2.2.

1 Teknik Pembenihan Teripang

1) Sarana Pembenihan Teripang

Sarana yang diperlukan untuk pembenihan teripang antara lain :

 Bak penampungan induk

 Bak Pemeliharaan larva

 Bak kultur larva

 Bak kultur larva

 Bahan Terbuat dari beton atau kayu yang dilapisi plastik

 Bak penampungan air, dibangun lebih tinggi dari bak pemeliharaan. Agar air mengalir
dari atas ke bawah, dan lebih efisien

 Bak penampungan induk dengan kapasitas 1,5 ton air berjumlah 2 atau 3 buah dengan
kedalaman sekitar 50 cm.

 Bak pemliharaan larva berjumlah 10 - 15 buah dengan ukuran (1 x 2 x 0,5)m3.

 Bak pemeliharaan juvenil berjumlah 8 - 10 buah dengan ukuran (2 x 4 x 0,6)m3.

 Bak plankton berjumlah 3 - 5 buah dengan ukuran ( 2 x 4 x 0,75)m3.

Alat yang digunakan dalam budidaya teripang

C. D. H. Ukuran bak disesuaikan dengan kebutuhan air laut untuk penggantian air pada seluruh unit pembenihan.  Pipa penyalur air yang dilengkapi dengan beberapa saringan berbagai ukuran 1.5 ton).  Bak penampungan air yang dilengakapi dengan saringan pasir. I. . Bak plankton. Saringan pasir B. Skema bak budidaya pembenihan teripang Keterangan Gambar 1: A. Bak induk (volume 3 ton). G. Bak penampungan air (volume 1 ton). Saringan bertingkat. Bak pemijahan (volume 1.5 . Bak pemeliharaan larva. Penempatan bak diatur supaya gravitasi bisa menyalurkan air dari satu bak ke bak lainnya.2 mikron. Gambar 1. E.  Saringan pasir untuk menyaring air laut agar diperoleh air laut yang benar-benar bersih. F. Bak pemeliharaan juvenil. Pipa penyuplai air.

atau langsung dipelihara di dalam bak induk dengan kepadatan 5 . induk teripang dapat diambil langsung dengan tangan.  Dengan cara ini.  Ukuran besar dengan berat 400 gr dan panjang tubuh minimal 20 cm.  Berkulit tebal.  Pada perairan yang agak dalam. Untuk pengumpulan/pengangkutan calon induk pada siang hari sebaiknya wadah penampungan atau palka erahu ditutup rumput laut atau ilalang laut untuk menghindarkan calon induk dari sengatan sinar matahari secara langsung.2 Pemeliharaan dan Seleksi Induk  Induk teripang yang akan digunakan biasanya diperoleh dari tangkapan alam.2. .  Penyediaan calon induk teripang dari laut dapat dilakukan dengan penyelaman pada siang hari. Pengangkutan induk  Pengangkutan menggunakan ember plastik yang berisi air laut atau langsung ditempatkan pada palka perahu.2.10 ekor/m2. induk teripang dapat diambil dari atas perahu dengan bantuan alat semacam tombak bermata dua yang tumpul Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih induk teripang yang baik adalah:  Tubuh tidak cacat.  Induk yang telah di seleksi dipelihara dalam kurungan tancap di laut. Apabila dilakukan pada malam hari harus dibantu dengan lampu penerang.

a.  Pakan diberikan sebanyak 0. selain itu diusahakan selalu ada penggantian air agar stabilitas suhu dan salinitas tetap terjaga.50 m2. .00. 3) Teknik Pemijahan Pemijahan teripang dapat dilakukan dengan beberapa cara.  Pemijahan akan terjadi pada malam hari antara pukul 22. Pakan alami budidaya teripang  Teripang dapat berupa plankton.15 kg pakan tambahan yang dapat mencukupi luasan 30 .2 .  Pakan tambahan berupa campuran kotoran hewan dan dedak halus dengan perbandingan 1 : 1. induk teripang yang dipelihara di bak pemijahan biasanya akan memijah secara alami tanpa adanya rangsangan buatan.23.0. Pemijahan alami budidaya teripang  Setelah mengalami matang gonad penuh.00 .50 kg pakan tambahan yang dapat mencukupi luasan 30 . kedalaman diusahakan antara 75 .5 kg/m2/2 minggu  dengan cara ditempatkan dalam karung goni yang berlubang-lubang sehingga keluar sedikit demi sedikit.100 cm. detritus. sisa-sisa bahan organik atau sisa-sisa endapan di dasar laut. secara alami dengan pembedahan.  Setiap satu kantong goni biasanya dapat diisi 10 .  Khusus untuk pemeliharaan di kolam air laut. perangsangan dengan temperatur dan perangsangan dengan penyemprotan air.

berarti teripang tersebut jantan.5 0C dari temperatur air asal. c.  Induk teripang ditempatkan didalam keranjang plastik yang diletakkan beberapa sentimeter di bawah permukaan air.  Dalam pembelahan gonad ini apabila didapatkan kantong telur. Sehingga terjadi pembuahan. Perangsangan dengan Temperatur budidaya teripang  Prinsip pemijahan dengan perangsangan temperatur ini adalah mengupayakan agar temperatur air naik 3 . Setelah induk betina selesai bertelur.60 menit suhu air dinaikkan dengan cara penambahan air panas atau menggunakan alat pemanas (heater) atau dijemur terik matahari. .  Telur yang terbuahi akan mengendap didasar bak selanjutnya dipanen dengan saringan dan dipindahkan ketempat pemeliharaan larva. lalu didiamkan.  Induk jantan akan mengeluarkan sperma terlebih dahulu yang akan merangsang induk betina untuk mengeluarkan telur.  Kemudian secara pelan-pelan wadah yang berisi sperma dituangkan kedalam wadah yang berisi telur sambil diaduk secara perlahan.60 menit.  Gonad jantan (tesis) juga dipotong menjadi beberapa bagian sehingga sperma keluar dan ditampung di dalam wadah lain yang berisi air laut. b. dalam waktu selama + 30 . Pemijahan dengan Pembedahan budidaya teripang  Metode pembedahan dapat dilakukan dengan cara menggunting bagian bawah teripang mulai dari anus hingga kedepan.  Kurun waktu pemijahan biasanya berlangsung antara 20 . segera induk dipindahkan ke tempat lain.

.  Perlakuan ini dilakukan pada siang hari.  Semprotan air laut yang bertekanan tinggi selama 5 . selanga waktu setengah hingga dua jam berikutnya induk betina akan mengeluarkan telurnya.2 jam kemudian induk akan mulai menggerakkan badannya ke dinding.5 .  Biasanya induk jantan akan memijah yang kemudian disusul induk-induk betina 30 menit kemudian. Perangsangan dengan Penyemprotan Air budidaya teripang  Setelah induk dipelihara selama 2 .10 menit.100%.  Cara ini memberikan hasil lebih baik yakni denga tingkat penetasan mencapai 90 . setelah fertilisasi telur-telur ini mengalami pembelahan sel menjadi 2 sel.95%. 8 sel hingga multi sel. 4 sel.4 hari pada bak pemeliharaan. Sekitar 1. Prosentase keberhasilan cara ini mencapai 95 . Pemeliharaan Larva budidaya teripang Telur-telur teripang berbentuk bulat berwarna putih bening berukuran 177 mikron. d.5 .  Induk jantan akan mengeluarkan sperma yang berwarna putih dan terlihat seperti asap di dalam air. lalu induk dimasukkan kembali kedalam bak pemijahan. e. maka induk diberikan perlakuan pada sore hari biasanya dimulai pada pukul 1700.1 jam.  Pertama-tama induk teripang yang akan dipijahkan dikeluarkan dari bak dan diletakkan ditempat yang kering selama 0. Pada sore harinya induk dimasukkan ke bak pemijahan dan selanjutnya induk teripang akan memperlihatkan perilaku pemijahan yang ditandai dengan tubuh menggeliat dan muncul dipermukaan sambil bertumpu di dinding bak.

Tingkat grastula. 5.50 . Perkembangan Embrio dan Larva Teripang Keterangan gambar 3: 1. . Perkembangan Embrio dan Larva Teripang  Ukuran rata-rata sel tersebut sekitar 194 mikron. Pembelahan dari 8 sel dan 16 sel. tengah dan akhir. Pentacula. 2. Auricularia. selang 10 . 35 mikron. 7. 8. 4.Gambar 3. 6. Banyak sel.12 jam kemudian akan membentuk stadium gastrula yang berukuran antara 390.  Setelah lebih dari 32 jam. Tingkat blastula. telur akan menetas menjadi larva dan membentuk stadium auricularia yang terbagi menjadi stadium awal. Pembelahan. Doliolaria. 3.402.

Pada setiap sudut terdapat lima kelompok cilia (bulu getar). dan Chaeoceros sp sebanyak 40 .645. berbentuk bola. Larva berwarna coklat kekuningan dengan panjang antara 1000 .  Larva pada stadium pentacula mempunyai kebiasaan berada di pinggiran bak bagian bawah dan sedikit menyukai di bawah permukaan air. kaki tabung dan tentakel terlihat lebih jelas dan dapat bintil-bintil dipermukaan kulitnya.  Selang tiga belas hari kemudian doliolaria berubah ke stadium pentaculata. Selama stadium auricularia awal sampai menjelang stadium akhir. kurang lebih delapan belas hari.78 .700 ekor per liter. larva berkembang membentuk stadium doliolaria. mempunyai sabuk dan dua tantakel yang menjulur ke luar.70 mikron ini dapat bergerak cepat ke depan. Phaeodactylum sp.  Jika kepadatan terlalu tinggi.  Badan bagian belakang berbentuk cincin datar. dan berada di dasar bak. larva akan bergerombol menjadi satu. 4) Pemeliharaan Tingkat Juvenil . Kepadatan larva yang dikehendaki selama stadium ini kira-kira 300 .50 .  Bila dibiarkan. larva lebih banyak hidup dipermukaan air. diberi makanan berupa suspensi rumput laut jenis Sargassum dn Ulva.  Ukuran larva teripang pada stadium ini rata-rata antara 812.34 per mil dan suhu antara 27 - 290C. larva ini akan mati. Sepuluh hari kemudian.987.  Selintas selama pemeliharaan diusahakan antara 32 .  Badan berbentuk tubuler dengan lima buah tentakel pada pangkal bagian depan dan sebuah kaki tabung pendek pada pangkal belakang.10 mikron. Stadium auricularlia dan doliolaria bersifat planktonis. Segera setelah larva berada di dasar laut. Pada stadium ini larva mulai diberi plankton jenis Dunaliella sp. Pada stadium ini larva berbentuk lup.1200 mikron. Larva dengan ukuran antara 614.60 x 103.

pakan yang dibutuhkan telah tersedia. . juvenil dapat dilihat dengan mata dan dihitung. Pada saat tersebut ukuran benih teripang telah mencapai ukuran antara 1.2 cm.  Cara ini dilakukan terus menerus sampai benih tersebut berusia 1. berfungsi sebagai tempat perlekatan. Kepadatan yang baik antara 5 . maka tempatkan kolektor (tempat untuk menempel) yang berbentuk kisi-kisi miring terbuat dari screen net 250 mikron atau plastik berukuran 60 x 60 x 70 cm. Saat mencapai tingkat doliolaria atau umur 10 .  Sebaiknya kolektor yang dipasang telah ditempeli diatome (lumut) sehingga pada saat juvenil menempel. atau kepadatan optimum dalam satu bak pemeliharaan adalah 200 .12 hari dengan ukuran panjang tubuh 4 - 5 mm.10 ekor tiap kolektro.5 .2 bulan.500 ekor/m2.  Lima belas hari setelah menempel pada kolektor.5 .

maka binatang laut ini dapat dibudidayakan dengan tingkat kepadatan penebaran yang cukup tinggi. . Budidaya teripang seperti ini dikenal dengan metode pen culture kurungan tancap atau kurungan pagar. desain dan konstruksi kurungan pagar harus dapat menjamin teripang tidak lolos dari dasar kurungan pagar. Karena pergerakan teripang relatif lambat. tidak dapat meloloskan diri dan tidak mendapat serangan hama. Meskipun gerakan teripang tergolong lambat.Cara Budidaya Teripang atau Timun Laut Teripang adalah organisme laut yang hidup di dasar perairan dan pergerakannya relatif lambat. Prinsip dasar metode budidaya pembesaran teripang ialah memberikan pagar di area perairan pesisir laut pada luasan tertentu agar teripang yang dibudidayakan terkurung di dalamnya.

kecerahan 50-150 cm. sebaiknya digunakan kayu ulin . pasir berlumpur. suhu 25-30°C Konstruksi Kurung Tancap budidaya teripang Bahan budidaya teripang: Balok berukuran (5x7x200)cm. berkarang. Cara Pembenihan Budidaya Teripang atau Timun Laut Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya teripang adalah:  Dasar perairan terdiri dari pasir.Desain dan konstruksi kurungan pagar umumnya dibedakan menjadi dua berdasarkan bahan kurungan pagar yang dipergunakan yaitu kurungan pagar dari bambu dan kurungan pagar dari jaring.2 cm  Tali ris dari nilon  Tali pengikat atau paku anti karat  Papan yang tahan air. sebaiknya digunakan kayu ulin  Waring nilon ukuran mata 0. jenis bahan yang paling efektif untuk membuat kurungan tancap adalah jaring. dan ditunbuhi tanaman lamun (rumput lindung)  Terlindung dari angin kencang dan arus/gelombang yang kuat  Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau  Kedalaman perairanlokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna  Mutu air: salinitas 24-33 ppt. Menurut pengalaman para pembudidaya teripang.

 Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada suhu rendah.1 m  Bagian tiang yang berada di atas permukaan sebagai tempat melekatkan waring  Waring yang telah dilengkapi dengan tali ris disambung dengan papan  Papan yang telah disambung dengan waring dibalut lalu ditanam ke dalam lumpur (30 cm)  Bila tidak ada papan bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15 cm  Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan luas area budidaya. Benih yang baik adalah tubuhnya padat berisi dan tidak cacat. . Pemilihan Benih budidaya teripang Pilih benih yang seragam baik jenis maupun ukuran.Cara Pemasangan kurung tancap budidaya teripang:  Tiang dipancang pada dasar perairan sedalam 0. Hindari benih yang telah mengeluarkan cairan berwarna kuning. Hindari benih yang diangkut dalam waktu lama (lebih 1 jam) dan dalam keadaan bertumpuk (padat). Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari atau pada saat suhu tidak panas dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistem pengangutan terbuka Teknik budidaya teripang  Benih teripang dengan berat awal 40-60 g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m2.5.

karena teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.  Panen dilakukan pada saat air surut terendah. dilakukan pengecekan pada air pasang.  Selama pemeliharaan diberikan kotoran ayam atau kotoran ayam yang dicampur dedak halus sebanyak 0. Kotoran ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih dan diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung dan lakukan pada saat air surut.  Pada sistem ini teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan karena teripang tersebut berada pada habitat aslinya.1 kg/m2 setiap minggu sekali. Cara Panen budidaya teripang  Setelah dipelihara selama 40-5 bulan. Mula-mula teripang segar dibersihkan isi perutnya dengan cara menusuk-nusukan lidi pada bagian anusnya. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuan diatom yang merupakan makanan utama bagi teripang. dan dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau lumpur. Pengolahan budidaya teripang 1.  Lama pemeliharaan selama 4-5 bulan. teripang telah mencapai ukuran konsumsi (300-500 g). teripang siap dipanen. kemudian bagian perutnya dibelah sepanjang ± 5-10 cm untuk .  Untuk mengetahui apakah teripang sudah terpanen semuanya.  Sebelum benih ditebar ke dalam kurung tancap. adaptasikan terlebih dahulu agar dapat diketahui ketahanan tubuhnya maupun jumlah benih.

atau dengan bahan alami seperti parutan pepaya muda selama 1 jam. 4. Untuk membersihkan kulit dapat direndam dengan NaOH. Namun yang terbaik adalah dengan menggunakan serbuk gergaji kayu ulin karena mempunyai warna dan aroma yang baik. CaCO3. 5. . mengeluarkan isi perut yang masihn tersisa (sesuaikan dengan ukuran) kemudian dibilas dengan air bersih. Harga teripang olahan di pasaran sangat dipengaruhi ukuran dan mutu pengeringannya. Selanjutnya dilakukan pengeringan atau pengasapan untuk mengurangi kandungan airnya. serbuk gergaji terutama dari kayu ulin dan sabut kelapa. Mutu teripang yang baik adalah mempunyai berat 40% dari berat segar. karena biasanya berbau amis. Hasil pengeringan dengan sinar matahari mempunyai mutu yang lebih rendah. Setelah itu teripang direbus selama 30 menit sampai matang. Teripang dalam bentuk asapan dengan aroma yang baik harganya lebih mahal dibandingkan dengan teripan kering. Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau oven dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu keras. sehingga mutu dan harganya lebih tinggi. 3. 6. 2. KOH.