Teknologi Pembuatan Sabun

Sabun dapat dibuat melalui 2 metode yaitu; proses batch dan kontinu. Hal ini
dilakukan untuk menghasilkan sabun yang berkualitas (Yuda Prawira, 2008) :
Proses Batch
Pada proses batch, lemak atau minyak dipanaskan dengan alkali (NaOH atau KOH) berlebih
dalam sebuah ketel. Jika penyabunan telah selesai, garam-garam ditambahkan untuk
mengendapkan sabun. Lapisan air yang mengandung garam, gliserol dan kelebihan alkali
dikeluarkan dan gliserol diperoleh lagi dari proses penyulingan. Endapan sabun gubal yang
bercampur dengan garam, alkali dan gliserol kemudian dimurnikan dengan air dan
diendapkan dengan garam berkali-kali. Akhirnya endapan direbus dengan air secukupnya
untuk mendapatkan campuran halus yang lama-kelamaan membentuk lapisan yang homogen
dan mengapung. Sabun ini dapat dijual langsung tanpa pengolahan lebih. lanjut, yaitu sebagai
sabun industri yang murah. Beberapa bahan pengisi ditambahkan, seperti pasir atau batu
apung dalam pembuatan sabun gosok. Beberapa perlakuan diperlukan untuk mengubah sabun
gubal menjadi sabun mandi, sabun bubuk, sabun obat, sabun wangi, sabun cuci, sabun cair
dan sabun apung (dengan melarutkan udara di dalamnya).
Produksi Kettle Refining (Batch Kettle Method)
Pemurnian minyak dan lemak telah lama digunakan dengan metode reaktor
batch,metode ini menggunakan reaktor yang berbentuk tangki silinder, dilengkapi
dengan koil pemanas dan pengaduk. Untuk memudahkan reaktor dibuat dengan ukuran
cukup besar sehingga mempermudah pengendalian satu (lebih) tangki minyak pada saat
pengisian minyak. Reaktor berkapasitas 60.000 lbm (27.216 kg) sampai 120.000 lbm (54.432
kg). Selama pengisian minyak dipanaskan sampai minyak berfasa cair, pada temperatur 70-
800C dan penambahan kaustik soda sesuai dengan kebutuhan selama pengadukan, untuk
menghindari terjadinya kelebihan kapasitas tangki. Jumlah kaustik soda dan konsentrasi
campuran ditentukan sebelum proses dimulai dan penentuan konsentrasi dilakukan
dilaboratorium. Pada proses ini dihasilkan sabun dan gliserol yang dipisahkan menggunakan
separator, dan gliserol yang diperoleh memiliki kadar rendah.