 1 Samuel 9:26-10:16

 Judul: Pengurapan Saul
 Genre: Narasi dan nubuat
 Tujuan:
o PIPA: agar mhs mengenal Allah yang penuh kasih dan berkuasa atas sejarah manusia
o MHB: agar mhs mengerti Allah menyempurnakan orang yang melayani, taat pada Firman, fokus
hidup bagi kehendak Allah
o KTB (L): agar mhs mengenal doktrin Pneumatologi, fenomena nabi-nubuat, mampu bergumul sesuai
"time table" Allah, keberanian PI
 Introduksi: ...
 Latar Belakang Kitab:
o Penulis: Dalam kitab Ibrani, 1 dan 2 Samuel sebenarnya tidak terpisah dan menjadi 1 buku sekaligus,
bersama dengan 1-2 Raja-Raja juga, pemisahan menjadi 4 bagian dimulai sejak ditulisnya Septuaginta
dan translasi terkemudian. The Former Prophet: Yosua – Hakim2 - Samuel - Raja2. 1 Taw 29:29-30; 1
Sam 10:25; 1 Sam 25:1; 1 Sam 27:6; 1 Sam 9:9; 2 Sam 1:18; 1 Taw 27:24
o Penerima: bangsa Israel yang hidup di jaman raja-raja yang mayoritas tidak setia dan tidak mengenal
Allah. Saat ditulis kemungkinan besar kerajaan telah terpecah-pecah.
o Waktu Tempat Penulisan: 1 Sam 4-7 vs 2 Sam 6; 1 Sam 27:6. Paling tidak komposisi final muncul
setelah pecahnya kerajaan. 2 Sam 11-20; 23:1. Tidak mungkin kitab Samuel ditulis sebelum terjadi 2
peristiwa ini. Peristiwanya di akhir 1 Milenium BC (1100-1000 SM). Waktu menulis di antara tahun
922-abad 7 SM.
o Tujuan/Tema Kitab: Penyertaan Allah dan kedaulatan Allah dalam seluruh sejarah manusia (Masuk
Kanaan-pecah/rusak-pembuangan). Bangkit dan gagalnya Kerajaan manusia dan harapan Mesianik.
Cosmic Kingship. Tujuan besarnya:
 Kovenan melalui Daud: bangsa Israel seharusnya berharap pada garis keturunan Daud, meski
muncul permasalahan akibat kelemahan-kelemahannya (kerajaan pecah-1 Raj 11:9-13, 2 Raj
21:10-15). Mengapa? 1. Samuel menetapkannya dan mengurapinya 2. Saul ditolak 3.
Keluarga Daud menjadi dinasti permanen 4. Allah memilih Daud menjadi berkat bagi Israel.
 Janji Mesianik: 2 Sam 7
o Ciri-ciri khas Kitab:
 (1) Kitab ini dengan jelas menyajikan standar-standar kudus Allah bagi kerajaan Israel. Para
raja Israel harus menjadi pemimpin yang tunduk kepada Allah selaku Raja sesungguhnya atas
bangsa itu, menaati hukum-hukum-Nya dan membiarkan dirinya dibimbing dan ditegur oleh
penyataan-Nya melalui para nabi.

 (2) Kitab ini mencatat dasar bagi permulaan pentingnya jabatan nabi di Israel sebagai
sederajat secara rohani dengan jabatan imam. Kitab ini memuat beberapa rujukan pertama
dalam PL kepada sekelompok nabi (1Sam 10:5; 1Sam 19:18-24).

 (3) Pertama Samuel menekankan pentingnya doa dan kuasanya (1Sam 1:10-28; 1Sam 2:1-10;
1Sam 7:5-10; 1Sam 8:5-6; 1Sam 9:15; 1Sam 12:19-23), Firman Allah (1Sam 1:23; 1Sam
9:27; 1Sam 15:1,10,23), dan Roh nubuat (1Sam 2:27-36; 1Sam 3:20; 1Sam 10:6,10; 1Sam
19:20-24; 1Sam 28:6).

 (4) Kitab ini berisi informasi biografis yang kaya dan wawasan mengenai tiga pemimpin
penting Israel -- Samuel (pasal 1-7; 1Sam 1:1--7:17), Saul (pasal 8-31; 1Sam 8:1--31:13), dan
Daud (pasal 16-31; 1Sam 16:1--31:13).

 (5) Kitab ini penuh dengan kisah-kisah Alkitab yang terkenal, misalnya Allah berbicara
kepada Samuel muda (pasal 3; 1Sam 3:1-21), Daud dan Goliat (pasal 17; 1Sam 17:1-58),
Daud dan Yonatan (pasal 18-20; 1Sam 18:1--20:43), iri hati dan ketakutan Saul akan Daud
(pasal 18-30; 1Sam 18:1--30:31), dan Saul serta perempuan pemanggil arwah di En-Dor
(pasal 28; 1Sam 28:1-25).

 (6) Kitab ini merupakan sumber dari istilah-istilah yang sering kali dipakai: "Ikabod" yang
artinya "tanpa kemuliaan," karena "telah lenyap kemuliaan dari Israel" (1Sam 4:21); "Eben-
Haezer" yang artinya "batu pertolongan," karena "Sampai di sini Tuhan menolong kita"
(1Sam 7:12); dan "Hidup raja!" (1Sam 10:24). Kitab ini juga merupakan kitab PL pertama
yang memakai istilah "Tuhan semesta alam" (mis. 1Sam 1:3).
o Survei Kitab:
Isi 1 Samuel berfokus pada tiga pemimpin penting nasional: Samuel, Saul, dan Daud.
(1) Samuel adalah hakim terakhir dan yang pertama memegang jabatan nabi (sekalipun dia bukan
nabi yang pertama, bd. Ul 34:10; Hak 4:4). Sebagai seorang yang amat saleh dan berkarunia nubuat,
Samuel
(a) dengan bijaksana memimpin Israel kepada kebangunan ibadah yang sejati (pasal 7; 1Sam
7:1-17),
(b) meletakkan landasan yang memberikan para nabi kedudukan yang layak di Israel (1Sam
19:20; bd. Kis 3:24; Kis 13:20; Ibr 11:32), dan
(c) dengan jelas mendirikan kerajaan itu sebagai suatu kerajaan teokratis (1Sam 15:1,12,28;
1Sam 16:1). Pentingnya Samuel sebagai pemimpin rohani umat Allah selama masa perubahan
besar dalam sejarah Israel digolongkan sebagai nomor dua setelah pentingnya Musa pada
masa keluaran.
(2) Saul menjadi raja pertama Israel karena bangsa itu menuntut seorang raja "seperti pada segala
bangsa-bangsa lain" (1Sam 8:5,20). Saul dengan cepat menunjukkan bahwa secara rohani ia tidak
cocok untuk memangku jabatan teokratis itu; karena itu dia kemudian ditolak oleh Allah (pasal 13, 15;
1Sam 13:1-22; 1Sam 15:1-35).
(3) Daud, pilihan berikutnya untuk mewakili Allah sebagai raja, diurapi oleh Samuel (pasal 16; 1Sam
16:1-23). Daud menolak untuk merebut takhta Saul dengan kekerasan atau pemberontakan melainkan
menyerahkan kenaikan pangkatnya kepada Allah. Sebagian besar pasal 19-30 (1Sam 19:1--30:31)
menguraikan baik pelarian Daud dari Saul yang iri secara membabi buta maupun kesabaran Daud
dalam menantikan Allah untuk bertindak pada waktu yang ditentukan-Nya. Kitab ini diakhiri dengan
kematian Saul yang menyedihkan (pasal 31; 1Sam 31:1-13).
o Outline Kitab:
 1 Sam 1-7: Riwayat permulaan Samuel
 Bangkitnya Samuel (1-4:1a)
 Tabut Allah (4:1b-7:1)
 Hakim Samuel (7:2-17)
 1 Sam 8-15: Samuel dan Saul: Awal Monarki
 Transisi ke Monarki (8)
 Saul menjadi Raja (9:1-15:35)
o Saul diangkat menjadi raja (9-11)
o Samuel menasihati bangsa Israel (12)
o Kerajaan Saul dan penolakan Allah (13-15)
 1 Sam 16-31: Saul dan Daud
 2 Sam 1-8: Tahun-tahun pertama Daud
 2 Sam 9-20: Raja Daud dan Pemerintahannya
 2 Sam 21-24: Kerajaan Daud: Problem dan Riwayat Akhir
 Latar Belakang Perikop:
Bangsa Perjanjian Israel telah memasuki tanah perjanjian di Kanaan dan mereka telah dipimpin oleh
Yosua memasuki negeri itu. Perebutan tanah Kanaan secara politik adalah tugas besar dan seolah tidak
mungkin bagi bangsa Israel. Bangsa Kanaan terkenal dengan politheisme dan tindakan asusila, dan Allah
melalui Musa telah memperingatkan bangsa Israel untuk memusnahkan bangsa2 jahat itu sebagai hukuman-
Nya. Sejak awal pembagian tanah Kanaan, Silo adalah tempat pusat keagamaan Israel, disitulah Kemah Suci
didirikan (Yos 18:1). Sejak Yosua meninggal, Israel dipimpin para hakim yang melepaskan mereka dari
penindasan musuh lokal. Justru di masa hakim-hakim inilah bangsa Israel kompromi dengan penduduk kafir,
menyembah berhala, dan murtad. Namun berulang kali Allah menasihati bangsa Israel dengan adanya hakim
yang membebaskan mereka dan meminta bangsa ini kembali pada Allah. Keadaan secara umum adalah kacau
balau terutama dalam 5 pasal akhir Hakim2 dan Rut. Dosa2 kompromi bangsa Israel ini menjadi penghalang
untuk mereka sendiri di masa yang akan datang. Filistin sangat mengancam keberadaan Israel, secara politik
menduduki 5 kota pesisir: Askelon, Asdod, Ekron, Gaza dan Gat. Keunggulan mereka adalah pada rahasia
melebur besi sebagai yang pertama2 menggunakan teknik perang ini. Mereka memonopoli teknik ini dan
Israel jelas kalah dalam hal itu (1 Sam 13:19-22).
Saat Imam Eli memegang pimpinan, hidup agama Israel sangat rendah, ia tidak mampu mengajar dan
mendisiplin anak2nya menghormati Allah seperti yang diturunkan melalui Musa. Hofni dan Pinehas tidak
mengindahkan Tuhan, berpusat pada keuntungan diri dan menajiskan tempat suci Israel. Di lingkungan
asuhan Eli inilah Samuel tumbuh, juga dari asuhan ibunya yang takut akan Allah. Namun Allah
mambangkitkan Samuel di tengah keterpurukan bangsanya, ia sadar panggilan Tuhan pada usianya yang
masih muda. Tindakan keji anak2 Eli berlanjut sampai memindahkan tabut perjanjian dari tempatnya ke
medan perang dengan harapan menang atas Filistin, kenyataan yang terjadi malah sebaliknya yaitu kalah
hebat. Tabut perjanjian dirampas, anak2 Eli terbunuh, Israel kalah, Eli jatuh dan akhirnya meninggal. Silo
sangat mungkin dimusnahkan.
Samuel adalah hakim terakhir yang melakukan pengadilan sipil. Ia juga memimpin upacara-upacara
korban, sangat terkenal sebagai nabi sekaligus imam. Samuel mendirikan mezbah di kota asalnya di Rama,
tabut perjanjian telah dikembalikan tetapi tidak lagi di Silo melainkan di rumah Aminadab sampai zaman
Daud. Samuel saat itu berkeliling dari kota ke kota dan mengajar rakyat Israel. Saat Samuel menyatukan
bangsa Israel untuk berdoa dan mempersembahkan korban di Mizpa, Filistin menyerang namun Filistin kacau
balau karena Allah menolong bangsa Israel melalui angin ribut dahsyat, petir dan guruh (1 Sam 7). Sejak itu
orang Filistin tidak menyerang Israel lagi selama Samuel memimpin. Namun bangsa Israel mengajukan
permintaan berdosa kepada Samuel yaitu meminta dipimpin raja karena sebenarnya Israel sendiri “enggan”
dipimpin Allah (Theokrasi). Akhirnya Samuel mengabulkan permintaan Israel dengan terpaksa dan meminta
umat untuk tidak memiliki cara hidup yang sama seperti bangsa Kanaan disekeliling mereka (1 Sam 8).
Saul adalah pemimpin raja Israel yang pertama, ia diurapi oleh Samuel dan disambut dalam
pertemuan depan umum di Mizpa. Saul awalnya berhasil membebaskan Yabesh-Gilgal dari ancaman orang
Amon, dan beberapa kemenangan lainnya termasuk pernah memukul mundur Filistin di Mihlmas dan juga
mengalahkan orang Amalek. Dia mendapat dukungan rakyat sebagai pemimpin militer. Tetapi perangainya
kemudian menjadi batu sandungan, ketidaksabarannya menantikan Samuel di Gilgal dan mengambilalih tugas
imam serta kedua, tidak taat untuk menumpas orang Amalek. Ia gagal menghargai apa yang dipercayakan
Allah kepadanya dan ia segera kehilangan kerajaannya digantikan oleh Daud yang telah dipilih Allah. Perikop
ini adalah saat Saul diurapi oleh Samuel.
 5W1H:
o Who: Samuel (1,9, 15) Allah (1,3,5,7,9), serombongan nabi (5,10), Roh Allah (6,10), Saul (1-16),
paman Saul (14-16), semua orang (11-12), 2 orang laki2 dekat kubur Rahel (2), 3 orang laki-laki
menuju Betel (3-4), bujang Saul
 Menurut kedalaman penyingkapan:
 Tokoh bundar: Saul, Samuel, Allah
 Tokoh datar: serombongan nabi, Roh Allah, paman Saul, bujang Saul
 Tokoh latar: semua orang, 2 orang laki2 dekat kubur Rahel, 3 orang laki-laki menuju
Betel
 Penokohan:
 Saul: rendah hati, taat, kurang berani
 Samuel: taat kepada Tuhan
 Serombongan nabi
 Allah
 Paman Saul
 Roh TUHAN: memperlengkapi orang yang dipilih
 Menurut pengaturan tokoh:
 Tokoh protagonis: Saul
 Tokoh antagonis: paman Saul
 Tokoh ambivalen: serombongan nabi
o When:
 Kronos: 1100-1000 SM
 Kairos: Setelah bangsa Israel meminta seorang raja kepada Samuel
o Where: Israel-Rama-tanah Benyamin-Yehuda
o What: Saul diurapi Samuel menjadi raja pertama bangsa Israel
 How-Struktur: (pembagian per fase)

Adegan 1, mode: narasi langsung
9:25 Sesudah itu turunlah mereka dari bukit ke kota. Dan Samuel bercakap-cakap dengan Saul di atas sotoh.

Adegan 2, mode: narasi langsung
9:26 Mereka bangun pagi-pagi, dan ketika fajar menyingsing, Samuel memanggil Saul yang ada di atas sotoh itu,

Adegan 3, mode: penggambaran dramatis
katanya: "Bangunlah, aku akan mengantarkan engkau."

Adegan 4, mode: narasi langsung
Lalu Saul bangun dan mereka keduanya pergi ke luar, yakni ia dan Samuel.

Adegan 5, mode: penggambaran dramatis
9:27 Ketika mereka turun sampai ke ujung kota, berkatalah Samuel kepada Saul: "Katakanlah kepada bujang itu,
supaya ia pergi mendahului kita, tetapi berhentilah engkau sebentar, maka aku akan memberitahukan kepadamu
firman Allah."

Adegan 6, mode: narasi langsung
10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia

Adegan 7, mode: penggambaran dramatis
sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan
memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh
di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
10:2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di
dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari
itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu,
katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?
10:3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan
ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing,
seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur.
10:4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari
mereka.
10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau
masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan
gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi .
10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah
menjadi manusia lain .
10:7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah
menyertai engkau.
10:8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku
datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."

Adegan 8, mode: komentar penulis
10:9 Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala
tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.

Adegan 9, mode: narasi langsung
10:10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa
atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.

Adegan 10, mode: komentar penulis
10:11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama
dengan nabi-nabi itu;

Adegan 11, mode: penggambaran dramatis
lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa
Saul juga termasuk golongan nabi? "
10:12 Lalu seorang dari tempat itu menjawab: "Siapakah bapa mereka?" –

Adegan 12, mode: komentar penulis
Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga termasuk golongan nabi?

Adegan 13, mode: narasi langsung
10:13 Setelah habis ia kepenuhan seperti nabi, pulanglah ia.

Adegan 14, mode: penggambaran dramatis
10:14 Dan paman Saul berkata kepadanya dan bujangnya: "Dari mana kamu?" Jawabnya: "Mencari keledai-keledai
itu, tetapi ketika tidak terlihat, maka kami pergi kepada Samuel."
Adegan 15, mode: penggambaran dramatis
10:15 Kemudian paman Saul itu berkata: "Coba ceritakan kepadaku apa yang dikatakan Samuel kepada kamu."

Adegan 16, mode: penggambaran dramatis
10:16 Kata Saul kepada pamannya itu: "Terus saja diberitahukannya kepada kami, bahwa keledai-keledai itu telah
diketemukan."

Adegan 17, mode: komentar penulis
Tetapi perihal menjadi raja yang telah dikatakan Samuel kepadanya, tidak diceritakan kepadanya.

How (fase):
Problem:
Fase 1: Samuel mempersiapkan Saul
Adegan 1-5
Fase 2: Samuel mengurapi Saul menjadi raja secara diam-diam
Adegan 6-7

Titik balik:
Fase 3: Nubuat Samuel tergenapi dengan tanda yang terjadi
Adegan 8-9
Fase 4: Banyak orang heran dengan perubahan pada Saul
Adegan 10-12
Fase 5: Paman Saul mencari Saul
Adegan 13-15

Resolusi:
Fase 6: Saul tidak menceritakan pengurapan oleh Samuel
Adegan 16-17

 MCA: 10:1
 Why dan Analisa Ayat:
Fase 1:
And when they were come down from the high place into the city, Samuel communed with Saul upon the top of the
house. (KJV)
And they arose early: and it came to pass about the spring of the day, that Samuel called Saul to the top of the house,
saying, Up, that I may send thee away. And Saul arose, and they went out both of them, he and Samuel, abroad. (KJV)
And as they were going down to the end of the city, Samuel said to Saul, Bid the servant pass on before us, (and he
passed on,) but stand thou still a while, that I may shew thee the word of God. (KJV)
gâg gawg: a roof; by analogy the top of an altar: - roof (of the house), (house) top (of the house).
Mengapa Samuel bercakap-cakap dengan Saul di atas sotoh? Darimanakah mereka?
Sebelum membahas pertanyaan ini, kita akan mundur sejenak dan melihat latar belakang bertemunya Saul dan
Samuel. Singkatnya, di pasal 8 bangsa Israel minta kepada Samuel untuk mengangkat seorang raja. Alasan untuk hal
ini salah satunya ada di 1 Sam 8:3,5. Tetapi 1 Sam 8 berbicara lebih jauh dari sekedar apa yang menjadi “topeng”
manusia, alasan sesungguhnya bangsa Israel meminta seorang raja ada di 1 Sam 8:7. Bukan karena Samuel bersalah
kepada bangsa Israel sehingga rakyat meminta seorang raja (1 Sam 12:3-5). Lebih jauh lagi, bangsa Israel tidak
meminta pengganti hakim Samuel, tetapi malah minta raja. Bangsa Israel tertarik dengan cara hidup bangsa-bangsa
lain disekitarnya.
(Bdk. Kej 49:10; Ul 17:14-15; 1 Sam 16:7). Kerajaan saat itu belum ada, namun nubuat tentang adanya sistem
kerajaan telah ditulis sejak lama sebelum Kerajaan Israel ada. Meski kita sama-sama tahu motivasi awal sampai
adanya Kerajaan (Monarki) adalah karena enggan dipimpin Allah (Teokrasi). Fenomena di luar memang
menggenapkan nubuat dan rancangan Tuhan, tetapi Ia tetap melihat hati kita dan motivasi terdalam hati manusia. 1
Sam 8:8 menunjukkan bahwa bangsa Israel telah meninggalkan Allah. Apakah Allah tetap berdaulat dalam kondisi
ini? Ya. Tuhan memilih seorang raja yaitu Saul yang perangainya akan sama dengan raja-raja bangsa di sekeliling
mereka. Seorang raja yang dipilih karena kehendak orang Israel meminta raja. Syarat raja seperti bangsa-bangsa lain
pun diajukan Allah melalui Samuel (1 Sam 8:11-18; Ul 17:16-20). Saul adalah seorang dari suku Benyamin (suku
terkecil di Israel) dan kaumnya termasuk kecil diantara suku Benyamin (1 Sam 9:21). Saul tidak memiliki rekam jejak
politik sebelumnya dan bahkan tidak kenal hakim terkenal di Israel yang namanya Samuel (1 Sam 9:18-19). Seorang
polos dan sederhana yang di kemudian hari berubah menjadi licik dan gila kekuasaan. 1 Sam 9:3 menyatakan bahwa
ayah Saul, Kish, kehilangan keledai-keledai betinanya dan saat sudah mulai tidak tahu kemana harus mencari,
bertemulah Saul dengan Samuel atas saran pembantunya. Mereka mencari pelihat/nabi yang tidak lain adalah Samuel.
Proses pengurapan Saul menjadi raja adalah hal terhormat saat perjamuan korban. Samuel mengajak Saul dan
bujangnya duduk di tempat terhormat di depan tamu undangan terhormat Israel.Bukan hanya itu, namun Saul
mendapat bagian dalam makanan yang dikhususkan bagi para imam, menunjukkan rencana Tuhan menempatkannya
dalam jabatan raja yang sakral. Samuel telah menyatakan di ayat 20 kepada Saul bahwa tidak perlu terlalu risau akan
keledai-keledainya karena ada hal yang lebih penting yaitu diangkat menjadi raja orang Israel. Tuhan memakai orang
yang dianggap kecil oleh dunia, bahkan Tuhan pun melimpahkan kebaikan kepada orang yang nantinya akan
memberontak pada Allah, seorang yang tidak layak tetapi Tuhan angkat sejajar dengan raja-raja lain. Inilah arti
anugerah, termasuk bagi setiap orang percaya. Bandingkan respon Daud dan Saul di kemudian hari ketika menerima
anugerah dari Allah.
Sehari sebelum kedatangan Saul (1 Sam 9:16), TUHAN menyatakan bahwa Saul akan diangkat menjadi raja
Israel karena belas kasihan Allah kepada umat-Nya yang ditindas bangsa Filistin, meskipun Ia tahu nantinya Saul akan
mengecewakan Tuhan. Saul adalah tipikal raja dunia, bukan yang menggembalakan umat Tuhan. Tugas besar yang
seharusnya dibebankan pada raja baru Saul yang mewakili keadilan dan belas kasihan Allah inilah yang disadari
Samuel dan coba dipersiapkan oleh Samuel kepada Saul. Sotoh bagi jaman itu adalah atap rumah yang biasa dijadikan
tempat untuk percakapan-percakapan pribadi (Ul 22:8), ada beberapa penafsir menyatakan rumah itu adalah rumah
Samuel, tempat singgah dalam persembahkan upacara korban. Kita tidak diberitahu isi percakapan mereka, tetapi
sangat mungkin disinilah Samuel mencoba mengenal seperti apakah Saul yang telah dipilih oleh Allah, apakah ia
sanggup menjadi raja, Samuel mungkin mengungkapkan kerusakan moral bangsa Israel dan penindasan yang dialami
rakyat, mungkin juga Samuel memberi nasihat-nasihatnya kepada Saul tentang Theokrasi, karakter pemimpin, dll.
Yang jelas saat itu, Samuel belum memberi tahu soal pengurapan Saul untuk menjadi raja.

Mengapa Samuel meminta berbicara hanya 2 orang saat di ujung kota? Kemana mereka akan pergi?
Diperkirakan Saul yang tadinya telah melewati pegunungan Efraim saat mencari keledai-keledai betina (9:4-5;
1:1) dan tanah Salisa, tanah Sahalim, tanah Zuf adalah daerah perbukitan di Efraim yang adalah tempat nenek moyang
Samuel. Bukit dan kota yang menjadi setting tempat Saul dan Samuel bertemu sebenarnya adalah “2 bukit”
bersebelahan yaitu di daerah Rama. Satunya sebagai kota, satunya adalah tempat pengorbanan yang umum dipakai
sebelum Bait Suci dijadikan (1 Raj 3:2,4). Saul dan Samuel berpapasan saat di lembah (9:14) . Di ayat 26, setelah
semalam Samuel berbicara dengan Samuel di atas sotoh dan beristirahat, Samuel dari bawah memanggil Saul yang
masih tidur di atas. Hal ini bukanlah 2 tindakan terpisah dari kata-kata “mereka bangun pagi-pagi, dan ketika fajar
menyingsing”, melainkan sebuah penjelasan rinci. Samuel saat itu akan mengantar Saul dan bujangnya ke jalanan
kota, namun kemudian di tengah perjalanan keluar dekat ujung kota, Samuel minta agar bujangnya mendahuluinya
sehingga Samuel bisa bicara lebih privasi dengan Saul tentang Firman Tuhan yang datang kepadanya. Dalam 2 kasus
pengangkatan raja Israel (Saul dan Daud), keduanya sama-sama diurapi secara diam-diam lebih dulu baru
diperkenalkan ke publik, yaitu saat di Mizpah (10:17-27). Hal ini menjelaskan bahwa Allah tidak pernah memakai
cara voting/pilihan rakyat mayoritas dalam tanggungjawab yang besar. Semua tetap dalam otoritas Allah sendiri.
Pilihan undian dianggap representatif saat itu dan justru mengkonfirmasi bahwa Allah sendiri yang memilih Saul
menjadi raja.
Seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan Samuel kepada Saul mulai saat berjumpa (ay 20) dan saat
persembahan korban (ay 23) bahkan sampai percakapan pribadi (ay 25) mengantarkan sebuah kesiapan hati Saul
menerima Firman TUHAN melalui Samuel di pasal 10 yaitu sekaligus pengurapan diri Saul sebagai raja. Meskipun
kita tidak tahu pasti respon Saul di ay. 21 adalah bentuk kerendahan hati, atau kebingungan, atau ketidakpercayaan
dari Saul.

Integritas: Samuel orang yang taat
Integrasi: Samuel menyampaikan dengan tepat Firman Tuhan yang datang kepadanya, kepada Saul tidak bersama
bujangnya
Interaksi: Penulis mengajak pembaca menghormati dan taat kepada Firman Tuhan
Goal: Tuhan ingin kita tidak memandang seseorang dari status/latar belakang, tetapi memandang sesuai sudut pandang
Allah yang melihat hati
Going: Samuel menghormati Saul sebab ia adalah pilihan Allah dan menyiapkannya secara serius termasuk
menyampaikan Firman Tuhan dan mengundangnya ke upacara korban
Gain others: Penulis mengajak kita untuk mempunyai paradigma sesuai Firman Tuhan
AM: Samuel mengenal Allah yang berdaulat/berotoritas
Am: Samuel mempersiapkan baik-baik tiap pertemuannya dengan Saul sebelum mengurapinya menjadi raja
am: Samuel mengajak pembaca untuk taat melakukan apa yang Allah mau termasuk memakai tiap waktu dengan
tanggungjawab
AM: Samuel mengenal Allah yang penuh anugerah
Am: Samuel mengasihi Saul yang dipilih dalam rencana Allah, meskipun dimotivasi dosa rakyat
am: Samuel mengajak pembaca untuk memiliki kasih yang benar yang sesuai Allah kehendaki
Fase 2:
Then Samuel took a vial of oil, and poured it upon his head, and kissed him, and said, Is it not because the LORD hath
anointed thee to be captain over his inheritance? (KJV) And you shall reign over the people of the LORD and you
will save them from the hand of their surrounding enemies. And this shall be the sign to you that the LORD has
anointed you to be prince over his heritage. (ESV, Septuagint)
When thou art departed from me to day, then thou shalt find two men by Rachel's sepulchre in the border of Benjamin
at Zelzah; and they will say unto thee, The asses which thou wentest to seek are found: and, lo, thy father hath left
the care of the asses, and sorroweth for you, saying, What shall I do for my son? (KJV)
Then shalt thou go on forward from thence, and thou shalt come to the plain of Tabor, and there shall meet thee three
men going up to God to Bethel, one carrying three kids, and another carrying three loaves of bread, and another
carrying a bottle of wine: (KJV)
And they will salute thee, and give thee two loaves of bread; which thou shalt receive of their hands. (KJV)
After that thou shalt come to the hill of God, where is the garrison of the Philistines: and it shall come to pass, when
thou art come thither to the city, that thou shalt meet a company of prophets coming down from the high place
with a psaltery, and a tabret, and a pipe, and a harp, before them; and they shall prophesy: (KJV)
And the Spirit of the LORD will come upon thee, and thou shalt prophesy with them, and shalt be turned into another
man. (KJV)
And let it be, when these signs are come unto thee, that thou do as occasion serve thee; for God is with thee. (KJV)
And thou shalt go down before me to Gilgal; and, behold, I will come down unto thee, to offer burnt offerings, and to
sacrifice sacrifices of peace offerings: seven days shalt thou tarry, till I come to thee, and shew thee what thou shalt
do. (KJV)
‫ מש ח‬mâshach maw-shakh': to rub with oil, that is, to anoint; by implication to consecrate; also to paint: - anoint, paint.
‫ נ חלה‬nachălâh nakh-al-aw' (in its usual sense); properly something inherited, that is, (abstractly) occupancy, or
(concretely) an heirloom; generally an estate, patrimony or portion: - heritage, to inherit, inheritance, possession.
Mengapa Samuel menuangkan minyak ke atas kepala Saul dan menciumnya?
Konteks budaya Timur Tengah saat itu adalah seorang yang diminyaki (diurapi dengan minyak) adalah simbol
ketaatan atau menjadi seperti seorang budak yang mengikut. Tetapi tidak dipakai pada semua kondisi, melainkan saat
Raja memberi kekuasaan kepada raja-raja kecil dalam memerintah, seperti yang dilakukan Firaun Mesir kepada raja-
raja daerah di bawah pemerintahannya. Hal ini sekaligus bagi negara Timur Tengah masa itu adalah kekuasaan yang
tidak tak terbatas, karena ada otoritas kekuasaan yang lebih tinggi. Dalam hal ini, kekuasaan jabatan raja Saul
diturunkan dan dibatas oleh otoritas kedaulatan Allah yang lebih tinggi. Konteks Alkitab menyatakan bahwa ia yang
diurapi dikhususkan untuk jabatan-jabatan penting dan bersifat kerajaan formal diturunkan dengan cara pengurapan
(Hak 9:8). Pengurapan adalah bukti Tuhan berkenan (Maz 45:8) dan Roh TUHAN akan menyertai orang tersebut
dalam melakukan pekerjaan TUHAN. Dalam kisah sebelumnya, hanya seorang imam diurapi lebih dulu (Im 8:12-14;
Kel 28:41; 30:22-33) dan juga barang-barang suci di Kemah Suci yang diperciki untuk diurapi. Minyak yang
digunakan dalam upacara pengurapan jabatan penting inipun adalah simbol Roh Allah turun ke atas seseorang (Luk
4:18; Kis 10: 38), karenanya minyak ditaruh mulai dari kepala, sebagai lambang Allah turun dari atas secara aktif
kepada orang tersebut, bukan orangnya yang aktif. Dalam PB, mode ini mirip sekali dengan mode baptisan air dimana
air adalah simbol dari Roh Allah yang turun ke atas kepala umat-Nya. Pengurapan adalah tanda bahwa pekerjaan
orang itu sangat kudus, mulia, dan berat sehingga tanpa penyertaan Roh Kudus tidak bisa terlaksana dengan baik.
Sehingga bukan simbol pengurapannya yang terpenting, melainkan perubahan hati yang ada dibaliknya (karena kerja
Roh TUHAN) yang terpenting. Dan dalam PL peristiwa ini tidak bisa kepada sembarangan orang, melainkan jabatan-
jabatan yang dikhususkan mewakili fungsi jabatan dalam kovenan umat-Allah: nabi, imam, dan raja. Yang ketiganya
nantinya digenapi dalam Yesus Kristus sebagai Mesias. Kita akan bahas di ayat berikutnya.
Ciuman Samuel bagi konteks saat itu adalah tanda hormat dan afeksi kepada Saul karena Saul telah
memegang jabatan penting sebagai salah satu fungsi Wakil TUHAN di dalam dunia, yaitu sebagai raja. Tetapi
sebenarnya jauh lebih dari itu, ciuman setelah berkat/pengurapan adalah simbol penutup/segel bahwa berkat Allah
telah turun atas orang itu.

Mengapa Saul diurapi menjadi raja atas umat Tuhan?
Peristiwa ini sederhana tetapi juga mulia. Sederhana karena bersifat privasi dan tidak mengundang seluruh
rakyat Israel, mulia karena kalimat Samuel yang agung menyertai peristiwa pengurapan ini. Apa perkataan Samuel
saat itu? TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel. Kalimat ini sendiri diulang 2 kali
berpola A-B-B’-A’ menunjukkan betapa pentingya pesan Samuel kepada Saul. Dalam terjemahan KJV, NIV, NASB
hanya sampai “Bukankah TUHAN telah... menjadi raja atas umat-Nya Israel?” karena memakai manuskrip Ibrani,
sementara LAI, ESV, RSV ada tambahan yang ada di dalam manuskrip LXX (Septuaginta). Samuel menyebut Israel
adalah umat TUHAN dan milik TUHAN sendiri. TUHAN (Yehovah) adalah nama Pribadi Allah yang dinyatakan
kepada umat perjanjian-Nya yaitu Israel. TUHAN setia kepada umat-Nya, meskipun banyak kali umat-Nya tidak setia
kepada-Nya. Samuel tetap menegaskan kepada Saul bahwa meskipun Saul menjadi raja atas Israel, tidak berarti
bahwa Israel adalah milik Saul, Israel tetap adalah milik Allah, dan Saul bertanggungjawab kepada Allah dalam
memerintah Israel. Kita semua melayani umat Allah, tugas membimbing dan menggembalakan domba adalah
tanggungjawab kita kepada Allah bukan menjadikan mereka sebagai domba kita.
Sekali lagi Samuel menjelaskan kepada Saul persis apa yang disampaikan Tuhan kepadanya di 1 Sam 9:16-17
bahwa tanggungjawab raja adalah 1) memegang tampuk pemerintahan atas umat milik Allah 2) menyelamatkan umat
milik Allah dari penindasan bangsa lain. “Inheritance” dalam hal ini mewakili baik tanah perjanjian maupun umat
Israel. Apa yang dilakukan oleh Tuhan kepada Saul adalah sesuatu yang benar-benar mulia ditengah motivasi rusak
bangsa Israel. Jadi meskipun Tuhan mengabulkan permintaan raja, namun tidak sepenuhnya raja dengan prinsip
seperti keinginan rakyat, karena raja sendiri tetap pada akhirnya bertanggungjawab kepada Allah sebagai Pemilik
umat-Nya. Saul diperlengkapi sendiri oleh Roh TUHAN melalui proses pengurapan untuk bisa melakukan
tanggungjawab besar dan mulia itu. Nantinya di bagian berikutnya, Samuel memberikan 3 tanda yang mengkonfirmasi
dan siap diuji bahwa Firman TUHAN yang turun kepadanya itu sungguh benar dari Allah. 3 tanda ini adalah bagian
dari nubuat Samuel, yang benar-benar persis terjadi dalam setiap detilnya.

Teacher: Samuel
Teaching: Pelayan/pemimpin tidak membuat anggota yang dilayani/dipimpin mengikut manusia, tetapi mengikut
Allah
Teachable: Samuel tidak mencari nama untuk dirinya ketika melayani Israel, sebaliknya mau berbagi tugas pelayanan
kepada Saul
Goal: Tuhan ingin kita mempertanggungjawabkan setiap kehidupan kita kepada Dia
Going: Samuel mengingatkan Saul untuk mempertanggungjawabkan pemerintahannya sebagai rakyat kepunyaan
Allah, bukan pengikut Saul
Gain others: Samuel mengingatkan Saul dan pembaca untuk tidak bekerja demi diri sendiri, tetapi untuk Allah
Teaching: Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna untuk melayani, tetapi Ia menyempurnakan orang yang
dipilih-Nya untuk melayani
Teachable: Samuel menyampaikan bahwa Tuhan yang mengurapi Saul

Mengapa Saul akan bertemu dengan 2 orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, Zelzah?
Tiga tanda yang disampaikan melalui Samuel adalah pertama, Saul akan bertemu dengan 2 orang laki-laki
dekat kubur Rahel di Zelzah daerah Benyamin ketika berpisah dengan Samuel. Hal ini sama persis dengan apa yang
sudah disampaikan sebelumnya (1 Sam 9:20). Samuel tidak hanya menemukan seorang raja dan mengurapinya, tetapi
ia mengkonfirmasi kebenaran perkataannya dengan 3 tanda. Bahwa masalah kehilangan keledai telah ditemukan dan
dengan demikian telah selesai dan tidak perlu kuatir, justru ayah Saul tidak lagi mengkuatirkan keledainya melainkan
Saul. Saul tidak perlu mengkuatirkan apa yang ada di belakangnya, saat ini ia harusnya hanya fokus pada perannya ke
depan. Kej 35:16-20 mengingatkan pada kita dimana daerah kuburan Rahel, istri Yakub yaitu diantara Betel dan
Betlehem, sangat dekat dengan Yerusalem dan benar memang di daerah suku Benyamin. Tempat ini punya koneksi
pula dengan kota Rama yang tidak lain adalah tempat tinggal Samuel (Yer 31:15; Mat 2:18). Zelzah sendiri sudah di
pinggiran kota dan batas antara tanah suku Yehuda dan Benyamin. Tanda ini sekaligus menjadi jaminan dan bukti
bahwa Saul harus percaya kepada Allah karena berdaulat atas umat manusia. Termasuk Allah yang sama berdaulat
memberi kekuatan kepada yang dipilih-Nya menjalankan tugas besar dari seorang keluarga petani/penggembala
menjadi seorang yang memimpin bangsa Israel. Inilah konfirmasi pertama dari Samuel bahwa apa yang dikatakannya
sungguh benar.

AM: Samuel mengenal Allah yang berdaulat atas masa depan dan masalah manusia
Am: Samuel menubuatkan keledainya akan ditemukan kembali dan meminta Saul tidak menguatirkan perkara-perkara
kecil
am: Samuel mengajak Saul dan pembaca untuk fokus pada apa yang Tuhan mau, bukan pada masalah kita

Mengapa Saul akan bertemu dengan 3 orang laki-laki yang akan menghadap Allah di Betel dan memberikan ketul
roti kepada Saul?
Tanda kedua adalah 2 ketul roti yang diberikan oleh 3 orang laki-laki yang akan beribadah kepada Allah dan
mempersembahkan persembahan korban di Betel. Sebenarnya akan aneh apabila seseorang memberikan
persembahannya kepada orang yang asing, kecuali benar-benar adalah orang dengan status yang lebih tinggi. Inilah
tanda bahwa nantinya orang Israel akan mengenalnya dan menerima Saul sebagai raja atas mereka, dan mereka akan
berkorban untuk raja Saul. Hal ini mirip dengan apa yang dialami Saul di 1 Sam 9:24. Betel sendiri adalah tempat
Abraham dan Yakub pernah memberikan persembahan kepada Allah (Kej 12:8; 13: 3-4; 28:18-19; 35:7) dan upacara
persembahan korban masih dilakukan sampai jaman Samuel.

Mengapa setelah lewat Gibea Allah, Saul berjumpa dengan rombongan nabi yang turun dari bukit pengorbanan
dengan gambus, rebana, suling dan kecapi? Mengapa rombongan nabi kepenuhan seperti nabi?
‫ נבא‬nâbâ' naw-baw' A primitive root; to prophesy, that is, speak (or sing) by inspiration (in prediction or simple
discourse): - prophesy (-ing) make self a prophet.
Tanda ketiga, yaitu Saul pergi ke Gibea Allah atau Geba atau Gibea (1 Sam 10:26; 11:4; 13:2). Gibeath-
Elohim adalah nama lengkap kota itu dan menjadi kampung halaman Saul. Namun disini kita bisa membaca bahwa
pasukan Filistin pun ada di kota ini menunjukkan bahwa Filistin sangat mengancam dan menindas bangsa Israel saat
itu. Nampaknya hal ini menjadi suatu fakta bahwa memang benar Filistin menindas bangsa Israel dan menguasai
beberapa kota di Israel (1 Sam 9:16).
Disana Saul akan bertemu dengan serombongan nabi yang turun dari bukit pengorbanan. Siapakah mereka?
Nabi adalah mereka orang seorang Israel (Ul 13:1-5), dipanggil oleh Allah (Yer 1:2-10; 1 Raj 19:16), dan
dimampukan oleh Roh (Bil 11:7) yang melayani sebagai juru bicara Allah (Kel 4:10-16 ; Yer 20:7-18), yang telah
menerima otoritas dan penyataan dari Allah (Ul 18:18-22), yang adalah seorang gembala yang baik bagi kawanan
domba Allah (1 Kor 14:4,22), yang menunjukkan Firman Allah dan misi-Nya dengan tanda-tanda (Ul 13:2; Yeh
33:33).
Umat Allah bertanggungjawab menguji penyataan baru dengan standar penyataan yang lebih tua dan dengan menguji
tanda-tanda yang menyertai nabi itu, serta penggenapan itu haruslah terjadi.
Saat itu Samuel mendidik sekelompok orang yang akan meneruskan fungsi kenabiannya dimana Samuel
adalah pemimpinnya (meskipun banyak kali nabi dibangkitkan secara khusus oleh Allah sebagai panggilan) (1 Sam
19:20). Elisa pun memiliki sejumlah murid-muridnya pada masa itu (2 Raj 2:3,5, 7, 15; 6:1; 9:1) demikian pula Elia,
ada 3 tempat minimal sebagai “sekolah nabi” yaitu di Gilgal, Betel dan Yeriko (2 Raj 2,4,6). Fungsi kenabian yang
dimaksud adalah terutama forth-telling (menyuarakan kebenaran/menegur dosa) dan fore-telling (memprediksi tentang
keadilan dan pengharapan dari Allah) (1 Kor 14:3; Kis 11:28). Bisa diringkas bahwa fungsi nabi terutama adalah
untuk bernubuat di tengah bangsa-bangsa yang sesat dan rusak secara moral agama, sehingga bangsa Israel tetap setia
dengan ajaran yang benar.
Apa yang dilakukan oleh nabi-nabi itu? Mereka turun dari bukit pengorbanan diiringi dengan musik-musik
dan bernubuat. “Kepenuhan seperti nabi” dalam ayat 5,6,10, dan 13 salah terjemahan LAI karena istilah itu abstrak,
yang benar adalah prophesying (bernubuat)-coba cek semua terjemahan Inggris (KJV, NIV, ESV, atau bahasa aslinya).
Apa itu bernubuat? Secara umum bernubuat artinya adalah memberitakan Firman Allah baik teguran atas dosa
maupun janji pengharapan di masa datang/sebuah prediksi, dalam kasus khusus ada nubuat yang disampaikan melalui
bentuk nyanyian, bukan bicara kotbah diiringi musik (memang benar-benar menyanyi pujian) 1 Taw 25:1-3 ; Kel
15:20-21 atau bentuk yang lain adalah melalui berdoa (nabi-nabi baal vs Elia-1 Raj 18:29-kerasukan? cek bahasa
aslinya adalah prophesying; Yeh 36:6). Orang yang bernubuat sadar 100% dan jalan pikirannya dipimpin oleh Allah
secara sadar dan berakal budi. Hal ini jauh berbeda dengan kebiasaan sesat bangsa pagan saat itu atau bangsa
penyembah baal di Kolose untuk memuja baalnya, yaitu dengan musik yang membuat mereka nge-fly atau masuk
tahap trans (tidak bisa menguasai dirinya/kesadaran berubah) atau bermimpi (Yer 23:25). Rombongan nabi ini masih
bisa berjalan dan memainkan alat musiknya dan pastinya kata-kata pujiannya secara sadar meninggikan Allah.
Kesimpulannya adalah dalam ayat ini yang paling mungkin adalah nubuat dalam bentuk nyanyian pujian karena
diiringi berbagai alat musik, terlebih lagi konteks bahwa mereka telah mempersembahkan korban bagi Allah di bukit.
Kita harus ingat bahwa konteks saat itu adalah tidak semua orang boleh mengkotbahkan Firman Allah secara wibawa
otoritas di depan masyarakat umum, sehingga fungsi kenabian yang dialami Saul pertama kalinya adalah benar-benar
istimewa dan selektif di kalangan masyarakat Yahudi kuno (sangat beda dengan konteks Kristen masa kini).
Apa artinya Roh TUHAN berkuasa atas Saul, sehingga kepenuhan dan berubah menjadi manusia lain?
Apakah ini bicara tentang Roh Kudus? Apa bedanya pekerjaan Roh Kudus dalam PL dan PB? Apa signifikannya
Pentakosta?
Kita telah tahu bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal yang Esa. Tentu saja Roh Kudus
ada sejak kekal dalam kemuliaan sama seperti Pribadi lainnya dalam Trinitas. Tidak jauh beda antara PL dan PB kita
bisa melihat karya Roh Kudus (Roh TUHAN) dalam 2 bidang besar yaitu keselamatan (salvation) dan karunia
(gifting). Dalam hal keselamatan sebenarnya sama yaitu melalui anugerah oleh Roh Allah (Roh Kudus) yang
memberikan kepada mereka iman (karena pada dasarnya orang tidak bisa percaya bila Allah tidak bekerja-Rom 8:9-
11). Bedanya adalah dalam PL, mereka memandang pada Mesias di masa datang, kita hidup dalam masa PB
memandang pada Yesus Kristus di masa lampau yang telah datang dan mati untuk semua umat Allah. Tetapi
perbedaan besar terjadi pada hal karunia (gifting). Dalam PL, Roh TUHAN sangat jarang berkarya dalam konteks
karunia dan sangat terbatas (bahkan bisa berhenti bekerja) pada 3 jabatan kovenan Israel: nabi, imam, raja saja yang
mendapat tanggungjawab besar dalam proses wahyu progresif Allah dan membutuhkan karya Allah secara langsung.
Tetapi di akhir PL, Kitab Yoel 2:28-29 yang dikutip Petrus dalam Kis 2:17-18 menunjukkan bahwa dalam masa PB
setelah Pentakosta Roh Kudus benar-benar berkarya secara penuh tanpa terbatas nasionalisme, dll untuk memberikan
karya karunia-karunia dalam gereja. Dalam PB, Roh Allah diam untuk sekali selama-lamanya dan tidak mungkin
dicabut lagi kepada semua orang percaya (Yoh 14:16; Ef 1:13-14), kemurtadan membuktikan bahwa sejak awal tidak
pernah dilahirbarukan Roh Kudus, cuma mirip secara fenomena percaya saja. Beda dengan PL, yang dalam hal riil
Roh Kudus bisa dicabut atau selesai pada orang tertentu karena memang tidak dipilih untuk selamat dan hanya untuk
pekerjaan tertentu sementara waktu saja (Kel 35-36; Bil 11:25; Hak 16:20). Karenanya tidak heran bila di perikop
kemudian, Roh TUHAN undur daripada Saul (1 Sam 16:14; 18:10). Menerima Roh Allah dalam PL tidak suatu
jaminan seperti dalam konteks PB, karena Roh bisa saja datang pada orang yang akhirnya binasa, Ia datang untuk misi
pelayanan tertentu khusus saja.
Term yang dipakai adalah “berkuasalah Roh TUHAN” (Hak 14:6,19; 15:14) agak beda dengan cara Roh
TUHAN menyertai Daud yang dijamin seterusnya (1 Sam 16:13). Yang dilakukan oleh Roh TUHAN adalah membuat
Saul akan bernubuat (bukan kepenuhan-istilah ini menganggap seakan Roh TUHAN bukanlah Pribadi Allah).
Penjelasannya akan sama dengan apa yang dilakukan serombongan nabi tadi, yaitu ikut dalam nyanyian pujian kepada
Allah. Roh Allah datang ke atas Saul untuk memperlengkapinya dalam tugas sebagai raja. Dan dalam hal ini Saul
tidak rebah, ia tetap sadar. Kalau kita baca konteks saat Saul rebah adalah karena Roh Kudus sedang menentang dia (1
Sam 19:23-24) dan Roh Kudus yang menentang Saulus di PB sehingga ia jatuh (Kis 9:4), juga Bileam (Bil 24), juga
Ananias dan Safira (Kis 5:5,10). Roh TUHAN berkuasa lalu Saul berubah menjadi manusia lain? Hal ini tidak
dikatakan sebagai bentuk kelahiran baru atau pertobatan bagi Saul, juga bukan berarti menjadi tidak sadar/kesadaran
berubah. Hal ini dipahami sebagai Saul menjadi pribadi yang berbeda dari yang sebelumnya, menyadari panggilan
Allah baginya secara pikiran, kehendak, dan emosinya, karena ia saat itu diperlengkapi oleh Roh TUHAN demi
pekerjaan-Nya, misal Bezaleel yang bisa membuat emas perak tembaga untuk peralatan Kemah Suci ( Kel 31:1-4),
Simson (Hak 14:6), Gideon (Hak 6:34), Yefta (Hak 11:29). Kita akan melihat ini lebih dalam di ayat 9 tentang
perubahan hati Saul.
Kesimpulan dari tanda ketiga adalah konfirmasi penyertaan Roh TUHAN melalui nabi kepada Saul untuk
memampukan melakukan perannya sebagai raja (10:1).

Teacher: Samuel
Teaching: Nabi adalah seorang Israel yang memberitakan Firman Allah (bernubuat) baik berbentuk kotbah, nyanyian,
atau berdoa secara sadar
Teachable: Penulis mengajak pembaca untuk menghormati nabi asli dan hati-hati terhadap nabi palsu
Teaching: Fungsi kenabian harus diturunkan entah itu adalah panggilan secara khusus bagi orang tersebut atau suatu
panggilan umum orang percaya
AM: Samuel mengenal Roh Allah memperlengkapi seseorang
Am: Samuel bernubuat Saul akan bernubuat bersama nabi-nabi sebagai tanda penyertaan Roh Allah untuk tugas yang
dikhususkan oleh Allah demi pekerjaan-Nya; Saul memiliki keberanian dan menjadi pribadi berbeda dari sebelumnya
am: Samuel mengajak pembaca untuk menyadari bahwa Allah memelihara ,menyertai, dan memampukan orang
percaya berani melewati persoalan dalam kehidupannya

Mengapa Samuel minta Saul melakukan apa saja yang didapat oleh tanganmu?
Ayat ini bukan pembenaran bagi Saul untuk melakukan semau sendiri. Saul yang telah diyakinkan melalui 3
tanda konfirmasi pengurapan Samuel atas Saul, ia bertindak “apa saja” sesuai dengan jabatan raja yang benar
dihadapan Allah dan kondisi yang didapatinya (Hak 9:33). Saul yang ragu mendapat keteguhan dan konfirmasi bahwa
dirinya memiliki tanggungjawab hal sebagai seorang raja Israel. Ia harus melakukan tugas kapasitasnya sebagai raja
karena Tuhan beserta dan memampukannya, khususnya berkaitan dengan membebaskan Israel dari Filistin (9:16;
10:5). Nantinya Saul akan bertindak berani di pasal 11 ketika ia membebaskan Yabesh. Tiga tanda nubuat diberikan
bagi Saul: 1) bergumul pribadi, bukan pada masalah “keledai” 2) pengakuan status kovenan 3) Roh Tuhan yang
memampukan. Bagi kita saat ini pun, bergumul kehendak Allah sangat penting untuk memutuskan segala hal.
Kegagalan Saul di kemudian hari adalah melanggar aturan ini. Pelanggarannya yang kedua saat melawan
Amalek yaitu tidak memusnahkan kambing domba lembu dan Agag, raja Amalek dibiarkan hidup (1 Sam 15). Ia tidak
melakukan apa yang seharusnya “bisa dan harus” dilakukannya sebagai raja Israel, tetapi ia lebih memilih dikagumi
rakyat dibandingkan taat Tuhan.

Mengapa Samuel minta Saul mendauluinya ke Gilgal dan menunggu 7 hari lamanya sampai Samuel datang dan
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan?
Ayat ini tidak berhubungan langsung dengan 11:14-15 dan 13: 8 karena kejadian dalam pasal 11 Saul sudah
bersama Samuel, dan di pasal 13 terjadi 2 tahun setelah menjadi raja (13:1). Ada banyak tafsiran akan kejadian
sebenarnya. Namun perintah Samuel ini juga menjadi kegagalan Saul di kemudian hari ketika ia tidak sabar
menunggu Samuel dan akhirnya mengambil alih tugas Samuel mempersembahkan korban karena desakan kondisi
rakyat saat melawan bangsa Filistin. Korban bakaran (Im 1) adalah korban yang paling banyak nilainya, biasanya
dibakar habis tak bersisa. Biasanya dilakukan dalam seremonial atau tujuan penting: menyenangkan Tuhan, doa,
pujian, ucapan syukur, sumpah, menyerahkan diri. Sementara korban keselamatan adalah korban untuk mendamaikan
relasi manusia yang mempersembahkan dan Allah. Korban ini adalah untuk persekutuan Allah dan manusia berdosa,
dengan korban ini bangsa Israel terus diingatkan akan perjanjian mereka (kovenan) dengan Allah TUHAN (YHWH).
Lain dengan korban bakaran, korban keselamatan ada yang harus dimakan oleh imam yaitu dada dan paha (Im 3).
Jadi, Saul meskipun sebagai raja yang berkapasitas dalam panglima perang juga tetap harus taat dibawah
pimpinan Allah yang dinyatakan melalui Samuel sebagai nabi Allah, tidak bisa seenaknya sendiri. Dari ayat ini kita
bisa tahu juga bahwa Gilgal adalah kota yang cukup sering dilewati Samuel untuk mempersembahkan korban,
mengumpulkan pasukan paling ideal untuk menyerang Filistin. Gilgal juga lokasi pertama perkemahan Yosua
melewati sungai Yordan, menandai tempat pertama Israel masuk ke tanah perjanjian dan menghapus cela perbudakan
Mesir (Yos 4 & 5). Disanalah Israel pertama kali merayakan Paskah nya di tanah perjanjian juga. Di tempat inilah
Saul membarui jabatannya sebagai raja (1 Sam 11:4-5), ironinya juga tempat Agag raja Amalek dibunuh Samuel
karena Saul melanggar perintah Allah ( 1 Sam 15:33). Disinilah iman Saul diuji.

Integritas: Samuel adalah orang yang beriman
Integrasi: Samuel taat dan sabar terhadap pimpinan Allah untuk tak tergesa-gesa mempublikasikan raja baru,
sebaliknya ia memberi konfirmasi lebih dulu pada Saul untuk membuatnya teguh dan berani dan siap
Interaksi: Samuel meminta Saul menunggunya dalam keputusan-keputusan penting termasuk sebelum
mempersembahkan korban bakaran/keselamatan; Samuel membebaskan tangan Saul bertindak untuk melihat
ketaatannya pada otoritas Allah
Goal: Tuhan ingin kita mengerti bahwa Ia memiliki "time table" dan segala sesuatu indah pada waktu Tuhan
Going: Samuel memberi kesempatan iman Saul diuji dalam kesempatan dan kesabaran.
Gain others: Samuel meminta Saul menunggu

Fase 3:
And it was so, that when he had turned his back to go from Samuel, God gave him another heart: and all those signs
came to pass that day. (KJV)
And when they came thither to the hill, behold, a company of prophets met him; and the Spirit of God came upon him,
and he prophesied among them. (KJV)
Mengapa saat Saul meninggalkan Samuel, Allah mengubah hatinya menjadi lain? Mengapa segala tanda-tanda
terjadi pada hari itu juga?
Di ayat ini segera setelah Saul dan Samuel berpisah ternyata segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada
hari itu juga sebagai konfirmasi kebenaran pesan Samuel. Jaraknya dengan Gibea maupun kubur Rahel tidak terlalu
jauh, hanya sekitar 3 jam saja. Jadi semua bisa dilalui dalam waktu hanya 1 hari saja. Nampaknya 2 tanda pertama
tidak terlalu banyak dijelaskan di ayat ini, dan penulis fokus pada kejadian yang ketiga. Allah membuat Saul menjadi
siap melakukan tugas sebagai seorang raja. Secara khusus Allah menyiapkan hatinya yaitu dalam terminologi
Ibrani:pikiran, emosi, kehendak, pertimbangannya untuk tugas seorang raja dari yang dulunya hanya mengurus
binatang. Ayat ini tidak berbicara sama sekali soal kelahiran baru atau pertobatan pribadi, melainkan konteks cara
kerja Allah mempersiapkan seseorang dalam PL untuk melakukan pekerjaan yang besar dan khusus. Tuhan telah
mengubah hati Saul menjadi berani, nantinya di pasal 11 ia mulai memimpin pasukan Israel berperang. Bukan hanya
keberanian, cara pandang yang baru, karisma, dan kemampuan memimpin pun diberikan Allah kepadanya. Tuhan
memperlengkapi Saul melakukan apa yang Tuhan percayakan, tetapi untuk hal keselamatan dan kesetiaan kepada
Tuhan, sangat sulit melihatnya disini, karena di ayat mendatang Roh TUHAN pun mundur dan meninggalkan Saul.
Tanpa hal kasih setia yang Tuhan berikan semua sia-sia. Jaman ini banyak orang menginginkan kuasa, mujizat,
kemampuan super, keajaiban, harta, pengetahuan, dan segala macam “kesaktian” tetapi kita manusia terbatas yang
berdosa dan keinginan menjadi seperti Allah adalah hal yang konyol sekaligus berdosa. Dikasihi Tuhan dan berkenan
kepada-Nya jauh lebih berarti daripada dikagumi manusia.

Teacher: Saul
Teaching: Dikasihi Tuhan dan berkenan kepada-Nya jauh lebih berarti daripada dikagumi manusia
Teachable: Samuel menuliskan bagian Saul yang diperlengkapi dan Saul ditolak Tuhan

Mengapa Saul bertemu dengan serombongan nabi saat sampai di Gibea Allah dan turut kepenuhan seperti
mereka?
Salah satu tanda yang Tuhan ijinkan ada pada Saul adalah kemampuan bernubuat di Gibea, rumah Saul
sendiri. Nubuat yang dimaksud sama dengan penjelasan ayat 5 dan 6 bahwa bukan tidak sadar/trans/jatuh, melainkan
memberitakan Firman Tuhan dengan berani. Menyatakan kebenaran Firman Tuhan dengan berapi-api, entah dalam
bentuk kotbah/seruan, nyanyi pujian, atau doa (Yeh 36:6). Kemungkinan besar adalah dalam bentuk nyanyian atau pun
seruan kotbah.

Fase 4:
And it came to pass, when all that knew him beforetime saw that, behold, he prophesied among the prophets, then the
people said one to another, What is this that is come unto the son of Kish? Is Saul also among the prophets? (KJV)
And one of the same place answered and said, But who is their father? Therefore it became a proverb, Is Saul also
among the prophets? (KJV)
Mengapa semua orang yang mengenal Saul melihat dengan heran bahwa ia bernubuat seperti serombongan nabi
lainnya? Mengapa mereka bertanya “Apa Saul juga termasuk golongan nabi?”
Mengapa ada yang bertanya “Siapakah bapa mereka?”
Kemunculan Saul di tengah masyarakat kampung halamannya jelas membuat dirinya dikenal karena
perubahan yang terjadi pada diri Saul. Khususnya ketika ia masuk bernubuat bersama-sama dengan kelompok nabi-
nabi tersebut. Respon orang pertama adalah saling bertanya: “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu?
Apa Saul juga termasuk golongan nabi?” Kalimat ini dalam ayat berikutnya dan 19:24 akhirnya menjadi peribahasa
ejekan kepada Saul dan menentang Saul. Nampaknya orang-orang heran dengan Saul yang biasanya di rumah
mengurus hewan milik ayahnya, sekarang berada di tengah golongan nabi-nabi. Siapa yang mengajar atau
mendidiknya menjadi bernubuat seperti kualitas nabi itu? Peribahasa ini nantinya menjadi hal yang mempermalukan
Saul di 1 Sam 19:24 ketika Roh TUHAN sudah mundur daripada Saul.
Tetapi justru disinilah kita bisa belajar bahwa Saul seharusnya belajar dari sebuah tanda dan banyak orang
menyalahartikannya. Mayoritas orang Gibea mungkin menolak Saul dan tak terkesan dengan hal Saul yang berubah.
Segera pertanyaan itu disahut oleh orang yang menjawab: “Siapakah bapa mereka?” artinya Kenapa mempersoalkan
Saul? Bukankah serombongan nabi-nabi itu juga bukan anak dari siapa-siapa (bapaknya), tetapi ada juga yang
mengartikan pemimpin/pengajar nabi-nabi itu (Tuhan sendiri melalui Samuel). Kalau Tuhan sendiri sanggup
mengubah dan memperlengkapi nabi-nabi itu apapun latar belakangnya, mengapa Saul juga tidak? Respon orang
yang mengenal Saul pasti terheran-heran, tetapi respon yang terakhir justru mendukung perubahan diri Saul.
Perubahan yang dialami Saul saat itu justru menjadi lebih baik dan lebih siap dalam peran nya sebagai raja Israel.
Tetapi pada masa kerusakan moral Israel saat itu, menjadi golongan nabi adalah orang yang “aneh” dan bernada
negatif karena tidak mayoritas dan teguran mereka kebanyakan menyakitkan hati (2 Raj 9:11). Pada masa kejatuhan
Saul 1 Sam 19 peribahasa ini menyindir dirinya: Siapa sebenarnya bapa Saul? Ironi karena Saul yang pernah
diperlengkapi Allah, akhirnya justru menentang Samuel dan otoritas Allah.
Tuhan sendiri yang memanggil, memperlengkapi, mengurapi, memberi keberanian, dan karisma dan lainnya
untuk orang yang telah dipersiapkannya menggenapi misi pekerjaan Allah demi kasih kepada bangsa Israel yang keras
kepala.

Teacher:Saul
Teaching: Bagi Allah tidak ada yang mustahil untuk dimenangkan-Nya bagi pekerjaan Allah; Roh Allah dalam PL
berkarya dalam hal yang khusus dan dbutuhkan, beda dengan PB dimana janji Allah meterai penyertaan-Nya kekal
Teachable: Samuel menuliskan peribahasa "Apa Saul juga termasuk golongan nabi?"

Fase 5:
And when he had made an end of prophesying, he came to the high place. (KJV)
And Saul's uncle said unto him and to his servant, Whither went ye? And he said, To seek the asses: and when we saw
that they were no where, we came to Samuel. (KJV)
And Saul's uncle said, Tell me, I pray thee, what Samuel said unto you. (KJV)
Mengapa paman Saul bertanya dari mana Saul?
Mengapa paman Saul bertanya tentang perkataan Samuel kepada Saul?
Saul kemudian pergi tidak jauh dari Gibea, jadi termasuk dekat dan sampailah ia di tempat tinggi (bamah)
dimana pamannya tinggal. Meskipun mungkin ayah Saul tahu kenapa Saul sempat hilang dari rumah karena mencari
keledai ayahnya, pamannya tidak tahu. Paman Saul adalah Abner (14:50) yang nantinya akan menjadi panglima
perangnya.

Fase 6:
And Saul said unto his uncle, He told us plainly that the asses were found. But of the matter of the kingdom, whereof
Samuel spake, he told him not. (KJV)
Mengapa Saul menceritakan keledai-keledai yang ditemukan tetapi tentang urapan menjadi raja tidak
diceritakannya?
Saul bercerita tentang apa yang dilakukannya selama menghilang untuk mencari keledai-keledai ayahnya, lalu
mencari seorang Samuel karena sudah hampir menyerah. Lalu Saul menutup ceritanya dengan hanya keledai-keledai
itu ditemukan. Kemungkinan besar pamannya bertanya karena berita tentang kekuatiran orangtua Saul kepadanya
sampai juga ke telinga sang paman. Saul tidak menceritakan apapun tentang pengurapan Samuel dan bagiannya
dalam monarki Israel. Agaknya ia berhati-hati menceritakannya, sebagai bentuk kerendahan hatinya, bijaksana, dan
kebergantungannya kepada Allah. Saul tidak mau membuat perkara baru dengan orang-orang yang akan iri
kepadanya. Ia mungkin mau membiarkan Tuhan melalui Samuel yang menyelesaikan perkara pengangkatan dirinya
sebagai raja atas Israel di kemudian hari. Perikop berikutnya Saul terpilih secara undi di hadapan rakyat, menjadi
sebuah pengumuman resmi di masyarakat.
Integritas: Saul adalah orang yang rendah hati
Integrasi: Saul tidak menceritakan pada pamannya tentang pengurapan dirinya menjadi raja oleh Samuel
Interaksi: Penulis mengajak pembaca untuk memiliki kerendahan hati dalam sebuah pelayanan dan membiarkan
rencana Allah terlaksana pada waktu-Nya
Pustaka: ESV Study Bible, thirdmill.org/studybible, International Standard Bible Encyclopedia, E-Sword, K&D
Commentarry. Matthew Henry Comm, Pulpit Comm., He Gave Us Stories, Penginterpretasian Kitab Para Nabi
TIM INTENSIF XXX/Adityo P.