RESUME KOMPILASI

SKENARIO 1

ANATOMI DAN EMBRIOLOGI

COCCYX

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

Skenario 1

ANATOMI DAN EMBRIOLOGI
Ny.Nadia usia 38 tahun,diantar suaminya ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilannya
yang ketiga setelah dua kali mengalami keguguran. Ny.Nadia rajin melakukan ANC setiap
bulan sejak usia kehamilan 5 minggu karena tidak ingin kehilangan lagi. Beliau merasa
antusias karena dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan USG 4 dimensi pada
kandungannya yang kini sudah memasuki trimester 3.Saat melakukan pemeriksaan USG,
dokter menjelaskan bahwa embrio di rahim Ny.Nadia kini menjadi fetus dengan organ-organ
lengkap. Dari monitor tampak anatomi janin dengan jelas. Dokter dengan sabar menjelaskan
kepada Ny.Nadia tentang organ-organ tersebut mulai dari arah cephal ke kaudal. Ny.Nadia
bersyukur karena kehamilan dan janin yang dikandungnya sehat dan tidak ditemukan
kelainan konginetal. Meski demikian dia masih harus menjalani beberapa pemeriksaan untuk
diagnosis prenatal kandungannya.

Klarifikasi Istilah
1. Kehamilan
- Menurut Departemen Kesehatan RI (2002), kehamilan adalah pembuahan dalam
rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami menghasilkan janin yang
tumbuh di rahim.
- Menurut BKK BM, kehamilan adalah proses keluar sel telur matang pada sel
telur kemudian bertemu dengan sperma lalu beruang banyak menjadi sel yang
tumbuh.
- Kehamilan adalah rangkaian peristiwa dari ovum yang dibuahi oleh sperma yang
nantinya akan berkembang menjadi fetus.
- Kehamilan adalah kondisi dimana wanita membawa embrio dalam tubuhnya.
2. Keguguran
- Keguguran adalah kejadian medis kehilangan janin yang belum terbentuk
seutuhnya.
- Kondisi kehilangan janin di bawah umur 28 minggu.
- Menurut Obstretik William, keguguran adalah berakhirnya kehamilan dengan
cara apapun pada usia kehamilankurang dari 28 minggu dihitung dari haid
terakhir/ berat janin 500 gram.
3. ANC (Antenatal Care)
- Antenatal Care adalah pemeriksaan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan
fisik dari ibu hamil dan janin.
- Tujuan dari ANC yaitu untuk koreksi penyimpangan yang terjadi pada ibu hamil.
Sementara itu tujuan dari ANC menurut WHO adalah untuk menurunkan Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak
4. USG
- USG merupakan gelombang ultrasonik (frekuensi tinggi) untuk melihat keadaan
organ tubuh yang bersifat aman dan non radiasi berbeda dengan X-Ray.
- USG dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
1. USG 2 dimensi berupa potongan melintang
2. USG 3 dimensi berupa foto
3. USG 4 dimensi berupa video. USG jenis ini bisa digunakan untuk melihat
kondisi janin lebih jelas, dll.
5. Trimester
- Trimester merupakan periode waktu 3 bulan kalender.
- Pada saat trimester 3 (minggu ke-28 sampai ke-40), ibu sering sesak karena bayi.
6. Embrio
- Awal pertumbuhan dari pertemuan ovum dan sperma sampai usia 8 minggu.
- Tahap bakal sebelum janin (stadium permulaan)
- Tahap awal pertumbuhan vertebrata
7. Rahim
- Bagian sistem reproduksi perempuan dimana tertanam blastokista.

Apa saja kelebihan dan kekurangan USG dan berapa kali disarankan untuk melakukan USG? 7. Fetus disebut juga janin.. Anatomi . Fetus Bayi dari minggu ke-8 sampai kelahiran.Untuk mendeteksi secara dini keadaan janin Rumusan Masalah 1. Kaudal . Anatomi merupakan cabang ilmu biologi yang mmpelajari struktur tubuh manusia. faktor resiko. hewan. Diagnosis prenatal . . tumbuhan.Anatomi terdiri dari dua kata yaitu ana yang berarti atas dan tomos yang berarti memotong. Bentuknya seperti buah pir. .Menuju arah ekor . . .Ilmu yang melukiskan letak organ manusia.Bagaimana cara pemeriksaan untuk menentukan kelainan kongenital? 6. dan berfungsi sebagai tempat perkembangan janin. jenis dan cara/tips menghindari keguguran (abortus spontan)? 2.Apa saja contoh dari diagnosis prenatal? 8.Apa saja tanda-tanda kehamilan? 3. 8.Timbul akibat konsepsi kehidupan 13.Cara-cara untuk mengetahui kesehatan atau kondisi fetus yang belum lahir. Cephal . Disebut juga sebagai ilmu urai.Kelainan bawaan lahir karena genetik maupun non-genetik (infeksi).Lawan dari kaudal 11.Apa saja tanda. terdiri dari badan fundus.Apa saja faktor perkembangan fetus? 9Apa saja konsep pemeriksaan ANC? . mekanik.Apa saja faktor yang mempengaruhi kelainan kongenital? 5.Lawan dari cephal 12. . 10.. ..Potongan tubuh yang terorganisir. gejala. 9.Menuju ke arah kepala . Kelainan kongenital .Bagaimana jadwal pemeriksaan ibu hamil? 4.

Sebelum spermatozoa dapat membuahi oosit.Learning Object Fertilisasi Fertilisasi adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita. yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. suatu selubung dari glikoprotein dari protein-protein plasma segmen dibuang dari selaput plasma yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. 1994). 1994). Selama waktu ini. Kapasitasi adalah suatu masa penyesuaian di dalam saluran reproduksi wanita.Pergerakan naik ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. . Hanya sperma yang menjalani kapasitasi yang dapat melewati sel korona dan mengalami reaksi akrosom (Langman. mereka harus mengalami proses kapasitasi dan reaksi akrosom (Langman. yang terjadi di daerah ampulla tuba fallopii.Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk kedalam saluran telur.

Saat spermatozoa masuk ke dalam membrane oosit. Perlu diketahui bahwa spermatozoa dan oosit masing-masing memiliki 23 kromosom (haploid). spermatozoa lain tidak akan bisa masuk lagi karena aktifasi dari enzim oosit sendiri (Langman. Fusi oosit dan membran plasma. 1994). Respon sel telur setelah spermatozoa masuk ke oosit : a Reaksi korteks dengan zona Setelah pelepasan enzim lisosom. Fase fertilisasi mencakup fase 3 fase: 1. Dua puluh tiga kromosom dari ibu dan dua puluh tiga kromosom dari ayah membelah sepanjang sentromer. membrane oosit menjadi tidak dapat dipenetrasi oleh sperma lainnya karena perubahan struktur dan komposisi zona pelusida b Melanjutkan pembelahan meiosis kedua c Pengaktifan metabolik sel telur d Pengaktifan meliputi proses selular dan molecular awal yang berkaitan dengan embryogenesis dini. Reaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan diinduksi oleh protein-protein zona. dan kromatid-kromatid yang berpasangan tersebut saling bergerak ke kutub yang berlawanan. Penembusan zona pelusida. Spermatozoa bergerak masuk ke membrane oosit dan mencapai inti oosit. Penembusan korona radiata. Zona pelusida adalah sebuah perisai glikoprotein yang mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi reaksi kromosom. Hanya 1 spermatozoa diantara 200-300 juta spermatozoa yang ada di saluran kelamin yang berhasil menembus zona pelusida. 1994) 3.1994). sehingga menyiapkan sel zigot yang masing-masing mempunyai jumlah kromosom yang normal (Langman. Baik kepala maupun ekor spermatozoa masuk dalam sitoplasma oosit. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida. antara lain akrosin dan zat-zat serupa tripsin (Langman. selama masa penyatuan masing-masing pronukleus melakukan sintesis DNA. 2. kromosom tersusun dalam gelendong untuk melakukan pembelahan secara mitosis yang normal. Spermatozoa-spermatozoa yang mengalami kapasitasi tidak akan sulit untuk menembusnya (Langman. 1994). . Segera setelah sintesis DNA.

imunitas terhadap spermatozoa. membelah lagi membentuk morula (Langman. Kemudian keduannya melakukan replikasi DNA untuk persiapan pembelahan mitosis. oosit bisa mengalami degenerasi dalam waktu 24 jam setelah ovulasi.Morula adalah. kumpulan dari 16-30 sel blastomere. . dll. Infertilitas pada pria disebabkan oleh kurangnya jumlah sperma dan/atau buruknya motilitas sperma. 2010). sedangkan sel-sel di sekitar membentuk massa sel luar. Hasil utama fertilisasi : 1 Pengembalian jumlah diploid kromosom Separuh krosmosom berasal dari ayah dan separuhnya lagi berasal dari ibu. 1994). sel-sel embrio yang termampatkan tersebut. 1994). Setiap sel yang baru besarnya sama dengan sel awal dan nama morula berarti mulberry. jadi pertumbuhannya tidak banyak terlihat. Sel-sel bagian dari morula merupakan massa sel dalam. Infertilitas pada wanita dapat diakibatkan oleh sejumlah penyebab. mucus serviks yang tidak bersahabat. Karena sel-sel ini muncul dari pembelahan (cleavage) dari zigot dan semua terdapat pada zona pelusida yang tidak ?ias membesar. Kira-kira setelah 3 hari setelah pembuahan. 2 Penentuan jenis kelamin individu baru 3 Sperma pembawa kromosom X menghasilkan mudigah wanita dan pembawa kromosom Y menghasilkan mudigah pria 4 Inisiasi pembelahan Tanpa fertilisasi. oosit yang telah dibuahi mulai pembelahan pertamanya (Anonimus. 2010). C Pembelahan Kira-kira 24 jam setelah fertilisasi. Infertilitas dapat terjadi pada pria maupun wanita. karena mirip seperti kumpulan sel-sel setengah bulat (Anonim. meliputi oklusi tuba uterine. tidak tejadinya ovulasi. Spermatozoa membengkak dan membentuk pronukleus pria yang akan berkontak erat dengan pronukleus wanita (keduanya haploid). Setelah zigot mencapai tingkat dua sel. Sel ini dikenal sebagai blastomer yang akan berbentuk seperti gumpalan yang padat (Langman. ia menjalani serangkaian pembelahan mitosis yang mengakibatkan bertambahnya jumlah sel dengan cepat.

embrioblast. dan rongga amnion. sel terluar dari morula yang masih diselubungi . ZIGOT 2-SEL EMBRIO 4-SEL EMBRIO 8-SEL EMBRIO MORULA Gambar 2.1994).1 Perkembangan sel menjadi morula D Pembentukan blastokista. Pada hari ke-4 setelah inseminasi. yang kemudian ikut membentuk plasenta (Langman. Massa sel dalam akan membentuk jaringan-jaringan embrio yang sebenarnya. sementara massa sel luar akan membentuk trofoblastt.

Gambar 2. 2010).2 Struktur morula 1. Zona pelusida kini sekarang sudah menghilang.Pellucid zone 3. Blastocyst cavity Pada akhir hari ke-5 embrio melepaskan diri dari zona pelusida yang membungkusnya. sehingga implantasi bisa dimulai (Langman. 2010) Gambar 2.Melalui serangkaian siklus pengembangan-kontraksi embrio menembus selimut pelusida.Trophoblast 4 .Hal ini didukung oleh enzim yang dapat melarutkan zona pelusida pada kutub embrionik. Pelepasan embrio ini dinamakan hatching (Anonimus. 1994). menipis dan membentuk dinding epitel untuk blastokista. Sebuah rongga terbentuk pada di interior blastokista dan Kira-kira pada waktu morula memasuki rongga rahim.Embryoblast 2. cairan mulai menembus zona pelusida masuk ke dalam ruang antar sel yang ada di massa sel dalam (inner cell mass).3 Hatching 1.dengan zona pelucida mulai berkumpul membentuk suatu pemadatan (Anonimus.Pellucid zone . Sedangkan sel-sel di massa sel luar atau trofoblast. Sel-sel embrio berkembang dari inner cell mass yang sekarang disebut embrioblastt.

2. 2010). Sel-sel dari masing-masing lapisan mudigah membentuk . 2000). yaitu sel-sel decidua (Prawiroharjo.(b) sinsitiotrofoblast. Ha ini jelas terlihat ketika meneliti blastokista dimana inner cell mass sudah terbentuk.Pada daerah di atas embrioblast. Gambar 2. trofoblast berdiferensiasi menjadi 2 lapisan: (a) sitotrofoblast . Trofoblast mempunyai kemampuan untuk menghancurkan dan mencairkan jaringan permukaan endometrium dalam masa sekresi. blastokista sebagian terbenam di dalam stroma endometrium. Polaritas lebih terfokus pada satu kutub dari interior belahan blastokista yang terdiri dari blastomer (Anonimus.Trophoblast (outer cell mass) 3. Sel-sel dari embrioblast juga berdiferensiasi menjadi dua lapisan. yaitu lapisan hipoblast dan epiblast. Epiblast (part of the inner cell mass) Gambar 2.4 invasi endometrium Polaritas dari embrio dapat terlihat pada waktu pembentukan kutub embrionik dan kutub abemrioalik.Hypoblast (part of the inner cell mass) 4.5 Perjalanan embrio sampai ke Rahim Pada perkembangan hari ke-8.Blastocyst cavity 5 .

1994). dan darah ibu mulai mengalir melalui system trofoblast. Sel-sel sinsitiotrofoblast menembus lebih dalam ke stroma dan merusak lapisan endotel pembuluh-pembuluh kapiler ibu. Pada hari ke 13 Terjadi poliferasi sel-sel sitotrofoblas secara local dan menembus ke dalam sinsitiotrofoblas sehingga membentuk kolom yang diselubungi oleh sinsitium (vilus primer). Rongga ini mengelilingi kantung kuning telur primitive dan rongga amnion kecuali pada tempat cakram mudigah berhubungan dengan trofoblast melalui tangkai peghubung (Langman. sel-sel gepeng bersama dengan hipoblast membentuk lapisan eksoselom (kantung kuning telur primitif) (Langman. 1994). Segera setelah terbentuk rongga-ronga besar di dalam mesoderm ekstraembrional. Hipoblas mengsilkan sel-sel lain yang bermigrasi disepanjang bagian dalam membrane eksoselom. 1994). blastokista telah tertanam sepenuhnya di dalam stroma endometrium. blastokista semakin terbenam di dalam endometrium. dan ketika rongga-rongga ini menyatu. dimana vakuola-vakuola apa sinsitium trofoblast menyatu membentuk lakuna-lakuna yang besar. yang dikenal dengan nama rongga khorion. dan rongga ini membesar menjadi rongga amnion (Langman. Sel-sel ini berasal dari kantong kuning telur dan akan membentuk suatu jaringan penyambung yang disebut mesoderm ekstraembrional.Pembuluh-pembuluh rambut ini tersumbat dan melebar dan dikenal sebagai sinusoid. Sementara pada kutub anembrional. pada masa ini terlihat proses lakunaris. 1976). Trofoblast yang ditandai dengan lacuna dan sinsitium akan membentuk sebuah jalinan yang saling berhubungan. Sel-sel tersebut berpoliferasi membentuk rongga baru dalam rongga eksoselom yang disebut yolk sac sekunder atau .sebuah cakram datar dan keduanya dikenal sebagai cakram mudigah bilaminer. sehingga terjadilah sirkulasi utero-plasenta (Langman. Semetara itu. Pada saat yang sama terdapat rongga kecil muncul di dalam epiblast. 1994). Lakuna sinsitium kemudian berhubungan dengan sinusoid. di mana pada akhirnya akan mengisi semua ruang antara trofoblastt di sebelah luar dan amnion beserta selaput eksoselom di sebelah dalam ( langman.1994). Pada hari ke-11 dan 12. dan luka berkas penembusan pada permukaan epitel ditutup dengan fibrin. Pada hari ke-9. Rongga khorion ini terbentuk dari sel-sel fibroblast mesodermal yang tumbuh disekitar embrio dan yang melapisi trofoblast sebelah dalam (Prawiroharjo. terbentuklah sebuah rongga baru. sekelompok sel baru muncul di antara permukaan dalam sitotrofoblast dan permukaan luar rongga eksoselom.

terbentuklah 3 lapisan mudigah—yang terdiri dari ectoderm. Pada perkembangan selanjutnya.dan berdiferensiasi menjadi jaringan dan organ-organ (Langman. Sel-sel epiblast berpindah mengikuti garis primitive untuk membentuk mesoderm dan entoderm intraembrional. cakram mudigah terdiri dari dua cakram yang berhadapan (diskus germinativum bilaminer). bergerak ke depan hingga mencapai lempeng prekordal. sel-sel ini menjadi bentuk seperti botol. 2. dan endoderm) (Langman. 1994). 1994). Setelah tiba di daerah garis tersebut. mesoderm. Pada akhir minggu kedua.produksi dari embrio. Selama periode ini embrio mengalami perubahan-perubahan yang cukup menonjol (Anonimus. embriogenesis adalah proses pembelahan sel dan diferensiasi sel dari embrio manusia yang terjadi pada saat tahap-tahap awal dari .perkembangan dari individu yang baru yang terjadi secara seksual yaitu dari zigot. ektoderm. Secara umum. Gastrulasi dimulai dengan pembentukan primitive streak (garis primitive) pada permukaan epiblast (Langman. 2010). dan terbentuklah sebuah tali padat. memisahkan diri dari epiblast dan endoderm yang baru saja terbentuk untuk membentuk mesoderm. Notokord akan menentukan Sumbu tengah dari embrio yang akan menentukan situasi ke depan mengenai dasar tulang belakang dan dapat menyebabkan diferensiasi dari ektoblast untuk membetuk neural plate (Anonimus. Terbentuk kista eksoselom. EMBRIOGENESIS Menurut Dorland’s Illustrated Medical Dictionary. yaitu epiblas yang membentuk lantai rongga amnion yang terus semakin meluas dan hipoblas yang menutup atap kantung kuning telur sekunder. 2010). mesoderm. Sel-sel prenotokord yang bergerak masuk ke dalam lubang primitif. dan endoderm—. Mereka menempatkan diri dalam endoderm sebagai lempeng notokord. yolk sac definitive. terjadi proses epithelio-mesenchymal layer (gastrulasi pada vertebrata kelas bawah). Dengan demikian epiblast. walaupun terjadi proses gastrulasi. Karena itu. cakram hipoblas memperlihatkan sedikit penebalan yang dikenal sebagai lempeng prekordal. Embriogenesis adalah : 1. Terbentuk korda umbilikalis (tali pusat). lempeng ini mengelupas dari endoderm.1994). Sel-sel yang tetap berada di epiblast kemudian membentuk ectoderm. pada akhir minggu ke-3. E Cakram mudigah trilaminer Cakram mudigah bilaminer sendiri berdiferensiasi menjadi embrio trilaminer. notokord. Di daerah kepalanya. merupakan sumber dari semua lapisan germinal pada embrio (yaitu.

perkembangan manusia. oosit berada pada meiosis kedua dan dilapisi oleh zona pelusida dan beberapa sel granulose. mendapatkan pendarahan daripembuluh- pembuluh darah di sekitarnya. Melalui kegiatan penyapuan yang dilakukan oleh fimbriae tuba. yang menjadi semakin kecil pada setiap pembelahan. mulailah terlihat sebuah rongga dan terciptalah blastokista. Blastomer yang mampat tersebut membelah membentuk sebuah morula 16 sel. 8. yang membentuk korpus luteum dan menghasilkan progesterone. Dibawah pengaruh LH. oosit dibawa ke saluran telur rahim. blastomer. sel-sel ini menghasilkan suatu pigmen berwarna kekuningan dan berubah menjadi sel luteal. Tahap-tahap embrogenesis a. 4 Perjalanan oosit Setelah oosit masuk ke saluran telur rahim. 6 Fertilisasi 7. Tepatnya. Pembelahan Menghasilkan bertambahnya jumlah sel. 3 Korpus luteum Setelah ovulasi. Pembentukan blastokista Ketika morula memasuki rongga rahim.1994). dikenal sebagai korpus albikans. sel granulose yang tertinggal di dinding yang sudah pecah. 5 Korpus albikans Korpus luteum yang mengecil kembali karena degenerasi sel uteal dan membentuk masa jaringan parut fibrotic. sejumlah folikel mulai tumbuh. 2 Ovulasi Pada saat ovulasi. Pada manusia pengangkutan oosit yang sudah dibuahi berlangsung dalam waktu kira-kira 3-4 hari. Tahapan perkembangan embrio  Minggu 1 1 Daur ovarium Pada setiap daur ovarium. Massa sel dalam akan berkembang menjadi embrionya sendiri dan terletak di satu . dan hanya satu oosit yang dikeluarkan pada saat ovulasi. bersama dengan sel teka interna. ia didorong ke arah rongga rahim oleh kontraksi dinding otot. Setelah tiga kali pembelahan. pada hari ketiga atau keempat setelah pembuahan. blastomer mengalami pemampatan menjadi lapisan dalam dan lapisan luar. embriogenesis terjadi pada saat spermatozoa bertemu dan menyatu dengan ovum yang disebut fertilisasi sampai akhir dari minggu ke-8 dari perkembangan manusia (Langman. tetapi hanya satu yang mengalami kematangan sempurna.

Perkembangan Hari Ke-8  Blastokista sebagian terbenam di dalam Stroma Endometrium  Trofoblas (massa sel luar) berdiferensiasi menjadi 2 lapisan . Sedangkan massa sel luar akan membentuk trofoblas.Sitotrofoblas : satu lapisan sel-sel berinti tunggal di sebelah dalam . Sel yang terbentuk akan menjadi semakin kecil pada setiap pembelahan. Sel bagian dalam akan membentuk massa sel dalam dan sel yang disekitar akan membentuk massa sel luar. Proses fertilisasi merupakan bagian embriologi minggu pertama. Lapisan hipoblas : satu lapisan sel-sel kecil kuboid berdampingan dengan rongga blastokista . 9 .Sinsitiotrofoblas : satu zona luar berinti banyak tanpa batas sel yang jelas (penghasil hCG)  Embrioblas (massa sel dalam) berdiferensiasi menjadi 2 lapisan : .Lapisan Epiblas : satu lapisan sel silinder tinggi bersebelahan dengan rongga amnion  Muncul rongga kecil didalam epiblas yang disebut rongga amnion. Massa sel dalam akan membentuk embrio. kutub blastokista tersebut. Lalu pada hari ke 5 – 6 blastokista akan mulai implantasi di endometrium.Rahim pada saat implantasi Dinding rahim terdiri atas tiga lapisan: 1 Endometrium: selaput lendir yang melapisi dinding bagian dalam 2 Miometrium: lapisan tebal otot polos 3 Perimetrium: peritoneum yang melapisi dinding sebelah luar. zigot akan membelah secara mitosis dengan cepat. Dalam keadaan ini mudigah disebut sebagai blastokista dan plasenta akan menghilang. . Sel – sel ini akan terus membelah.  Minggu 2 Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Kedua) Pada tahap ini dimulai awal hari kedelapan sampai akhir minggu kedua. Sel – sel ini disebut blastomer. dan pada tingkat 16 sel disebut morula. Massa sel luar menelilingi sel-sel dalam tersebut serta rongga blastokista akan membentuk trofoblas. serta sel-sel epiblas yang dekat dengan sitotrofoblas disebut amnioblas. Setelah zigot mencapai tingkat 2 sel. Ruang antar sel berangsur menyatu membentuk blastokel.

namun kadang-kadang dapat terjadi pendarahan. sehingga terjadi sirkulasi utero-plasenta  Muncul sel-sel dari sel kantong kuning telur dan membentuk suatu jaringan penyambung yang halus dan longgar yang dikenal mesoderm ekstraembrional ( akhirnya akan mengisi semua ruang antara trofoblas di sebelah luar dan amnion serta selaput eksoselom di sebelah dalam. Jika vakuola-vakuola ini menyatu akan terbentuk lacuna- lakuna besar  Pada kutub abembrional. sehingga membentuk silinder-silinder sel yang dikelilingi sinsitium yang dikenal dengan villi primer . selaput ini melapisi permukaan dalam sitotrofoblas. Akibat dari meningkatnya aliran darah ke dalam ruang-ruang lacuna  Muncul sel-sel dari trofoblas yang berpoliferasi setempat dan menembus ke dalam sinsitiotrofoblas. sehingga kapiler ini tersumbat dan melebar yang dikenal dengan sinusoid  Karena Trofoblas merusak sinusoid.  Setelah terbentuk rongga besar di dalam mesoderm ekstraembrional. luka Endometrium telah sembuh. Selaput ini bersama dengan hipoblas akan membentuk rongga eksoselom (kantung kuning telur primitive) Perkembangan Hari Ke-11 sampai 12  Blastokista telah terbenam seluruhnya di dalam Stroma Endometrium  Sel-sel sinsitiotrofoblas menembus ke stroma dan merusak lapisan endotel pembuluh- pembuluh kapiler ibu. sel-sel gepeng yang mungkin berasal dari hipoblas membentuk suatu selaput tipis yang dikenal selaput eksoselom (selaput Heuser). Perkembangan Hari Ke-9  Bastokista semakin dalam terbenam di dalam Stroma Endometrium  Tahap lacunaris : Trofoblas mulai berkembang membentuk vakuola-vakuola pada sinsitium. sehingga darah mengalir melalui system trofoblas. dan menyatu terbentuklah rongga baru yang dikenal selom ekstraembrional (rongga khorion)  Mesoderm ekstraembrional somatopleural adalah Mesoderm ekstraembrional yang membatasi sitotrofoblas dengan amnion. Sedangkan Mesoderm ekstraembrional splanknopleural adalah Mesoderm ekstraembrional yang menutupi kantung kuning telur Perkembangan Hari Ke-13  Pada hari ini.

Kemudian sel-sel ini berpoliferasi dan berangsur-angsur membentuk rongga baru didalam rongga eksoselom yang dikenal dengan kantung kuning telur sekunder atau kantung kuning definitive  Menjelang akhir minggu kedua. Di daerah kepalanya.  Muncul sel-sel hipoblas yang bermigrasi kedalam selaput eksoselom. Sel-sel dari lapisan mudigah mesoderm intraembrional bermigrasi di antara dua lapisan mudigah lainnya sampai terbentuk hubungan dengan mesoderm ekstraembrional yang membungkus kantung kuning telur dan amnion. cakram mudigah terdiri dari dua cakram sel yang berhadapan : epiblas yang membentuk lantai rongga amnion yang terus semakin meluas dan hipoblas yang membentuk atap kantung kuning telur sekunder. 4 Perkembangan trofoblas lebih lanjut . epiblas semuanya menghasilkan tiga lapisan mudigah pada mudigah tersebut. Notokord membentuk sumbu tengah. bergerak ke depan hingga mencapai lempeng prekordal. Di daerah nodus dan garis ini sel-sel epiblas bergerak masuk (invaginasi) membentuk lapisan-lapisan sel baru. 3 Pertumbuhan cakram mudigah Pada akhir minggu ketiga terbentuklah tiga lapisan mudigah yang terdiri atas ectoderm.  inggu 3 1 Gastrulasi  Terbentuknya 3 lapis jaringan. Dan deferensiasi jaringan dan organ sudah mulai. dan endoderm. mesoderm. dan terbentuklah sebuah tali padat. yang akan menjadi dasar bagi kerangka sumbu badan. notokord definitif. 2 Pembentukan notokord Sel-sel prenotokord yang bergerak masuk di dalam lubang primitif. Mereka menempatkan diri dalam endoderm sebagai lempeng notokord.  Yang dimulai dengan munculnya garis primitif yang pada ujung kepalanya terdapat nodus primitif. Pada perkembangan selanjutnya lempeng ini akan mengelupas dari endoderm. cakram hipoblas memperlihatkan sedikit penebalan yang dikenal sebagai lempeng prekordal. a Ektoderm b Mesoderm terbentuk dari epiblas c Endoderm Karena itu. dintaranya adalah sebagai berikut.

4 kulit. 3 epitel sensorik telinga. sistem-sistem organ telah terbentuk. B Tahapan Lapisan Mudigah EKTODERM membentuk organ dan struktur-struktur yang memelihara hubungan dengan dunia luar: 1 susunan saraf pusat 2 sistem saraf tepi. suatu massa yang dikenal sebagai massa embrionik atau masa organogenesis (proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup(hewan dan manusia). ciri-ciri utama bentuk tubuh mulai jelas. trofoblas cepat berkembang. Menjelang masa akhir embrionik ini. tempat munculnya pembuluh-pembuluh kapiler kecil. kelenjar mammae. dan kelenjar keringat. Karena pembentukan organ ini. Pada saat yang sama. Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula). termasuk rambut dan kuku. masing-masing lapisan dari ketiga lapisan mudigah ini membentuk banyak jaringan dan organ yang spesifik. system villi tersebut sudah siap memasok zat-zat makanan dan oksigennya kepada mudigah. ketika kapiler villi ini berhubungan dengan kapiler di dalam lempeng korion dan tangkai penghubung. Villi primer sudah memiliki inti masenkim.email gigi. hidung dan mata. 5 kelenjar hipofisis. Menurut Langman (1994). ORGANOGENESIS A Definisi Selama perkembangan minggu ke-3 sampai minggu ke-8. Sebagai akibat pembentukan organ. Masa mudigah berlangsung dari perkembangan minggu keempat hingga kedelapan dan merupakan masa terbentuk jaringan dan sistem organ dari masing-masing lapisan mudigah. Lapisan Ektodermal berdiferensiasi menjadi:  Ektoderm Luar (Epidermis) o Epidermis o Rambut o Kuku o Kelenjar sebaceous . bentuk mudigah banyak berubah dan ciri-ciri utama bentuk tubuh bagian luar sudah dapat dikenali menjelang bulan kedua.

Susunan syaraf simpatis. Epitelium pipi) o Lensa mata. Enamel gigi.       Lapisan mudigah MESODERM mengasilkan :  mesenkim di kepala  somit membentuk miotom (jaringan otot)  skeletom (tulang rawan dan sejati)  dermatom (jaringan subkutan kulit) 1 jantung 2 pembuluh nadi . kornea  Krista Syaraf (Neural crest cells) o Susunan Syaraf Tepi (SST) (Sel Schwann. lapisan germinativum ektoderm memiliki bentuk seperti cakram yang lebih besar di bagian sefalik daripada kaudal. Susunan syaraf parasimpatis) o Medula Kelenjar Adrenal o Sel Melanosit o Tulang rawan wajah o Dentin gigi o Lensa mata. kornea  Buluh Syaraf (Neural tube) o Otak o Kelenjar hipofise posterior o Medula Spinalis o Syaraf motorik o Retina mata Pada awal minggu ketiga perkembangan. Sel Neuroglia. o Epitelium mulut (Kelenjar hipofise anterior.

Usia mudigah dapat ditentukan secara akurat selama periode awal ini dengan menghitung jumlah somit. 5 pasang lumbal. 5 pasang sakral. . 3 pembuluh getah bening 4 semua sel darah 5 sel getah bening 6 sistem kemih-kelamin. 7 limpa dan korteks adrenal juga merupakan turunan dari mesoderm. pada awal minggu ketiga mesoderm paraksial mulai tersusun membentuk segmen-segmen yang dikenal sebagai somitomer. dan saluran-salurannya (tetapi tidak termasuk kandung kemih). 8 pasang somit servikal. Pada akhir minggu kelima. .Mesoderm paraksial. terdapat 42-44 pasang somit terdapat 4 pasang somit oksipital. Somitomer adalah kumpulan mesoderm paraksial yang tersusun longgar dan bersegmen di regio kranial. dan 8-10 pasang koksigeal. gonad. terpisah menjadi lapisan parietal dan viseral yang masing – masing melapisi rongga intraembrional dan mengelilingi organ – organ. Mesoderm lempeng lateral. Lapisan viseral dan endoderm embrional akan membentuk dinding usus. ginjal. Mesoderm dari lapisan parietal bersama ektoderm diatasnya akan membentuk tubuh lateral dan ventral. 3 komponen penting : . 12 pasang torakal.

Sistem urogenital (ginjal. gonad. untuk sementara menghubungkan mesoderm paraksial dengan mesoderm lempeng lateral.  saluran pernafasan. limpa dan kelenjar suprarenal juga merupakan derivat mesoderm. Mesoderm intermediat.  kandung kemih  parenkim tiroid. Akhirnya. Lapisan mudigah ENDODERM menghasilkan :  lapisan epitel saluran pencernaan. vena. . pembuluh limfe dan semua sel darah). arteri. Akan berdiferensiasi menjadi struktur urogenital. dan saluran-salurannya kecuali kandung kemih). . Mesoderm juga menghasilkan sistem vaskular (jantung.  paratiroid.

 epitel kavum timpani  tuba eustachius juga berasal dari endoderm.  hati dan  kelenjar pankreas.  Minggu 4-8 Gambar : hari ke 15-17 (minggu ketiga) hari ke 17-19 hari ke 19-21 hari ke 22-23 hari ke 23-26 hari ke 35-38 hari ke 37-42 hari ke 42-44 . Hubungan dengan kantung kuning telur dan plasenta dipertahankan masing- masing melalui duktus vitellinus dan tali pusat.

Pada minggu ke-5 Plakoda nasalis mengalami vaginasi (sel2 bergerak menuju medial)  fovea nasalis dan prominensia nasalis. yakni gelembung-gelembung otak primer : prosensefalon. mesensefalon. Ujung sefalik tabung syaraf terdapat 3 pelebaran.hari ke 44-48 hari ke 48-51 hari ke 51-53 hari ke 53-54 hari ke 54-56 hari ke 56-60  Organogenesis syaraf Sistem syaraf pusat tampak pada permulaan minggu ke-3 sebagai lempeng penebalan ektoderm yang berbentuk seperti sandal. Ketika berumur 5 minggu. telensefalon dan diensensefalon. kemudian lipatan ini saling mendekat dari garis tengah dan akhirnya bersatu.Telensefalon dibentuk oleh bagian tengah dan 2 tenjolan lateral.Telensefalon merupakan gelembung otak yang paling rostrol. prosensefalon terdiri 2 bagian.  Organogenesis facialis Pada minggu ke-4 Sudah mulai terbentuk prominensia fasialis yang tersusun dari (jaringan) mesenkim yang berasal dari Krista neuralis dan mayoritas dibentuk oleh pasangan pertama arkus faring.Diensefalon ditndai oleh pembentukan gelembung-gelembung mata. Pada minggu ke-6 hingga minggu ke-7 . terbentuklah tabung saraf. Pinggir lempeng kemudian meninggi dan membentuk lipatan-lipatan syaraf. dan rhombensefalon. Lempang terletak di dorsal tengah dan di depan lubang primitif. berkembang dibagian median prosensefalon.

bilah palatum) yang berasal dari prominensia maksilaris. 1 KELAINAN KONGENITAL A DEFINISI Kelainan kongenital. Kelainan kongenital dapat dikenali sebelum kelahiran. lalu mengalami kanalisasi membentuk duktus nasolakrimalis. atau beberapa tahun kemudian setelah kelahiran.  Prominensia nasalis mediana yang menyatu memiliki 3 struktur (komponen bibir  membentuk filtrum bibir atas. komponen rahang atas yang membawa 4 gigi seri / insisivus dan komponen langit2 yang membentuk platum primer berbentuk segitiga  Pada minggu ke-6 terdapat pertumbuhan membentuk bilah (palatine shelves / bilah . Pada minggu ke-7 bilah tumbuh ke atas mendekati posisi horizontal lalu menyatu  palatum sekunder lalu menyatu juga dengan palatum primer (lihat point sebelumnya). lahir mati atau kematian segera setelah lahir. fungsional dan metabolik yang sudah ada sejak lahir. lalu ujung atasnya melebar  sakus lakrimalis  Korda (lihat point sebelumnya) lepas. pada saat kelahiran. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus. Pertumbuhannya mengarah oblik ke bawah di kedua sisi lidah.  Pada minggu ke-6 fovea nasalis semakin ke dalam karena pertumbuhan prominensia nasalis dan penetrasi ke mesenkim di bawahnya.  Prominensia maksilaris menekan prominensia nasalis mediana ke arah medial  bibir atas  Prominensia mandibularis bergerak ke arah medial  menyatu  bibir  Prominensia maksilaris membesar  pipi dan maksila  Di dasar alur nasolakrimal ada ektoderm membentuk korda epitel padat yang melepaskan diri dari ektoderm di atasnya. cacat lahir dan anomali kongenital adalah istilah-istilah sinonim yang digunakan untuk menjelaskan gangguan struktural. Pada saat yang bersamaan septum nasale bergabung dengan sefalik palatum yang baru terbentuk. lalu prominensia maksilaris dan prominensia nasalis lateralis bergabung  Duktus nasolakrimalis bergerak dari sudut medial mata  meatus inferior rongga hidung. B FAKTOR PENYEBAB . perilaku.

yaitu trisomi pada kromosom no 21 yang dikenal sebagai sindrom Down (mongolism) dan kelainan pada kromosom kelamin di antaranya sindrom Turner. 2 Faktor mekanik Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan intrauterin dapat menyebabkan kelainan bentuk organ tubuh hingga menimbulkan deformitas organ tersebut. Beberapa jenis jamu-jamuan yang diminum wanita hamil muda dengan tujuan yang kurang baik diduga erat pula . Beberapa infeksi lain pada trimester pertama yang dapat menimbulkan kelainan kongenital antara lain ialah infeksi virus sitomegalovirus. infeksi toksoplasmosis. tetapi dapat pula diwarisi oleh bayi yang bersangkutan sebagai unsur dominan ("dominant traits") atau kadang- kadang sebagai unsur resesif. talipes equinus dan talipes equinovarus (clubfoot) 3 Faktor infeksi. talipes valgus. kelainan pada sistem pendengaran sebagai tuli dan ditemukannya kelainan jantung bawaan. Di antara kelainan-kelainan ini ada yang mengikuti hukum Mendel biasa. Adanya infeksi tertentu dalam periode organogenesis ini dapat menimbulkan gangguan dalam pertumbuhan suatu organ rubuh. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita infeksi Rubella pada trimester pertama dapat menderita kelainan kongenital pada mata sebagai katarak. Faktor predisposisi dalam pertumbuhan organ itu sendiri akan mempermudah terjadinya deformitas suatu organ. Sebagai contoh infeksi virus pada trimester pertama ialah infeksi oleb virus Rubella. Kelainan genetik pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan berpengaruh atas kelainan kongenital pada anaknya. Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi yang terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester pertama kehamilan. kelainan-kelainan kongenital yang mungkin dijumpai ialah adanya gangguan pertumbuhan pada system saraf pusat seperti hidrosefalus. atau mikroftalmia. Beberapa contoh kelainan autosom. mikrosefalus. Infeksi pada trimester pertama di samping dapat menimbulkan kelainan kongenital dapat pula meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus. Sebagai contoh deformitas organ tubuh ialah kelainan talipes pada kaki sepcrti talipes varus. Salah satu jenis obat yang telah diketahui dagat menimbulkan kelainan kongenital ialah thalidomide yang dapat mengakibatkan terjadinya fokomelia atau mikromelia. 4 Faktor Obat Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada trimester pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital pada bayinya.1 Kelainan Genetik dan Khromosom.

Tetapi sedikit lebih tinggi terkena resiko Preeclampsia yaitu gejala tekanan darah. 5 Faktor umur ibu  Hamil usia 20-an tahun Untuk usia 20 tahun lebih mudah untuk hamil. Yang merupakan salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan janin. Data American Society dor Reproductive Medicine . memiliki resiko keguguran dan komplikasi lebih rendah. dihindari pemakaian obat-obatan yang tidak perlu sama sekali. Ada dua risiko yang besar yaitu cacat kromosom dan keguguran. keadaan ini perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya sebelum kehamilan dan akibatnya terhadap bayi.  Hamil di usia 40-an tahun Risiko perempuan hamil usia 40an tahun sama seperti perempuan yang hamil di usia 30an tahun. Hal ini misalnya pada pemakaian trankuilaiser untuk penyakit tertentu. Usia 40an tahun juga tiga kali lipat lebih besar mengalami diabetes selama kehamilan dan mungkin terjangkit fetal distress.sepertiga usia 35 tahun mengalami masalah kesuburan dan jugga lebih mudah mengalami keguguran dari pada wanita muda.  Hamil usia 30 Sel telur berkurang karena kesuburan menurun stelah umur 30an tahun dan risiko melahirkan anak syndrome down atau cacat kromosom. prematur dan berat badan bayi rendah. pembengkakan dan tingginya jumlah protein di urin. 6 Faktor hormonal Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan kejadian kelainan kongenital. pemakaian sitostatik atau prepaat hormon yang tidak dapat dihindarkan. Bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme atau ibu penderita diabetes mellitus kemungkinan untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih besar bila dibandingkan dengan bayi yang normal. diabetes. Sebaiknya selama kehamilan. walaupun hal ini secara laboratorik belum banyak diketahui secara pasti.Dan awal usia 20 tahun lebih besar terkena resiko bayi lahir dengan bobot yang rendah. khususnya trimester pertama. rasionya adalah 1 banding 100 kehamilan. hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital. Bayi lahir dengan bobot rendah memiliki resiko cacat untuk kedepannya. Perempuan hamil diatas 35 tahun juga cenderung memiliki masalah Preclampsia. . walaupun hal ini kadang-kadang sukar dihindari karena calon ibu memang terpaksa harus minum obat.

Kelainan kongenital yang tidak mungkin hidup. misalnya anensefalus. folic acid. Menurut Kemungkinan Hidup Bayi Kelainan kongenital dibedakan menjadi: a. 8 Faktor gizi Pada binatang percobaan. o Kelainan minor Kelainan minor adalah kelainan yang tidak memerlukan tindakan medis. hipoksia. hipotermia. adanya defisiensi protein. khususnya pada hamil muda. pada penyelidikan- penyelidikan menunjukkan bahwa frekuensi kelainan kongenital pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan makanan lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang baik gizinya. Radiasi untuk keperluan diagnostik atau terapeutik sebaiknya dihindarkan dalam masa kehamilan. Faktor janinnya sendiri dan faktor lingkungan hidup janin diduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang tua dikhawatirkan akan dapat mengakibatkan mutasi pada gen yang mungkin sekali dapat menyebabkan kelainan kongenital pada bayi yang dilahirkannya. 9 Faktor-faktor lain Banyak kelainan kongenital yang tidak diketahui penyebabnya. kekurangan gizi berat dalam masa kehamilan dapat menimbulkan kelainan kongenital. Seringkali penyebab kelainan kongenitai tidak diketahui. Pada binatang percobaan. vitamin A ribofIavin. C MACAM PENGELOMPOKKAN KELAINAN KONGENITAL Menurut Berat Ringannya Kelainan kongenital dibedakan menjadi: o Kelainan mayor Kelainan mayor adalah kelainan yang memerlukan tindakan medis segera demi mempertahankan kelangsungan hidup penderitanya. . thiamin dan lain-Iain dapat menaikkan kejadian & kelainan kongenital. Masalah sosial. 7 Faktor radiasi Radiasi ada permulaan kehamiIan mungkin sekali akan dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janin. Pada manusia. atau hipertermia diduga dapat menjadi faktor penyebabnya.

Gangguan terbentuknya saluran-saluran. meningomielokel. fokomelia. Contoh: a Labiopalatoskisis (Celah Bibir dan Langit-langit) Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada bibir dan langit-langit yang dapat terjadi secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh kegagalan atau . Kebanyakan malformasi berawal pada minggu ketiga sampai minggu kedelapan kehamilan. Gangguan invaginasi suatu jaringan. Gangguan pertumbuhan atau pembentukan organ tubuh. Gangguan penyatuan/fusi jaringan tubuh. dan atresia ani. seperti anensefalus. spina bifida c. kelainan jantung bawaan. D PENYAKIT 1 Malformasi Malformasi adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh kegagalan atau ketidaksempurnaan dari satu atau lebih proses embriogenesis. pada kasus ini tindakan dilakukan secara elektif. Gangguan migrasi alat. misalnya sindrom down. hidrosefalus. seperti mikrosefali. testis tidak turun. Kelainan ini dapat menyebabkan hilangnya semua atau sebagian suatu sruktur. dimana tidak terbentuknya organ atau sebagian organ saja yang terbentuk. misalnya pada atresia ani atau vagina e. seperti labiopalatoskisis. labiopalastokisis. b. dan bantuan tindakan harus dilakukan secepatnya karena kelainan kongenital tersebut dapat mengancam jiwa bayi. b. Menurut Bentuk/Morfologi Kelainan kongenital dibedakan menjadi: a. b. . misalnya malrotasi usus. penyempitan saluran cerna. d. atau terbentuk tapi ukurannya lebih kecil dari normal. Kelainan kongenital yang memerlukan tindakan yang direncanakan. misalnya hipospadia. Kelainan kongenital yang memerlukan tindakan segera. Disebabkan oleh faktor lingkungan dan/ atau genetik yang bekerja secara independen atau bersamaan. Kelainan kongenital yang mungkin hidup. spina biida. atresia esofagus Menurut Tindakan Bedah yang Harus Dilakukan Kelainan kongenital dibedakan menjadi: a.

Prognosis untuk kehamilan dengan anensefalus sangat sedikit. e Omfalokel Omfalokel adalah kelainan yang berupa protusi isi rongga perut ke luar dinding perut sekitar umbilicus. atau terlihat sebagai ukuran kepala normal tetapi tumbuh cepat sekali pada bulan pertama setelah lahir. hidrosefalus kongenital dapat terlihat sebagai pembesaran kepala segera setelah bayi lahir. penyatuan struktur fasial embrionik yang tidak lengkap. Kelainan ini cenderung bersifat diturunkan (hereditary).. 2. atau gangguan fungsional c Hidrosefalus Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal sehingga terdapat pelebaran ventrikel. Kelainan ini biasanya disertai kelainan di daerah lain. d Anensefalus Anensefalus adalah suatu keadaan di mana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Anensefalus merupakan suatu kelainan tabung saraf yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak. b Spina Bifida Spina Bifida termasuk dalam kelompok neural tube defect yaitu suatu celah pada tulang belakang yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal. benjolan terbungkus dalam suatu kantong. maka biasanya akan mati dalam beberapa jam atau hari setelah lahir. tetapi dapat terjadi akibat faktor non-genetik. Omfalokel terjadi akibat hambatan kembalinya usus ke rongga perut dari posisi ekstra- abdominal di daerah umbilicus yang terjadi dalam minggu keenam sampai kesepuluh kehidupan janin. Deformasi . Salah satu gejala janin yang dikandung mengalami anensefalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak). menutup atau gagal terbentuk secara utuh. misalnya hidrosefalus. Jika bayi lahir hidup. Secara klinis.

atau posisi abnormal bagian tubuh yang disebabkan oleh gaya mekanik sesudah pembentukan normal terjadi. abnormalitas uterus seperti uterus bikornus. misalnya kaki bengkok atau mikrognatia (mandibula yang kecil). Deformasi didefinisikan sebagai bentuk. Sedangkan Equino berarti seperti kuda dan Varus adalah bengkok kedalam. memiliki 3 kondisi medis. Kesimpulannya. b Talipes valgus Talipes valgus terjadi karena produksi lemak pada kaki anak. Valgus bisa disebabkan oleh penyakit Blount. yakni tulang kering melengkung dan tidak secara tepat masuk dalam sendi lutut. Tekanan ini dapat disebabkan oleh keterbatasan ruang dalam uterus ataupun faktor ibu yang lain seperti primigravida. Contoh: a Clubfeet atau CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus adalah kelainan kongenital yang umum ditemukan. Di Amerika Serikat. Talipes berasal dari kata Talus yang berarti ankle (mata kaki) dan Pes yang berarti kaki. kehamilan kembar. terdapat 1-2 kasus dalam 1000 kelahiran hidup dan 50% diantaranya menyerang kedua kaki (bilateral). yakni:  Kaki depan tertarik kedalam (adduction) sehingga telapak kaki menghadap ke atas (supination).  Pergelangan kaki atau ankle dalam keadaan bengkok ke dalam (plantar flexion).  Tumit kedalam (inversion). Deformitas ini mengakibatkan kaki terlihat berotasi ke dalam terhadap ankle (mata kaki). Sehingga Menunjukkan adanya kelainan pada kaki yang mengakibatkan penderitanya berjalan menggunakan ankle atau mata kakinya. pada penderita dengan CTEV. Jika bengkoknya terlihat lebih pada . kondisi. panggul sempit.

disrupsi dapat disebabkan oleh iskemia. Berbeda dengan deformasi yang hanya disebabkan oleh tekanan mekanik. Begitu lembeknya sehingga waktu anak berdiri. Talipes Valgus ini mempunyai penyebabnya lain. penyebabnya bisa karena hambatan pertumbuhan. Ini biasanya terjadi sesudah embriogenesis. Kelainan ini mirip dengan deformitas yang terlihat pada penyakit neurologik yang otot intriksiknya lemah atau lumpuh. Sering tumit terinversi dan jaringan lunak pada tapak kaki kencang. Biasanya valgus akan normal kembali saat anak usia 8 tahun. yakni karena lembeknya ligamen sebelah dalam. Jari kaki penderita pes kavus biasanya tertarik ke atas dalam posisi cakar. c Talipes Kavus Talipes kavus ialah kelainan tapak kaki yang berupa lengkungan (arch) lebih tinggi dari kaki normal. 3. ini menunjukkan bahwa pes kavus idiopatik diakibatkan oleh jenis ketidakseimbangan otot yang serupa. satu kaki saja. kepala metatarsal ke bawah ke tapak kaki dan lengkungan pada pertengahan kaki lebih nyata. perdarahan atau perlekatan. Misalnya helaian-helaian membran . Disrupsi Disrupsi adalah defek morfologik satu bagian tubuh atau lebih yang disebabkan oleh gangguan pada proses perkembangan yang mulanya normal. dan sering kali jari kaki berbentuk cakar. kakinya tidak dapat menunjang tubuh dengan baik. Penderita kelainan pes kavus biasanya berada pada umur 8-10 tahun. Ini juga baru tampak saat bayi mulai dapat berdiri. Dibawah kepala metatarsal yang menonjol dapat terbentuk kalus.

dan biru. kasus yang lain sangat jarang. serta muka. muntah. seperti bibir sumbing. adalah kasus yang paling banyak ditemukan. c Sindrom Pierre Robin Kelainan kongenital berupa adanya dismorfosis tulang muka dan tengkorak. tengkorak. pada kelainan ini tampak air ludah terkumpul dan terus meleleh atau berbusa. khususnya bila dilihat bentuk sumbatan dan hubungannya dengan organ sekitar. Secara klinis. Pada posisi telentang lidah akan jatuh ke belakang di daerah hipofarings sehingga mengganggu pernafasan. termasuk ekstrimitas. Dari bentuk esofagus ini yang terbanyak dijumpai (lebih kurang 80%) adalah atresia atau penyumbatan bagian proksimal esofagus sedangkan bagian distalnya berhubungan dengan trakea sebagai fistula trakeo-esofagus. jari-jari. Kelainan craniofacial merupakan cacat lahir pada wajah atau kepala. yang disebut pita amnion. . dapat terlepas dan melekat ke berbagai bagian tubuh. terdapat bermacam-macam penampilan kelainan kongenital atresia esophagus. Kelainan ini memugkinkan juga terjadi pada bagian tubuh yang lain. misalnya jenis fistula trakeo-esofagus. Kelainan ini disebabkan oleh pita amnion yang pecah sebelum waktunya. Pada pemeriksaan ditemukan adanya distrofi mandibula sehingga memberi kesan mikrognatia disertai dengan adanya palatoskizis. Akibat yang timbul pada kelainan ini adalah kesukaran minum. Kebanyakan cacat ini memperngaruhi penampilang wajah dan kepala penderitanya. Beberapa kasus. Contoh: a Craniofacial Craniofacial adalah masalah medis yang berhubungan dengan tulang tengkorak dan tulang wajah. batuk. pada setiap pemberian minum terlihat bayi menjadi sesak napas. amnion. b Atresia Esofagus Dari segi anatomi.

Ini berbeda dengan ketiga patogenesis terdahulu. bahkan dapat pula terjadi pada kelahiran sungsang yang mengalami kesukaran melahirkan kepala bayi. Displasia Patogenesis lain yang penting dalam terjadinya kelainan kongenital adalah displasia. Malformasi. Serta timbul pula pada persalinan dengan tindakan seperti tarikan vakum atau cunam. dan limb) Contoh: a Sindron Down Sindron Down disebabkan oleh gagal berpisah kromosom nomor 21 sehingga individu penderita memiliki kromosom tambahan pada kromosom nomor 21. Anus. mengenai satu macam jaringan di seluruh tubuh. Pengaruhnya menyebabkan pertumbuhan mental . Sebagian kecil dari kelainan ini terdapat penyimpangan biokimia di dalam sel.d Hematoma sefal Hematoma sefal terjadi akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan periosteum. Penderita sindrom ini memiliki tiga kromosom nomor 21. 4. Istilah displasia dimaksudkan dengan kerusakan (kelainan struktur) akibat fungsi atau organisasi sel abnormal. Robeknya pembuluh darah ini dapat terjadi pada persalinan yang sukar dan lama yang menyebabkan adanya tekanan tulang pelvis ibu terhadap tulang kepala bayi. meskipun kelainan yang ditimbulkannya mungkin berlangsung lama. efek klinisnya menetap atau semakin buruk. Cardiac. tetapi penyebabnya relatif berlangsung singkat. dan disrupsi menyebabkan efek dalam kurun waktu yang jelas. biasanya mengenai kelainan produksi enzim atau sintesis protein. Sindrom Kumpulan anomali yang terjadi secara bersamaan dan memiliki etiologi yang spesifik dan sama. deformasi. 5. renal. Karena jaringan itu sendiri abnormal secara intrinsik. Trakeoesofagus. Hal ini disebut juga trisomi 21. Benjolan ini dapat bersifat soliter atau multipel. Akibat perdarahan ini timbul penimbunan darah di daerah subperiost yang dari luar terlihat sebagai benjolan. Displasia dapat terus- menerus menimbulkan perubahan kelainan seumur hidup. Contoh VACTREL (Anomali Vertebra. Sebagian besar disebabkan oleh mutasi gen.

Pria dengan sindrom . Individu dengan kromosom XXY adalah pria steril (mandul). d Sindrom Klinefelter Sindrom Klinefelter kali pertama ditemukan oleh H. berkurangnya ketahanan tubuh terhadap infeksi. Pada setiap 5. abnormal rahang kecil (micrognathia). kaki pengkor dan pada laki-laki testis tidak turun. jempol terbelakang dan atau kuku jari-jari tidak ada. Penderita sindrom ini memiliki ciri mata serius.H.000 kelahiran dapat terjadi satu kasus penderita sindrom Patau. Ciri-cirinya yaitu mikrosefal disertai dengan bagian belakang menonjol dari kepala ( tengkuk). luasnya mata spasi (hypertelorism okular). Klinefelter pada 1942. penderita terhambat. Bayi yang dilahirkan dengan sindrom ini jarang bertahan hidup lebih dari satu tahun. 17. Pada ibu di atas 35 tahun. Sindrom ini disebabkan oleh adanya gagal berpisah pada kromosom seks (gonosom) sehingga setelah fertilisasi dihasilkan laki-laki dengan tambahan kromosom X menjadi XXY. hidung terbalik. 1991: 223). Kariotipe (45A + XX / XY). serta langit-langit mulut yang terbelah. dan tingkat kelangsungan hidup yang rendah. celah bibir / celah langit-langit. Autosomal kelainan pada kromosom nomor 16.000 kelahiran. kemungkinan terjadinya sindrom Down pada anak yang dilahirkannya lebih tinggi dibandingkan pada ibu dengan umur 20-30 tahun (Levine & Miller. telinga cacat. anyaman dari kedua dan ketiga jari-jari kaki. kerusakan otak dan peredaran darah. b Sindrom Patau Sindrom Patau disebabkan oleh aneuploidi pada autosom. Memasuki masa pubertas. Patau pada 1960. Badannya relatif tinggi. Diperkirakan kejadian ini terjadi satu dari setiap 2. Kasus trisomi 21 dapat terjadi pada sekitar 15 individu setiap 10.000 kelahiran. sempitnya lipatan kelopak mata (fisura palpebral). trisomik pada autosom. namun tidak memperlihatkan perkembangan pria. Sindrom ini disebabkan oleh trisomi pada kromosom nomor 13 dan ditemukan oleh K. tangan terkepal. Tingkat pertumbuhan mental pada sindrom Down bervariasi pada setiap penderita. sebuah tulang dada pendek. seperti pundak yang lebar dan pinggul yang kecil layaknya pria pada umumnya. atau 18. pada sebagian penderita terbentuk kelenjar payudara layaknya wanita. c Sindrom Edwards Sindrom Edwards kali pertama ditemukan pada 1960 oleh I. Edwards.F.

Akan tetapi. Monosomi X ini ditemukan oleh H. Tidak adanya produksi urin mengakibatkan jumlah cairan amnion setelah kehamilan E PENCEGAHAN  Pencegahan primer o Mengindari hamil dengan usia >35 tahun o Mengonsumsi asam folat. dan cenderung lebih pendek. Sekuensial (Sequences) Sekuensial adalah suatu pola dari kelainan multiple dimana kelainan utamanya diketahui. ia tidak memiliki ovarium yang sempurna. pemeriksaan terhadap beberapa gangguan metabolic (galaktosemia. pemeriksaan alfa-feto-protein terhadap defek tuba neural (anensefali. fenilketonurua).H. pada “Potter Sequence” kelainan utamanya adalah aplasia ginjal. 6. dan obat-obatan  Pencegahan sekunder o Diagnosis  USG Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara dini beberapa kelainan kehamilan/pertumbuhan janin. molahidatidosa. Dari cairan amnion tersebut dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut antara lain pemeriksaan genetik/kromosom. Turner pada 1938. dan pemeriksaan lainnya. steril (mandul). Terdapat pada sayuran hijau o Perawatan ANC o Menghindari makanan yang diawetkan. . Diperkirakan kasus sindrom Turner terjadi satu dari setiap 5. dan sebagainya  Pemeriksaan cairan amnion (amnionsentesis) Amnionsentesis dilakukan pada usia kehamilan 15-19 minggu dengan aspirasi per-abdomen dengan tuntunan USG. ciri seksualnya tidak berkembang. Sebagai contoh. alkohol. hal ini dapat sangat bervariasi pada setiap individu. penderita sindrom ini hanya memiliki kromosom 44A + XO. Klinefelter memiliki pertumbuhan mental yang cenderung lambat. Secara genetis. mengingomielokel). Meskipun memiliki jenis kelamin wanita.000 kelahiran. kehamilan ganda. e Sindrom Turner Wanita dengan sindrom Turner hanya memiliki satu kromosom seks X.

Hingga saat ini kegunaan protein ini belum terlalu dimengerti.  Biopsi korion Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kelainan kromosom pada janin. kelainan metabolik. pada saat bayi baru lahir apabila diketahui adanya kelemahan otot.Alfa fetoprotein merupakan sebuah protein yang terdapat di dalam darah ibu dan biasanya berikatan dengan hormone estradiol pada fetus. bisa dilakukan latihan otot yang akan membantu mempercepat kemajuan pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil yang positif dari tes ini merupakan indikasi untuk dilaksanakannya tes yang lebih infasif seperti amniosentesis. Selain . Bayi ini nantinya bisa dilatih dan dididik menjadi manusia yang mandiri untuk bisa melakukan semua keperluan pribadinya. tindakan non bedah yang dilakukan adalah dengan pemberian obat-obatan yang dapat mengurangi produksi cairan serebrospinal  Pencegahan tersier Untuk mengurangi komplikasi penting pada pengobatan dan rehabilitasi. Misalnya pada penderita Sindrom Down.. kelainan genetik dapat dideteksi dengan analisis DNA. Screening Screening test adalah sebuah tes yang sifatnya tidak terlalu infasif dan cenderung untuk lebih aman. misalnya talasemia dan hiperplasia adrenal kongenital o Pengobatan Pada kasus seperti hidrosefalus. .Diagnosis prenatal bersifat screening dan diagnostic. Tes ini dilakukan ketika usia kehamilan berada pada rentang 16-20 minggu. DIAGNOSIS PRENATAL Diagnosis prenatanal ini merupakan diagnosis untuk melihat kondisi janin in utero sebelum mengalami masa kelahiran.  Tes serum alpha-fetoprotein maternal Level serum alpha-fetoprotein pada ibu-ibu hamil digunakan untuk mendeteksi kelainan- kelainan pad janin. Biasanya kenaikan jumlah dari alfafetoprotein ini dapat menimbulkan kecurigaan adanya kesalahan dalam penutupan neural tube. Tes ini harus disertai dengan tes diagnostic untuk melengkapi tes ini.

Teknik ini banyak dan aman untuk digunakan. gagal ginjal dan kelainan plasenta. 1. Mengetahui kondisi kehamilan calon ibu .Macam Teknik diagnosis prenatal ada 2 macam: .1. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. aneuplodia. . . Pendekatan transvagina mampu membentuk gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah USG. kenaikan level AFP juga menunjukkan adanya terbukanya dinding abdomen.Pendekatan ini dapat dilakukan secara transabdomen maupun transvagina. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar). Teknik non invansif yaitu teknik yang digunakan dengan cara tidak melukai ibu maupun janin.Fungsi . Apabila kehamilan kedua atau setelahnya. teknik ini ringan dan tidak berat. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Teknik invansif yaitu teknik yang digunakan dengan cara melukai wanita hamil atau calon ibu. bisa mengurangi tingkat cacat lahir setelah kelahiran 1.2.3 Jenis-Jenis Diagnosis Prenatal 1.  Tes Heksoaminidase maternal Tes ini berguna untuk mendeteksi penyakit Tay-Sachhs 1. Mempermudah pengelolaan dalam merencanakan langkah selanjutnya . 2.USG 3 Dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal.mengindikasikan adanya kesalahan pada pembentukan neural tube.USG 2 Dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang).Ultrasonografi Ultrasonografi adalah teknik yang relative non-invansif dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipantulkan dari jaringan untuk menciptakan gambar. Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan. Macam-Macam USG 1. Jadi teknik invansif ini cenderung jarang digunakan. Bisa menentukan tingkat kenormalan janin bahkan beberapa ibu bisa meminta dokter untuk memberi tahu jenis kelamin janin .

Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis. 4. gambar janinnya dapat “bergerak”. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. 3. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi: 1. 4. Universitas Sumatera Utara 2.Penelitian tentang risiko kematian akibat prosedur ini cukup rendah yaitu 1 dalam 300 hingga 500.Cairan kemudian dianalisis seperti AFP dan asetilkolinesterase. 2.Pada tahun 2007 American College of Obstetrician and Gynecologist menganjurkan uji invansif (amniosentesis atau CVS) untuk aneuploidi harus tersedia bagi semua wanita tanpa memerhatikan usia wanita tersebut.Pengambilan Sampel Virus Korion Dilakukan dengan memasukkan jarum melalui transabdomen atau transvagina ke dalam massa plasenta dan mengaspirasi sekitar 5-30 mg jaringan villus. USG Doppler Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat.Amniosentesis Sewaktu amniosentesis.Prosedur ini berindikasi memiliki resiko leboh besar untuk menyebabkan cacat reduksi ekstermitas terutama pada jari-jari.Maternal Serum Beta-HCG . Tes ini dilakukan dalam pada masa 8-12 minggu. Doppler arteri umbilikalis. 4. Tonus (gerak janin). Pengambilan sampel ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan anomali pada kromosom.3. Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).diambil sekitar 20-30 ml dan tidak dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 14 minggu. 3.jarum dimasukkan secara transabdomen ke dalam rongga amnion. USG 4 Dimensi Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). sementara pada USG 4 Dimensi. Hasilnya baru tersedia dalam 1-2 minggu. Reaktivitas denyut jantung janin.Namun akurasi hasil bermasalah karena tingginya frekuensi kesalahan pada kromosom dalam plasenta sehingga perlu sel-sel inti dari mesenkim diisolasi oleh tripinisasi trofoblas eksternal dan dibiakan. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.dapat diambil dan digunakan untuk penentuan kariotipe metafase dan analisis genetik lainnya namun perlu dilakukan kultur jaringan terebih dahulu. Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm). 5.Sel-sel janin yang terlepas ke dalam cairan amnion.

beta-HCG akan sudah cukup untuk tes kehamilan positif.Serum Estriol Maternal Jumlah estriol dalam serum ibu bergantung pada kelayakan janin. 5. beta-HCG dapat digunakan bersama dengan MSAFP untuk skrining kelainan kromosom. Dimulai pada sekitar seminggu setelah pembuahan dan implantasi embrio ke dalam rahim.Inhibin-A Inhibin disekresi oleh plasenta dan korpus luteum. karena jumlah beta-HCG akan lebih rendah dari yang diharapkan. The estriol masuk ke sirkulasi ibu dan diekskresi oleh ginjal dalam air seni ibu atau oleh hati ibu di dalam empedu. kadar Papp -A pada trimester pertama dapat memprediksi hasil kehamilan yang . Jika tingkat estriol turun. dan 21. Beta-HCG juga dapat diukur dalam serum dari darah ibu. Inhibin-A dapat diukur dalam serum ibu. Tes ini paling sering digunakan sebagai tes untuk kehamilan. Sebuah beta-HCG tinggi dibarengi dengan penurunan MSAFP menunjukkan sindrom Down. Tingkat peningkatan inhibin-A adalah dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk trisomi 21. trofoblas akan menghasilkan cukup beta-HCG (subunit beta human chorionic gonadotropin) untuk mendiagnosis kehamilan. pada saat pertama kali menstruasi luput. Tingkat HCG yang tinggi mengindikasikan adanya penyakit Tropoblastic (kehamilan molar). maka janin terancam dan emergency mungkin diperlukan. Jadi. Substrat untuk estriol dimulai sebagai dehydroepiandrosterone (DHEA) yang dibuat oleh kelenjar adrenal janin. Selain itu. Ini dimetabolisme lebih lanjut di dalam plasenta menjadi estriol. Kemudian pada kehamilan. Tidak adanya bayi saat di USG ddisertai HCG yang tinggi mengindikasikan mola hidatidosa. Pengukuran tingkat estriol serial pada trimester ketiga akan memberikan indikasi umum kesejahteraan janin. sebuah plasenta berfungsi dengan benar. 18. dan sindrom Down pada khususnya. 7.Pregnancy-Associated Plasma Protein A (PAPP-A) Rendahnya tingkat Papp-A sebagai diukur dalam serum ibu selama trimester pertama dapat berhubungan dengan anomali kromosom janin termasuk trisomies 13. di tengah sampai akhir trimester kedua. dan keadaan ibu. dan ini dapat berguna di awal kehamilan ketika terancam aborsi atau kehamilan ektopik dicurigai. 6. Estriol cenderung lebih rendah bila sindrom Down hadir dan juga adanya adrenal hypoplasia dengan anencephaly. Inhibin tinggi-A dapat berhubungan dengan risiko kelahiran prematur.

Menurut WHO (2010). Menurut Prawiroharjo (2005). persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba. termasuk small for gestational age (SGA) atau lahir mati. pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan.Triple or Quadriple Screen Menggabungkan tes serum ibu dapat membantu dalam meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas untuk deteksi kelainan janin. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. ANC A Definisi Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi. untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan (Mufdillah. 2008). 2005). hingga mampu menghadapi persalinan. Menurut Henderson (2006). persalinan dan masa nifas. Papp tinggi-tingkat A dapat memprediksi large for gestational age (LGA) baby. kala nifas. 2009). tidak hanya fisik tetapi juga mental (Wiknjosastro.merugikan. sehingga keadaan mereka post Pemeriksaan kehamilan atau ANC merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. Antenal care menurut Depkes RI tahun 2004 : 12 adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan janin secara berkala yang diikuti upaya koreksi kegawatan yang ditemukan. ANC (Ante Natal Care) adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan. persalinan dan masa nifas. Antental Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. 8. sehingga keadaan mereka post partum sehat dan normal. kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kontak ibu hamil dengan pemberi perawatan/asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi informasi bagi ibu dan petugas kesehatan. edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil. Kunjungan ibu hamil .

yaitu sistolik 30 mmHg atau lebih dan atau diastolik 15 mmHg atau lebih. 2 Ukur tekanan darah. kehamilan kembar. Pada akhir kehamilan pertambahan berat total adalah 9 – 12 kg. Dosis pemberian imunisasi TT yaitu 0. Hal yang harus diwaspadai adalah apabila selama kehamilan terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol.K2. Kecuali jika sebelumnya ibu pernah mendapat TT dua kali pada kehamilan yang lalu atau pada masa calon pengantin maka TT cukup diberikan satu kali saja. Pemberian TT baru akan menimbulkan efek perlindungan apabila diberikan sekurang-kurangnya dua kali dengan interval minimal 4 minggu.K3 dan K4. seringkali disertai dengan keluhan pusing dan kurang istirahat. dan anak besar (Depkes. Bila ibu belum pernah mendapat imunisasi TT atau meragukan diberikan II sedini mungkin sebanyak dua kali dengan jarak minimal dua minggu. Pengukuran tekanan darah/tensi dilakukan secara rutin setiap ANC.  K1 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester I (sebelum usia kehamilan 12 minggu) dengan jumlah kunjungan minimal satu kali dan mendapatkan pelayanan 7T yaitu: 1 Timbang berat badan. 1997).yang memeriksakan kehamilannya adalah sebanyak empat kali yang lebih dikenal dengan istilah K1.5 kg per minggu. diharapkan tenakan darah selama kehamilan tetap dalam keadaan normal (120 / 80 mmHg).3 – 0. Bila tekanan darah meningkat. . Bila dikaitkan dengan umur kehamilan kenaikan berat badan selama hamil muda ± 1 kg. hidramnion. Kelainan ini dapat berlanjut menjadi preeklamsia dan eklamsia kalau tidak ditangani dengan tepat (Depkes. 1997). Bila ada kenaikan berat badan yang berlebihan perlu dipikirkan kearah adanya resiko seperti bengkak.5 cc IM pada lengan atas. selanjutnya pada trimester II dan III masing – masing bertambah 5 kg. Selama kehamilan antara 0. Adapun syarat pemberian imunisasi TT adalah sebagai berikut : a. Selama hamil tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg. 3 Imunisasi Tetanus Toxoid. Hal yang juga harus menjadi perhatian adalah tekanan darah rendah (hipotensi). karena dikhawatirkan dapat terjadinya preeklamsia atau eklamsia (keracunan dalam masa kehamilan) dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan janin / bayinya.

Pemeriksaan ini dilakukan pula untuk menentukan posisi. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani. 40 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan antara Proc.xyphoideus. . 4 Pemeriksaan (Tinggi) fundus uteri. bidan atau dokter saat melaksanakan ANC pada seorang ibu hamil untuk menentukan usia kehamilan dilakukan pemeriksaan abdominal/perut secara seksama. 36 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah Proc.xyphoideus. 32 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan pusat-Proc. serta bila umur kehamilan bertambah. Manfaat dari imunisasi TT ibu hamil diantaranya:  Melindungi bayi yang baru lahir dari penyakit tetanus neonatorum. bersalin dan nifas. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat. Secara sederhana. Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan palpasi (sentuhan tangan secara langsung di perut ibu hamil) dan dilakukan pengukuran secara langsung untuk memperkirakan usia kehamilan. 28 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari diatas pusat. b) Bila ibu pernah mendapat imunisasi TT dua kali. 16 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan antara symphysis–pusat. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin selama masa kehamilan. karena vaksinasi selama hamil juga ikut membantu bayinya menghindari tetanus selama beberapa minggu setelah lahir. diberikan suntikan ulang/boster satu kai pada kunjungan antenatal yang pertama (Depkes RI. 1997). 24 Minggu : Tinggi fundus uteri setinggi pusat. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. Ukuran tinggi fundus uteri normal adalah sebagai berikut: 12 Minggu : Tinggi fundus uteri 1 – 2 jari diatas symphysis.xyphoideus-pusat (Mochtar.  Memberikan kekebalan pasif kepada ibu hamil terhadap tetanus. 1998). 20 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah pusat.

Hal tersebut dikarenakan sangat berpengaruh pada janin yang dikandungnya. memberikan terapi. 2002). pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan. dan pengetahuan klien. Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan. 6 Tes PMS (Penyakit Menular Seksual). Siphilis. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama kopi atau teh karena akan mengganggu penyerapan (Saifuddin. dan konseling untuk rujukan. minimal 90 tablet. Gonorrhoe. Bisa berupa anamnesa. Temu wicara pasti dilakukan dalam setiap klien melakukan kunjungan. dan adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi. sehingga dapat mengganggu saluran perkemihan dan reproduksi. Anemia pada kehamilan dapat disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. konsultasi. karena pada masa itu janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. 7 Temu wicara. dan nifas. Wanita hamil cenderung terkena anemia (kadar Hb darah rendah) pada 3 bulan terakhir masa kehamilannya. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 ug. riwayat kesehatan. Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di komunitas adalah melakukan diagnosis pendekatan gejala. kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil. riwayat menstruasi. biopsikososial. Selain itu perlu diberitahukan juga bahwa ada kemungkinan tinja menjadi berwarna hitam setelah ibu minum obat ini. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemantauan terhadap adanya PMS agar perkembangan janin berlangsung normal. ibu perlu dilakukan tes terhadap penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Pada dasarnya pemberian tablet zat besi dimulai dengan pemberian satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. . Ibu hamil resiko tinggi terhadap PMS. riwayat kehamilan. Selama kehamilan. 1997). persalinan. hal tersebut adalah normal (Depkes. Apabila ditemukan penyakit – penyakit menular seksual harus segera ditangani. dan persiapan rujukan. Anamnesa meliputi biodata. Sebaiknya tablet besi diminum bersama air putih ataupun air jeruk.5 Pemberian tablet tambah darah.

(Depkes RI. antara lain: a. menolong ibu menentukan pilihan yang tepat. 2001)  K2 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester II (usia kehamilan 12-28 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1. Memberikan asuhan Antenatal (selama masa kehamilan) f. Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan tindakan yang harus dilakukan oleh bidan atau dokter dalam temu wicara. b. Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah g. Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan e.  K4 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester II (usia kehamilan >36 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1. K2 dan K3.Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan d. mental dan social ibu dan janin 3 Mengenali secara dini kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil 4 Mempersiapkan persalinan cukup bulan.  K3 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester III (usia kehamilan 28-36 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1 dan K2. B TUJUAN 1 Memantau kemajuan kehamilan serta memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi 2 Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Persiapan dan biaya persalinan K1 ini mempunyai peranan penting dalam program kesehatan ibu dan anak yaitu sebagai indikator pemantauan yang dipergunakan untuk jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat. Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran h. melahirkan dengan selamat dan mengurangi sekecil mungkin terjadinya trauma pada ibu dan bayi 5 Mempersiapkan ibu untuk menjalani masa nifas dan mempersiapkan ASI eksklusif .Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan c.Merujuk ke dokter untuk konsultasi.

2007 dan Notoatmodjo. Secara umum: 1 Dapat mengetahui dan mengikuti keadaan kesehatan ibu dan janin sehingga jika ada kelainan bisa segera ditangani 2 Mendapat tablet penambah darah dan dan zat besi. perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari lingkungan internal dan eksternal.  Memberi konseling dalam metode kontrasepsi. Faktor predisposisi sendiri terbagi menjadi tiga faktor yaitu demografik (umur. jenis kelamin. status . 2 Untuk Bayi Meningkatkan kesehatan bayi dan mengurangi kemungkinan lahir prematur serta BBLR. dan mengobati secara dini komplikasi kehamilan. 6 Mempersiapkan peran ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran dan tumbuh kembang bayi 7 Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. Faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan Anderson (dalam Muzaham.  Meningkatkan kesehatan ibu setelah persalinan untuk mempersiapkan laktasi. ANC memiliki manfaat untuk Ibu dan Bayi. menegakan. Sebagaimana perilaku manusia pada umumnya. akan tetapi sebagai faktor pendorong untuk menimbulkan hasrat guna memanfaatkan pelayanan kesehatan. 2012) membagi faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi 3 kategori yaitu : 1. Predisposisi Faktor predisposisi tidak serta merta berpengaruh langsung terhadap pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan. 1 Untuk Ibu  Mengurangi. C MANFAAT Perilaku Pemanfaatan pelayanan antenatal adalah upaya atau tindakan seseorang untuk menggunakan pelayanan antenatal selama kehamilan. suntik TT atau obat- obatan ibu hamil yang diperlukan Menurut Manuaba tahun 1999.  Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik menuju persalinan.

Imunisasi TT. serta lamanya waktu mencapai pelayanan kesehatan). keseriusan yang dirasakan. Pengukuran Tinggi fundus uteri. Disebut juga K1 yakni kontak ibu hamil pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatanTrimester satu yang meliputi identitas. Faktor ini berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki oleh keluarga (penghasilan keluarga. termasuk stress serta kecemasan yang berkaitan dengan kesehatan). pemerikasaan kehamilan dan pelayanan kesehatan. riwayat kehamilan. riwayat sosial ekonomi. Imunisasi TT. serta jaminan kesehatan) dan sumber daya yang dimiliki oleh komunitas atau masyarakat (ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan. Pengukuran Tekanan Darah.  Saat Trimester II (14-28 minggu) dilakukan minimal sekali (1x) untuk mendapatkan pelayanan 5T (pengukuran TB &BB. serta sosial psikologis (sikap dan kepercayaan terhadap perawatan medis. penyakit. manfaat dan rintangan-rintangan yang dirasakan ketika mengambil tindakan tersebut. perkawinan). riwayat kesehatan. Pengukuran Tinggi fundus uteri. struktur sosial (pendidikan. meliputi : kerentanan yang dirasakan. dokter. dan suku bangsa). Pengukuran Tekanan Darah. lamanya menunggu pelayanan. 3 Kebutuhan Faktor predisposisi dan pemungkin tidak dapat terwujud dalam perilaku memanfaatkan pelayanan kesehatan jika individu tidak merasakan hal tersebut sebagai suatu kebutuhan. 2 Pemungkin Faktor pemungkin merupakan suatu kondisi yang memungkinkan individu memanfaatkan pelayanan kesehatan atau setidak-tidaknya mereka siap memanfaatkannya. Pemberian 90 Tablet zat besi). Pemberian 90 Tablet zat besi)  Saat Trimester III (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dilakukan minimal dua kali (2x) untuk mendapatkan pelayanan 5T (pengukuran TB . riwayat kebidanan. simpanan. pekerjaan. D WAKTU  Saat Trimester I (<14 minggu) dilakukan minimal sekali (1x) untuk mendapatkan pelayanan 5T (pengukuran TB &BB. penyuluhan dan konsultasi.

pemeriksaan psikologis. riwayat kontrasepsi/KB. c Pemeriksaan laboratorium dilakukan hanya atas indikasi/diagnosa d Pemberian obat-obatan. f Kunjungan Ibu hamil Kunjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hamil dengan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan antenatal standar untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan. dkk. atau tergolong kehamilan beresiko tinggi). Disebut juga K4 yakni kontak ibu hamil yang keempat atau lebih dengan petugas kesehatan. pemerikasaan kehamilan. 2002) Menurut Departemen Kesehatan RI (2002). imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dan tablet besi (fe) e Penyuluhan tentang gizi. pentingnya pemeriksaan kehamilan dan imunisasi selanjutnya. meliputi identitas ibu hamil. perawatan payu dara dan air susu ibu. pemeriksaan khusus kebidanan. Istilah kunjungan disini dapat diartikan ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan atau sebaliknya petugas kesehatan yang mengunjungi ibu hamil di rumahnya atau posyandu.. Imunisasi TT. kebersihan. tanda-tanda risiko. pemeriksaan laboratorium dila ada indikasi yang diperlukan. meliputi pemeriksaan fisik. olah raga. persalinan oleh tenaga terlatih. Kunjungan ibu hamil dilakukan secara berkala yang dibagi menjadi beberapa tahap. b Pemeriksaan umum. Pengukuran Tekanan Darah. E KONSEP PEMERIKSAAN Menurut Departem Kesehatan RI (2002). Pelayanan kesehatan yang didapatkan meliputi anamnese. diagnosis akhir terdapat penyakit (terjadi komplikasi. pekerjaan dan perilaku seharihari. seperti : a Kunjungan ibu hamil yang pertama (K1) Kunjungan K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan . kehamilan sebelumnya dan kehamilan sekarang. Pelayanan antenatal ialah untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai (Saifuddin. KB setelah melahirkan serta pentingnya kunjungan pemeriksaan kehamilan ulang. &BB. Pemberian 90 Tablet zat besi). sikap dan rencana tindakan (persiapan persalinan dan rujukan). Pengukuran Tinggi fundus uteri. pemeriksaan antenatal dilakukan dengan standar pelayanan antenatal dimulai dengan : a Anamnese.

Menurut Muchtar (2005). perawat yang sudah dilatih dalam pemeriksaan kehamilan (Depkes RI. usia kehamilan > 24 minggu. (6) Pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan. (5) Diagnosa akhir (kehamilan normal. Meliputi : (1) Anamnese (keluhan/masalah) (2) Pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan. usia kehamilan > 24 minggu. dimana usia kehamilan 1 sampai 12 minggu. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit empat kali selama masa kehamilan dengan distribusi kontak sebagai berikut : a Minimal 1 kali pada trimester I (K1). (4) Riwayat kesehatan. Meliputi : (1) Identitas/biodata. b Kunjungan ibu hamil yang keempat (K4) Kunjungan K4 adalah kontak ibu hamil yang keempat atau lebih dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan pada trimester III. (K3-K4). (3) Pemeriksaan psikologis. bidan (bidan puskesmas. atau tergolong kehamilan risiko tinggi (6) Sikap dan rencana tindakan (persiapan persalinan dan rujukan). terjadi komplikasi. (3) Riwayat kebidanan. (4) Pemeriksaan laboratorium bila ada indikasi/diperlukan. terdapat penyulit. usia kehamilan 1-12 minggu b Minimal 1 kali pada trimester II. usia kehamilan 13-24 minggu c Minimal 2 kali pada trimester III. bidan di praktek swasta). bidan di desa. ANATOMI . (5) Riwayat sosial ekonomi. (7) Penyuluhan dan konsultasi. 2002). jadwal pemeriksaan antenatal yang dianjurkan adalah : a Pemeriksaan pertama kali yang ideal yaitu sedini mungkin ketika haid terlambat satu bulan b Periksa ulang 1 kali sebulan sampai kehamilan 7 bulan c Periksa ulang 2 kali sebulan sampai kehamilan 9 bulan d Pemeriksaan ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan e Periksa khusus bila ada keluhan atau masalah Pelaksana Pelayanan Antenatal Pelaksana pelayanan antenatal adalah dokter. (2) Riwayat kehamilan. trimester I. pembantu bidan.

1 Dasar Anatomi Manusia Subdivisi Anatomi: a.1. Anatomi makroskopik adalah ilmu mengenai struktur tubuh yang dapat dipelajari melalui observasi atau pembedahan tanpa menggunakan mikroskop. susunan dan peranan hubungan antar tulang termasuk persendian  Myologia (sistem musculare) yang membahas bentuk. . yang termasuk lingkup ini: o Anatomi deskriptif/sistematika : uraian disajikan secara sistem persistem. Anatomi deskriptif memuat :  Osteologia (sistem skletale) yang membahas bentuk. susunan dan peranan otot-otot  Angiologia (sistem vasculare) membahas sitem sirkulasi dan limfe  Neurologia (sistem nervosum) membahas sistem saraf pusat dan saraf tepi  Apparatus digestoria (sistem digestive) membahas sistem pencernaan makanan  Apparatus respiratorius (sistem respirasi) membahas saluran-saluran udara pernafasan dari hidung sampai paru  Apparatus urogenitalis (sistem urogenitale) membahas sistem perkemihan dan reproduksi  Glandula endokrin membahas kelenjar-kelenjar hormone  Integumentum commune membahas sistem pelindung permukaan tubuh yaitu kulit dan alat-alat yang terdapat padanya sepertirambut dan kuku. susunan dan fungsi tulang dan tulang rawan  Arthrologia (sistem articulare) yang membahas bentuk.

1. mata dan jari kaki menghadap ke depan. Anatomi perkembangan adalah ilmu mengenai perkembangan dan diferensiasi struktur di sepanjang kehidupan suatu organisme. e. h. Anatomi ultraskopik mempelajari ultrastruktur sel dengan menggunakan mikroskop elektron. b. g. Anatomi histologi (mikroskopik) adalah mempelajari struktur dan bentuk bagian- bagian tubuh dengan menggunakan bantuan alat optik (misal mikroskop). o Anatomi topographica/regional : mempelajari kedudukan suatu alat tertentu terhadap alat lainnya. wajah. Embriologi dan Fetologi adalah ilmu mengenai pertumbuhan dan perkembangan dari saat konsepsi sampai kelahiran. Yang dipelajari adalah sel (cytologi). Posisi tubuh o Posisi tubuh anatomi manusia adalah tubuh berdiri tegak. kedua kaki rapat. Anatomi radiografi adalah ilmu mengenai struktur tubuh dengan menggunakan sinar X atau teknik penyinaran lain. terdiri dari :  Sintopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap alat tubuh lainnya  Skletopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap tulang atau kerangka  Holotopia : mempelajari letak sebenarnya suatu alat tubuh  Anatomi terapan : anatomi yang uraiannya lebih dikhususkan pada kepentingan diagno  Anatomi permukaan : anatomi yang mediskripsikan tanda-tanda pada permukaan tubuh sebagai penentu kedudukan alat-alat dalam. Patologi adalah ilmu mengenai struktur tubuh dan perubahan yang berkaitan dengan penyakit atau cedera. sedang lengan berada disamping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke depan. jaringan (histologi) dan organ (organologi). f. d.2 Terminologi Anatomi a. . Sitologi adalah ilmu mikroskopik mengenai struktur sel individu. c.

. punggung menghadap ke atas. o Posisi litotomi: Pada posisi ini tubuh berbaring terlentang.o Posisi supine (terlentang): Pada posisi ini tubuh berbaring dengan wajah menghadap ke atas. Semua posisi lainnya mirip dengan posisi anatomi dengan perbedaan hanya berada di bidang horisontal daripada bidang vertikal. Tangan biasanya dibentangkan seperti sayap. Ini adalah posisi pada banyak prosedur kebidanan. paha diangkat vertikal dan betis lurus horizontal. o Posisi prone (tengkurap): Pada posisi ini. Kaki diikat dalam posisinya untuk mendukung lutut dan pinggul yang tertekuk. Tubuh terletak pada bidang horisontal dengan wajah menghadap ke bawah.

Keterangan: a. b. Regia epigastrium berada di bagian superior dari regia umbilikus. d. . Regia lumbar kanan dan kiri terletak lateral tehadap regia umbilikus. b. c. o Bidang Sagital: Garis sejajar bidang median yang membagi tubuh bagian dekstra dan sinistra namun menjadi dua bagian yang berbeda. Regia hipogastrium berada di bagian inferior regia umbilikus. Regia umbilikus terletak pada pusat abdomen. Regia hipokondrium kanan dan kiri berposisi lateral terhadap regia epigastrium. contoh: medioclavicularis dekstra o Bidang Frontal: Garis yang membagi tubuh menjadi dua bagian. f. Bidang-bidang Tubuh o Bidang Median: Garis yang membagi tubuh bagian dekstra dan sinistra menjadi dua bagian yang sama. yaitu superior dan inferior. e. Regia inguinalis (iliaka) kanan dan kiri terletak lateral dari regia hipogastrium. o Bidang Oblique: Selain yang dijelaskan. yaitu ventral dan dorsal o Bidang Coronal: Bidang frontal yang khusus digunakan pada kepala o Bidang Horisontal: Garis yang membagi tubuh menjdi dua bagian.

.

c. Contoh: bokong merupakan bagian posterior dari abdomen. Contoh: kaki merupakan bagian distal dari pergelangan kaki. superior juga disebut sebagai sefalik. Contoh: kulit merupakan bagian superfisial dari otot. atau rostal. 3. 9. Contoh: hidung merupakan bagian anterior dari keseluruhan bagian wajah. Contoh: usus halus terletak jauh lebih kedalam tubuh dari otot-otot dan kulit abdominal. menjauhi garis tengah imajiner tubuh. atau jika mengacu pada satu tungkai. 2. Dalam/profunda berarti terletak di bagian internal. Medial adalah setiap setiap struktur yang terdekat dengan garis tengah imajiner tubuh. Topografis 1. a. maka mendekati titik asal atau titik perlekatan terdekat dengan trunkus. Inferior adalah arah menjauhi kepala dan mengarah ke bagian bawah tubuh. 6. 8. Contoh siku adalah bagian proksimal dari pergelangan tangan. Posterior adalah bagian belakang (pada binatang disebut dorsal). Contoh: dada merupakan bagian inferior dari leher. Ipsilateral berarti terletak di sisi yang sama. kranial. Bagian anterior dari tubuh (ventral pada binatang) merupakan bagian depan tubuh atau bagian perut. b. Distal berarti paling jauh dari garis tengah imajiner atau menjauhi titik asal atau titik perlekatan dengan trunkus. Contoh: telinga merupakan bagian lateral dari mata. Proksimal mengacu pada bagian suatu struktur yang mendekati garis tengah tubuh. 7. Lateral mengarah ke samping. 5. Superfisial berarti setiap bagian manapun yang dekat ke permukaan tubuh. Contoh: kepala merupakan bagian superior dari leher. . 10. Kontralateral berarti terletak di sisi yang berlawanan. di dalam tubuh. 4. Superior adalah mengarah ke kepala atau bagian tertinggi. Contoh: hidung merupakan bagian medial dari mata. inferior juga disebut kauda.

Contoh : Telinga terletak lateral terhadap mata  Proksimal (atas) : lebih dekat dengan batang tubuh atau pangkal Contoh : Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan vs Distal (bawah) : lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal Contoh : Pergelangan tangan terletak distal terhadap siku e. Pembanding  Parietal (luar) vs Visceral (dalam)  Ipsilateral (sisi yang sama) vs Kontralateral (sisi yang berbeda)  Superior (atas) atau kranial (lebih dekat pada kepala) Contoh : mulut terletak superior terhadap dagu vs Inferior (bawah) atau kaudal (lebih dekat pada kaki) Contoh : Pusar terletak inferior terletak pada payudara  Anterior (depan) : lebih dekat ke depan Contoh : Lambung terletak anterior terhadap limpa vs posterior (belakang) : lebih dekat ke belakang Contoh : Jantung terletak posterior terhadap tulang rusuk  Superfisial (lebih dekat ke/ di permukaan) Contoh : Otot kaki terletak superficial dari tulangnya vs Profunda : lebih jauh dari permukaan Contoh : Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih profunda dari otot lengan bawah  Medial (dalam) : lebih dekat ke bidang median Contoh : Jari manis terletak medial terhadap jari jempol vs Lateral (luar) : menjauhi bidang median. Gerakan Sendi  Fleksio (bengkok) vs Ekstensio (lurus)  Abductio (menjauhi titik median) vs adductio (mendekati titik median)  Elevasi (naik) vs depresi (turun)  Eversi (ke luar) vs inversi (ke dalam)  Pronasi (telungkup) vs Supinasi (tengadah)  Rotasi medial (rotasi ke sisi median) vs rotasi lateral (rotasi ke sisi lateral) f.d. Garis Bantu o Linea Mediana : garis tengah tubuh (Anterior dan Posterior) o Linea Sternalis : garis yang membentang sepanjang Os. Sistem Tubuh  Sistem Musculoskeletal = Sistem Otot . Sternum o Linea Parasternalis : garis diantara linea sternalis dan linea midclavicularis (destra dan sinistra) o Linea Mamilaris : garis yang melewati papilla mamae o Linea Axillaris : garis yang melintasi lipatan ketiak (anterior dan posterior) o Linea Axillaris media : garis diantara linea axillaris arterior dan posterior o Linea Scapularis : garis yang melewati sudut (angulus) inferior os scapula o Linea Paravertebralis : garis vertical ujung prossesus transversal g.

2011: 36-37). yang bersifat origio  Aponeurosis Tendon rata yang timbul dari jaringan ikat di sekitar otot KEHAMILAN A Definisi Kehamilan adalah serangkaian proses yang diawali dari konsepsi atau pertemuan antara ovum dengan sperma sehat dan dilanjutkan dengan fertilisasi. nidasi dan implantasi (Sulistyawati. yang bersifat insersio  Tendon Bagian berserat dan non kontraksi dari otot. yaitu: 1 Tanda tidak pasti kehamilan a Amenorea (tidak dapat haid) . Bagian Otot  Origio (origin) Ujung otot yang relative tetap dari selama gerakan alami  Insersio (insertion) Ujung otot yang relative mobil selama gerakan alami  Belly Bagian tengah berdaging dari otot. Kehamilan dibagi atas 3 Triwulan: a Kehamilan Triwulan pertama antara 0 hingga 12 Minggu b Kehamilan Triwulan kedua antara 13 hingga 28 Minggu c Kehamilan Triwulan ketiga antara 28 hingga 40 Minggu (Sulistyawati. Lama Kehamilan dibagi menjadi Tiga Triwulan yaitu 280 Hari (40 Minggu atau 9 Bulan 7 Hari). 2012: 35).  Sistem Nervorum = Sistem Saraf  Sistem Endocrin = Sistem Sekresi Internal  Sistem Cardiovaskuler = Transportasi Cor  Sistem Respiratorius = Sistem Pernapasan  Sistem Digestivus = Sistem Pencernaan  Sistem Uropoetica = Sistem Produksi Urin  Sistem Reproduksi = Sistem Perkembangbiakan h. B TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN Tanda dan gejala kehamilan menurut Prawiroharjo (2008) dibagi menjadi 3 bagian.

akibat dari penurunan kecepatan basal metabolism (basal metabolism rate-BMR) pada kehamilan.Biasanya hilang sesudah kehamilan 16 minggu. Sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Dalam batas tertentu hal ini masih fisiologis. Dengan diketahuinya tanggal hari pertama haid terakhir supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan akan terjadi. f Kelelahan Sering terjadi pada trimester pertama. . Esterogen meningkatkan perkembangan sistem duktus pada payudara. c Mengidam (ingin makanan khusus) Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu. keinginan yang demikian disebut ngidam. Pengaruh esterogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. b Mual dan muntah Biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. hormon-hormon ini menimbulkan pembesaran payudara. e Anoreksia (tidak ada selera makan) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan. dengan memakai rumus Neagie: HT – 3 (bulan + 7). Bersama somatomamotropin. tetapi bila terlampau sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan hiperemesis gravidarum. tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi. sedangkan progesteron menstimulasi perkembangan sistem alveolar payudara. Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat. akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan. g Mamae menjadi tegang dan membesar. d Pingsan atau syncope Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan syncope atau pingsan. yang akan meningkat seiring pertambahan usia kehamilan akibat aktivitas metabolisme hasil konsepsi.

menimbulkan perasaan tegang dan nyeri selama dua bulan pertama kehamilan. c Tanda Goodel adalah pelunakan serviks. melebar dan bertambah gelap terdapat pada perut bagian bawah. . Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. ddk (2010) terdiri dari: a Pembesaran Perut. pelebaran puting susu. gejala ini kembali karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin. Terjadi akibat pembesaran uterus hal ini terjadi pada bulan ke empat kehamilan. l Varises (pemekaran vena-vena) Pengaruh esterogen dan progesteron menyebabkan pelebaran pembuluh darah terutama bagi wanita yang mempunyai bakat. d Tanda Chadwicks. sedangkan pada wanita hamil melunak seperti bibir. cloasma. genital.Sering terjadi pada triwulan pertama. b Tanda Hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya isthmus uteri. k Epulis Suatu hipertrofi papilla ginggivae (gusi berdarah). j Pigmentasi (perubahan warna kulit) Pada areola mamae. Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Tanda kemungkinan hamil menurut Hani. Terjadi akibat pengaruh hormon kortikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Miksi sering h Sering miksi Sering buang air kecil disebabkan karena kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. serta pengeluaran kolostrum. Pada wanita yang tidak hamil serviks seperti ujung hidung. Varises dapat terjadi di sekitar genetalian eksterna. Pada akhir kehamilan. Penampakkan pembuluh darah ini dapat hilang setelah persalinan 2 Tanda dan Gejala Kemungkinan (Probability) Kehamilan Tanda kemungkinan adalah perubahan – perubahn fisiologis yang dapat diketahui oleh pemeriksa dengan melakukan pemeriksaan fisik kepada wanita hamil. Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan serviks. kaki dan betis serta payudara. linea alba yang berwarna lebih tegas. i Konstipasi atau obstipasi Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid yang dapat menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

Dengan stetoskop Laenec. f Kontraksi Braxton Hicks merupakan peregangan sel-sel otot uterus. dan kekuatanya sampai mendekati persalinan. g Teraba Ballotement. tetapi baru dapat diamati dari pemeriksaan abdominal pada trimester ketiga. Hal ini harus ada pada pemeriksaan kehamilan karena perabaan bagian seperti bentuk janin saja tidak cukup karena dapat saja merupakan mioma uteri. Terjadi karena ovum berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu. akibat meningkatnya actomysin di dalam otot uterus. 3 Tanda Pasti (Positive) Kehamilan Tanda pasti adalah tanda yang menunjukkan langsung keberadaan janin. d Kerangka Janin Kerangka janin dapat dilihat dengan foto rontgen maupun USG. kontraksi ini akan terus meningkat frekuensinya. Selain itu dapat dicatat dengan feto- elektro kardiogram dan dilihat melalui ultrasonograf. dkk (2010) terdiri atas hal-hal berikut ini: a Gerakan Janin dalam Rahim Gerakan janin ini harus dapt diraba dengan jelas oleh pemeriksa. Kontraksi ini tidak beritmik. b Denyut Jantung Janin Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunakan alat fetal electrocardiograf (misalnya dopler). tidak nyeri biasanya timbul pada kehamilam delapan minggu. Tanda pasti kehamilan menurut Hani. sporadit. yang dapat dilihat langsung oleh pemeriksa. Gerakan janin baru dapat dirasakan pada usia kehamilan setelah 16 minggu. e Tanda Piscaseck merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris. Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergerak dalam cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa. c Bagian-Bagian Janin Bagian-Bagian janin yaitu bagian besar janin (kepala dan bokong)serta bagian kecil janin (lengan dan kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan lebih tua (trimester akhir). Bagin janin ini dapat dilihat lebih sempurna lagi menggunakan USG. C TES KEHAMILAN . lamanya. DJJ baru dapat didengar pada usia kehamilan 18-20 minggu.

>> Prosedur Pemeriksaan HCG Pada Urin: a Sampel urin dimasukkan dalam tabung reaksi b Stik plano test dimasukkan dalam sampel sampai tanda garis. kemudian menurun pada hari ke 100-130. baca hasilnya dalam waktu 3 menit Interpretasi hasil: a Negatif : hanya terdapat satu tanda merah yang muncul pada bagian control line (C) dan tidak tampak garis merah pada test line (T) b Positif : terdapat 2 tanda merah. jika antara 5-25 mIU/ml berarti ada kemungkinan hamil atau tidak dan harus mengulang pemeriksaan beberapa hari kemudian. diamkan sebentar agar urin meresap dan naik ke atas c Stik plano test diangkat. Hormon ini disekresi di peredaran darah ibu (pada plasma darah). Penilaian hasilnya. untuk mendeteksi adanya Human Chorionic Gonadotropin (HCG). a Pemeriksaan Tes Biologis Kehamilan (planotest) Positif. jika di bawah 5 mIU/ml berarti tidak hamil. Tes ini hanya dapat dilakukan di lab atas permintaan dokter. dan dieskresi pada urine ibu. satu pada bagian test line (T) dan satu pada bagian control line (C) a Negatif b. Hormon ini dapat mulai dideteksi pada 26 hari setelah konsepsi dan meningkat dengan cepat pada hari ke 30-60. dan jika hasilnya di atas 25 mIU/ml maka artinya hamil. D Organ Kehamilan . Tingkat tertinggi pada hari 60-70 usia gestasi. Positif >> Pemeriksaan HCG dalam Darah Pemeriksaan kadar HCG dalam darah merupakan proses pengukuran secara kuantitatif dengan nilai satuan mIU/ml (mili International Units per milliliter).

Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum.Ke dalam vulva bermuara dua saluran.  Vagina merupakan saluran akhir dari saluran kelamin.laki.  Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva. . yaitu saluran urine (uretra) dan saluran kelamin atau vagina.Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).Organ genitalia feminina dapat dibagi menjadi 2 yaitu: a Organ genitalia feminina bagian luar terdiri atas :  Vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit). di daerah pinggang dan disebelah kiri dan kanan tulang kemudi. Bentuknya seperti telur. b Organ genitalia feminina bagian dalam terdiri atas :  Ovarium. terdapat di dalam rongga badan. Sel tubuh penghasil sel telur ini disebut folikel. Terdapat sebuah lipatan kulit menutupi sebagian lubang vagina.yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. yaitu :  Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis pada laki. Dapat di bagi menjadi 2.

Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. dan proses persalinan. Yang merupakan salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan janin. dan perimetrium. E Usia Ideal Kehamilan dan Resiko Usia dan fisik wanita berpengaruh terhadap proses kehamilan pertama. usia 35 tahun masih diperbolehkan untuk hamil (WHO. yaitu kanan dan kiri. 2000). 1979).  Hamil usia 30 . Usia yang dianggap paling aman menjalani kehamilan adalah 20 sampai 30 tahun (Saifudin.  Oviduct merupakan saluran telur berjumlah sepasang. Tetapi sedikit lebih tinggi terkena resiko Preeclampsia yaitu gejala tekanan darah.  Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot.  Hamil usia 20-an tahun Untuk usia 20 tahun lebih mudah untuk hamil.  Fimbriae merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding endometrium. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin.Dan awal usia 20 tahun lebih besar terkena resiko bayi lahir dengan bobot yang rendah. memiliki resiko keguguran dan komplikasi lebih rendah. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium. Tapi mengingat kemajuan teknologi saat ini. Bayi lahir dengan bobot rendah memiliki resiko cacat untuk kedepannya.  Tuba fallopi meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. kesehatan janin. miometrium. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.  Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan berdekatan dengan fimbriae. pembengkakan dan tingginya jumlah protein di urin.

halus. banyaknya cairan amnion. Contohnya adalah sindrom down (trisomi 21) di mana ketidaknormalan morfologi tidak begitu nampak. dan menampakan anatomi bayi. Pengukuran organ internal utama dan ekstremitas menentukan apakah ada kelainan yang dapat disempurnakan dalam 16-20 minggu kehamilan. Usia 40an tahun juga tiga kali lipat lebih besar mengalami diabetes selama kehamilan dan mungkin terjangkit fetal distress. diabetes. Sel telur berkurang karena kesuburan menurun stelah umur 30an tahun dan risiko melahirkan anak syndrome down atau cacat kromosom. II CARA KERJA . Pendekatan transvagina mampu membentuk gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. posisi dan ukuran plasenta.sepertiga usia 35 tahun mengalami masalah kesuburan dan jugga lebih mudah mengalami keguguran dari pada wanita muda. Kelainan yang halus mungkin tidak akan terdeteksi sampai akhir kehamilan atau bahkan tidak terdeteksi sama sekali. Walaupun uji dengan ultrasonografi sangat berguna untuk menentukan posisi dan ukuran fetus. Data American Society dor Reproductive Medicine .Pendekatan ini dapat dilakukan secara transabdomen maupun transvagina. Perempuan hamil diatas 35 tahun juga cenderung memiliki masalah Preclampsia. Prosedur non-invasif ini tidak berbahaya baik untuk ibu maupun bayi yang dikandungnya. prematur dan berat badan bayi rendah. rasionya adalah 1 banding 100 kehamilan. ada kekurangan dalam prosedur ini.  Hamil di usia 40-an tahun Risiko perempuan hamil usia 40an tahun sama seperti perempuan yang hamil di usia 30an tahun. Perkembangan embiro dapat diamati sejak minggu ke-6 kehamilan. seperti penebalan pada kuduk. USG (ULTRASONOGRAFI) I DEFINISI Ultrasonografi adalah teknik yang relative non-invansif dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipantulkan dari jaringan untuk menciptakan gambar. Ada dua risiko yang besar yaitu cacat kromosom dan keguguran.

1 Transduser sebagai pemancar sekaligus penerima gelombang suara 2 Pulsa listrik yang dihasilkan generator diubah menjadi energi akustik oleh transduser yang akan dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh 3 Pemancaran tersebut sebagian akan dipantulkan dan sebagian akan merambat terus menembus jaringan yang akan menghasilkan bermacam-macam eko 4 Pantulan eko dari jaringan akan dibenturkan ke transduser lagi. Selanjutnya gerakan transduser dilakukan kearah lateral perut (horizontal).  Biasa dilakukan untuk kehamilan diatas 12 minggu  Pertama-tama gerakkan transduser secara longitudinal ke atas dan ke bawah. kemudian setelah sampai daerah perut atas transduser digerakkan ke bawah. selanjutnya horizontal ke kiri dan ke kanan. Penjejak digerakkan dari bawah ke atas. juga secara sistematis.  Pasien harus mengosongkan kadung kemihnya.  Cara Pemeriksaan Menggunakan USG 1 Pervaginam / transvagina a Pemeriksaan USG Transabdominal  Meletakkan probe USG diatas perut yang sebelumnya telah diolesi dengan gel/jelly. kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya di layar oskiloskop. selanjutnya transduser digerakkan kembali ke arah atas. kemudian dari kiri ke arah kanan dan terakhir dari kanan atas ke kiri.  Transduser dilapisi kondom lalu diolesi jelly pada permukaannya  Tidak menyebabkan keguguran c Pemeriksaan USG Transrektal  Mirip dengan pemeriksaan tranvaginal. b Pemeriksaan USG Transvaginal  Cara ini dengan memasukkan transduser kedalam vagina  Biasa dilakukan untuk kehamilan kurang dari 8 minggu  Hanya dilakukan pada wanita yang sudah tidak perawan.  Kandung kemih pasien cukup terisi untuk memudahkan pemeriksaan  Indikasi dan Penggunaan Pemeriksaan USG 1 Nyeri Abdomen /Colic 2 Inflamed Appendix / Pembengkakan Appendik 3 Pembesaran organ pada abdomen 4 Tersangka Batu empedu atau Batu ginjal . dimulai dari garis sisi kanan perut. dimulai dari sisi kanan ke arah kiri. beda pada bentuk dan ukuran diameter transduser  Transduser dimasukkan melalui rectum d Pemeriksaan USG Transperineal atau Translabial  Dapat dilakukan jika seorang wanita tidak mungkin dilakukan pemeriksaan transvaginal atau transrektal.

– Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda. . misalnya adanya kista. – Mendeteksi berbagai hal yang mengganggu kehamilan. – Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat bawaan. di dalam kandungan atau di luar rahim. 5 Aneurysma pada Aorta 6 Peradangan pada Organ Rongga Abdomen 7 Otot-otot pada rongga Abdomen ( M. – Meyakinkan adanya kehamilan. misalnya kehamilan ektopik. – Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar. M. – Menentukan lokasi janin. Lumborum. mioma.Q. – Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN USG  Manfaat:  Pada kehamilan Trimester I : – Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi. misalnya IUD. Psoas) 8 Abses ataupun koleksi cairan (Ascites) 9 Guiding Procedures for needles Biopsi 10 Menilai dan mencari kerusakan pada suatu organ yang menyebabkan kesakitan pada pasien 11 Untuk penyertaan pemakaian Doppler dilakukan untuk mengetahui dan menilai : 12 Sumbatan aliran darah pada pembuluh 13 Besarnya rongga pembuluh-pembuluh darah dan saluran organ lainnya 14 Adanya Tumor dan Kelainan Bawaan ( Congenital Malformation)\ III MANFAAT. dsb. – Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil.

“Jadi. – Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum persalinan. – Menentukan kondisi plasenta. lebih ke arah pertumbuhan janinnya normal atau tidak. – Untuk menilai kesejahteraan janin (bagaimana aliran darah ke otaknya. – Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. dsb). banyaknya cairan amnion.  Efek Samping: . karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin. – Untuk melihat adanya tumor di panggul atau tidak. Yaitu bila pertumbuhan rahim terlalu cepat disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.” – Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya. gerak nafas. dsb.  Pada kehamilan Trimester II & III : – Untuk menilai jumlah air ketuban.

kromosom. . akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%. * Lokasi kelainan. * Usia kehamilan di bawah 20 minggu. sel darah.Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun. melainkan 80%. permeabilitas sel dll jika frekuensi gelombang diatas 100mW/cm2 . kemungkinan ada kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. * Posisi bayi Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau/daya tembus alat USG.  Kelebihan : a Dapat mengidentifikasi cacat bawaan pada janin b Mengidentifikasi penyakit jantung bawaan c Faktor penghibur orang tua d Mengetahui posisi dan ukuran fetus e Melihat letak plasenta yang nantinya juga bisa digunakan untuk menentukan metode kelahiran. USG yang digunakan dalam bidang kedokteran menggunakan intensitas dibawah 10mW/cm2 . * Kehamilan kembar Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi secara detail.Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri. seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah 20 minggu agak sulit dideteksi. * Air ketuban sedikit. USG tidak menggunakan sinar radiasi seperti pada Rontgen yang dapat mengganggu perkembangan janin Perlu diketahui. Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain: * Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya. tetap ada keterbatasan. f Melihat kondisi amnion g Ukuran USG kecil sehingga mudah dibawa . Gelombang ultrasonic dapat merusak DNA. * Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.Artinya.

h USG aman dan tidak memiliki efek samping i Dapat untuk menentukan tanggal kelahiran dan umur bayi j Dapat langsunng diperiksa tanpa persiapan dan hasilnya cepat k Dapat mendeteksi kanker payudara l Dapat mengetahui perkembangan posisi bayi dan pergerakan bayi  Kekurangan : a Harus digunakan oleh ahli. . Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar). V USG 3 Dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. karena tidak terdapat panduan pengguanaan alat b Tidak bisa kontak langsung dengan kulit c Tidak bisa mendeteksi kelainan yang halus d Tidak 100% akurat e Bila ada celah dan ada udara gelombang suara akan dihamburkan f Perlu pemberian jelly sebagai penghantar ultrasound karena antara tranducer dan kulit tidak dapat kontak dengan baik.Gambar yang tampil mirip seperti aslinya.Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. IV JENIS USG  USG 2 Dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang).Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda.

5.VI USG 4 Dimensi Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). .Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit). Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis. VII USG Doppler Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Tonus (gerak janin). sementara pada USG 4 Dimensi. Doppler arteri umbilikalis. Universitas Sumatera Utara 2. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi: 1. 3. 4. Reaktivitas denyut jantung janin. gambar janinnya dapat “bergerak”. Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).

pada ibu dengan berat badan berlebih (obesitas). melainkan sebagai suplemen atau tambahan yang sifatnya sebagai pelengkap. hal ini untuk memudahkan pemeriksaan dan sebagai petujuk anatomis.Adanya kehamilan di luar rahim. misalnya seorang wanita yang tidak mungkin dilakukan pemeriksaan transvaginal atau transrektal.Jadi. kemudian diletakkan di daerah perineum. mungkin memang beliau merasa pemeriksaan dengan USG abdominal sudah cukup. ataupun abnormalitas pada janin juga dapat dilihat lebih jelas dengan pemeriksaan ini. jika dokter Ibu melakukan pemeriksaan ini.Pemeriksaan ini lebih baik daripada USG abdominal (melalui perut) pada awal-awal kehamilan (10 minggu). Dianjurkan kandung kencing pasien cukup terisi.Namun.Sedangkan pada triwulan kedua. pemeriksaan USG transvaginal ini tidak dimaksudkan untuk mengganti peran USG abdominal. atau pada ibu hamil yang arah rahimnya ke belakang. IX USG Transperineal Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada keadaan tertentu. Penjejak dilapisi kondom dan diberi jeli. penjejak . USG transvaginal juga berperan dalam mendiagnosis anomali atau kelainan kongenital.VIII USG Transvaginal Pemeriksaan USG transvaginal (melalui vagina) merupakan pemeriksaan yang biasa dilakukan pada kehamilan.

1998). melakukan abortus (dengan sengaja karena tidak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). hal tersebut menyebabkan hasil konsepsi lepaas sebagian atau seluruhnya sehingga merupakan benda asing dalam uterus.. mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir 2 Mekanisme Abortus Abortus dimulai dari proses pendarahan desidua basalis yang kemudian diikuti oleh nekrosis. Cara ini memang tidak dapat memberikan gambaran organ genitalia sebaik pada pemeriksaan USG transvaginal atau transrektal. digerakkan ke atas dan ke bawah untuk mencari gambaran organ genitalia.  Keguguran adalah pegeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (Rustam Muchtar. Bayi baru mungkin hidup di dunia luar bila berat badannya telah mencapai lebih daripada 500 gram atau umur kehamilan lebih daripada 20 minggu (Sastrawinata et al.  Kamus Besar Bahasa Indonesia : terjadi keguguran janin. tanpa mempersoalkan penyebabnya. 2005). 2006). ABORTUS 1 Definisi Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar. yang dilaporkan dapat hidup di luar kandungan. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya  <8 minggu . Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Pengguguran kandungan atau aborsi atau abortus menurut:  Medis : abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum janin mampu bertahan hidup pada usia kehamilan sebelum 20 minggu didasarkan pada tanggal hari pertama haid normal terakhir atau berat janin kurang dari 500 gram ( Obstetri Williams. Sampai saat ini janin yang terkecil.

ditandai dengan pendarahan. tertinggalnya plasenta ini mengakibatkan pendarahan.  Abortus Imminens Abortus imminens adalah ancaman terjadinya abortus. Terjadi pendarahan ketika plasenta tertinggal. terbungkus dengan sebagian desidua dan vili dan cenderung di keluarkan secara in toto. Dari uaraian diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya abortus. Meskipun sebagian hasil konsepsi masih tertinggal di dalam cavum uteri. . Ciri : Perdarahan per vaginam dengan kontraksi makin lama makin kuat dan makin sering. sebagian jaringan konsepsi keluar. ditandai perdarahan per vaginam(lewat vagina). berat janin < 500 gram Ciri : Perdarahan per vaginam yang banyak. ostium uteri telah membuka. ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. tetapi kadang-kadang plasenta masih tertinggal. serviks terbuka. Embrio yang rusak/cacat masih di dalam.  14-22 Minggu Janin dan Plasenta dikeluarkan.  Abortus Insipiens Abortus insipiens adalah abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks telah mendatar. Terjadi pendarahan prevaginan saat proses mengeluarkan. disertai kontraksi. pade fase ini terjadi pendarahan yang banyak. Jadi. akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran.  Abortus Inkompletus Abortus inkompletus adalah peristiwa pengeluaran sebagian hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu. 3 Macam-Macam 1 Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). serviks sudah terbuka.  8-14 Minggu Diawali dengan pecahnya ketruban kemudian dikeluarkan embrio tetapi plasenta masih tertinggal di cavum uteri.

Ciri : Perdarahan per vaginam yang banyak. 4 Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. kontraksi uterus. serviks inkompeten.  Abortus Kompletus Abortus kompletus adalah peristiwa pengeluaran lengkap seluruh jaringan hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu. tidak ada sisa jaringan di dalam uterus. serviks sudah menutup. berat janin < 500 gram. Jika dilakukan tindakan kuretase. Penanganan : mengeluarkan jaringan konsepsi dengan stimulasi kontraksi uterus. keluar jaringan hasil konsepsi. Pada kasus abortus habitualis perlu dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat ada/tidaknya kelainan anatomi. atau kelainan faktor-faktor imunologi. 3 Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya.turut.  Missed Abortion Missed abortion adalah embrio/fetus meninggal dalam kandungan dan masih tertahan dalam kandungan.  Abortus Habitualis Abortus habitualis adalah kejadian abortus berulang pada 3 kehamilan atau lebih berturut . Sepsis cenderung akan terjadi jika . dll). Penanganan : optimalisasi keadaan umum dan tanda vital ibu. Penanganan : optimalisasi keadaan umum dan tanda vital ibu (perdarahan banyak dapat menyebabkan syok). maka harus sangat hati-hati karena jaringan telah mengeras. Selain itu juga perlu dilakukan rangkaian pemeriksaan faktor-faktor hormonal / imunologi / kromosom. dan dapat terjadi gangguan pembekuan darah akibat komplikasi kelainan koagulasi (hipofibrinogenemia) 2 Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. septum. pengeluaran seluruh jaringan konsepsi dengan eksplorasi digital dan bila perlu dilakukan kuretase. Abortus habitualis umumnya disebabkan karena kelainan anatomik uterus (mioma. Biasanya didahului tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan.

terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi.
Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan
menggunakan peralatan.

5 Abortus provokatus dibagi menjadi dua :

 Abortus medisinalis (abortus terapeutika) adalah abortus buatan yang dilakukan
atas indikasi tindakan medis dilakukan. Abortus terapeutik dilakukan pada usia
kehamilan kurang dari 12 minggu, atas pertimbangan / indikasi kesehatan wanita
dimana bila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya, misalnya
pada wanita dengan penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal, dll. Dapat juga
dilakukan atas pertimbangan / indikasi kelainan janin yang berat.

 Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi karena tindakan ilegal atau tidak
berdasarkan medis dan biasanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi oleh
tenaga tradisional.

4 Penyebab
a Trauma
 Trauma langsung : local injuri terhadap yang hamil khususnya penetrasi benda tajam
 Trauma tak langsung : trauma surgical dan electric shock
b Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi
Dapat menyebabkan kematan janin atau cacat. Penyebab kelainan pada pertumbuhan
adalah : kelainan kromosom, lingkungan kurang sempurna (lingkungan endometrium), pengaruh
dari luar (virus, obat-obat).

c Obat-obatan
Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat telah menentukan lima kategori
risiko pemakaian obat dalam kehamilan. Masing-masing obat dimasukkan dalam kategori risiko
sesuai dengan rasio risiko/manfaat.

e Kelainan pada plasenta
Endarteritis dapat terjadi dalam villi koriales dan menyebabkan oksigenisasi plasenta
terganggu, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kematian janin.

f Penyakit ibu

Penyakit seperti pneumonia, tifus abdominalis, malaria, dapat menyebabkan abortus.
Anemia berat, keracunan, peristonitis umum, dan penyakit menahun seperti mononucleosis
infeksiosa juga dapat menyebabkan abortus.

g Kelainan traktus genitalis
Kelainan bawaan uterus dapat menyebabkan abortus.

h Sosial Ekonomi
 Pendapatan per kapita (ekonomi rendah)
 Jumlah anak
Jumlah anak banyak sedangkan penghasilan terbatas mampu meningkatkan abortus

i Kehamilan di luar rahim
j Pemakaian kontrasepsi
k Kehamilan anggur

5 Terapi
Secara umum penanganan untuk abortus spontan antara lain :

a Memperbaiki keadaan umum. Bila perdarahan banyak, berikan transfuse darah dan cairan
yang cukup.
b Pemberian antibiotika yang cukup tepat yaitu suntikan penisilin 1 juta satuan tiap 6 jam,
suntikan streptomisin 500 mg setiap 12 jam, atau antibiotika spektrum luas lainnya.
c 24 sampai 48 jam setelah dilindungi dengan antibiotika atau lebih cepat bila terjadi
perdarahan yang banyak, lakukan dilatasi dan kuretase untuk mengeluarkan hasil konsepsi.
d Pemberian infus dan antibiotika diteruskan menurut kebutuhan dan kemajuan penderita.
Semua pasien abortus disuntik vaksin serap tetanus 0,5 cc IM. Umumnya setelah tindakan
kuretase pasien abortus dapat segera pulang ke rumah. Kecuali bila ada komplikasi seperti perdarahan
banyak yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.2 Pasien dianjurkan istirahat selama 1 sampai 2
hari. Pasien dianjurkan kembali ke dokter bila pasien mengalami kram demam yang memburuk atau
nyeri setelah perdarahan baru yang ringan atau gejala yang lebih berat. Tujuan perawatan untuk
mengatasi anemia dan infeksi. Sebelum dilakukan kuretase keluarga terdekat pasien menandatangani
surat persetujuan tindakan (Maureen, 2002).
Aborsi bedah sebelum 14 minggu dilakukan mula-mula dengan membuka serviks, kemudian
mengeluarkan kehamilan dengan secara mekanis mengerok keluar isi uterus (kuretase tajam), dengan
aspirasi vakum (kuretase isap), atau keduanya. Setelah 16 minggu, dilakukan dilatasi dan evakuasi
(D&E).

Tindakan ini berupa pembukaan seviks secara lebar diikuti oleh dekstruksi mekanis dan
evakuasi bagian janin. Setelah janin dikeluarkan secara lengkap maka digunakan kuret vakum
berlubang besar untuk mengeluarkan plasenta dan jaringan yang tersisa. Dilatasi dan Curretase (D&C)
serupa dengan D&E kecuali pada D&C, bahwa sebagian dari janin mula-mula dikuretase melalui
serviks yang telah membuka untuk mempermudah tindakan.

6 Tips menghindari keguguran :
1 Mengurangi kopi (yang mengandung kafein)
2 Menghindari stress
3 Menghindari minum alkohol
4 Menghindari rokok
5 Menghindari olahraga beresiko
6 Tidak melakukan beban berat
7 Mengonsumsi makanan sehat
8 Hindari jalan tanjakan dan menurun
9 Istirahat yang cukup
10 Jangan mengandalkan bahan-bahan kimia.

7 Tanda-Tanda
1 Adanya nyeri seperti menstruasi. Tanda paling jelas adalah adanya nyeri seperti
menstruasi, disertai pendarahan hebat yang bisa membawa kebekuan darah. Namun tidak
selamanya nyeri tersebut disertai pendarahan, kadang pendarahan tidak terjadi sehingga
anda sebagai calon ibu tidak menyadari dan menganggap rasa nyeri tersebut adalah
gejala kehamilan muda. Disamping itu, banyak ibu muda yang mengganggap bahwa
2 Tidak ada denyut jantung bayi. Banyak dari kasus keguguran yang terlambat
diketahui. Mereka mengetahui hal tersebut setelah dokter atau bidan tidak bisa
merasakan denyut jantung ketika pemeriksaan USG. Keguguran yang seperti ini disebut
keguguran yang terlewat, dimana embrio telah mati tetapi tidak menunjukkan gejala
keguguran seperti nyeri dan pendarahan.
3 Pendarahan bercak atau flek. Pendarahan bercak atau flek adalah pendarahan dengan
jumlah yang relatif sedikit. Biasanya terjadi di awal kehamilan. Hal tersebut bukan
menjadi masalah, namun perlu diwaspadai karena diindikasikan terjadi keguguran atau
gangguan pada janin.
4 Nyeri pada bagian bawah perut. Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam
waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah

atau perubahan pada payudara. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencaharian atau kebiasaan atau jika dia seorang tabib. bidan atau juru obat. kemudian berwarna merah dan semakin terang seperti darah. Pergerakan janin akan terasa pada minggu ke 18 dan minggu ke 24. Ketika mengalami keguguran diam-diam. PASAL 347 1 Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuan. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak empat pulu ribu rupiah. Jika tak lagi dirasakan tanda-tanda kehamilan sebaiknya segera periksakan kesehatan kandungan ke dokter. 5 Berkurangnya tanda-tanda kehamilan. Jika mengalami ini segera temui dokter kandungan karena itu bisa menjadi tanda keguguran. 3 Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencaharian. Jika seorang wanita hamil mengeluarkan cairan (semacam keputihan) namun berwarna kecoklatan. dan daerah alat kelamin. 8 Dasar Hukum Beberapa pasal yang mengatur abortus provokatus dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP): PASAL 299 1 Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati. morning sick. 7 Hilangnya pergerakan janin. sebaiknya anda menghubungi dokter. Ketika hamil tentunya wanita menunjukkan tanda-tanda tertentu seperti mual. selangkangan. lelah. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. PASAL 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. 6 Adanya cairan vagina berwarna kecoklatan. maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencaharian. Jika tidak dirasakan pergerakan janin lebih dari 4 jam. tanda ini akan semakin berkurang dan bahkan hilang sama sekali. 2 Jika yang bersalah. panggul. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. pidananya dapat ditambah sepertiga. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. .

diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. 7 tahun 1984 tentang menghapus diskriminasi pada wanita. PASAL 348 1 Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seseorang wanita dengan persetujuannya. 349 tentang larangan pengguguran kandungan.  Kode Etik Indonesia. o UU RI No. 347. 346. Ethical Principal: . o Pasal 77c : kebebasan menentukan reproduksi o Pasal 80 : dokter boleh melakukan aborsi yang aman. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. Code of Professional Conduct:  Sumpah dokter. dan mengamalkna sumpah dokter.  Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standart profesi yang tertinggi. o UU RI No. Setiap dokter harus menjunjung tinggi. 2 Jika perbuatan tersebut mengakibatkan matinya wanita tersebut. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. PASAL 349 Jika seorang dokter. pasal 15 : abortus diperbolehkan dengan alasan medis. 23 tahun 1992. 348. o UU RI No. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengn sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. 1 tahun 1946 menyatakan aborsi merupakan tindakan pelanggaran hukum. dikarenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Regulasi dalam peraturan perundang – undangan : o KUHP pasal 299.2 Jika perbuatan itu menyebabkan matinya wanita tersebut. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. saya akan menghormati setiap insane dari saat pembuahan. o Apabila ditinjau dari Human Rights (HAM) : Setiap manusia berhak kapan mereka bereproduksi o RUU pasal 7 : berhak menentukan kapan dan jumlah reproduksi. menghayati.

o Non maleficence: tidak mendatangkan mudarat. . menghormati dan menghargai setiap kehidupan insani. Value: Nilai agama: setiap kitab kitab agama di Indonesia melarang adanya praktik aborsi.