RESPON TANAMAN JAGUNG (Zea mays) TERHADAP PEMBERIAN EM4

DENGAN DOSIS BERBEDA

Rika Efirianti
E-mail: rika.efirianti@yahoo.co.id, Phone: +6285265224095
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau 28293

Abstract: This research was conducted in Biology’s experimental gardens, Faculty of
Teacher Training and Education, University of Riau Jl. Bina Widya, Simpang Baru, Panam
Km 12.5 in December. This study aims to determine the influence of effective
microorganisms (EM4) as a liquid organic fertilizer on the growth of maize plants. The
design was a randomized block design with 4 treatments and 3 replications, ie EM4 of
different doses: A0 (0 cc / liter of water), A1 (20 cc / liter of water), A2 (100 cc / liter of water)
and A3 (150 cc / liter of water). Parameters measured were plant height, number of leaves,
length and width of leaves. The results showed that administration of EM4 has no effect on
plant height, number of leaves, length and width of maize plants (Zea mays)

Key word: EM4, corn crops, organic fertilizer

PENDAHULUAN

Jagung merupakan tanaman pangan penting di Indonesia menduduki tempat kedua
setelah padi dan pada beberapa daerah di Indonesia dan Maluku khususnya menjadikan
jagung sebagai makanan pokok. Produksi ekonomi jagung adalah berupa biji jagung
merupakan sumber karbohidrat potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non
pangan. Varietas jagung nasional (hibrida BISI-2) mempunyai potensi hasil tinggi, umur
panen 103 hari, tahan terhadap penyakit bulai dan busuk buah, sedangkan varieas jagung
lokal memiliki kelebihan yaitu mempunyai umur panen lebih cepat sekitar 85 hari (Polnaya,
F, 2012)
Salah satu faktor pembatas pengembangan jagung di Indonesia adalah terbatasnya
lahan produktif akibat adanya alih fungsi lahan pertanian ke lahan dengan kesuburan tanah
rendah. Kesuburan tanah dapat diperbaiki dengan pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk
menyediakan hara yang diperlukan oleh tanaman, baik dengan pupuk buatan maupun pupuk
organik yang diberikan melalui tanah. Kelemahan pemberian pupuk melalui tanah adalah
beberapa unsur hara mudah larut dalam air dan mudah hilang bersama air perkolasi atau
mengalami fiksasi oleh koloid tanah, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman (Nesia
Ayunda, 2014).
Untuk memperlancar perombakan/penguraian pupuk organik, maka dilakukan suatu
upaya, yaitu melalui pemberian EM4. EM4 merupakan kultur campuran dan mikro
organisme yang menguntungkan tanah secara alamiah dan meningkatkan keragaman dan
populasi organisme dalam tanah (Syafurddin, 2012). Pemberian EM4 merupakan salah satu
larutan dan biologi tanah, mempercepat dekomposisi perombakan karena mengandung
bakteri asam laktat yang dapat memfermentasikan bahan organik yang tersedia dan dapat
diserap langsung oleh perakaran tanaman. Penggunaan EM4 mempunyai beberapa
keuntungan yang dapat meningkatkan produksi tanaman dan mengatur keseimbangan
mikroorganisme tanah (Yulhasmir, 2009)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis secara deskriptif terhadap data pertumbuhan tanaman ditampilkan pada Tabel 1 berikut : Tabel. Pengukuran tinggi batang. jumlah daun.9 a Jumlah Daun (helai) 5a 5a 5a 4a Panjang daun (cm) 28.1 Rerata tinggi batang.2 a Lebar daun (cm) 2. (Daniel Kurniawan. sedangkan untuk pengukuran jumlah daun dilakukan dengan perhitungan manual. Bina Widya Km 12. Jika terdapat beda nyata di lakukan uji lanjut TUKEY pada taraf 1% dan 5%. panjang daun dan lebar daun dilakukan 1 minggu sekali dengan menggunakan penggaris. panjang dan lebar daun. jumlah daun.5 a 26. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan. Pupuk organik yang baik adalah pupuk yang mengutamakan kandungan C-organik sehingga dapat menghasilkan nilai C/N rasio yang rendah.2 a 22. Untuk pencapaian C/N rasio serta kandungan Nitrogen (N). Objek penelitian adalah jagung varietas cap Panah Merah. 2012) METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Jl. A2 (100 cc/liter air) dan A3 (150 cc/liter air) dan tiap perlakuan di ulangi 3 kali sehingga terdapat 12 satuan percobaan dan selanjutnya dilakukan ANAVA.5 a 30. Sebagai variabel bebasnya adalah taraf dosis EM4. A1 (20 cc/liter air).7 a 27.5 Simpang Baru Panam Pekanbaru pada Desember 2014. Fosfor (P) dan Kalium (K) yang sesuai standar dapat dilakukan dengan membuat pupuk organik melalui proses dekomposisi dengan bantuan energi yang berasal dari fermentasi mikroba yang disebut Effective Microorganism (EM-4).8 a 2a 2.6 a 1.6 a Ket: Angka yang diikuti huruf sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada taraf uji TUKEY 5% dan 1% .3 a 27. Perlakuan yang dimaksud adalah taraf dosis yaitu EM4 dari dosis yang berbeda: A0 (0 cc/liter air). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman.6 a 20. panjang dan lebar daun tanaman jagung (Zea mays) Perlakuan Parameter A0 A1 A3 A3 (0 liter) (50 liter) (100 liter) (150 liter) Tinggi Batang (cm) 31.

Tidak berpengaruhnya pemberian pupuk kompos ini juga disebabkan karena selisih antara kandungan hara pada masing-masing pupuk kompos tiap perlakuan tidak mencolok sekali atau beda sedikit sehingga kurang menghasilkan perbedaan pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays). . Distribusi hujan merupakan faktor penting dalam produksi jagung. dapat terlihat bahwa pemberian pupuk kompos tidak berpengaruh terhadap tinggi batang. klorosis pada daun yang dimulai dari daun yang bawah (tua) ke daun muda. tanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari yang cukup karena sangat mempengaruhi pertumbuhannya. Menurut Sutoro (1988). karena bila tidak akan mengurangi hasil. Tanaman jagung membutuhkan curah hujan yang relatif sedikit. jumlah daun. selama pertumbuhannya. lahan yang digunakan untuk penelitan terlalu gersang dan panas. Disamping itu unsur unsur makro dan mikro yang tidak mencukupi mengakibatkan pertumbuhan daun terhambat. Kemungkinan kesalahan dalam penelitian ini adalah pemberian EM4 yang seharusnya mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung. Berdasarkan tabel 1. jarak tanam yang terlalu dekat antar benih jagung menyebabkan terjadinya kompetisi pada tanaman jagung dalam bedeng yang sama sehingga unsur hara tidak tercukupi. intensitas cahaya matahari yang kurang akibat terhalang oleh tanaman disekitar jagung juga menyebabkan pertumbuhan jagung terhambat. sistim perakarannya terbatas. Tanaman jagung yang ternaungi. Curah hujan yang kurang atau lebih dari angka kisaran tersebut akan dapat menurunkan hasil (Yulhasmir. Sebaiknya tanaman jagung diupayakan mendapat sinar matahari secara langsung. Intensitas sinar matahari merupakan faktor penting untuk keperluan pertumbuhan tanaman jagung. Hal ini sejalan dengan pernyataan Sutedjo (2002) yang menyatakan bahwa tanaman tidak akan memberikan hasil yang maksimal apabila unsur hara yang diperlukan tidak tersedia atau tidak mencukupi. lebar dan panjang daun tanaman jagung (Zea mays). Selain itu. (Effendi. kandungan tanah yang kekurangan nitrogen juga mengakibatkan hasil tanaman menjadi tidak optimal. Kekurangan nitrogen pada tanaman dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. 2009). Sementara selama proses penelitian. Jika kekurangan nitrogen ini parah. Namun. Selain itu. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. pertumbuhannya akan lambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik. 1985) Selain faktor curah hujan dan intensitas cahaya matahari. curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan banjir disekitar bedeng sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. maka seluruh daun menguning lalu coklat dan akhirnya mati. Sehinggan bakteri pada EM4 tidak bekerja secara maksimal.

Jakarta. Nesia Ayunda. 2012. 1985. 2002. Skripsi tidak dipublikasikan. Bogor. Budidaya Tanaman Jagung.) Pada Tanah Entisol. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays sacharata Sturt) pada Beberapa Konsentrasi Sea Minerals. Banda Aceh . penggunaan EM4 sebagai pupuk organik cair untuk pertumbuhan tanaman lebih besar dari 150 cc/liter air dan tanamlah pada tanah humus bukan tanah gersang. 2012. Ambon. F. Universitas Brawijaya. CV Yasaguna. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian EM4 tidak berpengaruh terhadap tinggi batang. SARAN Diharapkan untuk penelitian lebih lanjut.S. Jakarta Rineka Cipta. Pupuk dan Cara Pemupukan.Patty. 2012. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Bercocok Tanam Jagung. 1988. limbah rumah tangga.Cetakan ke -7. jumlah daun. Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa. panjang dan lebar daun tanaman jagung (Zea mays). Sri Kumalaningsih. Kajian Pertumbuhan dan Produksi Varietas Jagung Lokal dan Kacang Hijau dalam Sistem Tumpangsari Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman 1(1): 1- 90. Padang Sutejo.E. DAFTAR PUSTAKA Daniel Kurniawan. Penggunaan EM4 lebih hemat dan efektif diterapkan untuk meningkatkan kerja mikroorganisme yang berada didalam tanah. Sutoro. Effendi. 2014. Fakultas Teknologi Pertanian. Faultas Pertanian Universitas Pattimura. dan Nimas Mayang Sabrina S. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi EM4 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Cabai (Capsicum annum l. Polnaya dan J.Sehingga EM4 tidak berpengaruh terhadapat pertumbuhan tinggi batang. Pengaruh Volume Penambahan Effective Microorganism 4 (EM4) 1% Dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Pupuk Bokashi Dari Kotoran Kelinci Dan Limbah Nangka Jurnal Industria Vol 2 No 1: 57 – 66. panjang dan lebar tanaman jagung (Zea mays). Balai Penelitian Tanaman Pangan. jumlah daun. Syafruddin dan Safrizal HD.