 Secara konseptual, penerapan konsep “Money followss function” menurut

UU 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah tidaklah dilakukan secara langsung (penyerahan kewenangan
langsung diikuti dengan penyerahan sumber dana sesuai beban
kewenangan). Hal tersebut karena sampai saat ini tidak ada ukuran baku
yang dapat menghubungkan antara beban kewenangan dengan beban
pembiayaan. Konsep “Money follows function” hanya dapat diperkirakan
secara agregat berdasarkan pendekatan kualitatif dan sedikit pendekatan
kuantitatif. Konsep ini belum dapat diterapkan sampai pada tingkat yang
lebih detail.
• Implementasi konsepsi “Money follows function” berdasarkan UU 25/1999
dilakukan dengan memberikan sumber-sumber pembiayaan yang (jauh)
lebih besar kepada Daerah. Berdasarkan UU di bidang otonomi Daerah,
secara utuh desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada
Daerah diberikan (1) kewenangan untuk memanfaatkan, memobilisasi, dan
mengelola sumber keuangan sendiri, dan didukung dengan (2)
perimbangan keuangan antara Pusat dan Daerah. Kewenangan untuk
mengoptimalkan sumber keuangan Daerah sendiri dilakukan melalui
peningkatan kapasitas PAD, sedangkan perimbangan keuangan dilakukan
melalui pengalokasian Dana Perimbangan

Unsur” good govermence

1. Akuntabilitas (accountability) – tanggung gugat dari pengurusan
/penyelenggaraan, dari governance yang dilakukan. Menurut LAN akuntabilitas
adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan
menerangkan kinerja dan tindakan seorang pemimpin suatu unit organisasi kepada
pihak yang memiliki hak atau yang berwenang meminta pertanggungjawaban.
Akuntabilitas ada akuntabilitas politik, keuangan dan hukum.

2. Transparansi (transparancy)

Transparansi yaitu dapat diketahuinya oleh banyak pihak (yang berkepentingan
mengenai perumusan kebijaksanaan (politik) dari pemerintah, organisasi, badan
usaha. Tender pelelangan dan lain-lain dilakukan secara transaparan.

3. Keterbukaan (openes)

Pemberian informasi secara terbuka, terbuka untuk open free suggestion, dan
terbuka terhadap eritic yang merupakan partisipasi. Keterbukaan bisa meliputi
bidang politik dan pemerintahan.

4. Aturan Hukum (Rule of Law)

a level playing field (perlakuan yang adil / perlakuan kesetaraan) Adamolekun dan Briyant menambahkan dalam unsur-unsur good governance. The strategic apaex unsur strategi pimpinan puncak yg bertanggung jwb terhadap keseluruhan organisasi 3. management competency dan human rights. The operating core/unsur pelaksanan yaitu pegawai yg melakukan pekerjaan dasar berhub dg produksi & jasa 2. Institusi hokum yang bebas. Juga dalam social economic transaction.Keputusan. organisasi. The tehcno structure unsur kelompok analisis yg bertanggung jwb pd adanya SOP (standar operating prosedur) 5. Conflict resolution berdasar hukum (termasuk arbitrase). badan usaha berdasar hokum (peraturan yang sah). kebijakan pemerintah. Dasar-dasar dan institusi hukum yang baik sebagai infrastuktur good governance. The middle line unsur kelompok menengah para pimpinan yg menjdi penghubung kelompok pelaksanaan dg kelompok strategis 4. 1. Ada yang yang menambahkan jaminan fairnes. 5. Jaminan kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat terhadap setiap kebijakan publik yang ditempuh. dan kinerjanya yang terhormat ( an independendt judiciary). The support staff unsur kelompok orang” yg mengisi unit staff yg memberi jasa pendukung tidak langsung pada organisasi .