SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

LABORTORIUM TEKNOLOGI FARMASI
LATIHAN UJIAN PRAKTIUM TEKNOLOGI FORMULASI
SEDIAAN LIQUID DAN SEMISOLID
SEMESTER V-2015/2016

Zat Aktif : Indometachin

Bentuk Sediaan : Gel

Jumlah sediaan yang akan dibuat : 100 gram

Dosis :Diterapkan hanya seccara ekternal,
menyebabkan sndi yang terkena didaerah 3-4
kali sehari,dapat dikenakan dressing oklusif.
Untuk dewasa > 15 cm per hari, untuk anak-
anak 7,5 cm diektruksi dalam tabung

1. PREFORMULASI
1.1. Nama zat aktif : Indometachin

Rumus molekul : C19H16CINO4
Pemerian : Serbuk hablur, polimorf kuning pucat
hingga kuning kecoklata; tidak berbau atau
hamper tidak berbau. Peka teradap cahaya;
meleleh pada suhu kurang 1620
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air; agak sukar
larut dalam etanol, dalam kloroform, dan
dalam eter
(FI IV hal 158, FI III hal 119, Martindale hal 756)

sera rematik akibat asam urat yang tinggi Alasan pemilihan benuk sediaan: Karena untuk penggunaan topical Informasi aspek farmakologi Indometasin bekerja dengan menghambat enzim yang menghambat pembentuka prostaglandin.95 OTT : HPMC inkompatible dengan beberapa agen pengoksidasi. antaralain seperti : keseleo. Larut dalam larutan aseton encer. dan otot sendi yang kaku artritis rheumatoid. HPMC (Hidroksipropil metilselulosa) Rumus Kimia : Pemerian : serbuk putih atau hampir putih. tidak berbau. penggunaan terapi : Dosis yang digunakan adalah dosis umum yang digunakan untuk meredakan rasa sakit. etanol (95%) dan eter. Kegunaan dalam Formula: Pengental pH : 6. nyerimenstruasi. dan tidak Kelarutan : Larut dalam air dingin. namun larut dalam campuran etanol dan iklorometana. campuran metanol dan diklorometana. indocid.2. campuran diklorometana dan propan-2-ol. 1. Zat tambahan 1.2. praktis tidak larut dalam kloroform. Tivorbex Dosis yang ditentukan. dan campuran air dan alkohol. dan pelarut organik lain. nyer unggug. senyawa yang dilepas oleh tubuh tersebut akan menyebabkan rasa sakit dan inflamasi.1. Sediaan yang ada dipasaran: Indocin. Alasan : Hidroxy propyl methyl cellulose (HPMC) merupakan gelling agent semi sintetik turunan selulosa yang tahan terhadap fenol dan stabil pada .

. Kelarutan : Larut dengan benzena. tempat yang kering. etanol (95%). HPMC dapat membentuk gel yang jernih dan bersifat netral serta memiliki viskositas yang stabil pada penyimpanan jangka panjang (Rowe et al.2.2. mudah terbakar cair dengan karakteristik. kloroform. 2009). tidak berwarna.eter. bau beralkohol menyerupai sebuah campuran etanol dan aseton. Hidrogel sangat cocok digunakan sebagai sediaan topikal (HOPE 2009 Ed 6th Hal 314) 1. yang menyebabkan dekomposisi. larut dalam garam Stabilitas : Isopropyl alkohol harus disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk. pH 3 hingga 11. memiliki rasa sedikit pahit. Isopropyl alkohol mungkin asin . dan air. Selain itu HPMC mengembang terbatas dalam air sehingga merupakan bahan pembentuk hidrogel yang baik. Isopropil Alkohol Rumus Kimia : C3H7OH Pemeian : isopropil alkohol jernih. gliserin. Larut dalam aseton. mudah menguap. Kegunaan dalam formula : Pelarut OTT : Kompatibel dengan oksidator seperti hidrogen peroksida dan asam nitrat.

keluar dari campuran air dengan penambahan sodium klorida. bau manis yang samara /sedikit Kelarutan : Larut dalam air dan dapat bercampur dalam semua proporsi dengan polietilen glikol lainnya. Stabilitas : PEG secara kimia stabil di udara dan dalam larutan. fixed oil. putih. kare kemampuan gugus COH-nya yang dapat mengikat 2 karbon. PEG (padat atau cair) dapat disterilisasi dengan autoklaf. atau dengan penambahan natrium hidroksida. etanol dan metanol. Isopropil alkohol merupakan senyawa alkohol dengan jenis sekunder.3. Polietilen Glikol 400 Pemeian Serbuk yang mudah mengalir. diklorometana. agak sukar larut dalam hidrokarbon alifatik dan eter. larut dalam aseton. (HOPE 2009 Ed 6th Hal 346) 1. filtrasi atau gama .2. dan garam lainnya. dan minyak mineral. walaupun PEG>2000 higroskopis. sodium sulfat.tidak dapat mengikat bahan non-polar. Alasan : Gugus OH dalam isopropil membantu melarutkan molekul polar dan ion-ion dan gugus alkilnya -CH2. tidak larut dalam lemak. PEG tidak rentan terhadap pertumbuhan mikroba dan tidak mudah menjadi tengik.

Harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik pada tempat yang sejuk dan kering. Efektivitas pengawet seperti paraben juga dapat berkurang karena membentuk ikatan dengan PEG. Dapat menyebabkan perubahan warna sulfonamid dan . Idealnya sterilisasi dilakukan pada lingkungan yang inert. Wadah yang terbuat dari stainless steel. Penyimpanan dalam bnitrogen dapat mengurangi kemungkinan terjadinya oksidasi. Perubahan fisik yang terjadi pada basis PEG adalah menjadi lebih lunak atau lebih cair dengan adanya campuran fenol. kaca atau lined steel diutamkan untuk penyimpanan PEG cair. aluminium. penggelapan warna dan pembentukan degradasi asam. seperti penisilin dan basitrasin. berkurang dalam basis PEG. asam tannat dan asam salisilat. Kegunaan dalam formula : Plastisizer OTT : PEG dalam wujud padat dan cair inkompatibel dengan beberapa zat pewarna. Oksidasi PEG dapat juga dihambat dengan penambahan antioksidan yang tepat. irasiasi.Aktivitas antibakteri dari beberapa antibiotik. Sterilisasi PEG yang padat dengan pemanasan pada suhu 150ºC selama 1 jam dapat menyebabkan oksidasi.

dengan aseton. dan dengan kloroform. . Perpindahan PEG dapat terjadi dari salut film tablet. Kegunaan dalam formula : Humektan OTT : Propylene glycol tidak sesuai dengan reagen pengoksidasi seperti kalium permanganat. Propilen Glikol Rumus Kimia : (C6H10O5)n dimana n 220 Pemeian : Cairan kental. Kelarutan : Dapat bercampur dengan air. rasa khas. seperti polietilen. Alasan : mampu menghasilkan matrik patch dengan ketahanan lipatan lebih dari 300 lipatan (Setyawan. 2013) dan meningkatkan % elongasi matrik (Jinghua dkk. menyerap air pada udara lembab. polivinilklorida dan membran selulosa dapat mnejadi lebih lunak atau larut dengan PEG. ditranol. propilen glikol stabil dalam wadah tertutup Propilen glikol stabil secara kimia ketika dicampur dengan etanol. dan dalam beberapa minyak esensial. juga pengendapan sorbitol. fenolformaldehid.2. praktis tidak berbau.4. jernih. (HOPE 2009 Ed 6th Hal 517) 1. Plastik. gliserin. atau air. Stabilitas : Dalam suhu yang sejuk. larut dalam eter. 2001). tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak. menyebabkan interaksi dengan komponen pada inti tablet. tidak berwarna.

tidak berwarna. Alasan : Propilenglikol digunakan sebagai humectant yang akan mempertahankan kandungan air dalam sediaan sehingga sifat fisik dan stabilitas sediaan selama penyimpanan dapat diper tahankan. Aquadest Pemeian : cairan jernih. tidak mempunyai rasa. tidak berbau. (HOPE 2009 Ed 6th Hal 592) 1. Formuasi/ Teknk pembuatan R/ Indomethacin 1% HPMC 3% Isopropyl alcohol 10% Polyethylene glycol. 2.2. Propilen glikol memiliki stabilitas yang baik pada pH 3-6 (Allen.5. 10% 400 Propylene glycol 10% . Kegunaan dalam formula : pelarut Alasan : Aquades digunakan sebagai pelarut karena bersifat polar. 2002).

s 100 ml 5. Polyethylene glycol-400 100 10 x 100=10 . Ditimbang bahan sesuai perhitungan bahan 4. Evaluasi Sediaan 5. kemudian air dipanaskan secara terpisah hingga 85C. warna.Dibuat 100 mg Gel Indometasin 1 x 100=1 gram . Air dicampurkan ke dalam komponen lain tersebut dengan pengadukan. HPMC 100 10 x 100=10 gram Isopropyl alcohol 100 10 x 100=10 gram . Pernimbangan . Aquadest q. Organoleptis Evalusai organo leptis menggunakan panca indra. Semua komponen dipanaskan kecuali air hingga 90C. Cara Kerja 1.1. 6. Dikalibrasi botol wadah 100 ml dan Erlenmeyer 100 ml 3. lalu dinginkan hingga 60C 7. Indomethacin 100 3 x 100=3 gram . 4. Alat dan bahan disiapkan 2. konsistensi pelaksanaan menggunakan subyek responden (dengan kriteria tertentu ) dengan menetapkan kriterianya pengujianya ( macam . Dimasukkan ke dalam wadah dan diberi etiket. Propylene glycol 100 . tekstur sedian. 5. aquadest qs 100 mL 3. mulai dari bau.

5. kemudahan dioleskan. dengan cara menggunakan mikroskop sediaan diletakkan pada objek glass.dan item ). kelembutan. catat hasil yang tertera pada alat pH meter. kemudian diperiksa adanya tetesan – tetesan fase dalam ukuran dan penyebarannya.masing kriteria. dan di beri rentang waktu 1 – 2 menit. saat sediaan berhenti menyebar ( dengan waktu tertentu secara teratur ). dan diamkan agar mengendap.2. kemudian aduk hingga homogen.5.4. 5. lembut. kemudian diameter penyebaran diukur pada setiap penambahan beban.3. sangat lembut. Dilakukan pada kulit. Misal untuk kelembutan agak lembut. dengan berbagai orang yang di kasih suatu quisioner di buat suatu kriteria . Uji aseptabilitas sediaan. 5. menghitung prosentase masing. Evaluasi daya sebar Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di atas kaca yang berskala.masing kriteria yang di peroleh. pengambilan keputusan dengan analisa statistik. kemudahan pencucian. dan airnya yang di ukur dengan pH meter. sensasi yang di timbulkan. Kemudian bagian atasnya di beri kaca yang sama. Evaluasi pH Evaluasi pH menggunakan alat pH meter. dan di tingkatkan bebanya. Kemudian dari data tersebut di buat skoring untuk masing. . Evaluasi penentuan ukuran droplet Untuk menentukan ukuran droplet suatu sediaan krim ataupun sediaan emulgel. 5. dengan cara perbandingan 60 g : 200 ml air yang di gunakan untuk mengencerkan .

Edisi IV. Jakarta: UI Press Kibbe. 998.1995.Ansel. Washngton DC: American Pharmaceutical Association . 6th Edition.Farmakope Indonesia. 2009.London: the Stasionary Office Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hand Book of Pharaceutical Exipints. Jakarta: Direkorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan HC. Daftar Pustaka British Pharmacopea.AH. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi.

LAMPIRAN KEMASAN LABEL .

dismenorea.dapat dikenakan dressing oklusif. “aspirinovaâ triad”. hati manusia menyatakan dan / atau ginjal. pankreatitis. 34. Date : Jan 17 Exp.5 cm diektruksi dalam tabung Komposisi: Indometasin 1 gram/ 100 gram Reg. Dosis: Diterapkan hanya seccara ekternal. Perdarahan terbaru dari rektum. gagal jantung kronis yang parah. BROSUR Indikasi : nyeri dan peradangan sedang sampai berat pada kasus reumatik dan gangguan muskuloskeletal akut lainnya. menyebabkan sndi yang terkena didaerah 3-4 kali sehari. hipertensi.anak 7. III trimester kehamilan. untuk anak. DTL 8327800641A1 Batch No : H 1502 Mgf.900 . pelanggaran hematopoiesis. Untuk dewasa > 15 cm per hari. gout akut. Melalui dubur: proctitis. lesi erosif dan ulseratif pada saluran pencernaan pada fase akut. Date : Jan 20 Het :Rp. Anak-anak sampai usia 14 tahun. penutupan duktus arteriosus Kontra Indikasi: Hipersensitivitas terhadap indometasin.