Pemeriksaan Darah Lengkap

1. Tujuan :
Untuk mendukung diagnosis penyakit dan kelainan darah

2. Metode :
Automatic analyzer

3. Prinsip :
Sampel darah dengan antikoagulan EDTA kemudian dilakukan perhitungan jumlah
sel-sel darah, kadar Hb, Hematokrit, Indeks eritrosit, Hitung jenis leukosit,
menggunakan alat Swelab Alfa.

4. Alat dan bahan :
- Alat fotometer Swelab Alfa
- Darah dengan antikoagulan EDTA
- Alat Roller Mixer

5. Prosedur Kerja :
a. Darah dengan antikoagulan EDTA diletakkan pada alat Roller Mixer
b. Pada alat Swelab Alfa ditekan “New Sample” kemudian dipilih profil baru
(disesuikan umur pasien dengan pilihan yang tersedia), kemudian dimasukan
ID/nama pasien.
c. Darah yang tadi diletakkan pada alat Roller Mixer diambil, kemudian dimasukan
ke alat Swelab Alfa.
d. Ditunggu sampai alat selesai membaca sampel
e. Setelah hasil muncul di monitor, tekan “print” untuk mencetak hasil.

6. Interpretasi Hasil
HGB : L : 13 - 18 [g/dl]
P : 11 - 15 [g/dl]
HCT : L : 40 - 47 [%]
P : 38 - 42 [%]
RBC : L : 4 - 5,5 [10^6/uL]
P : 4 - 5 [10^6/uL]
WBC : L : 4 - 10 [10^3/uL]
P : 5 - 11 [10^3/uL]
PLT : 150 - 450 [10^3/uL]
GRA : 35 - 80 [%]
LYM : 15 - 50 [%]
MID : 2 - 15 [%]
MCV : 80 - 93 [fL]
MCH : 27 - 31 [pg]
MCHC : 32 - 36 [g/dl]

7. Hasil :
HGB : 12,0 [g/dl]

Pria : < 20 mm/jam . Metode : Automatic analyzer 3. kemudian tutup d. Prosedur kerja : a. Klik tombol “Start”.Alat Roller 20 . Pada alat Roller 20.0 [10^3/uL] PLT : 173 [10^3/uL] GRA : 78 [%] LYM : 18 [%] MID : 4 [%] MCV : 82 [fL] MCH : 22 [pg] MCHC : 36 [g/dl] Pemeriksaan LED 1. Disiapkan darah EDTA b. klik tombol 1 “Rak Insertion” kemudian klik “Enter” c. alat akan membaca sampel secara otomatis e. HCT : 43 [%] RBC : 3. Buka penutup sampel dan masukkan sampel pada hole/lubang sampel. 6.8 [10^6/uL] WBC : 11. sampel darah yang telah bercampur dengan antikoagulan EDTA dalam tabung ungu dimasukkan ke dalam alat Roller 20 dengan cara dimiringkan 18o sehingga dapat mempercepat pengendapan 4. Tujuan : Untuk mengetahui laju sedimentasi eritrosit dalam satuan mm/jam 2. Alat dan bahan : . Prinsip : Pada metode otomatis ini.Darah dengan antikoagulan EDTA 5. Tunggu sampai alat selesai membaca sampel dan hasil keluar. Interpretasi Hasil : .

Pipet Tetes 5. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan b. Tujuan : Untuk mengetahui golongan darah pasien . Tujuan : Untuk mendeteksi adanya hormon HCG (Human Chorionic Gonadothropin) dalam sampel urine. 6. Diamati reaksi yang terjadi. 4. Ditunggu sekitar 5 menit d. Hasil : POSITIF Pemeriksaan Golongan Darah 1. . Diteteskan 5-10 tetes urine ke dalam hole sampel c. 2. Alat dan bahan : .Strip Test . Prinsip : Adanya hormon HCG dalam urine sebagai antigen akan berikatan dengan anti HCG yang tertanam dalam striptest dan membentuk substansi berwarna merah. Wanita : < 15 mm/jam 7. Interpretasi Hasil : POSITIF : Jika terbentuk 2 garis yaitu pada zona C (kontrol) dan pada zona T (Test) NEGATIF : Jika hanya terbentuk 1 garis pada zona C (Kontrol) 7. Prosedur Kerja : a.Urine . Hasil : Hasil yang dikeluarkan alat : 55 Pemeriksaan Kehamilan (PPTest) 1. Metode : Imunokromatografi 3.

Object glass . Ditambahkan 1 tetes serum/darah pada masing-masing tetesan reagen tadi d. 7. Prinsip : Didasarkan pada antigen yang terdapat pada sel darah merah yang akan bereaksi dengan antibody yang terdapat pada reagen sehingga membentuk aglutinasi.2. Alat dan bahan : . Diaduk tiap suspensi reagen dengan serum/darah menggunakan tusuk gigi e. Interpretasi Hasil : Golongan darah : A : Aglutinasi pada Anti A. Diamati reaksi yang terjadi 6. Digoyangkan 30-60 detik f.Pipet tetes .Darah/serum .Tusuk gigi . Hasil : Golongan darah B .Reagen Anti-A. Disiapkan object glass pada permukaan yang datar b. Cara kerja : a. Anti-B dan Anti-AB 5. karena golongan darah B mempunyai antigen B dan antibodi A AB : Aglutinasi pada Anti A dan Anti B karena golongan darah AB mempunyai antigen A dan B tetapi tidak mempunyai antibody O : Tidak terjadi aglutinasi karena golongan darah O tidak mempunyai antigen A dan B tetapi memiliki antibodi A dan B. Diteteskan masing-masing reagen pada object glass sebanyak 1 tetes c. karena golongan darah A mempunyai antigen A dan antibodi B B : Aglutinasi pada Anti B. Metode : Slide 3. 4.

BO.Reagen widal (O.AH.Object glass .CH) .Mikropipet 20 uL . Alat dan bahan “ .CO. Prinsip : Adanya antibodi salmonella pada sampel akan bereaksi dengan antigen yang terdapat pada reagen widal sehingga menyebabkan reaksi aglutinasi.H.Serum .AO.Rotary mixer .Tusuk gigi . Pemeriksaan Widal 1.BH. Metode : Slide 3. 4.Yellow tip . Tujuan : Untuk mengetahui adanya antibodi spesifik terhadap bakteri salmonella dalam serum pasien 2.Mikroskop .

CH : Negatif (-) . Hasil diamati pada mikroskop. f.5. e. Digunakan dua object glass. pada object glass pertama diteteskan masing-masing satu tetes reagen widal dengan urutan O-AO-BO-CO dan pada object glass kedua dengan urutan reagen H-AH-BH-CH. Dihomogenkan atau diaduk setiap suspensi reagen widal dengan serum menggunakan tusuk gigi. AH : Negatif (-) . bergerombol +3 (1/320) : Terbentuk aglutinasi besar. Diteteskan masing-masing 20 uL serum pasien pada setiap tetesan reagen tadi d. O : Negatif (-) . Disiapkan alat dan bahan b. Interpretasi Hasil : Negatif (-) : Tidak terbentuk aglutinasi +1 (1/80) : Terbentuk aglutinasi kecil halus +2 (1/160) : Terbentuk aglutinasi sedang. Prosedur kerja : a. Kedua object glass tersebut kemudian diletakan pada alat rotary mixer untuk menggoyangkan masing-masing suspensi reagen dengan serum pada object glass. c. AO : Negatif (-) . bergerombol dan tersebar merata 7. H : Negatif (-) . 6. CO : Negatif (-) . BO : Negatif (-) . selama 1 menit. BH : +2 (1/160) . Hasil : Serum Pasien : .

Diteteskan 4 tetes serum/plasma ke sumur atau hole tempat sampel c. Tujuan : . Prosedur kerja : a. Pada strip test diberikan ID pasien terlebih dahulu b. NON REAKTIF : Hanya muncul satu garis merah pada zona C (kontrol) . Prinsip : . kemudian amati reaksi yang terjadi d. Imunokromatografi - 3. Serum/plasma yang diteteskan pada bantalan sampel bereaksi dengan partikel yang telah dilapisi dengan HBS (antibodi).Sampel serum/plasma - 5. Hasil kemudian dicatat. Campuran ini akan bergerak sepanjang strip membran untuk berikatan dengan antibodi spesifik pada daerah T (test) sehingga menghasilkan garis. Untuk mengetahui sampel reaktif atau non reaktif terhadap pemeriksaan HbsAg - 2.Strip test/ test card HbsAg . Ditunggu selama 5 menit. Alat dan bahan : . - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - . Metode : . - 4. Interpretasi Hasil : .Pipet tetes . Pemeriksaan HbsAg 1. - 6.

Untuk mengetahui sampel reaktif atau non reaktif terhadap pemeriksaan / test HIV - 2. Pada strip test diberikan ID pasien terlebih dahulu b. Sampel serum : REAKTIF - . Imunokromatografi - 3. Diamati reaksi yang terjadi f. Hasil : .Buffer - 5. Hasil kemudian dicatat - 6. Pemeriksaan HIV - 1.Mikropipet 20 uL . Pemeriksaan Kimia Darah . Interpretasi hasil : . 20 uL sampel diteteskan ke sumur / hole sampel pada strip test c. Prosedur Kerja : a. (Bilirubin Total. Tujuan : . Bil.Strip test / test card HIV SD BIOLINE . Metode : . Bil. Serum Pasien : NON REAKTIF - - - - . Antibodi spesifik untuk HIV-1 dan HIV-2 yang terdapat dalam serum/plasma/darah pasien akan berikatan dengan antigen yang tertanam dalam strip test dan membentuk substansi berwarna merah.Yellow tip . . Alat dan bahan : . Tujuan : . REAKTIF : Terbentuk garis merah pada zona C (kontrol) dan T (test) - 7. Direct. NON REAKTIF : Hanya terbentuk satu garis merah pada zona C (Kontrol) . Ditambahkan 3-4 tetes buffer d. Indirect) - 1. - 4.Serum/plasma/darah . Hasil : . REAKTIF : Muncul dua garis merah yaitu pada zona C (kontrol) dan T (Test) - 7. Prinsip : . Hasil ditunggu 10-20 menit e.

0.2 mg/dL .1 . Bilirubin total : 0. Bilirubin indirect : 0.Dewasa .1 .3 mg/dL . - 6. Bilirubin indirect : 0. Interpretasi Hasil : . Dimasukan ke dalam cup c. - 4. Bilirubin total : 1 . Metode : .3 mg/dL - - - - - - - - - - .0 mg/dL .0. Ditunggu sampai alat selesai membaca sampel f.Bayi .1 -1. Bilirubin yang terdapat dalam serum pasien akan bereaksi dengan reagen dalam alat Biosystem A25 yang akan dibaca absorbansinya secara otomatis dengan panjang gelombang yang sesuai.Serum - 5.Blue tip . .1 .Mikropipet 200 uL . bilirubin direct dan bilirubin indirect pada sampel - 2.4.2 mg/dL . Cup diletakan pad arak sampel di dalam alat Biosystem A25 d. Dipilih program test bilirubin dengan menekan/mengklik tombol program e. Bayi : .12 mg/dL .1 . Bilirubin total : 0. Automatic analyzer - 3. Bilirubin indirect : 0. Diambil serum sebanyak sekitar 200 uL dengan mikropipet b. Bilirubin direct : 0.Cup .3 mg/dL . Prinsip : .0. Setelah selesai maka hasil akan muncul di monitor. Bilirubin direct : 0. Alat dan bahan : .0 mg/dL - 7. Prosedur kerja : a. Untuk mengetahui kadar bilirubin total. Hasil : .Alat Biosystem A25 .5 mg/dL . Bilirubin direct : 0.

Pemeriksaan Sedimen Urine - 1. Prinsip : .Unsur organic : .10 /LPK . Supernatant dibuang.Centrifuge . Dipindahkan urine ke dalam tabung centrifuge b.Tabung sentrifuge . Dicentrifuge selama kurang lebih 5 menit c. Kemudian diamati pada mikroskop dengan perbesaran 10x dan 40x - 6.Object glass . Alat dan bahan : . dan diambil presipitatnya dengan menuangkannya ke object glass dan ditutup dengan cover glass d. Metode : .Urine - 5. elemen tersebut dikeluarkan bersama urine tetapi ada pula yang dikeluarkan hanya pada saat-saat tertentu saja. - - - - - - - - - - - - - - - . Untuk mengetahui adnya unsur-unsur organik dan anorganik dalam urine secara mikroskopis - 2. Prosedur kerja : a.Cover glass . Tujuan : .Mikroskop . Interpretasi hasil : . Epitel : 5 . Mikroskopis - 3. Urine mengandung elemen-elemen sisa hasil metabolisme di dalam tubuh. - 4.

Silinder : 0 /LPK . Eritrosit : 0 /LPB .Unsur anorganik : .Lain-lain : - .1 /LPB .Eritrosit : 0 .Leukosit : 2 . Bakteri. Kristal : 0 /LPB - 7. Hasil : . dll. : 0 /LPB .3 /LPB .Epitel : 0 . Leukosit : 0 /LPB . . Spermatozoa : 0 /LPB .2 /LPK .