Social Responsibility

Program Pembinaan Masyarakat (Community Development) Garuda Indonesia adalah
wujud kepedulian dan komitmen perusahaan untuk membantu memperbaiki kondisi dan
membina masyarakat dalam kebijakan tanggung jawab sosialnya. Berikut merupakan
beberapa program community development dari Garuda Indonesia, antara lain :
1. Pelatihan, Pendidikan dan Olahraga
Di bidang pelatihan, PT Garuda Indonesia memberikan pelatihan bagi lulusan
SMA/SMK berprestasi yang berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu di beberapa
daerah melalui kerjasama dengan Garuda Indonesia Training Center. Di bidang
pendidikan, PT Garuda melakukan program peningkatan kualitas kompetensi guru serta
melakukan program renovasi sekolah dan bantuan fasilitas belajar mengajar, terutama di
daerah Indonesia bagian timur seperti NTB, dan Papua. Sedangkan di bidang olahraga,
PT Garuda Indonesia turut serta mengembangkan olahraga nasional di bidang tenis
melalui “Garuda Indonesia Tennis Open”.
2. Kesehatan
PT Garuda Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia
(YKAKI) untuk menyediakan fasilitas lengkap rumah singgah (Rumah Kita) sebagai
wujud kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker, menjalankan program
pengobatan gratis kepada masyarakat di berbagai wilayah, serta mengadakan penyaluran
bantuan alat bantu penyandang cacat dengan pengadaan alat kesehatan tuna netra berupa
jam tangan braile, tuna daksa berupa kursi roda, tuna rungu berupa hearing aid, tuna
grahita berupa electric talking book, serta penderita kanker tulang pada tempurung kaki
berupa kaki palsu.
3. Bencana Alam
PT Garuda Indonesia telah menunjukkan kepeduliannya terhadap beberapa korban
bencana alam yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri. Bantuan yang PT Garuda
Indonesia berikan beragam dari sandang, papan, obat-obatan, sampai dengan kesehatan.
Salah satu contoh tanggung jawab sosial yang PT Garuda Indonesia lakukan adalah
dengan memberikan layanan penerbangan kargo secara cuma-cuma untuk mengirim lauk
pauk, obat-obatan, selimut, dan air kemasan ke Jepang yang pada saat itu sedang
mengalami bencana tsunami.
4. Pensiun
Menurut perjanjian kerja bersama (PKB) antara direksi dan serikat karyawan PT
Garuda Indonesia, mereka dapat dipekerjakan sampai dengan usia 56 tahun. Namun,
akhir-akhir ini PT Garuda Indonesia sedikit menjadi sorotan atas keputusan sepihaknya
yang memberhentikan karyawannya pada usia 46 tahun. Padahal, dalam PKB tidak ada
yang menjelaskan bahwa karyawan akan diberhentikan pada usia 46 tahun. Oleh karena
itu, PT Garuda Indonesia saat ini telah didesak DPR untuk mengembalikan batas usia
pensiun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.