A Kaitan Perilaku Manusia dengan Kesehatan Masyarakat

Menurut teori Green et al. (1990), kesehatan individu dan masyarakat
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor perilaku dan faktor-faktor di luar perilaku
(non-perilaku). Selanjutnya faktor perilaku ini ditentukan oleh tiga kelompok faktor
meliputi: perilaku eseorang berhubungan predisposisi, faktor pemungkinan dan faktor
penguat. Oleh sebab itu, akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan perilaku serta
hal-hal yang berhubungan dengan perilaku:
1 Faktor predisposisi
Mencakup pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai dan persepsi, berkenaan
dengan motivasi seorang atau kelompok untuk bertindak. Faktor demografis
seperti status sosial-ekonomi, umur, jenis kelamin dan ukuran keluarga saat ini
juga penting sebagai fakor predisposisi.
2 Faktor pemungkin
Mencakup berbagai keterampilan dan sumber daya yang perlu untuk
melakukan perilaku kesehatan. Sumber daya itu meliputi fasilitas pelayanan
kesehatan, personalia klinik atau sumber daya yang serupa itu.
3 Faktor penguat
Merupakan faktor yang menentukan tindakan kesehatan memperoleh
dukungan atau tidak. Sumber penguat tergantung pada tujuan dan jenis program.

Perilaku seseorang atau masyarakat ditentukan oleh pengetahuan, sikap,
kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan.
Selain itu, ketersediaan fasilitas, sikap dan perilaku petugas kesehatan terhadap
kesehatan akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku. Perubahan
perilaku ditentukan oleh konsep risiko. Penentu respon individu untuk mengubah
perilaku adalah tingkat beratnya risiko atau penyakit. Secara umum, bila seseorang
mengetahui ada resiko terhadap kesehatan maka secara sadar orang tersebut akan
menghindari resiko. Perilaku kesehata di klasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu:
1 Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance), yaitu saha seseorang untuk
memelihara kesehatan agar tidak sakit dan usaha penyembuhan jika sedang sakit.
2 Perilaku pencarian dan pengunaan sistem pelayann kesehatan (health seeking
behavior), yaitu perilaku yang menyangkut upya atau tindakan seseorang saat sakit
dan atau kecelakaan untuk berusaha mulai dari self treatment sampai mencari
pengobatan ke luar negeri.
3 Perilaku kesehatan lingkungan, yaitu cara seseorang merespon lingkungan, baik
lingkungan fisik maupun sosial budaya, sehingga lingkungan tersebut tidak
mempengaruhi kesehatannya.

cacingan. nafsu seks mendorong manusia melakukan hubungan seksual. banyak penyakit yang dapat dicegah melalui kebiasaan atau perilaku hygienis. jika mereka mempersepsikan bahwa diare merupakan masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. maka pencegahan penyakit diare yang sering dilaporkan terjadi akibat lingkungan yang buruk tergantung persepsi masyarakat tentang diare. Oleh karena itu hubungan kesehatan dengan perilaku sangatlah erat dan saling berkesinambungan. Artinya. B Hal-hal yang Mempengaruhi Perilaku Manusia Perilaku manusia merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi antara manusia dengan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk pengetahuan. Manfaat dari hidup sehat yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas kita dengan segala kemampuan dan potensi diri kita. jika diare dipersepsikan sebagai suatu penyakit tidak serius dan tidak mengancam kehidupannya maka perilaku pencegahan akan penyakit diare pun tidak terlalu serius dilakukan. Beberapa penyakit seperti diare. Sebenarnya. minum. dan hubungan seksual tidak dengan sendirinya disebut dalam kategori perilaku apalagi akhlak. Yaitu: a. Untuk itu konsep hidup sehat seperti tingkatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) harus dipupuk dari tiap individu untuk dapat meningkatkan kualitas hidup yang sehat. Tapi cara manusia memenuhi kebutuhan itulah yang terkait secara langsung dengan perilakunya. yaitu faktor intern dan ekstern. Maka dorongan makan . Terkait kesehatan masyarakat. Sebaliknya juga begitu perilaku yang sehat akan mencerminkan individu dengan kualitas hidup baik. sikap dan tindakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua. seperti dengan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Instink Biologis: seperti lapar mendorong manusia untuk makan dan minum. tifoid. 1 Faktor Intern adalah kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara simultan mempengaruhi perilaku manusia. dan flu burung dapat dicegah dengan CPTS ini. makan. Sebaliknya. individu yang sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula. Masyarakat mengembangkan pengertian sendiri tentang sehat dan sakit sesuai dengan pengalaman hidupnya atau nilai-nilai yang diturunkan oleh generasi sebelumnya. otomatis mereka akan bereaksi serius terhadap penyakit ini dengan mengembangkan perilaku-perilaku pencegahan.

kecenderungan umum serta pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi perilaku dalam semua tahap pertumbuhannya. dan politiknya serta mengarahkan perilaku umum mereka. yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berpikirnya. maka sifat rakus tersebut akan menjadi perilaku tetapnya. sementara sifat rakus itu telah melekat dalam jiwanya. Jika suasana berlangsung lama dan tetap. Jika dorongan yang berlebihan itu berlangsung lama dan terus menerus menimbulkan sifat rakus. Jika tindakan terakhir berakhir lama. akan mendorong anak itu bersikap hormat pada orang lain. maka itulah yang biasanya mendorongnya melakukan tindakan mencuri. misalnya karena kemiskinan. agama yang masuk ke dalam benak seseorang itu akan mempengaruhi cara berpikirnya dan selanjutnya cara bertindak dan berperilakunya. b. 2 Faktor Eksternal adalah faktor-faktor yang berada di luar diri manusia. Tetapi masing-masing kebutuhan jiwa itu melahirkan perilaku yang berbeda. Orang tua yang bersikap demokratis dan menghargai anaknya secara baik. Yang kemudian kita sebut dengan budaya. kecenderungan. ekonomi. maka ia akan menimbulkan kecemasan. Maka pengetahuan mitos. Lingkungan sosial. Sedangkan sikap otoritatif yang berlebihan akan menyebabkan anak menjadi minder dan tidak percaya diri. b. Lingkungan keluarga. Pikiran. Lalu. misalnya. maka ia disebut penakut. Tapi. Demikian pula nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk sistem sosial. seperti kebutuhan akan rasa aman. maka itulah yang disebut dengan karakter jiwa. mendorong orang menghindari semua sumber ancaman. penghargaan. Kebutuhan Psikologis. Kebutuhan-kebutuhan itu tidak muncul secara merata dan dengan kadar yang sama pada setiap orang. c. maka ia disebut antisipatif. Jika kebutuhan itu berlebihan. Kebutuhan akan rasa aman. Dan jika perilaku yang ditimbulkannya itu berlangsung lama dan tetap. dan aktualisasi diri. Nilai-nilai yang berkembang dalam keluarga. penerimaan. dan jika kecemasan itu menguat ia akan berubah menjadi ketakutan. jika kebutuhan akan rasa aman itu tetap berada pada garis yang wajar. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya. yang berlebihan mungkin melahirkan sifat rakus. Yaitu: a. maka ia disebut berkarakter pencuri. Anak yang tumbuh di . jika suatu saat dorongan makan berlebihan itu tidak terpenuhi.

kelompok ataupun masyarakat. Orientasi pada sistematika dan akurasi pada pendidikan formal membuat orang bersikap hati-hati. disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan. Secara mandiri mampu menciptakan perilaku sehat bagi dirinya sendiri maupun kelompok. tengah lingkungan masyarakat yang menghargai nilai waktu. menurut Azwar (1983) dibagi menjadi 3 macam yaitu: a. Lingkungan Pendidikan. dari perilaku yang merugikan kesehatan ke arah perilaku yang menguntungkan kesehatan adalah melalui: 1 Pendidikan Kesehatan Menurut Notoadmodjo (2003). Perilaku terselubung tersebut berupa pengetahuan dan sikap seseorang terhadap suatu objek sedangkan perilaku tidak terselubung adalah perilaku yang sudah merupakan aksi atau tindakan. agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. akan mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai- nilai dan kecenderungan-kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. Karena itu individu. Yang diartikan anak . dan institusi pendidikan informal seperti media massa dan masjid. dan jujur. dalam hal ini pelayanan kesehatan dasar diarahkan agar dikelola sendiri oleh masyarakat dalam bentuk yang nyata contohnya adalah posyandu c. Usaha yang paling efektif dalam mengubah perilaku. teratur. Perilaku sendiri dapat dikategorikan dengan perilaku terselubung (covert behavior) dan perilaku tidak terselubung (Overt behavior). Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semua petugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu atau masyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Mendorong perkembangan dan penggunaan sarana pelayanan kesehatan yang ada secara tepat. pendidikan kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku. Perilaku yang menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat sehingga kader kesehatan mempunyai tanggung jawab di dalam penyuluhannya mengarahkan cara hidup sehat menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari. Institusi pendidikan normal yang sekarang mengambil begitu banyak waktu pertumbuhan setiap orang. juga dapat berlaku sebagai subyek (pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. biasanya akan menjadi disiplin c. C Upaya dalam Intervensi Perilaku Guna Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Perilaku sehat adalah segala tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Becker 1979). Untuk mengubah pemahaman perilaku belum sehat menjadi perilaku sehat. b.

disamping melanjutkan penanaman kebiasaan dan norma- norma hidup sehat kepada murid. Baik dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman yang positif terhadap kesehatan. untuk mencapai kesehatan secara optimal. dengan menitikberatkan pada penanaman kebiasaan-kebiasaan. 2. Pendidikan kesehatan di masyarakat. yang akhirnya diterapkan dalam tindakan-tindakan yang menguntungkan kesehatan. baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit. yaitu: 1. Jadi. kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan(perilakunya). lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan. . Pendidikan kesehatan didalam sekolah adalah tanggung jawab para guru sekolah. maka pendidikan kesehatan dapat didefenisikan sebagai usaha atau kegiatan untuk membantuindividu. yaitu dalam bentuk perilaku yang menguntungkan kesehatan. juga memberikan pengetahuan kesehatan. baik anak-anak maupun orang dewasa. Jadi pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Hal inl terwujud dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu. Pendidikan kesehatan didalam keluarga yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para orangtua. dan sikap hidup sehat. 3. yang dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi masyarakat. norma-norma. Adapun hasil dari pendidikan kesehatan tersebut. Tujuan pendidikan kesehatan disekolah.