PERENCANAAN KONSELING

Kasus Anemia

1. Identitas Pasien

Nama : Ny. R
Usia : 29 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Suku Bangsa : Aceh
Pekerjaan : IRT

2. Skrining Gizi
 Pasien terlihat pucat
 sesak nafas
 mual

3. Data Antropometri
BB : 48 kg,
TB 163 cm,
BBI = (TB-100) – 10% = 56,7 kg
Perhitungan IMT : BB/(TB)2 = 48/(1,63)2 = 18.07 kg/m2

4. Data Biokimia
- HB : 9,1 gr/dl
- TTD : 100/80 mmhg

5. Dietary History
 Pasien kurang mengonsumsi air mineral
 Jarang konsumsi buah dan sayur

6. Nutrional intervention

9.7%) untuk membantu meningkatkan kadar albumin.6 + 815 – 408 kkal = 1130. membantu dalam proses penyembuhan luka.  Memberikan makanan yang tidak memperberat fungsi gastrointestinal.7 x BB) + (5 x TB) – (6. Prinsip Diet : Energi Tinggi. karena pasien memiliki keluhan nyeri perut. 7. diberikan sebesar 2 g/kgBB/hari (21. Syarat  Energi diberikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan basal metabolisme  Protein tinggi. kadar hipoalbunemia.7 x 48 Kg) + (5 x 163) – (6.6 kkal .8 x U) = 66 + (13. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat-zat Gizi Perhitungan Kebutuhan Menurut Harris Benedict : BEE = 66 + (13. Bentuk Makanan : Makanan lunak (bubur). sering timbul. Tujuan Diet  Meningkatkan asupan makanan sesuai dengan kebutuhan  Memberikan dukungan gizi enteral tinggi protein sehingga meningkatkan asupan  asupan protein.3 % sebagai penghasil energi bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Protein Tinggi (ETPT) Macam Diet : Diet ETPT.  Lemak cukup diberikan 20% dari kebutuhan energi total sebagai penghasil energi  Karbohidrat diberikan sebesar 58. 8.  Memberikan edukasi pemahaman pentingnya diet pasien untuk penyembuhan.8 x 60) = 66 + 657. sehingga keluhan nyeri perut berkurang  Memperbaiki status gizi dan mempertahankan BB agar tidak jatuh pada kondisi penurunan BB yang drastis. dan kadar Hb.

6 kkal x 1.74 kal : 9kal/gram = 39 gram % Karbohidrat = 100 % – (% protein + % lemak) = 100 % – (21.3 % Karbohidrat (kkal) = 58. Rencana Konseling Gizi .2 x 1.2 Bedrest IF (Injury Factor).7% = 58.3% x TEE = 58.7% Lemak = 20% x TEE = 20% x 1763.1 gram A.74 kkal Lemak (gram) = 352.24 kkal Karbohidrat (g) = 1028. 1.24 kkal : 4 kkal/gram = 257.3 Ileus Obstruksi Protein (gram) = 2 g/kg BB = 2 g x 48 kg = 96 gram % Protein = 96 gram x 4 kal/g x 100% 1763.7 kkal = 21.3 =1763.7 kkal = 352.7% + 20%) = 100% – 41. 1.6 kkal x AF x IF = 1130. TEE = 1130.7 kkal Keterangan : BEE (Basal Energy Expenditure) TEE (Total Energy Expenditure) AF (Activity Factor).3 % x 1763.7 kkal = 1028.

Tujuan Memberikan pelayanan gizi kepada penderita Anemia agar mengetahui sebab akibat serta diit khusus bagi penderita penyakit Anemia 4. R 3.20 menit 5. Tempat Rumah Pasien 6. Monitoring Evaluation a. Waktu15. Parameter 1. Definisi Anemia . 1. Recommendation  Pasien diharapkan tetap mematuhi diet agar kondisi tubuh tetap terjaga. Permasalahan Anemia 2. Materi Materi Terlampirkan B. Pemantauan berat badan pasien C. Perubahan HB pasien 2. Metode Tanya jawab 7.  Perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dalam menjalankan diet agar tercapai tujuandiet  Perlu adanya pengawasan tentang pola makan pasien. Lampiran Materi Penyuluhan A. Sasaran Pasien Ny.

Selain gejala gejala yang telah disebutkan. anemia sedang dan anemia berat. biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala. nafas terasa pendek. kanker dalam saluran pencernaan. makin berat anemia yang diderita (Husaini. dan lain-lain yang sulit dikelompokkan. Kadang gejala anemia dapat saja tak terasa bila masih dalam tahapan awal. . pola pengasuhan yang tidak baik dan sebagainya. Anemia disebabkan oleh multi faktor. belum ada keseragaman mengenai batasan-batasannya. keadaan umum gizi penderita. Kebanyakan orang-orang mempunyai Hb sedikit lebih rendah daripada batas tersebut diatas. sulit konsentrasi. muka-bibir-kelopak mata tampak pucat. pengetahuan tentang gizi yang rendah. namun gejala akan semakin bertambah dengan semakin meningkatnya tingkat severitasnya. Munculnya keluhan letih. Faktor langsung berupa asupan zat gizi yang krang dan penyakit infeksi (seperti cacingan). lamanya menderita anemia. B. Bahaya yang ditimbulkan oleh anemia tingkat berat adalah menyebabkan stroke dan penyakit jantung. lemah. 1989). lesu dan loyo berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. pecahnya pembuluh dara. Tetapi yang adalah bahwa semakin rendah kadar Hb. Anemia merupakan keadaan dimana jumlah sel-sel darah merah kurang dan kadar hemoglobin (hb) seseorang berada dibawah kadar normal (< 11 mg/dl). belum menunjukkan gejala-gejala anemia dan masih kelihatan berada dalam keadaan kesehatan yang baik. Selain itu anemia bisa juga disebabkan oleh pendarahan hebat. kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. lingkungan yang tidak bersih. Sedangkan faktor tidak langsung penyebab anemia diantaranya ketersediaan makanan di tingkat rumah tangga yang kurang. komplikasi dengan penyakit lain. haid yang berlebihan. status ekonomi. telapak tangan tidak merah. Untuk menggolongkan anemia lebih lanjut menjadi anemia ringan. Hal ini disebabkan oleh antara lain perbedaan kelompok umur. kondisi penderita. Gejala-Gejala dan Faktor Penyebab Anemia Anemia adalah keadaan di mana seseorang memiliki jumlah sel darah merah atau mutu sel darah merah yang rendah.

Penggunaan zat besi untuk kepentingan lain di luar pembuatan sel darah merah dapat pula menjadi penyebab menurunnya kuantitas sel darah merah yang nantinya dapat menyebabkan anemia. 2. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Cara mencegah supaya tidak terkena penyakit anemia yaitu: 1. limpa. Konsumsi makanan sumber vitamin C. mangga. Dalam kondisi tubuh yang anemia. diantaranya sebagai sarana transportasi zat gizi terutama oksigen. . Namun umumnya kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe). Konsumsi makanan yang bervariasi. karena yodium membantu metabolisme Hb. asparagus. kanker pada organ penyimpanan serta pembentukan darah seperti hati. jambu biji. Kadang pemeriksaan lain bahkan diperlukan jika diduga adanya kasus anemia non gizi. 3. tindakan pembedahan. Konsumsi garam beryodium. seperti jeruk. Daging merupakan sumber zat besi yang paling baik. kecelakaan. menstruasi. terlalu sering menjadi donor darah bahkan melahirkan. Selain itu anemia juga dapat disebabkan akibat menurunnya kualitas dan kuantitas hemoglobin sel darah merah. Konsumsi teh beberapa jam setelah atau sebelum makan. 4. Oksigen amat diperlukan tubuh untuk proses fisiologis dan biokimia di seluruh jaringan tubuh. Karena teh mengandung zat tanin yang dapat menghambat penyerapan Fe. Kerusakan itu sendiri dapat diakibatkan karena kondisi kurang gizi. Anemia juga dapat timbul karena kerusakan sel darah merah. Selain itu juga terdapat dalam susu. Padahal fungsi sel darah merah amat strategis. dan sumsum tulang dan faktor keturunan. duku. Akibatnya akan muncul berbagai macam gangguan fisiologis. sirsak. Untuk mengetahui pencetusnya perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap. dsb. brokoli. tubuh akan memproduksi sel darah merah "sehat" dalam jumlah yang minim ataupun dengan kualitas yang rendah. C.Dengan kondisi tubuh yang anemik maka pasokan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang. terdapatnya patogen/zat beracun. dsb. Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya anemia seperti kehilangan darah karena luka berat.

upaya penanggulangan anemia gizi diupayakan melalui peningkatan pola hidup sehat dan bersih dengan penerapan norma keluarga sadar gizi dan pola hidup bersih dan sehat. . . dalam jangka panjang. Sedangkan. yaitu pemerintah memberikan suplemen zat besi berupa tablet tambah darah dan penanggulangan kecacingan. Upaya penanggulangan anemia gizi besi jangka pendek.