You are on page 1of 15

TUGAS 1

MATERI BESARAN DAN SATUAN

FISIKA LISTRIK

Nama : Muhammad Rodli Fasya

NIM : 140534604495
UNIVERSITAS N
Kelas : C

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


2014
MATERI BESARAN DAN SATUAN
A. Besaran

Besaran adalah suatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka dan nilai
yang memiliki satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai
besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu

1. dapat diukur atau dihitung


2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan

Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak
dapat dikatakan sebagai besaran.

Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam


yaitu :

1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh
dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa.
Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan
neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal
ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh
besaran non fisika adalah Jumlah.

Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam :

1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh
besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
2. Besaran skalar adalah besaran yang mempunyai nilai saja sebagai contoh
kelajuan, perlajuan dan lain-lain.

Besaran Vektor adalah besaran yang memiliki satuan tanpa arah, sedangkan
besaran skalar adalah besaran yang memiliki satuan dan arah.100 km/Jam, maka
pasti kita akan bertanya, ke arah mana mobil tersebut bergerak. Apakah bergerak
100km/jam ke timur, 100km/jam ke utara, dan lain sebagainya. Jadi, besaran vektor
selalu dinyatakan dengan benar (angka) dan arah.
Contoh besaran skalar adalah massa (kita tidak perlu mempertanyakan arah
4 kg), waktu,massa jenis, kelajuan, dan luas; sementara contoh besaran vektor
adalah pergeseran (perpindahan), kecepatan, percepatan, gaya, dan berat. Yang
membedakan besaran vektor dari besaran skalar adalah bahwa untuk besara vektor,
operasi-operasi aljabar tidak berlaku seperti
halnya pada besaran skalar.
Untuk penulisan besaran vektor dan besaran skalar, secara internasional
telah ditetapkan bahwa penulisan vektor untuk tulisan tangan adalah dengan tanda
panah di atas lambang besaran, sementara untuk tulisan cetak, digunakan huruf
yang dicetak teba. Untuk lebih
jelasnya, perhatikan penulisan berikut ini.
N = satuan newton
N = besaran gaya normal
N = vektor gaya normal

Penggambaran besaran-besaran vektor dilakukan dengan menarik sebuah


garis lurus dari sebuah titik pangkal menuju titik ujung yang pada titik ujung ini
diberikan tanda panah (umumnya di titik ujung). Perhatikan gambar 1.8 yang
menjelaskan perjalanan sebuah mobil dari posisi P1 menuju posisi P2. mobil
tersebut melewati jalanan yang tidak lurus, tetapi berbelok melengkung. Penjang
lintasan yang ditempuh mobil disebut jarak (besaran skalar), sedangkan perubahan
posisi mobil, yang digambarkan dengan garis lurus dari P1 ke P2 disebut
perpindahan (besaran vektor). Panjang garis lurus menyatakan besarnya besaran
vektor tersebut, sedangkan arah garis (dalam sudut q) menyatakan arah vektor.
Sebuah vektor bisa digeser-geser, dengan catatan panjang garis dan besar sudut q
tidak diubah-ubah.
Sebuah vektor dikatakan berubah apabila besar ataupun arahnya, atau
keduanya berubah. Persamaan vektor A = B mengandung arti bahwa besar dan
arah vektor A = B adalah sama; dengan kata lain A = B, qA = qB.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, untuk menjumlahkan dua besaran
harus mempunyaibesaran yang sama. Disamping itu, karakter kedua besaran pun
harus sama. Dengan demikian, kita tidak bisa menjumlahkan sebuah vektor dengan
sklar.sebagai contoh, persamaan A = B dan penjumlahan A + B adalah tidak
mempunyai arti fisis sama sekali. Sebuah vektor dapat dikalikan dengan sebuah
skalar. Perkalian sebuah vektor dengan skalar yang nilainya positif hanya mengubah
besar vektor, tidak mengubah arahnya. Akan tetapi, jika skalar yang dikalikan
dengan angka negatif, maka disamping besarnya berubah, arah vektor pun menjadi
kebalikannya (berputar sebesar 1800),vektor negatif dari A, ditulis-A, mempunyai
besar yang sama dengan besar vektor A, tetapi memiliki arah yang berlawanan
dengan arah vektor A.

Resultan Vektor

Sebuah vektor, sama halnya dengan sebuah skalar, dapat dijumlahkan,


dikurangkan, ataudikalikan dengan vektor lainnya. Untuk melukiskan bagaimana
sebuah vektor dijumlahkan, Dimulai dari titik O, siswa bergerak 4 m ke timur menuju
titik Q, dan selanjutnya melangkah 3 m ke utara menuju titik P. jika perpindahan
pertama kita lambangkan dengan vektor A, dan perpindahan kedua kita lambangkan
dengan vektor B, maka perpindahan total siswa tersebut adalah vektor C, yaitu
vektor yang berpangkal di titik O dan berujung di titik P. Vektor C kita namakan
vektor resultan atau vektor penjumlahan dari dua vektor, yaitu vektor A dan B. .
Dengan demikian, dapat diuliskan bahwa persamaan ini tidak sama seperti
halnya persamaan aljabar biasa. Contoh diketahui bahwa panjang vektor A, yaitu A =
4 m dan panjang vektor B, yaitu B = 3 m. Apakah panjang vektor C sama dengan 4 +
3 = 7 m? Ternyata tidak! Vektor C merupakan sisi miring dari segitiga siku-siku OPQ,
yang sesuai dalil Phytagoras, panjang C sama dengan 3 4 5 m 2 2 + = . Jadi, jelas
bahwa C _ A + B. Secara umum dapat dinyatakan, besar vektor resultan [A + B] _ A
+ B.
Berdasarkan uraian diatas, jika vektor A dan B saling tegak lurus, maka besar
resultan
vektor A dan B dapat dihitung dengan rumus Phytagoras, yaitu R = 2 2 A + B dengan
R = besar vektor resultan, A = besar vektor A, dan B = besar vektor B.

Dalam fisika besaran ada dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan :

1. Besaran pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih
dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.Besaran pokok yang paling umum ada
7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A),
Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri
khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan
(tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.Sistem mutu metrik yang
menjadi tulang punggung sistem satuan internasional (SI) menetapkan 7 besaran
pokok yang bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

BESARAN DASAR SATUAN SI


Nama Lambang Rumus
Dimensi
1. Panjang Meter m L
2. Massa Kilogram kg M
3. waktu Sekon s T
4. Arus listrik Ampere A I
5. Suhu termodinamika Kelvin K
6. Jumlah zat Mola mol N
7. Intensitas cahaya Kandela cd J
BESARAN TAMBAHAN SATUAN SI
1. Sudut datar radian rad
2. Sudut ruang steradia sr
n

Satuan-satuan besaran pokok dan definisinya :

1. Panjang
Satuan Panjang = Meter (M)
Meter pertama kali didefinisikan pada 1973 dengan membagi jarak dari kutub
utara sampai ke katulstiwa menjadi 10 juta bagian yang sama. Hasilnya diproduksi
menjadi 3 batang platina dan beberapa batang besi. Karena selanjutnya diketahui
bahwa pengukuran jarak dari kutub ke katulstiwa tidak akurat, maka pada 1960
standar ini ditinggalkan. Saat ini 1 meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh
cahaya pada ruang hampa selama 1/299792458 detik
2. Waktu
Satuan Waktu = Detik/Sekon (S)
Satuan waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86400 dari waktu satu hari, namun
karena rotasi bumi tidak konstan, maka definisi ini diganti menjadi 1/31556925.9747
dari tahun 1900. pada 1967, definisi ini kembali diganti.detik adalah selang waktu
dari 9.192.631.770 periode radiasi yang disebabkan karena transisi 2 atom cesium
133 pada ground state.
3. Massa
Satuan Massa = Kilogram (kg)
Pada 1799, kilogram didefinisikan sebagai massa air pada 4 derajat celcius yang
menempati 1 desimeter kubik. Namun kemudian ditemukan bahwa volume air yang
diukur ternyata 1,000028 desimeter kubik, sehingga standar ini ditinggalkan pada
1889. Kilogram didefinisikan oleh sebuah benda silinder yang terbuat dari lempeng
platina dan 10% indium pada ruang hampa di dekat paris Kilogram merupakan satu-
satunya satuan standar yang tidak bisa dipindahkan. Tiruan-tiruan telah dibuat
dengan ketelitian mencapai 1/108part, namun metalurgi abad 19 belum baik,
sehingga ketidakmurnian pada logam menyebabkan kesalahan sekitar 0.5 part per
billion setiap tahunnya.

4. Arus listrik
Satuan Arus Listrik = Ampere (A)
Saat arus listrik mengalir lewat suatu kabel, maka bidang magnet akan berada di
sekeliling kabel. Ampere didefinisikan pada 1948 dari kekuatan tarik-menarik dua
kabel yang berarus listrik. 1 ampere adalah arus listrik konstan dimana jika terdapat
dua kabel dengan panjang tak terhingga dengan circular cross section?? yang dapat
diabaikan, ditempatkan dengan jarak 1 meter pada ruang hampa, akan
menghasilkan gaya 2 x 107 newton per meter.

5. Suhu atau Temperature


Satuan Suhu atau temperature Termodinamis = Kelvin (K)
Definisi dari temperature didasarkan pada diagram fase air, yaitu posisi titik tripel
air (suhu dimana 3 fase air berada bersamaan) yang didefinisikan sebagai 273,16
kelvin, kemudian nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin, sehingga 1 kelvin
didefiniskan sebagai 1/273.16 dari temperature titik tripel air.
6. Jumlah Zat
Satuan Jumlah Zat = Mol (Mol)
Mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902, dan merupakan kependekan dari
gram-molecule.1 Mol adalah jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak
atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon 12. saat istilah mol digunakan, zat
elementernya harus dispesifikasikan, mungkin atom, molekul, electron, atau partikel
lain. Kita dapat membayangkan satu mol sebagai jumlah atom dalam 12 gram
karbon 12. bilangan ini disebut bilangan Avogadro, yaitu 6.0221367 x 10 23
7. Intensitas Cahaya
satuan Intensitas Cahaya = Candela (C)
Satuan intensitas cahaya diperlukan untuk menentukan brightness (keterangan)
dari suatu cahaya. Sebelumnya, lilin dan bola lampu pijar digunakan sebagai
standar. Standar yang digunakan saat ini adalah sumber cahaya monokromatik(satu
warna), biasanya dihasilkan oleh laser, dan suatu alat bernama radiometer
digunakan untuk mengukur panas yang ditimbulkan saat cahaya tersebut diserap.1
candela adalah intensitas cahaya pada arah yang ditentukan, dari suatu sumber
yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 x 10 12 per detik,
dan memiliki intensitas radian pada arah tersebut sebesar (1/683) watt per steradian.

2. Besaran turunan .
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran
pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan
besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga
berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran
pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari
pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan
diturunkan dari besaran pokok.

Tabel dibawah ini merupakan contoh besaran turunan serta satuan dasarnya
dimana dari satuan dasar tersebut diharapkan teman-teman langsung dapat
mengenali dari besaran pokok apa saja besaran turunan tersebut didapatkan.

B. Satuan
Satuan adalah sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap
besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang
berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda
kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah
sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan
Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi
sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.

Sistem Satuan
Sistem satuan metrik, dibedakan atas :
- statis
- dinamis
Sistem statis :
statis besar
- satuan panjang : meter
- satuan gaya : kg gaya
- satuan massa : smsb

statis kecil
- satuan panjang : cm
- satuan gaya : gram gaya
- satuan massa : smsk

Sistem dinamis :
Sistem Satuan Dinamis Besar Dinamis Kecil
1. Panjang meter cm
2. Massa kg gr
3. Waktu sec sec
4. Gaya newton dyne
5. Usaha N.m = joule dyne.cm = erg
6. Daya joule/sec erg/sec

Sistem dinamis besar biasa kita sebut M K S atau sistem praktis atau sistem
Giorgie
Sistem dinamis kecil biasa kita sebut C G S atau sistem Gauss.

Sistem Satuan Britania ( British System )


Sistem Satuan British
1. Panjang foot ( kaki )
2. Massa slug
3. Waktu sec
4. Gaya pound ( lb )
5. Usaha ft.lb
6. Daya ft.lb/sec

* Awalan Yang Digunakan Dalam S.I.


AWALAN SIMBOL FAKTOR
Kilo K 10 3
Mega M 10 6
Giga G 10 9
Tera T 10 12
milli m 10 -3
mikro 10 -6
nano n 10 -9
piko p 10 -12
femco f 10 -15
ato a 10 -18

Dimensi
Jika dalam suatu pengukuran benda A.
A = 127 cm = 1270 milimeter = 1,27 x 106 mikron
Nilai besaran A adalah 127 apabila dinyatakan dalam cm,
Nilai besaran A adalah 1270 apabila dinyatakan dalam mm,
Nilai besaran A adalah 1,27 apabila dinyatakan dalam meter dan seterusnya.
Jadi satuan yang dipakai menentukan besar-kecilnya bilangan yang dilaporkan.
Mengapa satuan cm dapat di ganti dengan m, mm, atau mikron ?
Jawabannya, karena keempat satuan itu sama dimensinya, yakni berdimensi
panjang.
Ada dua macam dimensi yaitu :
- Dimensi Primer
- Dimensi Sekunder
Dimensi Primer yaitu :
M : untuk satuaan massa.
L : untuk satuan panjang.
T : untuk satuan waktu.
Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua besaran yang dinyatakan dalam
massa, panjang dan waktu.
contoh : - Dimensi gaya : M L T-2
- Dimensi percepatan : L T-2
Catatan : Semua besaran fisis dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga
besaran pokok ( Dimensi Primer ) yaitu panjang, massa dan waktu.
Kegunaan dimensi :
Untuk Checking persamaan-persamaan fisika, dimana dalam setiap persamaan
dimensi ruas kiri harus sama dengan dimensi ruas kanan.

Contoh :
1. P = F . V
daya = gaya x kecepatan.
M L2 T-3 = ( M L T-2 ) ( L T-1 )
M L-2 T-3 = M L2 T-3
2. F = m . a
gaya = massa x percepatan
M L T-2 = ( M ) ( L T-2 )
M L T-2 = M L T-2

Sebagai tambahan yaitu mengenai satuan baku dan satuan tidak baku sebagai
berikut :

a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya
secara internasional tau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.

Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:


1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)

Tabel Satuan Baku

Besaran Pokok Satuan MKS Satuan CGS

Massa kilogram (kg) gram (g)

Panjang meter (m) centimeter (cm)

Waktu sekon (s) sekon (s)

Kuat Arus ampere (A) statampere (statA)


Suhu kelvin (K) kelvin (K)

Intensitas Cahaya candela (Cd) candela (Cd)

Jumlah Zat kilomole (mol) mol

b. Satuan Tidak Baku


Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan
hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.

C. Pengukuran

Pengukuran adalah proses membandingkan nilai besaran yang diukur


dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Hasil dari pada pengukuran
merupakan besaran.

Alat Ukur

Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung
pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat
ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur
sesuai dengan besarannya, yaitu:

a. Alat Ukur Panjang


1. Mistar (Penggaris)

Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm.
Pada pembacaan skala, kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala
mistar yang di baca.
2. Jangka Sorong

Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang
kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai
dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda,
diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa
bergeser/digerakan.

3. Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian


terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser,
sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang
sangat tipis.
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca.
Berdasarkan cara kerjanya dan keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat
ketelitiannya hingga 0,001g.

2. Neraca OHauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.

2. Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg


atau 0,001 g.
c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon
standar adalah waktu yang dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar
sebanyak 9.192.631.770 kali.

Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam
dinding, arloji (dengan ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).

d. Alat ukur besaran kuat arus

Kuat arus adalah besaran yang menyatakan besarnya arus listrik yang
melalui suaturangkaian listrik. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan
amperemeter. Amperemeter memiliki batas ukur tertentu contohnya 0 5 A (batas
ukur 5A). Dalam rangkaian ampermeter disusun secara seri dengan komponen listrik
yang akan diukur.

e. alat ukur lainnya yaitu :

1. Stop Watch : untuk mengukur waktu mempunyai batas ketelitian 0,01


detik.
2. Dinamometer untuk mengukur besarnya gaya.
:
3. Termometer : untuk mengukur suhu.
4. Higrometer : untuk mengukur kelembaban udara.
5. Ampermeter : untuk mengukur kuat arus listrik.
6. Ohm meter : untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik
7. Volt meter : untuk mengukur tegangan listrik.
8. Barometer : untuk mengukur tekanan udara luar.
9. Hidrometer : untuk mengukur berat jenis larutan.
10. Manometer : untuk mengukur tekanan udara tertutup.
11. Kalorimeter : untuk mengukur besarnya kalor jenis zat.

C. Angka Penting

Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut ANGKA


PENTING, terdiri atas angka-angka pasti dan angka-angka terakhir yang ditaksir
( Angka taksiran ).
Hasil pengukuran dalam fisika tidak pernah eksak, selalu terjadi kesalahan pada
waktu mengukurnya. Kesalahan ini dapat diperkecil dengan menggunakan alat ukur
yang lebih teliti.
Aturan-aturan angka penting :
1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
Contoh : 14,256 ( 5 angka penting ).
2. Semua angka nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol adalah angka
penting. Contoh : 7000,2003 ( 9 angka penting ).
3. Semua angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi
terletak di depan tanda desimal adalah angka penting.
Contoh : 70000, ( 5 angka penting).
4. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di
belakang tanda desimal adalah angka penting.
Contoh : 23,50000 ( 7 angka penting ).
5. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak
dengan tanda desimal adalah angka tidak penting.
Contoh : 3500000 ( 2 angka penting ).
6. Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka
tidak penting.
Contoh : 0,0000352 ( 3 angka penting ).

Ketentuan - Ketentuan Pada Operasi Angka Penting :

1. Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka-angka penting


hanya boleh terdapat SATU ANGKA TAKSIRAN saja.
Contoh : 2,34 angka 4 taksiran
0,345 + angka 5 taksiran
2,685 angka 8 dan 5 ( dua angka terakhir ) taksiran.
maka ditulis : 2,69
( Untuk penambahan/pengurangan perhatikan angka dibelakang koma yang
paling sedikit).
13,46 angka 6 taksiran
2,2347 - angka 7 taksiran
11,2253 angka 2, 5 dan 3 ( tiga angka terakhir ) taksiran
maka dituli : 11,23
2. Angka penting pada hasil perkalian dan pembagian, sama banyaknya dengan
angka penting yang paling sedikit.
Contoh : 8,141 ( empat angka penting )
0,22 x ( dua angka penting )
1,79102
Penulisannya : 1,79102 ditulis 1,8 ( dua angka penting )
1,432 ( empat angka penting )
2,68 : ( tiga angka penting )
0,53432
Penulisannya : 0,53432 di tulis 0,534 ( tiga angka penting )
3. Untuk angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas, sedangkan angka kurang dari 5
dihilangkan.

Notasi Ilmiah = Bentuk Baku

Untuk mempermudah penulisan bilangan-bilangan yang besar dan kecil digunakan


Notasi Ilmiah atau Cara Baku.
p . 10 n
dimana : 1, p, 10 ( angka-angka penting )
10n disebut orde
n bilangan bulat positif atau negatif
contoh : - Massa bumi = 5,98 . 10 24
- Massa elektron = 9,1 . 10 -31
- 0,00000435 = 4,35 . 10 -6
- 345000000 = 3,45 . 10 8