Penggunaan Bahasa indonesia secara baik dan

benar dan Contoh bahasa indonesia sebagai
alat komunikasi

1.Jelaskan dengan contoh “Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar”!
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi.Sebagai alat komunikasi, bahasa
harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang
dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat
keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
1. Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan
keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2. Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan
jurnal ilmiah.
3. Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi
atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
4. Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang
yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5. Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab
dan intim.
Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk
bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai
berikut.
1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang
baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan
bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia
adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang
sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari
ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan
bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5. Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa
Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan
pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud
aslinya.

Kendala yang harus di hindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi . sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif. berarti semakin akrab hubungan saya dengan lawan bicara saya. segera dikumpulkan. keheranan. Dari semua ciri bahasa baku tersebut. o Rino : terima kasih Pak Contoh lain dari pada undang-undang dasar antara lain : Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.Tapi saya usahakan untuk menggunakan bahasa yang baik. dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi. o Pak guru : Baiklah kalau begitu . Apakah Nang becak bersedia mengantar saya kepasar Tanah abang dan berapa ongkosnya? . saya belum bisa memenuhi imbauan untuk menggunakan bahasa yang benar di seluruh kicauan saya.Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari ragam akrab hingga ragam beku.contoh: · Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang? · Misalkan ketika dalam dialog antara seorang guru dengan seorang siswa o Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR? o Rino : sudah saya kerjakan pak. ejaan resmi. Akan sangat ganjil bila dalam tawar-menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa Indonesia yang baku seperti ini.Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam konsultatif. atau kecurigaan .campur kode.yaitu pada situasi formal pengguanaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pioritas uutama. Berapakah ibu mau menjual tauge ini? 2. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku . contoh menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat di artikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul.Bahasa yang di ucapkan harus baku. Misalnya dalam pertanyaan sehari-sehari dengan menggunakan bahasa yang baku.integrasi . semakin tidak benar bahasa saya sewaktu menulis atau berbicara. Pada kondisi tertentu . Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar . Jika saya perhatikan.misalnya pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian.Maaf. Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukan bahasa yang sangat baku. santai.dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar. 1. Mas Amal. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaianya sesuai dengan situasi dan kondisi .alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi.

tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Bukannya sembarang bunyi.Berapa? Misalkan perbedaan dari bahasa Indonesia yang benar dengan bahasa gaul. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa. Ia . 3. Saya Gue Kamu Elo Di masa depan kapan-kapan Apakah benar? Emangnya bener? Tidak Gak Tidak Peduli Emang gue pikirin! Dari contoh diatas perbedaan antar bahasa yang baku dan non baku dapat terlihat dari pengucapan dan tata cara penulisannya. Berapa nih bu. 2. semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah. Contoh diatas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar. Lukisan-lukisan. asap api. bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat Indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang. untuk situasi seperti diatas. Bahasa Indonesia Bahasa Gaul (informal) Aku.tauge nya? 4. bahasa Indonesia.Contoh pada : “kami .Bunyi alinea ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia . Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi.kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-sehari. Bahasa Indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami. Pengertian Bahasa Menurut Gorys Keraf (1997 : 1).demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan Negara Indonesia . Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Kepasar tanah abang . Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. 2. putra dan putri Indonesia bahasa persatuan.bang.Berikanlah contoh fungsi bahasa indonesia sebagai alat komunikasi! 1.

Bunyi itu juga merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita (=yang diserap oleh panca indra kita. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta. sangat manipulatif. Arbitrer atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.merupakan simbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberikan makna tertentu pula. kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi. sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat. kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan. Padahal.itu. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita. dan ketahui kepada orang lain. Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya. dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Fungsi Bahasa Menurut Felicia (2001 : 1). • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). • Bahasa sebagai alat komunikasi. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu. • Dengan komunikasi. • Dengan komunikasi. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbitrer atau manasuka. . Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri 3. sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain). Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu.Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami. yaitu dalam bentuk symbol bunyi. . orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. sebagai pemakai bahasa. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu. Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia). Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. pikirkan. bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Akibatnya. kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa. terutama bahasa Indonesia. bahasa bersifat sangat luwes. memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. dan arti atau makna yaitu hubungan antara rangkaian bunyi vokal dengan barang atau hal yang diwakilinya. Lihat saja. salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Suatu kelemahan yang tidak disadari. Berarti bahasa mencakup dua bidang. kita cenderung kaku. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. yaitu vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. . bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan. yaitu mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap oleh panca indra. Begitu dekatnya kita kepada bahasa. dalam berkomunikasi sehari-hari.bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. . Agar dapat memanipulasi bahasa.

“Exit” untuk “keluar”. kentongan. asal usul bangsa dan negara kita.• Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. gambar. pendidikan kita. Contohnya : Misalnya berupa : . .alarm untuk tanda segera berkumpul . bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan. baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.simbol – tanda stop untuk pengguna jalan. • contoh dalam kehidupan sehari hari misalkan seorang satpam perumahan berjaga-jaga/ronda pada malam hari. dsb). melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. pada saat sudah mendekati jam 12. bahkan sifat kita. kesimpulan : Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. intonasi.blogspot.suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya . “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran.bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.gambar peta yang menunjukkan jalan .00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa. Melalui bahasa. pemahaman kita atas suatu hal. • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. lukisan. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran . simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet. “Stop” untuk “berhenti”. Sumber: http://zulfikar68. Contohnya : . Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik.html Tanggal 31/03/2013 12:51 . Bahasa menjadi cermin diri kita.00 malam.bunyi tong-tong memberi tanda bahaya .com/2013/01/penggunaan-bahasa-indonesia-yang-baik. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut Jadi. kita dapat menunjukkan sudut pandang kita.telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh . Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”.adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran .bedug untuk tanda segera melakukan sholat . alat bunyi-bunyian.

. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. segera dikumpulkan. dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar. Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan bahasa yang sangat baku. Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :  Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?  Apa yang kamu lakukan tadi?  Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa  Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?  Rino : sudah saya kerjakan pak. alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku. http://whiteknight19. integrasi. yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama.blogspot. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku.  Pak guru : baiklah kalau begitu. Pada kondisi tertentu. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.html Tangg al 31/03/2013 12:55 Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara baik dan benar 1. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi. campur kode.  Rino : Terima kasih Pak Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain : Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.com/2011/11/tugas-contoh-fungsi-bahasa-sebagai-alat. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi.

atau kecurigaan. Berapa? Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul Bahasa Indonesia Bahasa Gaul (informal) Aku. Untuk situasi seperti di atas. bahasa Indonesia”. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini. Bang. Bu. misalnya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami.Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar. tauge nya? (4) Ke Pasar Tanah Abang. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Contoh pada “Kami. (1) Berapakah Ibu mau menjual tauge ini? (2) Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya? Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar. tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian. bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. keheranan. . (3) Berapa nih. kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat. putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. Saya Gue Kamu Elo Di masa depan kapan-kapan Apakah benar? Emangnya bener? Tidak Gak Tidak Peduli Emang gue pikirin! Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya.

campur kode. keadaan ini dalam menggunakan pemakaian bahasa indonesia secara baku akan menimbulkan keanehan. Dalam lingkungan social : kehidupan sehari – hari  Apakah kamu ingin menyapu halaman depan rumah ?  Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah anakku ?  Pada keadaan tawar menawar antara penjual sayur dengan pembeli sayur. selain harus bisa menerima. Sehingga akan lebih baik menggunakan kalimat seperti : Berapa nih harga sayur kangkung? Bisa ditawar ga? 2. seperti pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama dan diharuskan menggunakan bahasa baku.  Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan bahasa yang sangat baku. Pada kondisi tertentu. dan situasi kondisinya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar. bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Dalam lingkungan formal : Pembukaan Undang-undang dasar 1945 antara lain : Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan. pertanyaan – pertanyaan seperti berapakah harga ibu menjual sayur kangkung ini? Apakah bias ditawar harganya? . Pasalnya. kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. dengan penyusunan kalimat yang cermat. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. tata cara penulisannya. Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini. integrasi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. segar. Bahasa . Namun persoalannya. yakinilah. atau dalam penegasan lain. apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. kita juga harus mampu memberi. dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar Dari beberapa contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku dapat terlihat dari pengucapan. Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif. alih kode dan “bahasa gaul” yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi formal. tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya. dan enak dibaca PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan mengikuti kaidah bahasa yang baku. Sementara itu. Berikut beberapa contoh penggunaan bahasa baku : 1. Oleh karena itu. Kendala yang harus sering dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain karena adanya gejala bahasa seperti interferensi.

orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa dan itu merupakan kelemahan yang tidak disadari oleh mereka. bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah. putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Namun persoalannya. terutama bahasa Indonesia sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. ada tidaknya nilai informatif dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan benar tidaknya kita menulis. bahasa Indonesia”. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Tetapi bila dibandingkan dengan bahasa. Sementara itu. dalam berkomunikasi sehari-hari. apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Pasalnya. Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media yang lain. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang. asap api. sebagai pemakai bahasa. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. bunyi gendang dan sebagainya. Fungsi Bahasa Menurut Felicia (2001 : 1). kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi yang benar. misalnya dengan lukisan. Begitu dekatnya kehidupan manusia dengan bahasa. kebiasaan dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya. Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini. salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa.indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami. Bahasa harus merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. “Kami. Untuk itu kita sebagai generasi penerus harus menjungjung tinggi bahasa persatuan Indonesia dengan cara menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar FUNGSI BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI Menurut Gorys Keraf (1997 : 1). baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. kita juga harus mampu memberi. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ) dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif. selain harus bisa menerima. dengan penyusunan kalimat yang cermat. demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Akibatnya. . bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. atau dalam penegasan lain. Oleh karena itu.

dan peran ganda. Di dalam era globalisasi itu. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal bahasa bersifat sangat luwes. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar. Pada saat dituntut untuk berbahasa bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu. Cepatnya perubahan arus globalisasi di dalam kehidupan akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya. Lihat saja. fungsi. ilmu pengetahuan dan teknologi. maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. ekonomi. kita cenderung kaku. Agar dapat memanipulasi bahasa. Menurut Sunaryo (2000 : 6). Pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan buah pemikiran yang baik dan benar pula. ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat berkembang. Tanpa peran bahasa. memiliki kedudukan. semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. baik di bidang politik. bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas. Pada dasarnya. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam . sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek. Oleh karena itu. Hasil pendayagunaan daya pemikiran tersebut itu akan bergantung pada ragam bahasa yang digunakan. bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. yakni :  ebagai alat untuk mengekspresikan diri  ebagai alat untuk berkomunikasi  Sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu  ebagai alat untuk melakukan kontrol sosial. kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran). tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang. bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang. jika cermat dalam menggunakan bahasa. yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya. Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya. sangat manipulatif. menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa. Dengan demikian. termasuk bahasa Indonesia yang dalam itu.

kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain : Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita. pembacanya. si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya. melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya. bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita. melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. yakni ayah-ibunya. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita. Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri. kita menggunakan bahasa. serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita. Misalnya seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap. kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu. keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi Pada taraf permulaan. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. pada saat kita menulis surat kepada orang lain. Jadi. Setelah kita dewasa. bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita. Bahasa sebagai Alat Komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. 1997 : 4). Dalam perkembangannya. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi. kita sudah memiliki tujuan tertentu. baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. merupakan hasil ekspresi diri kita. Akan tetapi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. kita mulai berpikir kepada siapakah surat itu akan ditujukan. Sebagai contoh lainnya. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. atau khalayak sasarannya. Kita . Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan. Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita. bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya. Sebenarnya. sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. tulisan kita dalam sebuah buku. Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri. merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf. Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri. Bahasa Indonesia bersikap luwes sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.masyarakat modern. Bahasa sebagai alat komunikasi. Pada saat kita menulis. yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi.

pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu.teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu. asal usul bangsa dan negara kita. Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial Sebagai alat kontrol sosial. Pada saat kita mempelajari bahasa asing. dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. Misalnya. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Bahasa sebagai alat komunikasi. maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Jadi. mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Di samping itu. kita dapat menunjukkan sudut pandang kita. kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Berbagai penerangan. Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam .ingin mempengaruhi orang lain. bahkan sifat kita. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. kata manakah yang sopan dan tidak sopan. 1997 : 5). Lebih jauh lagi. orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. perilaku dan tindakan yang baik. informasi. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya (Gorys Keraf. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Bahasa menjadi cermin diri kita. kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru. sikap baru. Lebih jauh lagi. pendidikan kita. Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. pemahaman kita atas suatu hal. Melalui bahasa. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. bahasa sangat efektif.

pada akhirnya. rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang. http://reselected.bentuk tulisan. Biasanya.html .blogspot.com/2011/09/penggunaan-bahasa-indonesia-dengan- baik.