LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

RESPIRASI PADA TUMBUHAN

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan
yang dibimbing oleh Ir. Nugrahaningsih, M.P.

Offering H
Kelompok 6
1 Monica Feby Zelvia 150342604927
2 Rendhika Farah A.P 150342605471
3 Shuffi Ridho L.A.Y 150342605441
4 Tigris Putri Susanti 150342607325

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
NOVEMBER 2016
RESPIRASI PADA TUMBUHAN

2013). air dan energi (Paramita. Berdasarkan adanya kandungan oksigen respirasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerobik dan anaerobik dengan adanya oksigen proses respirasi dapat terjadi yang biasa disebut dengan respirasi aerobik dan jika tidak ada oksigen maka disebut dengan respirasi anaerobik (Adirahmanto dkk.1. 2. Dalam proses perkecambahan pada tanaman respirasi memegang peran penting dalam pertumbuhan tanaman dimana pada masa perkecambahan di dalam . Karbohidrat dan asam-asam organik merupakan subtart utama dalam jaringan yang diperlukan oleh kebanyakan tumbuhan dalam proses respirasi. Perbedaan nyata yang terletak antara proses respirasi aerobik dengan proses respirasi anaerobik adalah sumber oksigen. (c) transformasi asm-asam organik dan asam piruvat secara aerobik menjadi CO2. respirasi anaerobik merupakan proses respirasi yang tidak memerlukan oksigen dari udara bebas. Glikolisis merupakan penguraian gula untuk menghasilkan etil alkohol atau etanol. Tujuan Mengetahui pengaruh suhu terhadap laju respirasi kecambah. atau dari proses metabolisme yang lain. Sedangkan. 2010). Menurut Lakitan (2013) berpendapat bahwa. 2012). Respirasi aerobik adalah proses respirasi yang membutuhkan oksigen dari udara bebas. (b) gula yang dioksidasi menjadi asam piruvat. Sedangkan pada respirasi aerob sumber oksigennya berasal dari udara bebas (Jumin. proses respirasi pada tumbuhan terdiri dari beberapa aktivitas yaitu yang pertama diawali dengan adanya proses glikolisis. Proses respirasi dapat dibedakan dalam 3 fase yaitu (a) pemecahan polisakarida menjadi gula sederhana. tetapi dapat diperoleh oksigen dalam jaringan tanaman. Respirasi anaerobik ini biasa disebut dengan proses permentasi. Pada respirasi anaerob sumber oksigen berasal dari bahan organik yag telah mengalami metabolisme. Dasar Teori Respirasi merupakan proses biologis pada makhluk hidup artinya proses penyerapan O2 yang digunakan dalam proses pembakaran (oksidatif) dengan menghasilkan energi dan diikuti adanya proses pengeluaran sisa pembakaran berupa gas karbodioksida dan air.

. 2012). Termometer . Prosedur Kerja Ditimbang kecambah masing – masing 25 gram dan dibungkus dengan kain kasa dan diikat dengan benang. Proses respirasi sangat dipengaruhi oleh suhu. Suhu merupakan salah satu faktor eksternal yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Alat dan Bahan . Kain kasa . Benang . Botol selai .5 N . Disiapkan botol selai dan isilah masing – masing botol dengan 100 ml 0. 2013). protein dan lemak menjadi bentuk terlarut yang akan ditranslokasikan keseluruh titik tumbuh tanaman (Nurshanti. Timbangan analitik .Larutan BaCl2 0.Larutan KOH 0. Gunting .Indikator PP . Kantung plastic 4.Larutan HCl 0. tumbuhan terjadi proses penguraian bahan-bahan organik seperti karbohidrat. Dalam proses respirasi setiap tanaman membutuhkan suhu yang berbeda-beda (Smith dan Dukes. Seperangkat alat titrasi .5N KOH Dimasukkan dalam 3 botol selai (botol 1. 2013). Proses respirasi ini memiliki pengaruh yang sangat penting dalam perkecambahan dan pertumbuhan tanaman karena proses respirasi menghasilkan energi yang akan digunakan oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya dan juga diperlukan pada saat proses fotosintesis (Shaban. Pada tumbuhan proses respirasi terjadi didalam organel mitokondria.2 dan 3) bungkusan kecambah kacang hijau 25 g dengan cara digantung dengan benang pada mulut botol. Gelas ukur . Corong . 3.Kecambah .1 N . Pipet tetes .5 N .

Dititrasi semua larutan KOH yang ada di botol untuk menghitung banyaknya CO2 hasil respirasi kecambahnya. Ditutup ke 6 botol selai dengan plastik secara rapat.5 N sebagai kontrol. Masing – masing diberi label. Kemudian lakukan perlakuan sebagai berikut : Botol 1 : masukkan kedalam pendingin Botol 2 : masukkan kedalam inkubator. Dimasukkan data hasil pengukuran kedalam tabel . Catat pula temperature larutan KOH saat akan dititer. suhu 350 C Botol 3 : tempatkan pada suhu kamar Hentikan percobaan setelah 24 jam. Didalam 1 botol lain hanya diisikan larutan KOH 0.

Kelompok Kontrol a.125−0. Hasil titrasi respirasi tumbuhan kelompok kontrol Volume Volume Volume respirasi Perlakuan Suhu titran titer CO2 /jam Suhu dingin 8oC 50 mL 42 0.04995556 Suhu ruang 28oC 50 mL 59 0.05296547 Tabel 2.5 x 1000 grol x 5=0.5 x 0.052 grol 22.04995556liter 24 b. Suhu Dingin 50 mL A : 50 mL 0.052 327.04864786 Suhu inkubator 35oC 50 mL 48.198933 L 1.4 x ( 8+273 ) x 0.021=0. Hasil Pengamatan Tabel 1.05422906 Perhitugan : 1.5 x 1000 grol=0.104=0. CO 2 terlarut= 273 = 273 =1.125 grol .5 x C=0.8 0.5 N=0.3088 E : Vol.5.5 N=0. Suhu Ruang 50 mL A : 50 mL 0.125 grol 42 mL B : 0.198933 Volume CO2 respirasi / jam = =0.104 grol D : 0.05273932 Suhu inkubator 35oC 50 mL 44 0.021 grol C : ( A−B ) =0. Hasil titrasi respirasi tumbuhan kelompok perlakuan Volume Volume Volume respirasi Perlakuan Suhu titran titer CO2 /jam Suhu dingin o 8C 50 mL 38 0.05091624 Suhu ruang 28oC 50 mL 45 0.5 x 1000 grol x 5=0.

04775 grol E: 22.02976 Vol. CO 2 terlarut= = =1. Suhu Dingin 50 mL A : 50 mL 0. Kelompok Perlakuan a.1006=0.1006 grol D : 0.125 grol 48.5 x 0.125−0.0503 grol E: 22.8 mL B : 0.0503 347. Suhu Inkubator 50 mL A : 50 mL 0.16755 Volume CO2 respirasi / jam = =0.5 N=0.125−0.5 x 0.5 x 1000 grol x 5=0.27117 Volume CO2 respirasi / jam = =0.04775 318.5 x C=0.5 x 0.5 x C=0.5 x C=0.0955 grol D : 0.5 x 1000 grol=0.019=0. CO 2 terlarut= = =1.0295 grol C : ( A−B ) =0.5 x 1000 grol=0.106 grol D : 0.0244=0.106=0.125−0.04864786liter 24 c.16755 L 273 273 1.053 grol .5 N=0.0955=0.0295=0.4 x (35+ 273 ) x 0.5 x 1000 grol=0. 59 mL B : 0.4 x (28+ 273 ) x 0.27117 L 273 273 1.5 x 1000 grol x 5=0.125 grol 38 mL B : 0.0244 grol C : ( A−B ) =0.7408 Vol.019 grol C : ( A−B ) =0.05296547 liter 24 2.

5 x 1000 grol=0.4 x (28+ 273 ) x 0.022 grol C : ( A−B ) =0.125 grol 45 mL B : 0.05125 345.103=0.6032 Vol. CO 2 terlarut= = =1.301497 Volume CO2 respirasi / jam = =0.265744 Volume CO2 respirasi / jam = =0.0515 355.0515 grol E: 22.103 grol D : 0.265744 L 273 273 1.22198974 L 273 273 1.5 x C=0.5 x 1000 grol x 5=0.4 x (35+ 273 ) x 0.22198974 Volume CO2 respirasi / jam = =0.05422906liter 24 6.1025=0.3088 Vol. CO 2 terlarut= = =1.301497 L 273 273 1.5 N=0.548 Vol.1025 grol D : 0.0225 grol C : ( A−B ) =0.0225=0.125−0. Suhu Inkubator 50 mL A : 50 mL 0.05125 grol E: 22.5 x 0.05091624 liter 24 b.053 333. Analisis data .5 x C=0.5 x 1000 grol x 5=0.125 grol 44 mL B : 0.5 N=0. E: 22.5 x 1000 grol=0.4 x ( 8+273 ) x 0.125−0.022=0. Suhu Ruang 50 mL A : 50 mL 0.05273932liter 24 c. CO 2 terlarut= = =1.5 x 0.

.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Reece et al. Dari hasil terlihat perbedaan volume respirasi CO2 tidak berbeda jauh. hanya beselisih sekitar 0. Namun hal itu cukup . Ketga perlakuan akan dibandingkan satu sama lain dan juga dibandingkan dengan kelompok kontrol pada suhu yang sama. Karena kecambah belum mampu membuat makanan sendiri. Ketersediaan nutrien akan memulai metabolisme termasuk respirasi yang mendukung pertumbuhan biji yang berkecambah Kelompok perlakuan apabila dibandingkan satu sama lain. maka terlihat bahwa terdapat selisih volume CO2 respirasi pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.05273932 liter/jam dan terakhir yang paling sedikit ialah pada perlakuan di sihu dingin yaitu 0. suhu ruangan (280C) dan suhu hangat/inkubator (35oC). (2012) juga menyebutkan bahwa pada biji kacang. Respirasi sendiri merupakan proses pengolahan zat makanan menjadi energi serta melepaskan H2O dan CO2.05091624 liter/jam. maka sumber makanan yang akan diubah menjadi ATP dalam respirasi berasal dari cadangan makanan yaitu didalam kotiledon kecambah. Volume yang lebih tinggi tersebut menunjukkan bahwa kecambah melakukan respirasi dan mengeluarkan CO2 yang kemudian ditangkap oleh KOH. Apabila dibandingkan masing-masing percobaan. kedua ialah perlakuan pada suhu kamar yaitu 0.002 liter/jam. Pembahasan Pada praktikum respirasi dilakukan pengukuran kadar CO 2 respirasi/jam unruk tiga perlakuan yaitu pada suhu dingin (8oC). 7. (2011) bahwa respirasi mereduksi zat makanan.. maka diketahui kadar CO2 respirasi/ jam tertinggi adalah perlakuan dengan suhu hangat yaitu 0.05422906 liter/ jam . Produk sisa pada respirasi ialah karbon dioksida dan air. yang merupakan materi untuk fotosintesis. Volume respirasi CO2 lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol pada suhu yang sama. nutrien mulai ibawa dari kotiledon ke embrio sejak mulai perkecambahan. menghasilkan ATP. Reece et al. Kecambah telah mampu melakukan kegiatan respirasi ini pada usia 2 hari meskipun belum mampu melakukan fotosintesis sendiri.

Volume respirasi CO2 tertinggi terdapat pada suhu inkubator yaitu 0. Hasil tersebut jelas berbeda meskipun keduanya sama-sama menunjukkan bahwa suhu ingkubator yang paling tinggi. Hal ini juga diungkapkan oleh Hopkins dan Huner (2009). Sehingga dapat diketahui bahwa pada suhu kamar. Kedua ialah pada suhu dingin yaitu 0. (1999) dimana tingkat respirasi tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor abiotik. Meskipun kecambah segera diangkat. dimana tumbuhan memiliki koefisien suhu pada rentang temperatur tertentu yang mempengaruhi respirasi. Seperti pernyataan Meler et al.04995556 liter dan terakhir ialah pada suhu kamar yaitu 0. Kecambah berusia 2 hari yang seharusnya tergantung. yaitu yang diungkapkan oleh Meler et al. Perbedaan urutan pada suhu dingin dan suhu ruangan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan ini menunjuukan bahwa ada kesalahan selama melakukan praktikum. (1999) dimana jumlah protein oksidase alternatif dalam kacang hijau tumbuh pada 19 ° C meningkat lebih dari 2 kali lipat di kedua hipokotil dan daun dibandingkan dengan tanaman tumbuh pada suhu 28 ° C.04864786 liter . . Hasil ini lebih sesuai dengan literatur. sedikit tercelup saat akan di inkubasi pada suhu ruangan. Peningkatan tingkat protein oksidase alternatif oleh pertumbuhan pada suhu rendah bisa menjadi salah satu mekanisme yang diperlukan untuk mempertahankan aktivitas respirasi yang lebih tinggi melalui jalur alternatif pada suhu rendah. Kesalahan tersebut terletak pada saat persiapan praktikum dilakukan. laju respirasi lebih rendah dari suhu hangat dan dingin.0. Ada hubungan langsung antara tingkat respirasi dan temperatur dalam jangka pendek karena kinetika reaksi metabolik sangat bergantung pada suhu.05296547 liter . Kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan urutan. dan telah pada posisi yang benar selama inkubasi. namun hal tersebut berefek dan terlihat dengan perbedaan warna pada larutan KOH yang digunakan berwarna sedikit kekuningan sementara larutan yang lain bening. penyerapan oksigen CN-tahan antara 10 ° C dan 30 ° C rata-rata sekitar 3.untuk menunjukkan bahwa respirasi tumbuhan terpengaruhi oleh suhu. dan suhu merupakan salah satu penting khusus.

Berdasarkan hasil praktikum kadar CO 2 respirasi/ jam tertinggi adalah perlakuan dengan suhu hangat yaitu 0. dan terpengaruhi oleh temperatur. Pada usia tumbuhan atau usia organ yang dewasa. terdapat juga hal lain yang dapat mempengaruhi yaitu intensitas cahaya dan ketersediaan oksigen di lingkungan. Proses respirasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.05422906 liter/ jam . 2009). dan daktor lingkungan lain. Tumbuhan sudah dapat melakukan respirasi sendiri sejak masih berkecambah yaitu dengan sumber karbohidrat dari kotiledon mereka karena belum memiliki organ daun untuk dilakukan peoses fotosintesis. Germinasi dan pertumbuhan subsequent membutuhkan energi yang cukup. tingkat respirasi antar organ. 2008). dimana banyak oksigen dibutuhkan selama perkecambahan. Diantara yang terlihat dari percobaan kali ini ialah pengaruh suhu. pertumbuhan dan kegiatan metabolisme lebih berkurang. kedua ialah perlakuan pada suhu kamar yaitu . Pada kenyataannya. yaitu pemecahan karbohidrat untuk menghasilkan ATP. oksigen. semakin tinggi suhu maka laju respirasi kecambah semakin cepat. Sebab tanaman muda membutuhkan energi dengan mengkonversi energi dari molekul cadangan makanan di biji dan endosperm atau kotiledon untuk ATP selama respirasi aerobik. garam. berubah seiring dengan usia dan tingkat perkembangan . 8. dan oksigen yang tersedia bagi berlangsungnya respirasi. Kesimpulan Suhu dapat mempengaruhi laju respirasi pada kecambah. Tingkat kecepatan respirasi selama pertumbuhan terkait dengan kebutuhan sintetik pada pembelahan sel yang cepat dan sel yang berkembang. Namun selain suhu. Dari uraian diatas maka diketahui bahwa setiap tumbuhan melakukan proses respirasi. (Hopkins dan Huner. (Solomon. temperatur. Seperti menurut Hopkins dan Huner (2009) bahwa respirasi di tumbuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti cahaya.

05273932 liter/jam dan terakhir yang paling sedikit ialah pada perlakuan di sihu dingin yaitu 0.05091624 liter/jam. 0. .

.J..I. 120. 2013. Review On Physiological Aspects Of Seed Deterioration. Jakarta: Rajawali Press. Teknik Pertanian Lampung. USA : Pearson Education. Inc.V. Carbo2. pp.N. J. Introduction to Plant Physiology 4th Edition. Campbell Biology .. L. L. Pengaruh Memar terhadap Perubahan Pola Respirasi. M. 2012. Reece.. S.A.A. 1495-1499 Meler. K. Minorsky.F. 2013. Wasserman.A. 12(13). P.G.D. E.B. 2013. Mansoor. 2013. Octhaviani. Hopkins. Concepts & Connections.. M. 2011. USA : John Wiley & Sons Inc.. dan Huner. 1999. dan Jackson. 6(11): 627-631. Inc. J. Cain. Simon. dan Naqvi. 2(1): 29-38. 2012. D. pp. . Kompetensi teknik. dan Dickey.B. Produksi Etilen dan Jaringan Buah Mangga (Mangifera Indica L) Var Gedong Gincu pada Berbagai Suhu Penyimpanan. R. Urry. J. Benyamin.G. Taylor.. Dasar-Dasar Agronomi. Tanggap Perkecambahanbenih Palem Ekor Tupai (Wodyetia Bifurcate) Terhadap Lama Perendaman Dalam Air..A. Plant Physiology Vol.R. M.. Ilmiah AgrIBA.P. Jakarta: Rajawali Press. The Effect of Growth and Measurement Temperature on the Activity of the Alternative Respiratory Pathway. Paramita. Reece.L. Campbell Biology 9th Edition.. (2): 216-224. Jumin. Isoamylase Profile of mung bean seedlings treated with high temperature and gibberellic acid. African Journal of Biotechnology Vol. 2009. N.A. dan Novita D. 2010. W. 2(3): 123-132. Morad. F. Hartanto R. Lakitan. Giles. USA : Pearson Education. Dasar Dasar Fisiologi Tumbuhan.N.B. Intl J Agri Crop SciI. S.. 9. 2013. Hasan B. M. dan Siedow . J. Daftar Rujukan Adirahmanto.R. Perubahan Kimia Dan Lama Simpan Buah Salak Pondoh (Salacca Edulisreinw) Dalam Penyimpanan Dinamis Udara – Co2. 765–772 Nurshanti. Shaban..

Biology 8th Edition.R.W.Smith. Global Change Biology. E. dan Martin. N.. USA : Thomson Corporation .. Solomon. Berg. Plant Respiration and Photosynthesis In Global- Scale Models: Incorporating Acclimation To Temperature And CO2. D. 2012.P. 10(1): 1365-2486. 2008.G dan Dukes J. L.S.