Jurnal Veteriner Maret 2014 Vol. 15 No.

1: 64-67
ISSN : 1411 - 8327

Kerapuhan Sel Darah Merah Sapi Bali
(THE FRAGILITY OF ERYTHROCYTES OF BALI CATTLE)

Siswanto, I Nyoman Sulabda, I Gede Soma

Laboratorium Fisiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan,
Universitas Udayana, Denpasar, Bali
Email : siswantofkh@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian tentang kerapuhan/fragilitas sel darah merah/eritrosit sapi bali, telah dilakukan di
Laboratorium Fisiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Denpasar selama
satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari kerapuhan (fragilitas) eritrosit
sapi bali. Materi yang digunakan yaitu 50 ekor sapi dewasa yang dipotong di Rumah Potong Hewan
Sanggaran, Denpasar yang secara klinis sehat, tanpa memperhatikan jenis kelamin. Metode penentuan
fragilitas menggunakan cara Red Cell Fragility Procedure (2001), yaitu memasukkan eritrosit dalam seri
larutan NaCl pada kadar yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa fragilitas (initial haemolisis) eritrosit
sapi bali terjadi antara kadar 0,45%–0,55 % dan hemolisis total (total haemolisis) terjadi antara kadar
NaCl 0,30%-0,35 %.

Kata-kata kunci : kerapuhan, fragilitas, hemolisis, eritrosit, sapi bali

ABSTRACT

An experimental study was conducted in order to evaluate the of erythrocyte on bali cattle at
Veterinary Physiology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, during
one month. Fifty blood samples were taken from bali cattle which slaughtered at Pesanggaran abattoir,
Denpasar. The erythrocyte fragility was determined by using method Red Cell Fragility Procedure (2001).
Results showed that the fragility (initial haemolysis) on red blood cell of bali cattle was observed, at
ranged between 0.45% - 0.55% NaCl , while for total haemolysis range between 0.30 - 0,35 % NaCl.

Key word : fragility, haemolysis, erythrocyte, cattle.

PENDAHULUAN eritrosit (sel darah merah ke dalam seri larutan
yang mempunyai tekanan isotonis sampai
Sel darah merah/eritrosit mempunyai hipotonis). Larutan yang digunakan adalah
membran sel yang bersifat semi permiabel NaCl dengan kadar 0,3% sampai 0,9%. Saat
terhadap lingkungan sekelilingnya yang berada mulai terjadinya pecah eritrosit (hemolisis)
diluar eritrosit, dan mempunyai batas-batas disebut sebagai hemolisis awal (initial
fisiologi terhadap tekanan dari luar eritrosit. haemolysis), menggambarkan titik fragilitas
Tekanan membran eritrosit dikenal dengan eritrosit, sedangkan apabila eritrosit mengalami
tonisitas yang berhubungan dengan tekanan hemolisis semuanya disebut total haemolysis (
osmosis membran itu sendiri. Kekuatan Eckert dan Randall, 1978). Swenson (2005)
maksimum membran eritrosit menahan mengemukakan bahwa fragilitas eritrosit sapi
tekanan dari luar sampai terjadinya hemolisis jenis FH pada 0,45% NaCl terjadi awal
dikenal dengan kerapuhan atau fragilitas hemolisis, dan pada kadar Na Cl 0,3% terjadi
(Swenson, 2005). hemolisis total. Sementara itu Toshiaki dan
Untuk mengetahui kekuatan membran Yasushi (1979) dalam penelitiannya terhadap
eritrosit dapat dilakukan dengan uji kerapuhan eritrosit sapi FH melaporkan bahwa pada 0,35%
atau tes fragilitas dengan cara memasukkan NaCl terjadi haemolisis total (100%) dan pada

64

3%.45% NaCl lisis 95 %.8% tersebut ditambahkan dengan 5 tetes darah pernah dilaporkan tentang hal ini. 0. Dimasukkan kedalam 2001).45. Sementara itu Oyewale (1991) termos dingin.4% NaCl dan segera dihomogenisasi (dibolak-balik) agar hemolisis total pada 0. Hasil pengamatan secara rinci yang digunakan tabung reaksi. Naghadeh (2006) bahwa sapi Friesian yang 0. penyakit.6.medicine. thermos. Bila bagian mempelajari fragilitas (kerapuhan) eritrosit plasma berwarna merah berarti eritrosit telah pada sapi bali. Swenson (2005) dikombinasi dengan metode Ada beberapa faktor yang memengaruhi Red Cell Fragility Procedure oleh The McGill fragilitas eritrosit antara lain spesies hewan.75. Dalam hal lain penyakit dibuat seri larutan NaCl kadar 0. 0. 0. dan bila hemolisis diharapkan dapat memberikan informasi data tersebut terjadinya pada tabung berkadar NaCl tentang fragilitas eritrosit sapi bali dan dapat paling tinggi.35% NaCl. 0. Langkah berikutnya adalah ke dalam Data dan studi tentang fragilitas eritrosit masing-masing tabung yang berisi NaCl 0.55. penggunaan antikoagulan Ethylene Diamine kemudian ditambahkan aquades sampai dengan Tetra Aceticacid (EDTA) dapat meningkatkan 100 mL.. Larutan NaCl 5% berturut-turut eritrosit. labu ukur kapasitas hemolisis dapat diamati pada Gambar 1. pipet hisap disajikan pada Tabel 1 dan gambar terjadinya kapasitas 1 mL dan 5 mL. dan tanpa memperhatikan jenis kelamin terjadi antara 0. Sebanyak 2 mL darah yang penyimpanan darah. 0.65.55.45-0.35. dan dibawa ke laboratorium melaporkan bahwa hewan yang berada di untuk ditentukan fragilitasnya.8. aquades. Oleh karena sapi (menggunakan pipet tetes) kemudian itu dipandang perlu untuk dilakukan penelitian dibolak-balik agar bercampur merata. baru keluar dari luka penyembelihan ditampung Pada spesies anjing lokal bali fragilitas (awal dalam tabung reaksi berantikoagulant EDTA hemolisis) eritrosit terjadi pada 0. kemudian dihomogenisasi. untuk kemudian diamati pada ini bertujuan untuk mengetahui dan lapis bagian atas (bagian plasma). 0. 100 mL.5. seperti yang dilaporkan Rezaei dan sebanyak 0.5% NaCl terjadi Metode yang digunakan merujuk pada awal hemolisis (initial haemolysis). dan mikroskop cahaya. 0.75. Physiology Virtual Lab. secara klinis fragilitas (initial haemolysis) eritrosit sapi Bali sehat. (www. Bahan yang digunakan meliputi NaCl hemolisis total (total haemolysis) antara 0.55% NaCl. Denpasar. menggambarkan titik fragilitas dipakai berkaitan dengan terapi infus pada sapi eritrosit (sebagai initial haemolysis) dan bila yang kekurangan cairan.mcgill. 0.3% sampai tertentu juga dapat meningkatkan fagilitas 0.5. Selanjutnya Larutan NaCl 5% dibuat dengan cara Oyewale.3% NaCl (Siswanto et al.3- sapi bali belum banyak diteliti dan di Bali belum 0. menunjukkan terjadi pecah eritrosit secara keseluruhan / total METODE PENELITIAN haemolysis (Red Cell Fragility Procedure.4. 0. darah tidak menggumpal. yang hidup di daerah basah. 0.6.ht). ca/eryfrag3_n. pada 0. Sapi yang digunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai sampel adalah sapi dewasa. antikoagulan dan lain-lain. 0.4. dan terjadi sapi.Siswanto et al Jurnal Veteriner 0. EDTA dan alkohol 70%. nutrisi.65.35. babesiosis. 65 .70.8%. 0. eritrosit yang lebih tinggi bila menderita 0. 0. Penelitian sampai tiga jam. Dari data yang diperoleh mengalami hemolisis. 0. 0. Berikutnya fragilitas eritrosit. Alat 0.30- analitis. dibiarkan tentang fragilitas eritrosit sapi bali. Shaleh aquades ke dalam masing-masing tabung (2009) melaporkan bahwa sapi keturunan tersebut sampai dengan 5 mL. Sementara itu. Penelitian ini menggunakan 50 contoh darah sapi bali berasal dari sapi yang dipotong HASIL DAN PEMBAHASAN di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pesanggaran. 0.45. sehingga Friesian-Egyptian mempunyai fragilitas diperoleh larutan NaCl dengan kadar 0. lingkungan yang lebih panas mempunyai fragilitas eritrosit lebih rendah dari pada hewan Membuat Seri Larutan NaCl. pada tabung terbentuk warna merah jernih tanpa endapan eritrosit. (1993) menyatakan bahwa memasukkan NaCl analitis padat sebanyak 5 penyimpanan darah pada refrigator dan gram ke dalam labu ukur kapasitas 100 mL. 0.70. 2001). kemudian ditambahkan eritrosit yang lebih tinggi.8. lingkungan hewan berada. 0.3 mL masing-masing dimasukkan menderita theileriosis mempunyai fragilitas kedalam tabung reaksi.

30 dengan warna kemerahan di lapisan atas 19 0.35% NaCl terjadi haemolisis total (100%) dan 0.35 eritrosit sapi jenis FH adalah pada 0.50 0. meningkatkan fragilitas eritrosit.30 Titik fragilitas (hemolisis awal) terjadi pada 17 0.55 0. Hal ini dapat disebabkan karena komposisi penyusun membran eritrosit. 66 .30 4 0. glikolipid. 1: 64-67 Tabel 1.30 0.30 A 3 0.50 0. 0. 15 No.55 0.50 0.35% 16 0.50 0.55.35 10 0.30 (plasma) dan hemolisis total terjadi pada tabung 20 0.30%–0. (2011).50 0.50 0. 13 0.30 kadar NaCl pada tabung dari paling kiri adalah 15 0.55 0.30 2 0.60.55 0.45 0. Seperti fosfolipid. dan pada kadar NaCl 30 0. No Hemolisis awal Hemolisis total (% NaCl) (% NaCl) 1 0.30 12 0.30 warna merah trasparan tanpa endapan eritrosit.30 B 11 0.. lingkungan.30 peneliti lain tidak jauh berbeda.35% FH pada 0. seperti sapi bali bisa menggunakan sumber pakan yang pendapat Tortora dan Graboeski (1993) bahwa kurang baik tersebut menjadi pakan yang penyusun eritrosit terdiri dari komponen memenuhi kebutuhan nutrisinya.50 0. 0. 0. status nutrisi.50 0.30 Adanya endapan ertrosit menunjukkan belum 23 0.45% NaCl 29 0.55 0.35 terjadi hemolisis total. dan genetik dapat memengaruhi tetapi fragilitas eritrosit masih dalam keadaan fragilitas eritrosit.50 0.30 6 0.50 0..50 0. pada 0. 0. 0.30 dilaporkan Swenson (2005) bahwa fragilitas 28 0.55 0.45 0.7. Status nutrisi memengaruhi baik (normal). temperatur dikonsumsi sapi bali berkualitas kurang baik.45%-0.45 0. karena biji Ada beberapa faktor yang dapat kapas merupakan bahan yang banyak mempengaruhi fragilitas eritrosit secara mengandung minyak nabati. menurut Swenson (2005) dan Adenkola Namun.Jurnal Veteriner Maret 2014 Vol. dan protein pendapat Yupardi (1999) bahwa kelebihan sapi (glikoprotein).40.30 Gambar 1. Data Fragilitas Eritrosit Sapi Bali. 24 0.65.50 0. seperti yang 27 0. Toshiaki dan Range initial hemolisis 0.55 0. ditandai dengan 21 0.35 25 0. berkualitas kurang baik untuk memenuhi Negrete et al.55 0.30 tabung No 3 dari kiri (gambar A dan B).55 0. pada umumnya nutrisi pakan yang et al.30 paling kanan (gambar A dan B).30 0.55% Yasushi (1979) melaporkan bahwa eritrosit sapi dan hemolisis total 0.30 5 0.30 Hasil tersebut bila dibandingkan dengan 26 0.55 0.45% NaCl lisis 95 %.30 7 0. Hasil uji fragilitas eritrosit sapi bali.50 0.30 8 0.5% makanan yang mengandung biji kapas dapat NaCl terjadi awal hemolisis.35 terjadi awal hemolisis.50 0.55 0.35 9 0. yang sangat tergantung pada bali adalah dapat memanfaatkan pakan status nutrisi yang dikonsumsi oleh hewan.50 0. 22 0. kolesterol. fisiologi.30 Keterangan : Berturut-turut (gambar A dan B) 14 0.3% terjadi hemolisis total. (1996) melaporkan bahwa kebutuhannya.55 0. Ditandai 18 0.

Okpe J. 1979. Laboratory Animals 13 : 329-331. Heifers. Medicine A Series 40 : 258-264. Osmotic Fragility of Peternakan Fapet UGM.ca/ eryfrag3_n. Asso. Veterinary Parasitology.30–0. 2ndEd. Shaleh MA. Randall D.. Journal of Dairy Science 79(11) : Yupardhi WS. Los Angeles. Glucose and Phosphate-buffer and Reproduction of Growing Holstein Solutions. WH Freeman and Co. 2013. Press. 2006. Agbendeh J. Comparative Assessment of Erythrocyte Rezaei SA.35%. Effect of Storage of Blood on fragilitas (initial hemolisis) eritrosit sapi bali the Osmotic Fragility of Mammalian berada pada rentang larutan NaCl 0.htmL. Yermiahu T.45-0. Fragilitas Eritrosit Anjing Lokal of Animal Physiology. Animal Physiology. Simpulan yang dapat ditarik bahwa Oyewale JO. Erythrocyte of West African Dwarf Sheep 67 . 2001. A Division of CornellUniv. DAFTAR PUSTAKA www.Nigeria. 1993. Evaluation of Osmotic Fragility of Apperently Healthy Antioxidant Status and Oxidative Stress in Goat and Cattle During the Hot-Dry and Cattle Naturally Infected with Theileria Harmattan Season in Makurdi. Journal of Veterinary dan hemolisis total terjadi pada 0. Christopher DM. Effect of Whole Cottonseed on Serum Various Mammalian Erythrocyte in Sodium Constituent. Ross TT. Clinical and Domestic Animals. 242 : 64-70. Matsuzawa T. Evaluation on Physiological 2016-2023. Erythrocytic Oxidative Eckert E. The McGill Physiology Virtual Lab. Putra IGAA. Infected with Babesia bigemina. Buletin Oyewale JO. Damage in Crossbred Cattle Naturally 3rdEd. Responses of Working Bali Cattle. Naghadeh BD.Siswanto et al Jurnal Veteriner SIMPULAN and Goats : Effect of Temperature and pH. Siswanto. Smith JF. 1999.55%. Principles (2001). Diakses pada 20 Mei Adenkola AY. : 1474-1480. Soma IG. Duke’s Physiology of Fragility of Erythrocyte. Singgapore. 2008. 142 (1- Journal of Animal and Plant Science 11(3) 2) : 179-186. Jurnal Veteriner 2(3) : Pearson Benyamin Cummings. Research Kafka M. Schulte PM. Erythrocyte. Haemolysis of 1996. Red Cell Fragility Procedure.medicine. annulata. Comstock Laboratory Haemology 20(4) : 213-216. Utami IDAP. 1978. Pub. Kiesling HE. Ikarashi Y. Fragility of Erythrocite Cells Chloride. Negrete JC. 1991. San Frasisco.. 2005. Britist Veterinary Journal 147(2) : 163-170. 2011. Bali.mcgill. 2006.. as an Anticoagulant on the Osmotic Swenson MJ. The Effect of EDTA in Veterinary Science 86(1) : 43-48. 1998.