You are on page 1of 19

STRUKTUR BAJA 1

MODUL 4
Sesi 6
Batang Tekan (Compression Member)
Dosen Pengasuh :
Ir. Thamrin Nasution
Materi Pembelajaran :
10. Stabilitas Batang Tekan Berdasarkan PPBBI 1984.
11. Ukuran Minimum Profil.
12. Prarencana Ukuran Penampang Profil Tunggal Dan Tersusun.
a) Kelangsingan > 110.
b) Kelangsingan < 110.
Batang Tunggal Profil WF.
Kolom-kolom Tersusun.
Batang-batang Tersusun Ganda Yang Diikat Dengan Pelat Buhul.
13. CONTOH SOAL : PERENCANAAN STRUKTUR KOLOM.
14. CONTOH SOAL : PERENCANAAN BATANG RANGKA ATAP.

Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami stabilitas batang tekan berdasarkan
PPBBI 1984, ukuran minimum profil (bahaya lipat sayap), prarencana ukuran
penampang profil tunggal dan tersusun, perencanaan batang tekan struktur kolom
dan perencanaan batang tekan rangka atap dengan profil tersusun siku ganda dan
pelat koppel.

DAFTAR PUSTAKA
a) Agus Setiawan,Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-
2002), Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 2008.
b) Canadian Institute of Steel Construction, 2002.
c) Charles G. Salmon, Jhon E. Johnson,STRUKTUR BAJA, Design dan Perilaku, Jilid 1, Penerbit
AIRLANGGA, Jakarta, 1990.
d) PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA (PPBBI), Yayasan Lembaga Penyelidikan
Masalah Bangunan, 1984.
e) SNI 03 - 1729 2002. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung.
f) William T. Segui,Steel Design, THOMSON, 2007.
UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada


pemilik hak cipta photo-photo, buku-buku rujukan dan artikel, yang terlampir
dalam modul pembelajaran ini.

Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat.

Wassalam
Penulis
Thamrin Nasution
thamrinnst.wordpress.com
thamrin_nst@hotmail.co.id

thamrinnst.wordpress.com
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

BATANG TEKAN
(COMPRESSSION MEMBER)

10. Stabilitas Batang Tekan Berdasarkan PPBBI 1984.

Batang tertekan terjamin stabilitasnya apabila memenuhi persamaan berikut,

N fy
k ...(40)
Ag 1,5
Dimana,
k = tegangan yang terjadi.
N = gaya tekan yang bekerja.
Ag = luas penampang total batang tertekan.
fy = tegangan leleh sesuai mutu baja.
= faktor tekuk.

Faktor tekuk () tergantung dari kelangsingan batang () batang yang tertekan dan
macam bajanya. Harga dapat dilihat pada tabel 2, 3, 4 atau 5 PPBBI halaman 11.

Harga faktor tekuk ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut,

E
g ...(41)
0,7 fy
Dimana,
g = angka kelangsingan batas.
E = modulus elastisitas baja = 2,1 x 106 kg/cm2 = 210000Mpa (PPBBI).


s ...(42)
g
= angka kelangsingan batang
= Lk/r (pada tabel r = ix atau iy, Lk = panjang tekuk)

Syarat,
untuk s 0,183 maka 1
1,41
untuk 0,183 s 1 maka
1,593 s
untuk s 1 maka 2,381 s2

Apabila persamaan (41) disubstitusikan kedalam persamaan (42), maka akan


diperoleh,
1 0,7 . fy
s ( ) ...(43)
E

1
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Tabel 1 : Faktor Tekuk berdasarkan SNI dan PPBBI


SNI 03-1729-2002 PPBBI 1984
1 fy 1 0,7 . fy
c ( ) s ( )
E E
untuk c 0,25 maka 1 untuk s 0,183 maka 1
1,43 1,41
untuk 0,25 c 1,2 maka untuk 0,183 s 1 maka
1,6 0,67 c 1,593 s
untuk c 1,2 maka 1,252c untuk s 1 maka 2,381 s2

11. Ukuran Minimum Profil (PPBBI 1984, Bab 12).


Untuk menghindari bahaya lipat pada elemen penampang, maka ukuran-ukuran suatu
profil harus memenuhi syarat-syarat berikut,
a). Sayap-sayap profil I .
a1). Untuk Fe 310 (BJ-34), Fe 360 (BJ-37), dan Fe 430 (BJ-44),
b
20 ...(44a)
ts
a2). Untuk Fe 510 (BJ-52).
b
16 ...(44b)
ts
b). Sayap-sayap profil pipa persegi dan pelat-pelat tepi.
b1). Untuk Fe 310 (BJ-34), Fe 360 (BJ-37), dan Fe 430 (BJ-44),
b
32 ...(44c)
ts
b2). Untuk Fe 510 (BJ-52).
b
26 ...(44d)
ts
c). Sayap-sayap penguat dan rusuk-rusuk pengaku.
c1). Untuk Fe 310 (BJ-34), Fe 360 (BJ-37), dan Fe 430 (BJ-44),
b1
8,5 ...(44e)
t
c2). Untuk Fe 510 (BJ-52).
b1 ...(44f)
7
t
d). Badan-badan profil I dan pipa persegi.
d1). Untuk Fe 310 (BJ-34), Fe 360 (BJ-37), dan Fe 430 (BJ-44) :
Jika N = 0
h
70 ...(44g)
tb

Jika 0 < N < 0,2 Ag . fy


h N
70 135 ...(44h)
tb Ag . fy

2
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Jika 0,2 Ag . fy < N < Ag . fy


h N
45 13 ...(44i)
tb Ag . fy

d2). Untuk Fe 510 (BJ-52).


Jika N = 0
h
56 ...(44j)
tb

Jika 0 < N < 0,2 Ag . fy


h N
56 100 ...(44k)
tb Ag . fy

Jika 0,2 Ag . fy < N < Ag . fy


h N
38 12 ...(44l)
tb Ag . fy

Gambar 30.

3
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

12. Prarencana Ukuran Penampang Profil Tunggal Dan Tersusun.


Jika diketahui gaya tekan sentris (N), panjang tekuk (Lk) dan mutu baja, maka ukuran
profil dapat ditaksir dengan menggunakan rumus-rumus pendekatan berikut,

a). Kelangsingan () > 110,


- Batang tunggal maupun tersusun,
I taksir 1,21 N . Lk 2 ...(45a.)
Dimana,
N = gaya normal tekan sentris, dalam ton.
Lk = pajang tekuk, dalam meter.
Itaksir = momen inertia taksir, dalam cm4.

b). Kelangsingan () < 110,


- Batang tunggal, profil WF,
N
Ataksir 1,5 . Lk 2 ...(45b.)
fy/1,5
Dimana,
N = gaya normal tekan sentris, dalam kg.
fy = tegangan leleh sesuai mutu baja, dalam kg/cm2.
Lk = pajang tekuk, dalam meter.
Ataksir = momen inertia taksir, dalam cm2.

- Kolom-kolom tersusun,

N
Ataksir 0,65 . Lk 2 ...(45c.)
fy/1,5

- Batang-batang tersusun ganda, dimana pelat buhul ditempatkan di antara profil-


profil,
N
Ataksir 2,5 . Lk 2 ...(45d.)
fy/1,5

N
Ataksir 1,75 . Lk 2 ...(45e.)
fy/1,5

N
Ataksir 2,25 . Lk 2 ...(45f.)
fy/1,5

N
Ataksir 3,5 . Lk 2 ...(45g.)
fy/1,5

4
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

CONTOH SOAL : PERENCANAAN STRUKTUR KOLOM


Sebuah kolom profil tunggal WF, tinggi H = 7 meter, dengan perletakan pada puncak
adalah sendi, dan pada bawah adalah jepit. Memikul gaya normal tekan sentris akibat beban
mati D = 95 ton, muatan hidup lantai L = 25 ton dan akibat gempa E = 20 ton. Rencanakanlah
dimensi kolom dan periksa kinerja kolom tersebut apabila mutu baja BJ-37.

Gambar 31.

DATA - DATA :
k = 0,80 (jepit-sendi)
Lk = k . L = 0,80 . 7000 mm = 5600 mm.
Tegangan leleh (BJ-37), fy = 240 Mpa = 2400 kg/cm2.
Tegangan dasar,
fy 240 MPa
Pembebanan tetap, = 160 Mpa = 1600 kg/cm2.
1,5 1,5
(1,3) . fy (1,3) . 240 MPa
Pembebanan sementara, = 208 Mpa = 2080 kg/cm2.
1,5 1,5

PERENCANAAN :
a). Kombinasi Beban.
b1). Pembebanan tetap,
N = D + L = 95 ton + 25 ton = 120 ton.
b1). Pembebanan sementara,
N = D + L + E = 95 ton + 25 ton + 20 ton = 135 ton.

b). Prarencana ukuran profil.


b1). Pembebanan tetap.
Untuk kelangsingan > 110
I taksir 1,21 N . Lk 2 = 1,21 . (120 ton) . (7 m)2 = 7114,8 cm4.

5
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Untuk kelangsingan < 110


N 120000
Ataksir 1,5 . Lk 2 = 1,5 . (7 m) 2 = 148,5 cm2.
fy/1,5 2400 / 1,5

b2). Pembebanan sementara.


Untuk kelangsingan > 110
I taksir 1,21 N . Lk 2 = 1,21 . (135 ton) . (7 m)2 = 8004,2 cm4.
Untuk kelangsingan < 110
N 135000
Ataksir 1,5 . Lk 2 = 1,5 . (7 m) 2
(1,3) . fy/1,5 (1,3) . 2400 / 1,5
2
= 138,4 cm .

Tabel 1 : Tabel profil Wide Flange (WF).


Section Depth Flange Thickness Corner Sectio Momen Radius of
of
width
Index Weight section Web Flange Radius nal of Inertia Gyration b/tf h/tb
(A) (B) (tw) (tf) (r) Area Jx Jy ix iy
mm kg/m mm mm mm mm mm cm2 cm4 cm4 cm cm
200 406 403 16 24 22 254.9 78000 26200 17.5 10.10 16.8 25.4
197 400 408 21 21 22 250.7 70900 23800 16.8 9.75 19.4 19.0
172 400 400 13 21 22 218.7 66000 22400 17.5 10.10 19.0 30.8
400x400
188 394 405 18 18 22 214.4 59700 20000 16.7 9.65 22.5 21.9
147 394 398 11 18 22 186.8 56100 18900 17.3 10.10 22.1 35.8
140 388 402 15 15 22 178.5 49000 16300 16.6 9.54 26.8 25.9
107.0 390 300 10 16 22 136.0 38780 7210 16.9 7.28 18.8 39.0
400x300
94.3 386 299 9 14 22 120.1 33700 6240 16.7 7.21 21.4 42.9
66.0 400 200 8 13 16 84.12 23700 1740 16.8 4.54 15.4 50.0
400x200
56.6 396 199 7 11 16 72.16 20000 1460 16.7 4.48 18.1 56.6
159 358 352 14 22 20 202.0 47600 16000 15.3 8.90 16.0 25.6
156 350 357 19 19 20 198.4 42800 14400 14.7 8.53 18.8 18.4
136 350 350 12 19 20 173.9 40300 13600 15.2 8.94 18.4 29.2
350x350
131 344 354 16 16 20 166.6 35300 11800 14.6 8.43 22.1 21.5
115 344 348 10 16 20 146.0 33300 11200 15.1 8.78 21.8 34.4
106 338 351 13 13 20 135.3 28200 9330 14.4 8.33 27.0 26.0
79.7 340 250 9 14 20 101.5 21700 3650 14.6 6.00 17.9 37.8
350x250
69.2 336 249 8 12 20 88.15 18500 3090 14.5 5.92 20.8 42.0
49.6 350 175 7 11 14 63.14 13600 984 14.7 3.95 15.9 50.0
350x175
41.4 346 174 6 9 14 52.68 11100 792 14.5 3.88 19.3 57.7
106.0 304 301 11 17 18 134.8 23400 7730 13.2 7.57 17.7 27.6
106.0 300 305 15 15 18 134.8 21500 7100 12.6 7.26 20.3 20.0
330x300 94.0 300 300 10 15 18 119.8 20400 6750 13.1 7.51 20.0 30.0
87.0 298 299 9 14 18 110.8 18800 6240 13.0 7.51 21.4 33.1
84.5 294 302 12 12 18 107.7 18900 5520 12.5 7.16 25.2 24.5
65.4 298 201 9 14 18 83.36 13300 1900 12.6 4.77 14.4 33.1
300x200
56.8 294 200 8 12 18 72.36 11300 1600 12.5 4.71 16.7 36.8
36.7 300 150 6.5 9 13 46.78 7210 508 12.4 3.29 16.7 46.2
300x150
32.0 298 149 5.5 8 13 40.80 6320 442 12.4 3.29 18.6 54.2
Sumber : TABEL PROFIL KONSTRUKSI BAJA, Ir. Rudy Gunawan. (Angka yang berwarna merah ada bahaya lipat)

6
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Yang menentukan adalah


Itaksir = 8004,2 cm4 akibat pembebanan sementara.
Ataksir = 148,5 cm2 akibat pembebanan tetap.

Diperoleh ukuran profil sebagai berikut,


Profil WP 350.350.12.19
Ix = 40300 cm4 ; Iy = 13600 cm4 ; ix = 15,2 cm ; iy = 8,94 cm.
Ag = 173,90 cm2.
d = 350 mm ; b = 350 mm ; tb = 12 mm ; ts = 19 mm.
d = d tf = 350 - 19 = 331 mm

c). Pemeriksaan terhadap bahaya lipat.


- Sayap profil,
b
20
ts
350
18,4 20 (memenuhi, tidak ada bahaya lipat pada sayap).
19

- Badan profil,
Pembebanan tetap,
Ag . fy = (173,90 cm2) . (2400 kg/cm2) = 417360 kg = 417,36 ton.
0,2 . Ag . fy = 0,2 . (417.360) = 83472 kg.
0,2 Ag . fy < N < Ag . fy
83472 kg < N = 120000 kg < 417360 kg
h N
45 13
tb Ag . fy
350 120000
45 13 .
12 417360
29,2 < 41,3 (memenuhi, tidak ada bahaya lipat pada badan)

Pembebanan sementara,
Ag . fy = (173,90 cm2) . (2400 kg/cm2) = 417360 kg = 417,36 ton.
0,2 . Ag . fy = 0,2 . (417.360) = 83472 kg.
0,2 Ag . fy < N < Ag . fy
83472 kg < N = 135000 kg < 417360 kg
h N
45 13
tb Ag . fy
350 135000
45 13 .
12 417360
29,2 < 40,8 (memenuhi, tidak ada bahaya lipat pada badan)

d). Pemeriksaan Terhadap Kekuatan kolom.


- Terhadap sumbu Y-Y (sumbu lemah, sumbu bahan).

Lky 700
y 78,3 < 200 (memenuhi).
ry 8,94

7
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

1 0,7 . fy 1 0,7 . 240


sy ( y) . (78,3) . = 0,7053
E 3,14 2100000

Syarat,
untuk s 0,183 maka 1
1,41
untuk 0,183 s 1 maka
1,593 s
untuk s 1 maka 2,381 s2

1,41
y = 1,588
1,593 (0,7053)
Kekuatan kolom pada arah sumbu lemah, sumbu Y-Y,
Pembebanan tetap,
fy / 1,5 2 (2400 kg/cm 2 ) / 1,5
N Ag . (173,90 cm ) .
y 1,588
N = 175172,2 kg = 175,17 ton > 120 ton (memenuhi).
Atau,
N 175172,2
= 1,46
N 120000

Pembebanan sementara,
(1,3) . fy / 1,5 (1,3) . (2400 kg/cm 2 ) / 1,5
N Ag . (173,90 cm 2 ) .
y 1,588
N = 227778,3 kg =227,78 ton > 120 ton (memenuhi).

N 227778,3
= 1,69
N 135000

- Terhadap sumbu X-X (sumbu kuat, sumbu bahan).

Lkx 700
x 46,1 < 200 (memenuhi).
rx 15,2

1 0,7 . fy 1 0,7 . 240


sx ( x ) . (46,1) . = 0,4148
E 3,14 2100000

1,41
x = 1,197
1,593 (0,4148)

Kekuatan kolom pada arah sumbu lemah sumbu X-X,


Pembebanan tetap,
fy / 1,5 2 (2400 kg/cm 2 ) / 1,5
N Ag . (173,90 cm ) .
x 1,197

8
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

N = 232492,3 kg = 232,49 ton > 120 ton (memenuhi).


Atau,
N 232492,3
= 1,94
N 120000

Pembebanan sementara,
(1,3) . fy / 1,5 (1,3) . (2400 kg/cm 2 ) / 1,5
N Ag . (173,90 cm 2 ) .
x 1,197
N = 302182,1 kg = 302,18 ton > 120 ton (memenuhi).
Atau,
N 302182,1
= 2,24
N 135000

- Terhadap lentur torsi (dua sumbu simetri).


Tegangan kritis tekuk lentur torsi.
G . J 2 . E . Cw
fclt
Ip Lk 2 . Ip
Dimana,
E = 2,1 x 106 kg/cm2 = 210000 Mpa (PPBBI 1984).

E 210.000 MPa
G = 80769,23 Mpa.
2 . (1 v) 2 . (1 0,3)

d = d ts = 350 mm 19 mm = 331 mm

3
2 .b . ts d '. t b 3 2 . (350 ) . (19) 3 (331) . (12) 3
J
3 3

J = 1791089,3 mm4 = 179,11 cm4.

(d ' ) 2 . b 3 . t s (331) 2 . (350) 3 . (19)


CW
24 24

Cw = 3718797067708,3 mm6.

Ip = Ix + Iy = 40300 cm4 + 13600 cm4 = 53900 cm4 = 53900x104 mm4.

2 Cw 0,04 . J . ( Lk) 2
r1 , atau
Ip

Cw 0,04 . J . ( Lk) 2 3718797067708,3 0,04 . (1791089,3) . ( Lk) 2


r1
Ip 53900x104

Untuk Lk = 7 meter, r1 = 115,812 mm = 11,6 cm > iy = 8,94 cm


(tekuk pada sumbu Y-Y).

9
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Untuk Lk = 0 meter, r1 = 83,063 mm = 8,31 cm < iy = 8,94 cm


(tekuk lentur torsi, hampir ke ujung sendi kolom, pada jepit tidak terjadi torsi).

Maka tegangan kritis tekuk lentur torsi,


G . J 2 . E . Cw
fclt
Ip Lk 2 . Ip

(80769,23 ) . (1791089,3) (3,14) 2 . (210000) . (3718797067708,3)


fclt
53900x10 4 Lk 2 . (53900x10 4 )

Untuk Lk = 7 meter, fclt = 3183,8 Mpa


Untuk Lk = 0 meter, fclt = 268,4 Mpa > fy = 240 MPa
(pada penampang WF 350.350.12.19 tekuk lentur torsi tidak berbahaya).

10
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

CONTOH SOAL : PERENCANAAN BATANG RANGKA ATAP


Suatu batang tekan dari rangka atap menggunakan profil siku ganda dengan panjang
batang L = 3,0 meter, dimana ujung-ujungnya dianggap sendi-sendi, memikul beban terdiri
dari beban mati D = 30 kN, beban hidup atap L = 15 kN, dan beban angin W = 10 kN. Profil
siku ganda memakai pelat koppel dengan tebal tp = 5 mm. Tebal pelat buhul (jarak antara
kedua sayap) = 10 mm. Mutu baja BJ-34. Rencanakanlah dimensi profil, dan lakukan
pemeriksaan terhadap kinerja batang tekan tersebut.

PERENCANAAN :
DATA - DATA :
k = 1,0 (sendi-sendi)
Lk = k . L =1,0 . 3000 mm = 3000 mm.
Tegangan leleh (BJ-34), fy = 210 Mpa = 2100 kg/cm2.
Tegangan dasar,
fy 210 MPa
Pembebanan tetap, = 140 Mpa = 1400 kg/cm2.
1,5 1,5
(1,3) . fy (1,3) . 210 MPa
Pembebanan sementara, = 182 Mpa = 1820 kg/cm2.
1,5 1,5

a). Kombinasi Pembebanan (PPBBI 1984, PMI, PPURG) .


- Pembebanan Tetap,
NT = D + L = 30 kN + 15 kN = 45 kN = 4,5 ton.

- Pembebanan Sementara,
NS = D + L + W = 30 kN + 15 kN + 10 kN = 55 kN = 5,5 ton.

b). Prarencana ukuran profil.


b1). Pembebanan tetap.
Untuk kelangsingan > 110
I taksir 1,21 N . Lk 2 = 1,21 . (4,5 ton) . (3 m)2 = 49,0 cm4 (untuk 2 profil).

Untuk kelangsingan < 110


N 4500
Ataksir 2,5 . Lk 2 = 2,5 . (3 m) 2 = 25,7 cm2
fy/1,5 2100 / 1,5
(untuk 2 profil)

b2). Pembebanan sementara.


Untuk kelangsingan > 110
I taksir 1,21 N . Lk 2 = 1,21 . (5,5 ton) . (3 m)2 = 59,9 cm4 (untuk 2 profil).

Untuk kelangsingan < 110


N 5500
Ataksir 2,5 . Lk 2 = 2,5 . (3 m) 2 = 25,5 cm2.
(1,3) . fy/1,5 (1,3) . 2100 / 1,5
(untuk 2 profil)

11
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Yang menentukan adalah


Itaksir = 59,9 cm4 akibat pembebanan sementara.
Ataksir = 25,7 cm2 akibat pembebanan tetap.

Tabel 1 : Tabel profil siku sama kaki.


jarak-jarak titik berat Ix ix
PROFIL F berat dalam cm = Iy = iy I i
2 4 4
cm kg/m' e w v cm cm cm cm
40.40.4 3.08 2.42 1.12 2.83 1.58 4.48 1.21 1.86 0.78
40.40.5 3.79 2.97 1.16 2.83 1.64 5.43 1.20 2.22 0.77
40.40.6 4.48 3.52 1.20 2.83 1.70 6.33 1.19 2.67 0.77
45.45.5 4.30 3.38 1.28 3.18 1.81 7.83 1.35 3.25 0.87
45.45.7 5.86 4.60 1.36 3.18 1.92 10.40 1.33 4.39 0.87
50.50.5 4.80 3.77 1.40 3.54 1.98 11.00 1.51 4.59 0.98
50.50.6 5.69 4.47 1.45 3.54 2.04 12.80 1.50 5.24 0.96
50.50.7 6.56 5.15 1.49 3.54 2.11 14.60 1.49 6.02 0.96
50.50.9 8.24 6.74 1.56 3.54 2.21 17.90 1.47 7.67 0.97
55.55.6 6.31 4.95 1.56 3.89 2.21 17.30 1.66 7.24 1.07
55.55.8 8.23 6.46 1.64 3.89 2.32 22.10 1.64 9.35 1.07
55.55.10 10.10 7.90 1.72 3.89 2.43 26.30 1.62 11.30 1.06
60.60.6 6.91 5.42 1.69 4.24 2.39 22.80 1.82 9.43 1.17
60.60.8 9.03 7.09 1.77 4.24 2.50 29.10 1.80 12.10 1.16
60.60.10 11.10 8.69 1.85 4.24 2.62 34.90 1.78 14.60 1.15
65.65.7 8.70 6.83 1.85 4.60 2.62 33.40 1.96 13.80 1.26
65.65.9 11.00 8.62 1.93 4.60 2.73 41.13 1.94 17.20 1.25
65.65.11 13.20 10.30 2.00 4.60 2.83 48.80 1.91 20.70 1.25
70.70.7 9.40 7.38 1.97 4.95 2.79 42.40 2.12 17.60 1.37
70.70.9 11.90 9.34 2.05 4.95 2.90 52.60 2.10 22.00 1.36
70.70.11 14.90 11.20 2.13 4.95 3.01 61.80 2.08 26.00 1.35
75.75.7 10.10 7.94 2.09 5.30 2.95 52.40 2.28 21.10 1.45
75.75.8 11.50 9.03 2.13 5.30 3.01 58.90 2.26 24.40 1.46
75.75.10 14.10 11.10 2.21 5.30 3.12 71.40 2.25 29.80 1.45
75.75.12 16.70 13.10 2.29 5.30 3.24 82.40 2.22 34.70 1.44
80.80.8 12.30 9.66 2.26 5.66 3.20 72.3 2.42 29.6 1.55
80.80.10 15.10 11.90 2.34 5.66 3.31 87.5 2.41 35.9 1.54
80.80.12 17.90 14.10 2.41 5.66 3.41 102.0 2.39 43.0 1.53
80.80.14 20.60 16.10 2.48 5.66 3.51 115.0 2.36 48.6 1.54
Sumber : daftar-daftar untuk konstruksi baja, IR. ZACHARIJAS LAMBRI.

Rencanakan profil, 60.60.8


Data-data :
Ix = Iy = 291000 mm4.
ix = iy = rx = ry = 18,0 mm. Gambar 32.
I = 121000 mm4.
i = 11,6 mm.
A = 903 mm2.
Ag = 2 . 903 mm2 = 1806 mm2.
e = 17,7 mm.

a = 2 e + = 2 . 17,7 + 10 = 45,4 mm.

12
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

yo = e t/2 = 17,7 8/2 = 13,7 mm.


xo = 0
fy = 210 Mpa.
k = 1 (sendi-sendi)
Lk = k . L = 1 . 3000 mm = 3000 mm.

c). Pemeriksanaan terhadap bahaya lipat sayap profil.


- Sayap (flens),
b1
8,5 (pers.44.e, gambar 30)
t
b1 60
= 7,5 < 8,5
t 8
(sayap profil siku tidak ada bahaya lipat).
Catatan : PPBBI 1984 tidak ada secara eksplisit menyebutkan bahaya lipat pada sayap profil siku ganda yang
dipisahkan oleh pelat buhul, oleh karena itu apabila ada keraguan dengan ketetapan diatas, silahkan memakai
ketentuan SNI 03-1729-2002, AISC 2005 atau AISC 2010 (ketiga2nya adalah sama), sebagai berikut :

b 200 b b
(SNI 03-1729-2002) ; 0,45 E / fy (AISC 2005) ; 0,45 E / fy (AISC 2010)
t fy t t

d). Pemeriksaan Terhadap Kekuatan.


- Terhadap sumbu X-X (sumbu bahan).
Lkx 3000
x 166,7 > 110 dan < 200 (memenuhi).
rx 18,0

1 0,7 . fy 1 (0,7) . (210)


sx ( x ) . (166,7) . = 1,4043
E 3,14 210000
Syarat,
untuk s 0,183 maka 1
1,41
untuk 0,183 s 1 maka
1,593 s
untuk s 1 maka 2,381 s2
Maka,
x 2,381 s2 = 2,381 . (1,4043)2 = 4,696

Pembebanan tetap,
fy / 1,5 (210 MPa) / 1,5
N Ag . (1806 mm 2 ) . = 53845,6 N
x 4,696

N = 53,85 kN = 5,39 ton > 4,5 ton (memenuhi).

Atau,
N 53,85 kN
FK = = 1,20 > 1 (memenuhi).
N 45 kN

13
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Pembebanan sementara,
(1,3) . fy / 1,5 (1,3) . (210 MPa) / 1,5
N Ag . (1806 mm 2 ) . = 69999,3 N
x 4,696

N = 70,0 kN = 7,0 ton > 5,5 ton (memenuhi).


Atau,
N 70,0 kN
FK = = 1,27 > 1 (memenuhi).
N 55 kN

- Terhadap sumbu Y-Y (sumbu bebas bahan).

Iytotal = 2 . {Iy + A . (a)2} = 2 . {291000 + 903 . (0,5 .45,4)2}


= 1512613,7 mm4.
Iy 1512613,7
total
ry = 28,9 mm
Ag 1806
Lky 3000
y = 103,7 < 200 (memenuhi).
ry 28,9
2 m 2
iy y
2 1
dimana,
Lky/n
m=2; 50 ; L1 = Lky/n ; Lk = 3000 mm ;
1 r
min
rmin = i = 11,6 mm

Tabel mencari jumlah medan dengan Trial & Error


n L1 (mm) 50
1
3 1000,0 86,2 > 50
5 600,0 51,7 > 50
7 428,6 36,9 < 50

2
(103,7) 2 (36,9) 2 = 110,0 < 200 (memenuhi).
iy 2
1 0,7 . fy 1 (0,7) . (210)
siy (iy) . (110,0) . = 0,927 < 1
E 3,14 210000
Maka,
1,41
untuk 0,183 s 1 maka
1,593 s
1,41 1,41
iy = 2,118
1,593 siy 1,593 0,927
Pembebanan tetap,
fy / 1,5 (210 MPa) / 1,5
N Ag . (1806 mm 2 ) . = 119379,5 N
iy 2,118

14
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

N = 119,38 kN = 11,94 ton > 4,5 ton (memenuhi).

Atau,
N 119,38 kN
FK = = 2,65 > 1 (memenuhi).
N 45 kN

Pembebanan sementara,
(1,3) . fy /1,5 (1,3) . (210 MPa) / 1,5
N Ag . (1806 mm 2 ) . = 155193,3 N
iy 2,118

N = 155,19 kN = 15,5 ton > 5,5 ton (memenuhi).

Atau,
N 155,19 kN
FK = = 2,82 > 1 (memenuhi).
N 55 kN

e). Pemeriksaan Terhadap Kestabilan Profil Tersusun.


Pasal 9.3.(6) SNI 03-1729-2002 menyatakan, untuk menjaga kestabilan elemen-
elemen penampang komponen struktur tersusun maka harga-harga x dan iy harus
memenuhi :
x 1,2 1
166,7 > 1,2 . (36,9)
166,7 > 44,3 (memenuhi, stabil ke arah sumbu X-X)

iy 1,2 1
110,0 > 44,3 (memenuhi, stabil ke arah sumbu Y-Y)

1 =36,9 50 (memenuhi)

f). Perencanaan Ukuran Pelat Koppel Minimum.


SNI 03-1729-2002 pasal 9.3 menyatakan bahwa kelangsingan terhadap sumbu bebas
bahan iy hanya berlaku apabila,
Ip I I
10 . 1 , atau Ip (a ) . 10 . 1
a L1 L1
Dimana,
Ip = 1/12 t . h3, dengan tebal koppel, t = 5 mm.
I1 = Imin = I = 121000 mm4 (momen inertia minimum batang tunggal).
L1 = 428,6 mm.
a = 45,4 mm.
Maka,
121000
1/12 . (5) . h3 (45,4) . 10 . ( ) = 128170,8
428,6
12 . (128170,8)
h3 = 67,5 mm
5

15
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Pakai pelat koppel ukuran 70 x 5 mm .Ukuran ini minimum, belum termasuk


keperluan letak baut/paku.

f). Terhadap lentur torsi.


Tegangan kritis tekuk lentur torsi.
fcry fcrz 4 fcry . fcrz . H
fclt 1 1
2H ( fcry fcrz) 2
Dimana,

E 210.000 MPa
G = 80769,23 Mpa.
2 . (1 v) 2 . (1 0,3)

d = d t/2 = 60 8/2 = 56,0 mm


b = b t/2 = 60 8/2 = 56,0 mm

(d' b' ) . t 3 (56 56) . (8) 3


J ( 2) . ( 2) . = 38229,3 mm4.
3 3

2 Ix Iy 2 2 2 . (291000)
ro xo y o 0 2 (13,7) 2 = 509,95 mm2.
Ag 1806

x 2 y 2 2 2
H 1 o 2 o 1 0 (13,7) = 0.63194
ro 509,95

G. J (80769,23) . (38229,3)
fcrz 2
= 3352,72 Mpa.
Ag . ro (1806) . (509,95)

f1). Pembebanan Tetap.

fy / 1,5 210 / 1,5


fcry = 66,10 Mpa.
iy 2,118
Maka,
(66,10) (3352,72) 4 . (66,13) . (3352,72) . (0,63194)
fclt 1 1
2 . (0,63194) (66,10 3352,72) 2

fclt = 65,62 MPa

Maka kekuatan penampang terhadap tekuk lentur torsi,

Nlt = Ag . fclt = (1806 mm) . (65,62 Mpa) = 118563,9 N

= 118,56 kN > 45 kN (memenuhi).

Atau,

16
Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , Modul 4 Sesi 6, 2011 Ir. Thamrin Nasution
Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Nlt 118,56 kN
2,63 > 1 (memenuhi).
N 45 kN

f1). Pembebanan Sementara.

(1,3) . fy / 1,5 (1,3) . (210) / 1,5


fcry = 85,93 Mpa.
iy 2,118
Maka,
(85,93) (3352,72) 4 . (85,93) . (3352,72) . (0,63194)
fclt 1 1
2 . (0,63194) (85,93 3352,72) 2

fclt = 85,12 MPa

Maka kekuatan penampang terhadap teku lentur torsi,

Nlt = Ag . fclt = (1806 mm) . ( 85,12 Mpa) = 153719,5 N


= 153,72 kN > 55 kN (memenuhi).
.
Atau,
Nlt 153,72 kN
2,79 > 1 (memenuhi).
N 55 kN

KESIMPULAN
Pemeriksaan terhadap Profil, 60.60.8, menghasilkan :
a). Terhadap bahaya lipat sayap (flens), tidak terdapat bahaya lipat.
b). Tekuk terhadap sumbu X-X.
- Pembebaban tetap, FK = 1,20 (memenuhi)
- Pembebaban sementara, FK = 1,27 (memenuhi).
c). Tekuk terhadap sumbu Y-Y.
- Pembebaban tetap, FK = 2,65 (memenuhi)
- Pembebaban sementara, FK = 2,82 (memenuhi)
d). Pemeriksaan terhadap kestabilan profil tersusun (memenuhi)
e). Pelat Koppel Minimum 70 mm x 5 mm
f). Tekuk lentur torsi.
- Pembebaban tetap, FK = 2,63 (memenuhi)
- Pembebaban sementara, FK = 2,79 (memenuhi)

17