LAPORAN PRATIKUM R-LAB

Karakteristik V I Logam

Nama : Fidelis Ayodya Amba

NPM : 1506746273

Fakultas : Teknik

Program Studi : Teknik Kimia
Kelompok : 2 (Kamis Siang)

Nomor Percobaan : LR02

Tanggal Percobaan : 6 November 2016

Laboratorium Fisika Dasar

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar

Universitas Indonesia

Teori Sebuah bahan material bila dilewati oleh arus listrik akan menimbulkan disipasi panas. Panas yang dihasilkan oleh material ini akan mengakibatkan perubahan hambatan material tersebut. Peristiwa dispasi panas dan perubahan resistansi bahan logam ini saling berkaitan. LR02 – Karakteristik V I Logam A. Tujuan Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu logam. Besarnya disipasi panas adalah I2R. Unit PC 2. Camcorder logam 6. Voltmeter otomatis 4. pertambahan kalor / panas akan menambah nilai hambatan material tersebut. Jika pada material logam. Hambatan atau disebut juga tahanan atau resistansi adalah sesuatu yang sering dibicarakan dalam bidang fisika elektronika. Alat 1. Variable power supply C. B. Apa sebenarnya fungsi dari hambatan . DAQ dan perangkat pengendali 3. Amperemeter 7. Hambatan yang terbuat dari 5.

sehingga : Persaman di atas menunjukkan bahwa hambatan berbanding terbalik dengan kuat arus. Jika nilai hambatan diperbesar maka kuat arus akan menurun untuk beda potensial yang tetap. dengan R adalah hambatan yang dinyatakan dalam satuan ohm ditulis dalam simbol Ω (omega). Secara matematis dapat ditulis : Penggabungan ke dua persamaan dapat ditulis sebagai berikut. Berdasarkan hukum Ohm. Persamaan di atas disebut Hukum Ohm.tersebut? Data menunjukkan ada hubungan yang menarik antara kuat arus dan hambatan. . Oleh karena itu. 1 ohm didefinisikan sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1 ampere dengan beda potensial 1 volt. dengan kata lain semakin besar beda potensial makin besar kuat arusnya. kita dapat mendefinisikan pengertian hambatan yaitu perbandingan antara beda potensial dan kuat arus. Jika nilai hambatan konstan maka hubungan antara kuat arus dan beda potesial adalah berbanding lurus.

Dimana V adalah tegangan (volt). I adalah kuat arus (A) dan R adalah hambatan (Ohm).08 9. 3. Secara matematika di tuliskan I ∞ V atau V ∞ I.08 9. 5. Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8. 4. Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau sebenarnya kedua secara konsep berbeda.15 . hukum Ohm dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Catatan : data yang diperoleh adalah 5 buah data terakhir jika rangkaian diberi beda potensial tertentu (misalkan V1) dengan interval 1 detik antara data satu dengan data berikutnya. 2.R.08 9.08 9. Memerhatikan halaman web percobaan Karakteristik V I Logam. Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah konstanta yang kemudian di kenal dengan hambatan (R) sehingga persamaannya menjadi V = I. Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Secara garis besar. E. Data Hasil Percobaan Percobaan dengan menggunakan tegangan V1 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0. Secara matematika di tuliskan V/I = R atau dituliskan V = I.36 0.15 0. Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial (tegangan). Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan. Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1.08 9. 2.15 0.36 0.R. Mengaktifkan power supply atau baterai dengan mengklik radio button di sebelahya. Cara Kerja 1. D.

39 36.82 0.18 18.74 54.50 Percobaan dengan menggunakan tegangan V5 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.Percobaan dengan menggunakan tegangan V2 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.20 Percobaan dengan menggunakan tegangan V6 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.27 27.76 0.27 27.39 36.51 44.27 27.52 44.03 0.82 0.18 18.18 0.29 0.60 0.35 0.51 44.38 36.51 44.51 0.82 0.50 45.82 0.40 0.70 54.18 18.70 53.14 0.97 0.18 18.82 Percobaan dengan menggunakan tegangan V3 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.39 36.72 54.82 0.72 0.27 27.25 0.40 0.18 18.39 36.28 .14 Percobaan dengan menggunakan tegangan V4 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.27 27.71 53.14 0.08 0.

09 65.3925 V8 1.10 1.714 54.16 63. ∑ − = Berikut merupakan tabel rata – rata tegangan dan arus listrik di tiap tegangan yang digunakan.08 9.8725 58.62 1.14 64.204 V4 0. Rata – rata ini dicari dan kemudian digunakan untuk data pembuatan grafik hubungan antara tegangan rata – rata dan arus listrik rata – rata.87 58.234 V2 0.95 1.90 57.18 18. Pengolahan Data Pengolahan data yang pertama adalah mencari rata – rata tegangan dan arus listrik di setiap tegangan V1 hingga V8.11 65. Tegangan yang Nilai Tegangan Nilai Arus Digunakan (volt) Listrik (mA) V1 0.054 V7 0.536 .51 44.83 59.03 0.64 V6 0.136 64.88 58.82 Percobaan dengan menggunakan tegangan V8 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 1.47 1.Percobaan dengan menggunakan tegangan V7 Tegangan (Volt) Arus Listrik (mA) 0.90 0.89 57.65 0.54 F.18 63.438 V5 0.3875 36.27 27.8 V3 0.82 0.

Rata dengan Arus Listrik Rata .438 14.119725 V5 0.27 27.136 64.Rata 70 60 50 40 30 20 10 0 0 0. Dengan menggunakan persamaan rumus : Maka diperoleh data hambatan sebagai berikut.714 54.94745625 V8 1.64 22.51 44.6 0.34508 V4 0.204 7.08 9.7664 V6 0.3875 36.2 0. maka grafik hubungan antara tegangan rata – rata (sumbu x / volt) dan arus listrik rata – rata (sumbu y / mA) yaitu sebagai berikut.054 38. Dari data yang diperoleh di atas.3925 50.384 V3 0.4 0.18 18. dapat dihasilkan pula besar disipaso panas logam setiap tegangan yang ditentukan.8 3.594556 V7 0. Hubungan Tegangan Rata .536 73.2 Dari data rata – rata tegangan dan arus listrik. Tegangan yang Nilai Tegangan Nilai Arus Disipasi Panas Digunakan (volt) Listrik (mA) (mJoule) V1 0.312896 .73872 V2 0.8 1 1.8725 58.234 0.

Analisis a. Dan grafik hubungan antara disipasi panas (sumbu y / mJoule) dengan arus listrik (sumbu x / mA) yaitu sebagai berikut. Sedangkan untuk arus listrik. besar kesalahan relatifnya adalah 0. Dalam percobaan ini.73445979. kesalahan relatifnya adalah 19. Dalam percobaan ini. dibutuhkan beberapa alat seperti hambatan yang terbuat dari logam. amperemeter (untuk mengukur arus listrik yang dihasilkan). serta DAQ dan perangkat pengendali otomatis. yaitu salah satunya kesalahan relatif percobaan. camcorder. Hubungan Arus Listrik dengan Disipasi Panas 70 60 50 40 30 20 10 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Dalam setiap percobaan. G. maka terdapat beberapa kesalahan. kesalahan relatifnya adalah sebesar : Untuk tegangan. variable power supply. Analisis Percobaan Percobaan RLAB “LR02 – Karakteristik V I Logam” ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disipasi panas dengan perubahan resistansi logam. voltmeter (untuk mengukur besarnya tegangan listrik).364631321. Alat – alat tersebut disusun sedemikian rupa hingga . unit PC.

dengan kata lain semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan. maka akan semakin tinggi pula arus listrik yang dihasilkan. Ketika tegangan listrik dan arus listrik telah didapatkan nilainya. Dari hal tersebut. Analisis Hasil Dari hasil yang didapatkan. Hal ini tidak terlepas dari hambatan dari logam yang konstan sehingga praktikan mendapatkan hubungan seperti itu untuk tegangan dengan arus listrik. maka praktikan dapat mengetahui hubungan tegangan dengan arus listrik serta hubungan antara disipasi panas dengan resistensi logam semikonduktor. disipasi panas suatu logam semikonduktor akan dipengaruhi oleh besarnya resistansi pada logam tersebut. Kemudian. b. tegangan listrik merupakan variabel bebas. Hambatan dalam percobaan kali ini konstan karena logam yang digunakan dalam percobaan kali ini sama atau sejenis sehingga nilainya tetap / konstan. praktikan dapat menghitung besarnya hambatan atau resistensi dari logam yang digunakan dalam percobaan. praktikan dapat mengetahui bahwa hubungan antara tegangan dengan arus listrik yaitu berbanding lurus. yaitu variable yang ditentukan sendiri oleh praktikan. di mana praktikan menetapkan delapan nilai tegangan listrik yang berbeda. begitu pula sebaliknya. arus listrik yang dihasilkan merupakan variabel terikat. Dalam percobaan kali ini.praktikan bisa mengukur besar arus listrik yang dihasilkan untuk beberapa tegangan yang sudah di-set oleh praktikan. yaitu variable yang nilainya dipengaruhi oleh besarnya variabel bebas. Menurut teori. Dan pada perocobaan kali ini akan dibuktikan apakah teori tersebut benar tidaknya. .

Sedangkan untuk grafik hubungan antara arus listrik dengan disipasi panas merupakan hubungan eksponensial kuadrat. Dengan kata lain. Hal ini bisa dilihat dari grafik yang melengkung membentuk setengah parabola. . maka akan semakin besar pula nilai arus listrik yang dihasilkan. Grafik tersebut merupakan grafik yang menggambarkan bahwa semakin tinggi tegangan. maka akan semakin tinggi pula arus listrik yang dihasilkan. di mana semakin besar tegangan. dan nilai gradien ini konstan untuk berapapun nilai x dan y. m dalam hal ini adalah gradien. dalam percobaan kali ini. Analisis Grafik Grafik yang disertakan dalam laporan praktikum ini adalah grafik hubungan antara tegangan (volt) dengan arus listrik yang dihasilkan (mA). Grafik yang dihasilkan menunjukkan hubungan linier antara tegangan dan arus listrik. sedangkan y merupakan besar arus listrik. Persamaan yang didapatkan sesuai dengan teori yang ada. Hal ini dapat dilihat dari bentuk grafik yang dihasilkan. apabila ditulis dalam persamaan sistematis menjadi : = + dimana y merupakan arus listrik dan x merupakan tegangan. Kesimpulan Hubungan antara tegangan (volt) dengan arus listrik (mA) merupakan hubungan linier. Hubungan antara arus listrik (mA) dengan disipasi panas (mJoule) merupakan hubungan eksponensial (kuadrat). c. Hal ini sama dengan persamaan : = H. yaitu melengkung berbentuk setengah parabola. yaitu : = + di mana x merupakan besar disipasi panas yang dihasilkan. nilai konstan tersebut adalah hambatan atau resistensi (R) dari logam yang digunakan dalam percobaan. Hal ini menjadi bukti dari analisis hasil yang telah ada sebelumnya.

2005.15) http://www. Fundamental of Physics 7 th ed..php?id=10554&exp=52 (diakses pada tanggal 28 September 2014 pukul 07. NJ. Resnick.ac. Berdasarkan grafik. Referensi Halliday.ui. http://sitrampil.scribd. Walker.id/elaboratory/kuliah/view_experiment. John Willey and Sons. Inc. menggunakan prinsip Hukum Ohm diperbolehkan untuk menghitung hambatan atau resistensi suatu logam. Extended Edition.com/doc/87182906/Teori-Hukum-Ohm (diakses pada tanggal 28 September 2014 pukul 08.37) .