KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmatdan hidayah-Nya kepada kita, sehingga dalam menyusun makalah
Antropologi keperawatan tentang konsep manusia dan masyarakat ini kita
mampu mempelajari dengan baik serta menyelesaikannya dengan lancar.
Sholawat serta salam kita tujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang
dengan jasanyalah kita mampu terbebas dari belenggu jaman kejahiliyahan
menuju jaman yang terang benderang.

Makalah ini disusun untuk pembaca memperluas pengetahuan
mengenai tentang konsep manusia dan masyarakat. Walaupun makalah ini
kurang sempurna dan memerlukan perbaikan, tapi juga memiliki detail
yang cukup jelas bagi pembaca dalam penyusunan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas
kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan.Penulis membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang
membangun. Terimakasih.

Wassalamualaikum wr.wb

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................. 1
DAFTAR ISI........................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................... 3
A. Latar belakang............................................................... 3
B. Rumusan masalah......................................................... 4
C. Tujuan........................................................................... 4
BAB 2 PEMBAHASAN......................................................... 5
1. Konsep manusia............................................................ 5
2. Konsep masyarakat....................................................... 6
3. Peran manusia sebagai makluk individu dan sosial...... 7
4. Unsur-unsur masyarakat............................................... 7
5. Terbentuknya masyarakat............................................. 8
6. Ciri-ciri masyarakat...................................................... 10
7. Habitat manusia sebagai makluk individu dan sosial... 10
8. Dinamika interaksi sosial.............................................. 10
9. Dilema antara kepentingan individu/masyarakat.......... 11
10. Peran serta masyarakat................................................. 12
BAB 3 PENUTUP.................................................................. 13
1. Kesimpulan................................................................... 13
2. Saran............................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................. 14

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sebuah teori dan komponen paradigma dalam keperawatan sangatlah
penting bagi seorang perawat karena menjadi dasar atau acuan untuk melakukan
asuhan keperawatan. Teori keperawatan sendiri terus mengalami perkembangan
dari tahun ke tahun, hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya begitu banyak teori
keperawatan dari para ahli. Teori keperawatan sama halnya dengan teori-teori lain
yang terdiri dari kumpulan konsep, definisi, dan asumsi yang ketiganya
menjelaskan fenomena. Perbedaannya hanya terletak pada fenomena yang
diangkat oleh bidang ilmu keperawatan, yaitu seputar konsep manusia, sehat-
sakit, lingkungan, dan keperawatan itu sendiri. Paradigma atau fenomena
keperawatan yang mencakup empat komponen yang telah dijelaskan sebelumnya
mengandung pengertian suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat,
memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap berbagai
fenomena yang ada dalam keperawatan. (Kusnanto, 2004) Dalam hal ini, seorang
perawat profesional harus benar-benar dapat memandang secara utuh, memahami,
dan mengaplikasikan berbagai teori keperawatan yang menjelaskan
paradigma. Salah satu bagian yang penting dalam paradigma keperawatan adalah
manusia yang merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan.
Manusia yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sering disebut
sebagai makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal. Dalam
keperawatan, manusia adalah sentral penerima asuhan keperawatan, karena
manusia memiliki kebutuhan yang kompleks, termasuk klien, keluarga, dan
komunitas. (Potter dan Perry, 2009).
Manusia dipandang sebagai individu yang bersifat holistik dan humanistik
yang dalam kehidupannya selalu berinteraksi dengan lingkungan, baik internal
maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap status kesehatannya,
asuhan/pelayanan keperawatan. Asuhan/pelayanan keperawatan merupakan
praktik/tindakan keperawatan mandiri yang diberikan karena adanya ketidak
mampuan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Manusia merupakan makhluk
bio-psiko-sosio-spiritual yang unik dan utuh dalam arti merupakan satu kesatuan
utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai berbagai macam
kebutuhan sesuai dengan tingkatan perkembangannya. (Konsorsium Ilmu
Kesehatan 1992). Profesi keperawatan juga mempunyai konsep tentang manusia
yang memandang dan meyakini manusia sebagaI sebagai sistem, adaptif dan
sebagai makhluk yang holistik.

3
Untuk dapat memberikan pelayanan keperawatan tersebut, perawat perlu
memahami konsep manusia sebagai individu yang holistik, konsep homeostatis,
berbagai pandangan teoritis tentang manusia serta konsep – konsep kebutuhan
manusia. Oleh karena itu, kami membuat makalah ini dengan tujuan agar para
pembaca yang bergelut di bidang keperawatan dapat mengetahui secara lebih
mendalam mengenai teori-teori keperawatan dalam hal ini kami berfokus pada
konsep manusia. Setelah mengetahui dengan baik konsep manusia tersebut,
seorang perawat haruslah dapat mengaplikasikan ilmunya dalam dunia kerja
sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada klien.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa konsep manusia dan masyarakat?
2. Apa yang di maksud dengan manusia sebagai makluk individu dan sosial?
3. Apa pengertian masyarakat?
4. Apa saja unsur-unsur masyarakat?
5. Bagaimana cara terbentuknya masyarakat?
6. Apa hakekat manusia?

C. TUJUAN

1. Agar kita mengetahui konsep masyarakat
2. Agar kita mengetahui maksud masyarakat sebagai makluk individu dan
sosial
3. Agar kita mengetahui pengertian masyarakat
4. Agar kita mengetahui unsur-unsur masyarakat
5. Agar kita mengetahui bagaimana cara terbentuknya masyarakat
6. Agar kita mengetahui apa saja hakekat manusia

4
BAB II
PEMBAHASAN

KONSEP MANUSIA dan MASYARAKAT

1. KONSEP MANUSIA

Banyak yang mendefinisikan tentang manusia, yang jelas penjelasan tentang
manusia memang multikompleks dan umumnya manusia sendiri tidak mampu
mengetahui hakikat manusia secara utuh. Manusia dapat ditinjau dari dua sudut
pandang, yaitu manusia sebagai makhluk holistic dan manusia sebagai system.

a. Manusia sebagai Makhluk Holistik

Manusia sebagai mahluk holistic merupakan mahluk yang utuh atau paduan dari
unsure biologis, psikologis, social dan spiritual. Sebagai mahluk biologis, manusia
tersusun atas system organ tubuh yang digunakan untuk mempertahankan
hidupnya, mulai dari lahir tumbuh kembang, hingga meninggal. Sebagai
mahluk psikologis, manusia mempunyai sturktur kepribadian , tingkah laku
sebagai manifestasi kejiwaan, dan kemampuan berpikir serta kecerdasan. Sebagai
mahluk social, manusia perlu hidup bersama orang lain, saling bekerjasama
untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, mudah dipengaruhi
kebudayaan, serta dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan
norma yang ada. Sebagai mahluk spiritual, manusia memiliki keyakinan,
pandangan hidup, dan dorongan hidup yang sejalan dengan keyakinan yang
dianutnya.

b. Manusia sebagai Sistem

5
Manusia sebagai system terdiri atas system adaptif, personal, interpersonal, dan
social. Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respon
terhadap perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi integritas atau
keutuhan.Sebagai system personal, manusia memiliki proses persepsi dan
bertumbuh kembang. Sebagai system interpersonal, manusia dapat berinteraksi,
berperan, dan berkomunikasi terhadap orang lain. Sedangkan sebagai system
social, manusia memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan
keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun
lingkungan

Pekerjaan

2. KONSEP MASYARAKAT

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata
dalam bahasa Arab, musyarak. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain). 2.Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur.Berikut ini pengertian masyarakat menurut beberapa ahli :

Dikutip dari Syafrudin (2009)

1) Menurut Linton (ahli antropologi)
Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup
bekerja sama sehingga dapat mengorganisasi dirinya dan berfikir tentang dirinya
sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
2) Menurut MJ. Herskovits
Masyarakat adalah kelompok individu yang dikoordinasikan dan
mengikuti satu cara hidup tertentu.
3) Menurut JL. Jillin dan JP. Jillin
Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar mempunyai
kebiasaan tradisi sikap dan perasaan persatuan yang sama.

4) Menurut Prof. DR. Koentjoroningrat

6
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut
suatu system adat istiadat tertentu yang berkesinambungan dan terikat oleh suatu
rasa identitas bersama.
5) Menurut R. Linton
Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sam
sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dalam kesatuan social dengan
batas-batas tertentu.

3. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKLUK INDIVIDU dan
SOSIAL

Individu dalam hal ini adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkahlaku spesifik tentang dirinya. Akan
tetapi dalam banyak hal banyak pula persamaan disamping hal-hal yang spesifik
tentang dirinya dengan orang lain. Disini jelas bahwa individu adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosaialnya,
melainkan juga mempunyai kepribadian, serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala
maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek
yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah,
dan aspek sosial. Apabila terjadi kegoncangan pada salah satu aspek, maka akan
membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta
habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-
kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi
lingkungan dan manusia itu sendiri.
Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana
hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan
pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan
lingkungan. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga
kelansungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang.

4. UNSUR-UNSUR MASYARAKAT

1). Kategori sosial
Adalah kesatuan manusia yang terwujut karena adanya suatu ciri-ciri yang
objektif yang dikenakan pada manusia-manusianya, seperti: seks, usia, pendapatan
dll.
Dilakukan kategori bila kriterianya sbb:
1. Tidak ada interaksi antar anggota.
2. Tidak ada ikatan moral bersama yang dimiliki.
3. Tidak ada harapan-harapan peran.

2). Golongan sosial

7
Adalah suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu,
bahkan sering kali ciri itu dikenalkan kepada mereka dari pihak luar kalangan
mereka sendiri. Misalnya: golongan pemuda, gelandangan dan pengemis.
3). Komunitas
Adalah suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati wilayah yang
nyata dan berinteraksi menurut suatu system adat istiadat, terikat identitas
komunitas dan memiliki patriotism dan nasionalisme. Misalnya kesatuan-kesatuan
seperti kota, desa, RW, pengrajin, petani dll.
4). Kelompok dan himpunan
a). Kelompok
Adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi antar anggotanya,
mempunyai adt istiadat tertentu norma-norma berkesinambungan dan
adanya rasa identitas yang sama serta mempunyai organisasi dan sistem
pimpinan.
b). Himpunan
Adalah kesatuan manusia yang berdasarkan sifat tugas dan atau guna, sifat
hubungan berdasarkan kotrak, dasar organisasinya buatan, pimpinan berdasarkan
wewenang dan hokum. Misalnya PPNI, IDI, IBI, IAKMI, dll. (Syafrudin, 2009)

5. TERBENTUKNYA MASYARAKAT

Kelompok social atau masyarakat terbentuk karena manusia – manusia

menggunakan pikiran, perasaan, dan keinginannya dalam memberikan reaksi

terhadap lingkungannya. Manusia mempunyai naluri untuk selalu

berhubungan dengan sesamanya.Hubungan yang berkesinambungan ini

mengahsilkan pola pergaulan yang disebut pola interaksi social.

Untuk terbentuknya suatu masyarakat, paling sedikit harus terpenuhi tiga

unsur sebagai berikut :

 Terdapat sekumpulan orang

 Berdiam atau bermukim di suatu wilayah dalam waktu yang relative lama

 Akibat dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu

menghasilkan kebudayaan berupa system nilai, system ilmu pengetahuan

dan kebudayaan kebendaan

8
Ada tiga jenis masyarakat dilihat dari lingkungan hidupnya, yaitu:

1. Masyarakat primitif, yaitu masyarakat yang terisolir atau mengisolasikan

diri dengan dunia atau masyarakat luar, cara hidup masih terbelakang,

kebudayaan yang rendah, dan tempat tinggal yang berpindah-pindah

(nomaden).

2. Masyarakat desa, yaitu masyarakat yang agraris yang kebutuhan hidupnya

banyak bergantung dari hasil bertani dan menangkap ikan, kehidupan

mereka sangat bergantung pada iklim dan pergantian musim.

3. Masyarakat kota, yaitu masyarakat yang merupakan tempat berbaurnya

segala macam suku bangsa dan bertumpunya hasil-hasil teknologi modern,

sifat-sifat individualitas tumbuh dan berkembang.

Sedangkan Masyarakat berdasarkan taraf struktur sosial dan kebudayaan,

masyarakat terdiri dari:

1. Masyarakat sederhana
2. Masyarakat madya
3. Masyarakat modern

Masyarakat berdasarkan mata pencaharian :
1. Masyarakat pemburu
2. Masyarakat peternak
3. Masyarakat peladang
4. Masyarakat nelayan
5. Masyarakat petani. (Syafrudin, 2009)

9
6. CIRI-CIRI MASYARAKAT

1. Interaksi antar warga.
2. Adat istiadat, norma hokum dan aturan khas yang mengatur seluruh
penduduk warga kota atau desa.
3. Satuan komunitas dalam wilayah.
4. Satuan rasa identitas kuat yang mengikat semua warga.

7. HABITAT MANUSIA SEBAGAI MAKLUK INDIVIDU dan
SOSIAL

Manusia sebagai makhluk individu artinya manusia sebagai makhluk hidup
atau makhluk individu maksudnya tiap manusia berhak atas milik pribadinya
sendiri dan bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Manusia individu adalah
subyek yang mengalami kondisi manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya
melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis
kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui
tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal
untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia
juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang
menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan
lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini
berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya
tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan
berinteraksi. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling
berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat
tinggalnya.Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan
lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya
demi kelangsungan hidup sejenisnya.

8. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang
dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu
yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok
lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat
simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya
diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.

10
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat
kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari
terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi
dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan
Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi
dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat
terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu
yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan
ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan
berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang
dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall
membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak
intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang
Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat
adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi.
Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas.
Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi.
Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.

9. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN MASYARAKAT atau
INDIVIDU

Individu yang termasuk kepentingan keluarga, kelompok atau golongan dan
kepentingan masyarakat yang termasuk kepentingan rakyat . Dalam diri manusia,
kedua kepentingan itu satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu
kepentingan tersebut hilang dari diri manusia, akan terdapat satu manusia yang
tidak bisa membedakan suatu kepentingan, jika kepentingan individu yang hilang
dia menjadi lupa pada keluarganya, jika kepentingan masyarakat yang dihilangkan
dari diri manusia banyak timbul masalah kemasyarakatan contohnya korupsi.
Inilah yang menyebabkan kebingungan atau dilema manusia jika mereka tidak
bisa membagi kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. Dilema anatara
kepentingan individu dan kepentingan masyarakat adalah pada pertanyaan mana
yang harus diutamakan, kepentingan manusia selaku individu atau kepentingan
masyarakat tempat saya hidup bersama? Persoalan pengutamaan kepentingan
individu atau masyarakat ini memunculkan dua pandangan yang berkembang
menjadi paham/aliran bahkan ideologi yang dipegang oleh suatu kelompok
masyarakat.
Kita semua berharap pada setiap perubahan jaman yang akan mewujudkan
harapan dan cita-cita setiap individu sebagai personalitas dan masyarakat sebagai
komplementer. Karena terwujudnya suatu tatanan kehidupan yang harmonis
dalam suatu lingkungan yang damai adalah harapan setiap insan di dunia dan
meskipun dengan meniadakan sama sekali terjadinya konflik adalah suatu hal
yang tidak mungkin disebabkan banyaknya kepentingan individu (egoistis,
atomistis) dalam mencapai tujuannya dan individu didalam suatu masyarakat

11
(kolektivistis) terkadang memungkin terjadinya konflik dan penyerapan konflik
diupayakan melalui hasrat yang bersifat mengatur atau menjaga keseimbangan
karena apabila tidak suatu fungsi yang mengatur atau menjaga keseimbangan
maka kedua kepentingan tersebut akan tidak dapat dikendalikan.

10. PERAN SERTA MASYARAKAT

Peran serta masyarakat adalah rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan
berdasarkan gotongroyong dan swadaya masyarakat dalam rangka menolong
mereka sendiri mereka sendiri mengenal, memecahkan masalah, dan kebutuhan
yang dirasakan masyarakat, baik dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang
yang berkaitan dengan kesehatan agar mampu memelihara kehidupannya yang
sehat dalam rangka meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat.

12
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan

Masyarakat adalah manusia yang hidup bersama di suatu wilayah tertentu

dalam waktu yang cukup lama yang saling berhubungan dan berinteraksi dan

mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama.

Masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan dan kebudayaan juga tidak bisa

dipisahkan dari masyarakat,keduanya saling terkait,aling mempengaruhi dan

memiliki hubungan timbal balik dengan segala tipe dan unsur-unsur yang ada

pada masyaraka

2. Saran

1. Untuk pembaca :

Agar semua pembaca mengerti tentang makna dan konsep manusia serta

masyarakat

2. Untuk perawat/calon perawat

Agar bisa mengerti bagaimana peran dan segala konsep konsep tentang

kehidupan manusia dan masyarakat

13
DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Assaf. 2009. Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta : EGC.
2. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
3. Effendy, Ferry dan Makhfudi. 2009. Keperawatan Kesehatan
Komunitas. Jakarta : Salemba Medika.
4. Hidayat, A. Alimul Aziz. 2003. Riset Keperawatan dan Teknik
Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.
5. Hidayat, A. Aziz Alimul. 2008. Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
6. Juliana, Erna. 2008. Manajemen Pelayanan Kebidanan. Jakarta :
EGC.
7. Laksono. 2005. KTI Kebidanan.
http://www.scribd.com/doc/46253269/tingkat-kepuasan-pasien-
terhadap-pelayanan-KIA-Di-puskesmas-KTI-KEBIDANAN. 27
Februari 2011.
8. Notoatmodjo, Soekidjo. 2009. Metodologi Penelitian Kesehatan.
Jakarta : Rineka Cipta.
9. Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian
Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
10. Rangkuti, Freddy. 2008. Measuring Customer Satisfaction.
Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
11. Syafrudin. 2009. Sosial Budaya Dasar. Jakarta: TIM.
12. Syaifuddin. 2002. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu.
http://blogjoeharno.blogspot.com/2008/03/faktor-faktor yang
mempengaruhi mutu.html. 27 Februari 2011.
13. Wijoyo, Djoko. 2008. Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak.
Surabaya : Duta Prima Airlangga.
14. http://dokumen.tips/search/?
q=KONSEP+MANUSIA+DAN+KEBUTUHAN+DASAR+MAN
USIA.pdf
15. https://www.scribd.com/doc/192323380/Makalah-Pergerakan-
Peran-Serta-Masyarakat
16. http://askebvkebidanankomunitas.blogspot.co.id/p/pergerakan-
peran-serta-masyarakat.html
17. Adam, K & Jessica, K (2000). Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. Edisi I.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

14
18. Notoatmojo, S (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.
Jakarta: Rhineka Cipta

15