Laporan Individu

27 Februari 2014

LAPORAN TUTORIAL MODUL 2
PEM
BLOK TUMBUH KEMBANG ANAK

Nama : Rizky Apriawan Maurani
Stambuk : 11 777 026
Kelompok : I (satu)
Tutor :dr. Ahmad Saifullah
dr. Ryzqa Arifin

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2014

10. 5. sianosis. Sekarang dengan sesak napas. 4.a. Usia 1 tahun 11 bulan. B. Jantung dalam batas normal.Gizi buruk. Demam dan batuk. serta perut membengkak secara berangsur 1 bulan ini. BB 8. Sesak napas. BAB I PENDAHULUAN A. KATA KUNCI: 1. Edema dorsum pedis dan pretibial serta tungkai atas dan ascites. Nampak sesak. Paru ronkhi basah halus namun tidak jelas. apati. Anoreksia. Kondisi sosio-ekonomi kurang. Riwayat kontak dengan penderita Tbc paru tidak jelas. Diare disertai darah & lender. Nafsu makan sangat kurang. 12. 6 bln. gizi buruk.KU: Sakit berat. Kontak dengan penderita TBC paru tidak jelas. 7. Sosio-ekonomi rendah. Anak mencret berulang dan berlanjut. tungkai. 9. pernafasan cuping hidung.1 kg. 8. 2.Apati. Skor dehidrasi 10. Hati 3 cm b. Pemeriksaan fisik : Anak nampak sakit berat. 6. takhipnu. PB 76 cm. Anak laki-laki. Nampa k muka. lingkaran kepala 45 cm. Edema. 11. retraksi.SKENARIO : MALNUTRISI ENERGI PROTEIN Seorang anak laki-laki umur 1 tahun 11 bulan masuk rawat inap di RS karena demam dan batuk berulang 6 bulan terakhir. Kaki.c dan limpa S I. 3. kadang tinja disertai darah dan lendir. . telapak tangan dan kaki pucat.

Bagaimana status gizi anak pada skenario ? 4. Apa yang dimaksud dengan malnutrisi ? 2. C.3) .6 m.LP : 45 cm.PERTANYAAN: 1.Pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis ? 9.BB : 8. Bagaimana patomekanisme demam. 13.Skor Dehidrasi 10 (sedang berat).TB/PB : 76 cm = 7.Udem dan ascites. 16. 15.Sianosis. Bagaimana mekanisme diare dan tinja berdarah dan berlendir ? 11.Anamnesis tambahan apa saja yang diperlukan untuk menunjang diagnosis ? 10. Pernapasan Cuping hidung. Bagaimana patomekanisme hepatomegali ? 6.Gangguan pernapasan : Sesak.c). retraksi. Bagaimana patomekanisme sianosis ? 8. takhipnu. 17. 20. Bagaimana mekanisme udem dorsum pedis dan pretibial ? 5. 14. 19.Hepatomegali (3 b. Apa saja DD dari skenario ? BAB II PEMBAHASAN  PENDAHULUAN: (1.1 kg. Bagaimana pencegahan malnutrisi ? 12.a. Apa saja penyebab dari PEM ? 3. 18. batuk dan sesak nafas ? 7.

Status gizi buruk dibagi menjadi tiga bagian. atau dengan ungkapan lain status gizinya berada di bawah standar rata-rata. Kalau sedikit dibawah standar disebut bergizi kurang yang bersifat kronis. kwashiorkor. atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. Perbedaan tipe tersebut didasarkan pada ciri-ciri atau tanda klinis dari masing-masing tipe yang berbeda-beda. Apabila jauh dibawah standar dikatakan bergizi buruk. Apabila pertambahan berat badan sesuai dengan pertambahan umur menurut suatu standar organisasi kesehatan dunia.  Klasifikasi Gizi Buruk: Terdapat 3 tipe gizi buruk adalah marasmus. Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi. Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. dan kekurangan kedua-duanya. Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (di bawah lima tahun) dan ditampakkan oleh membusungnya perut (busung lapar). Gizi buruk (severe malnutrition) adalah suatu istilah teknis yang umumnya dipakai oleh kalangan gizi. Zat gizi yang dimaksud bisa berupa protein. karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus). dan marasmus-kwashiorkor. . Anak balita (di bawah lima tahun) sehat atau kurang gizi dapat diketahui dari pertambahan berat badannya tiap bulan sampai usia minimal 2 tahun. yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut kwashiorkor). Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan zat gizi. karbohidrat dan kalori. kesehatan dan kedokteran. Jadi istilah gizi buruk adalah salah satu bentuk kekurangan gizi tingkat berat atau akut. dia bergizi baik.

Cengeng dan rewel. Marasmus: (4) Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. karena masih merasa lapar. Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh. kadang apatis b. walaupun dibagian tubuh lainnya terutama dipantatnya terlihat adanya atrofi. Wajah seperti orang tua c. pada penyakit kwashiorkor yang lanjut dapat terlihat rambut kepala kusam. Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan otot-ototnya. bilamana dietnya mengandung cukup energi disamping kekurangan protein. Perubahan status mental : cengeng. tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit). setelah mendapat makan anak masih terasa lapar. gangguan kulit. tinggal tulang terbungkus kulit b. Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut. c. Pandangan mata anak sayu . Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orang tua (berkerut).  Kwashiorkor: (4. Iga gambang dan perut cekung d.5) Penampilan tipe kwashiorkor seperti anak yang gemuk (suger baby). Berikut adalah gejala pada marasmus adalah. Wajah membulat dan sembab d. a. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan. rewel. rambut mudah patah dan kemerahan. Otot paha mengendor (baggy pant) e. pembesaran hati dan sebagainya. a. gangguan pencernaan (sering diare).

Pasien juga mengalami rabun senja. Sel batang atau rodopsin ini terbentuk dari vitamin A dan suatu protein. hati yang membesar dengan mudah dapat diraba dan terasa kenyal pada rabaan permukaan yang licin dan pinggir yang tajam. kelainan kulit. psikologik seperti suasana makan. Pada retina ada sel batang dan sel kerucut. seperti edema. pengaturan makanan dan lingkungan. f. vitamin A. Rambut mudah rontok dikarenakan kekurangan protein.5) Gambaran klinis merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. kelainan rambut. Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah menjadi coklat kehitaman dan terkelupas. Pada penderita demikian disamping menurunnya berat badan < 60% dari normal memperlihatkan tanda-tanda kwashiorkor. Sel batang lebih hanya bisa membedakan cahaya terang dan gelap.e. Sel tersebut . Makanan sehari- hari tidak cukup mengandung protein dan juga energi untuk pertumbuhan yang normal. maka sel tersebut akan terurai. Rabun senja terjadi karena defisiensi vitamin A dan protein. Pembesaran hati.  Marasmik – Kwashiorkor: (4. Jika cahaya terang mengenai sel rodopsin. sedangkan kelainan biokimiawi terlihat pula. Karena keempat elemen ini merupakan nutrisi yang penting bagi rambut.  Patofisiologi Gizi Buruk: Patofisiologi gizi buruk pada balita adalah anak sulit makan atau anorexia bisa terjadi karena penyakit akibat defisiensi gizi. vitamin C dan vitamin E.

hepatomegali terjadi karena kekurangan protein. selain defisiensi protein juga defisiensi multinutrien. Karena penurunan HDL dan LDL. Cu dan Mg seperti gangguan neurotransmitter. Tanda khas pada penderita kwashiorkor adalah pitting edema. pada akhirnya penumpukan lemak di hepar. Reflek patella negatif terjadi karena kekurangan aktin myosin pada tendon patella dan degenerasi saraf motorik akibat dari kekurangn protein. Jika terjadi kekurangan protein.akan mengumpul lagi pada cahaya yang gelap. Jika hal ini terjadi. Pitting edema adalah edema yang jika ditekan. Inilah yang disebut adaptasi rodopsin. tidak ke intrasel. Turgor atau elastisitas kulit jelek karena sel kekurangan air (dehidrasi). rabun senja terjadi karena kegagalan atau kemunduran adaptasi rodopsin. sehingga tekanan onkotik intravaskular menurun. maka lemak yang ada di hepar sulit ditransport ke jaringan-jaringan. Edema biasanya terjadi pada . Plasma masuk ke intertisial. Sedangkan. Padahal natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hal ini membuat penurunan HDL dan LDL. Adaptasi ini butuh waktu. Ketika ditekan. maka terjadi penurunan pembentukan lipoprotein. Jadi. maka terjadi ekstravasasi plasma ke intertisial. sulit kembali seperti semula. Pada penderita kwashiorkor. karena pada penderita kwashiorkor tidak ada kompensansi dari ginjal untuk reabsorpsi natrium. maka plasma pada intertisial lari ke daerah sekitarnya karena tidak terfiksasi oleh membran sel dan mengembalikannya membutuhkan waktu yang lama karena posisi sel yang rapat. Pitting edema disebabkan oleh kurangnya protein.

Prematuritas dan penyakit pada masa neonatus. Infeksi yang berat dan lama: Infeksi yang berat dan lama dapat menyebabkan marasmus. Secara garis besar sebab-sebab marasmus adalah sebagai berikut : a. misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer. pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak. penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet yang tidak cukup.ekstremitas bawah karena pengaruh gaya gravitasi. karena kelainan metabolik atau malformasi kongenital. b. hidrosefalus. kebiasaan makan yang tidak tepat seperti hubungan orang tua dengan anak terganggu. deformitas palatum. Selain faktor lingkungan ada beberapa faktor lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir. Hiatus hernia. bronkhopneumonia. penyakit Hirschpurng. stenosis pilorus. pielonephiritis dan sifilis kongenital. c. Kelainan struktur bawaan: Misalnya: penyakit jantung bawaan. . Masukan makanan yang kurang : Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit. terutama infeksi enteral misalnya infantil gastroenteritis. palatoschizis. tekanan hidrostatik dan onkotik. dan cystic fibrosis pankreas d. Sedangkan menurut Nelson (2007). mocrognathia. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit infeksi. diduga berpengaruh terhadap terjadinya marasmus.

lactose intolerance. galactosemia. e. f. kejadian ini jarang dijumpai dan baru ditegakkan bila penyebab maramus yang lain disingkirkan h. Gangguan metabolik. karena kondisi gizi buruk ini juga sering disertai dengan defisiensi (kekurangan) asupan mikro/makro nutrien lain . idiopathic hypercalcemia. Penyapihan yang terlalu dini desertai dengan pemberian makanan tambahan yang kurang akan menimbulkan marasmus. misalnya renal asidosis. di samping berbagai konsekuensi yang diterima anak itu sendiri. hal ini tentu saja terkait dengan dampak terhadap sosial ekonomi keluarga maupun negara. Tumor hypothalamus.  Dampak Gizi Buruk: (2) Gizi Buruk bukan hanya menjadi stigma yang ditakuti. i. g. Pemberian ASI yang terlalu lama tanpa pemberian makanan tambahan yang cukup. meningkatnya arus urbanisasi diikuti pula perubahan kebiasaan penyapihan dini dan kemudian diikuti dengan pemberian susu manis dan susu yang terlalu encer akibat dari tidak mampu membeli susu. dan bila disertai infeksi berulang terutama gastroenteritis akan menyebabkan anak jatuh dalam marasmus. Urbanisasi mempengaruhi dan merupakan predisposisi untuk timbulnya marasmus. Kondisi gizi buruk akan mempengaruhi banyak organ dan sistem. Pada keadaan tersebut pemberian ASI kurang akibat refleks mengisap yang kurang kuat.

Secara garis besar. dampak jangka pendek gizi buruk terhadap perkembangan anak adalah anak menjadi apatis. Akibat gizi buruk terhadap pertumbuhan sangat merugikan performance anak. penurunan perkembangan kognitif. penurunan integrasi sensori. ancaman yang timbul antara lain hipotermi (mudah kedinginan) karena jaringan lemaknya tipis. gangguan . lamanya dan waktu pertumbuhan otak itu sendiri.yang sangat diperlukan bagi tubuh. hipoglikemia (kadar gula dalam darah yang dibawah kadar normal) dan kekurangan elektrolit dan cairan tubuh. Jika fase akut tertangani dan namun tidak di follow up dengan baik akibatnya anak tidak dapat ”catch up” dan mengejar ketinggalannya maka dalam jangka panjang kondisi ini berdampak buruk terhadap pertumbuhan maupun perkembangannya. gizi buruk bisa mengancam jiwa karena berbagai disfungsi yang di alami. dalam kondisi akut. Beberapa penelitian menjelaskan. Efek malnutrisi terhadap perkembangan mental dan otak tergantung dangan derajat beratnya. Dampak terhadap pertumbuhan otak ini menjadi fatal karena otak adalah salah satu aset yang vital bagi anak. akibat kondisi ”stunting” (postur tubuh kecil pendek) yang diakibatkannya dan perkembangan anak pun terganggu. Gizi buruk akan memporak porandakan sistem pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme maupun pertahanan mekanik sehingga mudah sekali terkena infeksi. gangguan pemusatan perhatian. Sedangkan dampak jangka panjang adalah penurunan skor tes IQ. mengalami gangguan bicara dan gangguan perkembangan yang lain.

Penyebab Langsung: Kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu untuk mengatasi gizi buruk dibutuhkan kerjasama lintas sektor Ketahanan pangan adalah kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik maupun gizinya. penurunan rasa percaya diri dan tentu saja merosotnya prestasi anak.4)  Faktor Penyebab Terjadinya Gizi Buruk: Ada 2 faktor penyebab dari gizi buruk adalah sebagai berikut: 1. ketersediaan pangan dan kesempatan kerja. Anak yang mendapat makanan cukup baik tetapi sering diserang demam akhirnya menderita kurang gizi. menderita penyakit infeksi. (2. Asupan makanan yang kurang disebabkan oleh berbagai faktor. cacat bawaan dan menderita penyakit kanker. pelayanan kesehatan. tetapi juga merupakan masalah utama gizi buruk adalah kemiskinan. 2. atau terkena infeksi. perilaku. pendidikan rendah. Penyebab tidak langsung: ketersediaan Pangan rumah tangga. Secara garis besar gizi buruk disebabkan oleh karena asupan makanan yang kurang atau anak sering sakit. Sedangkan faktor-faktor lain selain faktor kesehatan. antara lain tidak tersedianya makanan secara adekuat. anak tidak cukup .

penggunaan berlebihan dari zat-zat gizi oleh tubuh. b. Obati/cegah infeksi. yang bisa disebabkan oleh asupan yang kurang karena makanan yang jelek atau penyerapan yang buruk dari usus (malabsorbsi). Kekurangan gizi merupakan suatu keadaan dimana terjadi kekurangan zat-zat gizi ensensial. karena keduanya saling terkait dan saling memperberat. d. dan kehilangan zat-zat gizi yang abnormal melalui diare.  Penatalaksanaan Anak Gizi Buruk: Dalam proses pengobatan anak balita gizi buruk terdapat tiga fase yaitu fase stabilisasi. Atasi/cegah dehidrasi. c. e. dan pola makan yang salah. Atasi/cegah hipoglikemi. Pengobatan rutin yang dilakukan di rumah sakit ada 10 langkah penting yaitu: a. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit. pendarahan. Atasi/cegah hiportemia. salah mendapat makanan bergizi seimbang. transisi dan rehabilitasi. gagal ginjal atau keringat yang berlebihan. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya lingkaran setan yang sukar diputuskan. . Kondisi infeksi kronik akan menyebabkan kurang gizi dan kondisi malnutrisi sendiri akan memberikan dampak buruk pada sistem pertahanan sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

j. Mulai pemberian makanan. i. dan kekurangan kedua-duanya. Status gizi buruk dibagi menjadi tiga bagian.  Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan zat gizi. karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus). BAB III KESIMPULAN  Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi. g. atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut kwashiorkor). Fasilitas tumbuh-kejar (catch up growth). Koreksi defisiensi nutrient mikro. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh. atau dengan ungkapan lain status gizinya . h. f. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental.

Perbedaan tipe tersebut didasarkan pada ciri-ciri atau tanda klinis dari masing-masing tipe yang berbeda-beda. dan marasmus-kwashiorkor. 2004. gangguan kulit. Jakarta. walaupun dibagian tubuh lainnya terutama dipantatnya terlihat adanya atrofi. Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orangtua (berkerut). karbohidrat dan kalori. gangguan pencernaan (sering diare). . bilamana dietnya mengandung cukup energi disamping kekurangan protein. kwashiorkor. Azwar. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan. 2.  Terdapat 3 tipe gizi buruk yaitu marasmus. DAFTAR PUSTAKA 1. Kecenderungan Masalah Gizi dan Tantangan di Masa Datang. Pertemuan Advokasi Program Perbaikan Gizi Menuju Keluarga Sadar Gizi. Arisman. rambut mudah patah dan kemerahan. tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit).  Patofisiologi gizi buruk pada balita adalah anak sulit makan atau anorexia bisa terjadi karena penyakit akibat defisiensi gizi. pengaturan makanan dan lingkungan. psikologik seperti suasana makan.. A. Jakarta. pembesaran hati dan sebagainya.  Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat.  Penampilan tipe kwashiorkor seperti anak yang gemuk (suger baby). berada di bawah standar rata-rata. Zat gizi yang dimaksud bisa berupa protein. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Supriyono. http://majalahkesehatan. MIND MAP .. Edisi: XXVIII. 4.C. Smith. International Food Policy Research Institute. Washington. 2013. L. dan L.com/gizi-buruk-dan-masa-depan-bangsa/ (2 Mei 2013) 5.C. 2000. Overcoming Child Malnutrition In Developing Countries: Past Achievements And Future Choices.3.USA. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Gizi Buruk dan Masa Depan Bangsa. Jakarta: EGC. Haddad.D.