A.

STAINLESS STEEL
Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah senyawa besi yang
mengandung setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam).
Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung anti korosi) yang merupakan hasil
oksidasi oksigen terhadap Krom yang terjadi secara spontan. Kemampuan tahan karat diperoleh
dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses
oksidasi besi (Ferum). Tentunya harus dibedakan mekanisme protective layer ini dibandingkan
baja yang dilindungi dengan coating (misal Seng dan Cadmium) ataupun cat.

KANDUNGAN ATOM/UNSUR DAN IKATANNYA
Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit baja
stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Daya tahan Stainless Steel
terhadap oksidasi yang tinggi di udara dalam suhu lingkungan biasanya dicapai karena adanya
tambahan minimal 13% (dari berat) Krom. Krom membentuk sebuah lapisan tidak aktif ,
Kromium(III) Oksida (Cr2O3) ketika bertemu Oksigen. Lapisan ini terlalu tipis untuk dilihat,
sehingga logamnya akan tetap berkilau. Logam ini menjadi tahan air dan udara, melindungi
logam yang ada di bawah lapisan tersebut. Fenomena ini disebut Passivation dan dapat dilihat
pada logam yang lain, seperti pada Alumunium dan Titanium. Pada dasarnya untuk membuat
besi yang tahan terhadap karat, Krom merupakan salah satu bahan paduan yang paling penting.
Untuk mendapatkan besi yang lebih baik lagi, diantaranya dilakukan penambahan beberapa zat-
zat berikut; Penambahan Molibdenum (Mo) bertujuan untuk memperbaiki ketahanan korosi
pitting di lingkungan Klorida dan korosi celah unsur karbon rendah dan penambahan unsur
penstabil Karbida (Titanium atau Niobium) bertujuan menekan korosi batas butir pada material
yang mengalami proses sensitasi.Penambahan Kromium (Cr) bertujuan meningkatkan ketahanan
korosi dengan membentuk lapisan oksida (Cr2O3) dan ketahanan terhadap oksidasi temperatur
tinggi. Penambahan Nikel (Ni) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi dalam media
pengkorosi netral atau lemah. Nikel juga meningkatkan keuletan dan mampu meningkatkan
ketahanan korosi tegangan. Unsur Aluminium (Al) meningkatkan pembentukan lapisan oksida
pada temperatur tinggi.

PROSES MEMBUAT STAINLESS STEEL
Stainless steel atau baja paduan. Kandungan Kromium membuat logam non-korosif dan
mengkilap. Logam anti karat dan logam bebas noda ini digunakan secara luas dalam industri
penerbangan dan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita melalui
penggunaannya dalam alat-alat makan dan barang rumah tangga lainnya.
Baja stainless metallurgically didefinisikan sebagai paduan dengan kromium 11%. Logam ini
populer digunakan di peralatan rumah tangga dan industri, karena tidak menimbulkan korosi,
karat noda atau semudah baja biasa. Paduan ini juga disebut sebagai CRES atau baja tahan
korosi, terutama ketika paduan tidak dinilai. Nilai yang berbeda dari baja stainless mempunyai
jumlah yang berbeda dari Kromium untuk menghasilkan film yang diinginkan Kromium oksida.
Ini adalah reaksi kimia antara Kromium dan Oksigen atmosfer yang mencegah korosi
permukaan, dan sepanjang struktur internal.
Stainless steel terbuat dari bijih besi, silikon, krom, karbon, nikel, mangan dan nitrogen.
Pembuatan baja stainless terdiri dari serangkaian proses. Bahan baku yang pertama mencair
dalam tungku listrik . Mereka dikenakan setidaknya 12 jam panas intens. Selanjutnya campuran
dilemparkan ke balik lempeng mekar atau billet, sebelum mengambil suatu bentuk semi-padat.
Bentuk awal dari baja ini kemudian diproses melalui 'membentuk' operasi yang mencakup hot-
rolling ke bar, kabel, lembaran dan lempengan. Dari sini, baja dikenakan anil. Sehingga logam
ini dirawat karena tekanan internal dan sepatutnya melunak dan diperkuat. Segmen dari stainless
steel pengolahan juga disebut 'pengerasan usia' sebagai. Hal ini membutuhkan pemantauan hati-
hati dan pemanas suhu dan waktu pendinginan. Suhu penuaan serius mempengaruhi sifat logam,
sedangkan suhu yang lebih rendah menghasilkan kekuatan tinggi dan ketangguhan patah rendah,
sedangkan suhu tinggi menghasilkan kekuatan yang lebih rendah, tetapi bahan yang lebih keras.
Perlakuan panas yang terlibat dalam pembuatan stainless steel tergantung pada jenis dan grade
baja yang dihasilkan. Annealing atau perlakuan panas mengarah ke pengembangan skala. Skala
dapat dihapus melalui beberapa proses seperti:
1. Acar atau penggunaan mandi asam Nitrat-hydrofluoric.
2. Elektro-membersihkan atau penerapan arus listrik, menggunakan asam Fosfat dan
katoda.
De-scaling material diperkenalkan ke dalam proses produksi pada waktu yang berbeda,
tergantung pada jenis baja yang dihasilkan. Sementara bentuk bar dan kawat harus diperlakukan
dengan tambahan rolling panas, penempaan dan mengekstrusi, lembar dan bentuk strip melalui

proses anil setelah pencapaian panas. Stainless steel juga dipotong melalui pemotongan api. baja Inox. Dalam proses pengendalian kualitas dimonitor seluruh pembuatan dan pabrikasi baja stainless. dalam pembuatan stainless steel. sangat penting untuk memperoleh bentuk yang diinginkan dan ukuran produk akhir. Ini berarti dapat dengan mudah dibentuk atau bengkok atau digambar dalam bentuk kabel. SIFAT FISIK STAINLESS STEEL Stainless steel juga dikenal dengan nama lain seperti CRES atau baja tahan korosi. langkah terakhir dalam pembuatan stainless steel. 8. Jet pemotong plasma metode menggunakan kolom gas terionisasi mencair dan memotong logam. 6. Materi tersebut kemudian bergabung melalui pengelasan (fusi dan resistensi) dan diberi bentuk yang diinginkan. 7. Stainless steel adalah zat keras dan kuat. Tidak bisa teroksidasi dengan mudah. kandungan Krom tidak boleh kurang dari 11%. Krom. untuk bertahan hidup kuno. sebuah proses yang melibatkan penggunaan api yang dihasilkan oleh Oksigen. Propana dan bubuk besi. Komponen ini hadir dalam proporsi yang bervariasi dalam varietas yang berbeda. 9. stainless steel mampu mempertahankan kekuatan dan tahanan terhadap oksidasi dan korosi. Tahan terhadap korosi. Komponen stainless steel adalah Besi. . 2. Permukaan selesai. Sebagian varietas dari stainless steel memiliki permeabilitas magnetis. Teknik memotong melibatkan penggunaan pisau guillotine dan bilah baja kecepatan tinggi untuk blanking (meninju keluar bentuk oleh shearing) dan menggigit (memotong serangkaian lubang tumpang tindih). Mereka sangat tertarik terhadap magnet. sesuai kebutuhan. 4. Pada temperatur cryogenic. Dalam stainless steel. Stainless steel bukan konduktor yang baik (panas dan listrik). Stainless steel memiliki kekuatan ulet tinggi. Nikel. Tahap terakhir menawarkan produk ketahanan korosi yang diinginkan dan mendapatkan logam siap untuk langkah lebih lanjut industri manufaktur yang spesifik. penempaan dan ekstrusi. Pembuatan produk akhir lebih lanjut dibentuk melalui panas-rolling. 5. Cutting operasi. 3. Bahkan pada suhu yang sangat tinggi. Beberapa sifat fisik penting dari stainless steel tercantum di bawah ini: 1. sangat penting untuk mendapatkan permukaan halus dan reflektif . Materi terus diperiksa untuk sifat mekanik yang optimal. menekan. Karbon. Stainless steel dapat mempertahankan ujung tombak untuk suatu jangka waktu yang panjang. Molibdenum dan sejumlah kecil logam lainnya. stainless bisa tetap sulit berubah.

SIFAT KIMIA STAINLESS STEEL Stainless steel adalah paduan logam yang lebih disukai untuk membuat peralatan dapur. variasi-variasi kecil dalam komposisi kimia dapat digunakan untuk membuat berbagai stainless steel. Besi murni adalah unsur utama dari stainless steel. Daya Tahan Korosi Semua baja stainless mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap korosi. seperti yang diekstraksi dari bijih besi. di hadapan air. dan melindungi stainless steel dari penggunaan kasar dan kondisi lingkungan yang keras. angka-angka campuran logam yang tinggi dapat menahan korosi pada kebanyakan . Tidak hanya logam. variasi suhu dan kandungan oksigen dan aerasi medium. KEUNTUNGAN BAJA-BAJA STAINLESS 1. Angka-angka logam campuran yang rendah menahan korosi pada kondisi-kondisi ruang hampa. Sering disebut juga dengan baja tahan karat karena sangat tahan terhadap noda (berkarat). Minimal pemeliharaan dan daur ulang total peralatan stainless steel juga berkontribusi terhadap popularitas mereka. Baja stainless memiliki properti dasar perlawanan-korosi. Permukaan peralatan stainless steel yang mudah dibersihkan. karena tidak mempengaruhi rasa makanan. Besi murni adalah rentan terhadap karat dan sangat tidak stabil. Sifat kimia dan struktur baja stainless ditingkatkan menggunakan paduan lainnya. komposisi kimia logam yang digunakan. Sifat kimia bertanggung jawab atas ketahanan korosi dan struktur mekanik dari baja stainless yang penting untuk memilih nilai sempurna untuk aplikasi yang diperlukan. Karbon dan Silikon yang digunakan untuk membuat stainless steel. Karat besi adalah karena reaksi dengan oksigen . Faktor-faktor yang mempengaruhi properti ini adalah komposisi kimia dari media korosif. Stainless steel adalah nama universal untuk paduan logam. tetapi juga non-logam seperti Nitrogen. yang terdiri dari Kromium dan Besi. Konstituen kecil lainnya dari baja adalah Nikel. Kandungan kecil Nikel meningkatkan ketahanan korosi lebih lanjut. Pitting atau jaringan parut dihindari dengan menambahkan Molybdenum untuk baja. Titanium. Nitrogen dan Molibdenum. yang mencegah kerusakan mekanik dan kimia. Dengan demikian. Kromium membentuk lapisan transparan dan pasif kromium oksida. Vanadium dan Tembaga adalah paduan yang membuat stainless steel lebih cocok untuk keperluan tertentu.

namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memperbaiki sifat-sifat SS sesuai aplikasi-nya. 6. Ferritic. 7. asam. Daya Tahan Suhu Rendah dan Tinggi Beberapa angka akan menahan penskalaan dan pengaturan daya yang tinggi pada suhu-suhu yang sangat tinggi. Baja-baja stainless mungkin diperlakukan panas untuk membuat komponen-komponen daya yang sangat tinggi. Menurut sifat kimia dari stainless steel lima golongan utama SS adalah Austenitic. 2. Kesenangan Pembuatan (Ease of Fabrication) Mayoritas baja-baja stainless dapat dipotong. Baja stainless ini diatur dengan mudah dan sederhana menghasilkan kualitas yang tinggi. 5. Kategori SS tidak halnya seperti baja lain yang didasarkan pada persentase karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Daya Sifat-sifat kekerasan yang dibentuk profil logam dengan temperature indin dari kebanyakan baja-baja stainless dapat digunakan dalam merancang mengurangi ketebalan bahan dan mengurangi berat dan beaya. 3. penampilannnya menyenangkan. sampai ke grade Super Autenitic SS seperti 904L (dengan kadar Krom dan Nikel lebih tinggi serta unsur tambahan Mo sampai 6%). larutan alkalin. Pertimbangan Estetika Baja-baja stainless tersedia pada kebanyakan lapisan-lapisan penutup permukaan. dan dibuat dengan mudah. JENIS STAINLESS STEEL Meskipun seluruh kategori SS didasarkan pada kandungan krom (Cr).dapur. Martensitic. Duplex dan Precipitation Hardening SS. dibentuk. Molybdenum (Mo). Austenitic Stainless Steel Austenitic SS mengandung sedikitnya 16% Krom dan 6% Nikel (grade standar untuk 304). sementara yang lain menunjukkan pengecualian kekerasan pada suhu-suhu cryogenic. 1. dilas. Karakteristik Jalan Kehidupan Baja stainless adalah sebuah bahan yang pemeliharaannya rendah dan tahan lama dan sering merupakan pilihan paling sedikit mahal dalam perbandingan beaya jalan kehidupan. Sifat-sifat Higienis Kemampuan membersihkan dari baja-baja stainless menjadikan pilihan- pilihan utama di rumah sakit.rumah sakit. 4. fasilitas proses farmasi dan makanan. dimesinkan. bahkan pada suhu dan tekanan yang dinaikkan. Titanium (Ti) atau Copper (Co) . dapur. dan lingkungan-lingkungan yang menghasilkan klorida .

2. Sifat-sifat Dasar Baja Austenitic: 1. dan lingkungan laut. Cukup untuk peningkatan daya tahan korosi yang bagus dengan kandungan Chromium. 4. Austenitic cocok juga untuk aplikasi temperature rendah disebabkan unsur Nikel membuat SS tidak menjadi rapuh pada temperatur rendah.berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap temperatur serta korosi. Ferritic Stainless Steel Kelompok logam campuran ini biasanya hanya mengandung Kromium. Tetapi kekurangan ini telah diperbaiki pada grade 434 dan 444 dan secara khusus pada grade 3Cr12.5 . kemampuan pembuatan dan sifat kenyal yang sangat bagus 4. Grade 431 memiliki Krom sampai 16% tetapi mikrostrukturnya masih martensitic disebabkan hanya memiliki Nikel 2%.1. Tidak mengandung magnit (jika dikuatkan) 6. Kemampuan mengelasnya sedikit. Sifat-sifat Dasar Baja Martensitic: . Kemampuan membentuknya tidak sebagus austenitic.2%) misal grade 410 dan 416. Merupakan baja pertama yang dikembangkan secara komersial (sebagai cutlery). Kemampuan mengelas yang sangat bagus (semua proses) 3. Sifat-sifat suhu tingginya bagus dan suhu rendahnya sangat bagus (kekerasan tinggi pada semua suhu) 5. 3. Kemampuan membentuk. Martensitic Stainless Steel SS jenis ini memiliki unsur utama Krom (masih lebih sedikit jika dibanding Ferritic SS) dan kadar karbon relatif tinggi (0. industri. 2. Dapat dikeraskan hanya dengan dibentuk profil logam dengan temperatur dingin (logam- logam campuran ini tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas) 2. Daya tahan korosi yang sangat bagus dalam asam organik. Tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan selalu digunakan dalam magnet yang dikuatkan.18 % seperti grade 430 dan 409. Ketahanan korosi tidak begitu istimewa dan relatif lebih sulit di fabrikasi / machining.1 . 3. dengan keseimbangan kebanyakan Fe. Logam-logam campuran ini merupakan baja-baja stainless Kromium yang sederhana dengan kandungan Kromium 10. Sifat-sifat Dasar Baja Ferritic: 1. Jenis Ferritic agak sedikit kurang mempunyai sifat kenyal daripada jenis austenitic.

Sementara kekuatannya lebih baik dibanding austenitic SS (yang di annealing) kira-kira 2 kali lipat. Duplex SS ketahanan korosinya sedikit lebih baik dibanding 304 dan 316 tetapi ketahanan terhadap pitting corrosion jauh lebih baik dibanding 316.  Perenggangan dan kuat luluh yang lebih tinggi dari baja-baja austenitic dan ferritic. Bersifat magnetic 4. Daya tahan korosinya sedang. Kemampuan mengelasnya kurang. Ketangguhannya Duplex SS akan menurun pada temperatur dibawah . Titanium (Ti). 5. Sehingga gerakan deformasi menjadi terhambat dan memperkuat material SS. Duplex ferritic-austenitic memiliki kombinasi sifat tahan korosi dan temperatur relatif tinggi atau secara khusus tahan terhadap Stress Corrosion Cracking.  Daya tahan yang dinaikkan pada serangan ion Klorida. kemampuan membentuk yang baik. . 1. Proses penguatan umumnya terjadi pada saat dilakukan pengerjaan dingin (cold work).5-4%. Sebagai tambahan. Duplex SS seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama menyatakan persentase Krom dan dua angka terakhir menyatakan persentase Nikel) memiliki bentuk mikrostruktur campuran austenitic dan ferritic. Sifat-sifat Dasar Baja Duplex:  Daya tahan yang tinggi untuk menekan keretakan korosi. Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas dan oleh karena itu tingkat kekerasan dan daya tahannya tinggi. Duplex Stainless Steel Disebut Duplex dikarenakan kandungan Nikel tidak cukup untuk menghasilkan susunan austenitic secara penuh dan hasil kombinasi susunan ferritic dan austenitic.50 oC dan diatas 300 oC. Kebanyakan baja Duplex mengandung Mo dalam jarak 2. Meskipun kemampuan Stress Corrosion Cracking-nya tidak sebaik ferritic SS tetapi ketangguhannya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan ferritic SS dan lebih buruk dibanding austenitic SS. 2. 3. Pembentukan ini disebabkan oleh penambahan unsur tembaga (Cu). 4. Precipitation Hardening Steel Precipitation hardening stainless steel adalah SS yang keras dan kuat akibat dari dibentuknya suatu presipitat (endapan) dalam struktur mikro logam.  Kemampuan peleburan. Niobium (Nb) dan Alumunium.

untuk membentuk Kromium oksida. Namun. Sifat-sifat Dasar Baja Precipitation Hardening  Hambatan korosi yang sedang sampai baik  Kemampuan mengelas yang baik  Bersifat magnetic  Dapat dikeraskan Mengapa Properti dari Stainless Steel begitu berbeda? Sifat dari baja stainless sangat berbeda karena konstituennya. kromium oksida terbentuk. kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan Kromium oksida oleh efek kimia cairan tidak dapat disembuhkan. namun dapat melawan oksidasi. Akibatnya. Besi yang digunakan untuk pembuatan baja stainless diekstraksi dari bijih mineralnya. Hal ini terjadi karena cairan mencegah baja untuk kontak dengan oksigen. proses penyembuhan diri dari oksida Kromium akan bekerja hanya jika ada oksigen dalam jumlah yang cukup. sulit pasif. Biasanya. Karbon memungkinkan stainless steel untuk mendapatkan ujung yang tajam dan juga memfasilitasi dalam mempertahankan ketajaman tepi untuk jangka waktu yang panjang. Tingginya kandungan Kromium dalam stainless steel bertanggung jawab untuk tahan korosi propertinya. . stainless steel tidak berkarat karena terkena udara dan kelembaban. Dalam rangka meningkatkan tingkat resistensi lebih lanjut. mampu memperbaiki kerusakan. Oleh karena itu. Hal ini melekat pada permukaan stainless steel dalam bentuk lapisan. itu membantu membuat baja lebih tangguh. Dalam hal permukaan lapisan ini rusak karena beberapa efek kimia atau mekanis. sekarang Kromium dalam stainless steel bereaksi dengan oksigen di udara. Molibdenum (Mo) hadir dalam stainless steel membantu dalam mencegah jenis tertentu korosi lokal seperti pitting. Jika kadar karbon dari baja stainless meningkat. memiliki kecenderungan alami untuk bereaksi dengan udara atmosfer dan air yang mengarah pada pembentukan karat. Ketangguhan dari stainless steel ada di rekening kehadiran karbon di dalamnya. stainless steel digunakan untuk keperluan pembuatan alat-alat makan dapur dan peralatan masak harus memiliki jumlah yang lebih tinggi Kromium. ketika beberapa zat cair disimpan dalam wadah stainless steel untuk jangka waktu yang panjang. Meskipun komponen utama stainless steel adalah besi. Namun. Hal ini karena. Besi dalam bentuk paling murni. kami mungkin melihat bagian dalam wadah akan berkarat. Nikel digunakan.

gas-gas proses (misal gas asap hasil buangan ruang bakar atau reaksi kimia lainnya). Pada umumnya. korosi menyebabkan beberapa masalah seperti : 1. hal ini sangat dihindari khususnya pada proses produksi makanan. Pada keadaan dimana protective layer tidak dapat lagi terbentuk. logam yang berlainan jenis dan saling berhubungan dan sebagainya. maka protective layer akan segera terbentuk secara spontan. 3. Daya tahan korosi SS disebabkan lapisan yang tidak terlihat (invisible layer) yang terjadi akibat oksidasi SS dengan oksigen yang akhirnya membentuk lapisan pelindung anti korosi (protective layer). Dekorasi permukaan material menjadi tidak menarik disebabkan kerak karat ataupun lubang-lubang 4. Banyak media yang dapat menjadi penyebab korosi. tetapi pemilihan stainless steel yang tepat mesti disesuaikan dengan aplikasi yang tepat pula. Terbentuknya lubang-lubang kecil/ halus pada tangki dan pipa-pipa sehingga menyebabkan kebocoran cairan ataupun gas.Korosi Secara Umum Stainless Steel (SS) secara mendasar bukanlah logam mulia seperti halnya Emas (Au) & Platina (Pt) yang hampir tidak mengalami korosi karena pengaruh kondisi lingkungan. sementara SS masih mengalami korosi. Terbentuknya karat-karat yang mungkin mengkontaminasi zat atau material lainnya. Jika lapisan oksida SS digores/terkelupas. seperti halnya udara. patah dan sebagainya. B. Sumber oksigen bisa berasal dari udara maupun air. maka korosi akan terjadi. Walaupun demikian kondisi lingkungan tetap menjadi penyebab kerusakan protective layer tersebut. tentunya jika kondisi lingkungan cukup mengandung oksigen. 2. Jenis-Jenis Korosi Pada Stainless Steel Meskipun alasan utama penggunaan stainless steel adalah ketahanan korosinya. cairan/ larutan yang bersifat asam/basa. BAJA . bengkok. Secara umum protective layer terbentuk dari reaksi Kromium + oksigen secara spontan membentuk Krom-oksida. akibatnya dapat terjadi retak. Menurunnya kekuatan material disebabkan penyusutan/ pengurangan ketebalan/ volume material sehingga ‘strength‘ juga menurun. Material lain yang memiliki sifat sejenis antara lain Titanium (Ti) dan juga Aluminium (Al).

30% C. mangan. Sedangkan menurut kadar zat arangnya. alat potong. berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. pipa.60% . . Sifatnya sulit dibengkokkan. boron. fosfor. titanium. banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan cangkul.8% C (baja hypoeutectoid). vanadium dan niobium.2% hingga 2.0.50% digunakan untuk rangka mobil. himpunan ferrit dan perlit (bawah perlitis).50% .1. 2008). rantai. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength). dilas dan dipotong (Arifin dkk. rahang ragum. Baja karbon menengah dengan kadar karbon 0. namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility). 2010). kegunaannya yaitu untuk pembuatan obeng.0.20% . Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0. Untuk kadar karbon 0. baja dibedakan menjadi tiga kelompok utama baja bukan paduan yaitu baja dengan kandungan kurang dari 0. Penggunaannya untuk komposisi 0.0.0. himpunan perlit dan sementit (atas perlitis) (Mulyadi. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna hitam.60% digunakan untuk palu dan eretan pada mesin. ada elemen lain yang ditambahkan untuk membedakan karakteristik antara beberapa jenis baja diantaranya: mangan. dan mata gergaji. dipotong. sifatnya mudah ditempa dan mudah di kerjakan pada proses permesinan. nitrogen dan aluminium. poros. dilas. nikel. rails. dan baja dengan kandungan lebih dari 0. mata bor. meja pisau.30% . bangunan. ketel dan obeng. baja ini untuk pembuatan baja perkakas. Sifatnya sulit untuk dibengkokkan. termasuk karbon. Selain itu.05% . paku dan komposisi karbon 0. baut. logam besi sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya. Menurut komposisi kimianya baja karbon dapat klasifikasikan menjadi tiga.60%.20% C biasanya untuk bodi mobil.0. Baja karbon tinggi dengan kandungan 0. krom.8% C (baja hypereutectoid).30% C digunakan untuk roda gigi. Baja adalah logam paduan. bangunan.8% C (baja eutectoid atau perlitis). crankshafts. Penggunaan untuk kadar karbon 0.0.30% .40% . yaitu Baja karbon rendah dengan kadar karbon 0.40% untuk batang penghubung pada bagian automotif. silikon. baja dengan kandungan 0. jembatan. sulfur.1% berat sesuai grade-nya. dan sebagian kecil oksigen. Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Untuk kadar karbon 0. palu tempa.50% C. molybdenum. paku keeling. terdiri atas perlit murni. kekuatannya lebih tinggi dari pada baja karbon rendah.0. sekrup.[1] Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya.05% .

Meningkatkan kekuatan. kekenyalan. kerak. Titanium (Ti). ketahanan terhadap panas dan karat. kemampuan diperkeras. dan ketahanan terhadap keras. Tetapi menurunkan regangan. karat dan asam. 1. batas rentang. tetapi menurunkan regangan. tetapi menurunkan regangan (dalam tingkat kecil). ketahanan panas dan batas kelelahan. meningkatkan kekuatan. tahanan listrik (kawat pemanas). Mangan (Mn). 2010). meningkatkan kekerasan. 4. kemampuan untuk dapat di temper menyeluruh. kerapuhan pelunakan. kekuatan panas. meningkatkan keuletan. ketahanan terhadap normalisasi dan daya sayat. kekuatan panas. 1. kekerasan. kemampuan untuk dapat ditemper menyeluruh. 3. Silisium (Si). Kobalt (Co). Wolfram (W). ketahanan karat. batas rentang. Nikel (Ni). karena itu merupakan kawat las. pemudahan pemolesan. kekuatan. Krom (Cr). kekuatan. 7. meningkatkan kekuatan tarik. 2. ketahanan aus. kemampuan untuk dapat ditemper menyeluruh.PENGARUH UNSUR PADUAN PADA BAJA Pengaruh unsur-unsur paduan dalam baja adalah sebagai berikut (Mulyadi. mempertahankan sifatnya hingga 400 C. ketahanan panas. ketahanan aus. suhu pijar pada perlakuan panas. dan ketahanan lelah. 5. tetapi menurunkan regangan. kekuatan. ketahanan karat dan panas. ketahanan aus. meningkatkan kekuatan. batas rentang ketahanan aus. Molibdenum (Mo). batas rentang panas. memiliki kekuatan yang sama seperti baja. 6. suhu pijar pada perlakuan panas. meningkatkan kekerasan. tetapi menurunkan kepekaan terhadap sengatan panas yang melewati batas pada perlakuan panas. tetapi menurunkan kemampuan serpih. 9. Baja paduan rendah Bila jumlah unsur tambahan selain karbon lebih kecil dari 8% (menurut Degarmo. penguatan pada pembentukan dingin. pengerasan menyeluruh. 8. kekerasan. daya hantar listrik dan kejenuhan magnetis. tetapi menurunkan kecepatan pendinginan regangan panas. . kemampuan untuk dapat ditempa dan dilas. Berdasarkan persentase paduannya a. meningkatkan kekerasan. batas rentang. Vanadium (V). terkandung dalam jumlah kecil di dalam semua bahan besi dan dibubuhkan dalam jumlah yang lebih besar pada jenis-jenis istimewa.

35%C.03%P. Sumber lain.75%Cr.06%<8%]> b. 0.35% C. 3. sifat mekaniknya meningkat oleh heat treatment (hardening &tempering) b. Mn.5%W [Dalam hal ini 6. 4. 4. Karbid atau ledeburit Terdiri sejumlah karbon dan unsur-unsur pembentuk karbid (Cr. Mn atau CO) Misalnya : Baja tahan karat (Stainless steel).5%Mn. Baja austenit Terdiri dari 10 – 30% unsur pemadu tertentu (Ni. Berdasarkan strukturnya: a. 1% Cr. sangat keras dan sukar dimesin c.3% Ni dan 1% Mo. misalnya : suatu baja terdiri atas 1. 0. Sebagai contoh baja paduan yang terdiri: 0. d. Tidak dapat dikeraskan. e. 0. Ti.5%Cr. Zr). 0. Berdasarkan penggunaan dan sifat-sifatnya . 0. 2. misalnya Smith dan Hashemi menyebutkan 4%). Baja tiga komponen Terdiri satu unsur pemadu dalam penambahan Fe dan C. Baja martensit Unsur pemadunya lebih dari 5 %. Baja pearlit (sorbit dan troostit) Unsur-unsur paduan relatif kecil maximum 5% Baja ini mampu dimesin. 4. W. W atau Si) tetapi karbonnya rendah.03%S. Berdasarkan jumlah komponennya: a. Baja empat komponen atau lebih Terdiri dua unsur atau lebih pemadu dalam penambahan Fe dan C.25%C. misalnya : baja HSS (High Speed Steel) atau SKH 53 (JIS) atau M3-1 (AISI) mempunyai kandungan unsur : 1. Baja paduan tinggi Bila jumlah unsur tambahan selain karban lebih dari atau sama dengan 8% (atau 4% menurut Smith dan Hashemi). b.35%Si. nonmagnetic dan baja tahan panas (heat resistant steel). Baja ferrit Terdiri dari sejumlah besar unsur pemadu (Cr.

Baja dengan sifat fisik khusus Dibedakan lagi menjadi tiga golongan. 0. yaitu baja tahan karat (mengandung 0. 9 W. Baja konstruksi (structural steel) Dibedakan lagi menjadi tiga golongan tergantung persentase unsur pemadunya. Biasanya terdiri dari 0. 4% Cr dan 2-2.4% Mo.kecepatan potong. 0. baja tahan panas (yang mengandung 12-14% Cr tahan hingga suhu 750-800oC. 23% Si. Baja paduan istimewa Baja paduan istimewa lainnya terdiri 35-44% Ni dan 0. yang lainnya terdiri dari 2-2. a. ada yang terdiri dari 13-15% Cr. komposisinya tergantung bahan dan tebal benda yang dipotong/disayat.5 %). dan 1% V. d. yaitu baja paduan rendah (maksimum 2 %). atau terdiri dari 0. b.4-0. Digunakanuntuk pegas arloji dan berbagai alat ukur fisika. Baja perkakas (tool steel) Dipakai untuk alat-alat potong. c.dan baja tahan pakai pada suhu tinggi (ada yang terdiri dari 23-27% Cr.8% C. 13-15% Ni.memiliki koefisien muai yang rendah yaitu : • Invar : memiliki koefisien muai sama dengan nol pada suhu 0 – 100 °C. 18% W. suhu kerja. digunakan untuk alat ukur presisi. 18- 21% Ni. yaitu baja perkakas paduan rendah (kekerasannya tak berubah hingga pada suhu 250 °C) dan baja perkakas paduan tinggi (kekerasannya tak berubah hingga pada suhu 600°C).9% C.35% C. karat dan goresan/gesekan .5% V. • Platinite : memiliki koefisien muai seperti glass.7%W. sebagai pengganti platina. Baja paduan jenis ini dibedakan lagi menjadi dua golongan. • Elinvar : memiliki modulus elastisitet tak berubah pada suhu 50°C sampai 100°C.25-0.45% C dan 12-14% Cr).5% C). baja paduan tinggi (lebih dari 5 %). baja paduan menengah (2. Baja Paduan dengan Sifat Khusus • Baja Tahan Karat (Stainless Steel) Sifatnya antara lain: – Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas.10. sementara yang mengandung 15-17% Cr tahan hingga suhu 850- 1000oC). 4% Cr. e. Sesudah di-heat treatment baja jenis ini sifat-sifat mekaniknya lebih baik dari pada baja karbon biasa.

tahan panas. – Tahan temperature rendah maupun tinggi – Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil – Keras. • Baja Perkakas (Tool Steel) Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai. karena baja ini banyak mengandungtungsten dan molybdenum sehingga sifatnya keras. kuat dan ulet. – Tahan terhadap oksidasi – Kuat dan dapat ditempa – Mudah dibersihkan – Mengkilat dan tampak menarik • High Strength Low Alloy Steel (HSLA) Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi. tahan terhadap abrasi. tahan terhadap korosi.Banyak dipakai untuk pahat. sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). liat. mula- mula dipanaskan hingga(300 – 500) ºC dan didinginkan perlahan-lahan. palu dan pisau. – High speed steel (tipe T dan M). Chromium (Cr). nikel (Ni). Untuk mendapatkan sifat-sifat di atas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan unsur-unsur seperti: tembaga (Cu). merupakan hasil paduan baja dengan tungsten dan molybdenum tanpa dilunakkan. ulet. diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan yang berbeda-beda. tajam atau mudah diasah. Kelompok dari tool steel berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang diberikan antara lain: – Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tipe W oleh AISI). . – Cool work tool steel. mudah dibentuk. Shock resisting (Tipe S). Vanadium (Va) dan Columbium. memiliki sifat kuat dan ulet dan tahan terhadap beban kejut dan repeat loading. Molybdenum (Mo). anti bocor. – Hot Work Steel (tipe H). Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak sedangkan tipe Adan D didinginkan di udara. densitasnya besar dan permukaannya tahan aus. Dengan sifatnya yang tidak mudah tumpul dan tahanpanas tetapi tidak tahan kejut.

b. Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus: • Baja tahan garam (acid-resisting steel) • Baja tahan panas (heat resistant steel) • Baja tanpa sisik (non scaling steel) • Electric steel • Magnetic steel • Non magnetic steel • Baja tahan pakai (wear resisting steel) • Baja tahan karat/korosi c. 5. – Campuran carbon-tungsten (tipe F). Klasifikasi lain antara lain : a. Selain itu baja juga diklasifisikan menurut kualitas: • Baja kualitas biasa • Baja kualitas baik • Baja kualitas tinggi STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON . Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu: • Baja karbon konstruksi (carbon structural steel) • Baja karbon perkakas (carbon tool steel) • Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel) • Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel) • Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel) d.7 % C. mengandung karbon lebih dari 0.7 % C. Menurut penggunaannya: • Baja konstruksi (structural steel). • Baja perkakas (tool steel). mengandung karbon kurang dari 0. sifatnya adalah keras tapi tidak tahan aus dan tidakcocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur tinggi.

Pada lembaran baja kadar karbon sangat rendah atau ultra rendah. Ferrite adalah salah satu fasa penting di dalam baja yang bersifat lunak dan ulet. Pada kadar karbon lebih tinggi akan mulai terbentuk endapan cementite atau fase pearlite pada batas butirnya . misalnya untuk badan dan rangka kendaraan serta komponen-komponen otomotif lainnya. Baja karbon rendah umumnya memiliki kadar karbon di bawah komposisi eutectoid dan memiliki struktur mikro hampir seluruhnya ferrite. alpha-ferrite akan berubah menjadi gamma-austenite saat dipanaskan melewati temperature 910oC. Selain larutan padat alpha-ferrite yang dalam kesetimbangan dapat ditemukan pada temperatur ruang terdapat fase-fase penting lainnya. Logam Fe bersifat polymorphism yaitu memiliki struktur kristal berbeda pada temperatur berbeda. Pada Fe murni. Baja karbon rendah atau sangat rendah. banyak digunakan untuk proses pembentukan logam lembaran. Seluruhnya Ferrite. Pada kadar karbon lebih dari 0. (Alpha dan Delta) Ferrite dalam hal ini memiliki struktur kristal BCC sedangkan (Gamma) Austenite memiliki struktur kristal FCC.05% akan terbentuk endapan karbon dalam bentuk hard intermetallic stoichiometric compound (Fe3C) yang dikenal sebagai cementite atau carbide. mendekati 1400oC gamma-austenite akan kembali berubah menjadi delta-ferrite. jumlah atom karbon-nya bahkan masih berada dalam batas kelarutannya pada larutan padat sehingga struktur mikronya adalah ferrite seluruhnya Struktur Mikro Baja Karbon Ultra Rendah. misalnya. yaitu delta-ferrite dan gamma-austenite. Baja jenis ini dibuat dan diaplikasikan dengan mengeksploitasi sifat-sifat ferrite. Pada temperatur yang lebih tinggi.

SIFAT-SIFAT KUNINGAN Kuningan memiliki warna kuning diredam yang agak mirip dengan emas. Salah satu parameter penting yang menunjukkan hal tersebut. perunggu pada prinsipnya paduan tembaga dan timah. tenor tanduk. roda gigi. euphonium. C. KUNINGAN Kuningan adalah paduan tembaga (Cu) dan seng (Zn). Meskipun saksofon diklasifikasikan sebagai instrumen Eropa dan harmonika adalah telepon udara buluh gratis. dan katup. Perunggu tidak selalu mengandung timah. Jarak antar carbide di dalam pearlite secara khusus dikenal sebagai interlamellar spacing atau spasi antar lamel atau lembaran. cornet. Kuningan adalah paduan substitusi. komposisi seng dan tembaga dapat bervariasi untuk menciptakan berbagai kuningan dengan sifat yang berbeda-beda. dan silikon. Struktur Mikro Baja Karbon Rendah Sifat cementite atau carbide yang keras dan getas berperan penting di dalam meningkatkan sifat-sifat mekanik baja. Sebagai perbandingan. fosfor. dan berbagai paduan tembaga. A mean ferrite path menunjukkan jarak antar cementite. bantalan. termasuk paduan dengan arsenik. kuningan dipoles sering digunakan sebagai cermin. mangan. sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya adalah a mean ferrite path. dan French horn. Kelenturan dan sifat akustik dari kuningan telah menjadi logam pilihan untuk instrumen musik kuningan seperti trombon. untuk aplikasi di mana gesekan rendah diperlukan seperti kunci. gagang pintu. baik pada pearlite maupun sphreodite. Biasanya disebut "perunggu ". Dalam pipa organ . terompet. juga digunakan dalam ritsleting. amunisi. Pada jaman dahulu. keduanya juga sering dibuat dari kuningan. aluminium. Hal ini digunakan untuk dekorasi untuk tampilan terang seperti emas. tuba. Hal ini relatif tahan terhadap noda dan sering digunakan sebagai hiasan dan untuk koin.

JENIS-JENIS KUNINGAN 1.02% timah. Kuningan Aich. tergantung pada komposisi) dan karakteristik aliran yang membuatnya bahan relatif mudah untuk cor. Kuningan Alpha. Kuningan Alpha-beta (Muntz).4-8. 1. Kuningan Cartridge. Memiliki kandungan seng kurang dari 35%. Dirancang untuk digunakan dalam pelayanan laut karena sifatnya yang tahan korosi. Dengan memvariasikan proporsi dari tembaga dan seng.74% besi. keras. Kuningan Aluminium. memiliki sifat kerja yang baik pada suhu dingin. Memo kuningan dikumpulkan dan diangkut ke pengecoran di mana ia mencair dan menampilkannya kembali ke billet. . Bekerja dengan baik pada suhu dingin. Kuningan dr arsenikum.73 gram per sentimeter kubik). 4. yang mengalahkan terhadap bawang merah (atau mengalahkan "melalui" bawang merah dalam kasus "bebas" buluh). Mengandung 30% seng. 3. sering juga disebut sebagai kuningan dupleks. 6. mengandung 30% seng. dan tangguh. Billet yang dipanaskan dan diekstrusi menjadi bentuk yang diinginkan dan ukuran.66% tembaga. Karena kuningan tidak feromagnetik. Bekerja baik pada pada suhu panas. 7. Saat ini hampir 90% dari semua paduan kuningan daur ulang. Mengandung aluminium yang menghasilkan sifat peningkatan ketahanan korosi. mengandung 35-45% seng. Berisi penambahan arsenik dan aluminium. memungkinkan kuningan keras dan lembut.58% seng. dan 1.303 / inci kubik. 2. Kuningan Admiralty. 5. kuningan strip (disebut bahasa) digunakan sebagai alang-alang. 8400-8730 kilogram per meter kubik (setara dengan 8. sifat-sifat kuningan dapat diubah. 36.keluarga buluh. dan 1% timah. dapat dipisahkan dari skrap besi dengan melewati memo dekat magnet yang kuat. Titik leleh yang relatif rendah dari kuningan (900-940 ° C. Mengandung 60. Kuningan memiliki kelenturan yang lebih tinggi dari perunggu atau seng. Kepadatan dari kuningan adalah sekitar £ 0.

Kuningan Merah. foil. strip. mengandung 85% tembaga. paduan tembaga-timbal-seng. mengandung 15% seng. 17. Foil seperti strip. Kuningan tersedia dalam berbagai bentuk termasuk pelat. 5% timbal. Kuningan Bertimbal. 15. 10. banyak digunakan untuk pegas. 9. Lembar biasanya memiliki ukuran keseluruhan yang sama seperti piring tetapi tipis. terdiri dari 70% tembaga. Kuningan Putih. kawat. batang. Beberapa foil kuningan bisa setipis 0. dikendalikan untuk menghasilkan kuningan yang diinginkan. Kuningan nikel. kuningan yang digunakan dalam pembuatan koin dolar emas di Amerika Serikat. strip. Plate bersifat besar. lembaran. Kuningan Kuning. Kuningan Tombac. 29% seng. Kuningan Bebas Timbal. digunakan untuk membuat koin mata uang Poundsterling. Bentuk dan sifat dari logam ini kemudian diubah melalui serangkaian operasi dengan hati-hati. 11. mengandung 37% seng. 12. adalah kuningan dengan persentase kecil arsenik.5% seng. Sifatnya sangat rapuh untuk penggunaan umum. hanya jauh lebih tipis. 24. 18. mengandung seng lebih dari 50%. dan 5% seng. dan billet tergantung pada aplikasi akhir. memiliki kekuatan tarik tinggi. mirip dengan kuningan admiralty. dan 1. 5% timah. Kuningan Tinggi. adalah istilah Amerika untuk kuningan yang mengandung 33% seng. Proses Manufaktur Pembuatan Kuningan Proses Manufaktur atau Proses Produksi yang digunakan untuk memproduksi kuningan melibatkan kombinasi bahan baku yang sesuai ke dalam logam cair yang diperbolehkan untuk memperkuat. memiliki sifat warna keemasan. Seperti sepotong kayu yang digunakan pada konstruksi bangunan. 8. Strip terbuat dari lembaran yang telah dipotong-potong menjadi panjang. Kuningan Tonval (Juga disebut dengan CW617N atau CZ122 atau OT58). Kuningan Angkatan Laut. Kuningan DZR atau dezincification. 13. dan 5. . Kuningan Mangan. Kuningan umum atau kuningan paku keling.3% mangan. sekrup. Kuningan Rendah. Perbedaan antara pelat. Sering digunakan dalam aplikasi produk perhiasan. paduan tembaga-seng mengandung 20% seng. mengandung 40% seng dan 1% timah. potongan persegi panjang dari kuningan dengan ketebalan lebih besar dari sekitar 5 mm. 14. dan foil adalah ukuran keseluruhan dan ketebalan bahan.013 mm.5% nikel. lembaran. murah dan standar sifat kerja baik pada suhu dingin. bar. 16. Mengandung 70% tembaga. datar. dan paku keling. mengandung 65% tembaga dan 35% seng.

Sejumlah bahan tembaga yang tepat sesuai takaran paduan ditimbang dan dipindahkan ke dalam tungku peleburan dalam suhu sekitar 1920° F (1050° C). Suhu tergantung pada bentuk akhir dan sifat kuningan. Dalam beberapa operasi penuangan dilakukan terus- menerus untuk menghasilkan lembaran yang panjang. 1.Proses manufaktur yang sebenarnya tergantung pada bentuk dan sifat kuningan yang diinginkan. seng ditambahkan setelah tembaga mencair. Berikut ini adalah proses manufaktur yang biasa digunakan untuk memproduksi kuningan foil dan strip. Logam cair paduan tembaga dan seng dituang ke dalam cetakan. Anealling and Cold Rolling 1. 2. suasana di dalam tungku diisi dengan gas netral seperti nitrogen untuk mencegah kuningan bereaksi dengan oksigen dan membentuk oksida yang tidak diinginkan pada permukaannya. Diperbolehkan untuk memperkuat ke dalam lembaran. Bila logam cair paduan tembaga dan seng sudah cukup dingin untuk dipindahkan. kuningan. Sebelum kuningan dapat diperpanjang lebih lanjut. 3. Pada proses hot rolling kuningan kehilangan kemampuan untuk diperpanjang lebih lanjut. Sejumlah seng yang sudah ditimbang agar sesuai paduan disiapkan. Mesin ini akan memotong lapisan tipis dari permukaan luar kuningan untuk menghapus oksida yang mungkin telah terbentuk pada permukaan sebagai akibat dari paparan logam panas ke udara. Hot Rolling 1. Logam ditempatkan dalam tungku dan dipanaskan hingga mencapai suhu yang diinginkan. yang sekarang sudah dingin melewati mesin penggilingan yang disebut calo. mereka dikeluarkan dari cetakan dan dipindah ke tempat penyimpanan. Proses ini disebut annealing. terlebih dahulu kuningan harus dipanaskan untuk meringankan kekerasan dan membuatnya lebih ulet. 2. 3. Dalam metode tersebut. Sekitar 50% dari total seng dapat ditambahkan untuk mengkompensasi seng yang menguap selama operasi peleburan antara tembaga dan seng. Jika ada bahan lain yang diperlukan untuk perumusan kuningan tertentu mereka juga dapat di tambahkan. . Suhu annealing berbeda-beda sesuai dengan komposisi kuningan dan properti yang diinginkan. Logam yang dipanaskan tersebut kemudian di teruskan menuju mesin penggilingan.

Kuningan ini memiliki kekuatan tarik sebesar 350 N/mm2. Mereka kemudian dipotong menurut ukuran. 3. 2. Strip kuningan mungkin akan diberi rolling dingin akhir untuk mengencangkan toleransi pada ketebalan atau untuk menghasilkan permukaan akhir yang sangat halus. Hasil dari proses sebelumnya kemudian melalui serangkaian rol lain untuk mengurangi ketebalan mereka menjadi sekitar 2. Kuningan dengan paduan seng 39% akan menghasilkan jenis kuningan α (α brass). dikirim ke gudang. Proses ini disebut rolling dingin karena suhu kuningan jauh lebih rendah dari suhu selama rolling panas. Finish Rolling 1. Strip kuningan juga mungkin akan diberi rolling akhir sebelum dipotong panjang. Semakin ketebalan berkurang. DIAGRAM FASE KUNINGAN Berikut ini adalah gambar diagram phasa kuningan . ditumpuk. dan disimpan. 2. semakin kuat kuningan yang tercipta. dan dikirim ke rumah industri. proses diatas menghasilkan strip kuningan. dan meningkatkan kekuatan dan kekerasan. Pada titik ini. Strip kuningan tersebut kemudian dapat diberi asam untuk membersihkannya. kekuatan. dan derajat kekerasan.5 mm. digulung. Dan elongation atau regangan sebesar . Langkah 1 dan 2 dari anealling and cold rolling dapat diulangi berkali-kali untuk mencapai ketebalan kuningan yang diinginkan. 4. Rolling dingin mengakibatkan deformasi struktur internal dari kuningan.

Kemudian pada paduan antara 46% . logam bisa dicairkan dan dibentuk lagi. seperti perkakas dan senjata. Alat penukar panas yang baik(biasa digunakan pada onderdil kendaraan) 3.000 tahun lalu manusia menemukan cara mengolah logam. Dan yang terakhir kuningan dengan paduan seng 50% . Tapi lambat laun perajin belajar mengolah logam dengan cara memanaskannya sampai cair. Lalu logam cair itu dituang ke cetakan.50 mm. Perunggu lalu diketahui lebih keras dan lebih tahan lama dibandingkan dengan logam lain serta bisa dibuat tajam. tempat kota pertama dibangun. Keunggulan logam adalah bisa dibuat menjadi bentuk yang rumit. Jika patah. Kuningan ini memiliki kekuatan tarik yang sangat baik namun getas. karena selain kekuatan tariknya kecil. Kuningan ini jarang ditemui di industry. Keunggulan dari logam kuningan: 1. . kuningan ini juga sangat getas. Zaman perunggu dimulai ketika rakyat di desa dan di tempat kerja mulai memakai perunggu.60 % menghasilkan jenis kuningan β + γ (β + γ brass ). kuningan dengan paduan seng 39% . kuningan ini paling banyak digunakan didunia industry mauun dalam kehidupan sehari- hari. Sebagai katalis yang baik (Katalis merupakan suatu zat yang mempengaruhi kecepatan reaksi tetapi tidak dikonsumsi dalam reaksi dan tidakmempengaruhi kesetimbangan kimia pada akhir reaksi) D. Demikian selanjutnya. Fase α brass + liquid terjadi pada paduan ini namun pada temperature 9000 ke atas.50% terbentuk jenis kuningan β ( β brass ). Salah satu daerah pertama yang membuat perunggu adalah Sumeria di Mesopotamia. Jenis kuningan yang hamper tidak di temui di industry karena sifatnya yang sangat getas dan kekuatan tariknya sangat kecil bahkan mendekati nol. Mula-mula orang membuat barang dari tembaga dan emas yang ditempa dengan batu keras. PERUNGGU Sekitar 8.46% menghasilkan jenis kuningan α + β ( α + β brass ). Perunggu diperkirakan ditemukan orang pertama kali secara tak sengaja ketika mencampurkan sedikit timah dengan tembaga. Memiliki keuletan yang tinggi & mudah di bentuk 4. Logam yang tahan korosi 2.

Perunggu juga tidak dapat ditarik magnet. walaupun bias juga dengan unsur-unsur lain seperti fosfor. Tetapi. Aliase dengan komposisi tertentu dapat memliki sifat keras dan relatif tahan karat (sifat yang diharapkan) yang tidak dimiliki oleh sifat logam-logam pembentuknya. atau silikon. dan seng (5%). meskipun ada beberapa artefak ritual yang tersisa. Perunggu juga tahan terhadap korosi akibat air laut. bahkan pernah suatu masa disebut sebagai Zaman Perunggu. alat musik gong dan alat gamelan. Perunggu ini lebih kuat dari pada logam tembaga dan digunakan secara luas dalam industri. jika dalam pembuatannya diberi unsur besi atau nikel maka juga dapat ditarik magnet. namun harga perunggu lebih murah dari kuningan. Teknik-Teknik Pembuatan Alat-Alat Perunggu Teknik Pembuatan Alat-Alat Perunggu. alumunium. tergantung dengan perbandingan komponen penyusunnya. sehingga perunggu banyak digunakan sebagai kincir kapal dan bagian lain dari kapal yang berhubungan dengan air laut. Zaman Perunggu (bahasa Inggris: "Bronze Age") adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Selain itu perunggu juga banyak digunakan pembuatan prasasti. dari dua teknik atau cara tersebut dalam proses pembuatan alat-alat perunggu berbeda satu sama lain. biasanya dengan timah. Titik lebur dari perunggu beragam. Di sebagian besar Afrika subsahara. Sebagian besar perkakas perunggu yang tersisa adalah alat atau senjata. Perunggu bersifat keras dan digunakan secara luas dalam industri. perunggu dapat dibuat dari campuran logam tembaga (80%). artinya pada zaman perunggu telah . Perunggu sangat penting pada masa lampau. Kekerasan perunggu dan ketahanan perunggu dari perkaratan sama dengan kuningan. timah putih (15%). Umumnya perunggu memiliki titik lebur 950 C. Secara urut. terbagi dua macam atau jenis teknik seperti teknik cetakan lilin (A Cire Perdue) dan Teknik Cetakan Setangkup (Brivalve). zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi. serta digunakan untuk membuat medali. Perunggu adalah campuran tembaga dengan unsur kimia lain. Teknik pembuatan alat-alat perunggu terdapat pada zaman perunggu dimana zaman tersebut terdapat berbagai macam peninggalan berupa alat-alat dari perunggu. Zaman Neolitikum langsung diikuti Zaman Besi. Perunggu dan kuningan masing-masing meupakan logam campuran yang disebut logam padu atau aliase (alloy). Sebagai contoh. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayah di dunia. mangan.

Gamelan dari besi masih ditemukan pada beberapa jenis gamelan yang disakralkan dan masih mampu bertahan. 1. perunggu merupakan campuran antara tembaga dan timah. seperti arca kecil. Teknik Cetakan Lilin (A Cire Perdue) Teknik a Cire Perdue adalah teknik mengolah logam dengan membuat model benda dari lilin. Jadilah tanah yang berongga itu menjadi cetakan yang ke dalam di masukkan logam yang sudah mencair. 2.mengenal tembaga yang bertujuan untuk menghasilkan perunggu. Bila perunggu sudah dingin maka cetakan dibuka. dapat dilihat dibawah ini. Cetakan ini dapat digunakan berkali-kali. Dari lubang itu dituangkan logam cair. Lilin ini kemudian dibungkus dengan tanah liat yang di atasnya diberi lubang. dan nekara. Untuk mengetahui teknik dalam pembuatan alat-alat perunggu. Teknik Cetakan Setangkup (Bivalve) Teknik setangkup (bivalve) menggunakan dua cetakan yang dapat ditangkupkan (dirapatkan). Saat ini peralatan gamelan Bali menggunakan bahan perunggu. Tanah liat yang diberi lilin ini kemudian dibakar sehingga lilin akan mencair dan keluar dari lobang yang telah dibuat. Bila membuat benda berongga maka digunakan tanah liat sebagai intinya yang akan membentuk rongga setelah tanah liat itu dibuang. Cetakan tersebut diberi lubang pada bagian atasnya. karena dibuat oleh tukang terbaik pada . Cetakan demikian hanya dapat dipakai sekali dan hanya untuk benda-benda kecil. Bentuk rongga itu sama dengan bentuk lilin yang dibuat. tanah liat pembungkus itu dihancurkan dan diperoleh benda yang dikehendaki dari logam tersebut sesuai dengan cetakakannya. Gamelan dengan bahan logam besi sudah jarang di temukan. Teknik cetakan setangkup biasanya untuk benda-benda yang pejal atau tidak berongga. Setelah dingin dan kental.

. Hal sangat rasional menurut sains modern. Produk gamelan Bali bahkan sudah merambah dunia (negara-negara maju). terutama pembuatan perunggu. Seiiring dengan semakin terjangkaunya bahan baku dan teknologi pencampuran logam. Keterampilan penggunaan tangan pemain gamelan sebagai peredan suara bilah yang sudah dipukul terhadap suara bilah yang dipukul selanjutnya merupakan kontribusi sains kearifan lokal Bali terhadap kekhasan gamelan Bali. Gamelan dari perunggu lebih berkembang dibanding gamelan dari kuningan. Proses yang juga sangat menentukan kebrhasilan pembuatan gamelan adalah penerapan pengetahuan suara dan nada dari pembuat gamelan dan keterampilan pemain gamelan Bali sebagai pengguna. pembuatan gamelan di Bali berkembang sangat cepat. zamannya dengan proses pengerasan dan penyepuhan yang menyebabkan cukup tahan karat. Penggunaan bambu sebagai tabung resonansi juga mendukung kualitas suara gamelan. Gamelan yang disakralkan biasanya juga dirawat dengan baik. Pembuat gamelan membuat ukuran-ukuran dan disain bilah gamelan sesuai dengan nada yang diharapkan melalui proses penyelarasan berulang-ulang yang menuntut kemahiran pengalaman. karena timah putih memiliki titik leleh lebih rendah dari seng yang sedikit lebih memberi kemudahan dalam peleburan logam paduan.