g.

sifat stratifikasi social

menurut soekanto ( 2009) , ada beberapa sifat dari stratifikasi social, yaitu stratifikasi social
tertutup dan stratifikasi social terbuka. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kedua sifat
stratifikasi social tersebut

1 stratifikasi social tertutup

Stratifikasi social tertutup bersifat membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu
lapisan ke lapisan lain, baik gerakan ke atas maupun ke bawah . pada stratifikasi social tertutup
kemungkinan berpindahnya seseorang anggota kelompok yang satu ke kelompok lainnya kecil
sekali karena setiap stratifikasi social tertutup kebanyakan bersifat turun- temurun . kelemahan
yang paling mendasar dari stratifikasi social tertutup adalah adanya pengekangan hak kebebasan
manusia dan mobilitas social yang sangat terbatas, bahkan tidak terjadi sama sekali.

Masyarakat kasta di india merupakan contoh sistem stratifikasi social yang bersifat tertutup.
Adapun ciri tersebut meliputi keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan atau kelahiran;
keanggotaan yang diwariskan berlaku seumur hidup sehingga seseorang tidak mungkin
mengubah kedudukannya, kecuali bila ia dikeluarkan dari kastanya; perkawinan bersifat
endogen, yang berarti bahwa calon yang mempelai harus dipilih dari orang yang berkasta;
hubungan dengan kelompok social lainnya bersifat terbatas; kasta diikat oleh kedudukan yang
secara tradisional telah ditetapkan ; serta pretise suatu kasta bena-benar diperhatikan.

Stratifikasi social tertutup juga dapat dijumpai pada masyarakat di amerika serikat. Misalnya,
adanya pemisahan yang mencolok antara golongan kulit putih dengan kulit berwarna , terutama
keturunan negro. Sistem ini dinamakan segregasi, yang hampir sama dengan sistem apartheid di
afrika selatan.

Selain itu, stratifikasi sosial tertutup juga dijumpai pada masyarakat bali. Pada masyarakat bali,
terdapat kasta brahmana, satria, vesia, dan sudra. Lapisan kasta brahmana ,satria, dan vesia di
sebut triwangsa sedangkan kasta sudra disebut jaba. Masyarakat pada lapisan jaba merupakan
lapisan masyarakat yang jumlah warganya terbanyak. Kasta dibali diperoleh dari garis keturunan
laki-laki atau patrilineal.

Untuk mengetahui seseorang termasuk kasta yang mana, dapat dilihat dari pemberian nama.
Pada kasta brahmana, biasanya nama seseorang memakai gelar ida bagus. Kemudian, kasta satria
memakai gelar tjokorda, dewa, ngahan. Pada kasta vesia, gelarnya adalah bagus, i gusti, atau
gusti. Sementara itu, kasta sudra memakai gelar pande, kebon, dan pasek. Pada masyarakat bali,
gelar tersebut tidak memisahkan lapisan social dengan ketat, namun sangat penting untuk sopan
santun dalam pergaulan. Disamping itu, hukum adat juga menetapkan hak-hak bagi si pemakai
gelar. Misalnya, dalam hal memakai tanda-tanda, perhiasan, dan pakaian. Sistem kasta dibali
terlihat jelas dalam hal perkawinan, yaitu seorang gadis dari kasta tertentu tidak diperbolehkan
bersuamikan seorang pria dari kasta yang lebih rendah.

Schumpeter(1955) menjelaskkan bahwa kelas-kelas dalam mayarakat terbentuk karena diperlukan untuk menyesuaikan masyarakat dengan keperluan yang nyata. Ogburn &nimkoff (1964) mendefinisikan kelas sosial berdasarkan kriteria tradisional ( besar atau ukuran jumlah anggotanya. sedangkan kedudukan mereka diketahui dan diakui oleh masyarakat umum. Weber ( 1947) membedakan kelas dalam masyarakat menjadi kelas atas dasar ekonomis dan kedudukan sosial. istilah kelas hanya dipergunakan untuk lapisan yang berdasarkan pada unsure-unsur ekonomis. namun tetap mempergunakan istilah kelas bagi semua lapisan. Pada umumnya. Selain itu. Sifat yang umum dijumpai pada stratifikasi social tertutup adalah mobilitas sangat terbatas. dan memiliki antagonisme tertentu. kelas-kelas dalam masyarakat soekanto (2009) mengungkapkan bahwa kelas-kelas dalam masyarakat ( atau disebut kelas social) adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya didalam suatu lapisan. Cirri khas kelas sosial meliputi kelanggengan memiliki lembaga. stratifikasi terbuka ini memberikan perangsang yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat. h. kelas yang bersifat ekonomis masih dibagi kedalam kelas sub-kelas yang bergerak dalam bidang ekonomi. Sementara itu. terutama takut tegeser kedudukannya ke lapisan bawah. berbatas tegas ( bagi kelompok itu dengan kelompok lain ). yang menentukan hak dan kewajiban warganya. Menurut mayer (1955) dalam soemardjan & soemardi (1964). atau bahkan mungkin tidak ada. sedangkan lapisan yang berdasarkan pada kehormatan kemasyarakatan dinamakan kelompok kedudukan. definisi kelas sama dengan definisi lapisan. tanpa memperhatikan apakah dasar lapisan tersebut faktor. stratifikasi social terbuka Pada sifat lapisan ini setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri agar naik lapisan atau bagi mereka yang tidak beruntung.2. yaitu yang menggunakan kecakapannya. Stratifikasi terbuka mempunyai kelemahan. Terdapat perbedaan sifat antara stratifikasi social tertutup dan terbuka. . Kemudian. weber ( 1947 ) juga masih menyebutkan adanya golongan yang mendapat kehormatan khusus dari masyarakat yang dinamakan stand. Ada juga stratifikasi social campuran yang memiliki kombinasi sifat antara stratifikasi social terbuka dan tertutup. Para ahli merumuskan kelas-kelas dalam masyarakat.uang. yaitu anggota-anggota mengalami kehidupan yang selalu tegang dan khawatir. Akan tetapi. bisa jatuh dari lapisan atas ke lapisan dibawahnya. Jadi. makna kelas dan gejala kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti dengan benar apabila dimengerti riwayat terjadinya. tanah. dan kekuasaan. stratifikasi social terbuka kemungkinan mengadakan mobilitas sangat besar. Sementara itu. dan kesmaan kebudayaan).

dan usia. Sehubungan dengan hal ini. didalam masyarakat terdapat tiga kelas sosial. lebih rendah. b. dan kelas bawah (lower class). pemilikan. kriteria pemilikan. status merupakan sekumpulan dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban. Secara subjektif. Pengelompokan masyarakat yang dilakukan berdasarkan kriteria ekonomi berkaitan dengan aktifitas pekerjaan. meliputi kekayaan akan uang dan harta benda. Ada golongan orang-orang yang dikelompokkan berdasarkan pada pemilikan tanah dan benda-benda. kriteria otoritas. Bentuk –bentuk stratifikasi sosial Bentuk-bentuk stratifikasi sosial dimasyarakat dibahas berikut ini. atau sama kedudukannya dengan orang yang berhubungan sosial dengannya. lawang ( 1986) mengemukakan bahwa status mempunyai dua definisi secara objektif dan subjektif. meliputi kesuksesan usaha. I.jenis kelamin. meliputi faktor ras. status merupakan hasil penilaian orang lain terhadap diri seseorang. yaitu: a. Secara garis besar. atau keduanya. Stratifikasi berdasarkan kriteria sosial Stratifikasi yang dilakukan berdasarkan pada kriteria sosial akan berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. pangkat dalam pekerjaan. Linton (1936) merumuskan bahwa status secara umum adalah posisi tempat seseorang berada dalam pola atau hubungan sosial tertentu. Kriteria kualitas pribadi. 2. e. Hasil penilaian ini dapat berupa seseorang lebih tinggi. Stratifikasi berdasarkan kriteria politik . Secara objektif. status merupakan tatanan hak dan kewajiban secara hierarki dalam suatu struktur formal organisasi. Stratifikasi berdasarkan criteria ekonomi Faktor ekonomi akan membedakan penduduk atau warga masyarakat menurut jumlah dan sumber pendapatan. prestasi belajar. Kriteria prestasi. meliputi kebijakan. yaitu kemampuan untuk memengaruhi pihak lain sehingga pihak lain tersebut bertindak seperti yang diinginkan. 1. dan prestasi kerja. d. dan ada pula golongan orang-orang yang dikelompokan berdasarkan pada kegiatannya dibidang ekonomi dengan menggunakan kecakapannya. 3. Sementara itu. Selanjutnya. yaitu kelas atas ( upper class).kecerdasan. kearifan. kelas menengah (middle class). ia juga menyatakan bahwa jika dipisahkan dari individu yang menyandang status. kesalehan. dan kebangsawanan. parsons ( 1949) menyebutkan lima kriteria tinggi rendahnya status seseorang. kriteria kelahiran. c.

Pada puncak piramida kekuasaan. Kepercayaan-kepercayaan terhadap seseorang akan membuahkan kepatuhan terhadap orang yang dipercaya. c. garis pemish yang tegas diantara lapisan masih ada. dan pendeta. sedangkan perasaan cinta biasanya akan menghasilkan perbuatan yang positif. wewenang harus didukung oleh kekuasaan karena jika tidak. tentara. b. seperti piramida kekuasaan.yaitu: a. Rasa cinta –perasaan takut cenderung menimbulkan perbuatan negative. b. Artinya. Tipe kasta –sistem stratifikasi kekuasaan dengan garis-garis pemisah yang tegas dan kaku. terdapat pembedaan penduduk atau warga masyarakat menurut pembagian kekuasaan. wewenang adalah kekuasaan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat sehingga wewenang merupakan otoritas atau legalized power. namun perbedaan antara lapisan lapisan satu dengan yang lain tidak begitu mencolok. Mereka yang menerima pengaruh adalah pengikut-pengikutnya. Garis pemisah antara masing-masing lapisan hampir dapat ditembus. Menurut maclver (1950). Tipe oligraki – dalam tipe ini. Kekuasaan dapat disebut sebagai suatu unsur yang khusus dalam sistem stratifikasi sosial. wewenang tidak akan efektif. sedangkan lapisan terendah terdiri atas budak. d. penguasa tertinggi didukung oleh kaum bangsawan. Kelas menengah mempunyai wrga yang paling banyak. Kekuasaan merupakan kemampuan untuk memengaruhi pihak lain menurut kehendak atau kemauan yang ada pada pemegang kekuasaan. Kekuasaan yang dapat dijumpai pada setiap interaksi sosial antar –manusia atau antar-kelompok mempunyai beberapa unsure. . Pemuja.perdagangan.yaitu: a. Berbeda dengan kekuasaan.Pada stratifikasi ini. sekelompok orang itu dinamakan pemimpin. Apabila kekuasaan itu terdapat dalam diri seseorang atau sekelompok orang. individu masih diberikan kesempatan untuk naik kelapisan yang lebih atas.dan keuangan memegang peranan yang lebih penting. Rasa takut-perasaan takut terhadap seseorang akan menimbulkan kepatuhan yang terpaksa terhadap kemauan dan tindakan orang yang ditakuti. Industry. Walaupun kedudukan warga masyarakat masih banyak dikelompokan berdasarkan pada aspek kelahiran. Lapisan kedua terdiri atas petani dan buruh tani. Tipe semacam ini biasanya dijumpai pada masyarakat yang memiliki gerak vertikal.orang atau sekelompok orang yang memiliki banyak kelebihan dari orang lain akan dipuja oleh orang lain sehingga akan dapat memengaruhi pihak lain dan menghasilkan perilaku yang sesuai dengan keinginan. ada tiga pola umum sistem stratifikasi sosial menurut pembagian kekuasaan. kepatuhan terhadap seseorang bukan merupakan keadaan terpaksa. Berdasarkan definsi ini.

seseorang bisa saja memiliki beberapa kedudukan. Menurut roucek& warren (1962). selain faktor keberuntungan yang juga berpengaruh. Menurut Linton (1936). Status capaian adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan usaha yang disengaja. Dimasyarakat. lingkungan pergaulannya. Kedudukan Kedudukan berbeda dengan kedudukan sosial. 1. Misalnya. dan dirumah kedudukannya sebagai suami serta ayah dari anak-anaknya. antara individu dengan masyarakatnya. kekuasaan Negara fasisme terdapat ditangan partai politik. kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Tipe piramida seacam ini dijumpai pada masyarakat feodal yang telaah berkembang. dikenal dua macam kedudukan. prestisenya. kedudukan seorang laki-laki dalam satu keluarga akan berbeda dengan kedudukan istri atau anak. serta hak dan kewajibannya. dan peranan. Misalnya. yaitu status bawaan dan status capaian. Hanya bedanya. Ada bermacam-macam cara bagi warga dari lapisan yang lebih atas dan warga kelas menengah untuk menjadi penguasa. . namun yang menentukan adalah kemampuannya. sistem sosial adalah pola yang mengatur hubungan timbal balik antar-individu dalam masyarakat. Selain itu. Variasi dari tipe ini adalah stratifikasi yang terdapat pada Negara yang berasaskan fasisme atau Negara totaliter. kedudukan diperoleh karena kelahiran. Sifatnya terbuka bagi siapapun. status bawaan juga dapat dijumpai pada masyarakat dengan stratifikasi sosial terbuka. Status bawaan adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat yang diperoleh tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan. j. seseorang dapat menjadi direktur STIKES asalkan memenuhi syarat tertentu. dan tingkah laku individu tersebut. anak seorang dari kasta satria. kedudukan sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain. Contoh lain. Pada status bawaan ini. namun dilingkungan tempat tinggalnya ia berkedudukan sebagai ketua RW . Menurut Linton (1936). Tipe demokratis-pada tipe ketiga ini. unsure-unsur stratifikasi sosial unsur yang terdapat dalam stratifikasi sosial adalah kedudukan (status). c. bergantung pada kemampuan individu yang bersangkutan dalam mengejar dan mencapai tujuannya. kedudukan adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Kedudukan dan peranan merupakan hal yang penting dan mutlak harus ada didalam sistem sosial. Misalnya. Misalnya. Faktor kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang. seperti pada masyarakat feodal dan masyarakat yang membedakan ras. tampak adanya garis pemisah antar lapisan yang sifatnya bergerak. kedudukan anak seorang bangsawan adalah sebagai bangsawan pula. walaupun kedudukan tersebut tidak diperoleh dari kelahiran. Didalam masyarakat. Sementara itu. anaknya juga akan memperoleh kedudukan sebagai satria status bawaan dapat dijumpai pada masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup. seorang pria di institusi pemerintahan berkedudukan sebagai seorang kepala.

lingkaran sosial. seorang pimpinan institusi duberikan mobil dinas agar mudah menjalankan perannya sebagai pimpinan. Pemisahan peran harus dilaksanakan di masyarakat. keduduan dan peranan tidak bisa dipisahkan karena tidak aka nada peranan tanpa kedudukan. petugas laboratorium. pemberian gelar Doktor Honoriskausa kepada seseorang yang berjasa pada bidang tertentu. Misalnya. 2. yaitu orang yang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya. Assignet status adalah suatu kelompok memberikan kedudukan yang lebih tinggi pada seseorang yang berjasa. Peranan juga menentukan apa yang di perbuatnya bagi masyarakat. yaitu fasilitas peran.keluarga . Fasilitas peran adalah fasilitas yang diberikan masyarakat kepada individu agar dapat melaksanakan perannya. Peranan Peranan adalah aspek dinamis dari kedudukan. Peranan berbeda dengan posisi karena posisi merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu pada organisasi masyarakat. yaitu assigned status. dan peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.yaitu norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi . Beberapa hal yang menyangkut peranan.Disamping kedua macam kedudukan tersebut. Sementara itu. Sementara itu. demikian pula sebaliknya. Peranan juga diatur oleh norma yang berlaku dimasyarakat. peranan lebih banyak merujuk pada fungsi dan penyesuaian diri. apoteker.konflik peran. dan perangkat peranan. Perangkat peran adalah perangkat peranan tertentu yang disiapkan agar dapat berhubungan dengan orang lain. pasien. Misalnya. yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Lingkaran sosial adalah sekelompok sosial tempat seseorang mendapat tempat serta kesempatan untuk melaksanakan peranannya. serta kesempatan apa yang diberikan oleh masyarakat kepadanya. pemisahan peran. Setiap orang memiliki macam-macam peranan yang berasal dari pola pergaulan hidupnya. namun individu tersebut tidak dapat melaksanakan perannya sehingga merasa tertekan karena tidak sesuai dengan peran yang diberiakan.dan petugas administrasi. Pemisahan peran adalah upaya untuk memisahkan individu dengan peranan yang sesungguhnya. polak (1966) menambahkan satu macam kedudukan lagi. konflik peran adalah suatu peranan yang diberikan oleh masyarakat kepada individu. tidak akan ada kedudukan tanpa peranan. Misalnya. Peranan mencakup tiga hal penting. seorang dokter berinteraksi dengan perawat. .