ESSAY

Tema : PEMIMPIN MUDA & CERDAS
Judul : Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui pemimpin Berjiwa Kebangsaan
dan Berintegritas.

Di Negara kita ini yakni Indonesia, pandangan masyarakat terhadap
pemimpin ada 2 jenis yaitu pemimpin yang dipandang cocok dan pemimpin yang
tidak cocok jadi panutan masyarakat. Jika kita perhatikan mengenai fenomena
kepemimpinan di Negara kita, baik dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten,
Provinsi, hingga Presiden, masyarakat terlihat ada yang pro dan ada yang kontra
terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemimpin tersebut, mengapa demikian?.
Tentunya kebijakan tersebut belum sepenuhnya berdampak baik bagi seluruh
masyarakat karena kita tahu begitu banyak keinginan masyarakat yang tidak
selalu sama dan sepaham. Apabila kita perhatikan situasi dan kondisi Negara
dalam hal ini “masyarakat”, saat ini lerlihat jelas adanya gejolak yang bisa
dikatakan sangat besar yang diakibatkan oleh perilaku pemimpin. Adanya
perpecahan terutama dipicu oleh perbedaan agama dan ras. Jika kita perhatikan
lagi lebih mendalam dari aspek penyebabnya, memang tidak mengherankan
akibatnya menjadi sangat kritis.
Jika permasalahan pemimpin terus berlanjut, kapan akan terwujudnya
masyarakat bersatu sesuai dengan salah satu pilar kebangsaan Indonesia yakni
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (Aprianto, 2015). Kita sudah
mengetahui bahwa cita-cita bangsa Indonesia sudah diformulasikan dengan baik
dalam PANCASILA dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945
pada alinea ke-2 yakni terwujudnya suatu Negara yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil, dan makmur. Selain itu, Tujuan Bangsa Indonesia dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yaitu membentuk suatu
pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap Bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan lesejahteraan
umum/bersama, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut berperan aktif dan ikut
serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan social (Aprianto, 2015). Jika kita perhatikan
bahwa tujuan Negara yang sudah dirumuskan, pastinya kita akan mendambakan
tujuan tersebut dapat tercapai dan Negara kita akan terasa aman dan utuh karena
dengan keutuhan bangsa yang kuat maka Negara kita semakin dihormati dan tidak
direndahkan oleh Negara-negara lain.
Semakin kedepannya, tidak menutup kemungkinan bahwa keutuhan atau
bersatunya Bangsa akan memudar karena disebabkan oleh tidak pekanya seorang
“Pemimpin” terhadap rakyat dan keutuhan bangsa, karena kita tahu bahwa
seorang pemimpin sangat menentukan nasib bangsa suatu daerah atau Negara.
Jika pemimpin mampu mengakomodasi tujuan penyelenggaran Negara sesuai
yang tertera dalam Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945, maka
pastinya Bangsa ini akan merana dan memudarnya keutuhan bangsa yang akan

Dengan demikian pemimpin berjiwa kebangsaan sudah . Keluasan. Maka dari itu. 2015). akan sia-sia tanpa disertai dengan jiwa Intergrasi. Pemimpin yang berjiwa kebangsaan memiliki pengetahuan luas tentang wawasan Kebangsaan. Pemimpin Berjiwa Kebangsaan Pemimpin yang ideal dan cerdas haruslah seorang yang memiliki tingkat intelektual yang memadai. dengan bersatunya rakyat maka tujuan dari penyelenggaraan kebijakan daerah maupun tingkat presiden akan semakin mudah karena adanya persamaan cita-cita. namun hal tersebut hal tersebut harus kita wujudkan demi terwujudnya cita-cita dan keutuhan Bangsa Indonesia. keberadaan “Pemimpin” sangat menentukan dan posisi sangat strategis dalam hal memimpin. Jika rakyat terpecah-belah. Apa yang dimaksud bukan soal jumlah atau tingginya gelar formal. serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan Bangsa (Aprianto. namun sangat dibutuhkan demi bersatunya Bangsa yakni Bangsa Indonesia. Namun. dimana wawasan kebangsaan merupakan cara pandang suatu Negara mengenai diri dan ideologinya. adil. karena seyogyanya adanya kecintaan rakyat kepada pemimpinnya akan mempermudah dalam membangun suatu Daerah maupun Negara karena adanya sinergi antara rakyat dan pemerintah. memperhatikan keutuhan bangsa. Selain memiliki jiwa kebangsaan. Seorang pemimpin yang berjiwa Kebangsaan adalah pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan sehingga mampu memahami dan mewujudkan cita-cita suatu Negara yang sesuai dengan cita-cita rakyat seluruh Indonesia.menyebabkan Bangsa dan Negara mengalami kemunduran. agar dicintai oleh rakyat. danm makmur dan sesuai dengan 5 sila dalam rumusan Pancasila. Lancarnya pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemimpin tergantung dari bersatunya atau adanya keutuhan bangsa atau rakyat dalam melihat cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. Jiwa kebangsaan tidak banyak dimiliki oleh generasi saat ini. walau tidak bisa dipungkiri bahwa masalah bersatu merupakan masalah yang sangat kompleks. Karena pemimpin yang memiliki keluasaan wawasan kebangsaan adalah pemimpin yang memiliki jiwa kebangsaan. membuat kebijakan. sebuah harapan tentunya masih ada. Untuk mewujudkan masyarakat yang bersatu. akan menyebabkan cita-cita Negara akan sangat sulit terwujud dan semua kebijakan tidak bisa berjalan dengan baik. Yang dimaksud adalah keluasaan. kedalaman wawasan kebangsaan dan kepekaan wawasan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Namun. pemimpin harus memiliki pelayanan yang baik dan sempurna. kita membutuhkan pemimpin yang dapat mempertahankan keutuhan bangsa. Menjadi pemimpin tidaklah mudah dan belum tentu masyarakat cinta kepada pemimpin tersebut. dan memikirkan nasib bangsa kedepannya kearah yang tentunya lebih baik. Maka dari itu kita butuh pemimpin yang muda dan cerdas yakni pemimpin yang “Berjiwa Kebangsaan dan Beritegrasi”. kedalaman wawasan kebangsaan dan kepekaan ini pada akhirnya akan tercermin pada setiap kebijkan yang akan diambil.

nilai kejuangan. 2) Tetap terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI. 2) Wawasan Kebangsaan (Wasbang). bagaimana membangun karakter Bangsa. jiwa dan makna dalam perjuangan. Mengenai wawasan nusantara.memahami perjalanan bangsa dari zaman penjajahan sampai dengan saat ini dan memahami cita-cita bangsa yang diinginkan dan mampu memikirkan bagaimana membawa bangsa ini ke depannya kearah yang lebih baik lagi. Dengan keluasan wawasan kebangsaan yang dimiliki oleh pemimpin berjiwa Kebangsaan maka besar harapan Bangsa ini untuk meningkatkan ketahanan yang mengarah kepada Keutuhan Bangsa. secara garis besar tujuannya yakni mewujudkan kedamaian yang mengarah kepada persatuan dan keutuhan Bangsa sehingga lebih mudah dalam menggapai . kedaerahan dan mencegah disintegrasi bangsa. Pemimpin berjiwa kebangsaan memahami tujuan dan sasaran Wawasan Kebangsaan. sehingga dengan ketahanan Bangsa yang kuat akan memperkuat keutuhan Bangsa. dan damai. ketahanan Nasional yang mengarah kepada keutuhan Bangsa. Melihat dari pengetahuan atau paham berbasis wawasan lingkungan. b) Keserasian: unsure yang terlibat dalam kehidupan bangsa. sejahtera. Tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan yakni adanya: 1) Cita-cita Bangsa menjadi kuat. dan c) Keseimbangan: unsur secara berhubungan bersama diperlakukan secara sewajarnya. dan pertahanan keamanan Negara. dan sebagainya. pemimpin tersebut sangat memperhatikan bagaimana mewujudkan ketahanan Bangsa. Dengan dengan demikian sudah sepantasnya pemimipin memiliki wawasan kebangsaan yang mumpuni dan berakhlak baik yakni berintegritas. memahami akan daya saing Nasional. teratur. ekonomi. Dengan berwawasan kebangsaan yang baik. makna Wasbang. kesukuan. 3) IPTEK. Keutuhan bangsa tidak mudah tercapai. rukun bersatu. rasa cinta terhadap Negara sehingga memiliki jiwa bela Negara. namun ada beberapa pendukung seperti :1) ideology yang baik. berdaya saing tinggi. 5) Profesionalism. nilai-nilai Wasbang. dan kekeluargaan. politik. 4) Akhlak dan moral. 3) Revitalisasi- reaktualisasi nilai-nilai pancasila. aman. Selain itu adanya integrasi Nasional yakni suatu proses penyatuan atau pembauranberbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas Nasional Bangsa. 4) Meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit. Adapun cakupan wawasan nusantara yakni kesatuan budaya. pembauran. adanya pandangan hidup Indonesia dalam mendayagunakan konstelasi Indonesia. Wawasan Nusantara. Wawasab kebangsaan diikrarkan pada sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 sebagai tekad perjuangandan merupakan konvensi Nasional. Makna wawasan Kebangsaan Republik Indonesia yakni mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Integrasi Nasional dapat menjamin terwujudnya: a) Keselarasan: suasana tertib. kewaspadaan. dan 5) Meningkatkan kualitas penangkal maya lestarinya bangsa. sejarah dan kondisi social budaya untuk mengejahwantahkan segala dorongan dan ransangan di dalam usaha mencapai perwujudan aspirasi bangsa dan tujuan Nasional. kesederajatan. Integrasi Nasional. memahami nilai dan prinsip yang diwariskan oleh sejarah. Nilai-nilai wawasan kebangsaan mengandung arti pengorbanan.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini orang berpaling ke hubungan pribadi sebagai pedoman dan mutu. terlalu sentralisasi. serta kurangnya integritas pada diri pemimpin. tangkas. antara lain: pengalokasian layanan yang tidak efektip dan efisien. saat ini sangat dibutuhkan pemimpin yang berjiwa Kebangsaan karena mampu mempertahankan keutuhan Bangsa. Kaum muda sendiri. Orang yang menjadi pemimpin merupakan orang-orang yang mampu. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan kepercayaan terhadap pemimpin. karena suatu harapan ataua cita-cita suatu Negara akan sangat sulit diwujudkan tanpa adanya rasa kebersamaan atau persatuan seluruh rakyat. Peran mahasiswa sebagai agent of change terhadap nasib bangsa ini sangat dibutuhkan untuk kelanjutan nasib Negara ini tentunya yang diharapkan adalah pemimpin muda yang berwawasan kebangsaan dan mendapatkan kepercayaan dari rakyat karena kinerjanya. Kepercayaan kepada pemimpin adalah tingkat keyakinan dan loyalitas kepada pemimpin (Yulk. karena dengan semakin meningkatkan keutuhan Bangsa. sigap. bukan hanya mempermudah menggapai cita-cita Bangsa. kurangnya jiwa kepemimpinan. namun Indonesia juga akan semakin dihormati oleh Negara lain. ternyata tidak mudah bagi seorang pemimpin karena kepercayaan itu timbul dari perilaku pemimpin tersebut. Pemimpin saat ini banyak dipilih berdasarkan kompetensinya. Pemimpin yang sudah mumpuni dalam kompetensi atau pengetahuan wawasan kebangsaan. Keefektipan menajerial dan kepemimpinan tergantung pada kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pada usia tersebut mahasiswa baru terlibat secara langsung dalam pemilihan pemimpin di beberapa jajaran pemerintahan. ketidakefektipan reorganisasi dan perubahan struktur. Berbagai acara di televisi maupun di media sosial diisi dengan membicarakan tentang keburukan-keburukan dari pemimpin. meski demikian kepercayaan terhadap pemimpin tampak belum seperti sebagaimana yang diharapkan. Pada saat ini sedang terjadi penurunan kepercayaan terhadap pemimpin. Selain itu. belum tentu dapat dipercayai oleh rakyat. cerdas. Oleh karena itu. Percuma memiliki kompetensi yang hebat tanpa integritas karena rakyat bisa melihat sosok pemimpin dari integritas yang dimiliki oleh pemimpin tersebut. sogok menyogok dan korupsi. Namun. Pemimpin yang dapat dipercaya adalah pemimpin yang berintegritas. dari hubungan ini umumnya ditentukan oleh tingkat kepercayaan kepada pemimpin (Robbins. mahasiswa juga memiliki wadah yang cukup kuat untuk menyuarakan ide dan kritikannya terhadap pemimpin. 2007). 2006). Mengapa . serta kurangnya kepercayaan rakyat terhadap pimpinannya.cita-cita Bangsa atau Negara. Integritas Pemimpin berwawasan kebangsaan ternyata tidak cukup atau tidak sempurna tanpa integritas karena sebenarnya integritas merupakan faktor yang paling penting bagi seorang pemimpin untuk dapat dipercaya oleh pengikut atau rakyatnya. terutama mahasiswa menaruh minat besar terhadap apa yang terjadi pada pemimpin saat ini. Berbagai pendapat muncul dan dapat berbeda-beda pada masing-masing individu mengenai pemimpin. Untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.

utnuk kemudian menemukan strategi yang tepat untuk menyelesaikannya. Bauman (2011) membedakan antara integritas substantif yang mengandung komitmen pada nilai-nilai moral. tanggung jawab. rajin bekerja. pemimpin tersebut tidak akan mengalami kesulitan ketika menganalisa segala persoalan Bangsa yang sangat rumit sekalipun. komitmen.demikian?. yang berarti berbagai bagian dari karakter dan keterampilan berperan aktif dalam diri kita. Kata integrity berasal dari akar kata “integrated”. senantiasa rakyat akan cinta kepada pemimpin tersebut dan kebijkan-kebijakan yang sudah dibuat tidak sulit dijalankan karena adanya sinergi positif antar rakyat-rakyat maupun rakyat-pemerintah sehingga tidak mustahil seluruh rakyat akan bersatu sehingga persatuan dan ketahanan NKRI semakin kuat walaupun banyak masalah yang datang baik dari dalam maupun luar negeri. . muda dan cerdas yang akan menghasilakan kebijakan-kebijakan yang cerdas yang tentu saja setelah melalui analisa-analisa yang mendalam. dan penghargaan pada diri sendiri. pemahaman diri. dan dalam menjalani kehidupan selalu didasarkan pada rasa optimis dan antusias. Integritas adalah sebuah kebajikan (virtue) sifat yang jujur pada diri sendiri dengan cara berpegang teguh pada komitmen moral yang dianut olehnya. bisa dipercaya. yang tampak dari keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan kita (Lee. Oleh karena itu. Dengan kecerdasan yang dimilikinya. fungsi menentukan kata hati yakni sesuatu yang menurut perasaan sesuatu yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Pemimpin cerdas berjiwa kebangsaan dengan disertai integritas. Karena integritas berhubungan dengan moral dan keteguhan hati dalam menjalankan kehidupan. Aspek kompetensi integritas yakni motivasi dan dorongan dari dalam diri. Adapun Nilai dasar integritas yakni kesungguhan dan kemauan untuk menjalani hidup yang bermakna dan bertujuan. pengetahuan tentang diri sendiri tentang sesuatu yang buruk yang tidak boleh dilakukan. 2006). sudah sepatutnya seorang pemimpin yang kita dambakan saat ini adalah pemimpin yang berintegritas. Integritas berkaitan dengan moral. disiplin diri. peta kognitif) yang dapat membentuk kecerdasan moral. Ketika pemimpin menjalankan tugasnya dengan disertai integritas integras yang baik. keberanian dan keteguhan hati. dan integritas formal yang juga mengandung komitmen tetapi tidak selalu komitmen nilai-nilai moral. amanat. sesuai dengan apa yang dikatakan dan yang dikerjakan. sebagai pemimpin sangat diperlukan integritas substantif yang terkait dengan moralitas yang secara operasional bermanfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia. 2) Fungsi afeksi (perasaan senang. pekerjaan. Fungsi integritas ada dua: 1) Fungsi kognitif (pola pikir. namun tetap komitmen terhadap segala yang dikerjakan dengan disertai dengan keteguhan hati dalam menjalankannya sampai memperoleh kesuksesan. dan sebagainya. maka dengan sendirinya masyarakat akan percaya kepada pemimpin tersebut. dan perasaan bersalah atas tindakan yang dilakukan). konsistensi. kejujuran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemimpin berjiwa kebangsaan dan berintegritas merupakan pemimpin yang ideal. dan adil.

A.. The Journal of Business Ethic 20. Perilaku Organisasi Edisi ke Sepuluh (Terjemahan). PT.. Wawasan Kebangsaan. A. https://diklat. 2007.go.id/v2/. . G. Jakarta: Gramedia. 2015.. Yukl. Minkes.L. and Why Moral Exemplars Do What is Right.jogjaprov. Electronic Theses and Dissertation. Journal of Financial Planning./8- diklat-prajabatan-golongan-iii?.wawasan-kebangsaan. Indeks: Jakarta. Bauman. Online. Kepemimpinan Dalam Organisasi. PT. David. (2006. Aug). Leadership and Business Ethic: Does It Matter? Implication for Management. DAFTAR PUSTAKA Aprianto. Robbins. Diakses pada tanggal 22 Februari 2017. S. Indeks.. 327-335. Lee. 2011. et al (1999). 19(8). 20. 2006. Integrity. Identify. Authentic leadership and behavioral integrity as drivers of follower commitment and performance. Paper 34.

dan lulus tahun 2015. . No. kemudian menempuh pendidikan jenjang s1 di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram.rohmani@gmail. langsung melanjutkan Pendidikan S2 dimulai pada bulan Agustus tahun 2016 dengan mengambil konsentrasi yang sama pada saat S1 yakni Pascasarjana Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang. Alhamdulillah pada akhir tahun 2015 lulus seleksi penerimaan Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan dan pada awal tahun 2016 mendapat kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Bahasa oleh LPDP yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sebagai syarat sebelum melanjutkan pendidikan S2. Setelah selesai mengikuti Pelatihan Bahasa. 2 Rensing tahun 2005. 24 November 1993 Agama : Islam Status pernikahan : Belum menikah Alamat : Desa Rensing Kecamatan Sakra barat kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Kode Pos : 83671 No. Hp : 082339873340 Email : malika. Setelah menamatkan pendidikan menengah. setelah berjuang cukup keras untuk mencari kesempatan melanjutkan pendidikan. Selanjutnya pendidikan menengah ditempuh di MTs.com Riwayat Pendikan : Pendidikan dasar 6 tahun ditempuh di desa Rensing pada tahun 2000. dan sampai saat ini masih aktif sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Negeri Malang. NW. dan SMA Negeri 1 Sakra tahun 2008.BIBLIOGRAFI Nama : Malika Rohmani Jenis Kelamin : Perempuan Tempat/Tanggal Lahir: Rensing.