahasiswa FK se-Indonesia. I. Value Sinergis. 42 . Dan juga mengingat bahwa ISMKI dan BK adalah satu kesatuan. Meskipun mempunyai AD/ART sendiri. BAPIN bergerak di bidang keilmiahan dan BPN bergerak di bidang pers. Demi mewujudkan sinergisitas tersebut.

Terlaksananya oprec bersama dengan target lebih dari 80 pendaftar per lembaga (ISMKI. Poin berikutnya. organisasi. Indikator Keberhasilan 1. Terlaksananya koordinasi dengan EB ISMKI I. etc dari ISMKI (Pemateri bisa dari LD atau VPI) -> review materi oleh Sekjen ISMKI -> pelaksanaan lewat netmeet dan atau directmeet (bisa pada saat event TEMILNAS BAPIN adan PJN BPN) . Upgrading PHN BK akan dilaksanakan bulan Juni.Koordinasi BK dengan EB ISMKI semua bidang: bersifat kondisional -> dari hasil evaluasi dipantau -> VPI mengkomunikasikan kepada EB yang berhubungan terkait hal-hal yang dibutuhkan BK -> Diskusi ->Problem solved F. Terlaksananya upgrading PHN BK minimal 2 kali dalam satu tahun kepengurusan 3. yaitu BAPIN dan BPN G.BPN) 4. mungkin dari ISMKI bisa promote akun BK lewat sosmed yang ada di ISMKI .Upgrading PHN BK: siapkan materi tentang leadership. Terlaksananya evaluasi minimal 6 kali dalam satu tahun kepengurusan 5. Terlaksananya pengakaran bersama minimal di 40 institusi FK di Indonesia 2. Desember.Publikasi kegatan via ISMKI -> setiap 2 minggu sekali akan dikonfirmasikan kepada BK terkait hal-hal apa saja yang ingin dibantuk dipublikasi. Oprec bersama bulan Oktober. Sasaran Program Kerja Badan Kelengkapan ISMKI.Oprec bersama: menyiapkan berkas-berkas oprec -> diskusi dengan BK -> Publikasi bersama -> oprec -> pengecekan pendaftar oprec -> penugasan/magang di salah satu lembaga -> pengumuman .E. September. BAPIN. H.Pengakaran bersama: melibatkan minimal 1 PHN dari masing-masing BK pada saat pengakaran dan juga menetapkan terlebih dahulu slide standart -> sosialisasi dengan PresBem -> menentukan jadwal pengakaran .Evaluasi BK: membuat form evaluasi untuk BK -> form diisi BK tiap 1 atau 2 bulan sekali -> review oleh VPI -> kemudian dilakukan netmeet pasca 3 hari review -> notulensi netmeet -> pantau untuk bulan berikutnya . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Setiap bulan akan dilakukan evaluasi rutin untuk BK. Metode Program Kerja . Perkiraan Dana Program Kerja Sementara belum ada 43 . Dan yang lainnya bersifat kondisional.

Deskripsi Program Kerja Memberikan upgrading by need berupa materi wajib per bidang. Topik di pilih sesuai kesepakatan bersama. Value Cerdas dan kolaboratif. Upgrading Bidang diadakan pada saat Rakornas dan IMSS untuk PHN dan Muskerwil dan Rakorwil untuk PHW. C. Diisi oleh Sekbidnas atau Sekbidwil masing-masing bidang dan bila perlu diisi juga oleh Sekbidnas atau Sekbidwil demisioner sebagai Narasumber Non Pengurus. Core Competence ISMKI serta soft skills dan upgrading by demand sesuai permintaan untuk menjalin bonding antar pengurus harian nasional dan wilayah yang dilaksanakan secara online maupun offline. Direct 44 . E. Upgrading Akbar diadakan di Rakornas untuk PHN dan di Rakorwil untuk PHW. Metode Program Kerja 1. B. Tim Upgrading PHN dan PHW A. Penanggung Jawab Adhika Rahman 6. Selain itu juga untuk mengakarkan ISMKI ke pengurus harian agar pengurus harian memahami Core Competence ISMKI dan memiliki rasa Nasionalisme ISMKI yang tinggi.Meningkatkan dan mengembangkan potensi PHN dan PHW agar menjiwai tugas nya sebagai pengurus harian dan lebih berkompeten daripada pengurus di Institusi. J.PHW-PHN dapat melaksanakan tugas dengan baik . Sehingga PHN-PHW dapat mengakar dengan baik diranah institusi dan mempermudah proses Nasionalisasi ISMKI di institusi.Menciptakan atmosfer kerja yang berasas profesionalisme dan kekeluargaan. yaitu Upgrading Akbar dan Upgrading bidang. Upgrading Direct Meeting di bagi menjadi 2. Tujuan Program Kerja . Latar Belakang ISMKI merupakan organisasi kemahasiswaan terbesar di lingkup mahasiswa kedokteran. Inti acara bisa Games untuk merekatkan pengurus atau Materi untuk pencerdasan. . yang mengharuskan PHN-PHW mempunyai kemampuan organisasi melebihi mahasiswa di intitusi masing-masing. Yang di bahas adalah fokus perbidang agar semua staf bidang menjiwai bidang nya dan lebih berkompeten 1 atau 2 tingkat diatas pengurus bidang di institusi. D.

Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI. GBHO ISMKI. Upgrading bidang diadakan 1 2-4 minggu sekali di grup bidang masing-masing atau di grup bidang yang isinya ada PHW dan PHN bidang terkait. Setiap topik bahasan bisa di bagi ke sesi-sesi sesuai Timeline yang sudah di sepakati. Yang di bahas adalah AD/ART ISMKI.Pengurus Harian Wilayah G. Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut. Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI. Meeting diharapkan diisi dengan sesuatu yang menyenangkan agar terjalin kekompakan Pengurus. Penanggung Jawab 1. Instruksi Sekjend tahun tersebut.Secara Kuantitatif : PHW dan PHN 80% hadir di setiap sesi Upgrading I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Di rangkaikan kegiatan ISMKI dan Online Meeting sepanjang kepengurusan. yaitu Upgrading Akbar dan Upgrading Bidang. Topik bahasan bisa di bagi ke sesi-sesi sesuai timeline yang sudah di sepakati. Sasaran Program Kerja . Narasumber Non Pengurus didatangkan untuk mengisi Upgrading apabila perlu. H. Sumiosa Hardini Fitri Hara 45 . Perkiraan Dana Program Kerja - J. 2. Khishotul Hayati 2. Upgrading Akbar diadakan 1 atau 2 bulan sekali di grup besar PHN dan di grup besar PHW. Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut. Isu yang berkaitan dengan dunia kedokteran. GBHO ISMKI. Narasumber bisa dari Pengurus atau Non Pengurus. F. Syahrasyid Abdul Malik 3. Yang di bahas adalah fokus perbidang agar semua staf bidang menjiwai bidang nya dan lebih berkompeten 1 atau 2 tingkat diatas pengurus bidang di institusi.Pengurus Harian Nasional . wawasan umum ISMKI. dan bidang-bidang yang ada di ISMKI yang berkaitan dengan PHW dan PHN serta Koordinasi dan kondisi di lapangan dalam satu kepengurusan ISMKI . Upgrading Net Meeting di bagi menjadi 2.Secara Kualitatif : Semua Komponen Utama sudah membahas AD/ART ISMKI. Instruksi Sekjend tahun tersebut. Indikator Keberhasilan . Diisi oleh Sekbidnas atau Sekbidwil masing-masing bidang dan bila perlu diisi juga oleh Sekbidnas atau Sekbidwil demisioner sebagai Narasumber Non Pengurus.

diharapkan setiap institusi dapat menjadi anggota ISMKI untuk menjadi pilar utama dalam mengawal isu kesehatan. 4. serta informasi mengenai pendidikan kedokteran. khususnya untuk FK yang baru berdiri B. Value Sinergis. 3. Tujuan Program Kerja Mendampingi pembentukan BEM/HIMA/LGM dari fakultas kedokteran baru dan bergabung dalam keanggotaan ISMKI dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan mahasiswa kedokteran Indonesia dalam mengawal isu kesehatan dan pendidikan kedokteran Indonesia. Komunikasi aktif dengan para pengurus organisasi kemahasiswaan yang terdapat di Institusi tersebut. Kontrol rutin serta follow up kepada setiap delegasi yang mengikuti kegiatan tenderisasi baik di wilayah maupun nasional. Universal. Deskripsi Program Kerja Salah satu usaha bidang VPI ISMKI untuk mendampingi institusi yang belum bergabung menjadi anggota ISMKI. C. salah satunya melalui kegiatan kemahasiswaan. Adapun salah satu tujuan ISMKI adalah mempererat persatuan dan kesatuan mahasiswa kedokteran Indonesia. melalui media sosial. dimana ISMKI sendiri membawahi BEM/HIMA/LEM FK Se-Indonesia. Road Show dari pengurus ISMKI baik wilayah maupun nasional dalam rangka pencerdasan ISMKI di institusi yang belum menjadi anggota ISMKI. masih terdapat beberapa institusi yang belum tergabung dalam anggota ISMKI. Maka. 5. Tim Khusus SK FK baru A. Sedangkan untuk keanggotaan ISMKI sendiri adalah seluruh mahasiswa yang mengikuti program sarjana kedokteran atau program profesi dokter. kita mempunyai tanggung jawab bersama untuk memperbaiki dan menjalankan sistem pendidikan kedokteran yang ada di Indonesia melalui banyak cara. dengan cara ikut berkontribusi dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.7. 46 . Evaluasi alur komunikasi dan harapan institusi kepada ISMKI yang akan di pantau secara langsung oleh staff VPI. dan juga sebagai bentuk pemanfaatan Penanggung Jawab Program Kerja yang dirancang khusus dengan cara: 1. Di Indonesia sendiri sampai saat ini telah berdiri 83 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang tersebar dari sabang sampai merauke. Dari 83 Fakultas Kedokteran tersebut. Latar Belakang Sebagai mahasiswa kedokteran. Mengumpulkan data rinci dari setiap Institusi yang belum menjadi anggota 2. D. ISMKI adalah organisasi kemahasiswaan yang menampung dan mewadahi segala bentuk kegiatan kemahasiswaan kedokteran yang ada di Indonesia.

E. Metode Program Kerja
- Pengumpulan Data
Sebelum melakukan pendekatan, sebaiknya dikumpulkan dulu data-data rinci dari
setiap institusi agar dalam menentukan jenis pendekatan bisa tepat. Dibutuhkan
koordinasi dengan Sekwil terkait.
- Komunikasi Aktif
Komunikasi aktif dengan para pengurus organisasi kemahasiswaan yang terdapat di
Institusi tersebut, melalui media sosial. Serta pembuatan grup yang ditujukan untuk
memudahkan komunikasi secara intens di setiap institusi.

- RoadShow
Road Show dari pengurus ISMKI baik wilayah maupun nasional dalam rangka
pencerdasan ISMKI di institusi yang belum menjadi anggota ISMKI. Dengan harapan
institusi bersangkutan dapat mengetahui arah kebijakan ISMKI terhadap isu-isu
nasional dan prestasi ISMKI dengan membawa cakrawala tentang dunia kedokteran.

- Evaluasi
Kontrol rutin serta follow up kepada setiap delegasi yang mengikuti kegiatan
tenderisasi baik di wilayah maupun nasional. Evaluasi alur komunikasi dan harapan
institusi kepada ISMKI yang akan di pantau secara langsung oleh staff VPI.

F. Sasaran Program Kerja
Institusi yang baru berdiri maupun institusi yang belum bergabung dalam keanggotaan
ISMKI

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja
Sepanjang Kepengurusan

H. Indikator Keberhasilan
Melakukan Komunikasi Intens dengan Institusi
1) Terjalin Komunikasi melalui Net Meeting Rutin setiap bulannya (3)
2) Terjalin Komunikasi melalui Net Meeting lebih dari 1 bulan sekali (2)
3) Tidak terjalin Komunikasi (1)

Mendapatkan minimal 1 kunjungan kerja dari pengurus ISMKI baik wilayah
maupun nasional
1) Kunjungan dilakukan di seluruh institusi yang belum bergabung menjadi anggota
ISMKI (3)
2) Kunjungan dilakukan di minimal > ½ jumlah institusi yang belum bergabung menjadi
anggota ISMKI (2)
47

3) Kunjungan dilakukan di minimal < ½ jumlah institusi yang belum bergabung menjadi
anggota ISMKI (1)

Evaluasi dan penilaian terhadap kinerja staff VPI dalam mengawal insititusi yang
belum bergabung yang menjadi anggota ISMKI
1) Seluruh institusi yang belum bergabung menjadi anggota ISMKI dapat merasakan
kebermanfaatan ISMKI (3)
2) > ½ jumlah institusi yang belum bergabung menjadi anggota ISMKI dapat merasakan
kebermanfaatan ISMKI (2)
3) < ½ jumlah institusi yang belum bergabung menjadi anggota ISMKI dapat merasakan
kebermanfaatan ISMKI (1)
Total indikator keberhasilan
 7-9 : Baik
 5-6 : Cukup
 3-4 : Kurang

I. Perkiraan Dana Program Kerja
-

J. Penanggung Jawab
1. Amirul Adil Abdullah
2. Muh. Ilham Raymana

8. Leadership Camp
A. Latar Belakang
Perlunya terciptakan koordinasi antara Sekretaris Jendral Terpilih dengan setiap
PresBEM untuk Menyusun Grand Design Sekretaris Jendral yang baik demi menunjang
alur koordinasi dan sinergisitas institusi, wilayah dan nasional.

B. Tujuan Program Kerja
Menampung masukan dari Presiden BEM FK se-Indonesia untuk menjadi masukan bagi
Sekretaris Jendral Terpilih maupun setiap pengurus ISMKI itu sendiri.

C. Deksripsi Kegiatan
Event bagi Sekretaris Jendral Terpilih di Rapat Koordinasi Nasional dalam bentuk rapat
dan diskusi maupun ajang silaturahmi dengan petinggi badan eksekutif mahasiswa
kedokteran untuk mendiskusikan Grand Design secara direct meeting.

48

D. Value
Sinergis, Universal

E. Metode Program Kerja
Pembuatan sesi diskusi antara PresBEM se-Indonesia dengan Sekretaris Jendral ISMKI
maupun Sekretaris Jendral Terpilih ISMKI dalam bentuk forum untuk mendiskusikan
Grand Design di Rapat Koordinasi Nasional.

F. Sasaran
- PresBEM FK Se-Indonesia
- Sekretaris Jendral Terpilih

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja
Rapat Koordinasi Nasional

H. Indikator Keberhasilan
Kehadiran Presbem
Dihadiri > 60% PresBEM institusi se-Indonesia

Hasil Diskusi
Terciptanya Rekomendasi bagi Sekjenter untuk kepengurusanya disaat Sekjendter sudah
dilantik menjadi Sekjend.

I. Perkiraan Dana Program Kerja
-

J. Penanggung Jawab
Muh. Ilham Raymana

49

9. Intervensi PHN
A. Latar Belakang
Lamanya 1 periode kepengurusan Pengurus Harian Nasional ISMKI, perbedaan jadwal
akademik di masing masing institusi, dan berbagai faktor internal maupun eksternal
menyebabkan fluktuatif-nya kinerja PHN ISMKI. Sehingga dibutuhkan suatu tindakan
intervensi agar dapat menjaga perjalanan kinerja dari Pengurus Harian Nasional tetap
dalam jalur yang di inginkan.

B. Tujuan Program Kerja
Menjaga kinerja Pengurus Harian Nasional Progresif hingga akhir kepengurusan

C. Deskripsi Program Kerja
Bekerja sama dengan VPAD dalam Mengawasi kinerja PHN. Kemudian VPI melakukan
intervensi saat dibutuhkan.

D. Value
Sinergis, Aktif Berkontribusi.

E. Metode Program Kerja
- Koordinasi VPI – VPAD:
Melakukan Screening PHN bermasalah sesuai dengan hasil assessment VPAD;
- Koordinasi VPI – NC:
Konfirmasi kepada NC bidang yang bersangkutan untuk mengetahui kinerja PHN
berdasarkan pengalaman kerja dari NC bersama PHN terkait;

- Follow up:
VPI Berkomunikasi aktif dengan PHN terkait untuk merangkul dan memberi
intervensi di kemudian hari.

F. Sasaran Program Kerja
Pengurus Harian Nasional

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja
Selama periode kepengurusan 2017-2018

H. Indikator Keberhasilan
Melakukan screening PHN dengan kinerja kurang memuaskan dan memberi intervensi
setiap 2 bulan/
50

I. Perkiraan Dana Program Kerja
-

J. Penanggung Jawab
Shahrasyid Abdul Malik

10. Pengakaran ISMKI
A. Latar Belakang
Apabila Institusi memiliki Nasionalisme ISMKI yang tinggi serta bisa bermanfaat dan
dicintai oleh anggotanya sendiri, disitulah ISMKI besar, mengakar dan pengurus ISMKI
dianggap sukses dalam mendampingi Institusi.

B. Tujuan Program Kerja
Menumbuhkan rasa cinta dan Nasionalisme ISMKI oleh Anggota ISMKI

C. Deskripsi Program Kerja
Pengakaran adalah salah satu bagian dari program kerja Wakil Sekretaris Jendral Internal
ISMKI yang berisi:
1. Pemaparan terkait dengan perkara-perkara yang berkaitan dengan ISMKI di berbagai
tataran dengan beberapa konten dimaksudkan untuk memberi pengetahuan mendalam
tentang ISMKI dan peran penerima pengakaran sebagai Mahasiswa Kedokteran
Indonesia.
2. Pengembangan Institusi oleh PHW dan PHN ISMKI dengan mengoptimalkan dan
menyeimbangkan fungsi Bottom Up dan Top Down Kepengurusan ISMKI. PHW dan
PHN di kerahkan semua untuk selalu ada demi pengembangan Institusi agar Institusi
di rasakan manfaatnya oleh anggota dari setiap institusi itu sendiri dan Institusi di cinta
oleh anggotanya. Karena ISMKI itu adalah Institusi itu sendiri. Maka apabila anggota
sudah mencintai Institusinya masing-masing karena manfaat yang diberikan, maka
anggota pun akan semakin mencintai Institusi dan rasa Nasionalisme ISMKI
meningkat.

D. Value
Mengakar dan Kolaboratif.

51

Metode Program Kerja 1. Pengembangan Institusi PHW & PHN selalu siap dan sedia dalam membantu dan mengembangkan Institusi dari segala segi demi pengakaran dan kebermanfaatan Institusi itu sendiri ke anggotanya. hingga lahirnya ISMKI. 3. Sejarah pergerakan Mahasiswa Kedokteran Indonesia.Peran dan Fungsi Majelis Pertimbangan Agung .E. Pembagian Angket Evaluasi Angket Evaluasi adalah alat untuk mengukur keberhasilan Program Kerja Pengakaran yaitu untuk menilai kinerja dan kebermanfaatan dari institusi ke anggota dan apakah anggota sudah mengenal ISMKI. Tujuan adanya ISMKI b. Angket Evaluasi ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu : a. IMKI. Sejarah keberagaman Indonesia bisa bersatu atas nama NKRI b.Badan Kelengkapan Organisasi Outro: .Wilayah  Sekretaris Wilayah  Bidang-bidang di tataran wilayah . 2. Struktur ISMKI . Isi utama : a. Untuk teknisnya sudah di jelaskan di poin Koordinasi VPI ISMKI Nasional.Nasional  Sekretaris Jenderal  Sekretaris Jendral Terpilih  Vice President  Bidang-bidang di tataran nasional . dan keterkaitan dengan Organisasi Mahasiswa Kedokteran di Institusi c. 52 . PHW & PHN. Persamaan. mulai dari Boedi Oetomo. Apakah institusi sudah di nilai bermanfaat bagi anggotanya. dan Presbem dari setiap Institusi Anggota. Angket ini dibagi kepada anggota sebagai audiens sesudah pemaparan pengenalan ISMKI berlangsung.Brainstorming berkaitan tugas ISMKI saat ini. termasuk definisi ISMKI. Angket Evaluasi Pengenalan ISMKI : Berisi pertanyaan tentang pengetahuan umum ISMKI yang sudah di sampaikan pada saat Pemaparan Pengenalan ISMKI. perbedaan. Pengenalan ISMKI Pengenalan ISMKI di sampaikan dengan menggunakan Power Point yang berisi : Intro : a.

Apabila Institusi berkenan. Indikator Keberhasilan . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama periode kepengurusan 2017-2018 H. Muhammad Ilham Raymana 53 .Secara Kualitatif : Anggota sudah mengenal ISMKI dan anggota sudah merasakan manfaat dari institusi yang dinilai secara objektif dengan hasil Angket Evaluasi yang di sebar secara online maupun offline kepada anggota . Pengembangan Institusi dengan Kunjungan ke Institusi minimal 2 bulan sekali. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Sasaran Program Kerja Pengurus Institusi dan anggota ISMKI G. Disebarkan oleh Institusi secara online maupun offline selama 1 kepengurusan dan di follow up oleh presbem dan koordinator regio setiap 2 bulan sekali.Secara Kuantitatif : Pengenalan ISMKI di laksanakan minimal 1 kali dalam 1 kepengurusan. Apakah institusi sudah dinilai bermanfaat dan apakah kebutuhan anggota selama ini sudah di penuhi oleh institusi. F. b. Khishotul Hayati 2. Angket Evaluasi Pengembangan Institusi : Berisi pertanyaan tentang Kinerja dan kebermanfaatan Institusi untuk anggotanya. Penanggung Jawab 1. I.

Apabila ada yang kurang berkenan dalam pembuatan Grand Design kami mohon maaf. Apabila ada saran dan kritik bisa langsung disampaikan. Grand Design kami buat untuk menjabarkan dan mendetilkan arah gerak kami selama 1 tahun kepengurusan agar yang bersangkutan bisa memahami arah gerak kami.TIMELINE Nama Program Kerja Februari 2017 Semua Kecuali LC Maret 2017 Semua Kecuali LC April 2017 Semua Kecuali LC Mei 2017 Semua Kecuali LC Juni 2017 Semua Kecuali LC Juli 2017 Semua Kecuali LC Agustus 2017 Semua Kecuali LC September 2017 Semua termasuk LC Oktober 2017 Semua Kecuali LC November 2017 Semua Kecuali LC Desember 2017 Semua Kecuali LC Januari 2018 Semua Kecuali LC Keterangan : LC = Leadership Camp di Rakornas PENUTUP Cukup sekian Grand Design Wakil Sekretaris Jendral Bidang Internal yang kami buat untuk kepengurusan 2017/2018. 54 . Terima Kasih. Semua kelebihan hanya berasal dari Tuhan dan kesalahan berasal dari kami.

M Marliando Satria Pangestu Catur (FK UNILA 2013) 2. Raania Amaani (FKUI 2014) 4. VPPA hadir untuk memberikan jalan bagi mahasiswa kedokteran se-Indonesia dalam melakukan advokasi demi mencapai tujuan dari gerakan bersama seluruh mahasiswa kedokteran dalam mencapai kualitas kesehatan Indonesia yang lebih baik. yang menandakan bahwa anggota ISMKI yaitu mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia merupakan bagian dari pergerakan mahasiswa terutama di bidang kesehatan secara general. Maka dari itu ISMKI memiliki fungsi politik yang memungkinkan adanya hubungan antara organisasi ini dengan para pemangku kebijakan sehingga gagasan-gagasan mahasiswa kedokteran sebagai bentuk sumbangsih pembangunan kesehatan dapat tersalurkan dengan baik. Dalam sejarahnya ISMKI merupakan organisasi mahasiswa kedokteran tertua di Indonesia yang seharusnya sudah memiliki sepak terjang dalam pengembangan kualitas kesehatan Indonesia. Muhammad Raoul Taufiq Abdullah (FKUI 2015) 55 . VPPA dan Staff Ahli a) VPPA: Ayu Putri Balqis Sarena (FKUI 2013) b) Staff Ahli: 1. Latar Belakang ISMKI merupakan organisasi yang seyogyanya mampu menyatukan pergerakan seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia. propaganda dan kajian tidak akan cukup untuk mencapai target perubahan kualitas kesehatan apabila tidak ada hubungan langsung yang dibina dengan para pemangku kebijakan. Namun penyebaran ilmu melalui pencerdasan. Tidak hanya itu ISMKI pun telah bergabung bersama Asosiasi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia. VPPA akan mendobrak pintu-pintu dunia pemangku kebijakan demia menyampaikan aspirasi rakyat yang difasilitas melalui gagasan-gagasan mahasiswa kedokteran. GRAND DESIGN Vice President for Policy and Advocacy (VPPA) IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 A. B. Nur Muhammad Ichsan (FK UNDIP 2014) 3.

Pendataan Awal Peta Afiliasi terbentuk. Chief Executive Meeting and ISMKI Political Statement Latar Belakang a. Latar Belakang Sikap dan arah kebijakan ISMKI diputuskan melalui keputusan rapat PresBEM terutama dalam menyikapi isu-isu yang dikaji oleh internal ISMKI.Adanya basis data untuk melakukan hubungan dengan pemangku kebijakan . Hubungan Kerjasama yang sudah pernah dilakukan.Update Per Bulan (50%) 2. Kolaborasi dan Ekspansi 1.Memudahkan pencarian  Sasaran Kegiatan Vertikal: Stakeholder. CP yg bisa dikontak.Tergambarkanya hubungan ISMKI dengan pemangku kebijakan . (50%) . Institusi  Perkiraan Waktu Kegiatan Februari – Desember  Perkiraan Tempat Kegiatan -  Kriteria Keberhasilan .VPPA 1. Institusi Pendidikan Horizontal: IOMS. Nama 3 Pejabat Utama. Kondisi hubungan (baik atau buruk)  Tujuan Kegiatan . NGO (Peta Afiliasi).  Deskripsi Kegiatan Terdiri dari: Nama Stakeholder. Affiliation Map  Latar Belakang Basis data ISMKI dibutuhkan untuk mempermudah kerja VPPA dalam melakukan advokasi dan memperlihatkan sudah sejauh mana ISMKI mampu memiiki kerjasama dengan para pemangku kebijakan. Selama ini 56 .

partisipasi PresBEM masih dinilai rendah sehingga perlu dibuatkan SOP agar
netmeeting bisa dilaksanakan dengan
b. Deskripsi Kegiatan
Pembuatan Standard Operational Procedure untuk net meeting PresBEM dalam
sosialiasi kajian dan penyikapan sikap

c. Tujuan Kegiatan
Terdapat peraturan yang mengikat presBEM untuk mengikuti dan berpartisipasi aktif
dalam Net Meeting penentuan kebijakan dan sikap ISMKI

d. Sasaran Kegiatan
Presiden BEM FK Se-Indonesia

e. Perkiraan Waktu Kegiatan
Februari – Desember

f. Perkiraan Tempat Kegiatan
-

g. Kriteria Keberhasilan
- Terbentuknya SOP CEM dan SOP Political Statement (50%
- Terdapat sosialisasi SOP saat IMSS dan Rakornas (30%)
- Pelaksanaan CEM dan PS sesuai dengan SOP (20%)

3. Steering Comitttee for NMDP
a. Latar Belakang
Pada tahun 2017 ISMKI akan mengadakan project National Multi Development Project
yang diadakan dengan bertujuan untuk mencetak penggerak dari setiap Institusi yang
mampu menciptakan pengembangan komunitas secara terintegrasi satu Indonesia

b. Deskripsi Kegiatan
VPPA dan team akan menjadi SC untuk acara National Multi Development Project yang
bertempat di Andalas. VPPA akan bergerak dibidang pembangung jembatan antara
Institusi dan NGO. NMDP tahun ini berisi pelatihan mengenai pembuatan comdev yang
terintegrasi dengan tema ISMKI.

c. Tujuan Kegiatan
ISMKI dan OC memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan NGO
57

d. Sasaran Kegiatan
Peserta NMDP, NGO

e. Perkiraan Waktu Kegiatan
April

f. Perkiraan Tempat Kegiatan
Universitas Andalas, Padang

g. Kriteria Keberhasilan
- 1/2 Jumlah dari NGO dan Stakeholder yang diundang dalam acara NMDP hadir 60%
- Terlaksananya pelatihan advokasi ada NMDP 40%

VPPA 2. Think tank VPPA-HPS-MEP
A. Penyusunan Platform HPS
1. Latar Belakang
VPPA akan mengawasai HPS dalam melakukan pergerakannya selama satu tahun.
VPPA akan membukakan jalan untuk HPS melakukan advokasi dan audiensi terkait
isu yang sedang dibawa. Dibutuhkan perencanaan yang matang selama satu tahun agar
setiap isu bisa dibawa hingga ke tataran kebijakan.

2. Deskripsi Kegiatan
Pembuatan platform mendetail mengenai alur perencanaan isu yang akan dibawa HPS
hingga ke taraf advokasi. VPPA sebagai pemegang platform berkewajiban untuk selalu
memfollow up isu yang direncanakan sesuai dengan platform dan melaksanakan
perencanaan-perencanaan advokasi setiap isu.

3. Tujuan Kegiatan
Isu yang dibawa oleh HPS akan terencana dengan baik dan di-follow up oleh VPPA
per bulannya.

4. Sasaran Kegiatan
HPS

5. Perkiraan Waktu Kegiatan
Februari-Desember

6. Perkiraan Tempat Kegiatan

58

7. Kriteria Keberhasilan
Terbentukan platform isu HPS 50%
Update platform per bulan 50%

B. Penyusunan Platform MEP
1. Latar Belakang
VPPA akan mengawasai MEP dalam melakukan pergerakannya selama satu tahun.
VPPA akan membukakan jalan untuk MEP melakukan advokasi dan audiensi terkait
isu yang sedang dibawa. Dibutuhkan perencanaan yang matang selama satu tahun agar
setiap isu bisa dibawa hingga ke tataran kebijakan.

2. Deskripsi Kegiatan
Pembuatan platform mendetail mengenai alur perencanaan isu yang akan dibawa MEP
hingga ke taraf advokasi. VPPA sebagai pemegang platform berkewajiban untuk selalu
memfollow up isu yang direncanakan sesuai dengan platform dan melaksanakan
perencanaan-perencanaan advokasi setiap isu.

3. Tujuan Kegiatan
Isu yang dibawa oleh MEP akan terencana dengan baik dan di-follow up oleh VPPA
per bulannya.

4. Sasaran Kegiatan
HPS

5. Perkiraan Waktu Kegiatan
Februari-Desember

6. Perkiraan Tempat Kegiatan

7. Kriteria Keberhasilan
Terbentukan platform isu MEP 50%
Update platform per bulan 50%

59

C. Guideline Drafter Policy Paper International
1. Latar Belakang
Dengan mimpi Internasionalisasi, VPPA ingin adanya partisipasi ISMKI dalam dunia
internasional dalam ranah pergerakan yaitu pembuatan Policy Paper IFMSA. Selama
ini ISMKI belum pernah berpartisipasi aktif dalam penyusunan Policy Paper IFMSA.

2. Deskripsi Kegiatan
Tahun 2017, VPPA akan mencoba untuk mencarikan jalan bagi HPS dan MEP
sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pembuatan Policy Paper IFMSA

3. Tujuan Kegiatan
Tahun 2017, VPPA akan mencoba untuk mencarikan jalan bagi HPS dan MEP
sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pembuatan Policy Paper IFMSA

4. Sasaran Kegiatan
IFMSA

5. Perkiraan Waktu Kegiatan
Februari-Maret

6. Perkiraan Tempat Kegiatan

7. Kriteria Keberhasilan
Terbentuk tata cara menjadi drafter IFMSA 100%

VPPA 3. Advokasi dan Audiensi

A. Advoaction!
1. Latar Belakang
ISMKI yang memiliki fungsi sosial politik memiliki peran sebagai mitra kritis dan
mitra kolaborasi dengan pemerintah dalam memajukan kesehatan dan pendidikan
kedokteran.

2. Deskripsi Kegiatan
Melakukan advokasi dan audiensi untuk semua isu yang memiliki target audiensi dan
advokasi

60

ISMKI dipercaya dan dapat bekerjasama dengan pemangku kebijakan dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa. Kriteria Keberhasilan Setiap isu yang berada dalam platform dengan target advokasi dan audiensi akan terlaksana advokasi dan audiensinya (100%) VPPA 4. Perkiraan Tempat Kegiatan – 7. Pelatihan tetap akan dilakukan bagi wilayah atau institusi yang meminta pelatihan. . Pengembangan Wawasan Survey dan Kajian 1. Sasaran Kegiatan Pemangku Kebijakan 61 . kajian dan advokasi yang baik. Peningkatan Mutu Internal A. Tujuan Kegiatan .Pergerakan yang diadakan oleh mahasiswa kedokteran bisa memberikan dampak yang lebih luas karena dibawa hingga ke tataran kebijakan. Perkiraan Waktu Kegiatan Februari-Desember 6. 4. Deskripsi Kegiatan Pelatihan mengenai kompetensi pembuatan survey dan pembuatan kajian kepada HPS wilayah. 3. MEP wilayah dan Institusi yang bekerjasama dengan isu yang dibawa oleh VPPA-HPS-MEP Nasional. Latar Belakang Seringkali wilayah dan institusi belum memiliki kompetensi yang cukup dalam melakukan survey. 4. 3. Tujuan Kegiatan Penggerak-penggerak ISMKI memiliki kompetensi yang cukup dan memadai dalam membuat survey dan kajian. Sasaran Kegiatan Pemangku Kebijakan 5. Sehingga hubungan koordinasi antara Nasional-Wilayah-Institusi bisa lebih solid dalam pengambilan keputusan 2.

Kriteria Keberhasilan  Setiap Kajian yang dikeluarkan oleh HPS dan MEP harus dilakukan pengecekan kualitas oleh VPPA (65%)  Setiap Propaganda yang dikeluarkan oleh HPS dan MEP harus dilakukan pengecekan kualitas oleh VPPA (45%). Perkiraan Waktu Kegiatan Februari – Desember Perkiraan Tempat Kegiatan 6. Deskripsi Kegiatan Pengecekan kualitas kajian dan propaganda yang dikeluarkan oleh HPS dan MEP di dalam grup koordinasi VPPA-HPS-MEP 3. Tujuan Kegiatan Memastikan kualitas kajian dan propaganda yang akan dikeluarkan oleh ISMKI 4. 5. Perkiraan Tempat Kegiatan – 7. Latar Belakang VPPA sebagai pembuka jalan advokasi harus memastikan bahwa kajian dan propaganda yang dibawakan oleh HPS dan MEP memiliki kualitas yang baik 2. Kriteria Keberhasilan Terlaksana pelatihan survey atau kajian untuk 4 wilayah 100% B. Perkiraan Waktu Kegiatan Februari – Desember 6. Quality Control Kajian dan Propaganda 1. Sasaran Kegiatan HPS dan MEP 5. 62 .

perkembangan mutlak akan terus terjadi dan sangat merugi ketika kita tidak mampu untuk beradaptasi dan masuk menantang perkembangan tersebut. Jaya !! Hidup Mahasiswa Zata Yuda Amaniko Wasekjen Bidang Pengembangan Proyek ISMKI Periode 2017-2018 63 . Apa Kabar ISMKI ? Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia memasuki babak baru dengan menghadapi perkembangan zaman. tentu saat ini ISMKI perlu terus adaptasi dengan perkembangan yang ada tanpa sedikitpun mengurangi nilai-nilai yang ISMKI bawa selama ini. 35 tahun ISMKI berdiri tentu nya bukanlah waktu yang sebentar. Dalam berupaya beradaptasi perlu diperhatikan apa saja yang telah dilalui dan analisis apa saja tantangan zaman yang ada di depan mata. Karena sesunnguh nya ISMKI yang mampu bertahan ialah organisasi yang adaptif dengan perkembangan dan mampu menjawab tantangan perkembangan tersebut Salam ISMKI.2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Salam Sejahtera untuk kita semua Hai. GRAND DESIGN Vice President for Project Development (VPPD) IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 . ISMKI sebagai organisasi besar sudah saat nya memiliki perencanaan yang matang berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya untuk dijadikan sebagai acuan dalam menghadapi perubahan. selain memberi warna untuk ISMKI dan dunia kesehatan Indonesia.

VISI DAN MISI Visi # ISMKI IMPACT Terwujudnya ISMKI yang berdampak bagi mahasiswa kedokteran maupun masyarakat luas -The best way to predict ISMKI future is to create it - TAGLINE #ISMKIProjectRangers Siap Berkarya! 64 .

SDGs hanya mencakup satu poin general dalam pencapaian peningkatan kesehatan dunia. B Latar Belakang Kegiatan . Setelah 15 tahun pelaksanannya. Melihat kenyataan bahwa keberlangsungan target pembangunan MDGs masih menyisakan banyak evaluasi bagi Indonesia khususnya dalam bidang kesehatan. semangat pembangunan ini diteruskan dengan dilahirkannya Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai program pembangunan berkelanjutan yang akan dilaksanakan hingga tahun 2030. khususnya mengenai poin kesehatan yang tertuang dalam MDGs. Berbeda dengan MDGs yang secara spesifik menyantumkan beberapa isu kesehatan dalam poin pembangunannya. Setelah hampir 5 tahun memfokuskan diri mencapai target pembangunan global MDGs. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang turut berpartisipasi bersama 188 negara lain dalam mencapai target pembangunan global tersebut. Dalam pelaksanannya poin target pencapain kesehatan ini memiliki beberapa turunan fokus. yaitu angka kematian ibu dan target penurunan jumlah penduduk dengan HIV/Aids. antara lain penurunan angka kematian balita dan prevalensi balita dengan berat badan rendah. Semua poin tersebut tertuang secara spesifik sebagai target pembangunan dari sisi kesehatan yang coba diwujudkan untuk menciptakan kesehatan masyarakat. Usaha-usaha pembangunan-pun coba dirumuskan untuk dapat menjawab isu tersebut dan untuk meningkatkan kualitas hidup masyakarat. Dari 8 poin pembangunan yang tertuang dalam MDGs. Sementara 3 poin yang dinyatakan belum tercapai dalam MDGs. Masyarakat era saat ini terlahir dengan berbagai macam isu yang menyertainya. Atas dasar semangat tersebut lahirlah Millenium development Goals (MDGs) sebagai target pembangunan global yang mulai dilaksanakan mulai dari tahun 2000 hingga 2015. Ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai suatu ikatan mahasiswa kedokteran yang hadir dengan semangat mewujudkan peningkatan taraf kesehatan Indonesia. Indonesia dinyatakan berhasil mencapai 3 poin target pembangunan tersebut. poin ini tertuang dalam SDGs poin ketiga. Realisasi target pembangunan global (MDGs) mulai dilakukan di Indonesia dengan lahirnya instruksi presiden no. Sedangkan 6 poin yang ada di dalam MDGS dinyakatan sebagai poin yang akan dicapai pada tahun 2015. Indonesia masih memiliki beberapa catatan dalam pencapaiannya dari berbagai poin pembangunan MDGs. 3 tahun 2010. usaha pengendalian alkohol dan tembakau. diantaranya adalah pencapaian Indonesia dalam penurunan prevalensi TBC. Dalam pelaksanannya. Setelah target pembangunan MDGs dinyatakan selesai pada tahun 2015. 2 diantaranya merupakan isu kesehatan. meliputi usaha penurunan prevalensi penyakit tidak menular. target poin pembangunan khususnya dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan di Indonesia masih menyisakan banyak catatan.PROGRAM KERJA A Nama Kegiatan ISMKI Sustainable Project . dengan berbagai evaluasi pencapaian dari program MDGs sebelumnya. hingga usaha penurunan prevalensi penyakit tidak menular. 65 . mengartikan ini sebagai suatu tangangan yang harus diusahakan oleh semua unsur bangsa Indonesia. MDGs memuat beberapa poin yang berhubungan dengan kesehatan. Indonesia masih menjadi bagian untuk terus mewujudkan target pembangunan berkelanjutan (SDGs). dan besarnya usaha yang harus dilakukan Indonesia dalam perwujud-an target pembangunan berkelanjutan SDGs.

dan modul 4. Metode Kegiatan SURAT PENGANTAR KAJIAN DINAS KESEHATAN PERMOHONAN DATA PROVINSI KESEHATAN DAERAH BINAAN/CALON DAERAH BINAAN INSTITUSI BORANG COMDEV DATA PRIMER DATA SEKUNDER PORTOFOLIO COMDEV PENCARIAN SPONSORSHIP JANGKA PANJANG SOSPENGMAS INSTITUSI EVALUASI INISIASI COMDEV VALIDASI COMDEV COMPILE BOOK PENGEMBANGAN GOALS HASIL COMDEV Metode : Kajian & Peta ISMKI  Policy Statement  ISMKI for SDG’s  Sustainable Project ISMKI  Bank Data ISMKI (primer & skunder)  penetapan sesuai tema & capacity building NMDP  implementasi pengembangan masyarakat  hasil dan monev Bidang yang terlibat HPS . Tersusun compilation book 1x selama kepengurusan 66 .C. strategi pengembangan oleh bidang CE. dan Maternal Health • Bentuk pengembangan masyarakat secara berkelanjutan D. Terbentuk nya kajian mengenai SDG’s 3. Program ini akan dimulai dari analisis permasalahan kesehatan oleh bidang HPS. . LD. dan menargetkan hasil berbasis data.1-3.4 2. Tersusun nya SOP. E.4 Tujuan Khusus • ISMKI berpartisipasi dalam upaya pencapaian target SDG’s 2030 • Menekan angka PTM khusus nya hipertensi. Indikator Keberhasilan 1. Terkumpul nya bank data institusi min 20 3. AD F.menekan angka AIDS. CE. Membantu pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goal’s khusus nya pada poin ke 3. Guideline. Tujuan Kegiatan Tujuan Umum 1. Deskripsi Kegiatan Merupakan program kerja berkelanjutan yang menitik beratkan dampak ISMKI ke masyarakat.1 – 3.

67 .

68 .

69 .

70 .

71 .

72 .

73 .

74 .

75 .

76 .

77 .

78 .

79 .

80 .

81 .

82 .

83 .

~The best way to predict ISMKI future is to create it~ Warm Regards. PROJECT RANGER’S 84 .PENUTUP Demikian sketsa rencana yang kami buat semata-mata berupaya terus berkontribusi bagi kesehatan Indonesia dan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa kedokteran Indonesia. mudah-mudahan apa yang telah direncanakan dapat bernilai manfaat baik bagi tim maupun masyarakat dan mahasiswa kedokteran Indonesia.

Awal kepengurusan adalah langkah pertama mau dibawa kemana organisasi selama setahun kepengurusan. Salam sejahtera untuk kita semua.2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Wr. GRAND DESIGN BIDANG COMMUNITY EMPOWERMENT IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 . kita diberikan kesehatan agar dapat menjalankan kegiatan sehari-hari. Kritik dan saran sangat diperlukan dalam mengemban amanah ini. Saya Anisar Apriliani yang diberikan amanah oleh teman-teman sekalian sebagai Koordinator Nasional bidang Community Empowerment periode 2017-2018. Saya dipilih oleh teman-teman bukan berarti saya lebih baik daripada yang lain. Mohon maaf apabila dalam penyusunan Grand Design ini terdapat salah kata dan tindakan. Tak lupa kita kirimkan salam dan salawat atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Terlepas dari manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan. Pijakan awal adalah tolak ukur bagaimana kita bisa mengambil langkah-langkah selanjutkan menjalankan amanah ini hingga khusnul khotimah. yang telah membawa kita dari alam biadab menuju alam yang lebih beradab. Anisar Apriliani Koordinator Nasional Bidang Community Empowerment ISMKI Periode 2017-2018 85 . Teman-teman seperjuangan yang insya Allah dimuliakan Allah SWT. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan karunia dan rahmat-Nya. Wb. seperti halnya ISMKI.

PENDAHULUAN Pengembangan masyarakat terdiri dari dua konsep yaitu pengembangan dan masyarakat. Bidang pengembangan masyarakat ini merupakan salah satu bidang yang dimiliki oleh ISMKI yang berguna sebagai penggerak serta bertanggung jawab atas peran ISMKI terhadap masyarakat dalam pengembangan mutu kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengembangan adalah proses.  Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kesehatan di Indonesia. TAGLINE #CEHeroes Bidang Community Empowerment Siap Berkarya! 86 . Bidang pengembangan masyarakat adalah bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dengan program kerjanya. berkesinambungan. Dalam hasil ketetapan MUNAS telah dijelaskan bahwa pengembangan masyarakat mempunyai tugas mendorong secara proaktif institusi lokal untuk menciptakan program- program yang berorientasi kepada kesehatan masyarakat.  Memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial. Serta berkoordinasi dengan Wakil Sekretaris Jenderal bidang Internal dan Koordinator Nasional Bidang Pengembangan Kepemimpinan mengembangkan kapasitas institusi dalam mengembangkan program. perbuatan mengembangkan. mendorong institusi dalam inovasi program berbasis pengembangan masyarakat. Misi  Membentuk paradigma masyarakat tentang apa itu sehat. Jadi pengembangan masyarakat adalah perbuatan mengembangkan sejumlah manusia dalam suatu konteks tertentu. VISI DAN MISI Visi Menumbuhkan jiwa sosial dalam diri mahasiswa Indonesia untuk menciptakan karakter masyarakat Indonesia sehat serta mengaplikasikan nilai-nilai tri dharma pendidikan khususnya poin ketiga. Sedangkan masyarakat berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sejumlah manusia dalam arti seluas–luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. cara.

10 Oktober 1995 Samarinda.SUSUNAN TIM Koordinator Nasional Muhammad Ralfi Irsan Anisar Apriliani Universitas Sumatera Utara Universitas Hasanuddin 140100227 C11114523 Medan. 05 Februari 1997 Universitas Islam Malang 21501101074 Probolinggo. 23 September 1997 Chusnul Khotimah Salma Nur Fadhilah Universitas Hasanuddin Universitas Diponegoro C11114065 22010115130148 Toraja. 20 Desember 1995 Surabaya. Nasional Nadya Ratu Aziza Fuady Nadya Hasna Rasyida DA Universitas Muhammadiyah Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto G1A014005 1413010031 Pati. 29 Juni 1996 Mardhatillah Universitas Airlangga 011511133051 Syerly Ayuningtyas Kolaka. 20 Juni 1996 Maskur Fahmi Adhi Baskara e UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 11141030000094 Klaten. Universitas Universitas Halu Oleo Muslim Indonesia K1A115131 11020150115 Kolaka. 05 Desember 1996 Jakarta. 02 Juni 1997 Hardianti Hardmi Putri Universitas Silvira Nazzai Muhammadiyah Jakarta Universitas Abulyatama 2014730038 14171037 Jakarta. 10 Oktober 1997 Ali Laksana Surya R. 15 Desember 1996 Aceh. 07 Februari 1998 Enrekang. 19 september 1997 Palembang. 15 Maret 1996 Achmad Syuaib Nurul Karimah Universitas Tadulako Universitas Bengkulu N10115047 H1A015020 Palu. Fausan Numyani P. 20 Agustus 1996 88 . 5 April 1996 Wakil Koor.

Data dari Badan Litbangkes. konsumsi sayur dan buah. Di Indonesia. Latar Belakang Program Kerja Non Communicable Disease (NCDs) atau penyakit tidak menular merupakan suatu kondisi medis atau penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi sehingga penyakit tersebut tidak ditularkan atau disebarkan dari manusia ke manusia. Major Depressive Disorder 3%. yaitu meningkatkan aktifitas fisik.7%. Pada tahun 2001 meningkat menjadi 49. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya NCD. Lower Back Pain 3%. Road Injuries 5%.5%.PROGRAM KERJA 1. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran. Lower Respiratory Infections 3%. Tujuan GERMAS antara lain: 1) Menurunkan penyakit tidak menular baik kematian maupun kecacatan. Gerakan ini akan dimulai dengan 3 fokus kegiatan. GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat. Menurut data dari Centers For Disease and Prevention tahun 2013. kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Bahkan. Tujuan Program Kerja 1. Kemenkes menunjukan pada tahun 1995 presentase kematian akibat Non Communicable Disease (NCDs) itu 41. serta deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Ischemic Heart Disease 4%.9% dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan lagi menjadi 59. 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk. Bulan Bakti Germas A. Pada masa kini. pemahaman. Non Communicable Disease atau penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian nomor 1 di Indonesia. Diabetes 3%. kedua Tuberculosis 7%. 3) Menurunkan beban pembiayaan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. penyakit tidak menular atau NCDs menimbulkan beban global yang lebih besar dari penyakit menular. WHO telah menetapkan rencana untuk mengatasi penyakit tidak menular seperti penyakit jantung. Meningkatkan taraf kehidupan dan kesehatan masyarakat. 3. Penyakit tersebut adalah Stroke dengan presentase 8%. dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Diarrheal Disease 4%. B. angka kematian dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh Non Communicable Disease (NCDs) terus meningkat. 88 . Cancer 6%. Meningkatkan pengetahuan. 2.

Dilaksanakan 1. F. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa Kedokteran Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan dalam upaya menghindari kejadian NCD.9 institusi dikatakan kurang  Indikator Partisipasi Regio: .Dilaksanakan 1-3 regio dikatakan kurang 89 .Dilaksanakan > 7 regio dikatakan baik . pembagian buah atau sayur-sayuran serta pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh institusi secara serentak dan ketiga kegiatan tersebut dapat dirangkaikan dalam satu kegiatan. Kegiatan tersebut diselingi dengan pemeriksaan kesehatan gratis kepada para peserta senam. Metode Program Kerja Community Empowerment merekomendasikan tiga kegiatan yaitu senam kebugaran. Value Aktif Berkontribusi dan Universal. G. serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Meningkatkan peran serta mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk membangun kesadaran akan bahaya dari NCD. konsumsi sayur dan buah.  Masyarakat.Dilaksanakan 10. 5. 4. Sasaran Program Kerja  Mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia. E.30 institusi dikatakan baik . C.Dilaksanakan 21 . Indikator Keberhasilan  Indikator Partisipasi Institusi: . D.20 institusidi katakan cukup . Dalam aktifitas fisik institusi direkomendasikan untuk melakukan senam kebugaran yang dilaksanakan serentak serta mengedukasi pentingnya memakan buah dan sayur. Deskripsi Program Kerja Mahasiswa dapat melakukan fokus pada hal hal berikut: meningkatkan aktifitas fisik.Dilaksanakan 4-6 regio dikatakan cukup . Waktu Pelaksanaan Program Kerja April 2017 H.

287 unit rumah rusak dimana 9. dan 2. Selama ini. 3.039 rusak ringan. 4. Memfasilitasi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana. Akan tetapi. Korban-korban pun selalu berjatuhan dalam kejadian alam dan bencana social ini. Meningkatkan peran dan aksi ISMKI terhadap bencana yang terjadi di Indonesia. Perkiraan Dana Program Kerja - J. 612 longsor. 5. Kejadian demi kejadian itu bahkan datang pada saat yang hampir bersamaan di berbagai belahan wilayah Indonesia. Tujuan Program Kerja 1. Sebagai agent of health. 13. 522 orang meninggal dunia dan hilang. B. I. tujuh gunung meletus. CRISIS CENTER A. dan 23 gelombang pasang dan abrasi. Menciptakan koordinasi antarwilayah dalam hal tanggap bencana. data bencana yang tercatat adalah jumlah kejadian 2. 13 gempa. Mengajak seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk terlibat dalam aksi peduli bencana. mahasiswa Kedokteran Indonesia menjadi bagian yang harus turut peduli atas peristiwa bencana alam yang sedang terjadi. Hingga bulan November 2016. 47. 3. Penanggung Jawab  Achmad Syuaib  Chusnul Khotimah  Nurul Karima Edison  Ali Laksana S.171 rusak berat. Latar Belakang Program Kerja Kejadian alam dan bencana sosial di negara Indonesia tidak dapat dipungkiri sering terjadi. 2.342 peristiwa. 669 puting beliung.05 juta jiwa mengungsi dan menderita. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) statistik jenis bencana di Indonesia tahun 2016 yaitu 766 bencana banjir. 178 kebakaran hutan dan lahan. Hal ini pun tidak dapat dihindari. Menciptakaan suatu sistem aksi tanggap bencana cepat dan efektif.077 rusak sedang. 2.311 unit fasilitas umum rusak. mahasiswa Kedokteran Indonesia sudah cukup tanggap dalam menggalang bantuan bagi wilayah bencana. 69. 74 kombinasi banjir dan longsor. 90 . aksi tanggap bencana yang sudah ada itu dapat dikatakan kalah cepat dengan keresahan masyarakat akibat bencana itu sendiri.

 PJ CC wilayah membuat Rapid Disaster Assessment sebagai tahap awal untuk mengetahui gambaran bencana. Deskripsi Program Kerja Crisis Center (CC) ISMKI merupakan merupakan suatu sistem terpadu yang bertujuan untuk mempercepat pengumpulan dan penyaluran dana siaga bagi korban di daerah bencana. Pelaksanaannya dibagi dalam 3 tahap. dan pascabencana. serta seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia.  Pembentukan Tim RETINA Pembentukan tim volunteer yang bernama RETINA (Rescue Team ISMKI for Indonesia) Tanggap Bencana  Konsolidasi (Net-Meeting) cepat Informasi terkait besarnya bencana. dampak. bantuan yang diperlukan.  Penyaluran dana secara tepat (berdasarkan informasi) dan cepat serta terjun langsung ke tempat bencana oleh RETINA. serta membantu dalam kegawatdaruratan medis dan rehabilitasi yang dilakukan oleh tim volunteer dari ISMKI yang bernama RETINA. Line dan sebagainya).  Pemetaan kondisi dan infromasi dengan daerah terkait melalui Wilayah dan institusi terdekat oleh CE ISMKI. Pre-Bencana  Pencerdasan ke masa kampus (institusi) Semua institusi wajib mengikuti dan membantu menyebarluaskan informasi yang diberikan akun CC Nasional. (Twitter. tanggap bencana.  RETINA turun langsung ke daerah bencana. Kegiatan tepat guna untuk galang dana oleh masing- masing institusi dengan SOP pengumpulan dana CC.C. Facebook. Sistem CC terdiri atas CE ISMKI. PJ CC Institusi. korban dan lain-lain melalui Grup Line yang berisi PJ CC ISMKI Nas. 91 . Kepala Departemen Pengmas dan Presiden BEM institusi. Pengmas ISMKI Wilayah dan PJ CC Institusi. PJ CC masing-masing Wilayah.  Dana non-insidental Dana non-insidental akan dikumpulkan tanpa waktu maksimal (melalui rekening CC dan acara ISMKI baik wilayah dan nasional) dengan bertujuan mencegah adanya keterlambatan penyaluran dana apabila terjadi bencana yang berdekatan waktunya. yaitu pre-bencana.

Kondisi yang dapat diciptakan PFA adalah Safety-Function-Action. ceramah atau khotbah. seperti terapi bermain. Sebagai Tim Volunteer kita dapat melakukan beberapa kegiatan dalam rehabilitasi psikologis korban bencana. yaitu: 1. Kegiatan spiritual Dalam hal ini dapat mengembalikan kembali ketenangan dalam diri dan siap kembali ke dalam kehidupan seperti semula. Kegiatan Penyuluhan Memberikan penyadaran. Bisa mengenai mitigasi bencana.Pasca Bencana Bencana alam akan menimbulkan reaksi psikologis bencana yang sangat besar dalam diri seseorang. seperti sholat berjamaah. mengaji bersama. dan kegiatan rohani lainnya. 2. Trauma healing Merupakan kegiatan/tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan trauma yang ada khususnya psikologi akibat bencana. Pencerdasan PRE- BENCANA! Dana non- insidental NM Rapid Crisis Disaster Center Assesment TANGGAP Penggalangan BENCANA dana insidental ! Tanggap Penyaluran dana oleh Bencana oleh RETINA RETINA Follow Up PASCA BENCANA ! Publikasi laporan 92 . 5. sosek) segera setelah terjadinya bencana (Dukungan psikologis awal). kesehatan bencana dan lain- lain. pengetahuan dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana. terapi aktivitas kelompok. Mempublikasikan dan melaporkan hasil kerja. 3. 6. Melakukan follow-up terhadap daerah bencana. bahan makanan maupun berupa barang yang diberikan serta field report. dubaya. Pelaporan hasil kegiatan ISMKI Jumlah dana yang masuk. etnik. obat-obatan. terapi memasak dan lain-lain 4. Psychological First Aid (PFA) oleh RETINA Merupakan suatu cara untuk memberikan dukungan emosional dan membantu orang dari berbagai latar beakang (usia. terapi relaksasi-medikasi.

H. Sasaran Program Kerja  Mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia. E. G. F.  Setiap Pengmas Institusi wajib memiliki satu PJ CC tetap selama satu kepengurusan.D. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Value Aktif Berkontribusi. Metode Program Kerja  Dilaksanakan di seluruh institusi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan.  Setiap Pengmas Institusi wajib memiliki program Crisis Center (CC).  Masyarakat Indonesia yang terkena bencana alam. Indikator Keberhasilan  Baik: 50% institusi mengirimkan dana dan 15% institusi mengirimkan volunteer  Cukup: 25% intitusi mengirimkan dana dan 10% institusi mengirimkan volunteer  Kurang: 15% institusi mengirimkan dana dan 5% institusi mengirimkan volunteer I. Penanggung Jawab  Muhammad Ralfi Irsan  Nadya Ratu Aziza Fuady  Syerly Ayuningtyas 93 .  Dilaksanakan sesuai SOP dan ketentuan dari ISMKI.

berkualitas. Community Development (Comdev) A. penyakit tidak menular dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan. Sampai pada akhir MDGs. Sebagian besar kasus hipertensi (63. Hipertensi dan komplikasi yang disebabkannya merupakan Penyakit Tidak Menular. dan terjangkau. cakupan kesehatan universal. penyakit menular. di antaranya agar dapat dilakukan deteksi dini dan tata laksana dini komplikasi yang dapat timbul pada saat persalinan.000 kelahiran hidup. efektif. Penyakit Tidak Menular menyebabkan 68% kematian di seluruh dunia. 94 . Angka Kematian Ibu (AKI) (yang berkaitan dengan kehamilan.3. Sedangkan penyebab kematian terbanyak ke-7 di Indonesia adalah hipertensi. Hipertensi jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi: stroke (penyebab kematian pertama). juga diabetes (penyebab kematian ketiga). Latar Belakang Program Kerja Pada goal ketiga dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu mengenai Good Health and Well Being ada beberapa masalah kesehatan utama yaitu kesehatan reproduktif.8%). Pelayanan antenatal memiliki peranan sangat penting. serangan jantung (penyebab kematian kedua). Indonesia belum berhasil mencapai target dalam menurunkan Angka Kematian Ibu. ibu dan anak. persalinan. dan nifas) sebesar 359 per 100. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. artinya 1 dari 4 orang di Indonesia mengalami hipertensi. Maternal conditions ini masuk dalam 50 besar penyebab kematian terbanyak di Indonesia tepatnya menduduki peringkat ke 33. hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia (25. Padahal Penyakit Tidak Menular dapat dihindari dan dapat dicegah. Menurut WHO 2014. Berdasarkan Riskesdas 2013.000 kelahiran hidup.2%) tidak terdiagnosis. Dalam Millenium Development Goals (MDGs). dan akses obat dan vaksin yang aman. target AKI di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.

Berdasarkan Statistik HIV/AIDS yang dilaporkan oleh Kemenkes pada Maret 2016.940 kasus AIDS (sejak 1987).864 kasus baru AIDS.711 kasus baru HIV dan 7. publik. kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama. Selain itu. umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. dan apa yang mereka butuhkan” tentu sangat dibutuhkan penelaahan lebih lanjut terhadap suatu komunitas sebelum kita melakukan suatu sikap. 95 . angka kematian yang disebabkan oleh Penyakit Menular masih tinggi seperti angka kematian yang disebabkan oleh Tuberculosis. NOT FOR community” dan “Mulailah dari apa yang mereka punya. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan". Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan. dibagi oleh semua atau banyak". Tingkat prevalensi HIV/AIDS cenderung meningkat di Indonesia.073 kasus HIV dan 77. apa yang mereka tahu. Maka dari itu peran community analysis sangatlah penting di dalam melakukan community development. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum: Community Development bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. tindakan/intervensi. B. dan HIV/AIDS. Influenza dan Pneumonia. duduk permasalahan). duduk perkaranya dan sebagainya). Sesuai dengan prinsip dari Comdev yaitu “we are working WITH community. Sedangkan analisis komunitas adalah penelaahan terhadap suatu kelompok individu untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab. 2002:4). (Wenger. dari Januari hingga Maret 2016 terdapat 32. perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia analisis adalah penelitian suatu peristiwa atau kejadian (karangan. Maka akumulasinya terdapat 191.

Analisis komunitas : Identifikasi kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki. Deskripsi Program Kerja Dalam perencanaan Community Development dibutuhkan beberapa tahapan sebagai berikut:  NEED ASSESSMENT Need Assessment adalah suatu pendekatan formal untuk mengumpulkan data dengan tujuan mengidentifikasi kebutuhan sekelompok individu. Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Didalam melakukan need assessment Menurut Dignan & Carr (1992) ada dua tahap yaitu: 1. 2010). ada beberapa tahapan yang dilakukan. Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik. berikutnya ialah menentukan status kesehatan masyarakat berdasarkan permasalahan yang mereka hadapi. C. 96 . bagaimana kelengkapan infrastruktur serta tenaga kesehatan yang ada disana sehingga kita benar-benar nantinya bisa menentukan kondisi berdasarkan status kesehatan mereka. menyediakan dasar untuk perencanaan program yang akan mengatasi masalah yang ada (Fertman & Allensworth. menentukan batas-batas. Diagnosis Komunitas Setelah tahapan analisis kita lakukan. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa Kedokteran untuk melakukan aksi kesehatan. yaitu pengumpulan informasi. namun nanti pada akhirnya penilaian secara keseluruhanlah yang akan kita dapatkan. Diagnosis komunitas : Interpretasi data yang terkumpul.  Tujuan khusus: 1. 2. 2. 3. mendefinisikan latar belakang dan menentukan main problem yang dihadapi oleh masyarakat yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi dan peran aktif masyarakat untuk ikut serta dalam penyelesaian masalah mereka. Jadi memang awalnya hanyalah penyelesaian permasalahan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Analisis Komunitas Analisis komunitas secara garis besar ialah menilai semua aspek dari masyarakat yang nantinya akan menjadi landasan dasar dalam penyelesaian permasalahan yang ada dalam suatu komunitas tersebut. kemudian menilai secara umum pelayanan kesehatan didaerah setempat. Dalam melakukan analisis ini.

Ada 2 teknik evaluasi yang bisa dilakukan. yaitu: o Observasi Observasi adalah cara evaluasi yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung target assessment serta perubahan-perubahan yang telah terjadi setelah proses dilakukan. Evaluasi proses 2. ada 3 cara yang bisa dilakukan. kemudian siapa saja warga yang berpotensi untuk bisa membantu kitaa dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Langkah-langkah untuk mendapatkan target assessment:  Pengumpulan informasi  Identifikasi kesenjangan  Analisis performance  Identifikasi hambatan dan sumber  Identifikasi karakter masyarakat  Identifikasi prioritas dan tujuan Merumuskan Target Assessment Setelah semua proses identifikasi calon target assesment. Dalam evaluasi proses ini. maka segera dilakukan penilaian untuk menentukan siapa-siapa saja yang menjadi target assesment yang sesungguhnya. Evaluasi Program Evaluasi adalah tahap penilaian suatu program dan tahapan-tahapan yang sudah dilakukan yang dimulai dari community analysis sampai dengan implementasi yang dilakukan. Evaluasi output/outcome Evaluasi Proses Evaluasi proses adalah penilaian semua proses yang sudah dilakukan dari awal hingga akhir. Cara ini bisa dilakukan namun memiliki kelemahan karena hanya melalui pengamatan saja sehingga tidak cukup akurat untuk memastikan karena bias dari subjektifitas individu yang mengamati. Need assessment adalah kegiatan yang bersifat pengumpulan informasi tentang kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang sudah dijelaskan pada materi sebelumnya.Target Assessment Target assessment adalah siapa yang menjadi target ataupun sasaran dari suatu program yang dibuat berdasarkan need assessment. 97 . yaitu: 1.

dan modul HIV/AIDS.Dilaksanakan 6 – 10 Institusi (Cukup) . modul hipertensi. o Wawancara Wawancara adalah metode evaluasi yang dilakukan dengan cara langsung berdialog dengan semua pihak yang terlibat dalam proses untuk menanyakan semua aspek yang telah dilakukan dari awal hingga akhir. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan.Dilaksanakan >10 Institusi (Baik) . Indikator Keberhasilan  Indikator partisipasi Institusi: . E. Sasaran Program Kerja  Mahasiswa Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia. Value Aktif Berkontribusi dan Universal. G. Setelah itu hasil yang didapat dari comdev ini akan dibukukan dalam compile book. Metode Program Kerja Community Empowerment ISMKI akan membuat guideline dan modul pendekatan yang akan dipakai pada pendekatan komunitas.Dilaksanakan 1 – 5 Institusi (Kurang) 98 . Modul terdiri dari maternal health. F. Evaluasi output/outcome Evaluasi ini adalah evaluasi terhadap target assessment secara spesifik dengan menggunakan indikator-indikator yang telah di tentukan serta dengan memberikan penilaian dari pre-test sebelum kegiatan implementasi dilakukan kemudian post-test setelah kegiatan implementasi dilakukan. o Focus Group Discussion Focus group discussion adalah suatu metode evaluasi yang dilakukan dengan mengumpulkan para pihak yang terlibat dalam proses dan kegiatan untuk bersama- sama mendiskusikan berbagai macam hal yang sudah dilakukan serta mendiskusikan apa-apa saja yang menjadi kendala selama proses berlangsung.  Masyarakat. D. C.

Crisis Center merupakan Program kerja ISMKI Community Empowerment (Pengembangan Masyarakat) yang bergerak dalam aksi tanggap bencana dalam bentuk penggalangan dana untuk korban bencana. Deskripsi Program Kerja 1. 99 . Bulan Bakti merupakan Program Kerja ISMKI bidang Community Empowerment (Pengembangan Masyarakat) yang bertujuan untuk menggalang aspirasi.00 I. BULAN BAKTI GERMAS A. B. Crisis Center dan RETINA. dan RETINA adalah non program kerja CE ISMKI yang bergerak dalam aksi tanggap bencana dalam bentuk penyediaan sumber daya mahasiswa (volunteer) untuk turun langsung menangani korban bencana tersebut.000. Latar Belakang Program Kerja Community Empowerment Awards merupakan pemberian penghargaan kepada Institusi terbaik yang berhasil melaksanakan Bulan Bakti. dan kegiatan yang inovatif. CE Awards A. Ter-Efektif (1 Institusi) Seluruh kegiatan dalam Program Kerja Pengabdian Masyarakat (CE) ISMKI 2016 selalu ingin bermanfaat bagi masyarakat.“Terefektif” diberikan bagi institusi yang dalam pelaksanaannya dinilai memiliki efektivitas tertinggi.  Indikator pembuatan modul dan guideline: Terbentuknya modul dan guideline H. gagasan. ide kreatif.000. karena manfaatnya pada masyarakat dapat dirasakan secara langsung. luas dan berkelanjutan. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 1. Penanggung Jawab  Silvira Nazzai  Maskur Fahmi Adibas  Salma Nur Fadhillah  Mardhatillah NON PROGRAM KERJA 1. Pelaksaaan program Bulan Bakti 2017 dengan tema “Kesehatan Ibu & Anak” yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Institusi se-Indonesia pada bulan yang telah di tentukan dan Crisis Center serta RETINA untuk penanganan bencana di Indonesia perlu diapresiasi pelaksanaannya.

INDIKATOR PENILAIAN CE AWARD CRISIS PROGRAM BULAN BAKTI CENTRE KATEGORI TEREFEKTIF TERINOVATIF TERFAVORIT TERAKTIF  Kegiatan Kreativitas institusi Like dari  Intensitas tepat sasaran masyarakat partisipasi  Jumlah Indonesia pada institusi PENILAIAN peserta media sosial kegiatan terkini (Instagram dan Youtube) MASYARAKA SEKJEND JURI SEKJEND ISMKI T INDONESIA ISMKI C. Ter-Inovatif (1 Institusi) Penghargaan sebagai “Terinovatif” diberikan kepada salah satu institusi sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemilikan ide atau gagasan yang unik dan fresh serta berhasil dalam pelaksanaannya. Like dapat diberikan oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui beberapa sosial media terkini (Instagram dan Youtube). 3. B. Tujuan Program Kerja Memberi motivasi dan apresiasi kepada institusi untuk melaksanakan Program Kerja dari Pengembangan Masyarakat Bulan Bakti dan Crisis Centre ISMKI. Ter-Favorit (1 Institusi) “Terfavorit” dapat diberikan kepada Institusi yang melaksanakan Program Kerja Bulan Bakti Pengabdian Masyarakat (CE) ISMKI 2017 dan mendapatkan like terbanyak. 2. C. Berupa ide dan diwujudkan melalui kegiatan yang unik dan sesuai dengan tema acara pada rangkaian Program Kerja Bulan Bakti Pengabdian Masyarakat (CE) ISMKI 2017. 100 . CRISIS CENTER (Ter-Aktif) “Teraktif” diberikan kepada Institusi yang melaksanakan Program Kerja Crisis Center Pengabdian Masyarakat (CE) ISMKI 2017 yang paling aktif melakukan aksi tanggap bencana yaitu penggalangan dana untuk korban bencana sesuai dengan SOP Crisis Center ISMKI. Appreciation for RETINA Penghargaan dalam bentuk sertifikat akan diberikan kepada setiap institusi anggota ISMKI yang telah membentuk RETINA dan mengirimkan RETINA-nya untuk penanggulangan korban bencana di Indonesia.

000. Kami sadar bahwa apa yang telah kami canangkan jauh dari kata sempurna. Maka dari itu. Tempat pelaksanaan pemberian penghargaan di institusi yang memenangkan tenderisasi RAKORNAS dan 6th IMSS. F. Penanggung Jawab  Hardianti Hardmi Putri  Risal Fausan Numyani P. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 1. TIMELINE PENUTUP Demikian Grand Design ini kami buat. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Penilaian dimulai setelah Bulan Bakti. Semoga Grand Design ini mampu memberikan kebermanfaatan bagi seluruh pihak yang terkait.00 H. 101 . dan RETINA dilaksanakan di tiap Insititusi. Wb. G. Crisis Center.500. D. Sasaran Program Kerja Institusi anggota ISMKI. kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan. Kemudian penghargaan diserahkan pada saat RAKORNAS dan 6th IMSS. Akhir kata. Wassalamu’alaikum Wr. E. Manfaat Program Kerja Institusi lebih termotivasi dan terapresiasi untuk melaksanakan program kerja dari Pengembangan Masyarakat ISMKI.

ISMKI Wilayah dan institusi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan bagian dari ISMKI Nasional. Tidak dapat dipungkiri banyaknya jumlah mahasiswa Kedokteran yang bertambah setiap tahunnya dan banyaknya mahasiswa Kedokteran yang aktif dalam menjalankan segala kegiatan kampus maupun organisasi kemahasiswaan. dengan cara menjual produk-produk yang khas tentang ISMKI dan juga membangun kerjasama denngan banyak pihak atau sponsor. Nadiah Umniati Syarifah Koordinator Nasional Bidang Funding and Partnership ISMKI Periode 2017-2018 102 . Produk-produk ISMKI juga dapat menjadi salah satu cara untuk membuat mahasiswa Kedokteran lebih dekat dengan ISMKI. Bidang FP sangat diperlukan untuk menunjang terlaksananya setiap kegiatan ISMKI terutama dalam hal pendanaan. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah memberikan kita keteladanan hidup di dunia yang fana ini. Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya yang tiada henti sehingga kita masih memiliki kesempatan untuk terus berkarya dan mengemban setiap amanah-Nya dengan baik. Funding and Partnership (FP) merupakan salah satu bidang yang ada di bawah Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang bergerak di bidang pendanaan dan pengembangan kerjasama dengan berbagai institusi atau perusahaan baik yang bergerak di bidang kesehatan maupun non-kesehatan. GRAND DESIGN BIDANG FUNDING AND PARTNERSHIP IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 . memaksakan kami untuk dapat memenuhi kebutuhan. Wb.2018 KATA SAMBUTAN Assalamu’alaikum Wr. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam memenuhi kebutuhan ini. kita dapat menjalin kerjasama melalui teman-teman yang ada dan berperan terutama di Danus Institusi ataupun FP Wilayah yang bertujuan untuk memperkenalkan produk yang kita akan dijual sehingga ISMKI dapat lebih dekat dengan Danus Institusi.

Branding ISMKI pun dapat dicapai melalui FP dengan adanya pengadaan ISMKI Attributes. Misi  Memfasilitasi minat dan bakat entrepreneur yang ada pada mahasiswa Kedokteran. Selain itu. Indonesia sehat bermatabat terutama dalam bidang ekonomi. TAGLINE #BersamaFPkantongsehat #OmUangOm Bidang Funding and Partnership Siap Berkarya! 103 .  Mahasiswa Kedokteran mendapatkan keuntungan dari kerjasama antara FP Nasional dengan partner ISMKI. Danus Institusi dengan melakukan sharing program dan profit yang didapatkan.  Meningkatkan promosi dan publikasi produk FP Nasional supaya ISMKI dapat dikenal lebih luas di Indonesia.  Meningkatkan branding ISMKI dan produktifitas untuk mencapai target pendapatan FP Nasional. Produk-produk yang dijual oleh FP Nasional ataupun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan salah satu sarana untuk pengakaran ISMKI yang membuat ISMKI lebih dekat dengan mahasiswa Kedokteran. Pengembangan kerjasama yang dilakukan oleh FP Nasional dengan FP Wilayah maupun dengan institusi dapat meningkatkan jalinan koordinasi. ISMKI Merchandise.  Menjaga hubungan dan meningkatkan kerjasama yang baik dengan partner ISMKI. ISMKI Membercard dan ISMKI Point. Pengembangan kerjasama ini juga dilakukan dengan institusi atau perusahaan kesehatan dan non-kesehatan yang bisa memberikan keuntungan untuk FP Nasional dan juga mahasiswa Kedokteran Indonesia. Koordinasi antara FP Nasional dan FP Wilayah maupun institusi sangat dibutuhkan baik dalam pengadaan ISMKI Attributes dan ISMKI Merchandise sharing profit dengan tujuan untuk meningkatkan rasa memiliki ISMKI dan menjadi satu kesatuan ISMKI yang utuh meskipun ranah kerja yang berbeda baik itu di wilayah maupun nasional.PENDAHULUAN Funding and Partnership adalah bidang yang bertanggung jawab dalam pengumpulan dana untuk mendukung setiap kegiatan dan pergerakan ISMKI baik kegiatan nasional maupun international. VISI DAN MISI Visi Membantu mewujudkan ISMKI satu. FP Nasional akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada FP Wilayah. FP Nasional akan mengadakan Sekolah Entrepreneur untuk mahasiswa Kedokteran untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa Kedokteran.  Memfasilitasi FP Wilayah dan Danus Institusi untuk mempromosikan branding yang dimiliki dan berperan aktif dalam suksesor pendanaan FP Wilayah dan Danus Institusi.

SUSUNAN TIM 104 .

Tujuan Program Kerja  Menyediakan PDH. Pakaian Dinas Harian (PDH) ataupun tanda pengenal lainnya dapat menunjukkan seseorang berperan aktif dalam organisasi tertentu. jaket parka ataupun tanda pengenal lainnya untuk semua pengurus hariannya baik di Nasional maupun Wilayah. semua barang akan dibagikan pada PHN saat IMSS dan PHW saat Muswil yang dikirim melalui FP Wilayah. Value Universal. sebuah pengenal merupakan hal penting tentang kontribusi individu dalam sebuah organisasi. serta jabatan PHN dan PHW (kerja sama dengan FP Wilayah). F. jas jaket dan parka. Deskripsi Program Kerja ISMKI Attributes merupakan program kerja yang menyediakan PDH.  Menjalin koordinasi yang baik antara FP Nasional dengan FP Wilayah dalam penyediaan ISMKI Attributes untuk Pengurus Harian Wilayah. B. Setelah barang selesai diproduksi. 105 .PROGRAM KERJA 1. Selain kinerja yang bagus. name tag pengurus harian ISMKI baik Nasional dan Wilayah sebagai tanda pengenal dari PHW dan PHN. jas. ukuran baju. Semua PHW dan PHN membayar ISMKI Attributes. setelah itu semua barang akan diproduksi oleh FP Nasional. jas. C. Metode Program Kerja FP Nasional akan mendata nama-nama. jaket parka dan name tag pengurus harian ISMKI.  Sebagai identitas dari Pengurus Harian Nasional maupun Wilayah ISMKI. jas. ISMKI Attributes merupakan program kerja yang menyediakan Pakaian Dinas Harian (PDH). Latar Belakang Program Kerja Identitas sebuah organisasi sangat penting terutama identitas yang akan dibawa oleh orang-orang yang berperan di dalamnya. E. jaket parka. ISMKI Attributes A. Sasaran Program Kerja Semua Pengurus Harian Nasional dan Wilayah ISMKI 2017-2018. D. Barang-barang untuk kepengurusan tahun 2017-2018 tidak diperjualbelikan secara bebas.

Perkiraan Dana Program Kerja Perkiraan dana disesuaikan dengan jumlah pengurus harian yang memesan dan modal yang dikeluarkan untuk setiap barang yang diproduksi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Mengumpulkan data : Januari 2017  Produksi : Januari 2017 – Februari 2017  Distribusi : Februari 2017 – Maret 2017 H.G. J. Penanggung Jawab  Annisa Zakia Widiastuti  Firma Hernik Saputri 106 . Indikator Keberhasilan  Pengurus harian memesan ISMKI Attributes  >90% (3)  75-90 (2)  <75 (1)  Pelunasan  2 bulan (3)  2 – 3 bulan (2)  >3 bulan (1)  Pendistribusian produk  Saat IMSS dan muswil (2)  1 bulan setelah IMSS dan muswil (1)  Jumlah indikator keberhasilan  6-8 (baik)  3-5 (cukup)  1-2 (kurang) I.

 Sebagai sarana pencarian dana untuk ISMKI.  Membantu menyediakan merchandise khas tentang kedokteran dan ISMKI untuk seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. stiker. selanjutnya ada Pre-Order dan Ready Stock. kaos polo. ISMKI Merchandise merupakan produk-produk yang dijual dengan tema kedokteran atau ISMKI dan dapat menjadi salah satu upaya pengkaran ISMKI dengan mengenal ISMKI dari produk yang dijual. gantungan kunci.  Mengenalkan ISMKI secara luas pada mahasiswa Kedokteran. B. kaos oblong. Branding ISMKI juga merupakan salah satu cara untuk menjaga eksistensi ISMKI. lencana. Latar Belakang Program Kerja Mahasiswa Kedokteran sekarang sudah banyak melirik pasar online untuk membeli produk-produk kebutuhan mereka. topi. Tujuan Program Kerja  Untuk branding ISMKI. Value Sinergis dan Universal. gelang karet. Untuk awal kepengurusan. tas. pin. C. kalender. jaket tas. buku tulis dan produk-produk lainnya. Produk online yang dijual mulai dari baju. fakultas lain dan masyarakat umum. Deskripsi Program Kerja Program kerja ISMKI Merchandise untuk menjaga eksistensi dan branding ISMKI yaitu dengan memproduksi merchandise khas ISMKI dan kedokteran yang didesain dan dipublikasi dalam bentuk katalog yang menarik. topi dan lainnya. E. Barang yang akan diproduksi antara lain adalah jaket ISMKI. hal ini dibutuhkan supaya ISMKI juga dapat dikenal bukan hanya di kalangan mahasiswa Kedokteran tetapi juga fakultas lain dan masyarakat umum. sistem yang digunakan adalah Pre-Order. ISMKI Merchandise A. FP Nasional melihat ada kesempatan untuk ISMKI ikut serta dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa Kedokteran dengan cara branding ISMKI. Metode Program Kerja Program kerja ini untuk awal kepengurusan akan menggunakan sistem Pre-Order. mahasiswa Kedokteran bisa memesan langsung melalui contact person FP Nasional 107 . D.2. gelang kulit tulisan ISMKI.

Pendistribusian atau pengiriman akan dilakukan langsung oleh FP Nasional dan dikirim ke pembeli ataupun pembeli yang memesan pada FP Wilayah atau Danus Institusi pendistribusian barangnya akan dikoordinir FP Wilayah ataupun Danus Institusi.00 – Rp 20.000.000.000.00 (2)  < Rp 10.000.000.000. Indikator Keberhasilan  Publikasi katalog. masa Pre-Order sekitar 2 minggu dan akan didata untuk nama dan pesanannya. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia.00 (1)  Jumlah Poin  Poin 8-12 : Baik  Poin 5-7 : Cukup  Poin 2-4 : Kurang 108 . ataupun dapat memesan melalui Danus Institusi dan juga FP Wilayah.  >1x dalam 2 bulan (3)  1x dalam 2 bulan (2)  <2x dalam 3 bulan (1)  Pendistribusian barang orderan  < 1 bulan setelah pemesan dan pelunasan merchandise (3)  1-2 bulan bulan setelah pemesanan dan pelunasan merchandise (2)  >2 bulan setelah pemesanan dan pelunasan merchandise (1)  Jumlah barang yang diproduksi selama satu tahun kepengurusan  >1000 buah (3)  750-1000 buah (2)  <750 buah (1)  Keuntungan selama satu tahun kepengurusan  >Rp 20. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan 2017-2018.00 (3)  Rp 10. setelah semua data sudah dibuat akan dilakukan produksi produk yang dikoordinir langsung oleh FP Nasional sekitar 1-2 minggu.000. H. G. Pembeli dapat memilih produk yang diinginkan dan melunasi pembayaran.000. F.

ISMKI dan juga mahasiswa Kedokteran. B. Hal ini dapat mempererat hubungan kerjasama antara ISMKI dengan partner ISMKI sehingga semakin banyak keuntungan yang didapat oleh partner ISMKI. I. ISMKI Membercard A. pendidikan dan lainnya. Penanggung Jawab  Firma Hernik Saputri  Putri Landya Roverti 3. maskapai dan lainnya juga sudah menjalin kerjasama dengan ISMKI dalam bidang ekonomi. Perusahaan seperti buku. Tujuan Program Kerja  Membantu mahasiswa Kedokteran untuk mendapatkan keuntungan yang ditawarkan oleh partner ISMKI. C. yaitu memberi keuntungan kepada anggota ISMKI berupa potongan harga untuk setiap transaksi. Deskripsi Program Kerja Program kerja ini merupakan jenis program kerja yang memberikan keuntungan untuk mahasiswa Kedokteran yang ingin membeli produk dan jasa dari partner ISMKI.  Terjalin kerja sama yang baik dengan partner ISMKI. Sudah banyak kerjasama yang terjalin antara ISMKI dengan partner-partner ISMKI mulai dari bidang sosial. FP Nasional akan menambah dan mengajak perusahaan- perusahaan lainnya untuk bekerjasama dengan FP Nasional sehingga semakin banyak manfaat dan keuntungan dari ISMKI Membercard. ISMKI Membercard merupakan tanda pengenal untuk mahasiswa Kedokteran yang ingin mendapatkan potongan harga tersebut dan dapat digunakan jika mahasiswa Kedokteran ingin membeli produk-produk yang dibutuhkan yang dijual oleh partner-partner ISMKI. Latar Belakang Program Kerja ISMKI merupakan suatu organisasi Senat Mahasiswa Kedokteran yang sudah banyak dikenal bukan hanya di kalangan mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan tetapi juga pada lembaga-lembaga lain. alat kesehatan. 109 . Perkiraan Dana Program Kerja Perkiraan dana disesuaikan dengan jumlah pembeli yang memesan dan modal yang dikeluarkan untuk setiap barang yang diproduksi. J. organisasi dan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

110 . Value Universal. Mahasiswa Kedokteran yang ingin menggunakan ISMKI Membercard untuk membeli produk bisa menghubungin FP Nasional yang bertanggung jawab untuk perusahaan tersebut dan FP Nasional akan langsung membantu mahasiswa Kedokteran dalam hal pemesanan sampai pengiriman. Semua data yang sampai di FP Nasional akan diproduksi kurang lebih 1 bulan. Metode Program Kerja FP Nasional akan mengajak beberapa pihak untuk bekerja sama dengan ISMKI. Gramedia  Toko Alat kesehatan: ABN. Mahasiswa Kedokteran yang ingin memesan ISMKI Membercard bisa langsung menghubungi FP Nasional ataupun melalui FP Wilayah dan Danus Institusi serta memberikan data diri berupa nama. FP Nasional dan partner ISMKI akan sama-sama memberikan penawaran kerjasama hingga terdapat kesepakatan. Kesepakatan yang dibuat akan memberikan keuntungan untuk partner ISMKI. OneMed  Maskapai: Lion Air/Air Asia/Garuda Indonesia  Market: Alfamart/Indomaret D. Setelah produksi membercard selesai. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia. ISMKI dan mahasiswa Kedokteran sehingga akan terjalin hubungan yang baik. F. FP Nasional akan membuat promosi dan publikasi tentang ISMKI Membercard yang memberikan keuntungan untuk mahasiswa Kedokteran jika membeli produk dari FP Nasional maupun partner ISMKI. foto dan asal institusi. E.  Partner ISMKI yang sudah bekerja sama dengan ISMKI:  Uber  EGC  Littmann  Jasa Jurnal  Maskapai Citilink  Perusahaan yang akan diajak kerja sama untuk kepengurusan tahun 2017-2018:  Penerbit buku kedokteran: Elsavier  Toko buku: Sagung Seto. membercard akan dikirimkan langsung kepada pemesan ataupun FP Wilayah dan Danus Institusi. General care.

Penanggung Jawab  Annisa Zakia Widiastuti  Putri Landya Roverti 111 .G. Indikator Keberhasilan  Perusahaan yang diajak bekerja sama:  8-12 perusahaan (3)  5-7 perusahaan (2)  1-4 perusahaan (1)  Jumlah mahasiswa Kedokteran yang memesan ISMKI Membercard:  >600 (3)  300-600 (2)  <300 (1)  Penggunaan ISMKI Membercard:  >250 (1)  100-250 (2)  <100 (3)  Jumlah poin:  7-9 : Baik  4-6 : Cukup  1-3 : Kurang I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Periode 1: Februari 2017  Periode 2: April 2017  Periode 3: Juli 2017  Periode 4: Oktober 2017  Periode 5: Desember 2017 H. J. Perkiraan Dana Program Kerja Perkiraan dana disesuaikan dengan jumlah pembeli yang memesan dan modal yang dikeluarkan untuk setiap barang yang diproduksi.

112 .  Meningkatkan minat mahasiswa Kedokteran untuk membeli produk FP Nasional dan partner ISMKI sehingga dapat memberi keuntungan baik dari mahasiswa Kedokteran. B. Hadiah dari ISMKI point ini merupakan perputaran keuntungan yang FP Nasional dapatkan dari mahasiswa Kedokteran Indonesia yang memiliki ISMKI Membercard dan melakukan pembelian produk melalui FP Nasional. Value Universal. Selain menjalin hubungan yang baik dengan mahasiswa Kedokteran Indonesia. ISMKI point dapat dikumpulkan oleh mahasiswa Kedokteran dari pembelian produk FP Nasional maupun partner ISMKI dan point yang terkumpul akan diakumulasikan dan dapat ditukarkan dengan hadiah yang sudah ada. ISMKI Membercard merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan ISMKI dengan mahasiswa Kedokteran dan menumbuhkan minat mahasiswa Kedokteran untuk membeli produk FP Nasional ataupun partner ISMKI. Latar Belakang Program Kerja FP Nasional memiliki salah satu program kerja unggulan yaitu ISMKI Membercard yang memberikan keuntungan untuk mahasiswa Kedokteran Indonesia yang diberikan oleh partner ISMKI. ISMKI Point A. Deskripsi Program Kerja ISMKI Point merupakan program kerja baru di FP Nasional. C. Hadiah yang akan diberikan sesuai jumlah poin yang dimiliki oleh mahasiswa Kedokteran Indonesia. FP Nasional juga dapat meningkatkan kerjasama yang sudah ada dengan partner ISMKI. Selain keuntungan yang didapatkan. D. ISMKI Point ini akan memberikan keuntungan yang lebih untuk mahasiswa Kedokteran karena setiap poin yang dikumpulkan akan mendapatkan hadiah berupa merchandise dari FP Nasional. FP Nasional ingin supaya minat dari mahasiswa Kedokteran untuk memiliki ISMKI Membercard dan menggunakan ISMKI Membercard dalam membeli produk- produk tersebut semakin besar. program kerja ini akan memberikan keuntungan yang lebih untuk mahasiswa Kedokteran yang memiliki ISMKI membercard. Tujuan Program Kerja  Meningkatkan minat mahasiswa Kedokteran untuk memiliki ISMKI Membercard. partner ISMKI maupun ISMKI.4. ISMKI point merupakan salah satu upaya untuk menarik minat mahasiswa Kedokteran dalam menggunakan membercard.

gantungan kunci dan pin : 40 point Pengiriman hadiah akan ditanggung oleh mahasiswa Kedokteran. FP Nasional akan bekerjasama dengan ICT Nasional untuk ISMKI Point ini bisa menjadi salah satu fitur yang dapat diakses pada aplikasi ISMKI yang tersedia di Android sehingga mahasiswa Kedokteran dapat mengakses atau melihat jumlah poin yang sudah dikumpulkan. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia yang memiliki ISMKI Membercard. buku tulis : 5 point  Jasa jurnal : 5 point Poin yang didapatkan akan di-update sebanyak 2 kali dalam satu bulan dengan terintegrasi komputer. untuk perhitungan transaksi dan pemberian poin mulai berlaku saat kepengurusan baru ISMKI 2017-2018.E. tetapi bisa juga dititipkan dengan FP Wilayah maupun Danus Institusi yang melalakukan transaksi pembelian produk ISMKI Merchandise disaat yang bersamaan. jaket dan tas ISMKI : 10 point  Maskapai Citilink : 5 point  Gelang kulit. setelah itu FP Nasional akan membuat promosi dan publikasi yang menarik mengenai ISMKI Point ini dan mengajak FP Wilayah maupun Danus Institusi untuk membantu FP Nasional dalam mempromosikannya. F. Metode Program Kerja Semua data mahasiswa Kedokteran yang memiliki ISMKI Membercard akan dikumpulkan oleh FP Nasional. lencana. Hadiah yang dapat ditukarkan:  Jaket : 200 point  Baju : 140 point  Notes : 95 point  Tas : 90 point  Lencana : 85 point  Gelang kulit : 75 point  Gelang karet : 50 point  Stiker. 113 . Mahasiswa Kedokteran yang melakukan transaksi pembelian akan mendapatkan poin dalam satu jenis barang yang dibeli. ISMKI Point akan dimulai pada tahun ini. rincian poin yang didapatkan yaitu:  Buku EGC : 10 point  Stetoskop Littmann : 10 point  Baju.

Tujuan Program Kerja  Meningkatkan kerjasama FP Nasional dengan Danus Institusi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan ISMKI 2017-2018. Latar Belakang Program Kerja FP Nasional dalam menjalankan program kerja bekerjasama dan berkoordinasi dengan Danus Institusi. H.  Meningkatkan pendapatan FP Nasional dengan Danus Institusi. baik dari segi promosi dan target pencapaian pendapatan. B. Penanggung Jawab  Mardiana Maya Utari  M. The Promoter A. Iqbal Anand 5. J. Hal ini untuk meningkatkan kerjasama dari FP Nasional dengan Danus Institusi sehingga dapat lebih maju untuk menunjang finansial organisasi maupun kegiatan yang akan diadakan. G.  Membantu branding produk dari Danus Institusi. FP Nasional akan membantu branding produk yang dijual 114 . C. FP Nasional juga akan membantu Danus Institusi dalam promosi maupun penjualan produk dan branding-nya. Deskripsi Program Kerja The Promoter merupakan kerjasama antara FP Nasional dengan Danus Institusi dalam hal promosi dan penjualan. Indikator Keberhasilan Penukaran hadiah:  >75 : Baik  50-75 : Cukup  <50 : Kurang I. Perkiraan Dana Program Kerja Perkiraan dana disesuaikan dengan jumlah penukaran hadiah menggunakan ISMKI Point dan modal yang dikeluarkan untuk setiap barang yang diproduksi. Peranan Danus Institusi sangat penting untuk menyukseskan setiap program kerja yang akan dijalankan oleh FP Nasional dalam satu tahun kepengurusan.

Publikasi untuk promosi dan penjualan akan dilakukan oleh FP Nasional dan ISMKI secara terus-menerus. Iqbal Anand  Mardiana Maya Utari 115 . Metode Program Kerja FP Nasional akan membuat poster publikasi The Promoter yang akan di publikasikan pada akun sosial media FP Nasional maupun ISMKI dan disebarkan Danus Institusi. Produk yang akan dipromosikan adalah produk yang berhubungan dengan kedokteran maupun kesehatan yang dijual kepada mahasiswa Kedokteran. H. Sasaran Program Kerja Danus Institusi. D. FP Nasional juga akan melalukan sosialisasi The Promoter saat net-meeting dengan Danus Institusi yang berisi tentang mekanisme kerjasama dan lainnya. Value Sinergis dan Universal. Indikator Keberhasilan Diikuti oleh:  >20 Danus Institusi : Baik  15-20 Danus Institusi : Cukup  <15 Danus Institusi : Kurang I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan ISMKI 2017-2018. F. E. Perkiraan Dana Program Kerja - J. oleh Danus Institusi dan dipromosikan pada sosial media FP Nasional dan ISMKI Nasional. FP Wilayah ataupun Danus Institusi yang tertarik dapat menghubungi penanggung jawab program kerja. G. Penanggung Jawab  M.

Dekripsi Program Kerja FP Awards merupakan program kerja yang akan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. untuk kategori penilaian meliputi keaktifan dalam penjualan ISMKI Merchandise maupun Membercard. Penilaian akan dilakukan 3 bulan sekali oleh FP Nasional dan untuk hadiah akan mendapatkan sertifikat berupa penghargaan dan juga promosi di selama 2 hari sekali selama 1 bulan di sosial media FP Nasional. Pemberian hadiah sertifikat akan diberikan saat acara nasional ataupun dikirimkan kepada Danus Institusi. E. Latar Belakang Program Kerja Danus Institusi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan satu kesempatan besar untuk ISMKI untuk mempromosikan produk dan program kerja yang akan dijalankan untuk satu tahun kepengurusan. keaktifan dalam net-meeting dengan Danus Institusi dan keikutsertaan Danus Institusi dalam program kerja The Promoter dengan publikasi yang menarik dan konsep yang unik. Metode Program Kerja Program kerja ini adalah bentuk apresiasi untuk Danus Institusi teraktif.  Mengapresiasi kinerja Danus Institusi. Keaktifan Danus Institusi dalam mempromosikan dan keikutsertaan dalam setiap program kerja dari FP Nasional akan diapresiasi oleh FP Nasional sebagai Danus Institusi yang paling aktif dalam menjalin kerjasama dengan FP Nasional. program kerja ini dalam bentuk mengapresiasi kinerja danus teraktif yang mengikuti The Promoter maupun semua program kerja yang ada di FP Nasional. FP Awards A. selain itu FP Nasional juga mempunyai program kerja The Promoter yang akan membantu Danus Institusi untuk mempromosikan ataupun branding produk yang mereka jual dengan skala nasional. B. Tujuan Program Kerja  Meningkatkan kerjasama yang baik dengan Danus Institusi.  Meningkatkan semangat kinerja dari Danus Institusi. 116 . Value Universal. Danus Institusi ini akan dipromosikan secara terus menerus selama satu bulan pada media sosial FP Nasional sehingga Danus Institusi dapat mencapai target pencapaian dana untuk menunjang finansial organisasi. Bentuk apresiasi dari FP Nasional terhadap Danus Institusi yaitu memberikan sertifikat sebagai danus teraktif dan juga pada program kerja The Promoter. C. D.6.

 Terdapat Danus teraktif yang ikut serta dalam semua program kerja FP Nasional. Bingkai sertifikat 4 Rp. Indikator Keberhasilan  Lebih dari 37 Danus Institusi yang ikut serta mempromosikan dan penjualan ISMKI Merchandise maupun ISMKI Membercard.000. Para anggota ASEAN termasuk Indonesia telah menyepakati suatu perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut.00 Rp.00 2. Sebagai mahasiswa Kedokteran kita juga harus siap menghadapi MEA ini. H. tenaga kerja memiliki bakat dan terampil serta dapat memperkuat kelembagaan mekanisme di ASEAN. mempercepat perpaduan regional yang ada disektor-sektor prioritas. G. I. 30. memberikan fasilitas terhadap gerakan bisnis. Sasaran Program Kerja Danus Institusi.000.00 J.00 Total Rp. 2. Perkiraan Dana Program Kerja No Jenis Pengeluaran Jumlah Harga Total 1. Kertas sertifikat 4 Rp. 500. MEA akan mulai membentuk ASEAN menjadi pasar dan basis dari produksi tunggal yang dapat membuat ASEAN terlihat dinamis dan dapat bersaing dengan adanya mekanisme dan langkah-langkah dalam memperkuat pelaksanaan baru yang berinisiatif ekonomi. 120. Penanggung Jawab  Mardiana Maya Utari  Nurul Husain 7. terutama mahasiswa Kedokteran 117 . Latar Belakang Program Kerja MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN. 122. F.00 Rp. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan ISMKI 2017-2018.000. Sekolah Entrepreneur A.000.  Lebih dari 37 Danus Institusi yang ikut serta dalam The Promoter.

Pemateri pada acara ini terdiri dari pemateri yang expert dibidang ekonomi dan manajamen bisnis serta seorang doctorpreneur. Sekolah Entrepreneur ini juga akan mengajarkan mahasiswa Kedokteran tentang pengaplikasiannya dan FP Nasional akan membuat sebuah kompetisi tentang entrepreneur atau sebagai plan of action dari program kerja ini kepada mahasiswa Kedokteran yang mengikuti acara tersebut. Selain untuk memberikan ilmu dan pengalaman. B. Metode Program Kerja FP Nasional akan mengajak kerjasama institusi yang memegang tender LKMM Nasional 2017 dan dikoordinasikan dengan pelaksaan sekolah entrepreneur ini. Dekripsi Program Kerja Sekolah Entrepreneur merupakan program kerja yang memfasilitasi mahasiswa Kedokteran belajar tentang entrepreneurship. Sekolah Entrepreneur ini akan mengundang pemateri yang expert dibidang ekonomi dan manajamen bisnis serta seorang doctorpreneur yang akan berbagi ilmu dan pengalamannya tentang entrepreneurship. C. Pada saat kegiatan berlangsung akan ada sesi materi dan tanya jawab peserta dengan pemateri mengenai entrepreneurship. E. Ketertarikan mahasiswa Kedokteran tentang Entrepreneurship sangat erat dengan MEA yang akan dihadapi oleh Indonesia. Value Sinergis dan Terdidik. yang tertarik dengan pasar bisnis dan manajemen. karena dengan adanya perdagangan bebas yang berbasis internasional akan membuat mereka bersaing bukan hanya dengan pihak lokal tetapi dengan perusahaan-perusahaan ternama. Sekolah Entrepreneur ini Eakan memfasilitasi mahasiswa Kedokteran belajar tentang bisnis sehingga kita akan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman selain di dunia kesehatan tetapi juga di bidang ekonomi. D. Pemateri dari ekonomi dan manajamen bisnis akan membahas apa itu ekonomi dan 118 . Mahasiswa Kedokteran dapat membuat perencanaan bisnisnya sampai publikasi dan untuk 3 orang dengan perencanaan bisnis terbaik akan diajak kerja sama dengan FP Nasional dan ISMKI. Tujuan Program Kerja Memfasilitasi mahasiswa Kedokteran belajar tentang Entrepreneurship. FP Nasional akan mencari dan menghubungi pemateri yang akan diundang dalam acara tersebut dan menjelaskan tentang mekanisme acara dan apa saja kegiatan yang akan dilakukan. Program kerja ini akan dilaksanakan di acara LKMM Nasional yang akan dihadiri oleh pengurus harian ISMKI maupun delegasi perwakilan institusi yang tertarik untuk belajar tentang entrepreneurship.

G. bagaimana cara memulainya. Dari 3 terbaik tadi akan diajak bekerja sama oleh FP Nasional dan ISMKI untuk mempromosikan dan membantu penjualannya. H. cara dia membagi waktu dengan praktik dan kegiatan lainnya. Di akhir acara akan diadakan kompetisi entrepreneur yang akan dipilih 3 orang dengan perencanaan terbaik yang akan dinilai oleh pemateri dan diberi deadline lebih kurang 3 minggu. Indikator Keberhasilan  Jumlah peserta yang mengikuti acara:  >100 : (3)  50-100 : (2)  <50 : (1)  Peserta yang mengikuti kompetisi entrepreneur:  >30 : (3)  20-30 : (2)  <20 : (1)  Jumlah Poin:  Poin 5-6 : Baik  Poin 3-4 : Cukup  Poin 1-2 : Kurang I. bagaimana cara kita mempertahankan eksistensi bisnis kita dan megembangkannya dan bagaimana perencanaan bisnis yang baik. Penilaian akan dilakukan oleh pemateri. Waktu Pelaksanaan Program Kerja LKMM Nasional ISMKI 2017. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Pada pemateri dari doctorpreneur akan memberikan materi tentang pengalamannya di bidang bisnis. manajemen bisnis. data yang dikirim bisa melalu e-mail dari ISMKI atau FP Nasional sehingga mempermudah dalam pengumpulan berkas. Penanggung Jawab  Indri Parameswari  Vinda Suryana 119 . F.

wilayah. E. B. pelatihan kepemimpinan. registrasi delegasi dan juga dari pengajuan proposal. rapat koordinasi dan lainnya. Pengajuan proposal bisa diajukan kepada perusahaan-perusahaan setempat ataupun sponsorship yang sudah ada di daftar FP Nasional dan akan disebarkan. Pembuatan proposal dilakukan 4 bulan sebelum acara dengan estimasi waktu pembuatan selama 1 bulan.  Meningkatkan kerja sama atau menambah jumlah partner ISMKI yang diajak bekerja sama. untuk penyebaran proposal akan 120 . acara yang akan dilaksanakan serta deskripsi acara yang akan dilaksanakan. musyawarah. Pihak institusi dan FP Nasional saling berkoordinasi dalam pengajuan proposal ke perusahaan- perusahaan yang sudah ada dalam daftar sponsorship. kelengkapan acara maupun publikasi. Isi dari proposal ini adalah profile ISMKI. Deskripsi Program Kerja Proposal Event ISMKI merupakan program kerja FP Nasional yang membantu institusi pelaksana acara ISMKI dalam pembuatan dan penyebaran proposal tersebut. Tujuan Program Kerja  Membantu institusi yang menjadi tuan rumah acara ISMKI dalam pengajuan dan penyebaran proposal. Sebuah acara yang besar ditingkat nasional memiliki perencanaan pendanaan yang tidak sedikit. Dana yang didapatkan bisa dari penjualan. sehingga harus membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Value Universal. profile institusi pemegang tender. D. Latar Belakang Program Kerja Acara yang dilaksanakan ISMKI ada yang ditingkat lokal. Proposal Event ISMKI A. Acara yang dilaksankan oleh ISMKI bekerja sama dengan institusi yang menjadi tuan rumah pelaksana atau pemegang tender. sehingga akan banyak sponsorship yang mendukung acara baik dari segi dana.  Mendapatkan sponsor atau media partner yang dapat bekerjasama dengan ISMKI dan institusi yang menjadi tuan rumah acara dalam mendapatkan dana dan kelengkapan acara maupun publikasi. C. FP Nasional akan melakukan koordinasi dengan institusi pemegang tender untuk pembuatan dan penyebaran proposal. Metode Program Kerja FP Nasional sebelumnya akan membuat daftar perusahaan dari daerah pemegang tender.8. maupun nasional yang berupa pengabdian.

kelengkapan acara ataupun publikasi. Penanggung Jawab  Indah Afifatul  Vinda Suryana 121 . publikasi dari sponsor:  >4 acara (3)  3-4 acara (2)  <3 acara (1)  Jumlah sponsor yang didapatkan:  Pengajuan proposal mendapatkan sponsor >5 (3)  Pengajuan proposal mendapatkan sponsor 2-4 (2)  Pengajuan proposal mendapatkan sponsor 1 (1)  Jumlah poin:  5-6 : Baik  3-4 : Cukup  <3 : Kurang I. dilakukan 3 bulan sebelum acara dengan follow up acara sebanyak 2-3 kali dalam satu bulan sehingga FP Nasional dan institusi dapat membuat kesepakatan kerjasama dalam bentuk dana. F. G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama kepengurusan 2017-2018. kelengkapan acara. H. sehingga acara yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan sukses. Sasaran Program Kerja Institusi pemegang tender acara ISMKI nasional. Indikator keberhasilan  Jumlah acara yang mendapat dana. Perkiraan Dana Program Kerja - J.

122 . Rincian diatas merupakan Grand Design FP Nasional dalam satu tahun kedepan. selain itu kerjasama dengan FP Wilayah dan Danus Institusi akan lebih ditingkatkan dalam beberapa program yang sudah dirancang supaya terjalin hubungan yang baik dan juga meningatkan eksistensi dan branding dari FP Wilayah. Kerjasama dengan partner ISMKI akan di tingkatkan untuk mencapai kesepakatan terbaik dan memberikan keuntungan untuk berbagai pihak. Danus Institusi maupun FP Nasional.TIMELINE Program Proposal ISMKI ISMKI ISMKI ISMKI The FP Sekolah kerja Event Attributes Merchandise Membercard Point Promotor Awards Entrepreneur Waktu ISMKI Januari 2017 Februari 2017 Maret 2017 April 2017 Mei 2017 Juni 2017 Juli 2017 Agustus 2017 September 2017 Oktober 2017 November 2017 Desember 2017 Januari 2018 PENUTUP Funding dan Partnership merupakan bidang yang bergerak di bidang pencarian dana baik dalam penjualan produk maupun menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai target pencapaian dana untuk menjung kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ISMKI.

Kualitas HPS Institusi harus meningkat dikarenakan untuk membuat sebuah perubahan yang nyata diperlukan sebuah kualitas SDM yang setara sehingga pergerakan kita tidak tersendat. Selain itu dengan meningkatnya kualitas HPS Institusi maka diharapkan HPS Institusi juga dapat mengawal masalah internalnya dengan sebaik mungkin. Kedua. berarti HPS pada tahun ini akan bergerak sesuai dengan perubahan zaman. Ketiga. Wilayah maupun institusi. HPS saat ini akan mencoba membawa suatu perubahan yang mendasar. dasar gerakan ISMKI haruslah jelas kuat akarnya melalui kajian yang sifatnya jangka panjang dalam artian proses pembahasan isu dilakukan secara komprehensif dan terukur sehingga harapannya kedepan HPS bisa menjadi acuan. Siapa kita? Kita ISMKI!!! #BerkaryauntukNegeri Mohammad Natsir Ramadhan Koordinaor Nasional Bidang Health Policy Studies ISMKI Periode 2017/2018 123 . maka di tahun ini HPS Nasional bersama dengan HPS Wilayah tentunya akan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas dari HPS Institusi. Oleh karena itu. GRAND DESIGN BIDANG HEALTH POLICY STUDIES IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Halo #HPSFAMILY! HPS Nasional 2017/2018 ke depan memliki banyak tantangan. dengan melihat masih banyaknya HPS institusi yang kurang berkembang. maka paradigma HPS yang ingin dibangun dan keinginan kami untuk meng-empower keluarga HPS bisa terwujud. monoton dan kaku sehingga banyak sekali mahasiswa Kedokteran yang mulai merasa tidak cocok dengan pergerakan yang dilakukan oleh HPS. HPS yang masih dianggap terlalu serius. pada tahun ini semua pergerakan akan dibuat kekinian. Pertama. menyenangkan dan menarik dengan sebuah inovasi program yang sudah disusun supaya banyak mahasiswa Kedokteran lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diselengggarakan oleh HPS baik di tingkat Nasional. sumber dan tolak ukur isu kesehatan bagi mahasiswa Kedokteran se-Indonesia yang akhirnya mahasiswa bisa bergerak bersama dalam satu wadah yang sistematis dan berkelanjutan. Tentunya apa yang kami lakukan akan selalu membutuhkan keluarga untuk berbagi. Paradigma yang dibangun untuk tahun ini adalah HPS yang kekinian. Semoga dengan lahirnya Grand Design ini. sharing dan bergerak bersama. paradigma yang dibangun juga berbeda.

Health Policy Studies (HPS) merupakan suatu bidang yang mempelajari tentang kebijakan kesehatan dan mempunyai peran dalam menganalisis kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemangku kebijakan. HPS berperan dalam lingkaran kebijakan tersebut untuk mengawal agar kebijakan sesuai dengan tujuan awal. rencana. baik merubah. Secara sederhana kajian kebijakan kesehatan memiliki 3 peran vital yang akan diusung. – Alan Cohen – Menurut WHO. Puncak dari gerakan ini yaitu advokasi secara langsung dengan memaparkan hasil analisis yang sudah dilakukan oleh berbagai komponen yang dilibatkan HPS ISMKI. dan advokasi. dan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan tertentu dalam masyarakat. Tujuan advokasi ini jelas. 124 . pencerdasan.DESKRIPSI BIDANG ”Ada dua macam manusia di dunia ini: mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya dapat terselesaikan”. tidak hanya mengkritisi namun juga membantu sosialisasi. apakah sudah sesuai dengan tujuan awal atau justru menyimpang dari tujuan semula. HPS selain menganalisis juga memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan hasil kajian bersama agar menjadi gerakan yang lebih konkret sehingga kajian yang ada tidak menjadi hal yang sia-sia. Secara eksplisit. Kami berharap kajian kebijakan kesehatan tahun ini mampu untuk bergerak ke atas dengan advokasi. membatalkan atau merevisi kebijakan yang sudah atau akan dikeluarkan. HPS yang berada di ISMKI memiliki peran strategis untuk menggerakkan seluruh mahasiswa Kedokteran untuk menekan pemangku kebijakan agar kebijakan berada pada jalur yang semestinya. kebijakan kesehatan mengacu pada keputusan. Ketiga peran itu adalah kajian. kita sering menyebutnya pencerdasan. ke samping dengan propaganda dan ke bawah dengan mengangkat kajian dari berbagai daerah sehingga HPS bisa menjadi setiap arah bagi pergerakan mahasiswa Kedokteran Indonesia. kebijakan kesehatan dapat mencapai beberapa hal seperti mendefinisikan visi untuk masa depan yang selanjutnya membantu untuk menetapkan sasaran dan titik acuan untuk jangka pendek dan menengah. HPS juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menyukseskan kebijakan yang sudah diaplikasikan ke masyarakat.

Misi 1. pencerdasan dan advokasi terkait isu sosial. asyik. 125 . 7. inklusif dan kekinian. transparan dan kekinian bersama dengan Wilayah dan institusi. 5. Menjalin kerjasama terpadu dengan pemerintah. 4. 3. Memaksimalkan fungsi koordinasi dan komunikasi antara pengurus Health Policy Studies Nasional ISMKI dan seluruh institusi kedokteran melalui jaringan Nasional-Wilayah- Institusi secara berkala dan terstruktur. 2. Membingkai gerakan ISMKI menjadi menarik. Menjadikan Health Policy Studies Nasional ISMKI sebagai wadah dan media pencerdasan mengenai kajian ilmiah strategis bagi seluruh anggota HPS/Advokasi institusi kedokteran melalui alur perpanjangan dan pengakaran dari ISMKI Wilayah. Membangun antusiasme dan semangat pergerakan mahasiswa Kedokteran sebagai garda terdepan dari tiap institusi terkait isu-isu hangat Indonesia dalam ruang lingkup nasional. stakeholder dan mahasiswa Kedokteran dalam bertukar informasi dan silang pendapat terkait problematika kesehatan yang ada di Indonesia. 6.VISI DAN MISI Visi Menjadikan Health Policy Studies sebagai poros utama dalam upaya mengoptimalkan fungsi pergerakan dan aspirasi mahasiswa Kedokteran Indonesia yang berfokus pada kajian. Menjadikan Health Policy Studies nasional ISMKI sebagai wadah aspirasi dan pusat analisis kebijakan dan kebutuhan yang berbasis data dan fakta dalam memegang peranan strategis untuk menggerakkan seluruh mahasiswa Kedokteran. sumber dan acuan bagi HPS/HPS wilayah dan institusi Fakultas Kedokteran se-Indonesia dengan standarisasi minimal secara inklusif. Menjadikan Health Policy Studies nasional ISMKI sebagai tolak ukur. ekonomi dan politik kemasyarakatan terkait kebijakan kesehatan yang transparan.

 Sebagai motor penggerak utama untuk mengawal isu permasalahan kesehatan dan kebijakan kesehatan.  Bekerja sama dengan Sekretaris Bidang-Sekretaris Bidang HPS Wilayah terkait peningkatan mutu dan kualitas kompetensi dasar dari HPS Institusi.  Berkoordinasi dengan Sekretaris Bidang-Sekretaris Bidang HPS Wilayah dalam pengawalan fokus isu utama yang akan dibahas di Nasional dan Wilayah.  Sebagai jembatan untuk mahasiswa Kedokteran mencapai stakeholder terkait dalam menyuarakan aspirasi dan mengawali perubahan ke arah yang lebih baik.  Sebagai wadah untuk mahasiswa Kedokteran dalam menyampaikan aspirasi. Namun.  Bersama dengan HPS Wilayah sebagai fasilitator untuk meningkatkan kompetensi HPS Institusi. STRUKTURAL HPS 126 . kepedulian dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Kedokteran terhadap permasalahan kesehatan dan kebijakan kesehatan.  Berkoordinasi dengan Sekretaris Wilayah dalam penyampaian isu insidental ke Wilayah. ARAHAN KERJA BIDANG  Berkoordinasi dengan VPPA dalam menyikapi sebuah isu insidental dan kegiatan advokasi dari hasil kajian yang telah dibuat. DEDIKASI DAN MANFAAT” FUNGSI BIDANG Fungsi utama bidang Health Policy Studies (HPS) adalah untuk membuat kajian. penguatan literasi di HPS Institusi dalam mengawal isu strategis di kampus masing-masing. melakukan pencerdasan dan melakukan advokasi ke stakeholder terkait. jika dirinci lebih detail maka fungsi bidang ini:  Menciptakan kepekaan.  Sebagai konsultan terakhir yang memberikan saran dan nasihat terkait pengembangan HPS Institusi.TAGLINE #HPSFAMILY: “KELUARGA. mengaplikasikan ilmu dan bertukar pikiran sesama mahasiswa Kedokteran mengenai permasasalahan kesehatan dan kebijakan kesehatan. pergerakan bersama.

SUSUNAN TIM 127 .

 Internal Internal adalah program kerja yang berkaitan dengan pengembangan diri dan upgrading kepada pengurus dan institusi.  Design Design adalah bagian yang berfokus pada pembuatan konten dan model penyajian kajian sesuai kebutuhan dalam upaya propaganda. STUDIES STUDIES adalah bagian pusat kajian dalam bidang isu dan kebijakan kesehatan terkini.  Eksternal Eksternal adalah program kerja yang berkaitan dengan keterlibatan stakeholder. 2. 3. Menjadi landasan pergerakan ISMKI sesuai data dan fakta serta analisis yang akurat dalam memahami suatu masalah yang terjadi pada dunia kesehatan. 128 .  Propaganda Propaganda adalah bagian yang berfokus pada strategi publikasi dalam penyajian kajian dan isu kesehatan terkait. NGO dan GO dalam membahas isu dan kebijakan kesehatan tertentu.DESKRIPSI KERJA Definisi 1. TIM HORE TIM HORE adalah bagian penunjang dalam menyelesaikan program kerja dan kajian dari bidang HPS. PROGRAM PROGRAM adalah program kerja yang dijalankan oleh bidang HPS selama satu kepengurusan. instiusi.  Package Package adalah bagian yang berfokus pada kesejahteraan pengurus nasional HPS menjalani tugas selama satu kepengurusan.

o Memberikan peringatan kinerja penanggung jawab terhadap program kerja yang tidak berjalan sesuai rencana.  Chief of TIM HORE o Menyusun strategi propaganda terkait isu kesehatan tertentu. o Bekerja rangkap sebagai sekretaris. o Memastikan kinerja kajian institusi berjalan dengan baik dan terukur sesuai pembagian kerja oleh Chief of Studies.  Staff of Studies o Membantu Chief of Studies dalam menjalani program kajian. o Menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi kajian pusat. o Memastikan kebutuhan dasar setiap pengurus terpenuhi.  Staff of Program o Membantu Chief of Program dalam menjalani program kajian.  Chief of Studies o Memastikan kajian isu fokus ISMKI berjalan dengan baik dan terencana. transparan dan menyenangkan. 129 . o Menjalankan fungsi dan membuat tools monitoring dan evaluasi program kerja HPS.  Chief of Program o Memastikan program kerja HPS berjalan dengan baik dan terencana. o Berperan sebagai pembangun suasana kerja dalam bidang HPS. o Memastikan kinerja penanggung jawab program kerja berjalan dengan baik dan terukur sesuai pembagian kerja oleh Chief of Program. o Memberikan progress report program kerja HPS yang telah dirancang.Petunjuk Kerja  Vice National Coordinator o Berkerjasama dengan National Coordinator dalam membangun suasana kerja yang kondusif. o Memaksimalkan fungsi monitoring dan evaluasi kinerja bidang bersama National Coordinator. o Memberikan progress report kajian yang telah dibuat. o Membuat platform isu yang disesuaikan dengan arah gerakan ISMKI. o Memberikan reminder kepada penanggung jawab program kerja tertentu mengenai progress yang telah disesuaikan timeline yang berlaku. o Mewakili tugas National Coordinator bila kondisi dan situasi National Coordinator tidak memungkinkan dalam proses pengerjaan tugas bidang. o Mempersiapkan kajian insidental sesuai isu kesehatan yang sedang berkembang. o Membuat tools monitoring dan evaluasi bagi kajian institusi.

o Menyusun strategi konten design terkait program kerja atau isu tertentu. VPE  Bekerjasama dalam membangun partnership untuk pembuatan kajian dan sebagai benchmark arah gerakan ISMKI. o Memberikan laporan kerja per tiga bulan terkait kinerja HPS Wilayah. pergerakan bersama. o Bersama dengan HPS Wilayah sebagai fasilitator untuk meningkatkan kompetensi HPS Institusi. 2.  Berkoordinasi dengan Sekretaris Bidang Wilayah HPS dalam pengawalan fokus isu utama yang akan dibahas di Nasional dan Wilayah. ALUR KOORDINASI 1.  Staff of TIM HORE o Membantu Chief of TIM HORE dalam menjalani program kajian. o Koordinasi dengan ICT dalam setiap kebutuhan design yang diperlukan (dibantu oleh penanggung jawab program kerja).  Bekerjasama dengan Sekretaris Bidang Wilayah HPS terkait peningkatan mutu dan kualitas kompetensi dasar dari HPS Institusi. o Menjalankan fungsi HRD termasuk di dalamnya monitoring dan evaluasi setiap pengurus terpenuhi. penguatan literasi di HPS Institusi dalam mengawal isu strategis di kampus masing-masing. VPPA. 130 .  Berkoordiasi dengan Sekwil dalam penyampaian isu insidental ke Wilayah. o Memastikan kinerja penunjang dalam bidang HPS berjalan dengan baik dan terukur sesuai pembagian kerja oleh Chief of TIM HORE.  LO Wilayah o Berperan sebagai konsultan terakhir yang memberikan saran dan nasihat terkait pengembangan HPS di institusi. Sekretaris Wilayah dan Sekretaris Bidang Wilayah  Berkoordinasi dengan VPPA dalam menyikapi sebuah isu insidental dan kegiatan advokasi dari hasil kajian yang telah dibuat.  Bekerjasama dengan ICT dalam hal pembuatan design terkait program kerja dan hasil kajian. o Membuat tools monitoring dan evaluasi terhadap setiap kinerja HPS Wilayah terkait program kerja dan isu kesehatan tertentu.

VPAD  Bekerjasama dalam pembuatan tools monitoring dan evaluasi kinerja HPS Institusi. VPPD  Berkerja sama dalam program kerja NMDP dan Sustainable Project ISMKI.3. Sarana untuk peningkatan dan penyetaraan kemampuan PHN dan HPS Institusi dari segi hardskill dan softskill dalam melaksanakan fungsi dari bidang Health Policy Studies. Meningkatkan kemampuan PHN dari segi hardskill & softskill sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan efektif dan maksimal.  Menyiapkan kajian terkait arah gerakan ISMKI dalam pembuatan portofolio Community Development ISMKI. 2. Maka dari itu. 3. Sarana untuk mempererat hubungan antar PHN bidang Health Policy Studies.  Sinkronisasi fokus isu dalam kajian rutin dan Sustainable Project ISMKI. 4. Sarana untuk menjalin kerjasama yang baik dengan HPS Institusi. 2.  Bekerjasama dalam pengumpulan need assessment HPS dari tiap HPS Institusi. propaganda/pencerdasan dan advokasi. 131 . Ketiga hal ini harus dimiliki oleh seluruh PHN dan institusi dari HPS supaya dalam menjalankan fungsinya bisa lebih efektif dan maksimal. Latar Belakang Program Kerja Bidang Health Policy Studies dalam menjalankan fungsinya mempunyai tiga peran utama yang sangat vital bagi pergerakan mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk mengawal kebijakan kesehatan. HPS Capacity Building (HPS-CB) A. PROGRAM KERJA 1. 4. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum 1. program ini bertujuan untuk membekali PHN dan HPS Institusi dari segi hard skill dan soft skill.  Tujuan Khusus 1. B. Sebagai pembekalan untuk menjalankan program kerja selanjutnya. Tiga peran itu antara lain adalah kajian. Meningkatkan kemampuan HPS Institusi dari segi pengetahuan dan softskill sehingga dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan efektif dan maksimal.

Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Online: Tiap 3 bulan akan ditertibkan 1 kali.C.  Indikator Khusus: 1. E. Dasar Design Grafis (Khusus PHN) 6. 2. Universal dan Sinergis. 3. Pilihan materi tersebut meliputi (disesuaikan dengan hasil need assessment masing-masing institusi): 1. 3. 2.  Tempat: Salah satu institusi anggota ISMKI dan online. Propaganda Media 5. 70% PHN HPS dapat secara mandiri melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. G. Sasaran Program Kerja PHN HPS ISMKI Nasional dan HPS Institusi. Seluruh institusi mendapatkan link HPS-CB. Manajemen Aksi 2. Indikator Keberhasilan  Indikator Umum: 1. Value Terdidik. Minimal 1 (satu) PHN HPS hadir saat proses pembekalan. H. Metode Program Kerja Kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk pembekalan terkait kompetensi dasar HPS.  Penyajian langsung: IMSS dan RAKORNAS. 4. online dan penyajian langsung. 30% institusi memberikan feedback positif dan meminta HPS-CB untuk diadakan lagi (kuisioner). Advokasi 4. Dan lain-lain F. Deskripsi Program Kerja Kegiatan ini dilakukan dengan kegiatan berupa training dan upgrading yang disampaikan oleh PHN HPS yang telah ahli dalam menjalankan fungsi dari bidang HPS di wilayahnya masing-masing. Video yang di-upload menggunakan Youtube mencapai 200 views. 132 . 40% institusi menggunakan HPS-CB sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi dasar HPS (kuisioner). Anggota PHN HPS mengikuti minimal 75% dari keseluruhan rangkaian acara. Disajikan dengan dua metode yaitu. Program Management 3. D. Kegiatan ini berupa diskusi online atau kelompok lalu workshop.

 Tujuan Khusus: Tulisan PHN HPS dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia dengan dipublikasikan ke media massa C. Deskripsi Program Kerja Kegiatan ini adalah kegiatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan menulis pada PHN. Value Terdidik dan Universal. Latar Belakang Program Kerja Ada suatu pepatah yang mengungkapkan “membacalah agar kau mengenal dunia dan menulislah agar dunia mengenalmu”. Artkel ini bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan pemikiran mahasiswa Kedokteran. I. Penanggung Jawab  Dhimas Kurniawan (Koordinator)  Mochamad Ari Wibowo  Mahathir Muhammad 2. 133 . Perkiraan Dana Program Kerja - J. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum: Mengasah kemampuan PHN HPS dalam menulis dan berpikir kritis. disamping itu sekaligus memperkenalkan nama ISMKI pada masyarakat luas. PHN HPS wajib menulis sebuah opini mengenai permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Targetnya dari tulisan PHN HPS ini adalah dapat dijadikan disetorkan ke rubrik media massa atau dijadikan sebuah buku dengan kumpulan berbagai opini yang ditulis oleh PHN HPS. D. Penulisan artikel ini dilakukan tiap trimester sekali oleh PHN bidang HPS untuk upgrade ilmu mengenai analisis permasalahan yang berkembang dan disetorkan ke rubrik opini media massa tertentu. bahwa masih ada mahasiswa Kedokteran yang peduli atas nasib bangsanya. B. Metode Program Kerja Tiap 3 bulan sekali. E. HPS Menulis (HPS-M) A.

terbentuk minimal 8 artikel dari PHN HPS (60%). bahwa Wilayah merupakan bagian dari Nasional. 2. F. Pada tiap trimester. H. Pada setahun kepengurusan. Indikator Keberhasilan 1. minimal ada 3 artikel yang dimuat oleh media massa. B. . 134 .  Tujuan Khusus: 1. Sebagai saran evaluasi secara langsung terhadap kebutuhan institusi sudah terpenuhi dari segi kompetensi HPS. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum: Memperkuat hubungan komunikasi Nasional-Wilayah-Institusi. Latar Belakang Program Kerja Masalah komunikasi sering menjadi masalah klasik yang selalu dikambinghitamkan diberbagai organisasi. Penanggung Jawab  BJ Azmy As’ady (Koordinator)  Novi Wiraningrat  Ariikah Dyah Lamara 3. Roadshow HPS (R-HPS) A. tanpa adanya penyekatan yang sengaja atau tidak sengaja dibuat antara berbagai komponen yang ada. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Tiap trisemester. I. yang tidak berdiri sendiri tetapi menjadi satu kesatuan bersama demi kemajuan ISMKI. 3. Memastikan arah pergerakan HPS dalam koridor yang selaras ditingkat Nasional- Wilayah-Institusi. G. Artikel yang dibuat memiliki fokus isu yang berbeda-beda dan terkumpul dengan baik saat akhir kepengurusan (10%). 2. Kami tegaskan pula. Komunikasi yang baik antar berbagai komponen penyusun yang ada merupakan cerminan dari matangnya alur komunikasi yang sudah ditetapkan. Sasaran Program Kerja PHN HPS ISMKI.

30% dari roadshow yang dikoordinasikan oleh sekretaris bidang wilayah dihadiri oleh PHN. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Feb – Mei 2017. Indikator Keberhasilan 1.C. 2. Sosialisasi program kerja dan arah gerakan isu minimal mencapai 40% ke seluruh institusi. Setiap trimester ada laporan kinerja dari tiap Wilayah mengenai program kerja yang terkait dengan HPS Nasional. PHN secara langsung bertemu dengan HPS Institusi minimal 3 institusi untuk berbagi ilmu terkait kompetensi HPS & pengalaman. 4. I. E. D. H. PHW dan Kepala Bidang HPS/HPS/Advokasi institusi. Value Sinergis dan Universal. F. Metode Program Kerja PHN. 3. Penanggung Jawab  Novi Wiraningrat (Koordinator)  Tita Erlanggawati  LO Wilayah 1-4 135 . Deskripsi Program Kerja Kegiatan ini akan dikoordinasikan dengan pembuatan SOP koordinasi Nasional-Wilayah- Institusi dan pelaksanaan roadshow yang diadakan oleh tiap wilayah. Sasaran Program Kerja  Pengurus Harian Nasional ISMKI  Pengurus Harian Wilayah ISMKI  Presiden BEM/HM/LEMA/SEMA Institusi  Bidang Hubungan Luar Institusi G. Perkiraan Dana Program Kerja - J.

Metode Program Kerja Dengan melakukan pengambilan data sekunder dari pihak dinas kesehatan daerah masing-masing kemudian dianalisis data terkait isu kesehatan yang paling favorit di daerah tersebut.  Tujuan Khusus 1. Lalu kemudian dilanjutkan dan dikoordinasikan dengan diskusi Wilayah dan institusi. 136 . Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum Menjalankan peran HPS sebagai pusat data. Namun tidak menutup kemungkinan isu-isu ini untuk diadvokasikan ke pemangku kebijakan.4. D. sehingga pengkajian isu bisa lebih sinergis dan berjalan dengan baik. C. Latar Belakang Program Kerja Pendataan dalam proses problem solving penting dilakukan sebagai bukti dasar suatu kegiatan dan kajian. Memudahkan wilayah dan institusi agar tetap pada kerangka isu nasional. ISMKI Data Center (IDC) A. Pembagian isu terhadap wilayah tidak kami lakukan. E. sumber utama dan tolak ukur untuk setiap permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia bagi mahasiswa Kedokteran. namun tetap berkoordinasi dengan nasional. Sinergis dan Universal. kami memberikan kebebasan kepada wilayah untuk mengkaji isu sesuai dengan urgensi wilayahnya masing-masing. Deskripsi Program Kerja Pendataan isu masalah kesehatan utama adalah yang akan dibahas tuntas hingga mendalam menggunakan proses yang tervalidasi dengan baik. Value Terdidik. HPS ISMKI sebagai organisasi ikatan mahsasiswa kedokteran memiliki aset dan potensi besar untuk menjaring data di berbagai daerah se-Indonesia. Aktif Berkontribusi. Merupakan rangkaian sistem dalam pengkajian HPS dalam upaya Sustainable Project ISMKI. 2. hanya berdasarkan data melalui survei sederhana dan analisis singkat yang memang bertujuan untuk kepentingan pencerdasan semata melalui propaganda yang berkerja sama dengan ICT. Sedangkan isu untuk propaganda tidak dikaji secara mendalam. Setelah itu bisa bisa dipublikasikan dalam agenda ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. B.

Pendataan menghasilkan suatu kesimpulan berupa pemetaan masalah kesehatan dari tiap daerah masing-masing institusi minimal 30% I. G. 137 . Supaya lebih efektif maka diperlukanlah pembahasan isu secara fokus dan sampai tuntas supaya hasil yang diharapkan maksimal dan sesuai dengan harapan dari mahasiswa Kedokteran Indonesia. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Indikator Keberhasilan 1. Latar Belakang Program Kerja Tahun 2017 merupakan tahun yang banyak sekali permasalahan yang mempengaruhi kesehatan. pencerdasan dan advokasi isu  Tujuan Khusus Memudahkan wilayah dan institusi agar tetap pada kerangka isu nasional. F. Sasaran Program Kerja HPS Instusi dan BEM FK Keseluruhan. 2. Penanggung Jawab  Nisa Alyananda Ritonga (Koordinator)  BJ Azmy As’ady  Putri Qurrotul Aini 5. ISMKI Issue Focus (IIF) A. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum Menjalankan peran HPS dalam kajian. Pendataan dilakukan minimal 20 institusi dari tiap wilayah secara tepat waktu dan terukur (30%). Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Waktu: Februari – Mei 2017  Tempat: Setiap lingkungan institusi FK masing-masing H. sehingga pengkajian isu bisa lebih sinergis dan berjalan dengan baik. B.

kami memberikan kebebasan kepada wilayah untuk mengkaji isu sesuai dengan urgensi wilayahnya masing-masing. (30%) 2. E. Sedangkan isu untuk propaganda tidak dikaji secara mendalam. Aktif Berkontribusi. Isu utama ini berkerja sama dengan CISDI yang langsung diintegrasikan dengan pelaksanaan ISMKI Impact. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran dan masyarakat umum. Indikator Keberhasilan  Indikator Umum: 1. Metode Program Kerja Dengan melakukan diskusi antar PHN terkait fokus isu HPS Nasional tahun ini. Value Terdidik. hanya berdasarkan data melalui survei sederhana dan analisis singkat yang memang bertujuan untuk kepentingan pencerdasan semata melalui propaganda yang berkerja sama dengan ICT. (30%)  Indikator Khusus: 1. Pembagian isu terhadap wilayah tidak kami lakukan. namun tetap berkoordinasi dengan nasional. lalu dikoordinasikan dengan Wilayah dan institusi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Juni – November 2017 H. F. Isu propaganda mengalami peningkatan saat surveI pre dan post test yang signifikan secara statistik. Deskripsi Program Kerja Isu utama adalah yang akan dibahas tuntas hingga mendalam menggunakan data yang tervalidasi dengan baik. Isu utama terbahas dengan tuntas dalam bentuk paper ilmiah (50%) 2. G. Sinergis dan Universal. Kajian isu Nasional-Wilayah-Institusi sejalan dan berjalan beriringan ditandai dengan terkumpulnya hasil kajian selama setaun kepengurusan yang terintegrasi dengan baik.C. Setelah itu bisa bisa dipublikasikan dalam agenda ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. Merupakan rangkaian sistem dalam pengkajian HPS dalam upaya Sustainable Project ISMKI 138 . Namun tidak menutup kemungkinan isu-isu ini untuk diadvokasikan ke pemangku kebijakan. D.

Merupakan rangkaian sistem dalam pengkajian HPS dalam upaya Sustainable Project ISMKI. ISMKI Impact (II) A.  Tujuan Khusus: 1. untuk turut aktif menemukan solusi dalam menjawab permasalahan kesehatan negara kita ini melalui proses kajian yang komprehensif dan terencana. dll yang memberikan dampak langsung ke masyarakat di daerah tersebut. diskusi publik. Sinergis dan Universal. advokasi. Latar Belakang Program Kerja Sebagai mahasiswa Kedokteran. Oleh karena itu. 3. D. ISMKI Impact hadir untuk mengajak mahasiswa Kedokteran se-Indonesia. Hasil impact-nya nanti akan dikemas dalam sebuah karya berbentuk program kerja. Perkiraan Dana Program Kerja - J. 4. Penanggung Jawab  Mahathir Muhammad (Koordinator)  Ariikah Dyah Lamara  Dhimas Kurniawan 6. B. Deskripsi Program Kerja Kegiatan ini berupa bentuk implementasi program kerja hit and run mengenai masalah kesehatan Indonesia di tiap daerah. Meningkatkan kebiasaan untuk menulis dan membaca di kalangan mahasiswa Kedokteran Indonesia. I. Sebagai silahtuhrami antar anak HPS di regio masing-masing. Meningkatkan kebiasaan untuk berdiskusi. 2. 2. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum 1. Meningkatkan kemampuan peserta Impact yang berasal dari institusi dalam hal pembuatan kajian dan propaganda. Meningkatkan kepekaan mahasiswa Kedokteran Indonesia terhadap permasalahan kesehatan negara kita. kemudian juga akan dilakukan sebuah tindaklanjut berdasarkan hasil kajian dari tiap masalah. Value Terdidik. tentunya kita harus peka terhadap permasalahan kesehatan negara kita sendiri. Aktif Berkontribusi. 139 . Masalah kesehatan negara kita sangat banyak sekali. C.

4. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Pre ISMKI impact April – Juli  ISMKI impact Agustus . Program (1 universitas yang leading dari tiap region) 2. Metode Program Kerja Topik yang akan di bahas untuk ISMKI Impact ini akan disesuaikan dengan regio atau institusi itu sendiri. 2. Perekaman diskusi publik (ambil pokok diskusinya saja dengan durasi 20-30 menit). Implementasi kajian menghasilkan suatu kesimpulan berupa pemetaan masalah kesehatan dari tiap daerah masing-masing institusi minimal 30%. Apabila Regio yang mengikuti ISMKI Impact bingung. Hasil kajian akan divisualisasikan oleh ICT Nasional. 3. Program Kerja/Diskusi Publik/Audiensi. Pembentukan tim 3.  ISMKI Impact: 1. 140 . Hasil pembahasan. Tindaklanjut yang dilakukan harus direkam dan nanti akan dipublikasi sekitar 20 menit.November  Tempat: Di wilayah/regio/institusi masing-masing yang turut bergabung.E. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran se-Indonesia per Wilayah/regio/institusi G. Implementasi kajian dilakukan minimal 20 institusi dari tiap wilayah secara tepat waktu dan terukur (30%). Indikator Keberhasilan  Indikator Umum: 1. Pembahasan dan kesimpulan 5. Pemilihan regio (tiap wilayah minimal 2 regio) 2. Penentuan tema 4. H. F. Visualisasi hasil kajian oleh tim ICT Nasional atau HPS Nasional. maka dari HPS Nasional bersama dengan VPPA akan memberikan sebuah saran terkait topik yang akan dibahas. diskusi dengan expert dan notulen diskusi publik digabung menjadi satu.  Pre ISMKI Impact: 1.

C. Deskripsi Program Kerja Berdasarkan data yang diperoleh dari ISMKI Issue Data Center. 2. F. lalu dikoordinasikan dengan Wilayah dan institusi. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran dan masyarakat umum. D. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Hasil kajian dan video diskusi publik terpublikasi dengan baik di media sosial. 141 . Merupakan rangkaian sistem dalam pengkajian HPS dalam upaya Sustainable Project ISMKI. Terdapat hasil kajian dan video ISMKI Impact yang berdurasi 20 menit. ISMKI dapat menganalisis permasalahan kesehatan Indonesia keudian dicanangkan sebagai bentu kebijakan berkepanjangan sehingga dasar gerakan ISMKI memiliki dasar yang jelas dan terukur. sangat memungkinkan ISMKI menyatakan kebijakan terkait permasalahan kesehatan di Indonesia yang berkelanjutan dan menjadi fokus isu yang berdasar melalui hasil kajian HPS. 2. Metode Program Kerja Dengan melakukan diskusi antar PHN terkait fokus isu HPS Nasional tahun ini. Value Terdidik.  Indikator Khusus: 1. Latar Belakang Program Kerja Dengan potensi ISMKI yang begitu besar. E. ISMKI Policy Statement (IPS) A. Sinergis dan Universal. I. Penanggung Jawab  Yumna Puji Apriani (Koordinator)  Gio Justisio Batubara  Nisa Alyananda Ritonga  LO Wilayah 1-4 7. Tujuan Program Kerja 1. B. Aktif Berkontribusi. ISMKI menjadi inisiasi dalam pembentukan sistem dan kebijakan kesehatan untuk institusi yang berkelanjutan.

142 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. Mengubah paradgima HPS yang selama ini terkesan kaku. Policy statement ISMKI disampaikan dalam forum IFMSA (25%). 3. 2. H. Penanggung Jawab  Mohammad Natsir Ramadhan (Koordinator)  Lathifah Nadiah  Mahathir Muhammad 8. Kegiatan ini berupa sebuah project yang akan dilakukan oleh HPS Institusi dalam bentuk upaya promotif dan preventif. Merayakan hari tematik dunia. Deskripsi Program Kerja ISMKI’s Creative Movement akan dilakukan pada 1 hari dan serempak di semua institusi supaya pergerakan HPS bisa terlihat masif.  Tujuan Khusus: 1. Fokus dari kegiatan ini adalah upaya promotif dan preventif. Mem-branding ISMKI dengan pergerakan yang masif supaya diliput oleh media. 2. ISMKI’s Creative Movements (ICM) A. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Terbentuk dua policy brief untuk dibagikan ke seluruh institusi (50%). Memasifkan pergerakan HPS ISMKI. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum: 1. Pergerakan ini nantinya akan dilakukan dalam bentuk fun campaign. Kegiatan ini berupa kegiatan yang hit and run tapi tetap bermanfaat. B. Indikator Keberhasilan 1. maka diadakanlah ISMKI’s Creative Movement. 2. Mendapatkan feedback positif dalam IMSS dan RAKORNAS berupa diskusi lanjut dari masing-maisng institusi (25%). Meningkatkan euforia mahasiswa Kedokteran Indonesia terhadap aksi. G. I. Latar Belakang Program Kerja Melihat minimnya pergerakan yang dilakukan tahun lalu oleh HPS. 3. C.

Kemudian nantinya juga akan meminta bantuan media untuk meliputi kegiatan ini. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Value Terdidik. G. H. Penanggung Jawab  Tita Erlanggawati (Koordinator)  Yumna Puji Apriani  Mochamad Ari Wibowo  Gio Justisio Batubara 143 .  Tempat: Disesuaikan dengan institusi masing-masing. I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Tanggal 7 April bertepatan dengan World Health Day dengan tema Mental Health. SOP 2.  Kegiatan ini dapat diliput dan dipublikasikan oleh media massa. Indikator Keberhasilan  30% seluruh institusi anggota ISMKI menjalankan kegiatan ini. Project Management Project Management yang diberikan. Aktif Berkontribusi. F. E. Metode Program Kerja Kegiatan ini akan dilakukan oleh institusi berupa fun campaign. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia dan masyarakat umum. Sinergis dan Universal.D. Dari PHN HPS akan memberikan bantuan berupa: 1. dapat disesuaikan oleh institusi. institusi berhak untuk mengubah/memodifikasi project management yang sudah ada atau tidak menggunakan project management.

9. Pengambilan sikap yang cepat dan tepat oleh ISMKI. tepat dan benar. B. 2. Menampung aspirasi dari institusi anggota ISMKI. F. Disamping itu. sehingga tidak membingungkan saat perlu penyikapan yang cepat. Memberikan persepsi dari mahasiswa Kedokteran kepada pemangku kebijakan yang bersangkutan. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran dan Masyarakat Umum. C. 3. juga diperlukan sebuah alur yang jelas. Deskripsi Program Kerja Oleh HPS Nasional Oleh VPPA D. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Waktu dan Tempat: Menyesuaikan 144 . ISMKI Fast Response (IFR) A. Tujuan Program Kerja 1. Metode Program Kerja Berkoordinasi dengan semua Sekbid HPS Wilayah dan VPPA. Value Aktif Berkontribusi dan Sinergis. E. Latar Belakang Program Kerja Penyikapan isu dadakan membutuhkan suatu penanganan yang sangat cepat dan tepat dalam menanggapinya. G.

2. 2. B. H. untuk lebih mengenal ISMKI melalui icon/ambassador HPS. Penanggung Jawab  Gio Justisio Batubara (Koordinaor)  Putri Qurrotul Aini  Dhimas Kurniawan 10. Menyediakan wadah bagi mahasiswa Kedokteran secara individu dalam berkontribusi dan memberi solusi manfaat terhadap isu kesehatan nasional. I. 3. Latar Belakang Program Kerja Inilah saatnya membangun image ISMKI yang fresh dan fun.  Tujuan Khusus 1. 75% Aspirasi institusi tertampung dan tersampaikan dengan baik dengan melihat partisipasi dari peserta NM lebih dari 50%. dengan koordinasi bersama VPPA. Membuktikan bahwa ISMKI benar adanya ‘seluruh mahasiswa Kedokteran’ dan melibatkan semua mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan ini. Membangun citra ISMKI yang asik. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum Sebagai ajang kompetisi sesama mahasiswa Kedokteran dalam menguji wawasannya terhadap permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia. Indikator Keberhasilan 1. Hal ini juga bertujuan untuk branding ISMKI khususnya ke mahasiswa Kedokteran itu sendiri. Penyikapan yang diambil terpublikasi melalui media sosial dan tersampaikan ke pemangku kebijakan. Alur penyikapan berjalan efektif sesuai dengan ketentuan yang telah dipaparkan. seru dan mahasiswa Kedokteran peduli akan permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia. menarik. Perkiraan Dana Program Kerja - J. 145 . Indonesia Medical Student’s Health Ambrassador 2017 (IMSHA) A.

E. TB. Tahap kegiatan terlampir di metode kegiatan. Value Terdidik. Babak Semifinal  Tingkat Nasional: 1. Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol sebagai minuman keras. Deskripsi Program Kerja Kegiatan ini berupa pemilihan icon HPS dimana semua mahasiswa Kedokteran boleh mengikutinya. 5. Pembukaan pendaftaran 4. Kesehatan seksual dan reproduksi. 4. Interview 6. Seleksi proposal gagasan. 8. water- borne disease dan penyakit menular lainnya. Campaign 7. Metode Program Kerja  Tingkat Wilayah: 1. Penyakit AIDS. Sinergis dan Universal. Launching tema 3. Universal Health Coverage. menguji wawasan dan kemampuan mereka dalam menyikapi kebijakan kesehatan yang ada di Indonesia. Seleksi berkas Seleksi online 5. Usulan tema 2. 2. Sesi eksplorasi wawasan (tanya jawab dengan juri). 9. Distribusi materi pencerdasan ke 4 wilayah (akan dibantu oleh Sekbidwil)  Tema yang akan diusung: 1. Kesehatan bayi dan anak. Final. 7. D. Keselematan dalam berkendara. Kesehatan Ibu. Proposal pendanaan d. Kematian dini akibat penyakit tidak menular (NCD).  Post IMSHA: Akan dilakukan sebuah follow up kepada pemenang tiap 1 bulan 1 kali dalam batas waktu 6 bulan untuk proses: a. 6. Kebutuhan SDM c. Aktif Berkontribusi. penyakit tropis yang terabaikan dan hepatitis. 146 . malaria. Finalisasi ide gagasan b. serta ada suatu bentuk tindak nyata dari pemikiran mereka untuk direalisasikan. Masalah kesehatan mental.C. 2. 3. 3.

000.000 (3 biji) total = Rp 150. Penggunaan vaksin dan obat-obatan.untuk merealisasikan gagasan pemenang (mencari sponsorship dari FP) J.000..3 @Rp 50. Terpilihnya pemenang gelar duta mahasiswa Kedokteran Indonesia minimal sebanyak 4 finalis.000. Indikator Keberhasilan  Tujuan Umum: 1. 2. 12. Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan lingkungan. F. Terciptanya kepekaan & kepeduliaan akan kebijakan kesehatan di Indonesia di kalangan mahasiswa Kedokteran.-  Selempang kategori juara 1. 10. o Seleksi nasional pada saat RAKORNAS 2017.000. Menggapai mahasiswa Kedokteran diluar pengurus BEM/Senat yang peka terhadap kebijakan kesehatan di Indonesia. Perkiraan Dana Program Kerja  Sertifikat (untuk seluruh peserta) dan plakat (untuk juri) sebesar Rp 400.000. Setiap wilayah memiliki delegasi masing-masing dalam partisipasi IHA minimal 1 perwakilan/wilayah.000. Pengendalian tembakau. o Nasional . Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran se-Indonesia G.-  Reward: Rp 10.-  Piala (hanya untuk juara 1) Rp 100.2. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Waktu: o Seleksi wilayah disesuaikan dengan Wilayah. 11. 3. I.  Tempat: o Insitusi yang menyelenggarakan RAKORNAS 2017.-  Uang juri sebesar @Rp 500.  Tujuan Khusus: 1.000. Penanggung Jawab  Lathifah Nadiah (Koordinator)  Yumna Puji Apriani  Tita Erlanggawati 147 .IMSS 2018 H. Branding ISMKI di mahasiswa Kedokteran melalui adanya icon/ambassador HPS 2.000 (juri 2) total = Rp 1.

F. Untuk meningkatkan antusiasme dan semangat kerja dalam bekerja sama dengan HPS Nasional. 2. Sasaran Program Kerja HPS Institusi se-Indonesia. Untuk Wilayah. I. supaya terus memunculkan sebuah inovasi yang baru.  Terpilihnya satu HPS Institusi terbaik tingkat nasional. G. D.000  Figura Rp 500. Selain HPS Institusi tentunya HPS Award ini diberikan juga untuk HPS Wilayah.11. maka diperlukan sebuah apresiasi supaya Z generation ini terus bersemangat dalam berkontribusi memajukan HPS institusinya masing-masing. Deskripsi Program Kerja HPS Award merupakan ajang kegiatan dalam pemberian penghargaan untuk HPS Institusi dan HPS Wilayah yang bersama-sama kontribusi dan berinovasi. Value Sinergis dan Universal.000 148 . Penghargaan diberikan di IMSS 2017 atas inovasi yang telah dilakukan. Untuk memacu HPS Institusi dan Wilayah supaya bisa melakukan inovasi yang baru dan bermanfaat. HPS Award (HA) A. Latar Belakang Program Kerja Melihat manusia kelahiran tahun 1995 ke atas merupakan sosok generasi Z. Perkiraan Dana Program Kerja  Sertifikat/plakat Rp 500. E. C. Tujuan Program Kerja 1. Indikator Keberhasilan  30% institusi terlibat dalam HPS Award. Metode Program Kerja Institusi yang dilibatkan dalam program ISMKI akan mendapatkan penghargaan. Waktu Pelaksanaan Program Kerja  Waktu: RAKORNAS 2017 dan IMSS 2017  Tempat: Institusi yang menyelenggarakan RAKORNAS 2017 dan IMSS 2017 H. B.

dokumentasi kegiatan dan proyek terbaik institusi. Nantinya akan dibagikan ke seluruh institusi dalam bentuk softcopy pdf. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum: Sebagai sumber referensi HPS Institusi dalam membuat program kerja yang bermanfaat supaya HPS Institusi dapat berkembang lebih pesat lagi. F. 149 . Metode Program Kerja Buku ini akan disusun dengan kontributornya adalah HPS Institusi dan PHN yang akan mengemasnya menjadi satu dan didesain supaya menarik dibaca. Penanggung Jawab  Mochamad Ari Wibowo (Koordinator)  Anis Julianti  Lathifah Nadiah 12. E. HPS Compilation Book (HCB) A. hasil kajian. sehingga semakin berlomba untuk memajukan HPS Institusi. C. Deskripsi Program Kerja HPS Compilation Book adalah kumpulan rangkaian kegiatan HPS selama kepengurusan yang berisi tentang profil.  Melihat banyak sekali HPS Institusi yang bingung dengan membuat program seperti apa. maka HPS project booklet ini hadir sebagai referensi bagi mereka. D. hasil kajian dan dokumentasi kegiatan selama kepengurusan sebagai bentuk persembahan bagi mahasiswa Kedokteran. kajian ilmiah strategis. Latar Belakang Program Kerja  Menginisiasi pembuatan media bacaan berupa kompilasi keseluruhan mengenai profil PHN HPS ISMKI 2017. Sasaran Program Kerja HPS Institusi se-Indonesia.  Tujuan Khusus: Sebagai sumber inspirasi antar HPS Institusi. Value Terdidik. HPS Project Booklet ini hadir untuk membantu HPS Institusi yang masih kurang dalam membuat suatu program kerja. pengenalan. J. B. Sinergis dan Universal.

Indikator Keberhasilan 70% seluruh institusi anggota ISMKI mendapatkan HPS Compilation Book.G. Penanggung Jawab  Putri Qurrotul Aini (Koordinator)  BJ Azmy As’ady  Novi Wiraningrat 150 . I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja IMSS 2018: Launching HPS Compilation Book H. Perkiraan Dana Program Kerja - J.

Focus ISMKI Issue Persiapan Konsep. & Guidline Kegiatan L HPS  VPPA Compilatio  EB n Book  WILAYAH (Sekretaris Wilayah & HPS Sekretaris Bidang) Award IHA 2017 ISMKI Impact 151 . TIMELINE Januari Februari PROGRAM Week Week Week Week Week Week Week Week Week KERJA Week 2 1 2 3 4 5 1 3 4 5 HPS I Capacity N Building T HPS E Menulis R N Roadsho A w Persiapan Konsep. EB. & Guidline Kegiatan L HPStitus i ISMKI Penguatan Koordinasi dengan VPPA. & Guidline Kegiatan Data Center ISMKI IMSS Fast Sosialisas Respons i GD e HPS E ISMKI Capacity K Policy Building S Statemen T t E R ISMKI’s N Creative A Moveme nt Persiapan Konsep. Issue Wilayah. SOP. SOP. SOP.

PROGRAM Maret April KERJA Week 1 Week 2 Week 3 Week 4 Week 5 Week 1 Week 2 Week 3 Week 4 Week 5 HPS Capacity I Building N T E HPS Menulis R N A L Roadshow HPS ISMKI Issue Focus ISMKI Issue Data Center ISMKI Fast Response E ISMKI Policy K Statement S T ISMKI’s E Creative R Movement N A HPS L Compilation Book HPS Award IHA 2017 ISMKI Impact 152 .

September Oktober PROGRAM Week Week Week Week Week Week Week Week Week Week KERJA 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 HPS I Capacity N Building T E R N A HPS Menulis Roadshow R L HPS ISMKI Issue Focus A ISMKI Issue Data Center K E ISMKI Fast Response ISMKI O K S T E Policy Statement ISMKI’s Creative R R N A L Movement HPS Compilatio n Book N HPS Award A IHA 2017 ISMKI S Impact 153 .

November Desember PROGRAM Week Week Week Week Week Week Week Week Week Week KERJA 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 HPS I Capacity N Building T E HPS R Menulis N A Roadshow L HPS ISMKI Issue Focus ISMKI Issue Data Center ISMKI Fast Response ISMKI E Policy K Statement S T ISMKI’s E Creative R Movement N HPS A Compilatio L n Book HPS Award IMSHA 2017 ISMKI Impact 154 .

ISMKI memiliki peranan penting dan potensi besar bagi kesehatan Indonesia. Alangkah baiknya jika saran dan kritik disampaikan kepada pihak yang terkait dan jika banyak manfaat dari pnyusunan Grand Design ini maka kami sangat memohon kepada seluruh pihak yang terkait untuk turut mendukung rencana kami. Saya mengharapakan apa yang ada di dalam rencana kami kedepan dapat memberikan manfaat dan solusi bagi internal kepengurusan ISMKI juga khususnya bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia yang berujung tepat guna dan sasaran bagi masyarakat Indonesia. Sekian dan terima kasih. sebagai penyedia anak muda berjiwa kesehatan yang tentunya semakin memudahkan menuju INDONESIA SEHAT. Best Regards. Mohammad Natsir Ramadhan Koordinator Nasional Bidang Health Policy Studies ISMKI Periode 2017/2018 155 . Adapun jika ada salah kata dan penyusunan dalam Grand Design ini murni karena kesalahan penyusun.PENUTUP Demikian Grand Design bidang Health Policy Studies ISMKI 2017/2018.

mengaku bangga dan merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga ISMKI yang akan mencetak sejarah panjang perjuang mahasiswa Kedokteran Indonesia. ISMKI adalah organisasi yang besar dan memiliki sumber daya manusia yang begitu berpotensi. Alhamdulillah. Salam sejahtera. IA ISMKI berusaha untuk memperkenalkan ISMKI kepada dunia Internasional dengan berpartisipasi atau hadir dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan organisasi mahasiswa Kedokteran yang ada dibawah naungan IFMSA. Kini saatnya. segala puji hanya milik Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan segala nikmat. Mari sukseskan Internasionalisasi ISMKI dan seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. Kami selalu memberikan yang terbaik untuk mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia agar terciptanya ISMKI yang berperan aktif di dunia Internasional. tetapi kita tetap percaya akan mimpi yang dulu pernah kita tulis. Sekwil. GRAND DESIGN BIDANG INTERNATIONAL AFFAIR IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Presbem dan seluruh mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia. Terutama karunia kehidupan yang telah Ia berikan kepada kita semua sehingga kita senantiasa dapat merasakan indahnya kehidupan ini. Hidup Mahasiswa! Terima kasih. rezeki dan karunia atas segala yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dzaki Murtadho Koordinator Nasional Bidang International Affair ISMKI Periode 2017-2018 156 . International Affair memaparkan program program kerja untuk menyukseskan ISMKI SATU #BerkaryaUntukNegeri dan International Affair ISMKI hadir untuk memajukan ISMKI dalam hal-hal yang bertaraf internasional. Kini organisasi ini telah berumur perak dan telah banyak kontribusi yang ISMKI berikan kepada seluruh mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia. Saya selaku Koordinator Nasional bidang International Affair ISMKI 2017-2018. Setiap perjalanan akan akan berbuah manis jika dibarengi dengan kesungguhan hati. Kepada seluruh teman-teman EB. Tak terhitung rintangan dan tantangan yang harus dihadapi untuk dapat melampaui tahapan ini. Semoga segala sesuatu yang kita perjuangan kini akan berbuah manis kedepannya.

Hal itu mendorong mahasiswa Kedokteran saat itu untuk membentuk suatu wadah yang dapat menyatukan aspirasi mereka dalam rangka peningkatan profesionalisme mahasiswa Kedokteran. Misi  Memperkuat posisi ISMKI di IFMSA.  Meningkatkan peran ISMKI di taraf internasional khususnya IFMSA dengan mengirimkan delegasi di berbagai acara yang diselenggarakan. Kini ISMKI bertransformasi sebagai organisasi mahasiswa Kedokteran Indonesia yang Independen. VISI DAN MISI Visi Merevitalisasi peran ISMKI dalam lingkup internasional secara masif. berkoordinasi dengan institusi untuk penyebaran informasi. Non-Profit. ekspansif dan signifikan serta inklusif dalam mewujudkan Internasional-kan mahasiswa Kedokteran Indonesia.PENDAHULUAN Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteraan Indonesia (ISMKI) dulu yang bernama Ikatan Mahasiswa Kedokteran Indonesia (IMKI) merupakan organisasi mahasiswa Kedokteran berskala nasional yang pertama.  Mewujudkan mahasiswa Kedokteran yang aktif dan kritis terhadap diplomasi dunia internasional melalui hubungan yang baik dengan ISAFIS. mengembangkan program pertukaran dan kegiatan berskala internasional.  Mewujudkan hubungan dengan organisasi mahasiswa Indonesia yang bertaraf internasional khususnya AIESEC. Bidang International Affair hadir dalam mewujudkan impian setiap mahasiswa Kedokteran untuk turut ambil peran dalam mengembangkan dunia Kedokteran Indonesia. dan terus melebarkan sayapnya baik di nasional maupun di kancah Internasional melalui program-program unggulannya. Pada era pasca 1966. 157 .  Meningkatkan kesadaran mengenai dunia kedokteran internasional pada mahasiswa Kedokteran Indonesia. membuat panduan dan pelatihan terkait program pertukaran. menjalin dan memelihara jaringan internasional. tuntutan akan profesionalisme dari lingkungan yang didominasi akan teknokrat semakin meningkat. International Affair atau Hubungan Internasional adalah bidang yang bertugas untuk memfasilitasi pertukaran mahasiswa Kedokteran. Kini ISMKI telah memiliki anggota sebanyak 74 institusi dan akan terus berbenah diri dari tahun ke tahun.  Mempublikasikan program-program ISMKI di taraf internasional. membuat regulasi terhadap delegasi ISMKI ke acara internasional dan berkoordinasi dengan Wakil Sekretaris Jenderal bidang Eksternal dalam mengembangkan jejaring strategis Internasional.  Menjadi gerbang informasi internasional bagi seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. saat mahasiswa kembali ke kampus.

TAGLINE “Pursuit of Perfection” Siap Berkarya! SUSUNAN TIM 158 .

Sasaran Program Kerja Seluruh Mahasiswa Kedokteran Indonesia.PROGRAM KERJA 1. Menyebarkan artikel delegasi yang sudah pulang dari meeting. 4.  Banyaknya pendaftar (min >10 orang/event). Mempersiapkan bekal pengetahuan tentang IFMSA. Metode Program Kerja  Mencari dan menyebarkan informasi dari IFMSA. F. pengetahuan umum dan bekal psikologis. 3. D. Menyebarkan informasi exchange IFMSA dan meeting IFMSA yang merata dan masif bagi seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. Latar Belakang Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia tak hanya memerlukan informasi nasional untuk berkembang tetapi juga informasi dunia kedokteran internasional seperti exchange program. Perkiraan Dana Program Kerja - 159 . Mempersiapkan seleksi untuk setiap kegiatan IFMSA dan dilakukan interview.  Mencari dan menyebarkan informasi yang bukan dari IOMS lain. internship dan lainnya baik dari IFMSA maupun dari organisasi internasional lain. Indikator Keberhasilan  Terpublikasikannya informasi di website ISMKI dan media sosial. C. Deskripsi Program Kerja 1. Tujuan Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia bisa mendapatkan semua informasi mengenai exchange dan meeting IFMSA serta memiliki wawasan internasional.  Terpublishnya artikel oleh delegasi meeting. I. B.  Adanya e-Book pendelegasian. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang Kepengurusan H. G. E. Value Inklusif. 2. International Information A.

Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang masa kepengurusan . Mendelegasikan orang-orang yang sudah mengerti mengenai IFMSA dan tugas sebagai delegasi perwakilan ISMKI. Memberikan informasi mengenai teknis dan bagaimana suatu meeting IFMSA dilaksanakan guna menunjang persiapan delegasi.  Memberikan informasi mengenai teknis meeting IFMSA. Value Ekspansif. Penanggung Jawab Josevaldo Bagus Pratomo 2. J. Sasaran Program Kerja Seluruh Mahasiswa Kedokteran Indonesia. B. Membuat prosedur dan alur pendelegasian yang sistematis. 3. jelas dan terarah. 4.  Adanya artikel pendelegasian. G. F. D. 5. Tujuan Program Kerja 1. C. Metode Program Kerja  Menyebarkan informasi dan proposal IFMSA Meeting ke seluruh Indonesia. Deskripsi Program Kerja 1. International Delegations A.  Delegasi memberikan hasil laporan perjalanan. 2.  Mendata delegasi yang akan berangkat meeting. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk mendapatkan pengalaman internasional. 160 . Latar Belakang Program Kerja Wujud nyata dari Internasionalisasi ISMKI di IFMSA. E. Membuat pendelegasian ISMKI menjadi lebih lancar. Pengusungan ide dana untuk delegasi. Memberikan hasil nyata dari pendelegasian ISMKI.  Adanya ide konkrit mengenai pendelegasian. H. 3. Pembuatan artikel oleh delegasi yang telah pulang dari meeting. Indikator Keberhasilan  Terlampirnya prosedur dan alur pendelegasian di Website ISMKI. adekuat dan komprehensif. 2.

E. Mencerdaskan mahasiswa Kedokteran mengenai IFMSA. I. Sasaran Program Kerja  Pengurus Harian Nasional ISMKI  Pengurus Harian Wilayah ISMKI  Presiden BEM/HM/LEMA/SEMA Institusi  Bidang Hubungan Luar Institusi 161 . Memberikan informasi yang masif kepada seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. 2. 3. Aktif Kontribusi dan Universal. Mendorong peran aktif mahasiswa Kedokteran di kancah internasional. Value Sinergis.  Kegiatan yang diadakan dilakukan oleh seluruh staf International Affair yang bekerjasama dengan Sekretaris Wilayah. 2. C. D. IFMSA4U – Bedah IFMSA A. Latar Belakang Program Kerja Tercapainya tujuan ISMKI Goes International melalui pencerdasan masif yang dilakukan oleh PHN IA di kegiatan Wilayah serta mampu membentuk cara berfikir mahasiswa Kedokteran yang Internasional. Tercapainya tujuan ISMKI Goes International. Penanggung Jawab Anugrah Rosando Siwy 3. Deskripsi Program Kerja 1.  Melakukan upgrading mahasiswa Kedokteran berkala melalui media sosial dan di kegiatan ISMKI Nasional maupun Wilayah. Membentuk cara berfikir mahasiswa Kedokteran. F. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Tujuan Program Kerja 1. Metode Program Kerja  Melakukan upgrading mahasiswa Kedokteran di berbagai acara ISMKI Nasional maupun Wilayah. B.

C. D. 162 . Menyebarkan informasi mengenai NMSEP ke seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia.  Staf IA mampu menjadi pembicara dalam setiap agenda Bedah IFMSA yang ada di Wilayah  Peningkatan jumlah pendaftar pada setiap event IFMSA. 2. Indikator Keberhasilan  Tercerdaskannya >70% Pengurus Harian. Penanggung Jawab Reynaldo Halomoan 4. Value Insklusif. B. Membuat sistem baru dalam mempromosikan kegiatan NMSEP dengan menonjolkan keunggulan tiap institusi yang terdaftar sebagai Host. G. H. Presiden BEM Institusi dan bidang Hubungan Luar Institusi mengenai ISMKI. Perkiraan Dana Program Kerja - J. I. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama kepengurusan. Deskripsi Program Kerja 1. Latar Belakang Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia memerlukan pengembangan pengetahuan yang tak hanya berasal dari textbook namun juga melalui pertukaran mahasiswa. NMSEP A. 3. Tujuan Program Kerja Mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa Kedokteran sebagai calon klinisi dengan melakukan pertukaran mahasiswa. Local Exchange yang akan dilaksanakan oleh beberapa institusi terbaik di Indonesia. ilmu dan pengetahuan kedokteran.

- J. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran se-Indonesia.000. Medical Student Goes Abroad (MSGA) A. Indikator Keberhasilan  Memperbarui SOP dan NMSEP bylaws.  Melakukan publikasi terkait agenda kegiatan. Latar Belakang Program Kerja Menciptakan mahasiswa Kedokteran Indonesia yang berwawasan luas dan berempati terhadap dunia internasional. Penanggung Jawab  Maya Hapsari Kusumaningtyas  Fitrah Aulia Lisabila  Rosyila 5. Perkiraan Dana Program Kerja Rp.  Terlaksananya exchange minimal 1 kali dalam setahun kepengurusan. G. H. F.  Evaluasi exchange (termasuk revisi bylaws).000.  Menambah Host NMSEP.  Tersebarnya informasi mengenai NMSEP ke seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. Metode Program Kerja  Merilis SOP terkait Local Exchange. E.  Penentuan Host melalui survey NMSEP dan melakukan pendekatan  Host akan dipegang langsung oleh PJ Wilayah. 10. I. 163 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Antara September hingga November di institusi yang tergabung dalam ISMKI dan memiliki kualifikasi untuk menjadi Host.

3. Metode Program Kerja  Melakukan kerjasama dengan AIESEC. mahasiswa seluruh Indonesia. Mempersiapkan delegasi ISMKI untuk matching dengan negara yang dituju. C. Health dan Education. Deskripsi Program Kerja 1. Membawa nama ISMKI ke dunia international melalui organisasi kepemudaan international. 4. Menyebarkan artikel delegasi setelah kepulangan mereka dari negara tujuan masing- masing. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Batch Summer dan Winter H. Sasaran Program Kerja AIESEC di Indonesia. F. D. G. E.  Melakukan project bersama AIESEC-ISMKI (Hometown Project) 164 . Mengevaluasi bentuk kerjasama selama 1 tahun sebelumnya.  Memberangkatkan mahasiswa Kedokteran. Melebarkan sayap ISMKI dalam International Affair.  Mengirimkan delegasi ke negara tujuan dengan program yang sudah ditentukan. Tujuan Program Kerja Memperkaya wawasan internasional melalui kerjasama dengan AIESEC dan memperluas jejaring ISMKI di internasional.  Melakukan penyeleksian mealui AIESEC dan LC AIESEC terdekat. 5. 7. Indikator Keberhasilan  Melanjutkan bentuk kerjasama AIESEC – ISMKI. memilih project yang sesuai dan tanggal keberangkatan. Value Ekspansif. 6. Menjadikan wadah mahasiswa Kedokteran untuk exchange keluar negeri dalam bidang Social.  ISMKI semakin dikenal.B. 2. Mempublikasikan bentuk kerjasama AIESEC – ISMKI melalui media sosial dan website ISMKI.

Deskripsi Program Kerja 1. Membentuk cara berfikir mahasiswa Kedokteran. Kegiatan yang diadakan secara tenderisasi. IMMUN A. open minded dan inovatif. E. Tujuan Program Kerja 1. Agar mahasiswa lebih peduli dengan keadaan yang sedang terjadi di dunia terutama di Indonesia. Membawa generasi mahasiswa Kedokteran yang kooperatif. Metode Program Kerja  Melakukan kerjasama dengan ISAFIS. D. Sebagai wadah mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia untuk mengasah pemikiran yang tajam serta berdiplomasi dengan mengetahui issue luar negeri dan hubungan international. Merupakan program berkelanjutan ISMKI. Melatih mahasiswa untuk menjadi public speaker dan debater yang baik. C. B.  Mengirimkan delegasi ISMKI untuk mengikuti kegiatan MUN. I. Perkiraan Dana Program Kerja - J. 2. 5. 3. Berharap untuk menjadi program yang selanjutnya ada dan bisa dikembangkan di kemudian hari. 4. 3. 165 . Value Ekspansif dan Inklusif. Latar Belakang Program Kerja Mewadahi aspirasi mahasiswa Kedokteran Indonesia.  Melakukan penyeleksian mealui ISAFIS. Penanggung Jawab  Fathia Kesuma Dinanti  Ulfiah Fairuz Zhafirah 6. 2.

TIMELINE International International Bedah Information Delegation IFMSA MSGA NMSEP IMMUN Februari 2017 Maret 2017 April 2017 Mei 2017 Juni 2017 Juli 2017 Agustus 2017 September 2017 Oktober 2017 November 2017 Desember 2017 Januari 2018 2018 166 . Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran.  Banyak peserta yang ikut dan berstatus bukan pengurus BEM/LEMA/HIMA/SEMA yang mengikuti MUN ISMKI.  Terlaksananya MUN ISMKI melalui sistem tenderisasi. Penanggung Jawab Meisari Rezki R. G. Indikator Keberhasilan  Terbitnya SOP MUN ISMKI terbaru. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Maret 2017 dan 2018 H. F. I. Perkiraan Dana Program Kerja - J.

nasional dan Internasional.PENUTUP Demikian pemaparan Grand Design bidang International Affair ISMKI 2017-2018. Semoga ISMKI bisa menjadi wadah pergerakan mahasiswa Kedokteran baik di lokal. wilayah. 167 .

maka didirikanlah sebuah bidang yang dinamakan Information. dan admin social media. Menjadikan ISMKI memiliki kontrol yang baik dalam pengolahan informasi dan pastinya tetap mempertahankan kaidah-kaidah estetika seninya. Hai medstud kesayangan ISMKI dari Sabang sampai Merauke! Pernahkah dengar sebuah quote yang mengatakan Medicine is an Art atau Kedokteran adalah Seni? Bidang yang sedang kita geluti sekarang adalah sebuah bidang yang sangat erat kaitannya dengan seni seperti seni memilih obat. Rafika Kartika Putri Koordinator Nasional Bidang Information. Communication and Technology (ICT). Tidak hanya seorang diri. website maintance. penulisan artikel. Communication and Technology ISMKI Periode 2017/2018 168 . seperti videographer. Om Swastyastu dan salam sejahtera bagi kita semua. dalam ICT terdapat beberapa sub-bidang yang bekerja secara spesifik untuk mengolah suatu informasi yang diterima dan akan disebarkan oleh ISMKI. COMMUNICATION AND TECHNOLOGY IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaykum. seni memeriksa. Suatu kehormatan bagi saya untuk memiliki kesempatan untuk menjadi Koordinator Nasional yang menjadi ujung tombak dalam publikasi organisasi Kedokteran terbesar di Indonesia. seni komunikasi dan seni- seni lainnya. designer. GRAND DESIGN BIDANG INFORMATION. tidak hanya terbatas pada dokter pasien tetapi juga kehidupan kita setiap harinya tidak lepas dari pada sesuatu yang disebut komunikasi. Seni dalam berkomunikasi di antara pengolahan komunikasi sangat penting. bermodalkan dari quote tersebut ISMKI melihat sebuah potensi seni yang dapat lebih dikembangkan oleh mahasiswa Kedokteran yaitu berupa seni komunikasi.

Tentunya dengan adanya perkembangan ini tidak serta-merta membuat apa yang sudah ada sebelumnya menjadi terhenti. Oleh karenanya. ISMKI Sinergis Modal dasar yang yang mesti ada ketika karakteristik institusi dan wilayah ISMKI yang begitu plural. Berguna sebagai sarana publikasi pada sebuah organisasi. INDONESIA SEHAT BERMARTABAT Misi 1. ISMKI turut serta dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa. VISI DAN MISI Visi ISMKI SATU. ISMKI Aktif Berkontribusi Penguatan aktivitas ISMKI dalam menyukseskan program pemerintah di bidang kesehatan dan aktivitas ISMKI di kancah internasional serta turun langsung berkontribusi kepada masyarakat. 169 . untuk lebih menyadarkan dan lebih membuat mahasiswa Kedokteran mengetahui apa yang akan atau sedang terjadi. Sedikit berbeda dibanding dengan organisasi yang lain. ICT merupakan suatu bidang yang bergerak dalam pengolahan informasi dan komunikasi. Pada tahun lalu ISMKI menjadi wadah untuk mahasiswa yang gemar menyalurkan hobinya dalam hal design. oleh karenanya pada Grand Design ini akan dituliskan beberapa program kerja yang menunjang perkembangan ICT ISMKI beserta inovasi baru dalam dunia publikasi. ISMKI menghadirkan suatu bidang baru yakni Information. yaitu pengembangan dalam bidang boardcaster atau penyiaran dan pembuatan aplikasi. Communication and Technology (ICT). ICT ISMKI juga merupakan suatu wadah pengembangan diri mahasiswa dalam bidang non–akademik terutama seni. Oleh karenanya dalam publikasi yang dilakukan oleh ICT memerlukan sebuah identitas khusus sebagai penanda ciri khas dari organisasi ISMKI. dan website. potensi BK ISMKI. beragam IOMS dan nilai kolaborasi yang bisa ditanamkan agar ISMKI menjadi episentrum mahasiswa Kedokteran Indonesia. penulisan. terbukti dengan adanya program kerja yang diselenggarakan dengan konsekuensi mengasah otak para mahasiswa dan program kerja sosial maupun program kerja lainnya. 2.PENDAHULUAN Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) merupakan salah satu organisasi mahasiswa Kedokteran terbesar di Indonesia dan merupakan gerbang utama dalam segala pergerakan mahasiswa baik dalam akademis maupun non–akademis. Tahun ini ICT ISMKI mencoba menambahkan nafas baru dalam perkembangan dunia seni yang tetap berkonsentrasi dalam bidang publikasi. Akan tetapi program kerja yang begitu bagus tersebut hendaknya diimbangi dengan publikasi yang sepadan. Menjunjung tinggi nilai seni dalam sebuah propaganda yang akan dirilis kepada masyarakat umum dengan rasa penuh tanggung jawab.

4. serta program yang dapat digerakkan oleh perangkat ISMKI tanpa terkecuali dari pusat sampai batas. intelektualitas yang holistik.3. berpikiran terbuka serta mampu menghasilkan ide-ide solutif untuk permasalahan kesehatan bangsa. seluruh latar belakang institusi/BEM/Senat/HIMA. TAGLINE ICT Siap Berkarya! SUSUNAN TIM 170 . ISMKI Universal Usaha ISMKI untuk mencapai semua kalangan mahasiswa Kedokteran. ISMKI Terdidik Konsep kaderisasi yang berjenjang bertahap mengutamakan pembentukan pola pikir.

 Proses publikasi informasi melalui media-media ISMKI. Baik buruknya citra suatu organisasi sedikit banyak ditentukan oleh branding yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Latar Belakang Program Kerja Publikasi merupakan suatu hal yang sangat esensial dalam sebuah organisasi. B. Deskripsi Program Kerja ICT sebagai bidang utama dalam publikasi menyediakan ketersediaan bahan publikasi yang telah terstandar sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dan mempublikasikan informasi di berbagai media ISMKI.  ICT memfasilitasi ketersediaan bahan publikasi untuk semua bidang. D. ICT sebagai ujung tombak branding ISMKI berdedikasi untuk memasifkan publikasi ISMKI serta siap sedia untuk membagikan informasi yang bermanfaat seputar dunia kedokteran dan kesehatan kepada masyarakat luas. Twitter. G. website. Instagram. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan 171 . F. Sasaran Program Kerja Seluruh bidang di ISMKI baik Nasional maupun Wilayah serta lokal. Value Aktif Berkontribusi dan Universal. Tujuan Program Kerja  ICT sebagai pengontrol bahan publikasi untuk semua bidang dan Wilayah maupun lokal.app dan Youtube. E. Oleh karena itu. Publikasi A. ismki.  Pembuatan bahan materi publikasi.  Standarisasi bahan materi publikasi sesuai SOP serta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.PROGRAM KERJA 1. Facebook Fanpage. Metode Program Kerja  Proses penerimaan dan pengumpulan informasi dari pihak-pihak terkait. C. Media elektronik yang dimiliki ISMKI yaitu: Official Account LINE.

Perkiraan Dana Program Kerja Rp 3. sehingga diperlukan suatu pelatihan khusus tentang publikasi di media elektronik mulai dari pengumpulan dan pengelolaan informasi sampai menjadi bahan yang siap dipublikasikan.000. D.000. 2. Value Terdidik dan Sinergis. Hal ini sering kali menjadi masalah karena keterbatasan waktu mahasiswa kedokteran untuk melatih skill atau memperdalam ilmu dalam hal mendesain bahan publikasi. E. Indikator Keberhasilan 80% request publikasi dapat ter-publish. School of Design merupakan program kerja dari Nasional yang akan dilaksanakan di Wilayah 1. B. Penanggung Jawab  Rafika Kartika Putri  Ahmad Zaldy 2. Metode Program Kerja  Proses persiapan acara  Pelaksanaan acara  Follow up peserta (pasca acara) 172 . Tujuan Program Kerja  Upgrading untuk staf ICT Nasional dan Wilayah serta Infokom Institusi. Tidak terbantahkan bahwa proses pengolahan informasi menjadi bahan publikasi yang siap release merupakan keterampilan khusus. Deskripsi Program Kerja School of Design merupakan sebuah pelatihan tentang seluk-beluk pembuatan bahan publikasi baik berupa poster maupun motion graphic. Latar Belakang Program Kerja Desain merupakan hal yang tidak terpisahkan dari publikasi informasi non-verbal melalui media elektronik. C. I. 3 dan 4 masing- masing dengan SOP dan TOR yang telah ditetapkan oleh ICT Nasional. School of Design (SoD) A. serta bagaimana publikasi yang efektif melalui media eletronik.  Sebagai media pengembangan minat bakat di bidang ICT.00 J. H.

Deskripsi Program Kerja Art Competition berupa lomba fotografi. Sama halnya mahasiswa Kedokteran yang sebenarnya kaya akan minat dan bakat di bidang seni namun mungkin belum terkesplor maksimal karena minimnya kesempatan. Art Competition hadir sebagai wadah mahasiswa Kedokteran untuk mengekspresikan bakat seninya.00 J. Penanggung Jawab  Afina Maulidyna  Nada Nabilah Amani 3. Art Competition A. F. Sasaran Program Kerja  ICT Nasional dan Wilayah. Tujuan Program Kerja  Sarana kompetisi mahasiswa Kedokteran dalam bidang seni. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 5. C.  Infokom Institusi. G. Metode Program Kerja  Persiapan lomba. D. B. Indikator Keberhasilan  Terlaksananya acara SoD di Wilayah 1. Kedokteran adalah Seni. Latar Belakang Program Kerja Medicine is an Art.  Pengumuman dan pemberian hadiah.  Peserta >30 orang. lomba poster publik dan lomba videografi.000.000.  Melihat potensi dari mahasiswa Kedokteran dalam bidang seni.  Penilaian oleh dewan juri. 173 . 3 dan 4.  Sebagai sarana pengembangan kreativitas mahasiswa Kedokteran. E. Value Universal dan Terdidik.  Publikasi lomba. 2. Waktu Pelaksanaan Program Kerja April 2017 H. I.

 >5 peserta video pencerdasan. C.  >10 peserta poster publik. I.00 J. G. meliput dan menyiarkan event-event ISMKI dalam bentuk breaking news. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 2. D. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran se-Indonesia. ISMKI Breaking News A. B. Tujuan Program Kerja Menyiarkan berita seputar event ISMKI yang sedang berlangsung agar dapat disaksikan oleh seluruh mahasiswa Kedokteran. Deskripsi Program Kerja Bekerja sama dengan BPN ISMKI. Adanya breaking news pada event-event ISMKI dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang efektif pada mahasiswa Kedokteran yang belum berkesempatan hadir dalam event tersebut. Latar Belakang Program Kerja Event-event ISMKI harus dapat diabadikan dan dapat disaksikan oleh seluruh mahasiswa Kedokteran se-Indonesia. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Oktober-November 2017 H.000. Penanggung Jawab  Andi Lestari Rahman  Rafika Kartika Putri 4. Metode Program Kerja  Proses peliputan.000. 174 . Value Universal/ E. Indikator Keberhasilan  >10 peserta fotografi. F.

G.  Mempromosikan pentingnya kesehatan pada mahasiswa Kedokteran dan masyarakat luas.000.000. Value Aktif Berkontribusi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Setiap event ISMKI. Penanggung Jawab  Althof Fathon Amsaka  Ayu Miya Maryani 5. Latar Belakang Program Kerja Hari-hari besar kesehatan merupakan kesempatan yang baik untuk mengingatkan kembali kepada mahasiswa Kedokteran dan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kesehatan. D. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. B. 175 . I. C.00 J.  Proses publikasi melalui media-media ISMKI. F. Deskripsi Program Kerja Dipilih 6 hari besar atau hari kesehatan dalam satu tahun. H. Health Day Event A.  Proses pengolahan gambar. Indikator Keberhasilan 50% acara dapat terliput. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 3. Tujuan Program Kerja  Memperingati hari-hari besar dan hari kesehatan. 3 diantaranya akan diperingati dengan release video pencerdasan yang berkaitan dengan hari kesehatan tersebut dan 3 yang lainnya akan diperingati dengan campaign atau photo challenge di Instagram ISMKI.

H.000. Indikator Keberhasilan 6 hari besar atau hari kesehatan dapat terselenggara event. F. E. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. I. G. Metode Program Kerja  Pembuatan video pencerdasan.  Publikasi kegiatan peringatan hari kesehatan.200. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia dan masyarakat luas.  Penyelenggaraan photo challenge atau campaign. Penanggung Jawab  Haidar Ali Arkhani  Dani Gemilang Kusuma TIMELINE SCHOOL OF ART ISMKI BREAKING HEALTH DAY PUBLIKASI DESIGN COMPETITION NEWS EVENT Maret 2017 April 2017 Mei 2017 Juni 2017 Juli 2017 Agustus 2017 Setiap diadakan Sepanjang Sepanjang September event tahunan kepengurusan kepengurusan 2017 ISMKI Oktober 2017 November 2017 Desember 2017 Januari 2018 176 . Perkiraan Dana Program Kerja Rp 1.00 J.

Mari kita wujudkan cita-cita luhur ISMKI yang tercermin dari baik dan santunnya komunikasi serta publikasi. Namun kami berharap program kerja yang telah disusun dapat terselenggara dengan lancar sehingga niat baik yang telah kita bangun bisa terealisasi. langit tak pernah perlu menjelaskan dirinya tinggi. Seperti kata pepatah. Koodinator Nasional Bidang ICT 2017/2018 Rafika Kartika Putri 177 . people will know you're good if you're good. selamat berkontribusi. Selamat berproses.PENUTUP Dalam Grand Design ini kami menyadari. ayo kontribusi! Salam hangat. masih banyak terdapat kekurangan yang ada. Hebatkan diri.

Wb. Hingga akhirnya akan mampu menciptakan kader yang profesional dari sistem kaderisasi yang berkualitas. Mari kita junjung bahwa ISMKI itu SATU. Leadership Development (LD) merupakan salah satu bidang yang bergerak di pengembangan potensi kader-kader mahasiswa Kedokteran Indonesia dan regenerasi kepemimpinan ISMKI. profesionalitas dan dedikasi yang tinggi selama masa kepengurusan. namun dibutuhkan kesinergisan antar ketiganya. Halo Pemimpin Muda Bangsa Indonesia! Syukur Alhamdulillah hingga sejauh ini Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) masih diberi kekuatan dan kepercayaan dari seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia sebagaimana dijelaskan juga dalam AD/ART bahwa ISMKI berstatus sebagai satu- satunya organisasi antar Lembaga Eksekutif Mahasiswa Kedokteran di Indonesia. kritik dan saran dari sejawat semua agar ISMKI tetap mampu mengibarkan kiprahnya di kancah nasional. Atas dasar inilah. Semangat membangun negeri! #ISMKI_SATU #BerkaryaUntukNegeri Wassalamualaikum Wr. GRAND DESIGN BIDANG LEADERSHIP DEVELOPMENT IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Wr. ISMKI akan meningkatkan kinerjanya di berbagai bidang agar mampu menjawab problematika yang bergulir di organisasi ini termasuk bidang Leadership Development (LD). mari kita tingkatkan koordinasi efektif dari Institusi hingga Nasional. LD ISMKI #BerkaryaUntukNegeri akan melanjutkan kesuksesan program dan proyek yang telah yang telah dibangun dari kepengurusan sebelumnya sebagaimana yang akan dipaparkan dalam Grand Design ini. Wb. diperlukan konsistensi... agar bersatu padu mampu memberikan solusi terbaik dan kelancaran pelaksanaan program kerja ISMKI terkhusus LD yang akan bermanfaat untuk menghasilkan pemimpin – pemimpin bangsa ini di berbagai sektor terkhusus sektor kesehatan Indonesia. Mengemban amanah di bidang ini bukanlah hal yang mudah. bukan hanya Nasional/Wilayah/institusi saja yang menggerakkan. Maka dari itu. Hawari Martanusa Koordinator Nasional Bidang Leadership Development ISMKI Periode 2017-2018 178 . Sangat diperlukan dukungan.

Memaksimalkan sistem kaderisasi berjenjang ISMKI yang akan diterapkan di tingkat lokal – Wilayah – Nasional sehingga terwujudnya output/kader yang unggul. Menciptakan kader ISMKI yang tepat guna. 7. Misi 1. Menjalin hubungan komunikasi yang efektif dan tertata baik dengan LD Wilayah dan LD Institusi 3. 5. kompatibel dan solutif melalui jenjang puncak kaderisasi ISMKI. 2. 8. profesional. TAGLINE Dare to Develop Our Potential! Leadership Development Siap Berkarya! 179 . Menjaga inklusivitas LD untuk mahasiswa Kedokteran Indonesia. produktif dan berguna untuk memajukan ISMKI dan/atau Indonesia. Membentuk internal PHN LD yang memiliki dedikasi tinggi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan kepengurusan. Mengoptimalkan fungsi dan menjunjung Buku Pedoman Pelaksanaan Kaderisasi (BPPK) sebagai acuan dasar kaderisasi berjenjang ISMKI.VISI MISI Visi Leadership Development profesional untuk pengembangan kader ISMKI yang terintegrasi dan signifikan. 6. Mampu meningkatkan partisipasi aktif LD Wilayah dan LD Institusi dalam menyukseskan program kerja LD Nasional untuk kebersamaan dan kebermanfaatan. 4. Menciptakan dan menjaga trainer ISMKI agar berkualitas dan mampu dipergunakan sebagaimana mestinya dengan turut aktif mengelola dan mengembangkan wadah pengembangan trainer.

SUSUNAN TIM 180 .

akan dilakukan pemilihan staf LD berdasarkan hasil penilaian potensi pendaftar.PROGRAM KERJA Secara garis besar. 2. E. 3. 1. Selain itu. yaitu peningkatan profesionalitas dan kekeluargaan PHN LD. LD Army A. PHN LD harus memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu. Program Profesionalitas dan Kekeluargaan PHN LD Sebagai pelaksana kaderisasi ISMKI. perlu diperhatikan juga standar dan komposisi anggota tim agar mendapatkan perpaduan yang tepat guna untuk mencapai tujuan bersama. kekeluargaan di LD pun harus terjaga agar kondusivitas kerja dapat terwujud. C. Setelah didapatkan PHN LD. Grand Design LD Nasional #BerkaryaUntukNegeri terdiri atas 3 program. B. 2. 181 . Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Maka dari itu. maka akan dibentuknya grup komunikasi LD Nasional serta membuat SOP Komunikasi untuk kelancaran koordinasi internal PHN LD. Setelah selesai proses rekruitmen. koordinasi Nasional-Wilayah- institusi dan kaderisasi. Latar Belakang Program Kerja Pembentukan sebuah tim sebelum bekerja adalah salah satu langkah pokok dalam suatu organisasi yang berlandaskan kerja sama tim. Sekbid LD membuat perencanaan SDM yang dibutuhkan untuk LD Nasional. Proses penjaringan staf dilakukan secara komprehensif untuk menggali potensi pendaftar staf LD. Namun. Value Sinergis. Tujuan Program Kerja 1. bermodalkan perencanaan rekrutmen yang kritis ditambah dengan pertimbangan penempatan strategis tiap anggota di bidang LD diharapkan akan memunculkan tim LD Nasional 2017-2018 yang padu. Terbentuknya tim LD Nasional ISMKI 2017-2018 pada awal kepengurusan mengacu pada timeline dan teknis yang telah ditentukan. Tersedianya grup komunikasi LD yang tertata dan teratur. sehingga dapat bekerja secara profesional. Sekbid LD mengeksplorasi potensi pendaftar staff LD dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan perencanaan SDM. Deskripsi Program Kerja LD Army merupakan titik awal pembentukan tim LD Nasional ISMKI 2017-2018 yang berawal dari mekanisme rekrutmen. A. D.

arah gerak LD dan skill lain yang dibutuhkan agar mampu memberikan kontribusi maksimal untuk LD dan ISMKI. 2. Pembuatan dan sosialisasi SOP Komunikasi kepada staf LD. 5. H. LD Army on Fire! A. Latar Belakang Program Kerja Keberagaman potensi yang dimiliki staf merupakan kekuatan tim untuk saling melengkapi. Pembentukan grup komunikasi LD Nasional. Sosialisasi SOP Komunikasi kepada Staff LD Nasional selambatnya 2 minggu setelah IMSS (10%). Terbentuknya PHN LD sesuai dengan timeline dan teknis yang ditentukan (30%). Mengenalkan basic organisasi kepada staf sebagai acuan dasar dalam pergerakan LD selama kepengurusan. Terpilihnya staf LD Nasional. Tujuan Program Kerja 1. Terbentuknya grup komunikasi PHN LD selambatnya 1 minggu setelah pengumuman staf terpilih (30%). F. 4. 3. G. 5. Terbentuknya SOP komunikasi selambatnya 6 minggu setelah grup komunikasi terbentuk (20%). 6. I. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Penanggung Jawab Hawari Martanusa 2. Indikator Keberhasilan 1. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Januari 2017. B. Meskipun telah terpilih staf melalui rekrutmen. 4. Evaluasi SOP komunikasi setiap 3 bulan (10%). 3. Membentuk pemahaman staf LD yang luas terhadap ISMKI. Menjalin silaturahmi dan komunikasi kepada pengurus LD periode 2016-2017. Sasaran Program Kerja Calon staf LD Nasional dan staf LD Nasional terpilih. masih diperlukan pengembangan wawasan dan penanaman dasar organisasi ISMKI. 182 . Semua diupayakan demi terwujudnya kesinergisan dan pemahaman yang luas dan tepat terhadap LD. Sehingga staf LD yang telah dibekali ini mampu menjalankan amanahnya dengan benar. 2.

Pengembangan wawasan dilakukan secara Net Meeting dengan metode diskusi interaktif dan/atau Direct Meeting pada IMSS. Mempersiapkan bahan pengembangan wawasan yang dapat diakses oleh staf LD  AD/ART ISMKI  GBHO ISMKI  Buku Putih ISMKI  Grand Design ISMKI 2017-2018 khususnya bidang LD  Buku Pedoman Pelaksanaan Kaderisasi (BPPK) 2. bekal untuk menjadi sumber kaderisasi yang terdiri dari materi-materi yang dijelaskan pada Buku Pedoman Pelaksanaan Kaderisasi (BPPK). 3. Deskripsi Program Kerja Pengembangan wawasan terkait dasar-dasar organisasi dan fungsi ISMKI.C. metode dan teknis kaderisasi (baik kaderisasi mahasiswa baru maupun calon pengurus BEM/Senat Mahasiswa /sejenisnya) dan tukar wawasan bersama alumni PHN LD sebelumnya. Sasaran Program Kerja PHN LD. 183 . Tersedianya bahan pengembangan wawasan sebagai acuan topik yang akan dibahas (15%). D. Melakukan evaluasi staf LD setelah pengembangan selesai dengan membuat checklist pencapaian. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. teknik kaderisasi. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Januari 2017 . Seluruh PHN LD mengikuti seluruh rangkaian pertemuan LD Army On Fire! (25%).Februari) dengan rincian:  Dua kali pertemuan diskusi internal PHN LD membahas dasar organisasi. Value Terdidik. Indikator Keberhasilan 1. Pengembangan wawasan dilakukan minimal sebanyak 3 kali dalam rentang waktu yang ditentukan (Januari .Februari 2017 H.  Satu kali pertemuan bersama alumni PHN LD periode sebelumnya untuk bertukar wawasan. G. F. BPPK. 2. E. 4.

Kekeluargaan dalam internal LD dapat menjadi solusi agar terciptanya suasana nyaman dan bersahabat dalam menjalankan kepengurusan. materi yang ada di BPPK. Seluruh PHN LD mampu menjadi sumber kaderisasi bagi Wilayah dan institusi (30%) yang dievaluasi dengan checklist PHN LD. Meningkatkan team chemistry atau keakraban antar internal LD. Deskripsi Program Kerja Program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kekeluargaan di antara PHN LD. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan pertemuan baik secara langsung maupun online yang dilakukan dengan cara pendekatan antar personal / kelompok. Terciptanya suasana kondusif dan kekeluargaan bagi PHN LD untuk menunjang kinerja kepengurusan. D. Tujuan Program Kerja 1. Juni. Latar Belakang Program Kerja Kompetensi staf memang merupakan hal yang harus dibangun sebagai modal dalam menjalankan kepengurusan. diperlukan juga kondisi lingkungan yang kondusif dan mendukung kinerja staf tersebut agar semakin baik hasil kinerja yang akan dicapai. arah gerak LD. B. Namun. dalam 184 . keberhasilan kinerja tim akan lebih maksimal jika dipayungi dengan atmosfir kekeluargaan. baik secara tatap muka langsung maupun secara online. Team Building LD Army A. Seluruh PHN LD memahami dasar organisasi ISMKI. I. 3. Penanggung Jawab Hawari Martanusa 3. C. Perkiraan Dana Program Kerja - J. metode dan teknis kaderisasi dan evaluasi LD dengan pencapaian standar nilai diatas 80 yang dievaluasi dengan pre-test dan post-test (30%). Value Sinergis. Lebih dari itu. tengah dan akhir kepengurusan (diperkirakan pada bulan Februari. 2. dan Oktober). Program kerja ini dilaksanakan sebanyak 3 kali. 4. E. pada awal.

Sasaran Program Kerja PHN LD. 80% PHN LD mengikuti seluruh team building (25%). 185 . G. LD Army Report A. Menjaga agar performa staf PHN LD tetap dalam ruang gerak yang diharapkan. 4. Dilakukan survei kepuasan team building dan didapatkan hasil yang memuaskan (15%). 2. 3. Meningkatkan dan menjaga mutu staf PHN LD. diperlukan suatu rapor pengurus yang dilakukan berkala dengan checklist tertentu sebagai indikator untuk mengukur performa staf. Maka dari itu. B. suasana yang menarik dan menyenangkan dan diharapkan mampu meningkatkan keakraban dan kekeluargaan. F. Terlaksananya 1 kali team building secara tatap muka langsung (15%). Terlaksananya 3 team building selama kepengurusan (45%). Waktu Pelaksanaan Program Kerja Februari. Latar Belakang Program Kerja Suatu organisasi harus mampu menjaga ritme produktifitas bidang/pengurus agar tetap dalam performa yang maksimal. Tujuan Program Kerja 1. Oktober 2017 H. I. 2. Juni. Indikator Keberhasilan 1. Dalam menjalankan kepengurusan suatu organisasi diperlukan suatu pemantauan terhadap kinerja staf sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kepada kinerja staf LD yang diharapkan mampu menjadi instrument yang mengingatkan dan meningkatkan performa dalam bekerja. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Penanggung Jawab Hawari Martanusa 4.

 Seluruh staf LD menerima rapor dari Koordinator Nasional selama pelaksanaan evaluasi (30%) I. 2. Checklist ini akan dievaluasi secara rutin setiap 3 bulan sekali oleh Koordinator Bidang LD. Dalam rentang waktu menuju LD Army Report. 4.C. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut 1. Memberikan hasil evaluasi kepada staf. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Sasaran Program Kerja Staf LD Nasional. D. Koordinator Nasional LD memantau kinerja staf selama kepengurusan dan mencatat hal yang diperlukan sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kinerja. Melakukan evaluasi rutin setiap 3 bulan berdasar checklist dengan cara pendekatan interpersonal kepada masing-masing staf. E. H. Januari 2018. Membuat checklist PHN LD. Deskripsi Program Kerja LD Army Report terdiri dari kompetensi dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh PHN LD dan hal-hal yang harus dilakukan oleh PHN LD pada kepengurusan ini. F. Penanggung Jawab Hawari Martanusa 186 . Value Terdidik. G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja April – Juli – Oktober 2017.  Evaluasi rutin pelaksanaan checklist pada setiap 3 bulan (30%). 3. Indikator Keberhasilan  Terbentuknya checklist PHN LD pada awal kepengurusan selambatnya 1 minggu setelah IMSS (40%).

5. Bank Data LD
A. Latar Belakang Program Kerja
Suatu bidang dalam organisasi sebesar ISMKI pasti memiliki beragam informasi, data
yang datang dan akan dipergunakan untuk analisa keberhasilan suatu program kerja,
diolah menjadi informasi menarik dan lain-lain. Maka dari itu, diperlukan suatu tata
kelola informasi/data yang tersusun rapi dan profesional dimana data ini akan
dipergunakan untuk kepentingan – kepentingan tertentu. Fokusnya adalah data/informasi
yang berhubungan dengan LD ISMKI.

B. Tujuan Program Kerja
1. Menjadikan LD Nasional sebagai episentrum dalam sumber data terkait
pengembangan kepemimpinan/kaderisasi.
2. Mencatat dan menyimpan hasil dari setiap program kerja yang diolah dalam data yang
informatif untuk dipergunakan bagi LD kedepannya ataupun ISMKI.

C. Deskripsi Program Kerja
Bank Data LD merupakan pusat pengumpul informasi yang dikelola secara teratur dan
rapi agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya jika diperlukan. Data-data tersebut
akan disimpan secara internal ataupun akan dipublikasikan jika diperlukan.

D. Value
Universal.

E. Metode Program Kerja
Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mencari data yang diinginkan.
2. Mengolah data dan disajikan dalam bentuk yang informatif.
3. Data disimpan ataupun dipublikasikan tergantung situasi.
4. Data dapat di-update apabila ada perubahan sewaktu-waktu.

F. Sasaran Program Kerja
LD dan mahasiswa Kedokteran Indonesia.

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja
Selama kepengurusan.

187

H. Indikator Keberhasilan
 Terkumpulnya data mengenai (berikut adalah yang ditargetkan, tidak menutup
kemungkinan ada data lainnya):
o Database LD Nasional – LD Wilayah – LD Institusi (20%)
o Data assessment, monitoring dan evaluasi LD selama kepengurusan (15%)
o Absensi, Notulen rapat/pertemuan (5%)
o Jumlah mahasiswa baru FK se-Indonesia (5%)
o Jumlah partisipasi institusi dalam LKMM Wilayah (10%)
o Jumlah partisipasi institusi dalam LKMM Nasional (10%)
o Jumlah partisipasi institusi dalam TFT Nasional dan Wilayah (10%)
o Jumlah partisipasi institusi dalam Be The Leaders (5%)
 Dilakukannya update data yang diperbaharui sesuai dengan kondisi (20%)

I. Perkiraan Dana Program Kerja
-

J. Penanggung Jawab
 Desi Fitri
 Qurrata Ayuni. Wae

B. Program Koordinasi Nasional-Wilayah-Institusi
Selain menjalankan roda sebagai sebuah organisasi, ISMKI juga memiliki fungsi sebagai
wadah atau ikatan bagi seluruh institusi. Koordinasi dan komunikasi merupakan elemen
yang sangat penting untuk keberlangsungan dan keberhasilan ISMKI Nasional dalam
menjalankan tugasnya. Nasional sebagai struktur tertinggi di ISMKI seharusnya berfungsi
sebagai pembuat pedoman bagi wilayah dan institusi. Diharapkan akan terwujudnya
koordinasi Nasional-Wilayah-Institusi yang signifikan dan mampu meningkatkan
produktivitas LD Nasional – Wilayah dan Institusi.

6. Menuju IMSS
A. Latar Belakang Program Kerja
Momentum IMSS merupakan golden period bagi ISMKI untuk membangun koordinasi
bersama institusi dan wilayah. Adanya transisi kepengurusan dari periode sekarang ke
periode yang akan datang, perumusan rekomendasi untuk kepengurusan berikut,
diadakannya pertemuan antar bidang dapat dijadikan instrument penting untuk
membangun komunikasi awal yang baik. Tidak bisa dipungkiri kendala suatu organisasi
sebesar ISMKI salah satunya adalah koordinasi. Diperlukan komitmen bersama sejak
awal, menanamkan kesadaran diri, pengenalan arah gerak bidang demi mengupayakan
koordinasi yang lebih baik.
188

B. Tujuan Program Kerja
1. Membentuk kesigapan LD untuk menyongsong kepengurusan.
2. Memperkenalkan konsep kerja LD periode 2017-2018.
3. Membentuk komitmen dan koordinasi LD Nasional bersama LD Wilayah dan LD
Institusi yang lebih baik.

C. Deskripsi Program Kerja
Program kerja yang dilaksanakan di sebelum IMSS yang bertujuan untuk menegakkan
pedoman di antara Nasional-Wilayah-institusi. Dan menjadi titik awal koordinasi LD
selama kepengurusan. Program kerja ini terdiri dari:

 Penyusunan evaluasi LD Nasional-LD wilayah-LD institusi.
 Survei kebutuhan insitusi terhadap wilayah dan institusi-wilayah terhadap nasional.
 Evaluasi dan revisi BPPK (Termasuk SOP LKMM Lokal – Wilayah dan Nasional,
SOP TFT Wilayah dan Nasional) jika diperlukan dan penetapan konten BPPK sebelum
dibukukan.
 Publikasi wujud Buku Panduan Pelaksanaan Kaderisasi (BPPK) dan strategi
penerapan.
 Pembuatan Survival Kit.
 Publikasi Grand Design LD (Grand Design yang sudah didiskusikan dengan PHN LD
dan LD Wilayah dan disesuaikan dengan hasil survei kebutuhan).
 Pembentukan SOP Komunikasi dan koordinasi Nasional-Wilayah-institusi.
 Persiapan LD-session di IMSS
D. Value
Sinergis, Aktif Kontributif dan Universal.

E. Metode Program Kerja
Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Membagi PHN LD kedalam tim-tim yang diperlukan untuk mempersiapkan
pemaksimalan momentum IMSS.
2. Mengevaluasi dan membuat item-item yang diperlukan untuk menunjang persiapan
menuju IMSS (lihat itemnya di deskripsi program kerja).
3. Pengemasan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami kepada publik.
4. Siap untuk dipublikasikan dan disosialisasikan khususnya kepada LD Wilayah dan LD
Institusi.
5. Menyelenggarakan SCO LD-session di IMSS.

189

F. Sasaran Program Kerja
Staf LD Nasional, LD Wilayah dan LD Institusi.

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja
Januari – Februari 2017

H. Indikator Keberhasilan
 Terkumpulkannya evaluasi dan kebutuhan dari LD institusi, LD Wilayah dan Nasional
(40%) .
 Terpublikasikannya Survival Kit dan Grand Design LD selambatnya di H-1
pelaksanaan IMSS (10%).
 Terlaksananya SCO LD-session di IMSS dengan dihadiri oleh ¾ PHN LD Nasional,
perwakilan LD Wilayah 1-4 dan perwakilan LD Institusi sekurang-kurangnya 25
institusi (30%).
 Disepakatinya seluruh SOP Nasional-Wwilayah-institusi di SCO LD-session (10%).
 Dilakukan monitoring dan evaluasi minimal sebanyak 3 kali selama kepengurusan
terhadap SOP yang telah disepakati (10%).

I. Perkiraan Dana Program Kerja
Rp 7.500.000,00

J. Penanggung Jawab
Hawari Martanusa

7. Halo Indonesia!
A. Latar Belakang Program Kerja
Komunikasi dan penyampaian informasi merupakan hal yang penting dalam menjalin
suatu koordinasi organisasi. Semua sektor-sektor yang dapat menunjang kelancaran suatu
organisasi hendaknya difasilitasi sebuah wadah agar mereka dapat berkomunikasi dengan
lancar. Berawal dari sini, diharapkan akan muncul suatu koordinasi yang lancar dan dapat
digunkan secara terus menerus di ISMKI. Maka dari itu, LD ISMKI memfasilitasi wadah-
wadah ini ada dan tertata penggunaannya.

B. Tujuan Program Kerja
1. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi di antara PHN LD dengan LD Wilayah dan
LD Institusi.
2. Mempermudah penyampaian informasi terkait LD / ISMKI.

190

Grup komunikasi LD Nasional – LD Wilayah dan LD Institusi. 1. Sasaran Program Kerja Staf LD Nasional. LD Wilayah dan LD Institusi. o Seluruh Sekbid LD Wilayah tergabung dalam grup komunikasi (10%).C. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Januari – Maret 2017 H. Grup komunikasi yang dimaksud adalah grup komunikasi inti yang menjadi platform basis koordinasi LD. F. 191 . terdiri dari pembentukan grup komunikasi. 2. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah dengan cara membuat grup komunikasi yang tertata dan diatur dengan SOP Komunikasi demi kelancaran koordinasi. E. Deskripsi Program Kerja Program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi di antara PHN LD dengan LD Wilayah dan LD institusi.LD Institusi dan dilakukan pengenalan jajaran kepengurusan PHN LD 2017-2018 selambatnya 2 minggu setelah IMSS (5%). Value Sinergis dan Universal. o 100% LD Institusi di seluruh Indonesia tergabung dalam grup komunikasi (10%).  Grup komunikasi Koordinator Nasional LD – sekbid LD Wilayah o Terbentuknya grup komunikasi Koordinator Nasional LD – sekbid LD Wilayah dan dilakukan pengenalan koordinasi awal selambatnya 1 minggu setelah sekbid LD Wilayah tersebut terpilih (5%). Indikator Keberhasilan  Grup komunikasi LD Nasional – LD Wilayah – LD Institusi o Terbentuknya grup komunikasi LD nasional – LD Wilayah . Grup komunikasi penanggung jawab wilayah terkait – PHW LD terkait. SOP Komunikasi dan Koordinasi D. G. 4. Grup komunikasi Koordinator Nasional LD – sekbid LD Wilayah. Grup komunikasi PHN LD – PHW LD.  Grup komunikasi PHN LD – PHW LD o Terbentuknya grup komunikasi PHN LD – PHW LD dan dilakukan pengenalan koordinasi awal selambatnya 1 minggu setelah terpilihnya kepengursan LD Wilayah tersebut (5%). 3.

Sebagaimana fungsinya tersebut program kerja yang dibuat oleh ISMKI haruslah berupa jawaban dari permasalahan yang ada dan memang dibutuhkan oleh mahasiswa Kedokteran Indonesia. Penanggung Jawab Seluruh PHN LD.  Grup komunikasi penanggung jawab wilayah terkait – PHW LD terkait o Terbentuknya grup komunikasi penanggung jawab wilayah terkait – PHW LD terkait dan dilakukan pengenalan koordinasi awal selambatnya 2 minggu setelah terpilihnya kepengursan LD Wilayah tersebut (5%). I. akan amat sangat diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari wilayah maupun institusi untuk mensukseskan program kerja yang telah dicanangkan hingga pada akhirnya mampu memenuhi kebutuhan institusi. 8. Artinya. banyak sektor yang harus ditingkatkan angka partisipasinya. pelaksana tenderisasi. Latar Belakang Program Kerja ISMKI memiliki fungsi sebagai ikatan dan organisasi.  Diselesaikannya dan disepakati SOP Koordinasi (10%)  Berjalannya komunikasi dan koordinasi di antara LD Nasional-LD Wilayah-LD Institusi yang sesuai dengan SOP (30%). partisipasi pengiriman delegasi LKMM Wilayah dan Nasional. maka lahirlah suatu bentuk apresiasi yang diberikan oleh LD Nasional ISMKI kepada institusi dan Wilayah. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Selama ini. B. keterlibatan institusi berdampak bagi program kaderisasi yang dicanangkan oleh LD ISMKI. o Seluruh penanggung jawab wilayah terkait – PHW LD terkait tergabung dalam grup komunikasi (10%). LD Award A. harus diakui bahwa angka institusi yang mengikuti LKMM Lokal sudah diatas 80% dari seluruh institusi di Indonesia. Namun. o Seluruh PHN LD – PHW LD tergabung dalam grup komunikasi (10%). dan lain-lain harus lebih ditingkatkan lagi. Demi menjaga dan meningkatkan partisipasi instutusi dalam menyukseskan program kerja LD. Tujuan Program Kerja 192 . Namun. Dalam menjawab dan melaksanakan program kerjanya. seperti pertemuan forum nasional yang mempertemukan Nasional – Wilayah – institusi. suatu kinerja dan kerjasama yang telah dibangun dengan terstruktur dan aman selama kepengurusan harus pula mendapatkan apresiasi.

Meningkatkan mutu pelaksanaan program kerja LD baik itu di tingkat institusi – Wilayah maupun nasional. F. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Membuat panduan pelaksanaan LD Award dan garis koordinasi antar tim. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Pengumuman LD Award akan dilaksanakan pada: 193 . LD Nasional merekap borang penilaian dan siap mengumumkan pemenang LD Award. 6. 5. namun tetap dalam pemantauan LD Nasional. Membuat borang penilaian LD Award yang merujuk pada angka partisipasi institusi/wilayah dalam program kerja (keaktifan) dan kreasi pelaksanaan program kerja LD yang dikerjakan di institusi maupun wilayahnya (kualitas). setelah LKMM Nasional dan setelah IMSS). diharapkan LD Award mampu memacu semangat LD Institusi dan LD Wilayah dalam berperan mensukseskan program kerja LD Nasional yang dibuat untuk kita bersama. Menunjukkan inklusivitas dan apresiasi LD kepada institusi dan LD Wilayah yang telah berperan aktif di setiap program kerja LD. Sasaran Program Kerja LD Wilayah dan LD Institusi. akan dilakukan pemantauan angka partisipasi (keaktifan) dan pelaksanaan program kerja (kualitas) institusi dan wilayah meningkat atau tidak. LD Award akan dilakukan selama 3 kali selama masa kepengurusan (setelah RAKORNAS. Pemberian LD Award akan dilakukan sebanyak 3 kali selama kepengurusan. D. 2. Deskripsi Program Kerja LD Award merupakan penghargaan yang diberikan LD kepada institusi dan LD Wilayah sebagai bentuk apresiasi dan meningkatkan angka partisipasi institusi dalam menyukseskan program kerja LD. 1. 2. 3. Pembuatan tim LD Award yang terdiri dari PHN LD. 7. C. Dengan berkoordinasi dengan LD Wilayah dalam pemantauan terhadap LD Institusi. E. Untuk mengukur keberhasilan program kerja. Selama LD Award dilaksanakan. G. 3. LD Award akan disusun sebaik-baiknya demi didapatkan hasil yang objektif dan mampu dipertanggungjawabkan. 4. Borang penilaian dilengkapi oleh institusi dan wilayah disertai bukti yang mendukung. Meningkatkan semangat dan angka partisipasi institusi di Indonesia untuk menyukseskan program kerja LD. Value Aktif Kontributif dan Universal.

5%) o Pendelegasian TFT Nasional dan Wilayah (7.Kesesuaian dan kreatifitas pelaksanaan LKMM Lokal . Indikator Keberhasilan  Terbentuknya tim LD Award pada awal kepengurusan LD Nasional selambatnya 1 minggu setelah IMSS (10%). Saat RAKORNAS 2.Kesesuaian dan kreatifitas pelaksanaan LKMM Wilayah . pengembangan kepemimpinan bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia agar mampu menjadi karakter yang berkualitas.5%) o Be The Leaders (2. Sebagaimana tugas yang diamanahkan kepada bidang ini adalah menjamin kaderisasi. Kaderisasi yang dimaksud adalah 194 .  Diselesaikannya borang penilaian LD Award selambatnya 7 minggu setelah IMSS (20%). Perkiraan Dana Program Kerja Rp 500.- J. Saat IMSS H.Kesesuaian dan kreatifitas pelaksanaan TFT Wilayah o Pendelegasian LKMM Wilayah (7. 1. Penanggung Jawab  Nadya Aprillianti  Salim  Rahmatullah Pujo W. Program Kaderisasi PHN LD yang profesional dan berkompeten.5%) o Keaktifan dalam koordinasi yang dipantau dan diukur selama Net Meeting.  Meningkatnya angka partisipasi institusi dalam: o Melaksanakan kegiatan sesuai BPPK (10%) . PHN LD yang bisa bekerja secara optimal dan terbentuknya koordinasi di antara nasional-wilayah-institusi adalah hal penunjang bagi program kerja kaderisasi LD. dll (7. Direct Meeting. C. Saat LKMM Nasional 3.000.5%) I.5%) o Pendelegasian LKMM Nasional (12. pemberian feedback.  Diselesaikannya panduan pelaksanaan LD Award selambatnya 1 bulan setelah IMSS (20%).

 Sinergisitas BPPK nasional dengan wilayah. Program kerja ini terdiri dari:  Evaluasi dari LD institusi dan wilayah kepengurusan sebelumnya serta ketua pelaksana LKMM wilayah dan nasional terhadap pelaksanaan BPPK. Value Sinergis. Universal 195 . C.  Penambahan SOP Pelaksanaan TFT Wilayah dan Nasional. D. kaderisasi seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia (mahasiswa baru. pada bulan Februari dan disosialisasikan kembali pada IMSS. Terididik. Telah dibuat sedemikian rupa untuk mencakup semua aspek yang mengatur mengenai standar operasional prosedur kaderisasi. wilayah maupun Nasional. Tahun ini. baik pelaksanaan LKMM maupun pelaksanaan TFT. Menjadikan BPPK sebagai acuan utama pelaksanaan kaderisasi ISMKI. wilayah maupun nasional. Kaderisasi Berjenjang Sesuai Buku Pedoman Pelaksanan Kaderisasi (BPPK) ISMKI A. Evaluasi Buku Alur Kaderisasi ini akan dilaksanakan di awal kepengurusan. calon pemimpin organisasi mahasiswa. Latar Belakang Program Kerja LD ISMKI sejauh ini telah mengupayakan dan melaksanakan kaderisasi berjenjang sesuai yang tertera di GBHO dan arahan dari sekertaris jenderal. Deskripsi Program Kerja Kaderisasi berjenjang pada BPPK adalah pedoman pelaksanaan kaderisasi bagi seluruh LD institusi dan LD wilayah. 2. B. akan digencarkan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan kaderisasi di institusi ataupun wilayah dengan kesesuainnya pada BPPK. BPPK merupakan kitab atau acuan dasar pelaksanaan kaderisasi di Institusi. Kaderisasi berjenjang merupakan model kaderisasi yang diterapkan oleh ISMKI untuk mampu menciptakan kader terbaik yang dapat memberikan kontribusinya untuk Indonesia. Mengatur proses kaderisasi dengan sistem kaderisasi berjenjang ISMKI yang telah dilakukan pada periode kepengurusan sebelumnya. calon pengurus BEM/Senat mahasiswa) 9.  Pemantauan pelaksanaan LKMM Lokal dan menjaga mutu LKMM Wilayah dan LKMM Nasional. 3.  SOP Pelaksanaan dan evaluasi BPPK. Mengevaluasi pemakaian BPPK di institusi. Tujuan Program Kerja 1. Aktif Kontributif.

Penanggung Jawab  Eric Herrianto D. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia. Indikator Keberhasilan  Terkumpulnya evaluasi dan saran dalam bentuk survey terhadap BPPK dari LD institusi dan wilayah sebelum IMSS sebagai data dan persiapan tindak lanjut apabila dibutuhkan (15%)  Terkumpulnya evaluasi dan saran dari ketua pelaksanaan LKMM wilayah dan nasional di awal kepengurusan / sebelum IMSS sebagai data dan persiapan tindak lanjut apabila dibutuhkan yang dilakukan secara deep interview (5%)  Terkumpulnya data persentase pemakaian BPPK disetiap institusi (15%)  Disergiskannya Buku Alur Kaderisasi nasional dengan wilayah (20%)  Membukukan konten BPPK selambatnya 1 hari sebelum IMSS (15%)  Mensosialisasikan kembali BPPK pada IMSS dan selambatnya 1 minggu setelah IMSS kepada LD seluruh Indosia (10%)  Terkumpulnya evaluasi dan saran dalam bentuk survey terhadap BPPK dari LD institusi dan wilayah di akhir kepengurusan / sebelum 6th IMSS sebagai data dan persiapan tindak lanjut apabila dibutuhkan (15%)  Terkumpulnya evaluasi dan saran dari ketua pelaksanaan LKMM wilayah dan nasional di akhir kepengurusan / sebelum 6th IMSS sebagai data dan persiapan tindak lanjut apabila dibutuhkan yang dilakukan secara deep interview (5%) I. Membukukan BPPK agar terbit dan berwujud agar dapat mudah diakses oleh subjek dan objek kaderisasi.E. G. F. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama periode kepengurusan H. 196 . Serta diakhir kepengurusan akan dilakukan evaluasi pemakaian BPPK dan akan dijadikan laporan bagi periode selanjutnya untuk membuat perubahan pada BPPK jika diperlukan. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi pelaksanaan dan pemakaian BPPK pada periode sebelumnya dan memastikan pelaksanaannya pada tahun ini.

Meningkatkan kualitas.  Sebrin Fathia R. Diperlukan lagi. Maka dari itu. Memberikan pengetahuan tentang realita mahasiswa Kedokteran dan kondisi kesehatan di Indonesia untuk memicu pergerakan mahasiswa. 6. B. Mahasiswa Kedokteran Indonesia merupakan salah satu elemen masyarakat yang nantinya akan mengabdi kepada rakyat. menjadi wadah pembangunan relasi diantara peserta. Membangun kerjasama antar institusi. 10. Latar Belakang Program Kerja Seorang pemimpin ataupun pengembagan diri bukan merupakan hal yang didapat sejak lahir. Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang juga merupakan anggota ISMKI telah menjadi tanggung jawab bagi ISMKI untuk mengembangkan potensi diri didalamnya. Memfasilitasi setiap individu agar dapat memberikan segala kemampuan sesuai bidang keahliannya agar dapat memberikan kontribusi yang tepat bagi institusinya. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Nasional ISMKI 2017 A. wilayah. LKMM Nasional hadir sebagai wadah pengkaderan tingkat nasional yang telah menjadi program tahunan dari ISMKI yang melibatkan seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia dimana ilmu dan cakupan bahasan didalamnya akan dikelola secara profesional dan diharapkan mampu mencetak kader-kader calon pemimpin bangsa.  Salim  Rahmatullah Pujo W. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) hadir untuk menjawa kebutuhan ini. Mencetak pemimpin-pemimpin yang siap berkontribusi optimal di tingkat institusi. wadah kaderiasi puncak sebagai titik akhir perjalanan kaderisasi mereka agar terbentuk kader/output yang telah dicanangkan di BPPK. nasional maupun internasional 197 . dilanjutkan dengan LKMM Wilayah telah disediakan kepada kader kader ISMKI untuk berkembang. 5. bangsa dan Negara ketika kelak di masa profesi. Tujuan Program Kerja 1. kapasitas dan kompetensi kader melalui proses kaderisasi yang terarah dan berjenjang 2. melainkan hal yang dibentuk dan dibina di tempat yang tepat. LKMM Lokal 1 dan 2. 4. Memberikan pemahaman mengenai lingkungan dan situasi ISMKI 3. Sebagaimana yang telah diatur dalam kaderisasi berjenjang ISMKI.

E. Institusi pelaksana LKMM Nasional adalah perpanjangan tangan dari PHN LD untuk menjadi pengkader dan membuat proses yang menghasilkan pemimpin. oleh karena itu institusi dan panitia pelaksana LKMM Nasional harus memiliki profesionalitas sebagai seorang pengkader. Deskripsi Program Kerja LKMM Nasional merupakan program kerja unggulan penghasil pemimpin yang dimiliki oleh LD Nasional. Value Terdidik dan Universal. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Membuat guideline pelaksanaan yang mencakup hal-hal yang dibutuhkan di LKMM Nasional yang dipadukan dengan sistem kaderisasi berjenjang yang diatur dalam BPPK. Persiapan penjaringan peserta dengan memperhatikan standar minimal calon peserta LKMM Nasional 7. 3. Pembuatan panitia SC-OC yang kemudian dilakukan koordinasi rutin dan efektif untuk mempersiapkan LKMM Nasional. Mengevaluasi pelaksanaan LKMM Nasional tahun lalu yang disesuaikan dengan arahan konsep LKMM Nasional 2017 dari sekertaris jenderal / rekomendasi. Inovasi yang akan dilakukan di tahun ini adalah menjaga mutu pelaksanaan LKMM Nasional. D. Persiapan penjaringan fasilitator dan komandan lapangan LKMM Nasional 8. 4. Dengan menjaga kualitas mutu peserta dan pelaksana diharapkan mampu menjadikan LKMM Nasional tahun ini di Universitas Jenderal Soedirman menjadi salah satu LKMM Nasional terbaik yang pernah diadakan.C. Persiapan teknis kegiatan termasuk mengundang pembicara / pengisi materi LKMM Nasional 6. meningkatkan minat peserta untuk mengikuti LKMM Nasional dengan bekerjsama bersama VPPD. fasilitator dan komandan lapangan 198 . 2. LKMM Nasional harus mampu menjadi puncak kaderisasi ISMKI yang menghasilkan output yang berkualitas. Pemilihan peserta LKMM Nasional. Melakukan promosi dan sosialisasi kepada institusi seluruh Indonesia dan melakukan pendekatan khusus kepada institusi yang kurang aktif dalam berpartisipasi di LKMM Nasional 5.

Membuat evaluasi pelaksanaan LKMM Nasional F. Pemberian sertifikat dan pengumuman kelulusan peserta LKMM Nasional 12. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia G. dimana 75% peserta mengikuti proses brainstorming dengan intensitas minimal 50% dari intensitas total pelaksanaan brainstorming (15%) 199 . Indikator Keberhasilan  Kepesertaan (25%) o Terdapat minimal 60% institusi anggota ISMKI yang mengirimkan perwakilan peserta (40%) o Terdapat minimal 150 peserta LKMM Nasional (40%) o 80% peserta yang terdaftar hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara terhitung dari materi pertama hingga penutupan (20%)  Perencanaan Kegiatan (20%) o Terbentuknya standar minimal pelaksanaan LKMM Nasional yang didasarkan pada evaluasi dan saran dan disosialisasikan selambatnya 5 bulan sebelum pelaksanaan LKMM Nasional (25%) o Terbentuknya pembagian tugas di antara SC dengan OC selambatnya 5 bulan sebelum pelaksanaan LKMM Nasional (20%) o Terbentuknya timeline kerja yang dijadikan acuan progress persiapan kegiatan selambatnya 5 bulan sebelum pelaksanaan LKMM Nasional (20%) o Terpilihnya fasilitator dan komandan lapangan LKMM Nasional selambatnya 2 bulan sebelum pelaksanaan LKMM Nasional (10%) o Peserta LKMM Nasional telah terpilih selambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan LKMM Nasional (10%) o Dilakukannya brainstorming sebelum pelaksanaan LKMM Nasional oleh fasilitator untuk mencetak standar pemahaman peserta sebelum mengikuti LKMM Nasional. Follow up Point of Action (PoA) yang merupakan bukti konkrit yang dilakukan seluruh peserta LKMM Nasional sebagai implementasi proses pembelajaran yang mereka dapatkan di LKMM Nasional 11. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Oktober / November 2017 H. Pelaksanaan LKMM Nasional 10. 9.

- J. Penanggung Jawab  Lukman Hakim  Nurullia Rahmawati 11. ditandai minimal 80% peserta lulus dengan nilai post test minimal 80 dan maksimal 15% peserta yang mendapat nilai dibawah 50 di setiap materi yang diadakan evaluasi (30%) o 80% Peserta LKMM Nasional mendapatkan penilaian minimal pada kategori “baik/memuaskan” yang merupakan intepretasi hasil akhir penilaian total peserta selama LKMM Nasional yang merupakan gabungan dari aspek kognitif. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 200.000. Jika melihat IFMSA sebagai induk organisasi mahasiswa Kedokteran dunia. kemampuan untuk menjadi trainer dengan keahlian seperti public speaking. Latar Belakang Program Kerja Dewasa ini.  Kemampuan Peserta (30%) o Semua materi yang telah direncanakan. penyampaian informasi secara menarik sangat dibutuhkan untuk dimiliki. berhasil disampaikan dan sesuai dengan BPPK (30%) o Terjadinya peningkatan kemampuan peserta. sedang digencarkan dan menjadi program tahunan yang berjenjang untuk menghasilkan seorang trainer. Training for Trainer (TFT) A. Besar harapan agar ISMKI mampu mencetak trainer yang dapat berguna dan bersertifikasi IFMSA untuk meningkatkan angka trainer ISMKI agar semakin berkualitas 200 . afektif dan psikomotor (40%)  PoA (15%) o Peserta berhasil menyelenggarakan PoA maksimal 2 bulan setelah pelaksanaan LKMM Nasional (30%) o 90% peserta terlibat dalam pelaksanaan PoA (30%) o Kegiatan PoA yang dilakukan dapat memberikan kebermanfaatan yang luas dan merupakan implementasi dari seluruh proses pembelajaran yang didapat di LKMM Nasional (40%)  Feedback kegiatan (10) o Acara terselenggara dengan baik ditandai minimal 75% delegasi memberikan feedback positif/baik pada kuisioner post acara (100%) I.000.

TFT Nasional 1. Pelaksanaan TFT Wilayah 3. B. seperti public speaking dan presentasi. Evaluasi dan penetapan SOP TFT Wilayah 2. Meskipun telah dibuka TFT di tingkat wilayah yang berstandar nasional. Universal E. Menjaga mutu pelaksanaan TFT Wilayah C. TFT Nasional akan dilaksanakan berdasarkan SOP dan sertifikasi internasional dari IFMSA. kedepannya. Pemberian sertifikasi TFT berstandar ISMKI 5. Sasaran Program Kerja 201 . Menjaga dan meningkatkan mutu trainer yang akan dicetak 3. TFT Wilayah yang juga telah dilaksanakan oleh LD Wilayah harus dikembangkan dan dijaga mutunya. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: . Melakukan evaluasi TFT Nasional tahun sebelumnya 2. Berkoordinasi dengan CIMSA untuk pendelegasian peserta TFT berstandar IFMSA 4.TFT Wilayah 1. Deskripsi Program Kerja Program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan trainer mahasiswa Kedokteran di Indonesia. Berkoordinasi dengan koordinator trainer ISMKI untuk membuat guideline dan SOP TFT 3. D. Output yang dihasilkan adalah trainer yang bersertifikasi ISMKI hendaknya memiliki kapabilitas yang unggul dan mampu menjadi trainer yang handal. Value Terdidik. Disamping itu. Tujuan Program Kerja 1. Memfasilitasi terbentuknya trainer yang akan dipergunakan dalam kegiatan tertentu 2. Meningkatkan angka trainer ISMKI yang bersertifikasi IFMSA 4. ISMKI harus tetap membuka kesempatan anggotanya jika ingin menambah skill dan mengembangkan dirinya dengan TFT yang berstandar IFMSA. Follow-up dan evaluasi kegiatan . Evaluasi kegiatan F. Pelaksanaan PoA oleh peserta TFT Wilayah 4.

Indikator Keberhasilan  Terbentuknya standar minimal pelaksanaan TFT Nasional yang didasarkan pada SOP dan sertifikat internasional dari IFMSA (40%)  Minimal terpilihnya 10 peserta TFT Nasional dari ISMKI (30%)  Diselesaikannya SOP TFT Wilayah selambatnya 2 bulan sebelum kegiatan dan dilaksanakan sesuai SOP (30%) I. Menyediakan akses informasi kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia tentang tools kepemimpinan / terkait LD 2. TFT yang mampu diakses publik 3. Penanggung Jawab  Desi Fitri  Qurrata Ayuni Wae 12. Kebutuhan mengenai ditemukannya informasi yang mudah bagi mahasiswa Kedokteran membuat LD harus memfasilitasi dan berbagi tentang sumber informasi / tools kepemimpinan. Deskripsi Program Kerja 202 . Maka dari itu. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Tentatif H. LD Library hadir sebagai pustaka utama bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia yang mampu menyediakan informasi LD dan tools leadership. Latar Belakang Program Kerja LD memiliki tugas untuk mengembangkan potensi kaderi mahasiswa Kedokteran Indonesia. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia G. LD Library A. Menunjukkan inklusivitas LD C. Tujuan Program Kerja 1. Menyimpan materi LKMM. B.

Be The Leaders 6. D. kepemimpinan dan organisasi 9. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Value Aktif Kontributif. Video edukasi pengembangan diri. Sasaran Program Kerja Seluruh masyarakat Indonesia G. Seluruh materi TFT wilayah dan nasional. Dll. Quotes kepemimpinan inspiratif 7. LD Library merupakan pustaka informasi / data yang disediakan di dropbox dan dapat diakses seluas-luasnya. Wilayah dan Nasional 2. Rujukan artikel mengenai kepemimpinan 8. Seluruh materi yang disampaikan pada LKMM Lokal. 3. Berisikan: 1. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Selama kepengurusan H. F. Penanggung Jawab 203 . Indikator Keberhasilan  Mensosialisasikan dan mempromosikan LD Library setiap bulan kepada publik dengan media sosial yang ada (30%)  Membentuk tim redaksi LD Library selambatnya 1 bulan setelah IMSS (20%)  Update Dropbox LD yang dilakukan secara berkala minimal 4 kali selama kepengurusan (20%)  Melakukan evaluasi kepuasan dan didapat hasil positif/baik di rakornas dan akhir kepengurusan (30%) I. BPPK 4. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan dengan melakukan update secara berkala dan konten LD Library yang disusun dan tertata dengan rapi agar mudah dipahami dan diakses seluas – luasnya. Universal E. Grand Design LD 2017-2018 5.

Sasaran Program Kerja 204 . Latar Belakang Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia merupakan sasaran utama kaderisasi ISMKI. Menunjukkan inklusivitas LD kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia 2. F. D. LD ISMKI ingin memberikan kebermanfaatan kepada seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia tidak hanya yang mengikuti kaderisasi berjenjang yang dapat merasakannya.  Desi Fitri  Qurrata Ayuni Wae 13. LD ISMKI Tidak hanya berfokus dalam mensukseskan kaderisasi berjenjang ISMKI. Tujuan Program Kerja 1. Value Terdidik dan Universal E. Maka terbentuklah suatu ide untuk mempublikasikan suatu artikel kepemimpinan dan lomba quotes yang dapat diikuti seluruh mahasiswa Kedokteran. Namun. bidang LD juga ingin menunjukkan sisi inklusivitas ke mahasiswa Kedokteran. Namun kepada semuanya. Harapannya. karena mereka adalah anggota ISMKI. LD wilayah dan LD nasional kepada seluruh mahasiswa Kedokteran. Deskripsi Program Kerja Be the Leaders! Adalah bentuk inklusivitas dari LD institusi. Metode Program Kerja Metode yang dilakukan adalah dengan membagi dan memilih tim penulis redaksi publikasi (tulisan / video) yang kemudian dipublikasikan dalam rentang waktu yang ditentukan. terdiri dari publikasi materi terkait kepemimpinan dalam bentuk poster dan atau video secara rutin minimal setiap 2 bulan dan kompetisi quotes kepemimpinan inspiratif yang akan dilakukan sebanyak 2 kali pada bulan Mei dan Oktober. tidak semua dari mereka yang akan mengikuti proses kaderisasi ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan kesempatan ataupun motivasi. Be The Leaders! A. Dan dipublikasi secara massif oleh LD se-Indonesia ke institusinya. kebermanfaatan LD dapat dirasakan lebih bagi seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia B. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa Kedokteran Indonesia melalui artikel kepemimpinan C.

Seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia G.000. Penanggung Jawab  Devi Putri R.- J. 1.000. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Artikel kepemimpinan : Setiap 2 bulan terhitung dari April Lomba quotes : Setiap bulan Mei dan Oktober H.  Dhany Febriantara  Fithriyyah  Amanda Putra 205 . Indikator Keberhasilan  Terpublikasikannya minimal 5 poster atau video tentang kepemimpinan (30%)  Publikasi disampaikan oleh minimal 30% LD Institusi ke institusinya (30%)  Terlaksananya kompetisi quotes sebanyak 2 kali dengan minimal keterlibatan 30 peserta (20%)  40% institusi pernah mengikuti lomba quotes yang diselenggarakan LD (20%) I. Perkiraan Dana Program Kerja Rp.

akan ada permasalahan yang baru. Organisasi harus memiliki arah yang jelas.. Organisasi bukanlah sebuah hal yang berdiam diri. ISMKI diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa terlebih masyarakat Indonesia dan mampu menjadi pionir perubahan dan ikut dalam pengembangan zaman yang lebih baik. berlandaskan AD/ART dan ditunjang dengan Grand Design kepengurusan yang telah dibuat. dianalisa sesuai dengan kebutuhan dan disepakati bersama tim-tim hebat calon pemimpin muda bangsa Indonesia. tantangan yang baru dan solusi yang baru dari mereka yang berhasil menemukannya. Demikian Grand Design bidang Leadership Development (LD) Nasional ISMKI periode 2017 – 2018 yang telah diolah sedemikian rupa. yang hanya menunggu dan mengikuti perkembangan zaman seiring berjalannya waktu.. BPPK TFT LD Library on Fire! Report Data LD IMSS Award Nasional Leaders LD Army nesia! Januari 2017 Februari 2017 Maret 2017 April 2017 Artikel Mei 2017 Quotes *Rakor Juni 2017 Artikel nas Juli 2017 Agustus # Artikel 2017 September 2017 Artikel Oktober *LKM 2017 M Nas Quotes November 2017 Desember Artikel 2017 Januari 2018 Februari *IMSS Artikel 2018 Keterangan: (*) = Dilaksanakan saat …. TIMELINE Team Halo LD Army LD Army Bank Menuju LD LKMM Be The LD Army Building Indo. Besar harapan kami 206 . PENUTUP Organisasi adalah sebuah hal yang dinamis. begitu pula ISMKI.

Semoga dengan adanya Grand Design ini mampu mewujudkan kesinergisan dengan bidang lain menuju ISMKI SATU. Semoga amanah #ISMKI_SATU #BerkaryaUntukNegeri. Wassalamualaikum wr.agar karya yang telah dibuat ini dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan yang direncakan dan mampu memberikan dampak yang signifikan kepada mahasiswa terlebih masyarakat Indonesia. Mari kita bersama-sama mensukseskan rencana besar yang telah kita buat bersama ini dan akan memetik hasilnya dikemudian hari.wb. Indonesia Sehat Bermartabat sesuai dengan visi ISMKI periode 2017-2018. Salam Sejawat! 207 .

Tahun ini MEP memiliki 3 arahan kerja utama yaitu kajian. Di era yang seperti ini persaingan bukan satu-satunya halangan untuk menuju kesuksesan. MEP ISMKI 2017/2018 tidak hanya aktif dalam menggiring isu yang ada. riset. Dimana ketiganya akan dilakukan secara berkesinambungan sesuai fungsi dan tujuannya untuk mencapai tujuan MEP khususnya dan ISMKI pada umumnya. namun kami juga berusaha untuk mencerdaskan seluruh mahasiswa Kedokteran dalam bidang ilmu kedokteran yang akan kami lakukan di beberapa program kerja unggulan MEP 2017-2018 saat ini. Baik dalam bidang keilmuannya maupun non-keilmuannya. Semoga dengan adanya program kerja yang sudah kami susun bersama kami dapat terus ada untuk mahasiswa Kedokteran dan mampu menjawab tantangan yang ada di dunia kedokteran saat ini. Dini Ayu Harisiani 208 . untuk dapat menyampaikan aspirasinya mengenai berbagai macam isu. Untuk menjawab tantangan itu kami dari MEP ISMKI 2017/2018 ingin selalu memberikan motivasi dan pandangan beserta dukungan kepada seluruh mahasiwa Kedokteran di Indonesia melalui berbagai macam program kerja yang sudah kami persiapkan untuk satu tahun mendatang. Oleh karena itu kami dari MEP (Medical Education and Profession) ISMKI 2017/2018 berupaya semaksimal mungkin untuk terlibat dalam mengiring seluruh isu dan masalah yang muncul dalam bidang pendidikan Kedokteran maupun profesi dokter. Kami dari MEP ISMKI memiliki cita-cita untuk dapat menjembatani seluruh mahasiswa Kedokteran. baik pre-klinik maupun klinik. dan project. Tidak hanya mencerdaskan dan menampung aspirasi MEP ISMKI 2017/2018 membuat program kerja unggulan dimana kami dapat menjadi wadah untuk bertemunya seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk saling mengakrabkan diri serta bertukar wawasan mengenai permasalahan di dunia kedokteran baik keilmuan maupun non-keilmuan. Saat ini dunia kedokteran cukup menjadi sorotan mengenai beberapa hal yang isu nya terus diangkat ke publik. serta kami berusaha menjawab kegelisahan seluruh mahasiswa Kedokteran dengan menjadikan seluruh mahasiswa Kedokteran untuk menjadi lebih vocal dan berani memberikan pendapatnya mengenai berbagai macam isu yang berkembang di dunia kedokteran saat ini dan berupaya menjadi perantara mahasiswa Kedokteran dengan pemangku kepentingan yang bersangkutan. saat ini dunia kedokteran telah berkembang secara luas. GRAND DESIGN BIDANG MEDICAL EDUCATION AND PROFESSION IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Seperti yang kita ketahui bersama. Banyak tantangan yang nantinya akan dihadapi oleh semua orang yang berkecimpung di dalam dunia kedokteran. Setahun mendatang kami berusaha untuk terus menjadi pemberi informasi serta menjadi tempat bagi mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya.

yaitu peran dan fungsi Bidang MEP ISMKI. Perwujudan sistem Pendidikan Kedokteran yang baik akan berkorelasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan yang bermanifestasi sebagai peningkatan status kesehatan nasional. Memberikan informasi kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia mengenai pendidikan dan keprofesian dokter. Membuat wadah penghimpun aspirasi dan pastisipasi aktif mahasiswa Kedokteran indonesia terkait pendidikan dan profesi kedokteran. Misi 1. isu pendidikan dan profesi kedokteran yang ada. Bidang Pendidikan dan Profesi memiliki tugas sebagai berikut: a. d. klinisi. Sebagai subyek dalam sistem Pendidikan Kedokteran. 4. Mendampingi institusi dalam inisiasi pembentukan dan pengembangan program bidang pendidikan dan profesi. mahasiswa Kedokteran memiliki potensi besar untuk dapat terlibat dalam berbagai isu pendidikan kedokteran. Melakukan upaya peningkatan keberhasilan akademik mahasiswa Kedokteran Indonesia dalam menjalani proses pendidikan. Mengarahkan institusi melalui program dan aktivitas dalam mendukung implementasi kurikulum pendidikan kedokteran yang responsif terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. b. 209 . akademisi dan birokrat kesehatan di masa depan. 2. Berdasarkan ART ISMKI. Melakukan rangkaian pencerdasan kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia terhadap beberapa hal. Memfasilitasi mahasiswa Kedokteran dalam penentuan rencana dan kebijakan terkait pendidikan dan profesi kedokteran di institusi. Menerapkan riset dan kajian bertahapan ilmiah dalam upaya menjawab aspirasi terkait isu kedokteran dan profesi yang muncul. 3. c. Koordinator Nasional Bidang Medical Education and Profession ISMKI Periode 2017-2018 DESKRIPSI BIDANG Mahasiswa Kedokteran Indonesia hari ini adalah praktisi. Isu-isu pendidikan dan profesi menjadi penting karena merupakan isu-isu yang melibatkan kepentingan seluruh kelompok mahasiswa Kedokteran tanpa memandang kelas-kelas yang ada. VISI DAN MISI Visi Menjadi media bagi mahasiswa Kedokteran dan katalisator dalam upaya peningkatan kualitas mahasiswa Kedokteran Indonesia. Bidang Pendidikan dan Profesi adalah salah satu bidang core-competence ISMKI yang memiliki peran strategis untuk merencanakan dan melaksanakan konsep pengembangan pendidikan dan profesi di Indonesia.

informasi sistem pendidikan dan kebutuhan institusi akan topik-topik pendidikan dan profesi kedokteran.5. TAGLINE #MEProud #MEPShineAndBright MEP Siap Berkarya! 210 . Membangun koordinasi efektif dan penguatan internal antar bidang pendidikan dan profesi institusi dan Wilayah melalui upaya pemetaan program kerja.

SUSUNAN TIM PROGRAM KERJA 1. Indonesian Medical Olympiad 2017 (8th Indonesian Medical Olympiad FK USU 2017)1 211 .

IMO 2017 akan melombakan 6 cabang ilmu Kedokteran. 4. teknis perlombaan melibatkan kerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dan pusat-pusat pendidikan kedokteran Indonesia. babak Semi Final. Metode Program Kerja Perlombaan cabang ilmu Kedokteran untuk mahasiswa Kedokteran Preklinik seluruh Indonesia. Muskuloskeletal. Memperkenalkan ISMKI kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia dan mahasiswa Kedokteran Internasional. 2. sedangkan 2 cabang lainnya akan dilombakan secara internasional.A. Value Universal dan Aktif Berkontribusi. dan Uro-Reproduksi. 4 cabang nasional adalah Kardio-Respilogi. Untuk standar kualitas. B. D. F. Latar Belakang Program Kerja Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang medis dan semakin meningkatnya daya saing diantara mahasiswa FK. Kompetisi terdiri dari 4 tahap. survival stage. 4 diantaranya adalah cabang yang akan dilombakan secara nasional. Maka perlu diadakannya sebuah program yang dapat menggugah semangat mahasiswa untuk lebih berprestasi tidak hanya di dalam lingkup fakultas dan universitas namun juga di lingkup nasional dan internasional. Memperkenalkan pendidikan Kedokteran Indonesia kepada khalayak Internasional. C. E. Tujuan Program Kerja 1. Tuan Rumah IMO 2017 adalah FK Universitas Sumatera Utara. babak Final. Menumbuhkan semangat sportivitas dan rasa kompetitif antar mahasiswa Kedokteran Indonesia yang terlibat. Menyediakan wadah adu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Kedokteran Indonesia dan mahasiswa Kedokteran Internasional. 2 cabang internasional adalah Infeksi Tropis dan Neuro-Psikiatri. yakni babak penyisihan. Sasaran Program Kerja 212 . 5. Deskripsi Program Kerja Indonesian Medical Olympiad (IMO) adalah rangkaian kompetisi antar mahasiswa Kedokteran preklinik terbesar di Indonesia. Digestif. 3. Menyediakan media temu dan sharing mahasiswa Kedokteran antar institusi di Indonesia dan negara lain.

(25%)  IMO diselenggarakan dengan kerja sama ekstensif dengan AIPKI dan Dikti. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum o Melakukan pencerdasan kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia terhadap perkembangan keilmuan dalam dunia kedokteran. Penanggung Jawab  Nurdima Apriani  Gde Sindu 2. G.  IMO dirancang dan disusun berdasarkan SOP dan Panduan Pelaksanaan yang sebagian isinya dikonsultasikan dengan pemangku kepentingan. Latar Belakang Program Kerja Salah satu langkah ismki untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu kedokteran yang langsung dibawa oleh ketiga IOMS sebagai bentuk kolaborasi nyata untuk mewujudkan pendidikan kedokteran yang mumpuni B. Indikator Keberhasilan  IMO diikuti oleh 3-4 institusi kedokteran luar Indonesia (25%). Delegasi Mahasiswa Kedokteran Preklinik di seluruh Indonesia yang merupakan anggota ISMKI dalam Institusi kedokteran yang ada dan beberapa institusi Kedokteran di beberapa negara. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Oktober 2017 di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara H. dan merupakan bahan rujukan untuk pelaksanaan IMO di tahun berikutnya. seperti AIPKI. Perkiraan Dana Program Kerja Perkiraan Dana untuk Official Committee (OC) FK USU: Rp 700.000. (15%). (10%) I. terutama dalam standar keilmiahan kegiatan.00 J.000.  IMO diikuti oleh tidak kurang dari 250 tim peserta yang berasal dari anggota ISMKI (25%).  Proses tenderisasi IMO 2017 selesai sebelum 4th IMSS. 213 . JOIN-PROJECT ISMKI-CIMSA-AMSA1 A. pengadaan soal dan penjurian.

Waktu Pelaksanaan Program Kerja Juni/Juli 2017 H.000. G. F. Seminar Tematik Nasional (Seminar Kajian Isu Kesehatan Nasional)1 A. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran Indonesia. C. Metode Program Kerja Kegiatan yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa Kedokteran Indonesia dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya. Value Sinergis E. o Menciptakan upaya kalaborasi antar mahasiswa Kedokteran Indonesia yang tergabung dalam beberapa IOMS yang berbeda. o Menyediakan media temu dan sharing untuk seluruh mahasiswa Kedokteran. Indikator Keberhasilan  Tercipta koordinasi yang baik dalam penyelenggaraan program. D.  Jumlah peserta mencapai target yang ditentukan oleh ketiga organisasi. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 35. Nantinya program kerja ini akan diinformasikan dan dijadikan tender bersama. o Menjadi informan bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk isu pendidikan dan profesi dokter melalui cara-cara publikasi tepat sasaran. Latar Belakang Program Kerja 214 . Penanggung Jawab Azhar Naufaldi 3. Deskripsi Program Kerja Program kerja ini dilakukan bersama Ikatan Organisasi Mahasiswa Kedokteran (IOMS): AMSA dan CIMSA.00 J. I.000.  Tujuan Khusus o Menginformasikan tentang prospek dan akses terhadap berbagai pilihan pasca lulus dokter kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia.

I. Memberikan pengalaman baru bagi institusi. Indikator Keberhasilan Dalam setahun seminar dapat dilaksanakan sebanyak 2 kali. Deskripsi Program Kerja Merupakan seminar yang akan diadakan oleh institusi dengan bekerja sama dengan ISMKI dalam hal pembicara. E. Perkiraan Dana Program Kerja - J. D. Skill Lab Video Campaign1 215 . B. 2. C. Penanggung Jawab Beladiena Citra 4. F. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Fakultas Kedokteran. G. Pembagian hasil akan dibagi 70% untuk tuan rumah dan 30% untuk ISMKI. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Maret 2017 dan September 2017. Membantu pendanaan ISMKI. H. Merupakan program kerja yang dilaksanakan dalam upaya membantu pendanaan ISMKI yang akan dilaksanakan di beberapa institusi yang bersedia untuk menjadi tuan rumah dan bagi hasil. Value Terdidik dan Universal. Tujuan Program Kerja 1. Metode Program Kerja Seminar dan Workshop.

Latar Belakang Program Kerja Merupakan salah satu upaya menjawab Misi dan Visi MEP 2016. Metode Program Kerja Pembuatan video skill lab oleh beberapa universitas yang telah dikomunikasikan dengan aktif sebelumnya dan kemudian akan dipublikasi dalam media resmi ISMKI. B.  SLVC dilakukan oleh sekurangnya 3 institusi yang mengerjakan daftar tilik dengan jumlah yang sama (30%). Value Terdidik dan Universal. 216 . Tujuan Program Kerja 1. AIPKI dan IDI. Memperkuat peran Pendpro Institusi dalam upaya pencerdasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tentang ilmu kedokteran bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia. H. Sasaran Program Kerja Video dapat dibuat dengan kerja sama ISMKI. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Februari-Oktober 2017. Video dibuat oleh institusi dengan petunjuk dari ISMKI dan berdasar standar yang dibuat AIPKI. C. E. 2. Indikator Keberhasilan  SLVC memiliki daftar tilik yang telah dikonsulkan dengan AIPKI untuk siap divideokan oleh institusi (25%). Membantu mahasiswa Kedokteran dalam menyiapkan dirinya untuk berlatih dengan lebih terarah dalam mempelajari tahapan kompetensi praktik atau skill yang ada dalam kurikulum pendidikan kedokteran di Indonesia. G.A. F.  Tersusunnya aturan dan petunjuk teknis pembuatan video untuk institusi sesuai dengan petunjuk dan konsultasi dari konselor AIPKI (25%). 3. Deskripsi Program Kerja Skill Lab Video Campaign adalah suatu upaya untuk mengkampanyekan prosedur- prosedur keterampilan klinik yang terstandar sistem pendidikan kedokteran Indonesia untuk tujuan pembelajaran bagi mahasiswa Kedokteran. serta dapat tersebar dan diakses seluruh mahasiswa Kedokteran di Indonesia. Menyediakan akses bahan belajar untuk mahasiswa Kedokteran Indonesia. D. juga membantu menjadi media mahasiswa FK di seluruh Indonesia untuk berlatih keterampilan medis dasar.

Metode Program Kerja Menghimpun soal-soal dari berbagai sumber yang kompeten dan juga dari berbagai kumpulan soal-soal UKMPPD dari berbagai tahun yg didapatkan dari AIPKI. juga membantu menjadi media mahasiswa FK di seluruh Indonesia untuk berlatih keterampilan medis dasar.  Video skill lab dapat terpublikasikan secara berkala pada semester kedua kepengurusan (20%). Tujuan Program Kerja Memberi manfaat yang nyata kepada anggota untuk bisa mendapat penyelesaian masalah dari soal-soal yang sering muncul dalam kasus baik ketika ujian atau dalam keseharian. E. D. sehingga kemampuan anggota dapat lebih baik dalam menyelesaikan kasus-kasus kedokteran yang ada. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Deskripsi Program Kerja Strategi MEP ISMKI dalam memberi upaya manfaat yang nyata kepada anggotanya dengan secara berkala mem-publish soal UKMPPD beserta jawaban. Value Universal dan Terdidik. I. Sasaran Program Kerja 217 . C. Penanggung Jawab Widhiastri Dyah 5. F. Latar Belakang Program Kerja Merupakan salah satu upaya menjawab Misi dan Visi MEP 2017. B. pembahasan dan diskusi berasal dari sumber yang berkompeten. Sharing UKMPPD (100 Hari Berlatih)2 A. Dan kemudian nantinya akan di-share dalam Official Account khusus disertai dengan pembahasannya.

Bank Data Institusi (Catatan MEP)2 A. sumber pembelajaran dan solusi praktis pengelolaan kegiatan pendidikan dan profesi dalam lingkup lokal. Memberikan panduan dan standar kerja Pendpro Institusi yang dapat menjadi dasar pemikiran. pengenalan pemangku kepentingan dan rekomendasi acara-acara pendpro yang dapat diadaptasi pendpro lokal. 2. Latar Belakang Program Kerja Sebagai suatu bidang dalam ISMKI. Tujuan Program Kerja 1. Penanggung Jawab Norman Fahryl 6. panduan manajemen acara pendidikan.  Umpan balik aktif dari pengguna Instagram terkait soal yang sudah di-posting (10%).000. Mahasiswa Kedokteran di Seluruh Indonesia dengan kerja sama pemilihan dan pembahasan soal dengan AIPKI dan IDI. B.000.00 J. G. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 1. 218 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Maret-Oktober 2017 H. Wilayah dan kepengurusan berikutnya. maka MEP diharapkan dapat menyusun arah kegiatan dan perkembangannya dalam berkarya juga memiliki legacy bagi institusi. C. I. Deskripsi Program Kerja Merupakan program kerja lanjutan berupa buku panduan yang berisikan panduan teknis pengelolaan isu pendidikan profesi. Membangun sinergisme gerakan ISMKI dan Institusi dalam ranah Pendidikan dan Profesi. Indikator Keberhasilan  Tiap-tiap anggota MEP mengumpulkan 1 soal kepada penanggung jawab setiap minggunya (35%)  Pemilihan soal dilakukan mulai Jumat-Senin (10%)  Soal akan di-posting di Instagram setiap 2 kali dalam 2 minggu (45%).

 Brainbook MEP ISMKI disebarkan kepada seluruh anggota ISMKI.  Catatan dapat dipublikasikan sebelum RAKORNAS 2017 (25%). Sasaran Program Kerja Seluruh Bidang Pendidikan dan Profesi Institusi Anggota ISMKI. Rangkaian Kajian dan Satgas Wilayah3 219 . G. Penanggung Jawab Tanisa Larasati 7. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 500. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang Kepengurusan hingga RAKORNAS 2017 H. F. dasar-dasar kajian pendidikan dan profesi dan rekomendasi program kerja pendidikan profesi yang dapat diaplikasikan di institusi (30%). (20%). dan kontak institusi besera profilnya. sistem pendidikan kedokteran nasional. I.  Didapatkannya feedback berupa masukan konten dari tidak kurang 20 institusi (20%). Value Sinergis dan Aktif Berkontribusi.000. Metode Program Kerja Pengumpulan informasi tentang MEP.  Catatan MEP ISMKI tersusun sebagai dokumen praktis (.00 J. D.pdf dengan bookmark) (5%). E. Indikator Keberhasilan  Catatan MEP ISMKI tersusun atas esensi kerja bidang pendidikan dan profesi. yang kemudian akan disusun dalam bentuk buku.

Menguatkan internal Pengurus Harian Nasional Pendpro. Pengurus Harian Wilayah dan Pendpro Institusi. infografis atau video narasi.  Tujuan Khusus 1. Mengembangkan kemampuan Pendpro Wilayah dan Pendpro Institusi dalam pengelolahan kajian. memantau perkembangannya serta mengkritisi berbagai aturan dan kebijakan serta kondisi yang memiliki kemungkinan untuk menyulitkan dan memberi efek negatif bagi mahasiswa Kedokteran di Indonesia. dan poster propaganda. Latar Belakang Program Kerja Kondisi dunia pendidikan kedokteran yang ada saat ini menggerakkan ISMKI untuk ikut andil dalam mempelajari kebijakan. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum 1. Dalam menjalankan pencerdasan. Deskripsi Program Kerja Program kerja rangkaian kajian dimaksudkan untuk menjelaskan kondisi aktual terkait problematika dalam pendidikan kedokteran.A. Melaksanakan upaya-upaya pencerdasan kepada mahasiswa Kedokteran Indonesia secara masif dan terstruktur. Menjadi media bagi aspirasi mahasiswa Kedokteran untuk turut andil dalam penentuan rencana dan kebijakan pendidikan dan profesi dokter Indonesia. C. Pencerdasan dirancang menggunakan bentuk artikel populer. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa Kedokteran tentang topik-topik pendidikan kedokteran dan hal-hal yang akan dihadapi dalam proses pencapaian pendidikan. 3. 4. Satgas dirancang terdiri dari unsur Pengurus Harian Nasional. Meningkatkan pengetahuan Institusi dan mahasiswa Kedokteran tentang topik- topik problematika pendidikan kedokteran Indonesia. Pencerdasan dirancang mainstream agar dapat menimbulkan ketertarikan mahasiswa Kedokteran terhadap topik-topik yang dibahas. menganalisa data. 2. 3. setiap Wilayah akan dilibatkan dengan pembentukan satuan tugas kajian yang dibentuk menyesuaikan dengan topik-topik Pokja AIPKI Wilayah. Pendpro Institusi dalam upaya-upaya peningkatan kemampuan diri. tulisan serial di media sosial. 220 . Setiap satgas bertugas mengumpulkan data. Pendpro Wilayah. regulasi terkait. 2. menganalisa masalah. Menjadi informan bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk isu pendidikan dan profesi dokter melalui cara-cara publikasi tepat sasaran. B. dan pengelolaan sistem. berdiskusi dengan pemangku kepentingan. Meningkatkan partisipasi aktif peran mahasiswa Kedokteran dalam penentuan rencana dan kebijakan pendidikan dan profesi dokter Indonesia.

Value Universal dan Aktif Berkontribusi. Wilayah. 221 . penyebaran notulensi diskusi publik. advokasi atau penyataan.  Dibentuknya Satgas Wilayah yang aktif sesuai dengan SOP (10%). Kajian insidental merupakan kajian yang dilakukan secara ilmiah terhadap isu- isu pendidikan kedokteran yang bersifat darurat. F. Indikator Keberhasilan  Dilakukan kajian berbasis EBM untuk poin 3 dan 6 (20%). Penerapan Academic Health System 5. Materi kajian dan Pencerdasan: 1. Evaluasi kurikulum pendidikan 2012 6. Pengelolaan isu dilakukan secara antisipatif dengan melakukan analisis isu-isu yang mungkin menjadi insidental. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. Akreditasi FK 2. penting. segera dan mengundang perhatian besar dari mahasiswa Kedokteran. melakukan diskusi publik dan melakukan upaya publikasi melalui artikel hasil kajian. dapat pula dilakukan kajian terhadap isu-isu lain yang mungkin tak terduga di sepanjang kepengurusan. dan Nasional yang berlandaskan ilmiah dengan kerja sama melalui hubungan MEP-VPPA. E. menentukan sikap. Internship* Note: (*) Merupakan kajian insidental dan kajian rutin. Metode Program Kerja Proses pengkajian yang menyeluruh dari institusi. D. H. DLP 4. Evaluasi UKMPPD* 7. Sasaran Program Kerja Pemangku jabatan terkait dan mahasiswa Kedokteran Indonesia. Selain itu. video narasi hasil kajian dan poster infografis. Revisi UU Dikdok 9. RSP 8. merencanakan output yang berupa pencerdasan. G. SNPK 3.  Dilaksanakannya publikasi melalui infografis dan/atau media mainstream lain untuk poin 1-9 (10%).

Menggandeng rekan Wilayah dan institusi secara menyeluruh dan kondusif. Fakhri K. Penanggung Jawab  Syahdi Nugraha  Muthia Shafaria  M. Latar Belakang Program Kerja Perlu adanya upaya bagi proses penyebaran informasi tentang hasil kajian yang ada serta informasi penting terkait proses pendidikan dan hal mengenai MEP yang baik dan masif bagi para staf MEP institusi dan wilayah serta menarik. 8. I. mengakar dan serius memanfaatkan media komunikasi dan teknologi dalam mencapai tujuan kinerja yang ada lainnya. 222 .8.9 pada Muktamar AIPKI Bali 2017 (20%). tulisan hasil kajian dan notulen hasil diskusi publik kepada mahasiswa Kedokteran (10%). Tujuan Program Kerja Mampu dengan masif melakukan penyebaran informasi dan publikasi terkait hasil kinerja MEP dan tim ISMKI dalam skub pendidikan dan profesi serta dapat menjadi media dalam upaya MEP ISMKI menyentuh anggotanya yaitu mahasiswa Kedokteran dan memberikan manfaat yang nyata.3.  Disebarkannya poster infografis hasil kajian kepada mahasiswa Kedokteran melalui jejaring pendpro di aplikasi messenger dan media sosial milik ISMKI (10%). C.  Disebarkannya video post-project diskusi publik.  Dipresentasikannya hasil kajian untuk poin 1. Perkiraan Dana Program Kerja - J.  Diselenggarakannya diskusi publik untuk masing-masing Satgas Wilayah (20%). Deskripsi Program Kerja Langkah nyata dari MEP untuk secara simultan. D. B. Medical Education and Profession Period of Headline News (MEPERIDINE)3 A. Value Universal dan Aktif Berkontribusi.6.

Latar Belakang Program Kerja Masih perlunya evaluasi-evaluasi terhadap sistem pendidikan di Indonesia dimana salah satu caranya adalah dengan mengetahui secara langsung bagaimana kondisi pendidikan yang sedang berlangsung di lapangan. Perkiraan Dana Program Kerja Rp 1. E. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan.000.  Disebarkannya poster infografis hasil kajian kepada mahasiswa Kedokteran melalui jejaring Pendpro di aplikasi messenger dan media sosial milik ISMKI (20%). Metode Program Kerja Pengemasan informasi yang kreatif. memanfaatkan media elektronik dan teknologi yang ada. 223 . Indikator Keberhasilan  Dilaksanakannya publikasi melalui infografis dan/atau media mainstream lain untuk poin 1-9 (10%).00 J.000. I. Penelitian Multi Center (PMC)3 A.  Disebarkannya. Sasaran Program Kerja Mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia. F. Penanggung Jawab  Khansa Khairunnisa  Affan Naufal 9. G. tulisan hasil kajian dan notulen hasil diskusi publik kepada mahasiswa Kedokteran (10%). juga komunikasi yang aktif dalam proses penyebaran informasi bekerja sama dengan ICT. H. Kerja sama tim MEP ISMKI dengan tim ICT ISMKI.

 Tujuan Khusus 1.  Penelitian dipresentasikan pada Forum Muktamar AIPKI 2017 di Bali (30%) 224 . Waktu Pelaksanaan Program Kerja Februari-Oktober 2017 H. PresBEM serta mahasiswa Kedokteran melalui media sosial (30%). Meningkatkan partisipasi aktif peran mahasiswa Kedokteran dalam penentuan rencana dan kebijakan pendidikan dan profesi dokter Indonesia. 2. Value Universal dan Aktif Berkontribusi. E. Menjadi kontribusi nyata ISMKI untuk kemajuan pendidikan kedokteran Indonesia.  Penelitian dapat dipublikasikan dengan masif sebagai upaya pencerdasan terkait kondisi aktual pendidikan kedokteran Indonesia kepada Pengurus Harian Nasional. Menjadi bahan rekomendasi dalam proses penentuan kebijakan terkait peraturan perundangan turunan UU No. G. masing-masing sebanyak satu kali untuk dua topik kajian utama (10%). Deskripsi Program Kerja Sebuah kajian yang berfokus pada evaluasi dan pemberian rekomendasi kepada AIPKI untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran Indonesia yang dilakukan secara ilmiah. 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. D. Pengurus Harian Wilayah Pendpro. Indikator Keberhasilan  Penelitian dilakukan sesuai dengan timeline (30%). Metode Program Kerja Dilakukan oleh 2 Universitas terpilih yang akan melaksanakan penelitian secara ilmiah mengenai isu yang akan diangkat. C. Sasaran Program Kerja AIPKI dan Mahasiswa Kedokteran Indonesia.  Pencerdasan awal dilakukan melalui penyebaran infografis yang dilakukan sebelum Mei 2017. Menjadi informan bagi mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk isu pendidikan dan profesi dokter melalui cara-cara publikasi tepat sasaran. F. 2.B. Tujuan Program Kerja  Tujuan Umum 1. Pendpro Institusi.

Perkiraan Dana Program Kerja - J. Penanggung Jawab Nindy Agista Kasim (dibantu dengan Wasekbid Kajian) Note: 1Project 2 Riset 3 Kajian 225 . I.

TIMELINE UMUM Bulan Program Kerja KAJIAN Februari 2017 SLVC PENCERDASAN CATATAN MEP KAJIAN SEMINAR 100 HARI Maret 2017 SLVC PENCERDASAN TEMATIK I BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI April 2017 SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI Mei 2017 SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI Juni 2017 MEDPROBE SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI Juli 2017 MEDPROBE SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI Agustus 2017 SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN SEMINAR 100 HARI September 2017 SLVC PENCERDASAN TEMATIK II BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN 100 HARI Oktober 2017 IMO SLVC PENCERDASAN BERLATIH CATATAN MEP KAJIAN November 2017 PENCERDASAN CATATAN MEP KAJIAN Desember 2017 PENCERDASAN CATATAN MEP KAJIAN Januari 2018 PENCERDASAN CATATAN MEP 226 .

TIMELINE KAJIAN NO Kajian Target Keterangan 1 Akreditasi FK Maret 2 SNPK April 3 RSP Mei 4 DLP Juni 5 Penerapan Academic Health System Agustus 6 Internship Agustus Insidental 7 Evaluasi Kurikulum Pendidikan 2012 September 8 Evaluasi UKMPPD Oktober Insidental 9 Revisi UU Dikdok November 2. penyusunan soal Maret 4 Proposal delegasi sudah tersebar April April minggu ke 1/2 5 Visitasi 2 Juni Persiapan sejak Februari- 6 Soal terdokumentasi Agustus Agustus minggu ke 4 7 Visitasi 3 Agustus Optional 8 IMO Oktober 227 . tuan rumah (FK USU) 2 Visitasi 1 Februari Bersamaan dengan IMSS 3 Persiapan soal. TIMELINE IMO NO Rencana Kerja Target Keterangan Rencana kegiatan sudah Konsolidasi fix planning ide IMO 1 Februari benar benar terencana oleh dan keperluan administrasi. TIMELINE PENCERDASAN NO Pencerdasan Target Keterangan 1 Akreditasi FK Maret mg ke 3 Release di OA 2 SNPK April mg ke 3 Release di OA 3 RSP Mei mg ke 3 Release di OA 4 DLP Juni mg ke 4 Release di OA 5 Penerapan Academic Health System Agustus mg ke 4 Release di OA 6 Internship Agustus mg ke 4 Release di OA 7 Evaluasi Kurikulum Pendidikan 2012 September mg ke 3 Release di OA 8 Evaluasi UKMPPD Oktober mg ke 4 Release di OA 9 Revisi UU Dikdok Desember mg ke 3 Release di OA 3.TIMELINE KHUSUS 1.

 Peninjauan ulang silabus. TIMELINE JOIN-PROJECT NO Rencana Kerja Target Keterangan Penentuan konsep Februari acara dan tuan 1 Musyawarah ISMKI-AMSA-CIMSA (Setelah IMSS) rumah penyelenggara Februari 2 Release poster acara (minggu terakhir) 3 Proposal Delegasi tersebar Maret 4 DM 1 bersama pihak-pihak terkait April 5 Follow up seluruh pihah terkait Mei 6 DM 2 bersama pihak-pihak terkait Mei 7 Acara terlaksana Juni/Juli 5. akan dibahas lebih lanjut. 228 .  Perbaikan mutu dan kualitas soal (semua soal dari semua stage) dan dilakukan bersama pihak-pihak terkait lainnya.  Evaluasi terhadap IMO tahun-tahun sebelumnya kemudian mencari solusinya (bersama- sama dengan SC tahun lalu dan pihak-pihak terkait).  Adanya tim independen pembuat soal (termasuk di dalamnya ada seorang dokter yang me-review soal).4. TIMELINE SLVC NO Rencana Kerja Target Keterangan Menghimpun info dan rencana (AIPKI 1 Februari dan Ex-MEP) Mendapatkan institusi penanggung 2 Februari jawab 3 Persiapan pembuatan Maret 4 Release SLVC 1 Mei Dapat berubah 5 Release SLVC 1 Oktober sewaktu-waktu ARAHAN KERJA WASEKBID PROJECT MEP 2017-2018 1.  Pendekatan pada AIPKI.  Bekerja sama dengan Koordinator Nasional terkait soal-soal olimpiade. Indonesian Medical Olympiad 2017 (IMO)  Pendekatan dan komunikasi secara berkala dan teratur antara SC dan OC (FK USU).

 Aktif me-monitoring institusi mana saja yang sudah melengkapi dan mengisi borang bersama dengan PJ.  Mengingatkan timeline pengumpulan soal dan publikasi kepada PJ dan seluruh staf.  Pembuatan konsep baru dengan tidak merubah tujuan diadakannya MEDPROBE. 4.  Melaksanakan tender atau mencari institusi yang dengan sukarela ingin membuat video terkait.  Mengingatkan PJ dan institusi terkait timeline pengumpulan video namun pengumpulan video dapat dikumpulkan secara bertahap. SEMINAR TEMATIK  Mulai mencari dan membantu memberikan masukan sekiranya tema seminar apa yang akan diajukan (Penyakit-penyakit yang sedang ramai dibicarakan).  Membangun komunikasi yg baik antara ketiga organisasi terkait juga dengan tuan rumah.  Menjadi narahubung Koordinator Nasional dengan institusi bersama dengan PJ. Daftar tilik dapat dikonsulkan bersama dengan AIPKI.  Mencari tema yang sesuai untuk seminar.  Rutin melihat perkembangan dan kemajuan soal-soal yang sudah dipublikasikan bersama dengan PJ.2.  Menjadi perantara antara Koordinator Nasional dan institusi terkait.  Mencari peluang-peluang pada institusi yang akan dijadikan sebagai tuan rumah.  Bersama-sama dengan Koordinator Nasional dan seluruh staf MEP mengumpulkan dan mengevaluasi soal yang ada. 3. 229 . 100 HARI BERLATIH  Mempersiapkan soal-soal yang akan dipublikasikan. JOIN PROJECT  Diskusi dengan AMSA-CIMSA-ISMKI membahas penentuan mulai dari ketua. 6.  Komunikasi berjalan dengan baik dengan pihak pihak tertentu. Skill Lab Video Campaign (SLVC)  Membantu membuat dan menentukan daftar tilik yang sesuai dengan video yang nantinya akan dibuat. CATATAN MEP  Mengevaluasi daftar pertanyaan yang harus diisi dalam borang catatan MEP. 5. tuan rumah dan lain-lain.  Menentukan pertanyaan yang sekiranya penting dan dibutuhkan dalam borang catatan MEP.  Menjadi narahubung bersama dengan PJ.

Semoga ISMKI dapat terus berkontribusi untuk pendidikan kedokteran yang lebih baik. Teknis desain grafis dan informasi serta penentuan tanggal release. 2. Fokus pengawalan isu yang sedang hangat dibicarakan. Menghimpun informasi secara cepat dan efektif terkait kajian yang sudah ada dan yang dirasa masih perlu serta persiapan untuk kajian-kajian insidental yang diperlukan untuk pencerdasan khusus atau advokasi kepada pihak terkait. 7. sharing informasi dan lain-lain). Revisi UU Dikdok). Fokus pengawalan isu dan hasil kajian yang sudah dirilis sebelumnya (MEP 2016). #MEProud #MEPShineAndBright #ISMKISatu 230 . RISET KAJIAN WASEKBID KAJIAN INSIDENTAL KAJIAN UTAMA PENCERDASAN PENUTUP Demikian program kerja ini saya susun.ARAHAN KERJA WASEKBID KAJIAN MEP 2017-2018 1. 8. Fokus dalam mempersiapan isu yang belum dirilis (Penerapan Academic Health System. Evaluasi kurikulum 2012. 6. Semoga dengan adanya program kerja ini mampu menjawab dan berkontribusi secara aktif dan nyata dalam memperbaiki dan mengawal proses pendidikan kedokteran di Indonesia serta dapat menjawab berbagai pertanyaan yang timbul dari isu-isu mengenai proses pendidikan kedokteran yang ada saat ini. Rutin memantau publikasi terkait hasil kinerja MEP dalam kajian. 3. Narahubung PJ Kajian dengan PJ Pencerdasan. survei program. 4. 5. pencerdasan dan riset (advokasi. Bersedia hadir dalam pertemuan-pertemuan khusus dengan pihak-pihak terkait (bersama dengan Koordinator Nasional atau mewakili Koordinator Nasional).

GRAND DESIGN BIDANG PUBLIC RELATION IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE 2017 – 2018 KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Wr. Pada tahun kepengurusan 2017-2018 semoga PR ISMKI dapat menjadi wajah terbaik ISMKI khususnya terhadap pihak luar. PR merupakan bagian dari suatu perusahaan atau organisasi yang secara langsung melakukan kontak dengan dunia luar. Salam sejahtera untuk kita semua. Frizky Ramadhan Koordinator Nasional Bidang Public Relation ISMKI Periode 2017-2018 231 . pemangku jabatan (stakeholder). dan media massa. PR ISMKI bertugas untuk menjalin hubungan dengan Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS). Wb. PR ISMKI selama ini telah berjuang dengan baik dalam menjalankan tugasnya. Terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan Grand Design Public Relation ISMKI 2017-2018 ini. Forum Alumni. Wajah dari perusahaan atau organisasi ditentukan oleh bagian Public Relation (PR)..

Kegiatannya meliputi menjaga relasi dan kerja sama dengan media massa. dengan Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS). 2. pemangku jabatan (stakeholder). Menjalin hubungan baik dengan stakeholder dan media. dan Forum Alumni. PR bersama dengan ICT ikut memperingati hari-hari penting dalam dunia kesehatan dan kedokteran. TAGLINE PR Siap Berkarya! SUSUNAN TIM Frizky Ramadhan FK UINJKT Achisna Rahmatika FK UNILA Amiru Zachra FK UMJ Annisa Tiqi Faizalia FK UNJANI Dian Novita Anggraeni FK UNIZAR Dewi Maulidina Azizah FK UINJKT I Gede Putu Wegen Wismaya FK UKWMS Kadita Pratiwi FK YARSI Muhammad Teguh Syahputra FK UMSU Pamela Sandhya De Jaka FK UNSOED 232 . 4. PR turut serta bersama IA dalam penyampaian informasi seputar IFMSA. Menjembatani penyampaian info dari IFMSA ke mahasiswa Kedokteran Indonesia . 3. Memperingati hari-hari yang berhubungan dengan kesehatan atau kedokteran. Bekerja sama dengan IOMS. VISI DAN MISI Visi PR ISMKI sebagai wajah terbaik ISMKI. Mempererat hubungan dengan Forum Alumni. Misi 1.PENDAHULUAN PR ISMKI adalah bidang yang menentukan wajah ISMKI kepada organisasi lain. 5.

Rifda Savirani FK UMM Wulan Syafitri FK UNLAM SUSUNAN TIM 233 .

B. D. masyarakat umum akan lebih mengenal dunia mahasiswa kedokteran. mengajukan permohonan peliputan acara dan follow up publikasi. Latar Belakang Program Kerja Setiap tahun. Institusi dan ISMKI membutuhkan sarana untuk memperkenalkan profil dan kegiatan- kegiatan mahasiswa kedokteran kepada masyarakat luas baik di tingkat lokal maupun nasional. Institusi dan ISMKI dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan program kerja baik secara internal maupun eksternal. F. E. Dengan publikasi lewat media massa.  Memberikan informasi mengenai dunia kedokteran kepada mahasiswa FK dan khalayak umum. Sasaran Program Kerja  Media o Kompas o Warta Kota (tribunnews) o Media Indonesia o Koran Sindo o Republika o Pos Kota o Jawa Pos o Tempo 234 . Tujuan Program Kerja  Meningkatkan profil ISMKI di level nasional.  Menjaga eksistensi dan memperkenalkan ISMKI sebagai ormawa FK di Indonesia. C. Media ISMKI A. Deskripsi Program Kerja Melakukan kerja sama dengan media massa baik cetak ataupun elektronik dan media partner terutama untuk kegiatan ISMKI. Metode Program Kerja Menumpulkan database media. Value Universal.PROGRAM KERJA 1.

com) G. o Suara Merdeka o Koran Jakarta o The Jakarta Post o Suara Pembaruan (berita satu)  Citizen Media o Kaskus o Kompasiana (kompas. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. H.co) o Pasang Mata (detik. Indikator Keberhasilan  Terkumpulnya database dan contact person dari media yang ditargetkan (10%)  Berhasil bekerja sama dengan media saat kegiatan ISMKI jika institusi pemegang tender meminta untuk koordinasi dengan PR (30%)  Terpublikasikannya minimal enam artikel kegiatan ISMKI di media (35%)  Terkirimnya minimal enam press release ke akun line@ ISMKI dan situs citizen media lainnya (25%) I. Penanggung Jawab  Amiru Zachra  Annisa Tiqi Faizalia 235 . Perkiraan Dana Program Kerja - J.com) o Indonesiana (tempo.com) o Babe o Kabar Indonesia o Plimbi o Ruang Public (okezone.

F. Stakeholder A.  Berkoordinasi dengan institusi pemegang tender dalam menghubungi stakeholder.  Menjaga posisi ISMKI sebagai representasi mahasiswa Kedokteran Indonesia. Sasaran Program Kerja  Organisasi Pemerintahan: o Kementerian Kesehatan RI o BPPSDM Kemenkes RI o Promkes Kemenkes RI o Komisi IX DPR RI o MPR RI o AIPKI o IDI o KKI o Kemenristekdikti RI o KDPI o WHO Indonesia o DIB 236 . Deskripsi Program Kerja Menjadi narahubung ISMKI dengan stakeholder.  Menyampaikan aspirasi mahasiswa Kedokteran Indonesia. berkoordinasi dengan PHN untuk memenuhi undangan stakeholder. kami bekerja sama dengan bidang lain melangsungkan audiensi serta hadir dalam setiap undangan atau pertemuan yang diselenggarakan stakeholder. Tujuan Program Kerja  Menjaga hubungan baik antara ISMKI dengan stakeholder. B. D. Dengan ini PR ISMKI membantu untuk menghubungi para stakeholder untuk menjalin hubungan baik. melaksanakan audiensi dengan stakeholder. Metode Program Kerja Mengumpulkan database stakeholder. diperlukan hubungan baik dengan beberapa stakeholder terkait. C. E.2. Latar Belakang Program Kerja Untuk mempermudah kerja ISMKI dalam meningkatkan kualitas kesehatan terutama di bidang kedokteran. Value Universal. Tidak hanya silaturahmi.

Perkiraan Dana Program Kerja - J. Dalam rangka terwujudnya kerja sama yang baik dalam berbagai sisi untuk memajukan kesehatan Indonesia dari sudut pandang mahasiswa. yakni bidang kesehatan. H. Penanggung Jawab  Frizky Ramadhan  Kadita Pratiwi 3. IOMS A. maka berdirilah berbagai Ikatan Mahasiswa ataupun organisasi mahasiswa sejenis sesuai 237 . Latar Belakang Program Kerja Dalam lingkup pergaulan mahasiswa terdapat beberapa organisasi yang bergerak satu tujuan. Indikator Keberhasilan  Terkumpulnya database dan contact person dari stakeholder yang ditargetkan (10%)  Terlaksananya 7 audiensi atau kerja sama strategis dengan stakeholder (45%)  Perwakilan ISMKI datang ke undangan acara stakeholder minimal 5 kali (25%)  Berhasil bekerja sama untuk menghubungi pembicara dalam kegiatan ISMKI jika institusi pemegang tender meminta untuk koordinasi dengan PR (20%) I.  Organisasi non-pemerintahan: o PMI o Komnas PT o Mer-C Indonesia o SDSN o CISDI o ALURA o Docquity o UNDP o UNFPA o IFL o AIESEC o ISAFIS G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan.

Diharapkan terjalinnya silaturahmi dan berbagai kerja sama yang baik dan pada akhirnya demi satu tujuan yaitu kesehatan Indonesia. H. E. Value Sinergis. dengan visi misi dalam profesi mereka di kemudian hari. D. Deskripsi Program Kerja Membangun dan menjalin silaturahmi dengan Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis. F. B. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. Indikator Keberhasilan  Terkumpulnya database dan contact person IOMS yang terus di-update (50%)  Minimal satu acara nasional ISMKI didatangi oleh perwakilan dari satu IOMS (25%)  Minimal satu kali perwakilan dari ISMKI datang ke acara IOMS (25%) 238 . Sasaran Program Kerja  ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia)  ILMAGI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia)  PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia)  ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia)  ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia)  IKAMABI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia)  ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia)  AMSA Indonesia (Asia Medical Student Association)  CIMSA (Center of Indonesian Medical Students Activity)  PTBMMKI (Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia)  FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) Indonesia  AOMKI (Asosiasi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia) G. Metode Program Kerja Berkoordinasi dengan ketua dan/atau humas IOMS untuk menentukan bentuk kerja sama selama kepengurusan terutama dalam bidang publikasi. Tujuan Program Kerja  Menjaga hubungan baik ISMKI dengan IOMS  Publikasi kegiatan ISMKI kepada IOMS C.

Metode Program Kerja Berkoordinasi dengan Forum Alumni untuk hadir dalam kegiatan ISMKI dan mengelola database alumni. Deskripsi Program Kerja Memandirikan Forum Alumni dan memfasilitasi perjalanan kegiatan Forum Alumni. Latar Belakang Program Kerja Dalam perkembangannya. diperlukan bantuan dari alumni pengurus ISMKI yang sudah sukses dalam bidangnya masing-masing. Sasaran Program Kerja  Alumni ISMKI. Forum Alumni A. D. Untuk memudahkan hal tersebut. 239 . F.  Sarana ISMKI dalam menerima masukan. ISMKI terus menerus menjaga eksistensinya sebagai wadah dari mahasiswa Fakultas Kedokteran. saran. pendidikan.  Mantan Ketua BEM Fakultas Kedokteran se-Indonesia. ISMKI perlu bergerak dalam berbagai bidang. G. Tujuan Program Kerja  Menjaga hubungan baik antara ISMKI dengan alumni. B. seperti alumni ISMKI yang sudah menjadi dokter yang bekerja baik dalam bidang birokrasi dan kepemerintahan. C. E. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. I. maupun kritik yang membangun dari alumni. Value Aktif berkontribusi. pengabdian sosial dan lain-lain. Perkiraan Dana Program Kerja - J.  Memudahkan ISMKI dalam mendapatkan kontak atau jejaring ke stakeholder. Penanggung Jawab  Dewi Maulidina Azizah  Wulan Syafitri 4.

Value Terdidik. C. Mailing list A. 240 . Indikator Keberhasilan  Terbentuk grup telegram atau line dengan minimal satu orang EB ISMKI dari periode 2000-2016 (30%)  Datangnya perwakilan alumni minimal dalam 5 kegiatan ISMKI (25%)  Terbentuknya sesi forum alumni minimal dalam 4 kegiatan ISMKI (15%)  Terwujudnya pertemuan atau musyawarah forum alumni (20%)  Mengelola database dan contact person dari alumni ISMKI dalam format excel (10%) I.  Menjadi sumber informasi dan diskusi via surat elektronik. B. e-mail merupakan hal mutlak yang dimiliki oleh mahasiswa. D. Penanggung Jawab  Muhammad Teguh Syahputra  I Gede Putu Wegen Wismaya 5. Fitur mailing list memberikan kemudahan dalam menyebarkan informasi secara akurat ke lebih dari beberapa orang dan mampu membatasi informasi hanya pada anggotanya saja. Deskripsi Program Kerja Meng-update informasi penting dan publikasi terkait ISMKI maupun kegiatan mahasiswa Kedokteran. H. Latar Belakang Program Kerja Dewasa ini. Diharapkan mailing list ini dapat menjadi sumber pencarian seluruh informasi tentang kegiatan mahasiswa Kedokteran yang informasinya dapat selalu tersimpan dan sifatnya abadi. ISMKI memerlukan sebuah mailing list (ahoogroups) yang mewadahi seluruh informasi penting yang diterima menjadi informasi bersama yang diketahui seluruh anggota bahkan sebagian besar mahasiswa Kedokteran di Indonesia. Perkiraan Dana Program Kerja - J. Tujuan Program Kerja  Memperluas jejaring dengan mahasiswa Kedokteran via surat elektronik.

Metode Program Kerja Membuat jadwal untuk update mailing list kepada PHN PR secara bergilir. 241 . media massa dan media partner ISMKI.  Suatu media untuk menunjang kebutuhan branding ISMKI. IOMS. Latar Belakang Program Kerja Untuk menjaga hubungan baik ISMKI dengan pemangku kebijakan. Sasaran Program Kerja Seluruh mahasiswa Kedokteran se-Indonesia. update mailing list dengan informasi mengenai dunia kedokteran. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan.  ISMKI menjadi wadah untuk memperingati hari besar dan hari-hari yang penting bagi mahasiswa Kedokteran. E. Penanggung Jawab  Achisna Rahmatika  Pamela Sandhya De Jaka 6. G. Deskripsi Program Kerja Memperingati hari besar dan hari-hari penting bagi mahasiswa Kedokteran dan membuat konten company. H. maka dipandang perlu untuk memberikan suatu ucapan pada hari besar nasional dan diwujudkan dalam bentuk kartu ucapan selamat (Greetings). F. Indikator Keberhasilan  Mailing list ter-update minimal 15 kali dalam satu bulan (50%)  80% PHN kepengurusan 2017-2018 bergabung dalam mailing list (25%)  700 Mahasiswa FK bergabung di mailing list (25%) I. Perkiraan Dana Program Kerja - J. C. Sangat penting bagi ISMKI untuk membuat sebuah profil organisasi atau company profile dalam bentuk softcopy maupun hardcopy untuk mempermudah kebutuhan birokrasi maupun kerja sama. Tujuan Program Kerja  Menjaga hubungan baik antara ISMKI dengan stakeholder. B. Greetings Card & Company Profile ISMKI A.

F. Waktu Pelaksanaan Program Kerja Sepanjang kepengurusan. diberikan juga dalam bentuk hardcopy jika ada undangan acara untuk ISMKI dari pihak eksternal. company profile disertakan dalam permohonan audiensi maupun kerja sama kepada pihak eksternal dalam bentuk softcopy. bekerjasama dengan bidang ICT untuk membuat desain dan publikasi greetings card. H. Value Universal. Metode Program Kerja Membuat jadwal hari-hari yang ingin dibuat greetings card. Indikator Keberhasilan  Terjadwalnya hari-hari yang ingin dibuat greetings card (15%)  Pembuatan konten company profile selesai sebelum bulan Maret 2017 (15%)  Seluruh greetings card terpublikasi di akun Line@ ISMKI (40%)  Terkirimnya greetings card dan company profile kepada IOMS. Penanggung Jawab  Dian Novita Anggraeni  Rifda Savirani 242 . stakeholder. membuat konten company profile dalam 2 tipe. yaitu dalam bentuk presentasi dan dalam bentuk dokumen. atau media massa ISMKI baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy (30%) I. E. Sasaran Program Kerja  Stakeholder  IOMS  Media massa  Media partner  Seluruh mahasiswa Kedokteran se-Indonesia G. Perkiraan Dana Program Kerja - J.D.

TIMELINE Greetings Card Media ISMKI IOMS Forum Alumni Stakeholder Mailing list & Company Profile Februari 2017 Mengumpulkan database Memuat jadwal Buat jadwal Undang alumni kumpul ketua/ potensial & buat Maret 2017 humas organisasi Siap jadwal sesi alumni & kumpul di bulan menghubungi di acara ISMKI yang sama media massa April 2017 Siap untuk untuk acara Publikasi Publikasi audiensi ISMKI dan Mei 2017 Saling kirim Sesi alumni kunjungan ke perwakilan di Juni 2017 media acara Terbentuk Juli 2017 kepengurusan FA Evaluasi Terbentuk Agustus 2017 Siap kepengurusan FA menghubungi September 2017 media massa Saling kirim Siap untuk Oktober 2017 untuk acara perwakilan di Publikasi Publikasi audiensi ISMKI dan acara Sesi alumni November 2017 kunjungan ke media Desember 2017 Januari 2018 Evaluasi PENUTUP Demikian penjabaran Grand Design Public Relation ISMKI 2017-2018.. Tiada gading yang tak retak. 243 . Wassalamualaikum Wr. Akhir kata terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan mari sama- sama berjuang untuk PR ISMKI dan tentunya untuk ISMKI yang lebih baik. Wb. mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan maupun tata bahasa.

000.00  VPPA : Rp 0.000.00  FP : Rp 122.000.00 244 .00  HPS : Rp 2.000.650.00  VPPD : Rp.500.00  VPE : Rp 2.500.000.000.000..00  PR : Rp 0.200.000.000.000.500.00  ICT : Rp 14.472. REKAPITULASI ANGGARAN DANA ISMKI PERIODE 2017-2018 Wakil Sekretaris Jenderal  VPAD : Rp 0.00  VPI : Rp 0.000.2.32.000.00 Total Anggaran Dana: Rp 89.00  LD : Rp 9.000.00 Bidang  CE : Rp.00  MEP : Rp 16.00  IA : Rp 10.