FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE

KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT - 2014
LAPORAN PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Suatu kota yang diidamkan oleh masyarakat adalah kota yang layak
huni, produktif dan berjati diri. Kota Ba’a sama seperti kota-kota lainnya
sedang berbenah diri menuju kota yang diidamkan masyarakat tersebut.
Kehidupan suatu kota antara lain ditandai oleh kenyamanan aktifitas
masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Tingkat kenyamanan
tersebut sebagian diukur dari ketersediaan prasarana dan sarana dasar
kota, baik dilihat secara kualitatif maupun kuantitatif. Karena, tanpa
prasarana dan sarana dasar kota yang baik, kota/kawasan tidak akan
dapat beraktifitas (hidup) dengan baik.
Pertambahan penduduk yang cepat menjadikan Kota Ba’a menjadi
salah satu kota di Propinsi NTT, dengan luas kota yang tidak terlalu luas

I-1

Kondisi saluran drainase dikawasan ini umumnya sudah diupayakan ditata baik. banjir. Keterbatasan dana dan program pembangunan dapat menghambat penyediaan prasarana dan sarana dasar kota tadi. saluran tidak memadai. Di beberapa lokasi terdapat permasalahan drainase seperti belum tersedianya saluran. sehingga umumnya kebutuhan melampaui penyediaan. saluran yang mampet karena tertimbun sampah. Bangunan- bangunan menjadi mudah rusak. kepadatan rata- rata Kota Baa 142 jiwa/km2. jumlah penduduk sekitar 20707 . lingkungan menjadi tidak sehat dan permukiman menjadi kumuh. genangan air dan sebagainya. Salah satu prasarana dan sarana dasar kota yang dinilai cukup penting adalah drainase kota. dan lain-lain. Saluran drainase yaitu saluran yang berfungsi untuk mengeringkan air permukaan. banjir kiriman. baik bersumber dari air hujan. Selama ini pembangunan kota dilaksanakan dalam rangka menjawab tantangan dan kebutuhan sarana dasar kota disamping ditujukan kepada pemerintah kota maupun masyarakat untuk meningkatkan pengembangan ekonomi. Prasarana dan sarana yang direncanakan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan. antara kebutuhan yang besar sedangkan penyediaan terbatas.jiwa. Kota yang baik sangat perlu memperhatikan kondisi saluran drainasenya sebab jika suatu permukiman tergenang maka akan sangat berdampak bagi kehidupan kota tersebut.71 Km² . masyarakat sulit mendapatkan pelayanan air bersih dan lain-lain.2014 LAPORAN PENDAHULUAN hanya 145. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas. pembuangan air limbah bukan pada tempatnya. genangan air. Pada saat itulah terjadi ketidakseimbangan. Pertambahan penduduk yang pesat tadi seharusnya diikuti dengan penyediaan prasarana dan sarana dasar kota. Untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan ini dipandang perlu melakukan Penyusunan Masterplan drainase yang ada untuk kawasan kota I-2 .FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . air pasang. Kawasan yang akan ditangani di Kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao adalah kawasan perdagangan dan perkantoran dan permukiman. sampah kota tidak terurus dengan baik.

3. Permasalahan genangan dan banjir tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain : 1. Rote Ndao sehingga drainase yang telah terbangun tidak dapat berfungsi secara optimal. Geomorfologi dataran Ba’a yang merupakan delta hasil endapan tanah alluvial yang sangat rata dan pada beberapa lokasi sangat menyulitkan aliran air secara gravitasi. Perkembangan pembangunan kota yang pesat menyebabkan perubahan fungsi tata guna lahan dari daerah tak terbangun (tanah I-3 . Permasalahan banjir dan genangan di Kota Ba’a sampai dengan saat ini telah menjadi masalah yang cukup serius karena telah mempengaruhi kehidupan kota baik dari segi sosial.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . Secara fisik alami jenis tanah di Kota Ba’a adalah jenis tanah sedimentasi yang mempunyai daya resapan air rendah. Sebagian besar air menggenangi daerah permukiman merupakan suface run of kiriman dari daerah perbukitan tersebut. Kurangnya pemeliharaan dan perhatian khusus dari masyarakat terhadap sistem drainase yang telah dibangun oleh pemerintah yaitu oleh dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Kab. Sementara daerah belakang permukiman merupakan daerah perbukitan tandus yang kurang dapat menciptakan peresapan air dengan baik. Kota Ba’a sampai dengan saat ini masih dilanda genangan atau bahkan banjir yang cukup parah pada saat frekuensi hujan sedang tinggi dan di tambah lagi dengan pengaruh pasang-surut air laut yang menggenangi beberapa titik keramaian atau pusat aktifitas masyarakat di Kota Ba’a. 2. Kondisi permukaan tanah yang sangat datar dan vegetasi yang sangat jarang pada daerah tangkapan di daerah selatan kota dapat dianggap sebagai penyabab terjadinya erosi dan banjir yang secara berulang setiap tahun terjadi di Kota Ba’a. 4. ekonomi maupun budaya.2014 LAPORAN PENDAHULUAN Ba’a dan sekitarnya. Serta menyusun Perencanaan teknis untuk daerah/wilayah-wilayah prioritas.

Sistem Drainase yang dibangun secara komperhensif sangat berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan Kota itu sendri dan akan berdampak baik bagi kehidupan sosial masyarakat Kota Ba’a. Direktorat PPLP. M.2. Meningkatnya pembangunan infrastruktur perkotaan tidak diimbangi dengan pembangunan saluran pembuang (drainase) yang sesuai dengan standar teknis yang telah ditentukan. Suhartini A. Untuk itu. baik yang bersumber dari air hujan. Saluran drainase yaitu saluran yang berfungsi untuk mengeringkan air permukaan. 6. perumahan. NAMA KEGIATAN. genangan air. dan lain-lain. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Nama Kegiatan : Fasilitasi Penyusunan Masterplan Drainase Lokasi : Kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao Nama Kepala Satuan Kerja : Ir.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT .2014 LAPORAN PENDAHULUAN kosong) menjadi daerah terbangun (menjadi bangunan gedung.Si I-4 . 5. Wello. Sistem drainase yang dibangun masih bersifat parsial (setempat) dan belum tersedianya suatu perencanaan drainase yang komperhensif yang dapat dijadikan sebagai dasar pembangunan saluran drainase dan bangunan-banguan pendukung lainya di kota Ba’a. jalan dan fasilitas fisik lainya). air pasang. sehingga daerah resapan air permukaan dan daerah tampungan air sementara semakin berkurang. dalam rencana membangun sistem drainase perkotaan secara komperhensif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan Kota yang sehat maka dipandang perlu melakukan Fasilitasi penyusunan master plan drainase di kota Ba’a dan Perencanaan teknis ini dilaksanakan oleh Satker PPLP – NTT. Direktorat Jenderal Cipta Karya Pada Tahun Anggaran 2014 melalui dana APBN. 1. banjir kiriman.

3. Provinsi Nusa Tenggara Timur. penyediaan lahan. MT Proyek/ Satuan Kerja : Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Untuk rangking pertama. Kabupaten Rote Ndao yang menyeluruh untuk jangka pendek. menengah dan panjang.02.08/KONTRAK/PPLP-NTT/APBN/019/2014 Tanggal Kontak : 25 April 2014 1. SASARAN DAN KELUARAN PEKERJAAN Maksud pelaksanaan kegiatan fasilitasi penyusunan master plan sistem drainase kota Ba’a adalah : a. I. Wayan Krisna Wardana. Memberikan hasil analisa dan skenario/alternatif pemecahan masalah genangan dan banjir secara struktural maupun non struktural terhadap kondisi eksisting dan potensi permasalahan sistem drainase dengan memberikan rangking. c. Memberikan hasil pengamatan terhadap kondisi eksisiting sistem drainase dan pengelolaan sistem drainase b. pandangan operasi dan pemeliharaan dan lain-lain yang dapat dipertanggungjawabkan pada tahapan-tahapan berikutnya.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah tersedianya perencanaan dasar sistem drainase di Kota Ba’a. TA 2014 Nomor Kontrak : KU. perlu dihitung secara lebil detail dan mendalam dengan menghasilkan dokumen Detail Engineering Design (DED). I-5 . d. Memberikan suatu pedoman acuan jangka pendek. Tergambarnya secara lengkap potensi permasalahan sistem drainase dan penyebab terjadinya banjir/genangan. e. MAKSUD. pendanaan. TUJUAN.2014 LAPORAN PENDAHULUAN Nama PPK : Ir. jangka menengah dan jangaka panjang untuk pengembangan pembangunan kedepan sistem drainase dengan memperhatikan perkembangan Kota.

e.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . Lingkup Kegiatan Umum Melakukan koordinasi secara intensif kegiatan perencanaan sistem drainase baik penyusunan masterplan dan DED kepada instansi terkait khususnya pemerintah Daerah agar nantinya perencanaan yang sudah dibuat dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah 2. Tersedianya rencana induk sistem drainase Kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao yang dapat dipergunakan oleh pemerintah setempat dalam pengembangan pembangunan drainase.4. Terencananya sistem Drainase di wilayah lokasi kegiatan. Kabupaten Rote Ndao adalah a. Lingkup Kegiatan Spesifik a. khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mempengaruhi sistem drainase perkotaan. TAHAP DAN LINGKUP KEGIATAN PEKERJAAN Dalam melaksanakan kegiatan perencanaan teknis Fasilitasi Penyusunan Masterplan Drainase Kota Ba’a serta untuk mencapai maksud dan tujuan serta sasaran di atas. dengan lingkup pekerjaan meliputi: 1. 1. Penyusunan Masterplan Drainase antara lain :  Pengidentifikasi peraturan dan kebijakan dalam pembangunan drainase I-6 . f. d. Teridentifikasinya permasalahan sistem drainase dan perkiraan luas area genangan. c. Terukurnya daerah tangkapan air di wilayah lokasi kegiatan.2014 LAPORAN PENDAHULUAN Sasaran dari kegiatan fasilitasi penyusunan masterplan Drainase Kota Ba’a. Tersedianya data dan informasi termasuk didalamnya pemetaan sistem drainase untuk penanggulangan genangan secara menyeluruh dan berkelanjutan b. Tersedianya analisa yang mendetail dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga nantinya dokumen yang dihasilkan dapat digunakan oleh pemerintah daerah di dalam melakukan pembangunan sistem drainase.

luas. pembiayaan. angin dan kelembaban) o Data Hidrologi (tinggi muka air. penyebaran penduduk.2014 LAPORAN PENDAHULUAN  Pengambilan data primer dan sekunder berupa : o Data Klimatologi (hujan. prasarana dan fasilitas kota yang ada dan rencana. permasalah utama yang terjadi pada masing-masing saluran. o Data tanah (morfologi. system jaringan jalan. peta tataguna lahan. hasil rencana) o Data peta (peta dasar. foto udara. dimensi saluran. pemanfaatan ruang. lama. frekuensi dan waktu kejadian genangan.  Membuat Peta dasar wilayah perencanaan kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao yang akan dijadikan dasar untuk menyusun kondisi sistem drainase seperti pola aliran. laju pertumbuhan penduduk. sifat tanah dan penurunan muka tanah). karakteristik daerah aliran) o Data system drainase (kuantitatif banjir/genangan berikut permasalahanya.  Membuat peta genangan termasuk didalamnya penyebab. kepadatan penduduk. sosial ekonomi. peil banjir.  Menyusun kondisi sistem drainase seperti pola aliran. dan peran serta masyarakat). analisa subsistem daerah tangkapan air hujan. laju sedimentasi. kepadatan bangunan. peta topografi skala 1:5000 sampai dengan skala 1:50000 yang disesuaikan dengan topografi kota. peta sistem draianse. debit sungai. besaran kerusakan/kerugian. o Data lain-lain (rencana pengembangan kota. tinggi. pengaruh air balik.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . peta genangan dan lain-lain. gambar dan bentuk penampang saluran.  Melakukan analisa kondisi terhadap sistem drainase I-7 . institusi/kelembagaan. peta kontur) o Data kependudukan (jumlah penduduk.

menengah dan panjang. struktur saluran dan bangunan pelengkap  Gambar detil desain saluran. vertikal skala 1:100 dan potongan melintang dengan skala 1:100. membuat gambar potongan memanjang horizontal skala 1:1000. operasi dan pemeliharaan. kala ulang masing-masing saluran. volume pekerjaan per paket pekerjaan.  Melakukan usulan prioritas berdasarkan pembobotan dan rangking serta menyusun kegiatan jangka pendek. penelitian tanah dan lain-lain yang diperlukan. hitungan berat dan beban rencana saluran dengan kondisi struktur tanah.2014 LAPORAN PENDAHULUAN  Melakukan analisa kebutuhan seperti rencana alur saluran.  Memberikan rekomendasi baik secara struktural dan non struktural yang mendetail dan dapat dipertanggungjawabkan. b.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . stabilitas struktur serta struktur kemiringan talud. gambar saluran baik potongan memanjang maupun melintang  Analisa data hidrolika seperti dimensi saluran dan bangunan pelengkapnya  Analisa data struktur seperti analisa hasil penyelidikan tanah.  Gambar saluran seperti gambar detail lapangan berdasarkan pengukuran. penyediaan lahan. debit rencana serta analisa perbedaan antara kebutuhan dan kondisi yang ada. RAB. Urutan prioritas paket pekerjaan yang dilaksanakan berdasar perkembangan I-8 . Penyusunan Detai Engineering Design terhadap prioritas pertama Antara lain :  Melakukan survey dasar yang meliputi pemetaan/pengukuran.  Menyusun usulan biaya termasuk didalamnya biaya pembangunan.  Menentukan paket pekerjaan: paket-paket pekerjaan berdasarkan fungsi saluran dan bangunan pelengkapnya.

analisis struktur.  Nota perhitungan sebagai kumpulan dari hasil analisis hidrologi. analisis hidrolika.  Dokumen pelelangan seperti dokumen prakualifikasi.6. berisikan kriteria perencanaan dan konsep perencanaan secara keseluruhan. berisikan tentang metode dan rencana kerja konsultan dalam menyelesaikan pekerjaan. kriteria-kriteria yang digunakan dan catatan lain yang dianggap perlu. LOKASI KEGIATAN Lokasi pekerjaan mencakup seluruh wilayah di Kota Ba’a dengan penekanan khusus daerah-daerah rawan genangan. dibuat sebanyak 5 eksemplar dan diserahkan 60 hari setelah penyerahan laporan interim. Konsultan akan membuat Laporan dan Dokumentasi selama pekerjaan ini berlangsung dan dalam tiap item kegiatan. Laporan-laporan ini akan diserahkan ke Pihak Pemberi Kerja sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam KAK. undangan. 3) Konsep Laporan Akhir. bentuk penawaran.2014 LAPORAN PENDAHULUAN daerah.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . I-9 . berisikan data kondisi eksisting dan sistem pengelolaan drainase yang ada. bentuk jaminan. instruksi peserta lelang. syarat umum. pembobotan dan ketersediaan dana. PELAPORAN Sesuai dengan KAK. 1. 1. jadwal pekerjaan yang dibuat pertahun anggaran. Adapun jenis Laporan dan Dokumen yang harus diserahkan adalah sebagai berikut : 1) Laporan Pendahuluan.5. dibuat sebanyak 5 eksemplar yang diserahkan 60 hari setelah penyerahan laporan pendahuluan. sebanyak 5 buku dan di serahkan 30 hari setelah menerima SPK (Surat Perintah Kerja) 2) Laporan Interim. syarat administrasi dan gambar desain perencanaan. syarat teknis.

BATASAN PERENCANAAN Mengacu pada Buku yang diterbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal CIpta Karya tentang Petunjuk dan Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan (Buku Jilid I) menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan rencana induk system drainase perkotaan terbagi kedalam 2 bentuk yaitu Master plan drainase dan Outline Plan Drainase.000 jiwa – 500. Laporan akhir diserahkan kepada pengguna jasa 30 hari setelah penyerahan konsep laporan akhir 5) 5 Set Peta hasil Perencanaan dengan Ukuran A1 1.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT .000 jiwa. 2 Kota Besar adalah kota yang mempunyai penduduk antara 500.000 jiwa.000 jiwa. 4 Kota kecil adalah kota yang mempunyai penduduk antara 20.000.000 jiwa – 100. Dimana untuk Pekerjaan Masterplan drainase khusus dilakukan pada daerah kota Metropolitan dan Kota Besar sedangkan untuk Outline Plan dilakukan pada wilayah Kota Sedang dan Kota Kecil. Adapun Klasifikasi Kota berdasarkan Jumlah Penduduk adalah sebagai berikut : 1 Kota Metropolitan adalah kota yang mempunyai penduduk lebih dari 1. 3 Kota sedang adalah kota yang mempunyai penduduk antara 100.000.000 jiwa. I-10 .2014 LAPORAN PENDAHULUAN 4) Laporan Akhir.7. berisikan seluruh hasil kegiatan penyusunan rencana induk sistem drainase kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao sebanyak 10 eksemplar disertai dengan CD yang berisikan semua file sebanyak 10 buah dan telah didiskusikan serta disetujui oleh tim teknis dan pihak terkait. Pembagian klasifikasi pekerjaan untuk Masterplan dan Outline plan ini didasarkan pada skala kota dengan klasifikasi pembagian berdasarkan jumlah penduduk.000 jiwa – 1.

2014 LAPORAN PENDAHULUAN Berdasarkan deskripsi yang telah digambarkan di atas maka pada paket pekerjaan ini sesuai judul yang dikeluarkan oleh Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman NTT adalah Fasilitasi Penyusunan Masterplan Drainase Kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao. I-11 .FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT . tetapi apabila disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan dan kawasan perencanaan maka pekerjaan ini tergolong dalam Penyusunan Pekerjaan Outline Plan Drainase Kota Ba’a karena wilayah Kota Ba’a ini sendiri tergolong dalam skala Kota Sedang/Kecil.

2014 LAPORAN PENDAHULUAN Perencanaan Yang ada Perencanaan Baru Perencanaan Yang ada Kota Sedang/ Kota Evaluasi Kecocokan Master Plan Outline Plan Evaluasi Kecocokan Tidak Tidak Studi Kelayakan Ya Ya Detail Desain Penerapan Gambar 1. Proses Penangananan Eksisting Plan dan New Plan Sumber : Buju Jilid I Tata cara penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan umum I-12 .1.FASILITASI PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE KOTA BA’A – KABUPATEN ROTE NDAO PPLP NTT .