REFERAT

Low Tension Glaucoma

Pembimbing :
dr. Erin Arsianti, Sp.M M.Sc

Di susun oleh :
Vivi Novemly Rumahlatu 11.2016.035
Prizilia Saimima 11.2016.047

KEPANITRAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA
RUMAH SAKIT MATA DR. YAP

PERIODE 21 November 2016 – 24 Desember 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
YOGYAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan,
yang memberi kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma
adalah suatu neuropati optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan
(cupping) diskus optikus, pengecilan lapangan pandang, biasanya disertai
peningkatan tekanan intraokuler. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya
fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 1

berupa ekskavasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik yang dapat
berakhir dengan kebutaan.(1,2)
Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah
katarak, biasanya terjadi pada usia lanjut. Dibeberapa negara 2% penduduk usia
diatas 40 tahun menderita glaukoma, dan di Indonesia glaukoma sebagai
penyebab kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. (1)
Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian yaitu glaukoma
primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut
sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma
dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.(1)
Pada sebagian besar kasus, glaukoma tidak disertai dengan penyakit mata
lainnya (glaukoma primer). Glaukoma primer sudut terbuka merupakan bentuk
yang tersering, bersifat kronik dan bersifat progresif, menyebabkan pengecilan
lapangan pandang bilateral progresif asimptomatik yang muncul perlahan dan
sering tidak terdeteksi sampai terjadi pengecilan lapangan pandang yang ekstensif.
Diagnosa glaukoma primer sudut terbuka jika pada pemeriksaan didapatkan
adanya peningkatan tekanan intraokular, gambaran kerusakan diskus optikus dan
defek lapang pandang. Adapun bentuk lain dari glaukoma yaitu glaukoma primer
sudut tertutup, glaukoma sekunder sudut terbuka, glaukoma sekunder sudut
tertutup, glaukoma kongenital dan glaukoma absolut.(1,2,3)
Mekanisme peningkatan tekanan intraokuler pada glaukoma adalah
gangguan aliran keluar humor aqueous akibat kelainan sistem drainase sudut bilik
mata depan (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor aqueous ke
sistem drainase (glaukoma sudut tertutup). Pada semua pasien glaukoma, perlu
tidaknya diberikan terapi dan efektifitas terapi ditentukan dengan melakukan
pengukuran tekanan intraokuler (tonometri), inspeksi diskus optikus dan
pengukuran lapangan pandang secara teratur.(1,2)
Pengobatan pada glaukoma terdiri atas pengobatan medis serta terapi
bedah dan laser. Pengobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokuler
dan apabila mungkin memperbaiki patogenesis yang mendasarinya.(1)

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 2

Diperkirakan 130. low tension glaucoma mendapat perhatian penelitian yang cukup banyak karena penyebabnya dan perawatannya masih belum menentu. Kondisi ini dikarakteristikan oleh kerusakan syaraf optik yang progresif dan kehilangan penglihatan samping/peripheral vision (visual field) meskipun tekanan dalam mata (intraocular pressure) berada dibatas-batas normal atau bahkan dibawah normal.000-116.(2.4 juta penduduk. ada berbagai jenis glaukoma yang paling sering menyerang manusia seperti primary open angle glaucoma (glaukoma sudut terbuka). Menurut WHO. secara global penduduk dunia yang mempunyai tekanan intarokular lebih dari 21 mmHg yaitu sekitar 104. Antara orang Asia-Afrika dengan orang Eropa berbeda jenis penyakit galukoma yang sering menyerangnya. glaukoma dapat terjadi pada semua usia. Penyebab kebutaan terbanyak kedua pada penduduk amerika yang berusia 18 sampai 65 tahun. (7) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 3 . Sekarang ini.5 juta penduduk dan insiden glaukoma primer sudut terbuka sekitar 2. Diseluruh dunia 5. congenital glaucoma.000 telah mengalami kebutaan atau penurunan visus 20/200.6) Epidemiologi Glaukoma adalah penyebab kebutaan yang terbanyak pada penduduk Afrika Amerika. dan sekitar 84. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Low tension glaucoma atau disebut juga normal tension glaucoma adalah suatu varian dari glaukoma sudut terbuka yang sekarang lebih sering dikenali daripada dahulu.3) Dalam suatu penelitian didapatkan bahwa sekitar 2.000 penduduk Amerika menderita kebutaan murni karena glaukoma. Diperkirakan disebabkan oleh aliran darah ke syaraf optik yang berkurang.25 juta penduduk Amerika Serikat menderita glaukoma primer sudut terbuka dengan usia di atas 45 tahun.2 juta penduduk menderita kebutaan karena glaukoma menurut WHO tahun 1995. (2. acute/chronic closed angle glaucoma (glaukoma sudut tertutup).(3) Bila merujuk South East Asia Glaucoma Interest Group. Tipe glaukoma ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan yang berulang-ulang oleh seorang dokter mata untuk mendeteksi kerusakan syaraf atau kehilangan penglihatan bidang (visual field). pigmentary glaucoma dan secondary glaucoma. Walaupun lebih sering muncul pada usia tua. low tension glaucoma.

Riwayat peningkatan TIO seperti yang disebabkan oleh uveitis anterior. Sebelum diagnosis glaukoma tekanan normal ditegakkan. Glaukomatous cupping (Sumber : Vaughan and Asbury’s general REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 4 . Variasi diurnal yang besar pada TIO.trauma. Penyebab lain yang menyebabkan gangguan diskus optikus dan defek lapangan pandang. Ketika penyakit berkembang menjadi stadium lanjut. b.Pemeriksaan okular pada NTG juga sama dengan 2 glaukoma primer sudut terbuka. harus dapat dipastikan tidak terdapat :1 a. Pasien – pasien dengan glaukoma stadium ringan atau sedang jarang memiliki keluhan. seperti : a. Gambar 1. biasanya pada pagi hari. Diagnosis Low tension glaucoma Manifestasi klinis low tension glaucoma mirip dengan glaukoma primer sudut terbuka. Peningkatan intermiten TIO seperti pada glaukoma subakut e. pasien mengeluhkan keterbatasan lapangan pandang dan penglihatan yang kabur. atau pun penggunaan steroid. Penggaungan diskus optikus Low tension glaucoma memiliki gaung yang lebih besar pada diskus optikus dan biasanya terdapat displacement pada regio infero- temporal (Gambar 1). c. Estimasi TIO yang rendah akibat berkurangnya tebal kornea f. dengan elevasi TIO ketika berbaring d. Perubahan postural TIO.

Tekanan intraokular maksimum terdapat pada pukul 6-9 pagi dan minimum pada dini hari. asetazolamid. dan lain-lain.2 a. Ketebalan kornea sentral Ketebalan kornea sentral yang lebih rendah diperkirakan berkontribusi menyebabkan NTG. Perdarahan pada diskus optikusPerdarahan pada diskus optikus 5 kali lebih sering pada NTG dibandingkan dengan varian glaukoma primer sudut terbuka lainnya. Non-glaukomatosus ← . Diagnosis banding normal tension glaucoma (NTG) Diagnosis banding low tension glaucoma terdiri dari penyakit – penyakit yang menyebabkan neuropati optikus dan defek lapangan pandang yang dapat dibagi menjadi glaukomatosus dan non-glaukomatosus.Glaukoma primer sudut terbuka yang tidak terdiagnosis ← . propanolol. c.Neurologi  Anomali kongenital REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 5 .Penggunaan obat-obatan sistemik seperti digoksin. ← .ophtalmology) b. Defek lapangan pandang d.Peningkatan TIO yang berhubungan dengan penggunaan steroid topikal ataupun sistemik sebelumnya. Tekanan intra okular Terdapat variasi diurnal pada TIO pasien NTG. Glaukomatosus ← . ← . Ketebalan kornea diperiksa dengan menggunakan optical coherence tomography (OCT).Glaukoma pigmentasi ← . e.Glaukoma sekunder seperti akibat uveitis. ← b.

Vaskular  Riwayat syok atau anemia  Iskemia nervus optikus anterior Etiopatogenesis Korpus siliaris yang terletak dibelakang iris bertugas memproduksi cairan yang disebut humour aqueous. Cairan ini akan mengalir menuju lubang pupil dan akan meninggalkan bola mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. (4) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 6 .  Optic nerve pit  Optic nerve coloboma  Morning glory syndrome  Lesi kompresif  Aneurisma intrakranial  Tumor intrakranial ← . Normalnya antara produksi humour aquous dan aliran keluarnya adalah seimbang.

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 7 . akan menekan saraf mata ke belakang dan menekan saraf papil N II dan serabut- serabut saraf N II. (5) Tekanan bola mata ini gunanya untuk membentuk bola mata. mencegah keluarnya cairan mata melalui sudut bilik mata (mekanisme blokade pupil). berarti bola mata itu menjadi keras seperti kelereng. Saraf-saraf yang tertekan itu dan yang menekan saraf papil II ini terjadi penggaungan. serabut-serabut saraf di dalam saraf mata menjadi terjepit dan mengalami kematian. Kalau tekanannya terlalu tinggi. (5) Tekanan yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan yang cepat. Aliran humor aqueous Jika aliran keluarnya terhambat atau produksinya berlebihan. Besarnya kerusakan tergantung pada besarnya dan lamanya tekanan. Gambar 1. Kalau tekanannya normal. hambatan terhadap aliran aqueous dan tekanan vena episklera. (5) Tekanan intraokuler adalah keseimbangan antara produksi humor aquous. maka tekanan bola mata akan meninggi. (5) Glaukoma terjadi ketika produksi dari cairan bola mata meningkat atau cairan bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi. maupun buruknya aliran darah disaraf optik. Akibatnya. sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan kerusakan yang perlahan- lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan pula apabila tidak segera ditangani. berarti bola mata itu terbentuk dengan baik. Cairan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir melalui pupil sehingga mendorong iris ke depan.

Beberapa penelitian menebak peningkatan viskositas dan hiperkoagubilitas darah. Sebagai tambahan. meski kecil. Namun pada low tension glaukoma banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan tidak terjadinya peningkatan TIO bahkan selalu normal. Ketidaknormalan perfusi nervus optik akan meningkatkan terjadinya kerusakan pada nervus optik.6) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 8 . dan peningkatan TIO berada diatas normal dipengaruhi oleh variasi diurnal postural sangat berpengaruh. Banyak faktor yang mempengaruhi perkbvgvbhgembangan glaukoma jenis ini. (2. Tipe glaukoma ini diperkirakan ada hubungannya. orang Jepang atau pada wanita. akan tetapi hal ini lebih sering disebabkan oleh hambatan terhadap aliran humor aqueous.5. kerusakan yang terjadi karena hubungannya dengan tekanan dalam bola mata juga bisa terjadi pada yang masih dalam batas normal tinggi (high normal). namun penyebab pastinya tidak diketahui.Ketidakseimbangan antara ketiga hal tersebut diatas dapat menyebabkan peningkatan TIO. Glaukoma bertekanan normal ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah. jadi tekanan yang lebih rendah dari normal juga seringkali dibutuhkan untuk mencegah hilangnya penglihatan yang lebih lanjut. yang mana mengakibatkan kematian dari sel-sel yang bertugas membawa impuls/rangsang tersebut dari retina menuju ke otak. dengan kurangnya sirkulasi darah di syaraf/nervus opticus.

Beberapa faktor resiko terjadinya glaukoma sudut terbuka adalah : (3. Deteksi dan perawatan dini glaukoma adalah satu-satunya jalan untuk menghindari hilangnya penglihatan.4)  Umur lebih dari 40 tahun  Peningkatan tekanan intraokuler  Keturunan Amerika-Afrika  Riwayat trauma ocular  Penggunaan kortikosteroid topikal. sistemik ataupun endogen  Myopia  Diabetes mellitus  Penyakit vascular karotis  Penyakit distiroid  Kehilangan darah akut  Anemia  Riwayat hipertensi sistemik  Insufisiensi vaskular Gejala Klinis Pasien dengan low tension glaucoma memperlihatkan peningkatan perubahan glaukomatosa pada diskus optik dan defek lapangan pandang tanpa peningkatan tekanan intraokular.Faktor resiko Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Kamal dan Hitchings menetapkan beberapa kriteria yaitu: REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 9 .

Ischemic papillitis merupakaan keadaan akut yang memiliki karakteristik nervus optic yang tampak bengkak dan pucat.  Pada pemeriksaan gonioskopi didapatkan sudut bilik mata depan terbuka. Pasien-pasien ini susah diterapi karena penanganan terapinya tidak berfokus pada kontrol tekanan intraokular.  Gambaran kerusakan diskus optikus dengan cupping glaumatosa yang disertai defek lapangan pandang. 3) Rising type.  Kerusakan glaumatosa yang progresif. 32-50% individu yang terkena ak an memperlihatkan tekanan intraokular yang normal saat pertama kali diperiksa.(3. Sebaliknya. 4) Double variation. malam hari naik lagi. Tekanan bola mata untuk satu mata tak selalu tetap. puncak TIO terdapat pada waktu bangun tidur. tetapi dapat dipengaruhi seperti pada saat bernapas mengalami fluktuasi 1-2 mmHg dan pada jam 5-7 pagi paling tinggi. peningkatan tekanan intraokular semata tidak selalu diartikan bahwa pasien mengedap glaukoma sudut terbuka primer. 2) Falling type. siang hari menurun. TIO sama sepanjang hari. meskipun TIO normal.  Tekanan intraokular rata-rata adalah 21 mmHg dan tidak pernah melebihi 24 mmHg. Hal ini dinamakan variasi diurnal dengan fluktuasi 3 mmHg. pada glaukoma primer sudut terbuka terdapat empat tipe variasi diurnal yaitu 1) Flat type. Menurut Downey.(6) Pemeriksaan Ophtalmologi A. puncak TIO didapatkan pada jam 9 pagi dan malam hari. untuk REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 10 . (4) Dua keadaan yang memiliki kemiripian dengan low tension glaucoma yaitu ischemic papillitis dan ischemicp0.optic neuropathy. rerata tekanan intraokularnya lebih tinggi sehingga batas atasnya adalah 24 mmHg. puncak TIO didapat pada malam hari. Pada usia lanjut. Adanya defek lapang pandang sama seperti glaucoma.(1.3) Menurut Langley dan kawan-kawan. jika pada sebuah mata didapatkan variasi diurnal melebihi 5 mmHg ataupun selalu terdapat perbedaan TIO sebesar 4 mmHg atau lebih maka menunjukan kemungkinan suatu glaukoma primer sudut terbuka.4) Pada glaukoma sudut terbuka primer. Pengukuran Tekanan Intraokular Rentang tekanan intraokular normal adalah 10-21 mmHg.

(1. Kelemahan alat ini adalah mengabaikan faktor kekakuan sklera. karna itu dinamakan juga tonometri indentasi schiotz. Tekanan bola mata dengan cara digital dinyatakan dengan nilai N+1.(4) Pada penderita tersangka glaukoma. Pengukuran tekanan intraokular yang paling luas digunakan adalah tonometer aplanasi Goldmann. (4) Tonometer digital adalah cara yang paling buruk dalam penilaian terhadap tekanan bola mata oleh karena bersifat subjektif.(4) B.4) Ada empat macam tonometer yang dikenal yaitu tonometer schiotz. Lebar sudut bilik mata depan dapat diperkirakan dengan REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 11 . Variasi diurnal tekanan intraokular pada pada orang normal berkisar 6 mmHg dan pada pasien glaukoma variasi dapat mencapai 30 mmHg. Dengan tonometer ini dilakukan penekanan terhadap permukaan kornea menggunakan sebuah beban tertentu. Tonometer schiotz merupakan alat yang paling praktis sederhana. N+3. Dasar pemeriksaannya adalah dengan merasakan reaksi kelenturan bola mata (balotement) pada saat melakukan penekanan bergantian dengan kedua jari tangan. dan sebaliknya N-1 sampai seterusnya. makin mudah bola mata ditekan. Pengukuran tekanan bola mata dinilai secara tidak langsung yaitu dengan melihat daya tekan alat pada kornea. Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Depan Merupakan suatu cara untuk menilai lebar dan sempitnya sudut bilik mata depan. menegakkan diagnosis diperlukan bukti-bukti lain seperti adanya diskus optikus glaukomatosa atau kelainan lapangan pandang. pasien dapat diobservasi secara berkala sebagai tersangka glaukoma. Tansformasi pembacaan skala tonometer ke dalam tabel akan menunjukan tekanan bola mata dalam mmHg.(1) Tonometer aplanasi merupakan alat yang paling tepat untuk mengukur tekanan bola mata dan tidak dipengaruhi oleh faktor kekakuan sklera. N+2. tonometer digital. yang pada skala akan terlihat angka skala yang lebih besar. Makin rendah tekanan bola mata. tonometer aplanasi dan tonometeri Mackay-Marg. harus dilakukan pemeriksaan serial tonometri. yang dilekatkan ke slitlamp dan mengukur gaya yang diperlukan untuk meratakan daerah kornea tertentu. Apabila tekanan intraokular terus-menerus meninggi sementara diskus optikus dan lapangan pandang normal (hipertensi okular).

Apabila garis Scwalbe tidak terlihat.9. (1) Rasio cekungan diskus adalah cara yang digunakan untuk mencatat ukuran diskus optikus pada pasien glaukoma. yang tidak memperlihatkan jaringan saraf di bagian tepinya. Dengan teknik ini.(1) Akan tetapi. Hasil akhir proses pencekungan pada glaukoma adalah apa yang disebut sebagai cekungan “bean pot”. berkas cahaya langsung diarahkan ke kornea perifer. yang umumnya digunakan yaitu teknik Van Herick. Pemeriksaan Lapangan Pandang REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 12 . Pada teknik ini. Apabila terdapat kehilangan lapangan pandang atau peningkatan tekanan intraokular. Penilaian Diskus Optikus Diskus optikus normal memiliki cekungan di bagian tengahnya yang ukurannya bervariasi bergantung pada jumlah relative serat yang menyusun saraf optikus terhadap ukuran lubang sklera yang harus dilewati oleh serat- serat tersebut.(1) C. sudut dinyatakan sempit. (1. menggunakan sinar biru untuk mencegah penyinaran yang berlebihan dan terjadinya miosis. sudut mata depan sebaiknya ditentukan dengan gonioskopi yang memungkinkan visualisasi langsung struktur-struktur sudut. kedalaman sudut bilik mata depan (PAC) dibandingkan dengan ketebalan kornea (CT) pada limbus kornea temporal dengan sinar sudut 60º. sudut dinyatakan terbuka. Apabila hanya garis Schwalbe atau sebagian kecil dari anyaman trabekular yang terlihat. pencahayaan oblik bilik mata depan.(1) Pada glaukoma mula-mula terjadi pembesaran konsentrik cekungan optik yang diikuti oleh pencekungan superior dan inferior serta disertai pembentukan takik (notching) fokal di tepi diskus optikus. taji sklera dan processus iris dapat terlihat. selain itu juga dapat dilihat apakah terdapat perlekatan iris bagian perifer ke bagian depan.(1.4) D. Besaran tersebut adalah perbandingan antara ukuran cekungan terhadap garis tengah diskus misalnya cawan kecil rasionya 0. Dengan gonioskopi juga dapat dibedakan glaukoma sudut tertutup dan glaukoma sudut terbuka.4) Apabila keseluruhan anyaman trabekular.1 dan cawan besar 0. sudut dinyatakan tertutup. menggunakan sebuah senter atau dengan pengamatan kedalaman bilik mata depan perifer menggunakan slitlamp.5 atau terdapat asimetri yang bermakna antara kedua mata diindikasikan adanya atrofi gluakomatosa. rasio cawan diskus lebih dari 0.

dan layar tangent. Tes Provokasi Tes ini dilakukan pada suatu keadaan yang meragukan. Pada glaukoma primer sudut terbuka dapat dilakukan beberapa tes provakasi sebagai berikut : (3)  Tes minum air Penderita disuruh berpuasa. Perubahan paling dini adalah semakin nyatanya skotoma relative atau absolut yang terletak pada 30 derajat sentral. Kenaikan 9 mmHg atau lebih mencurigakan. Gangguan lapangan pandang akibat glaukoma terutama mengenai 30 derajat lapangan pandang bagian tengah.(4) Berbagai cara untuk memeriksa lapangan pandang pada glaukoma adalah automated perimeter (misal Humphrey.4) Perimeter berupa alat berbentuk setengah bola dengan jari-jari 30 cm. tanpa pengobatan selama 24 jam.(1) Penurunan lapangan akibat glaukoma sendiri tidak spesifik karena gangguan ini terjadi akibat defek berkas serat saraf yang dapat dijumpai pada semua penyakit saraf optikus. 50 derajat nasal dan 65 derajat bawah. Lapangan pandang adalah bagian ruangan yang terlihat oleh suatu mata dalam sikap diam memandang lurus ke depan. dianggap mengidap glaukoma.5 jam. (1. 50 derajat atas..(1) E. Kemudian disuruh minum satu liter air dalam lima menit. perimeter Goldmann.  Tes steroid REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 13 . atau Henson).2. Pada glaukoma lanjut. Lalu diukur tiap 15 menit selama 1. Kenaikan tensi 8 mmHg atau lebih. Kemudian ukur tensi intraokular nya. ketajaman penglihatan sentral mungkin normal tetapi hanya 5 derajat lapangan pandang di tiap-tiap mata. Octopus. Friedmann field analyzer. Objek digeser perlahan-lahan dari tepi ke arah titik tengah kemudian dicari batas- batas pada seluruh lapangan pada saat benda mulai terlihat. pasien mungkin memiliki ketajaman penglihatan 20/20 tetapi secara legal buta.  Pressure Congestion Test Pasang tensimeter pada ketinggian 50-60 mmHg selama satu menit. dan pada pusat parabola ini mata penderita diletakkan untuk diperiksa. Pada stadium akhir penyakit. sedang bila lebih 11 mmHg berarti patologis. Lapangan pandang normal adalah 90 derajat temporal.

obat-obat tetes mata umumnya digunakan pertama-pertama dalam merawat kebanyakan tipe-tipe dari open-angle glaucoma. oleh karena itu. (8) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 14 . mencegah atau memperlambat kerusakan syaraf lebih lanjut dan kehilangan penglihatan. perawatan dapat membuat tekanan intraocular normal dan. Tetes-tetes mata ini bekerjanya baik dengan mengurangi produksi cairan aqueous (menutup kran) atau dengan meningkatkan pengaliran cairan yang keluar dari mata. pil-pil (jarang). Kenaikan tensi intraokular 8 mmHg menunjukan glaukoma. Yaitu. atau operasi. (8) Di Amerika. Pada mata pasien diteteskan larutan dexamethason 3-4 dd gtt. selama dua minggu. Satu atau lebih tipe-tipe dari obat- obat tetes mata mungkin harus dipakai sampai beberapa kali dalam sehari untuk menurunkan tekanan intraocular. Setiap tipe terapi mempunyai keuntungan-keuntungannya dan potensi komplikasi-komplikasinya. Berlawanan dengannya. laser. glaucoma adalah suatu penyakit yang umumnya dapat dikontrol. Penatalaksanaan Pendekatan Umum Walaupun kerusakan syaraf dan kehilangan penglihatan dari glaukoma umumnya tidak dapat dibalikkan. Perawatan dapat melibatkan pemakaian obat-obat tetes mata. laser atau operasi kadangkala adalah pilihan pertama. di Eropa. sedikitnya lebih sering daripada di Amerika.

Drops ini rupanya juga menyebabkan kemerahan mata dibanding dengan obat-obat tetes mata dari kelas-kelas lainnya. (1. Bertahun-tahun. atau menghalangi. dan metipranolol (Optipranolol).4) Dipakai satu atau dua kali dalam sehari. dan impoten melarang pemakaiannya pada beberapa pasien-pasien. efek-efek samping. (1. bradycardia (denyut jantung yang lambat). namun dapat merubah warna dari iris dan juga menebalkan dan menggelapkan bulu-bulu mata.Obat-Obatan (Obat Tetes Mata)  Beta-adrenergic antagonists Bekerja melawan. Bagaimanapun. Betaxolol (Betoptic) adalah suatu beta-adrenergic antagonist yang lebih selektif kerjanya hanya pada mata dan. mereka juga dapat menyebabkan REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 15 . tekanan darah rendah. (1)  Prostaglandin analogs Adalah serupa dalam struktur kimianya dengan prostaglandin- prostaglandin tubuh. Obat-obat tetes (drops) ini bekerja pada perawatan glaucoma dengan mengurangi produksi dari aqueous humor. unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. carteolol (Ocupress). Pada beberapa pasien-pasien. Obat-obatan ini termasuk timolol (Timoptic). membawa lebih sedikit risiko efek-efek samping terhadap jantung (cardiac) atau paru-paru (pulmonary) dari pada drops lainnya dari tipe ini. oleh karena itu. seperti perburukan dari asma atau emphysema. kelelahan. Mereka dapat dipakai hanya satu kali dalam sehari. Prostaglandin-prostaglandin adalah unsur-unsur yang menyerupai hormon yang terlibat dalam suatu cakupan lebar dari fungsi- fungsi di seluruh tubuh. mereka adalah standar emas (dibandingkan dengan bahan-bahan lain) untuk merawat glaucoma.4) Prostaglandin analogs telah menggantikan timolol sebagai drops untuk glaucoma yang paling umum diresepkan. Obat-obatan kelas ini mempunyai lebih sedikit efek-efek samping sistemik (melibatkan sisa tubuh) dari pada timolol. Drops ini bekerja pada glacoma dengan meningkatkan pengeluaran (drainage) cairan dari mata. levobunolol (Betagan). drops ini sangat efektif.

Bagaimanapun. peradangan didalam mata. dibatasi oleh efek-efek samping sistemik (keseluruh tubuh) mereka. Carbonic anhydrase inhibitors bekerja pada glaucoma dengan mengurangi produksi cairan didalam mata. Adrenergic agonist yang paling populer adalah brimonidine (Alphagan). Mereka bekerja pada glaucoma dengan kedua-duanya yaitu mengurangi produksi cairan oleh mata dan meningkatkan pengeluarannya (drainage). sensasi-sensasi kekebasan (mati rasa) atau rasa geli pada tangan-tangan dan kaki-kaki. Obat-obatan ini termasuk latanoprost (Xalatan). Bentuk- bentuk tetes mata dari obat-obatan tipe ini termasuk dorzolamide (Trusopt) dan brinzolamide (Azopt). dan mual. dan brimatoprost (Lumigan). dan apraclonidine (Iopidine). (1.4)  Adrenergic agonists Adalah suatu tipe dari drops yang bekerja seperti adrenalin.4)  Parasympathomimetic agents REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 16 . Anggota-anggota lain dari obat-obat tetes kelas ini termasuk epinephrine. (1. Penggunaan mereka dalam kondisi ini. Bentuk- bentuk oral dari obat-obatan ini yang dipakai untuk glaucoma termasuk acetazolomide (Diamox) dan methazolamide (Neptazane). dipivefrin (Propine). (1)  Carbonic anhydrase inhibitors Dipakai dengan cara lain sebagai pil-pil (secara sistimatis) untuk menghilangkan cairan dari tubuh pada pasien-pasien dengan pembengkakkan (edema) yang disebabkan oleh penahanan cairan. bagaimanapun. Mereka dipakai dua atau tiga kali dalam sehari. kelelahan. travoprost (Travatan). batu-batu ginjal. Bahan ini rupanya melindungi syaraf optik dari kerusakan diluar hanya menurunkan tekanan intraocular. ada risiko sampai 12% dari reaksi-reaksi alergi lokal (mata). termasuk pengurangan dari potassium tubuh.

(1) Beberapa kelas-kelas baru dari obat-obat tetes glaucoma pada saat ini sedang dalam pengembangan atau menunggu persetujuan FDA. Disebut miotics karena mereka menyempitkan pupil-pupil. Penggunaan mereka dilarang pada pasien- pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol. akumulasi cairan pada jantung dan/atau pada paru-paru (gagal jantung congestive dan/atau pulmonary edema). Pada saat ini. namun mereka sekarang ini tidak disukai karena mereka perlu digunakan tiga sampai empat kali dalam sehari dan menghasilkan efek-efek samping didalam mata. Dipakai terutama untuk menjaga pupil tetap kecil pada pasien-pasien dengan konfigurasi iris tertentu (plateau iris) atau pada pasien-pasien dengan sudut sempit (narrow angle) sebelum laser iridotomy. dan isoflurophate (Floropryl). dan persoalan-persoalan ginjal. atau hati (hepar). Obat-obatan ini termasuk Isosorbide (diberikan melalui mulut) dan Mannitol (diberikan melalui vena-vena). (1)  Osmotic agents Adalah suatu kelas tambahan dari obat-obatan yang digunakan untuk merawat bentuk-bentuk mendadak (akut) dari glaucoma dimana tekanan mata tetap sangat tinggi walaupun dengan perawatan-perawatan lainnya. Efek-efek samping ini termasuk suatu pupil kecil. pilocarpine adalah satu-satunya dari obat-obatan ini yang digunakan untuk glaucoma. ginjal. persoalan-persoalan dengan jantung. demecarium (Humorsol). suatu kening yang sakit. dan suatu peningkatan risiko dari pelepasan retina (retinal detachment). Mereka bekerja pada glaucoma dengan meningkatkan pengeluaran aqueous dari mata. REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 17 . echothiophate (Phospholine Iodide). Obat-obatan ini harus digunakan secara hati-hati karena mereka mempunyai efek-efek samping termasuk mual. perdarahan di otak. Drops-drops ini termasuk pilocarpine. penglihatan kabur. bekerja dengan melawan unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. (1) Parasympathomimetics telah digunakan bertahun-tahun untuk merawat glaucoma.

Pada beberapa kasus-kasus. kemungkinan untuk sukses dengan perawatan-perawatan tambahan tetap sangat kecil. Sebeneranya ada beberapa bentuk-bentuk terapi laser untuk glaukoma. Jadi. SLT kelihatannya tidak menghasilkan luka parut pada sudut. Dengan mata yang dibius dengan obat- obat tetes bius. dia dapat diulang beberapa kali. ALT pada umumnya tidak diulang setelah sesi kedua disebabkan oleh pembentukkan dari jaringan parut pada sudut (angle).Laser atau Operasi Penatalaksanaan yang dapat digunakan untuk low tension glaucoma ialah trabeculoplasty. Ada dua tipe dari laser trabeculoplasty: argon laser trabeculoplasty (ALT) dan selective laser trabeculoplasty (SLT). Bagaimanapun. pengaliran yang diperbaiki sebagai hasil dari perawatan mungkin berlangsung hanya kira-kira dua tahun. dan relatif aman untuk menurunkan tekanan intraocular. pilihan-pilhan untuk pasien pada saat itu adalah untuk memulai lagi menggunakan obat-obat tetes mata atau meneruskan pada operasi. Sayangnya. Laser iridotomy melibatkan pembuatan suatu lubang pada bagian mata yang berwarna (iris) untuk mengizinkan cairan mengalir secara normal pada mata dengan sudut sempit atau tertutup (narrow or closed angles). (1) Laser trabeculoplasty sering dilaksanakan dalam dua sesi. dimana saat itu kanal-kanal pengaliran (drainage channels) bertendensi untuk tersumbat lagi. namun sering dilakukan daripada meningkatkan jumlah obat-obat tetes mata yang berbeda-beda. secara teori. tidak sakit. (1) Laser cilioablation (juga dikenal sebagai penghancuran badan ciliary atau cyclophotocoagulation) adalah bentuk lain dari perawatan yang umumnya dicadangkan untuk pasien-pasien dengan bentuk-bentuk yang parah dari glaucoma dengan potensi penglihatan yang miskin. Prosedur ini melibatkan pelaksanaan REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 18 . Prosedur ini adalah metode yang cepat. Laser trabeculoplasty tidak menyembuhkan glaucoma. Microscopic laser yang membakar sudut mengizinkan cairan keluar lebih leluasa dari kanal-kanal pengaliran. Laser trabeculoplasty adalah suatu prosedur laser dilaksanakan hanya pada mata-mata dengan sudut-sudut terbuka (open angles). minggu atau bulan terpisah. perawatan laser dilaksanakan melalui lens kontak yang berkaca pada sudut mata (angle of the eye). dia digunakan sebagai terapi permulaan atau terapi utama untuk open-angle glaucoma. jadi.

Pembakaran laser ini menghancurkan sel-sel yang membuat cairan. Trabeculectomy adalah operasi glaucoma yang paling umum dilaksanakan. Sistim pengaliran baru ini mengizinkan cairan untuk meninggalkan mata. Tipe laser ini secara khas dilaksanakan setelah terapi-terapi lain yang lebih tradisional gagal. digunakan untuk merawat glaucoma. dia merupakan alat paling efektif menurunkan tekanan mata. Filtering bleb adalah suatu area yang timbul seperti bisul yang ditempatkan pada bagian atas mata dibawah kelopak atas.pembakaran laser pada bagian mata yang membuat cairan aqueous (ciliary body). Prosedur ini mungkin dilaksanakan sebagai suatu alternatif dari trabeculectomy pada pasien-pasien dengan tipe-tipe tertentu glaucoma. (4) Viscocanalostomy adalah suatu prosedur operasi alternatif yang digunakan untuk menurunkan tekanan mata. dengan demikian mengurangi tekanan mata. Untk jalan-jalan kecil baru. Conjunctiva adalah penutup bening diatas putih mata. suatu bleb penyaringan kecil diciptakan dari jaringan conjunctiva (conjunctival tissue). Pada operasi ini. Jika sukses. suatu potongan kecil dari trabecular meshwork yang tersumbat dihilangkan untuk menciptakan suatu pembukaan dan suatu jalan kecil penyaringan yang baru dibuat untuk cairan keluar dari mata. dan kemudian lewat masuk kedalam sirkulasi darah kapiler (capillary blood circulation) dengan demikian menurunkan tekanan mata. Cairan ini berkumpul diatas reservoir dibawah conjunctiva menciptakan suatu filtering bleb. masuk ke bleb. Dia melibatkan penghilangan suatu potongan dari sclera (dinding mata) untuk meninggalkan hanya suatu membran yang tipis dari REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 19 . (1) Operasi Glaucoma Trabeculectomy adalah suatu prosedur operasi mikro yang sulit. (4) Aqueus shunt devices (Glaucoma implants or tubes) adalah alat-alat pengaliran tiruan untuk menurunkan tekanan mata. Meraka pada dasarnya adalah tabung- tabung mikroskopic yang dipasang pada suatu reservoir. Reservoir ini ditempatkan dibawah jaringan conjunctiva (conjunctival tissue). Tabung yang sesungguhnya (yang memanjang dari reservoir) ditempatkan didalam mata untuk menciptakan suatu jalan kecil baru untuk cairan keluar dari mata.

Ketika dia lebih tidak invasiv dibanding trabeculectomy dan aqueous shunt surgery. operasi umumnya dicadangkan untuk kasus-kasus yang dengan cara lain tidak dapat dikontrol. dia juga bertendensi lebih tidak efektif.(1. (4) Prognosis Apabila terdeteksi dini.jaringan melaluinya cairan aqueous dapat dengan lebih mudah mengalir. (4) Ahli bedah kadangkala menciptakan tipe-tipe lain dari sistim pengaliran (drainage systems). seperti infeksi atau perdarahan.4) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 20 . sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik secara medis. komplikasi- komplikasi. adalah mungkin. Ketika operasi glaucoma seringkali efektif. Apabila obat tetes antiglaukoma dapat mengontrol tekanan intaokular pada mata yang belum mengalami kerusakan glaumatosa luas. prognosis akan baik (walaupun penurunan lapangan pandang dapat terus berlanjut). Maka.

BAB III KESIMPULAN Low tension glaucoma atau disebut juga normal tension glaucoma adalah suatu varian dari glaukoma sudut terbuka yang sekarang lebih sering dikenali daripada dahulu. Pada low tension glaucoma banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan tidak terjadinya peningkatan TIO bahkan selalu normal. orang Jepang atau pada wanita. Ketidaknormalan perfusi nervus optik akan meningkatkan terjadinya kerusakan pada nervus optik. meski kecil. Pasien-pasien ini susah diterapi karena penanganan terapinya tidak berfokus pada kontrol tekanan intraokular. Kamal dan Hitchings menetapkan beberapa kriteria yaitu:  Tekanan intraokular rata-rata adalah 21 mmHg dan tidak pernah melebihi 24 mmHg.(7) REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 21 . yang mana mengakibatkan kematian dari sel-sel yang bertugas membawa impuls/rangsang tersebut dari retina menuju ke otak. namun penyebab pastinya tidak diketahui. Glaukoma bertekanan normal ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah. dengan kurangnya sirkulasi darah di syaraf/nervus opticus. (2.  Pada pemeriksaan gonioskopi didapatkan sudut bilik mata depan terbuka.  Gambaran kerusakan diskus optikus dengan cupping glaumatosa yang disertai defek lapangan pandang. Sebagai tambahan.5) Pasien dengan low tension glaucoma memperlihatkan peningkatan perubahan glaukomatosa pada diskus optik dan defek lapangan pandang tanpa peningkatan tekanan intraokular. jadi tekanan yang lebih rendah dari normal juga seringkali dibutuhkan untuk mencegah hilangnya penglihatan yang lebih lanjut. Tipe glaukoma ini diperkirakan ada hubungannya. kerusakan yang terjadi karena hubungannya dengan tekanan dalam bola mata juga bisa terjadi pada yang masih dalam batas normal tinggi (high normal).  Kerusakan glaumatosa yang progresif.

(2003) Anatomy. California.DAFTAR PUSTAKA 1.seagig. Ilyas. and Patophysiology: Handbook of Glaucoma. Riordan. Wijana. Available at: http://www. 1993. S. Paul. Penerbit Kedokteran EGC. 5. Jakarta: EGC. Jakarta. Asbury. 220- 238. and Anterior Segmen Trauma: Opthalmology Basic and Clinical Science Course. Vaughan. Available at: http://www. Lens. Smith. (1986) Glaucoma. (1993) Glaukoma: Ilmu Penyakit Mata. N. Asylor. American Academy of Ophthalmology.htm 8.780-810. ( 2010) Glaukoma: Oftalmologi Umum. (2007) Glaukoma: Ilmu Penyakit Mata. 267-275.org REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 22 . Daniel G. Fakultas Kedokteran Hasanudin.glaucomafoundation. Taylor.org/about_glaucoma. Jakarta. New York. Tayor an Francis. Physiology. M. Morton. 110-115. 2. KS. 49-54. 3. London. Thieme. 6. Second Edition. 7. Koner. 4. Dunitz. (2000) Primary Open Agle Glaucoma. Clinical Pathway of Glaucoma.