BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Negara Indonesia.

Bahasa Indonesia juga merupakan alat pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia berkembang dari bahasa Melayu yang mengalami beberapa perubahan. Sebagai bahasa nasional yang patut dijaga kelestariannya, tidak mengherankan jika sampai saat ini bahasa Indonesia masih tetap menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas. Di sekolah-sekolah, pada umumnya pengajaran bahasa Indonesia diberikan kepada siswa yang mencakup beberapa aspek yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Seorang siswa dikatakan terampil berbahasa apabila siswa telah mampu menguasai keempat keterampilan diatas. Membaca merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia sehari-hari. Dengan membaca manusia akan mendapat informasi-informasi yang dapat menambah wawasannya. Oleh karena itu, membaca perlu mendapat perhatian kita bersama dan juga perlu ditingkatkan. Dalam upaya peningkatan minat baca tentunya tidak terlepas dari factor yang mampu menunjang hal tersebut. Salah satunya yaitu melalui peranan perpustakaan. Kita ketahui bersama bahwa perpustakaan adalah suatu ruang yang digunakan untik menyimpan buku dan terbitan lain yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca. Dari fungsi inilah perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku-buku, sedangkan buku dikaitkan dengan kegiatan membaca maka perpustakaan pun selalu dikaitkan dengan kegiatan membaca. Perpustakaan sebagai sarana pendidikan memberi andil yang besar terutama dalam penyediaan buku dan bahan bacaan serta sebagai tempat pendidikan formal maupun informal. Penyediaan bahan-bahan bacaan dari

1

perpustakaan ini merupakan sarana yang sangat penting dalam upaya meningkatkan minat baca. Selain penyediaan bahan-bahan bacaan, untuk meningkatkan minat baca, perpustakaan juga perlu memperhatikan dan melakukan upaya-upaya lain yang juga mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat baca. Berdasar pada latar belakang diatas maka penulis berkeinginan untuk mencari dan meneliti upaya apa yang dapat dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca. 1.2 Rumusan Masalah Berdasar pada latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan yang ingin dicari jawabannya yaitu : a. Bagaimana cara membaca yang baik ? b. Bagaimana pengaruh dan peranan perpustakaan terhadap minat baca ? c. Upaya apa yang dapat dilakukan perpustakaan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca ? 1.3 Tujuan Penyusunan karya tulis ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut : a. Untuk mengetahui bagaimana cara membaca yang baik. b. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan peranan perpustakaan terhadap minat baca. c. Untuk mengetahui upaya-upaya apa yang yang dapat dilakukan perpustakaan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca. 1.4 Manfaat Adapun manfaat yang diharapkan melalui penulisan karya tulis ini yaitu : a. Bagi Penulis 1) Melalui penulisan ini diharapkan keterampilan penulis akan bertambah

2

2)

Diharapkan akan dapat menggugah penulis untuk terus

membuat karya tulis baik melalui penelitian maupun nonpenelitian. b. Bagi Masyarakat 1) Melaui penulisan ini diharapkan agar nantinya minat baca masyarakat menjadi meningkat. 2) Meningkatkan pengetahuan masyarakta tentang pentingnys perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat baca.

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perpustakaan 2.1.1 Pengertian Perpustakaan Asal kata perpustakaan dapat dibagi menjadi dua yaitu : Pertama, perpustakaan berasal dari bahasa latin “liber” yang artinya buku. Dari bahasa itu munculah istilah “librarium”, yang artinya temtap menyimpan buku. Dari kata itulah kemudian muncul istilah dalam bahasa inggris yang sering kita kenal yaitu “library”. Kedua, perkataan ituberasalo dari bahasa Yunani “byblos” atau “bibilios” yang kemudian menjadi biblion yang artinya “buku”. Kata biblion itu kemudian mendatap akhiran theke yang artinya lemari atau tempat penyimpanan. Jadi kata bibiliotheke artinya lemari buku atau koleksi buku. Dari keterangan diatas maka pengertian perpustakaan : a. b. Perpustakaan ialah tempat atau kumpulan buku-buku yang teratur, rapi, dan sistematis. Perpustakaan ialah kumpulan buku atau suatu koleksi tidak tersusun. c. Perpustakaan ialah suatu seri buku yang sama ukuran dan format (bentuk)nya yang dikeluarkan oleh suatu badan dam waktu yang sama tetapi pengarangnya berbeda. d. Perpustakaan ialah suatu daftar buku-buku yang dipergunakan untuk mengarang atau bahan bacaan yang dianjurkan untuk memperdalam bahasa dalam bukunya. Umumnya disebut bibiliografi, daftra bacaan atau referensi. buku yang dipergunakan untuk kepentingan seseorang. Disini mungkin buku-bukunya

4

2.1.2 Unsur-Unsur Perpustakaan Unsur-unsur perpustakaan ada lima yaitu : a. Buku b. Buku merupakan unsure terpenring dalam perpustakaan. Buku dalam sebuah perpustakaan jumlah dan jenisnya beragam tergantung pada perpustakaan itu sendiri. c. Kesatuan Teratur/Organisasi Sebuah perpustakaan tentulah memiliki perangkat-perangkat untuk dapat melaksanakan dan menjalankan fungsinya. Adapun susunan organisasi secara umum yaitu : 1) Sekretariat yaitu bagian yang berfungsi membina perpustakaan dan keuangan pegawai serta anggotanya. 2) Bagian Referensi dan Dokumentasi biasanya disimpan buku-buku yang tidak dipinjamkan, tapi boleh dibaca di tempat. 3) Bagian Sirkulasi menangani buku-buku yang dipinjamkan ke para anggota. 4) Bagian Penjilidan/Penerbitan mengurusi buku-buku yang rusak atau menerbitkan buku-buku untuk penerangan kepada peminat. d. Tempat/Gedung Tempat/Gedung merupakan unsure perpustakaan yang penting pula, tanpa adanya Gedung, perpustakaan tidak akan dapat berdiri. 2.1.3 Jenis Perpustakaan Pada hakikatnya setiap perpustakaan memiliki sejarah yang berbedabeda. Karena sejarahnya yang berbeda-beda itu, setiap perpustakaan mempunyai tujuan, anggota, organisasi, dan kegiatan yang berlainan. Hal ini kemudian mempengaruhi munculnya berbagai jenis perpustakaan. Adapun jenis-jenis perpustakaan yang ada yaitu : a. Perpustakaan menurut jangkauannya 1) Perpustakaan Internasional Perpustakaan Internasional adalah perpustakaan yang didirikan oleh dua Negara atau lebih atau perpustakaan yang merupakan

5

bagian sebuah organisasi internasional. Perpustakaan semacam ini baru muncul sekitar tahun-tahun pertama abad ke-20 2) Perpustakaan Nasional Perpustakaan nasional merupakan perpustakaan utama dan paling komprehensif yang melayani keperluan informasi dari penduduk suatu Negara. Adapun asal-usul perpustakaan nasional : a) Merupakan kumpulan berbagai perpustakaan yang disita Negara semasa revolusi, kemudian koleksi gabungan itu dijadikan satu di bawah perpustakaan nasional. b) Perpustakaan tersebut dibangun semasa damai c) Sengaja dibentuk, lazimnya dengan dekrit pemerintah d) Berkembang dari fungsi-fungsi lain e) Sebagai perkembangan lanjutan sebuah perpustakaan umum, kemudian dikembangkan menjadi perpustakaan nasional f) Bermula sebagai bagian dari sebuah museum g) Sebagai bagian dari badan legislative h) Berasal dari perpustakaan khusus kemudian berfungsi sebagai perpustakaan nasional dalam subjek yang dikuasainya i) Sebagai lanjutan sebuah perpustakaan perguruan tinggi b. Perpustakaan menurut fungsinya 1) Perpustakaan Umum Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum. Ciri-ciri perpustakaan umum yaitu : a) Terbuka untuk umum b) Dibiayai oleh dana umum c) Jasa yang diberikan pada hakikatnya bersifat Cuma-cuma 2) Perpustakaan Khusus Perpustakaan khusus dapat merupakan sebuah departemen lembaga Negara, lembaga penelitian, organisasi massa, militer,

6

industri, maupun perusahaan swasta. Ciri-ciri perpustakaan khusus yaitu : a) Memiliki buku yang terbatas pada satu atau beberapa desiplin ilmu b) Keanggotaan anggota tersebut c) Tekanan koleksi bukan pada buku d) Jasa yang diberikan lebih mengarah pada minat perorangan 3) Perpustakaan Akademik Perpustakaan Akademik adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah lembaga pendidikan, dikelola sepenuhnya oleh lembaga yang bersangkutan dengan tujuan utama membantu tujuan pendidikan pada umumnya.Yang tergolong perpustakaan akademik yaitu : a) Perpustakaan Sekolah b) Perpustakaan Perguruan Tinggi 2.2 Membaca 2.2.1 Pengertian Membaca Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Jika tidak dapat dipenuhi, maka pesan yang tersurat dan tersirat tidak akan terungkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Henry Guntur Tarigan dalam bukunya yang berjudul “Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” mengatakan bahwa membaca adalah suatu yang perpustakaan terbatas pada sejumlah kebijakan ditentukan oleh

perpustakaan/Kebijakan badan induk tempat perpustakaan

7

proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata yang ditulis. Jika dilihat dari segi Linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi, berlainan dengan berbicara yang justru melibatkan penyandian. Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, baik dengan melisankan maupun hanya dalam hati. 2.1.2 Tujuan Membaca Tujuan membaca secara umum adalah mengerti dan memahami makna atau arti yang terkandung dalam sebuah buku atau bacaan. Dengan engrti dan memahami makna yang terkandung dalam bacaan tersebut, maka dapat menambah pengetahuan si pembaca tentang masalah yang tertuang didalamnya sehingga dengan demikian secara tak langsung akan dapat menumbuhkan minat baca. Adapun tujuan membaca yang lebih mengkhusus dan bersifat lebih praktis yaitu : a. b. c. d. e. Untuk mengetahui tekhnik membaca yang baik Untuk memahami isi bacaan yang dibaca Menambah kosakata yang dapat membantu penguasaan bahasa seseorang baik lisan maupun tertulis Menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca sebagai sarana untuk mendapatkan informasi sehingga dapat menambah pengetahuan Mencari kesenangan dan kenikmatan atau kepuasan batin

2.1.3 Jenis-Jenis Membaca Jenis membaca dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : a) 1) Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya sesuatu yang dibacanya, Membaca Nyaring atau juga berdasarkan pelaksanannya : Membaca nyaring adalah suatu kegiatan membaca yang ditandai dengan keluarnya bunyi bacaan secara secara lengkap, dengan

8

menggunakan intonasi baca yang baik, agar isi bacaan tersebut dapat didengar, dimengerti, dan dipahami baik oleh pembaca maupun si pendengar(penyimak). Pembaca yang baik haruskah memiliki sifat-sifat sebagai berikut : a. b. Terampil menafsirkan lambing-lambang yang tertulis Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam mengerti dan sehinga dapat menghidupkan makna dari tulisan yang dibacakan. memahami makna serta perasaan yang terkandung dalam tulisan yang dibacanya. c. Memiliki kecepatan pandang yang tinggi serta arah pandangan yang luas, karena di harus melihat pada bahan bacaan dan memeliharta kontak mata dengan orang lain yang bertindak sebagai pendengar. 2) Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah suatu kegiatan yang ditandai dengan tidak terdengarnya bunyi atau ujaran si pembaca. Membaca dalam hati merupakan suatu ketrampilam membaca yang sebenarnya yang meliputi ketrampilan komunikasi, tulisan, ketrampilan mengubah wujud tilisan menjadi wujuda makna, ketarampilan menangkap pokokpokok pikiran dari bacaan dan ketrampilan mengerti serta memahami segala yang tersirat dalam bacaan. Dengan kata lain, membaca dalam hati lebih diurjukan untuk menggali, mengerti, dan memahami makna atau arti, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam bacaan. b) membaca: 1) Membaca Pemahaman Membaca pemahaman adalah membaca bahan bacaan dengan menangkap pokok-pokok pikiran yang lebih tajam dan dalam, sehingga terasa ada kepuasan tersendiri setelah bahan bacaan selesai dibaca. Ditinjau dari segi tujuan akhir dalam aktivitas

9

Tujuan akhir dari membaca pemahaman adalah terciptanya suatu pengertian dan pemahaman pada diri pembaca tentang segala sesuatu, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalan bacaan tersebut. 2) Membaca kritis Membaca kritis adalah suatu kegiatan membaca yang tidak terbatas hany untuk mengerti dan memahami apa yang dikemukakan oleh penulis, melainkan sampai kepada pertanyaan mengapa hal itu dikemukakan, bagaiman hal itu bisa terjadi, serta akibat apa yang dapat ditimbulkannya. Membaca kritis tergolong kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang rasa, mandalam, evaluatif, dan analitis. 3) Membaca Ide Membaca ide merupakn jenis kegiatan membaca yang bertujuan mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. Pembaca ide akan dapat mencari, menemukan serta mendapatkan keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bahan bacaan. Jika mampu benar-benar terampil menangkap ide-ide yang terkandung di dalam bacaan tersebut. 4) a. b. Membaca Intensif Membaca telaah isi Membaca telaah bahasa

10

BAB III METODELOGI PENULISAN

3.1

Tempat dan Waktu Penulisan Pembuatan karya tulis ini dilakukan di rumah yang bertempat di Br. Sakih,

Guwang, Sukawati pada tanggal 11 Mei 2009. 3.2 Sumber Data Data yang digunakan pada proses penyusunan karya tulis ini diperoleh dari literatur-literatur yang berupa konsep serta sumber online (internet).

3.3 3.3.1 1.

Jenis Data Menurut Sumbernya Data Sekunder, merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari buku-buku dan artikel yang mengandung atau menyajikan tulisan ilmiah mengenai perpustakaan dan membaca. Data sekunder yang berasal dari kajian pustaka dengan data-data sebagai berikut : a. Penulisan Karangan Ilmiah Dengan Bahasa Indonesia Yang Benar Jakarta. Arifin, E.Zaenal. 1987 b. Media internet, diantaranya : − − − Http;//www. wikipedia.org/wiki.com http://www.scribd.com http://one.indoskripsi.com/

3.3.2 1.

Metode Pengumpulan Data Kajian Pustaka Yaitu cara pengumpulan data dengan membaca buku-buku dan artikel tentang perpustakaan dan hal-hal yang terkait dengan kegiatan membaca.

11

Kemudian mencatat point-pointnya dan merangkainya dalam karya tulis ini. 3.4 1 2 3 4 3.5 Tahap-Tahap Pengolahan Data Adapun tahap-tahap pengolahan data adalah sebagai berikut: Mencari hal-hal penting yang berhubungan dengan penulisan dari Menentukan rumusan masalah yang akan dibahas. Menyusun data yang diperoleh menurut sistematika laporan. Menarik kesimpulan yang bisa menjawab rumusan masalah. buku-buku atau literatur lainnya.

Aspek-Aspek yang Dikaji Adapun aspek-aspek ysng dikaji adalah sebagai berikut:

1. Cara membaca yang baik 2. Pengaruh dan peranan perpustakaan terhadap minat baca 3. Upaya-upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca 3.6 Teknik Mengambil Kesimpulan Berbagai pertimbangan penulis dalam menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. Kesimpulan langsung berhubungan dengan rumusan masalah yang dibuat. Kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak sepihak, tetapi berdasarkan berbagai referensi. Kesimpulan merupakan jawaban dari masalah dan tujuan penulisan

12

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Cara Membaca Yang Baik Membaca bukan hanya sekedar mengambil buku atau bahan bacaan, kemudian membaca dengan sepat san akhirnya selesai begitu saja. Kegiatan membaca yang sedemikian rupa sangan mempengaruhi minat unutk membaca. Oleh karena itu, cara membaca yang baik perlu dilakukan pada kegiatan membaca. Membaca yang baik ialah membaca yang dapat memberika pembaca pengertian serta bimbingan unutk melaksanakan apa yang dibaca tersebut. Jadi pembaca buku berhasil membaca apabila si pembaca mampu memahami, dan mengungkapkan kembali isi bacaan tersebut baik dengan tindakan maupun dengan sikap. Pembaca dapat menyusun kembali isi bacaan tersebut dengan katakata sendiri, baik secara lisan maupun melalui tulisan. Dalam hak membaca, tentulah stiap orang tidak sama pemahaman dan pengungkapannya. Hal ini tergantung dari mudah sukarnya suatu bacaan dan juga pemikiran seseorang. Oleh karena itu dalam membaca, agar dapat mencapai hasil yang baik, perlu dalam beberapa tahap. Tahap yang pertama tentu saja anak-anak yang baru pertama kali mampu membaca. Apabila telah mampu membaca dan berniat mengembangkannya, maka akan menjadi keterampilan membaca. Keterampilan membaca ini akan meningkat menjadi ketekunan, kebiasaan, kesenangan, nafsu, dan kelaparan untuk membaca. Adapun dalam bentuk skema yaitu : Kemampuan membaca Keterampilan untuk membaca Kesediaan membaca Ketekunan membaca

13

Kebiasaan membaca Kesenangna membaca Nafsu untuk membaca Kelaparan akan membaca Keranjingan membaca
Gambar 4.1 Skema membaca

Dari skema, tmembaca dapat dilihat bahwa tahap yang terakhir dari membaca adalah keranjingan membaca. Jika seseorang telah mencapai tahap ini maka tak ada waktu yang pernah tersia-sia. Kapan pun dan di mana pun orangtersebut akan selalu membawa buku-buku untuk di baca. Tak peduli siang atau malam. Di rumah, di sekolah atau dalam perjalanan. 4.2 Pengaruh dan Peranan Perpustakaan Terhadap Minat Baca Syarat muthlak untuk memupuk anak-anak gemar membaca adalah penyediaan bahan-bahan bacaan. Orang tua ataupun para guru haruslah memilih bahan-bahan bacaan tersebut sehingga benar-benar membina si anak ke arah yang sehat. Dengan demikian akan terasa urgensinya orang tua dan para guru pun mempunyai selera pengetahuan yang cukup. Penyediaan bahan bacaan yang efisien dan praktis adalah berupa perpustakaan. Perpustakaan merupakan perlengkapan yang tak boleh tidak ada pada pendidikan modern, karena perpustakaan merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca, baik bagi generasi muda ataupun orang tua. Dalam peningkatan minat baca, perpustakaan memiliki pengaruh dan peranan yang erat kaitannya dengan fungsinya sebagai fungsi rekreasi, fungsi pendidikan, dan fungsi cultural. Adapun uraiannya yaitu:

14

a. Fungsi Rekreasi Masyarakat dapat menikmati rekreasi cultural dengan cara membaca dan bacaan ini disediakan oleh perpustakaan. Dalam menjalankan fungsi rekreasi ini maka perpustakaan menjalin kerja sama dengan berbagai komponen seperti penulis yang menulis buku, took buku, unsure pembaca yang berasal dari semua pihak dan dengan sendirinya juga pengelola perpustakaan. Kegiatan membaca sebagai bagian dari fungsi rekreasi dikaitkan pula dengan tingkat melek huruf. Berbeda dengan anggapan bahwa melek huruf sudah berarti tahu aksara, sedangkan dalam kenyataannya terdapat berbagai tingkat melek huruf dilihat dari segi penggunaan pustaka. Melek huruf terbagi atas : 1) Golongan yang tidak dapat membaca dalam arti tahu aksara, namun tidak tahu cara membacanya. Hal ini contohnya terjadi pada orang yang sama sekali buta aksara. Dia hanya tahu bahwa itu aksara, namun sama sekali tidak memahami artinya. 2) Golongan yang memiliki kemampuan terbatas, dalam arti mereka setengah melek huruf. 3) Golongan yang sedang belajar aksara serta mungkin melek huruf. 4) Golongan yang melek huruf, namun tidak membaca kecuali bacaan terbatas pada kehidupan sehari-hari seperti membaca pengumuman, rambu jalan, formulir dan sejenisnya. 5) Golongan yang melek huruf, namun bukan pembaca buku. 6) Golongan yang melek huruf, namun bukan pembaca buku yang tetap. 7) Golongan yang melek huruf serta pembaca tetap. Dari kedua tingkat melek huruf, maka perpustakaan akan mampu mengetahui sejauh mana minat masyarakat untuk membaca sehingga dengan demikian perpustakaan akan mampu melakukan upaya-upaya yang memungkinkan tumbuhnya minat baca serta upaya-upaya memungkinkan tumbuhnya minat baca serta upaya untuk meningkatkannya. b. Fungsi Pendidikan

15

Perpustakaan dapat dikatakan sebagai sarana pendidikan formal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat bekajar di luar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dalam hal ini, yang berkaitan dengan pendidikan formal ialah perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi, sedangkan yang berkaitan dengan pendidikan informal ialah perpustakaan umum. Dengan fungsi yang sedemikian rupa maka hal ini tentu saja akan berdampak tak langsung pada peningkatan minat baca. Bagi mereka yang sudah meninggalkan bangku sekolah maupun putus sekolah maka perpustakaan akan menjadi tempat belajar yang praktis, berkesinambungan, serta murah. c. Fungsi Kultural Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat. Pendidikan ini dapat dilakukan perpustakaan dengan cara menyelenggarakan pameran, ceramah, pertunjukan kesenian, pemutaran film bahkan bercerita untuk anak-anak. Melalui fungsi ini tentu nantinya akan dapat memberi pengaruh kepada masyarakta tentang arti penting membaca. 4.3 Upaya-Upaya Perpustakaan Untuk Meningkatkan Minat Baca Kita telah ketahui bersama bahwa perpustakaan didirikan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa melalui pengembangan minat baca yang sekligus berusaha memberantas buta aksara. Dalam upaya mengatasi masalah diatas, maka hal-hal yang dapat dilakukan perpustakaan melalui peningkatan peran dan fungsinya yaitu sebagai berikut : a. Meningkatkan Kerjasama Antarperpustakaan Kerjasama antarperpustakaan merupakan kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan atau lebih. Dengan pelaksanaan kerjasama ini maka perpustakaan akan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakai perpustakaan. Salah satu bentuk kerjasama perpustakaan dalam upaya peningkatan minat baca yaitu kerjasama pengadaan. Kejasama ini dimaksudkan untuk menambah jenis bahan bacaan sehingga koleksi bacaan perpustakaan menjadi bervariasi. Apabila perpustakaan memiliki bacaan yang bervariasi tentulah akan

16

dapat merangsang minat baca seseorang. Masyarakat akan dapat memilih bacaan yang mereka rasakan sesuai bagi dirinya. Dan hal ini sedikit demi sedikit akan mampu menggugah masyarakat untuk membaca. Salah satu kerjasama pengadaan yang terbukti mampu meningkatkan minat baca yaitu seperti kerjasama yang telah dilakukan perpustakaan SMK Negeri 1 Mas dengan Perpustakaan Daerah propinsi Bali. Perpustakaan Daerah Propinsi Bali telah memberikan pinjaman berbagai jenis buku bacaan kepada perpustakaan SMK Negeri 1 Mas untuk menambah jenis buku di perpustakaan SMK tersebut. Kerjasama ini telah dilakukan selama dua kali yaitu pada bulan September 2008 dan pada Januari 2009, dan hal ini telah berdampak pada minat baca siswa SMKN 1 Mas. Kerjasama ini membuat jumlah pengunjung dan peminjam buku pada bulan-bulan tersebut menjadi lebih tinggi disbanding dengan bulan-bulan sebelumnya. Tabel 4.1 Jumlah Pengunjung Perpustakaan SMKN 1 Mas Kelas X XI III Jumlah Agustus September Oktober 580 591 605 1776 1617 1627 1625 4869 1454 1501 1494 4449 Nopembe r 840 829 874 2543 492 488 496 1476 696 628 667 1991 Desember Januari

Tabel 4.2 Jumlah Peminjam Buku Di Perpustakaan SMKN 1 Mas Kelas X XI III Jumlah Agustus September Oktober 196 230 197 623 1165 1572 1571 4308 1297 1443 1454 4194 Nopembe r 217 209 240 666 191 198 200 589 288 224 243 755 Desember Januari

Pada masa sekarang apabila perpustakaan tidak mengadakan kerjasama pengadaan melalui pertukaran maka hal ini akan dapat memberikan dampak negative yaitu pembaca atau masyarakat akan merasa bosan untuk membaca karena koleksi pada perpustakaan hanya berkisar itu-itu saja atau monoton. Kita tahu bersama, masyarakat tentu tidak suka dengan hal yang monoton. Jika keadaan itu terus berlangsung maka akan mengakibatkan minat baca masyarakat

17

cendrung menurun. Selain itu juga akan memberikan dampak lain yang berupa perpustakaan tersebut tidak akan mampu membentuk koleksi yang komprehensif : b. Meningkatkan Berbagai Kegiatan Penunjang Kegiatan penunjang yang dimaksud adalah kegiatan yang lebih mengacu pada fungsi perpustakaan sebagai sarana cultural. Adapunbeberapa contoh kegiatan tersebut yaitu : 1) Pengadaan Berbagai Lomba seperti : a) Lomba Mengarang b) Lomba Meringkas c) Lomba Bercerita Kembali d) Lomba Membaca e) Lomba Sinopsis 2) Pengadaan Pameran Pameran yang dimaksud adalah pameran buku. Dengan pameran ini tentu akan dapat merangsang minat baca masyarakat ataupun menarik masyarakat bukan anggota perpustakaan dan mendorong mereka agar menjadi anggota perpustakaan. Selain itu hal ini juga dapat memperluas minat baca pembaca. Sebagai contoh seorang pembaca yang hanya nonfiksi dengan tema yang sama. Misalnya, peminat astronomi, juga ditunjukan buku fiksi mengenai astronomi atau sebaliknya. Kegiatan penunjang diatas tentu sangat erat kaitannya dengan membaca. Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, tentu harus mulai dari membaca. Dan dengan demikian minat baca masyarakat akan tumbuh dan meningkat. c. Peningkatan Pelayanan Perpustakaan Peningkatan pelayanan perpustakaan merupakan salah satu hal yang secara tak langsung dapat mempengaruhi minat untuk membaca. Apabila suatu perpustakaan tidak memberikan pelayanan yang sesuai, baik berupa pencarian

18

informasi, pelayanan administrasi, maupun pelayanan peminjaman, maka pengunjung tidak akan merasa puas dan mungkin juga tidak tertarik lagi untuk ke perpustakaan. d. Peningkatan Kondisi Lingkungan Perpustakaan yang Sehat

Kondisi lingkungan perpustakaan juga merupakan factor tak langsung yang mempengaruhi minat baca. Oleh karena itu kondisi lingkungan perpustakaan pun harus diperhatikan dan diusahakan agar tetap sehat. Kondisi tersebut meliputi : 1) Cahaya dan Ventilasi Perpustakaan yang terang serta sejuk berkat ventilasi yang baik akan lebih besar peluangnya untuk menarik perhatian masyarakat akan pengunjung. 2) Rak Perpustakaan harus diperhatikan pengaturan raknya agar senantiasa dalam susunan yang baik sehingga pemakai merasa kerasan seperti di rumah. 3) Ruang Studi Setiap perpustakaan memerlukan ruangan yang dilengkapi dengan meja dan kursi. Pembaca dapat duduk dan memilih bacaan yang diinginkannya.

19

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Dari segala uraian yang telah diuraikan diatas maka akhirnya penulis dapat mencari beberapa kesimpulan yaitu : 5.1.1 Kemampuan cara membaca yang baik merupakan awal dari tumbuhnya minat baca. Dengan kemampuan ini seseorang akan tahu apa sebenarnya tujuan dari membaca sehingga akan muncul pada dirinya tentang arti penting membaca. 5.1.2 Perpustakaan memiliki andil yang besar dalam usaha menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat. Melalui fungsi ini dan perannya, perpustakaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membaca. 5.1.3 Meningkatkan kerjasama antar perpustakaan, peningkatan berbagai kegiatan penunjang seperti pengadaan berbagai lomba dan pameran, peningkatan pelayanan sertapeningkatan kondisi lingkungan yang sehat merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan perpustakaan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat. 5.2 Saran - Saran Berdasarkan pada beberapa penjelasan yang telah penulis uraikan dalam bab-bab diatas maka dapat kiranya penulis mengajukan beberapa saran. Adapun saran-saran yang dapat penulis ajukan yaitu sebagai berikut : 5.2.1 Kepada masyarakat pada umumnya agar senantiasa berusaha untuk menumbuhkan minat diri untuk membaca dengan membiasakan diri meluangkan waktu untuk membaca, walaupun itu hanya sedikit. 5.2.2 Kepada para pengelola perpustakaaan serta pemerintah agar lebih mengembangkan peranan dan fungsi perpustakaan sehingga perpustakaan akan dapat mewujudkan diri sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

20

DAFTAR PUSTAKA Arifin, E.Zaenal. 1987. Penulisan Karangan Ilmiah Dengan Bahasa Indonesia Yang Benar Jakarta : PT Mediyatama Sarana Perkasa Basuki, Sulistto, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Lasa HS. 2002. Membina Perpustakaan Madrasyah Dan Sekolah Islam. Jogjakarta: Adi Cipta Rosidi, Aji. P.1983. Pembinaan Minat Baca Bahasa Dan Sastra. Surabaya: PT Bina Ilmu Suandi, I Nengah. 2001. Kaidah Penulisan Artikel Ilmiah. Singaraja: IKIP Singaraja Sudamia, Edio. 1982. Mengenal Dunia Buku. Bandung : Penerbit Alumni / 1984 / Bandung Tim Penyusun Pendidikan haster. 1994. Ikhtisar Materi Penting Bahasa Indonesia untuk SMU. Bandung : Pionir Jaya

21