MANIFESTASI KLINIS

Nama : By. SF 1. Pada neonatus : menolak untuk makan, reflek menghisap kurang,
Umur : 25 hari muntah, diare, tonus otot melemah, dan menangis lemah.
Jenis Kelamin : Perempuan 2. Anak-anak dan remaja : demam tinggi, sakit kepala, muntah,
Diagnosa : Meningitis perubahan sensori, kejang, mudah, fotopobia, delirium, halusinasi,
maniak, stupor, koma, kaku kuduk, tanda kernig dan brudzinki
DEFINISI positif, ptechial (menunjukkan infeksi meningococal)
Suatu infeksi purulent lapisan otak yang pada orang dewasa biasanya hanya di ruang
subaraknoid, namun pada bayi cenderung meluas sampai ke rongga subdural sebagai
suatu efusi atau empiema subdural (leptomeningitis) atau bahkan ke dalam otak PEMERIKSAAN PENUNJANG
(meningoensefalitis) (Satyanegara, 2010). 1. Lumbal pungsi dan kultur CSS: jumlah leukosit (CBC) meningkat,
kadar glukosa darah menurun, protein meningkat, tekanan cairan
PENATALAKSANAAN meningkat, asam laktat meningkat, glukosa serum meningkat.
1. Obat antiinflamasi 2. Kultur darah, untuk menetapkan organisme penyebab
a. Meningitis tuberkulosa
3. Kultur urin, untuk menetapkan organisme penyebab
 Isoniazid 10-20 mg/kg/24 jam oral, 2x sehari maksimal
4. Kultur nasofaring, untuk menetapkan organisme penyebab
500 gr selama 1½ tahun
5. Elektrolit serum, meningkat jika anak dehidrasi: Na + naik dan K+
 Ripamfisin 10-15 mg/kg/24 jam oral, 1 kali sehari selama
1 tahun turun
 Streptomisin sulfat 20-40 mg/kg/24 jam sampai 1 minggu 6. Osmolaritas urin, meningkat dengan sekresi ADH
1-2x sehari selama 3 bulan 7. MRI, CT-scan/ angiografi
b. Meningitis bakterial, umur < 2 bulan
 Sefalosporin generasi ke-3
 Ampisilin 150-200 mg (400 gr)/kg/24 jam IV, 4-6x sehari
c. Meningitis bakterial, umur > 2 bulan
 Ampisilin 150-200 mg (400 gr)/kg/24 jam IV, 4-6x sehari ETIOLOGI
 Sefalosporin generasi ke-3 Bakteri tersering Hemophylus influenza, Neiseria
2. Pengobatan simptomatis meningitidis, dan Diplococcus pneumonia
a. Diazepam IV 0.2-0.5 mg/kg/dosis atau rectal 0.4-0.6 (Satyanegara, 2010)
mg/kg/dosis kemudian dilanjutkan dengan fenitoin 5 mg/kg/24
jam, 3x sehari
b. Turunkan demam dengan antipiretik parasetamol atau salisilat
10 mg/kg/dosis sambil dikompres air
Masuk ke nasofaring Masuk melalui luka terbuka
3. Pengobatan suportif
a. Cairan intravena
b. Pemberian O2 agar konsentrasi O2 berkisar antara 30-50%
PATOFISIOLOGI
Menyerang pembuluh darah Masuk ke pembuluh darah
Bakteri, virus, jamur, protozoa (mikroorganisme)

kapiler oleh ventrikel III Peningkatan Penurunan perfusi ketidakefektifan karakteristik. Masuk ke serebral melalui pembuluh darah Troboemboli Menyebar ke CSS Peningkatan TIK Reaksi lokal pada meningen MENINGITIS Kerusakan adrenal Reaksi inflamasi Bakteri masuk ke Metabolisme bakteri meningen Kolaps pembuluh darah Vasodilatasi pembuluh Akumulasi sekret Metabolisme bakteri darah Hiperperfusi Peningkatan komponen Akumulasi sekret NOC: pasien tampak nyaman Peningkatan Peningkatan Darah diedarkan ke seluruh Hambatan Peningkatandarah di vaskularResiko serebral NIC : Menekan syaraf permeabilitas aliran darah tubuh penyerapan CSS permeabilitas kapiler  LakukanResiko pengkajian nyeri Peningkatan komponen ketidakefektifan secara komprehensif (lokasi. jaringan NOC : pasien bebas dari tanda dan gejala Resiko infeksi Kebocoran cairan otak  Observasi reaksi nonverbal infeksiintestinal otak dari intravaskuler ketidaknyamanan NIC : Bakteri masuk ke aliran Peningkatan Peningkatan CSS  Kontrol lingkungan yang  Ajarkan ibu untuk mencuci tangan sebelum dapat mempengaruhi nyeri balik vena ke jantung hidrosefalus vikositas darah Rubor/ kemerahan dan setelah kontak dengan pasien (suhu ruangan dan kebisingan)  Cuci tangan sebelum dan sesudah  Ajarkan teknik relaksasi napas dalam melakukan tindakan keperawatan  Tingkatkan istirahat  Monitor tanda dan gejala infeksi. durasi. darah di serebral perfusi jaringan Sel darahNyeri merahakut ke Color/ panas permeabilitas kapiler jaringan serebral perfusikualitas) frekuensi. monitor  Kolaborasi pemberian TTV .

protozoa (mikroorgsnisme) . dan nadi adekuat) Monitor  2 Kolaborasi pemberian cairan respirasi dan status O PeningkatanPeningkatan Resiko cidera TIK muatan listrik pernapasan  Monitor vital sign intravena  Monitor suhu. dan dan  Kolaborasi Monitorpemberian TTV cairan pada sel saraf motorik kelembapan kulit  Kompres pasien IV Monitor kualitas nadi Aliran darah ke otot  Tingkatkan intake cairan  Kolaborasi Monitordilakukan frekuensi dan irama pernapasan transfusi menurun  Monitor suhu. dan Peningkatan Mesensefalon Gangguan punggung rangsang hipofisis  Kolaborasi hemostasis neuron anterior pemberian analgetik Penurunan tingkat  Monitor adanya kesadaran Kelainan depolarisasi tromboplebitis Demam neuron Berkeringat Ketidakefektifa Penurunan reflek Hipertermia n pola napas batuk Hiperaktivitas neuron Kekurangan NOC : menunjukkan jalan napas yang paten volume cairan NOC : suhu tubuh dalam rentang Penumpukan sekret Peningkatan NIC : normal kebutuhan energi  Monitor status oksigen pasien NOC : tidak ada tanda dehidrasi. mukosa Ketidakefektifan Peningkatan Aliran darah ke otak suctioning sianosis membran lembab dan dipsneu  Monitor tekanan darah. NIC : NOC : adanya suara napas yangbersih. warna. Peningkatan volume cairan di intestisial Edema serebral Ketidakseimbangan ion NOC : tidak ada tanda- tanda peningkatan Penekanan Desensefalon Postulat kelien Ketidakseimbangan tekanan intrakranial hipotalamus monroe asam basa NIC :  Batasi gerakan pada leher. jamur. dan bersihankontraksi jalan otot meningkat  Monitor TTV NICNIC : : RR Kejang  MonitorPosisikan pasien untuk memaksimalkan status hidrasi  Kolaborasi ventilasi dalam pemberian  Monitor kualitas nadi (kelembapan membran Berikan bronkodilator antipiretik  Monitor frekuensi dan irama mukosa. kepala. warna. dan dan kelembapan kulit PATOFISIOLOGI  Monitor sianosis perifer Bakteri. nadi. tidaksuhu Monitor adasesering mungkin  Pastikan kebutuhan oral/tracheal elastisitas kulit baik. virus.

E. Rencana Asuhan Keperawatan . (2002). Jakarta: EGC . tidak terjadi tajam penglihatan penurunan berat badan yang berarti NIC :  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk Gangguan persepsi menentukan jumlah kalori dan nutrisi visual yang dibutuhkan pasien  Berikan makanan yang terpilih  Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan DAFTAR PUSTAKA Doenges. M. menurunkan sesuai dengan kebutuhan. Merangsang saraf Menekan saraf di simpatis servikalis Mual muntah Peningkatan tekanan Rangsangan otot aliran darah sistemik disekitar servikal NOC : pasien terbebas dari cidera NIC : Penurunan intake  Sediakan lingkungan yang aman untuk makanan Menurunkan aliran Otot pada tengkuk pasien balik vena ke jantung  Menghindari lingkungan yang berbahaya menegang (kaku  Menyediakan tempat tidur yang nyaman Ketidakseimbanga kuduk) dan bersih n nutrisi kurang Pembengkakan dari kebutuhan diskus optikus tubuh Pembesaran bintik NOC : adanya peningkatan berat badan kuning.

Edisi Revisi Jilid I. (2015). . A. H & Kesuma. H. Jogjakarta: Mediaction. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC.Nurarif.