You are on page 1of 43

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seperti yang telah kita ketahui bersama, perawat merupakan salah satu profesi
yang bergelut dalam dunia kesehatan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan
kesehatan kepada manusia secara holistic. Sebelum menjadi perawat yang profesional
dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, mahasiswa sebagai calon perawat
harus mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan etika serta moral
yang baik. Salah satu upaya untuk mencapai ketiga syarat tersebut adalah dengan
mengikuti program pendidikan keperawatan serta menjalani aturan-aturan yang telah
ditetapkan oleh instansi pendidikan maupun pemerintah terkait kebijakan dalam
penentuan kurikulum.
Adapun ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan oleh masyarakat
dari seorang perawat adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kesehatan terutama
kesehatan manusia secara medis seperti ilmu biomedik dasar, kebutuhan dasar,
patofisiologi, gizi dan diet, nursing koplementer dan lain sebagainya. Salah satu ilmu
yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah biokimia sebagai bagian dari ilmu biomedik
dasar. Biokimia adalah cabang ilmu khusus dalam keperawatan yang mempelajari
proses-proses kimia dalam tubuh manusia. Dalam makalah ini, terdapat dua materi yang
akan dibahas secara bersamaan yaitu konsep dasar biokimia, enzim dan koenzim.
Konsep dasar biokimia terdiri dari istilah-istilah dalam biokimia, komposisi tubuh
manusia, sel dan jaringan tubuh manusia. Materi enzim dan koenzim terdiri dari
pengertian enzim dan koenzim, pembagian kelas enzim, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi kerja enzim.
Melalui pembuatan makalah ini, mahasiswa keperawatan yang nantinya akan
menjadi seorang perawat dapat bekerja secara professional dan mampu menjadi
educator ataupun konsultan kesehatan bagi masyarakat. Makalah ini dapat menjadi
suatu pedoman bagi mahasiswa dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan
metabolisme, komposisi tubuh, sel dan jaringan serta enzim dan koenzim yang berperan
penting dalam metabolisme. Perawat akan mampu menjelaskan secara detail mengenai
gangguan akibat ketidakefektifan metabolisme dalam tubuh dengan menjelaskan
patofisiologinya dan kemudian mampu menentukan tindakan terapeutik yang tepat bagi

1
seseorang yang mengalami gangguan tersebut. Untuk itu, makalah ini sangat penting
bagi mahasiswa keperawatan sehingga harus benar-benar dipahami dan diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam praktik keperawatan. Dengan bekal ilmu
pengetahuan tersebut, mahasiswa nantinya akan mampu menjadi perawat professional
sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan dapat meningkatkan kepuasan serta
minat masyarakat untuk mencari pelayanan kesehatan secara medis.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, dapat disusun suatu rumusan masalah mengenai dua
sub pokok bahasan yang telah dijelaskan sebelumnya dengan rincian sebagai berikut.

Konsep Dasar Biokimia

1. Apa sajakah istilah-istilah yang sering digunakan dalam ilmu biokimia ?


2. Bagaimana komposisi tubuh manusia secara keseluruhan ?
3. Bagaimana susunan, struktur, fungsi dan bagian-bagian sel dan jaringan tubuh ?

Enzim dan Koenzim


1. Jelaskan pengertian enzim dan koenzim !
2. Bagaimanakah pembagian kelas enzim ?
3. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim !

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan memahami istilah-istilah yang sering
digunakan dalam ilmu biokimia.
2. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui komposisi tubuh manusia secara
keseluruhan
3. Mahasiswa dapat menjelaskan susunan, struktur, fungsi dan bagian-bagian sel dan
jaringan tubuh manusia
4. Mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian enzim dan koenzim yang
sangat berperan dalam proses metabolisme
5. Mahasiswa dapat menjelaskan pembagian kelas enzim
6. Mahasiswa diharapkan dapat menyebutkan dan menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi kerja enzim

1.4 Manfaat Penulisan


1. Mahasiswa mampu mengenal dan memahami istilah-istilah yang sering digunakan
dalam ilmu biokimia.
2. Mahasiswa dapat mengetahui komposisi tubuh manusia secara keseluruhan
3. Mahasiswa dapat menjelaskan susunan, struktur, fungsi dan bagian-bagian sel dan
jaringan tubuh manusia
4. Mahasiswa mampu memahami pengertian enzim dan koenzim yang sangat berperan
dalam proses metabolisme

2
5. Mahasiswa dapat menjelaskan pembagian kelas enzim
6. Mahasiswa diharapkan dapat menyebutkan dan menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi kerja enzim

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Istilah-Istilah dalam Biokimia


1. 2-Deoksi-D-Ribosa Gula pentosa penyusun DNA
2. Adenosin Nukleosida yang terdiri atas gugus adenin dan ribosa
3. Adsorben Zat penyerap
4. Adsorpsi Penyerapan secara fisika, dengan mengikat molekul yang diserap pada
permukaan adsorben
5. Aerob Keadaan yang kontak langsung dengan udara atau oksigen
6. Aerosol Cair Koloid dengan fasa terdispersi cair dan medium pendispersinya gas

3
7. Aerosol Padat Koloid yang disusun oleh fasa terdispersi padat dengan medium
pendispersinya berupa gas
8. Affinitas Elektron Energi yang dibebaskan oleh sebuah atom untuk
menerimaelektron
9. Air Substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua
atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen, bersifat tidak
berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100
kpa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 C), merupakan suatu pelarut universal
10. Aki Salah satu aplikasi sel volta yang tersusun atas elektroda Pb dan PbO, dalam
larutan asam sulfat yang berfungsi sebagai elektrolit
11. Aldolase Fruktosa Difosfat Enzim yang mengkatalisis penguraian fruktosa 1,6-
bifosfat membentuk senyawa gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat
melalui reaksi kondensasi aldol
12. Aldosa Polihidroksi dengan gugus aldehid
13. Alkalosis Kelebihan oksigen pada sistem respirasi yang mengakibatkan penurunan
kadar CO2, yang memberi dampak pada kenaikan pH darah
14. Alkana Senyawa karbon yang memiliki ikatan tunggal
15. Alkanal Aldehida
16. Alkanol Senyawa monohidroksi turunan alkana
17. Alkanon Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi karbonil diantara alkil
18. Alkena Senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap dua
19. Alkil Alkanoat Senyawa turunan asam karboksilat hasil reaksi dengan alkohol
20. Alkohol Primer Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom
Cprimer
21. Alkohol Sekunder Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom
Csekunder
22. Alkohol Tersier Senyawa alkohol yang gugus hidroksilnya terikat pada atom Ctersier
23. Alkoksi Alkana Senyawa yang memiliki gugus fungsi alkoksi yang mengikat gugus
alkil atau aril
24. Alkuna Suatu hidrokarbon dengan minimal satu ikatan rangkap tiga
25. Amfoterik Sifat suatu molekul yang dapat berperilaku sebagai asam yang dapat
mendonasikan proton pada basa kuat, atau dapat juga berperilaku sebagai basa yang
dapat menerima proton dari asam kuat
26. Amilase Enzim penghidrolisis pati
27. Amilopektin Polisakarida yang terdiri dari molekul D-Glukopiranosa
yangberikatan (1 4) glikosidik dan juga mengandung ikatan silang (1 6)
glikosidik
28. Amilosa Polisakarida tak bercabang terdiri dari molekul D-Glukopiranosa yang
berikatan (1 4) glikosidik dalam struktur rantai lurus
29. Anhidrat Keadaan senyawa yang kehilangan molekul air
30. Anoda Elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi

4
31. Apoenzim Yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu
terlampau panas
32. Ar Berat atom relatif yang menggunakan berat atom C sebagai pembanding
33. Asam Zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa asam, dapat
merusak permukaan logam juga lantai marmer atau sering juga disebut dengan korosif
34. Asam Alkanoat Asam organik yang memiliki gugs fungsi karboksilat
35. Asam Amino Gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat
pada satu atom karbon (C ) yang sama
36. Asam Konyugasi Molekul yang dapat mendonorkan protonnya, sehinggaberperan
sebagai asam
37. Asam Lemak Asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (memiliki rantai
C lebih dari 6)
38. Asam Lemak Jenuh Asam lemak yang hanya memiliki ikatan tunggal di antaraatom-
atom karbon penyusunnya
39. Asam Lemak Tidak jenuh asam lemak yang hanya memiliki minimal memiliki
satu ikatan rangkap di antara atom-atom karbon penyusunnya
40. Asam Nukleat Polinukleotida
41. Asetilena Alkuna yang paling sederhana
42. Aseton Senyawa alkanon paling sederhana
43. Asidosis Peningkatan jumlah CO2 dalam darah, sehingga jumlah H2CO3 semakin
besar dan terjadi penurunan pH
44. Atom Bagian terkecil dari sebuah unsure
45. ATP Adenosine triphosphate, suatu nukleotida yang dikenal di dunia biokimia
sebagai zat yang paling bertanggung jawab dalam perpindahan energi intraseluler
46. Aturan Aufbau Aturan ini menyatakan bahwa elektron-elektron dalam suatuatom
akan mengisi orbital yang memiliki energi paling rendah dilanjutkan ke orbital yang
lebih tinggi
47. Aturan Hund Aturan ini menyatakan bahwa elektron dalam mengisi orbital tidak
membentuk pasangan terlebih dahulu
48. Aturan Pauli Aturan ini menyatakan bahwa dua elektron didalam sebuah atom tidak
mungkin memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama
49. Autokatalis Katalisator yang terbentuk dengan sendirinya dalam suatu reaksi
50. Basa Zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, seperti licin jika mengenai kulit dan
terasa getir serta dapat merubah kertas lakmus biru menjadi merah
51. Basa Konyugasi Molekul yang menerima proton dan berperan sebagai basa
52. Batere Sel kering yang merupakan salah satu sel volta yang tidak dapat diisi kembali
53. Benzena Senyawa heksatriena yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi
54. Bilangan Avogadro Bilangan yang sebanding dengan 6,023 x 1023 partikel
55. Bilangan Kuantum Azimut Bilangan yang menentukan bentuk dan posisi orbital
sebagai kebolehjadian menemukan tempat kedudukan elektron dan merupakan sub
tingkat energi

5
56. Bilangan Kuantum Magnetik Bilangan yang menentukan bagaimana orientasi sudut
orbital dalam ruang
57. Bilangan Kuantum Spin Bilangan yang menggambarkan ciri dari elektron
yangberotasi terhadap sumbunya dan menghasilkan dua arah spin yang berbeda
58. Bilangan Kuantum Utama Bilangan ini menentukan tingkat energi satu elektron
yang menempati sebuah ruang tertentu dalam atom, hal ini juga menjelaskan
kedudukan elektron terhadap inti atom
59. Bilangan Oksidasi Sebuah bilangan yang ada dalam sebuah unsur danmenyatakan
tingkat oksidasi dari unsur tersebut
60. Biomolekul Molekul yang menyokong aktivitas kehidupan yang tersusun atas atom-
atom: karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur dan phospor.
61. Buih Koloid yang dibentuk oleh fasa terdispersi gas dan medium pendispersinya cair
62. Busa Padat Koloid yang fasa terdispersinya gas dan medium pendispersinya padat
63. C Asimetri Atom C yang mengikat atom atau molekul yang berbeda
64. Cincin Piranosa Bentuk siklik dari monosakarida dengan lima karbon dan satu
oksigennya
65. Coulomb Satuan muatan listrik
66. Deaminasi Proses penghilangan gugus amino dari suatu molekul
67. Defisiensi Vitamin Kekurangan vitamin
68. Dehidrogenase Enzim yang mengkatalissi reaksi dehidrogenasi
69. Dehidrohalogenasi Reaksi yang menyebabkan hilangannya hidrogen dan halogendari
suatu molekul
70. Dekarboksilasi Reaksi pelepasan molekul CO2
71. Denaturasi Protein Proses pemecahan atau perusakan ikatan-ikatan kimia yanglemah
dalam protein akibat perlakuan tertentu yang menyebabkan rusaknya struktur
kuartener, tersier bahkan struktur sekunder protein
72. Derajat Disosiasi Perbandingan antara banyaknya zat yang terurai dengan jumlah zat
awalnya
73. Deret Actinida Deret yang seluruh unsurnya memiliki kemiripan sifat
denganactinium
74. Deret Lantanida Deret yang seluruh unsurnya memiliki kemiripan yang sama dan
menyerupai unsur lantanium.
75. Dialisis Pemurnian medium pendispersi dari elektrolit, dengan cara penyaringan
koloid dengan menggunakan kertas perkamen atau membran yang ditempatkan di
dalam air yang mengalir
76. Dicer Enzim pemotong RNA
77. Disakarida Sakarida yang tersusun dari dua cincin monosakarida
78. Disosiasi Peristiwa penguraian zat secara spontan menjadi bagian-bagian yang lebih
sederhana
79. DNA Deoxyribonucleic Acid, material genetik yang menyimpan cetak biru seluruh
aktivitas sel
80. DNA Polimerase Enzim yang mengkatalisis replikasi DNA

6
81. D-Ribosa Gula pentosa penyusun RNA
82. Efek Tyndall Penghamburan cahaya oleh partikel-partikel yang terdapat dalam sistem
koloid sehingga berkas cahaya dapat dilihat jelas walapupun partikelnya tidak tampak
83. Ektoenzim Enzim yang bekerja di luar sel
84. Elektroforesa Proses pemisahan koloid yang bermuatan dengan bantuan arus listrik
85. Elektrokimia Cabang ilmu yang mempelajari hubungan energi listrik dengan reaksi
kimia
86. Elektrolisis Air Penguraian molekul air menjadi unsur-unsur asalnya
denganmengalirkan arus listrik
87. Elektron Partikel penyusun atom yang bemuatan negatif
88. Elektron Valensi Elektron pada orbital terluar
89. Elektronegatifitas Kemampuan suatu atom untuk menarik elektron
90. Elektroplating Proses pelapisan permukaan logam dengan logam lain
91. Emulsi Koloid yang dibentuk oleh fasa terdispersi cair didalam medium pendispersi
cair
92. Emulsi Padat Koloid yang disusun oleh fasa terdispersi cair dalam
mediumpendispersi padat
93. Endoenzim Enzim yang bekerja di dalam sel
94. Energi Aktivasi Energi kinetik minimum yang harus dimiliki atau diberikan kepada
partikel agar tumbukannya menghasilkan sebuah reaksi
95. Energi Bebas Gibbs Energi yang menyertai reaksi yang merupakan ukuran
pastikecenderungan reaksi
96. Energi Ikatan Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan antar atom dari satu
mol senyawa dalam bentuk gas dan dihasilkan atom-atom gas
97. Energi Ionisasi Energi terendah yang dibutuhkan sebuah atom untuk
dapatmelepaskan elektron valensinya
98. Enol Senyawa alkohol yang memiliki ikatan rangkap pada atom karbon yang
mengikat gugus hidroksil
99. Enolase Enzim yang mengkatalisis proses dehidrasi molekul 2-fosfogliserat menjadi
fosfoenol piruvat
100. Entalpi Kandungan energi suatu zat pada tekanan tetap
101. Entalpi Pelarutan Entalpi reaksi pelarutan dari satu mol senyawa
kedalam pelarut dan menjadi larutan encer
102. Entalpi Pembakaran Entalpi reaksi pembakaran sempurna satu mol
senyawadengan oksigen
103. Entalpi Pembentukan Entalpi reaksi pembentukan satu mol senyawa
dari unsur-unsurnya
104. Entalpi penguraian Entalpi reaksi penguraian dari satu mol senyawa
menjadi unsur-unsurnya
105. Enzim Satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi
sebagai katalis
106. Enzimologi Ilmu yang mempelajari tentang enzim

7
107. Essense Senyawa ester yang digunakan sebagai penambah
aroma sintetis
108. Fermi Satuan yang setara dengan 10-5
109. Formaldehida Senyawa paling sederhana dari aldehida
110. Fosfatase Enzim yang mengkatalisis reaksi pelepasan gugus fosfat
dari suatu senyawa
111. Fosfofruktokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi fruktosa 6-
fosfat menjadifruktosa 1,6-bifosfat
112. Fraksi Mol Bilangan yang menyatakan rasio jumlah mol zat terlarut
dan pelarut dalam sebuah larutan
113. Garam Senyawa yang bersifat elektrolit, dibentuk dari sisa basa
atau logam yang bermuatan positif dengan sisa asam yang bermuatan negative
114. Gaya Adhesi Gaya tarik-menarik antar molekul yang tidak sejenis
115. Gaya Kohesi Gaya tarik antar molekul sejenis
116. Gaya Van Der Waals Gaya tarik menarik antar dipol dalam
suatu zat yang disebabkan distorsi pada distribusi elektronnya sehingga terjadi
dispersi muatan positif atau dispersi muatan negatifnya membentuk dipol yang
bersifat temporer dalam setiap atom
117. Gerak Brown Pergerakan yang tidak teratur (zig-zag) dari partikel-
partikel koloid
118. Glikogen Homopolimer dari glukosa yang bercabang, terdiri
dari satuan glukosa yang berikatan a (1 4) dan ikatan silang a (16)
glikosidik, mirip amilopektin
119. Glikogenesis Pelepasan insulin oleh pankreas akibat peningkatan
kadar gula darah, sehingga hati mengubah glukosa menjadi glikogen dan asam
piruvat, bersamaan dengan pengangkutan glukosa ke dalam otot.
120. Glikogenolisis Katabolisme glikogen menjadi glukosa
121. Glikogenosis Penyakit penimbunan glikogen akibat tidak adanya 1
atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah glikogen menjadi
glukosa (untuk digunakan sebagai energi)
122. Glikol Dialkohol dengan dua gugus hidroksil saling bersebelahan
123. Glikolisis Reaksi pemecahan glukosa menghasilkan 2 ATP dan
2 molekul piruvat
124. Glikosfingolipid Lipid mengandung monosakarida yang terikat pada
gugus OH gugus sfingosin melalui ikatan glikosida
125. Glikosida Senyawa asetal yang terbentuk dari proses
penggantian gugus hidroksil (OH) dengan gugus alkoksi (OR)
126. Gliserol Senyawa alkohol yang memiliki 3 gugus hidroksil yang
saling bersebelahan

8
127. Gliseroposfolipid Lipida yang dibangun oleh molekul asam lemak,
posfat, gliserol, amino dan alkohol
128. Glukokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi D-glukosa yang
terdapat di dalam hati
129. Glukoneogenesis Reaksi pembentukan glukosa dari molekul non
karbohidrat
130. Glukosa Suatu gula monosakarida, salah satu karbohidrat
terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan
dan merupakan salah satu hasil utama fotosintesis
131. Gugus Alkoksi Gugus -OR
132. Gugus Karbonil Gugus yang terdiri dari sebuah atom karbon sp2
yangdihubungkan kesebuah atom oksigen oleh satu ikatan sigma dan satu
ikatan pi
133. Heksokinase Enzim yang mengkatalisis fosforilasi heksosa
134. Hibrid Resonansi Bentuk stabil yang dibentuk dari proses hibridisasi
danresonansi ikatan, sehingga memiliki tingkat energi minimum
135. Hibridisasi Proses perpindahan elektron dari tingkat orbital yang
rendah ke yang lebih tinggi
136. Hidrasi Reaksi Penyisipan molekul air ke dalam suatu senyawa
137. Hidrolisis Reaksi penguraian zat oleh air
138. Hukum Avogadro Pada tekanan dan suhu yang sama, gas-gas yang
memilikivolume yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula
139. Hukum Faraday Hukum ini menjelaskan hubungan
massa suatu zat yang berhasil diendapkan oleh energi listrik
140. Hukum Hess Hukum ini menyatakan bahwa entalpi reaksi (AH)
hanya tergantung pada keadaan awal reaksi dan hasil reaksi dan tidak
bergantung pada jalannya reaksi
141. Hukum Kekekalan Energi Hukum ini menyatakan bahwa dalam
perubahan kimia atau fisika energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,
energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentu lainnya
142. Hukum Kekekalan Massa Hukum ini menyatakan bahwa dalam
sebuah reaksi,massa zat-zat sebelum bereaksi sama dengan massa zat
sesudah bereaksi
143. Hukum Laplace Hukum ini menyatakan bahwa jumlah kalor yang
dilepaskandalam pembentukan sebuah senyawa dari unsur-unsurnya sama
dengan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa tersebut
menjadi unsur-unsurnya

9
144. Hukum Le Cathelier Hukum ini menyatakan jika suatu sistem berada
dalamkeadaan setimbang, dan kedalamnya diberikan sebuah aksi, maka sistem
tersebut akan memberikan reaksi
145. Hukum Perbandingan Beganda Hukum ini menyatakan bahwa dapat
terjadi dua macam unsur membentuk dua senyawa atau lebih, jika unsur
pertama memilikimassa yang sama, maka unsur kedua dalam senyawa-
senyawa tersebut memiliki perbandingan sebagai bilangan bulat dan sederhana
146. Hukum Perbandingan Tetap Perbandingan massa unsur-unsur
penyusun sebuah senyawa adalah tetap
147. Hukum Perbandingan Volume Hukum ini menyatakan bahwa
volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi, jika diukur
pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana
148. Hukum Proust menyatakan hukum perbandingan tetap
149. IDDM Insulin-dependent diabetes mellitus, diabetes melitus
akibat rusaknya sel beta penghasil insulin dalam pangkreas yang
menyebabkan penderitanya sangat tergantung pada pasokan insulin dari luar
150. Ikatan Glikosida Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida,
terbentukdengan cara kondensasi gugus hidroksil dari atom karbon pertama
pada monosakarida pertama dengan salah satu atom karbon nomor 2, 4, atau 6
pada monosakarida kedua
151. Ikatan Hidrogen Ikatan yang terjadi akibat gaya tarik antar molekul
antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan dengan H
sebagai atom bermuatan parsial positif.
152. Ikatan Ion Ikatan yang terjadi karena adanya gaya listrik elektrostatik
antara ion yang bermuatan positif (kation) dengan ion yang bermuatan negatif
(anion)
153. Ikatan Kovalen Ikatan yang bentuk dengan cara penggunaan elektron
secara bersama
154. Ikatan Logam Interaksi antar atom di dalam sebuah logam
155. Ikatan Peptida Ikatan yang terjadi antara gugus karboksilat dari satu
asam amino dengan gugus amino dari molekul asam amino lainnya dengan
melepas molekul air
156. Ilmu Kimia Ilmu yang mempelajari tentang materi terkait
dengan struktur, susunan, sifat dan perubahan materi serta energi yang
menyertainya
157. Isobar Unsur yang memiliki nomor massa yang sama,
namun memiliki jumlah proton dan netron yang berbeda

10
158. Isomer Dua molekul yang memiliki kesamaan rumus molekul
namun berbeda dalam penataan atom dalam molekulnya
159. Isoton Kondisi dimana dua unsur memiliki jumlah netron yang sama
160. Isotop Unsur yang memiliki jumlah elektron dan proton yang
sama namun berbeda jumlah netronnya
161. IUPAC International Union of Pure and applied Chemistry
162. Jari-Jari Atom Jarak dari inti atom sampai dengan elektron pada kulit
terluar
163. Jembatan Fosfo Diester Molekul yang menghubungkan unit-unit
nukleotida membentuk DNA atau RNA
164. Ka Tetapan ionisasi asam
165. Kalorimeter Alat yang digunakan untuk mengukur kalor yang diserap
atau dilepas suatu zat
166. Karbohidrat Hidrat suatu karbon: Cx(H2O)y , berupa polihidroksi
aldehida atau polihidroksi keton, turunan senyawa tersebut, dan berbagai
bahan yang bila dihidrolisis menghasilkan senyawa tersebut
167. Katabolisme Proses pembongkaran molekul kompleks menjadi
molekul yang lebih sederhana
168. Katalisator Zat yang berperan untuk menurunkan Energi aktifasi
dalam suatu reaksi kimia
169. Katoda Elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi
170. Kb Tetapan ionisasi basa
171. Kecepatan Reaksi Berkurangnya atau bertambahnya konsentrasi zat A
dalam selang waktu tertentu
172. Keseimbangan Kimia Reaksi dua arah dimana kecepatan
pembentukan produksama dengan kecepatan penguraian produk
173. Ketosa Polihidroksi dengan gugus keton
174. Ketosis Peristiwa peningkatan senyawa keton dalam darah,
jaringan dan urin, secara abnormal
175. Km Konstanta michaelis
176. Koagulasi Pengumpalan
177. Kodon Kode urutan basa nitrogen tersusun dalam bentuk 'triplet', yang
menyandikan asam amino tertentu atau kode berhenti
178. Koenzim Bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi
dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik
179. Kolesterol Steroid yang memiliki 27 atom karbon dengan satu
gugus hidroksi pada atom C3 pada cincin A.
180. Koloid Bagian dari campuran yang memiliki sifat khas
karena memiliki ukuran partikel dengan diameter antara 1 -100 nm
181. Koloid Dispersi Koloid yang dihasilkan dari proses memperkecil
partikel suspensi
182. Koloid Kondensasi Partikel koloid yang dibentuk dari partikel larutan

11
183. Koloid Liofil Koloid yang memiliki gaya tarik menarik antara
partikel-partikel terdispersi dengan medium pendispersi cairan
184. Koloid Liofob Koloid yang memiliki gaya tarik menarik yang lemah
antara partikel-partikel terdispersi dengan medium pendispersi cairan
185. Koloid Pelindung Koloid yang dapat melindung koloid lain agar tidak
terkoagulasikan
186. Kondensasi Aldol Reaksi pembentukan senyawa yang mengandung
gugushidroksil dan gugus karbonil
187. Konjugasi Deretan ikatan rangkap yang dipisahkan oleh satu
ikatan tunggal
188. Konsentrasi Besaran yang menyatakan perbandingan zat terlarut
denganpelarutnya
189. Korosi logam Proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau
elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi
190. Kp Tetapan keseimbangan (dalam fase gas)
191. Ksp Hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan tepat jenuh dan tiap
konsentrasinya dipangkatkan dengan koofisien reaksinya
192. Larutan Campuran homogen (serba sama) antara dua zat atau lebih
193. Larutan Buffer Larutan yang terdiri dari garam dengan asam
lemahnya ataugaram dengan basa lemahnya
194. Larutan Elektrolit Larutan yang zat terlarutnya mengalami ionisasi,
atau zatterlarutnya terurai menjadi ion positif dan negatif
195. Lipase Enzim yang mengkatalisis reaksi penguraian ester
lipid menjadi asam lemak dan gliserol
196. Lipid Berasal dari kata lipos (bahasa yunani) yang berarti lemak
197. Lipolisis Reaksi hidrolisis triasilgliserol oleh lipase yang
akan menghasilkan gliserol dan asam lemak
198. Massa Jumlah partikel yang dikandung setiap benda
199. Materi Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa
200. Meta Posisi substituen dalam cincin benzene pada posisi 1,3
201. Metabolisme Reaksi kimia yang terjadi di dalam mahluk hidup, mulai
dari mahluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, jamur,
tumbuhan, hewan sampai manusia dengan tujuan memperoleh, mengubah, dan
memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk kelangsungan hidupnya.
202. Mol Satuan yang sebanding dengan partikel sebanyak 6,023 x
1023 dalam setiap 1 satuannya
203. Molalitas Satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah mol zat
yang terdapat didalam 1000 gram pelarut
204. Molaritas Satuan konsentrasi yang didefinisikan sebagai banyak mol
zat terlarut dalam 1 liter (1000 ml) larutan
205. Molekul Bagian terkecil dari suatu senyawa

12
206. Monosakarida Sakarida sederhana yang tidak dapat dihidrolisis
menjadi sakarida yang lebih kecil walaupun dalam suasana yang lunak
sekalipun
207. Mr Berat molekul relatif yang menggunakan berat atom C sebagai
pembanding
208. mRNA RNA kurir
209. NAD Nikotinamida adenin dinukleotida, koenzim yang
memiliki gugus nikotinamida yang berfungsi sebagai pembawa atom hidrogen
dan elektron dalam reaksi redoks intraseluler
210. NADP Nikotinamida adenin dinukleotida fosfat, fungsi lihat NAD
211. NADPH Merupakan bentuk tereduksi dari NADP
212. Netron Partikel penyusun inti yang tidak bermuatan
213. Normalitas Didefinisikan banyaknya zat dalam gram ekivalen dalam
satu liter larutan
214. Nukleosida Suatu N-glikosida, yang tersusun atas basa purina
atau pirimidina yang terhubung pada atom karbon anomerik (C-1) gula
pentosa
215. Nukleotida Ester fosfat dari nukleosida
216. Oksidasi Reaksi dari suatu unsur atau senyawa yang mengikat oksigen
217. Oligosakarida Gabungan dari molekul-molekul monosakarida
yang jumlahnya antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul
monosakarida
218. Orbital Sub tingkat energi
219. Orto Posisi substituen dalam cincin benzena pada posisi 1,2
220. Osmosa Lihat osmosis
221. Osmosis Proses merembesnya atau mengalirnya pelarut ke
dalam larutan melalui selaput semipermiabel
222. Para Posisi substituen dalam cincin benzena pada posisi 1,4
223. Pati Merupakan campuran dari dua polisakarida berbeda, yaitu amilum
dan amilopektin
224. Pelarut Bagian terbesar dalam larutan
225. Pelarut Universal Pelarut yang dapat berinteraksi dan melarutkan
banyaksenyawa kimia
226. Pemekatan Bertambahnya rasio konsentrasi zat terlarut didalam
larutan akibat penambahan zat terlarut
227. Pengenceran Berkurangnya rasio zat terlarut didalam larutan
akibat penambahan pelarut
228. Peptipasi Pemecahan partikel kasar menjadi partikel koloid
yang dilakukan dengan penambahan molekul spesifik
229. Pereaksi Fehling Reagen yang digunakan untuk membedakan
aldehida dan keton berdasarkan pembentukan endapan merah Cu2O

13
230. Pereaksi Tollens Reagen yang digunakan untuk membedakan aldehida
dan keton berdasarkan pembentukan cermin perak
231. Persen Berat Satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya zat
terlarut dalam 100 gram larutan
232. Persen Volume Satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah volume
(ml) dari zat terlarut dalam 100 ml larutan
233. pH Derajat keasaman
234. pH Meter Alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH
235. Pi Senyawa fosfat anorganik
236. pOH Derajat kebasaan
237. Polimerisasi Pembentukan rantai yang panjang dari molekul
sederhana
238. Polisakarida Molekul yang tersusun dari rantai monosakarida, yang
dapatdigolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional, yaitu
struktural polisakarida dan nutrien polisakarida. Sebagai komponen struktural,
berperan sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur
pendukung intrasel
239. Polusi Pencemaran yang terjadi akibat perubahan komposisi penyusun
lingkungan tertentu
240. Potensial Reduksi Beda potensial elektroda yang ukur
menggunakan pembanding SHE
241. PPi Senyawa pirofosfat anorganik
242. Prostaglandin Lipid yang mengandung gugus hidroksil (OH) diposisi
atom C nomor 11 dan atom C nomor 15, dan memiliki ikatan rangkap pada
atom C no 13
243. Protein Senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi
yang merupakan polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida
244. Protein Kontraktil Dikenal sebagai protein motil, didalam sel dan
organismeprotein ini berperan untuk bergerak seperti aktin dan myosin
245. Protein Nutrient Sering disebut protein penyimpanan, merupakan
protein yang sebagai cadangan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
dan perkembangan
246. Protein Pengatur Protein yang membantu pengaturan aktifitas seluler
ataufisiologis, contoh: hormon dan repressor.
247. Proton Partikel penyusun inti yang bermuatan positif
248. Protein Pertahanan Protein yang memiliki fungsi untuk membangun
sistempertahanan makhluk hidup dari berbagai bentuk serangan dari kuman
atau organisme lain

14
249. Protein Struktural Protein yang berperan untuk menyangga atau
membangun struktur biologi makhluk hidup
250. Protein Transport Protein yang dapat mengikat dan membawa
molekul atau ionyang khas dari satu organ ke organ lainnya
251. Reaksi Adisi Reaksi pemutusan ikatan rangkap dengan cara
penambahan unsur baru
252. Reaksi Dehidrasi Reaksi penghilangan molekul H2O
253. Reaksi Eksoterm Reaksi yang diikuti dengan pelepasan energi
atau menghasilkan energi,
254. Reaksi Endoterm Reaksi terjadi apabila kedalamnya diberikan energi
atau reaksi membutuhkan energi
255. Reaksi Esterifikasi Reaksi pembentukan senyawa ester dari molekul
asamkarboksilat dan alkohol
256. Reaksi Hidrasi Reaksi adisi alkena menggunakan air (H2O)
dengan menggunakan katalis asam
257. Reaksi Irreversibel Reaksi tidak dapat balik, reaksi yang hanya
berlangsungkearah pembentukan produk
258. Reaksi Metatesis Reaksi pertukaran ion dari dua buah elektrolit
pembentuk garam
259. Reaksi Pembakaran Reaksi zat dengan oksigen
260. Reaksi Reversibel Reaksi dapat balik, reaksi yang dapat berjalan pada
dua arah(pembentukan produk sekaligus penguraian kembali produk menjadi
reaktan)
261. Reduksi Peristiwa pengeluaran atau pelepasan oksigen dari
senyawa yang mengandung oksigen
262. Reduksi Alkena Penambahan hidrogen dari gas hidrogen
H2 menghasilkan suatu alkana
263. RNA Ribonucleic Acid, material genetik yang berperan dalam ekspresi
gen yang diwujudkan dalam bentuk protein
264. RNAi RNA interference
265. rRNA RNA ribosomal
266. Rumus Empiris Rumus kimia yang mencirikan jenis atom dan rasio
dari jumlah atom-atom penyusunnya
267. Rumus Kimia Lambang dari sebuah zat yang mencerminkan jenis zat
dan jumlah atom-atomnya yang menyusun suatu zat
268. Rumus Molekul Lambang sebuah molekul yang memberikan
informasi tentang jenis dan jumlah atom-atom secara akurat dari molekul
tersebut
269. Sabun Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat
270. SCE Saturated Calomel Electrode, elektroda air raksa

15
271. Sel Elektrolisa Sel elektrokimia yang membutuhkan energi agar
terjadi reaksi kimia didalamnya
272. Sel Eukariotik Sel yang telah memiliki membran inti
273. Sel Volta Sel elektrokimia yang menghasilkan energi ketika
terjadi reaksi atau reaksi kimia menghasilkan energi listrik
274. Selaput Permeabel Selaput yang hanya dapat dilewati oleh partikel-
partikeldengan ukuran tertentu
275. Senyawa Karbon Senyawa yang tersusun atas atom C sebagai atom
utamanya
276. Sfingolipida Posfolipida yang memiliki ikatan amida antara asam
lemak dengan sfingosin
277. SHE Standart hydrogen electrode, elektroda hidrogen standar
278. Sifat Kimia Sifat yang timbul akibat adanya perubahan materi
yang relatif lebih kekal atau terbentuknya materi yang baru
279. sma Satuan massa
280. Sol Koloid yang fasa terdispersinya berwujud padat dengan medium
pendispersinya berwujud cair
281. Sol Padat Koloid yang memiliki fasa terdispersi dan
medium pendispersinya zat padat
282. Stereoisomer Isomer akibat gugus yang sejajar (cis) atau
yang berseberangan atau (trans)
283. Steroid Lipid yang memiliki sistem empat cincin yang
tergabung. Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D
beranggotakan lima atom karbon.
284. Struktur Kekul Struktur benzena dengan 3 ikatan rangkap yang
salingterkonjugasi
285. Struktur Primer Protein Rantai polipeptida sebuah protein yang
terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara
kovalen melalui ikatan peptida membentuk rantai lurus dan panjang sebagai
untaian polipeptida tunggal
286. Struktur Sekunder Protein Protein yang sudah mengalami interaksi
intermolekul, melalui rantai samping asam amino.
287. Struktur Tersier Protein Struktur yang dibangun oleh struktur primer
atau sekunder dan distabilkan oleh interakasi hidrofobik, hidrofilik, jembatan
garam, ikatan hidrogen dan ikatan disulfida (antar atom S)
288. Struktur Kuartener Protein Hasil interaksi dari beberapa molekul
protein tersier, setiap unit molekul tersier disebut dikenal dengan subunit
289. Substrat Reaktan dalam reaksi enzimatis
290. Tabel Periodik Tabel yang berisi nama-nama unsur yang
disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.

16
291. Termokimia Cabang ilmu yang mempelajari hubungan kalor dengan
reaksi kimia
292. Termolabil Tidak tahan panas tinggi
293. Terpena Lipid yang memiliki jumlah atom karbon kelipatan 5,
dan tersusun dari unit isoprena yang memiliki 4 atom karbon dan satu cabang
pada C2
294. Tetrahedral Bentuk 3 dimensi dengan sudut 105
295. Tingkat Reaksi Kecepatan reaksi pada sistem homogen (satu
fase) berbanding langsung dengan konsentrasi zat-zat yang bereaksi
dipangkatkan dengan koefisien masing-masing zat yang bereaksi sesuai
dengan persamaan reaksinya
296. TNT 2,4,6-Trinitro toluena, senyawa turunan benzena yang digunakan
sebagi bahan peledak
297. Toksik Bersifat racun
298. Toluena Senyawa turunan benzena dengan gugus samping metil
299. Vitamin C Asam askorbat
300. Volatil Mudah menguap
301. Voltmeter Alat elektronik yang digunakan untuk mengukur
beda potensial
302. Wax Lipid yang dibentuk oleh senyawa asam lemak jenuh
dengan alkohol yang memiliki rantai atom karbon yang panjang
303. Zat Terlarut Bagian terkecil dalam larutan
304. Zwitter Ion Senyawa yang memiliki sekaligus gugus yang bersifat
asam dan basa. Pada ph netral bermuatan positif (kation) maupun bermuatan
negatif (anion), mudah larut dalam air karena bermuatan (air adalah pelarut
polar) dan sukar larut dalam pelarut nonpolar
305. Korneosit adalah sel metabolik yang aktif dari stratum korneum.
korneosit terbentuk dari keratinosit dalam proses yang disebut kornifikasi.
korneosit aktif secarametabolisme dan akhirnya akan dibuang dari tubuh
ketika korneosit baru dihasilkan di bawah mereka.
306. Lipoprotein adalah partikel yang terdiri dari lipid dan protein yang
memungkinkan pengangkutan lipid melalui aliran darah. sebuah partikel
lipoprotein terdiri dari lapisan luar fosfolipid, yang menjadikannya larut dalam
air, dan inti hidrofobik yang mengandung trigliserida dan ester kolesterol.
jenis-jenis lipoprotein dibedakan oleh protein permukaan mereka (apoprotein),
ukuran dan jenis dan jumlah lemak yang dikandungnya.
307. Low Density Lipoprotein (LDL), seringkali disebut sebagai
kolesterol buruk, adalah jenis lipoprotein yang terlibat dalam pengangkutan
kolesterol dari hati ke seluruh tubuh kita. tingginya kadar ldl secara dramatis

17
dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke
dan penyakit arteri lainnya.

308. High Density Lipoprotein (HDL) adalah protein dalam plasma darah
yang memperbaiki kerusakan dan mengurangi kolesterol dari tubuh. hdl
mengangkut kolesterol dari jaringan tubuh ke hati untuk dibuang
(dalam empedu). oleh karena itu, hdl dianggap kolesterol baik. semakin
tinggi kadar kolesterol hdl, semakin rendah risiko penyakit arteri koroner.
309. Kolesterol adalah zat lembut berlilin yang hadir di semua bagian tubuh
termasuksistem saraf, kulit, otot, hati, usus, dan jantung. kolesterol dapat
dibuat oleh tubuh maupun diperoleh dari produk hewani dalam makanan.
kolesterol diproduksi di hati untuk fungsi tubuh normal, termasuk
produksi hormon, asam empedu, dan vitamin d. zat ini diangkut dalam darah
oleh lipoprotein untuk digunakan oleh semua bagian tubuh. Dalam aliran
darah, kolesterol bergabung dengan asam lemak untuk membentuk lipoprotein
berkepadatan tinggi (hdl) dan rendah (ldl). ldl dianggap sebagai kolesterol
jahat, karena mereka dapat membentuk timbunan plak pada dinding
pembuluh darah, menyebabkan aterosklerosis.
310. Kolesterol Totaladalah hitungan total dari semua jenis kolesterol
dalam darah. kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi di hati
yang yang biasanya ditemukan dalam darah. kadar kolesterol meningkat
terlihat pada gangguan lipidfamilial dan hipotiroidisme dan dianggap
sebagai faktor risiko penyakit jantung.
311. Panel Lipid adalah sekelompok tes yang digunakan untuk
menentukan risiko penyakit jantung koroner. hasil panel lipid adalah rasio
kol / hdl yang mengacu pada jumlahkolesterol total, kolesterol hdl (sering
disebut kolesterol baik), kolesterol ldl (sering disebut kolesterol jahat),
dan trigliserida.
312. Esterase adalah sebuah enzim yang memecah rantai ester, terutama
yang ditemukan dalam asam nukleat (rantai fosfodiester) dan lipid; atau
sebuah enzim yang mengkatalisis hidrolisis ester organik untuk
melepaskan alkohol atau tiol dan asam. istilah ini dapat diterapkan untuk
enzim yang menghidrolisis karboksilat, ester fosfat dan sulfat, tetapi lebih
sering terbatas pada kelas pertama dari substrat.

18
313. Ester adalah produk dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol
yang melibatkan eliminasi air. contohnya, ester kolesterol adalah produk dari
reaksi antara asamlemak dan kolesterol.
314. Dehidrogenase Aldehidadalah enzim yang bertanggung jawab untuk
mengoksidasi atau menghidrogenasi aldehid menjadi asam karboksilat, yang
dikeluarkan oleh hatidan dimetabolisme oleh otot tubuh dan jantung. oksidasi
aldehid secara umum dianggap sebagai reaksi detoksifikasi karena
menghilangkan produk oksidasi elektrofilik alkohol. enzim ini ditemukan
dalam banyak jaringan tubuh tetapi konsentrasi tertingginya di hati.
315. Laktat Dehidrogenaseadalah kelompok isoenzim yang mengkatalisis
reversibel konversi asam piruvat menjadi asam laktat
316. Dislipidemia adalah gangguan metabolisme lipoprotein.
317. Silomikron (Chylomicron)adalah lipoprotein kaya trigliserida yang
memberikan trigliserida nutrisi dari usus ke jaringan segera setelah makan.
silomikron membebasan trigliserida ke jaringan melalui
aktivitas enzim lipoprotein lipase di bantalan jaringan kapiler. ketika sebagian
besar trigliserida telah dilepaskan, sisa-sisa silomikron diambil oleh hati,
dimana lipid dan kolesterol yang tersisa diekskresikan dalam empedu atau
dimasukkan ke dalam lipoprotein lainnya.
318. Profil Lipid adalah tes darah yang mengukur kolesterol
total, trigliserida, dan kolesterol hdl. kolesterol ldl kemudian dihitung dari
hasilnya. sebuah profil lipid merupakan salah satu ukuran risiko seseorang
terhadap penyakit kardiovaskular.
319. Asam Lemak adalah: komponen utama dari lemak yang digunakan oleh tubuh
untuk energi dan pengembangan jaringan. asam lemak membentuk bagian dari
sebuah molekul lipiddan dapat diturunkan dari lemak dengan hidrolisis, asam
lemak juga merupakan zat gizi yang ditemukan di alam pada lemak atau lipid.
320.

321. Lemak N-3adalah salah satu asam lemak esensial yang tidak dapat
diproduksi tubuh sehingga harus didapat dari konsumsi sumber hewani atau
nabati. ikan adalah sumber terbaik asam lemak n-3.
322. Asam Lemak Esensialadalah asam lemak yang harus kita temukan
dalam makanan kita karena tubuh tidak mampu memproduksi
323. Asam Amino Esensialadalah asam amino yang tidak dapat disintesis
oleh tubuh. ada ratusan asam amino yang berbeda di alam, dan pada sekitar
dua lusin dari mereka adalah nutrisi penting bagi manusia. sembilan di

19
antaranya: histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, theronine,
triptofan, dan valin adalah asam amino esensial penting yang harus dipasok
oleh diet anda.
324. N Terminus(n terminal) adalah sinonim dari amino terminus, ujung
dari sebuahpolipeptida yang membawa sebuah gugus amino bebas. asam
amino pertama dalam sebuah peptida disebut amino terminal or asam amino n-
terminus.
325. C Terminus(c-terminal) adalah sinonim untuk terminal karboksi. akhir
dari sebuahpolipeptida yang membawa kelompok karboksil bebas
(cooh). asam amino yang terakhir dalam
suatu peptida atau protein disebut asam amino terminal karboksi atau c-
terminal.
326. Polipeptida adalah sebuah peptida yang terdiri dari 2 atau lebih asam
amino. asamamino membentuk polipeptida yang pada gilirannya
membentuk protein.
327. Makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah relatif
besar, meliputikarbohidrat, protein, dan lipid.
328. Mikronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah kecil, sepertivitamin atau mineral.
329. Lipogenesis adalah produksi lipid (lemak).
330. Lipo adalah sebuah sindrom yang melibatkan metabolism lipid
abnormal dan redistribusi lemak tubuh.
331. Malondialdehid (Mda)adalah produk sampingan
dari metabolisme lipid (lemak) dalam tubuh, suatu senyawa organik yang
sangat reaktif dan berpotensi mutagenik. sebuah penanda untuk stres oksidatif,
mda terlihat di kornea pasien yang menderita keratopati keratokonus dan
bulosa dan sendi pasien osteoartritis.
332. Stres Oksidatif adalah kondisi yang disebabkan
oleh ketidakseimbangan antara produksi oksigen reaktif dengan kemampuan
sistem biologi (misalnya tubuh manusia) untuk mendetoksifikasinya atau
segera memperbaiki kerusakan yang ditimbulkannya. Stress oksidatif dapat
menyebabkan kerusakan komponen sel-sel, termasuk protein, lipid, dan dna
melalui produksi peroksida dan radikal bebas yang berlebihan.
333. Trigliserida adalah bentuk utama dari lemak. trigliserida terdiri dari
tiga molekul asam lemak yang dikombinasikan dengan molekul gliserol
alkohol. trigliserida berfungsi sebagai tulang punggung dari banyak
jenis lipid (lemak). trigliserida berasal dari makanan dan juga diproduksi oleh

20
tubuh. kadar trigliserida tidak memberikan informasi klinis yang berarti
mengenai risiko penyakit jantung koroner (pjk) di luar yang diakibatkan oleh
kadar kolesterol hdl dan ldl.kata trigliserida berasal dari tiga (tri-)
molekul asam lemak yang dikombinasikan dengan molekul gliserol alkohol
(-gliserida) yang berfungsi sebagai tulang punggung dalam berbagai jenis
lipid (lemak ). ketika anda makan makanan berkalori tinggi, tubuh anda
menggunakan kalori yang dibutuhkan untuk energi cepat dan mengubah
kelebihan menjadi trigliserida yang disimpan sebagai lemak untuk digunakan
sebagai energi kemudian. dalam jumlah normal, trigliserida penting untuk
kesehatan yang baik.
interval referensi: 10-190 mg / dl
334. Mielinasi adalah penututpan akson atau serabut panjang sarah
oleh mielin, yang merupakan isolator lemak. mielinasi menginsulasi akson
untuk membantu mereka mengirimkan sinyal saraf dengan cepat.
335. Asetil-L-Karnitin (Alcar)adalah bentuk karnitin alami yang sedang
dipelajari manfaatnya untuk mencegah kerusakan jaringan yang disebabkan
oleh kemoterapi.
336. Karnitin (Carnitine)dibuat dalam otot dan jaringan hati dan
ditemukan dalam makanan tertentu, seperti daging, unggas, ikan, dan beberapa
produk susu. zat ini digunakan oleh banyak sel dalam tubuh untuk membuat
energi dari lemak. juga disebut asetil-l-karnitin hidroklorida.
337. Asam Lemak Omega-3adalah suatu bentuk lemak tak jenuh yang
terlibat dalam jalur inflamasi tubuh. asam lemak omega-3 dapat ditemukan
dalam minyak ikan dan beberapa minyak nabati. ada semakin banyak bukti
bahwa mereka bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dan berpotensi
mencegah kanker dan mengobatidepresi.
338. Asam Lemak Omega-6adalah asam lemak tak jenuh ganda yang
sangat penting untuk pengembangan dan fungsi otak, sistem reproduksi, dan
metabolisme, serta membantu menjaga kesehatan kulit dan rambut.
konsentrasi tertinggi dari lemak tak jenuh ganda ini ditemukan di kedelai,
gandum, beras dan minyak rami.
339. Asam Lemak Omega-9adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang
ditemukan dalam minyak zaitun, buah acai (berry), kacang, dan alpukat. juga
disebut asam oleat.
340. Asam Palmitat, juga disebut asam heksadekanoik, adalah
asam lemak jenuh utama dalam produk daging dan susu. asam palmitat

21
merupakan komponen utama minyak dari pohon kelapa (minyak sawit dan
minyak kelapa). retinil palmitat merupakan antioksidan dan sumber vitamin
a yang ditambahkan ke dalam susu rendah lemak.
341. Embolus adalah partikel abnormal seperti kolesterol,
butiran platelet, bekuan darah, flek kalsium, gelembung udara, lemak, atau
gabungan mereka yang beredar dalamdarah. jamak: emboli.
342. Sindrom Reyeadalah penyakit berpotensi mengancam jiwa yang
ditandai oleh peradangan dan pembengkakan otak tiba-tiba dan akumulasi
lemak di organ. kondisi ini biasanya terjadi pada anak dan remaja yang
memiliki infeksi virus tertentu. sebuah unsur aspirin dapat menyebabkan
sindrom reye sehingga dokter tidak menyarankan pemberian aspirin kepada
bayi, anak, atau remaja.
343. Leptin berasal dari kata yunani leptos, yang berarti kurus. leptin
adalah proteinhormon yang berperan mengatur berat badan, metabolisme dan
fungsi reproduksi. leptin terutama dibentuk dari adiposa, jumlah yang lebih
kecil juga disekresikan oleh sel-sel di dalam epitel lambung dan plasenta.
344. Protein P53 adalah protein yang bertindak sebagai pos pemeriksaan
dalam siklus pembelahan dan replikasi sel. protein p53 bekerja bersama
dengan gen p53 untuk menghentikan replikasi sel-sel yang rusak, yang
berpotonsi menyebabkan tumor.
345. Protein Hemaglutinin (H)adalah salah satu dari dua protein utama
yang ditemukan pada permukaan virus yang menyebabkan flu. protein ini
diperlukan untuk menempelkan virus ke sel inang.
346. Protein Reaktan Fase Akut atau juga disebut protein fase akut
adalah plasma protein yang disintesis oleh hati selama peradangan akut.
contohnya termasuk protein c-reaktif (crp), fibrinogen,
protein amiloid serum a, dan faktor von willebrand.
347. Nekrosis Koagulatifadalah perubahan sebagian jaringan atau organ
menjadi massaeosinofilik yang kering dan berserat yang disebabkan
oleh koagulasi unsur-unsur protein. kondisi ini biasanya terjadi setelah
cedera hipoksia, seperti yang terjadi pada infark iskemik di jantung. juga
disebut nekrosis avaskuler atau nekrosis iskemik.
348. Mioglobin adalah satu rantai besi yang mengandung protein yang
ditemukan dalam serat otot. mioglobin dapat dideteksi dalam urin jika otot
rusak oleh luka bakar.
349. Eikosanoid adalah utusan bahan kimia yang berasal
dari asam lemak tak jenuh ganda karbon-20, seperti asam arakidonat dan asam

22
eikosapentanoik. eikosanoid berperan penting dalam respon imun dan
inflamasi.
350. Lemak Jenuh Transatau juga dikenal sebagai lemak trans adalah
lemak artifisial yang terbentuk selama proses hidrogenasi. lemak trans
ditemukan dalam produk seperti margarin padat dan dianggap lebih
meningkatkan risiko perkembangan penyakit jantung, stroke dan penyakit
arteri lain dibandingka lemak jenuh.
351. Hidrogenasi adalah istilah yang diberikan untuk proses di mana lemak
tak jenuh (dan karenanya cair) diubah menjadi lemak padat. hidrogenasi
diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit arteri
lain.

2.2 Komposisi Tubuh Manusia


Komposisi tubuh adalah jumlah dari keseluruhan bagian tubuh. Bagian tubuh
manusia terdiri dari massa jaringan bebas lemak (lean mass body) dan jaringan lemak
atau adiposa. Jaringan bebas lemak terdiri dari jaringan otot, tulang, dan cairan
ekstraselular (CES). Karakteristik komposisi tubuh dapat diketahui dengan melakukan
pengukuran.
Manusia memiliki komposisi tubuh yang berbeda. Komposisi tubuh manusia akan
berubah seiring dengan pertambahan usianya yang dimulai sejak embrio sampai dengan
dewasa. Kecepatan pertumbuhan tubuh atau meningkatnya berat badan sangat
berpengaruh terhadap proporsi komposisi tubuh manusia. Berat badan yang meningkat
pada lansia secara umumnya dipengaruhi oleh faktor diet dan lingkungan. Faktor
lingkungan yang mempengaruhi berat badan adalah gaya hidup. Komposisi tubuh pun
akan mengalami perubahan akibat penurunan atau peningkatan asupan energi, aktivitas
fisik, proses menua, atau perubahan-perubahan patologis yang disebabkan oleh suatu
penyakit. Biasanya jaringan-jaringan yang tidak aktif lagi seperti otot, kelenjar-kelenjar
dalam tubuh seperti timus dan mammae nantinya akan tergantikan oleh lemak. Setelah
seseorang berusia 30 tahun, presentase lemaknya akan meningkat 2% dari berat badan per
10 tahunnya. Perubahan yang signifikan ini tentu saja akan berpengaruh pada masalah
kesehatan lansia seperti penyakit kronis, sindrom geriatrik (mobility impairment, jatuh,
dan fungsi organ-organ yang menurun).
Pada umumnya komposisi tubuh manusia terdiri dari 50-60% air, 40% bahan
kering. Bahan kering ini terbagi lagi menjadi mineral 15%, karbohidrat yang kurang dari
5%, dan lemak 40%. Pada usia 70 tahun, lansia sudah kehilangan 40% lean body
mass atau massa bebas lemak mereka dibandingakn dengan ketika mereka muda. Individu

23
yang berusia 70 tahun juga mengalami penurunan total air tubuh dan massa tulang.
Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai
pada lansia.
Lemak tubuh ini terdiri dari jaringan adipose, lemak subkutan, dan lemak visceral.
Lemak merupakan jaringan terbesar penyusun komposisi tubuh yaitu sebesar 10% -20%
pada pria dan 20%-30% pada wanita. Sisanya adalah protein dan karbohidrat dalam otot-
otot serta mineral yang membentuk tulang. Lemak tubuh disimpan dalam dua jenis yaitu
untuk lemak esensial dan lemak untuk cadangan. Lemak esensial ini diperlukan untuk
fungsi fisiologis normal seperti yang terdapat pada kelenjar susu, system saraf pusat, dan
pada sumsum tulang belakang. Presentase lemak tubuh adalah presentase massa lemak
tubuh terhadap berat badan. Lemak visceral adalah lemak di bagian dalam tubuh yang
melindungi organ-organ dalam yang vital dan terdapat pada abdomen. Biasanya batang
tubuh yang besar digambarkan dalam jumlah lemak visceral yang besar pula selain juga
berhubungan dengan tinggi badan. Distribusi lemak lansia biasanya berupa lemak
subkutan yang dideposit di bawah batang tubuh. Jaringan lemak visceral di abdominal
meningkat rata-rata 61% pada pria dan 66% pada wanita berusia 20-39 tahun
dibandingakan dengan lansia di atas 60 tahun.

Tabel Perbandingan Komposisi Tubuh pada Dewasa Muda dan Lansia

Komponen Usia 20-25 tahun Usia 70-75 tahun

Protein 19% 12%

Air 61% 53%

Mineral 6% 5%

Lemak 14% 30%

Tabel Perubahan Komposisi Tubuh akibat Penuaan

Bagian Tubuh Perubahan yang Terjadi

Tulang
Penurunan total kalsium tubuh

Penurunan densitas tulang

24
Meningkatnya kekeroposan tulang

Menurunnya total kalium tubuh

Menurunnya cairan tubuh

Menurunnya massa otot

Menurunnya presentase massa tubuh

Menurunnya kualitas otot

Meningkatnya volume jaringan ikat

Otot Menurunnya total nitrogen dan protein tubuh.

Meningkatnya total lemak tubuh

Meningkatnya presentase massa tubuh

Lemak Meningkatnya deposit lemak di sentral dan visceral.

2.3 Sel dan Jaringan Tubuh Manusia

2.3.1 Sel Tubuh Manusia


Dalam organisasi tubuh sel merupakan bagian terkecil. Sel mengandung struktur
fisik yang sangat terorganisasi yang dinamakan organel. Organel penting dalam fungsi sel
sebagai unsur kimia, misalnya asalah satu organel mitokondria lebih dari 95% energi
yang disediakan..
Sel mengandung struktur fisik yang sangat terorganisasi yang dinamakan organel.
Struktur penting dalam fungsi sel sebagai unsurunsur kimia. Organel sel yang penting
adalah membran sel, plasma sel dan inti sel (nukleus), inti dari inti sel (nukleolus), dan
kromatin. Dalam sel terdapat tiga komponen utama yaitu membran sel, plasma sel
(sitoplasma), dan mitokondria.

25
Struktur organel sel :

a) Membran Sel
Membran sel merupakan struktur elastis yang sangat tipis yaitu 7,5-10nm. Hamper
seluruhnya terdiri dari membran-membran halus yang merupakan gabungan protein dan
lemak, merupakan tempat lewatnya berbagai zat yang keluar masuknya sel. Membran ini
bertugas mengatur hidupnya sel dan menerima segala bentuk rangsangan.
Susunan kimia membran ini teryata tidak terlalu sama, tetapi berbeda untuk sel-sel
yang berbeda jenisnya yaitu lapisan lipid dibagian tengah dilapisi oleh lapisan protein,
ditengah-tengah lapisan lipid terdapat cairan yang memisahkan lapisan lipid. Adanya
lapisan protein dibagian luar menjadikan lapisan sel bersifat hidrofil (molekul air yang
mudah menempel pada membran).

Fungsi membran sel antara lain:

a. Komunikasi antar sel satu dengan sel yang lain.


b. Merangsang dan mengakibatkan potensial aksi serta banyak reseptor yang
dapat mengenali messenger kimia.
c. Permeabilitas selektif sebagai filter yang selektif dan alat transfor aktif nutrein
dan pengeluaran sisa metabolism.
b) Plasma
Plasma atau sitoplasma berupa cairan koloid encer yang mengisi ruang diantara
nukleus dan membran sel berisi 80-90 % air dan mengandung berbagai zat yang terlarut
didalamnya.
Bahan-bahan yang terdapat dalam plasma yakni:
a. Bahan anorganis yaitu garam, mineral, air, oksigen, karbon dioksia, dan amoniak.

26
b. Bahan organis yaitu karbohidrat, lemak, protein, hormone, vitamin, dan asam nukleat
berupa ARN (asam ribosom nukleat)
c. Peralatan sel atau organel sel yang terdiri dari ribosom, reticulum endoplasma,
mitokondria, sentrosom, alat golgi, dan lisosom.
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat kegiatan metabolism sel oleh organel-organel
sitoplasma yang peran utamanya sebagai produksi panas. Aadanya ion-ion seperti kalium,
magnesium, fosfat, bikarbonat sangat menentukan kegiatan reaksi katalisator enzimatik untuk
metabolisme.
c) Ribosom
Ribosom adalah butiran halus yang melekat pada endoplasma yang tersebar
menampung dalam plasma. Fungsinya sebagai tempat sintesis protein yang mengandung
ARN. Ribosom menghasilkan protein untuk bahan sel itu sendiri, Nampak pada sel yang
membelah dan membentuk hemoglobin dalam eritroblas yang akan tumbuh menjadi
eritrosit.
d) Retikulum Endoplasma
Struktur retikulum endoplasma yakni sistem yang terdiri atas dua lapis membran
yang melingkupi ruang sempit di antara keduanya. Bentuk retikulum endoplasma adalah
sisterna (lempeng), tubul (tabung panjang) atau lembaran berhubungan dengan membran
inti yang merupakan komponen dalam plasmodesmata (saluran penghubung antar sel)
desmotubul. Retikulum Endoplasma terdiri atas :
1. Retikulum endoplasma kasar (RER rough endoplasmic reticulum) yang pada
permukaannya terdapat ribosom (tempat sintesis protein).
2. Retikulum endoplasma halus (SER smooth endoplasmic reticulum); tanpa
ribosom, produksi senyawa lipofilik.

Fungsi RE adalah sebagai Transpor intraseluler materi-materi yang akan


disekresikan (dikeluarkan untuk digunakan). Terlibat dalam pembentukan vakuola,
membentuk membran pada badan golgi (diktiosom).

e) Mitokondria
Pada beberapa sel, mitokondria dapat bergerak bebas membawa ATP ke daerah-
daerah yang memerlukan energi. mitokondria tersusun atas 2 sistem membran yaitu
membran dalam dan membran luar. Membren dalam membentuk tonjolan-tonjolan ke
arah dalam (membran krista) untuk memperluas bidang penyerapan oksigen. Matrik
Mitokondria mengandung protein, lemak, enzim sitokrom, DNA & ribosom sehingga
memungkinkan sintesis enzim-enzim respirasi secara otonom. untuk melintasi membran
mitokondria memerlukan mekanisme transpor aktif. Fungsi Mitokondria adalah sebagai
tempat berlangsung respirasi untuk menghasilkan energi.

27
f) Sentrosom
Sentrosom adalah badan yang terletak di tengah sel, mengandung sentriole yang
berfungsi untuk membelah sel. Dalam keadaan istirahat sel yang sudah dewasa tidak
berfungsi sama sekali. Pada wakktu pembelahan sel, sentriol berfungsi membelah sel
pada kedua sel yang telah membentuk kutub.
g) Alat Golgi
Alat golgi terletak di dekat inti sel dan berhubungan dengan selaput sel.
Bentuknya berupa lempeng cembung tersusun atas gelembung-gelembung yang
berdingding membran dan tidak memiliki ribosom pada permukaanya. Fungsinya
adalah untuk mengatur pengetahuan suatu zat keluar dari sel dan membantu sintesis
karbohidrat, kemudian menggabungkannya dengan protein untuk membentuk
glikoprotein.
h) Lisosom
Lisosom dihasilkan oleh aparatus golgi yang penuh dengan protein. Lisosom
menghasilkan enzim-enzim hidrolitik seperti proteolitik, lipase, dan fosfatase. Enzim
hidrolitik berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam sel secara
fagositosis. Lisosom juga menghasilkan zat kekebalan sehingga banyak dijumpai pada
sel-sel darah putih. Lisosom juga bersifat autolisis, autofagi, dan menghancurkan
makanan secara edsositosis. Ada dua macam lisosom, yaitu lisosom primer dan
sekunder. Lisosom primer memproduksi enzim-enzim yang belum aktif. Fungsinya
adalah sebagai vakuola makanan. Lisosom sekunder adalah lisosom yang terlibat
dalam kegiatan mencerna. Ia berfungsi sebagai autofagosom.
i) Inti Sel
Inti sel (nukleus) sebagai pusat pengawasan sel fungsinya mengawasi reaksi
kimia yang terjadi di dalam sel dan reproduksi sel. Tiap-tiap inti sel menerima satu
dari dua pasang gen. Selaput inti sel sama strukturnya dengan membran sel, yaitu
mengatur keluar masuknya zat. Plasma inti sel lebih kental dari plasma sel sebagai
tempat merendam anak inti sel (nekleolus) dan kromatin. Anak inti sel biasanya hanya
terdapat satu pada setiap sel.

Fungsi inti sel adalah mengatur pembelahan sel (pada sel yang sedang
membelah diri) dan memproduksi ribosom bersama asam nukleat yang disebut (ARN)
ribosom. Pada inti sel terdapat kromatin (kromosom) yang terdiri dariserat DNA yang
bergabung dengan histon (protein sederhana yang mengandung banyak gugus basa
yang larut dalam air). Inti sel juga mengandung enzim berupa DNA polimerase
(enzim dalam sel darah putih) dan enzim yang digunakan dalam proses glikolisis.
j) Nukleolus

28
Nukleolus adalah suatu struktur protein sederhana yang mengandung ARN
(asam ribonukleat) dalam jumlah yang besar. Nukleolus akan membesar bila sel
secara aktif menyintesis protein. Gen-gen dari suatu pasang kromosom menyintesis
ribonukleat kemudian menyimpannya dalam nucleolus dimulai dengan fibril ARN
membentuk glanular. ARN memegang peran penting untuk pembentukan protein.
k) Kromatin
Kromatin adalah jalinan benang-benag halus dalam plasma inti. Benag ini
berpilin longgar diselaputi oleh protein. Sel mengalami pembelahan, kromatin
memendek dan membesar yang disebut kromosom. Kromosom terdiri dari aerat-serat
(fibril) halus yang dibentuk oleh dua macam molekul (AND dan histon).

2.3.2 Jaringan Tubuh Manusia


Pengertian Jaringan
Jaringan adalah gabungan dari beberapa atau banyak sel yang memiliki
fungsi yang sama dalam suatu ikatan.
Struktur Jaringan
Jaringan penyusun tubuh dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu
jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
a. Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik
permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Permukaan sebelah luar
yang memiliki jaringan epitelium adalah kulit, sedangkan permukaan sebelah
dalam tubuh yang mengandung epitelium adalah permukaan dalam usus, paru-
paru, pembuluh darah, dan rongga tubuh, Jaringan epitelium dapat berasal dari
perkembangan lapisan ektoderma, mesoderma, atau endoderma.
Nama epitelium sangat erat hubungannya dengan letaknya di dalam tubuh.
Epitelium yang melapisi dinding dalam kapiler darah, pembuluh limfa, dan
jantung disebut endotelium. Endotelium berasal dari perkembangan laoisan
mesoderma. Sedangkan epitelium yang melapisi rongga tubuh, misalnya
perikardium, pleura, dan peritoneum disebut mesotelium. Mesotelium juga
berasal dari lapisan mesoderma.
Sel-sel epitelium terikat satu dengan lainnya oleh zat pengikat (semen)
antarsel, sehingga hampir tidak ada ruangan antarsel. Proses pengeluaran atau
pemasukan zat dari dalam atau luar tubuh banyak melalui epitelium, maka sifat
permeabilitas darin sel-sel epitel memegang peranan penting dalam pertukaran
zat antara lingkungan di luar tubuh dan di dalam tubuh. Jaringan epitelium dapat

29
dikelompokkan berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuknya, serta berdasarkan
struktur dan fungsinya.
1. Epitelium berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuk
Dua kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan epitelium
adalah jumlah lapisan sel dan bentuknya. Berdasarkan jumlah lapisannya,
epitelium dapat dibedakan menjadi epitelium sederhana dan epitelium
berlapis. Epitelium sederhana adalah epitelium yang sel-selnya hanya
selapis. Epitelium berlapis adalah epitelium yang terdiri atas beberapa
lapis sel.
2. Epitelium berdasarkan struktur dan fungsi
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan epitelium dibedakan
menjadi dua, yaitu jaringan epitelium penutup dan jaringan epitelium
kelenjar.
1) Jaringan epitelium penutup
Jaringan epitelium penutup berperan melapisi permukaan tubuh
dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh,
permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan disebelah
dalam dari saluran yang ada pada tubuh.
2) Jaringan Epitelium kelenjar
Jaringan epitelium kelenjar tersusun oleh sel sel khusus yang
mampu menghasilkan sekret atau getah cair. Getah cair ini berbeda
dengan darah dan cairan antar sel. Berdasarkan cara kelenjar
mensekresikan cairannya, kelenjar dibedakan menjadi dua ,yaitu
kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.

30
b. Jaringan Ikat
Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki komponen intaseluler yang
disebut matriks. Matriks disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat. Dengan
demikian, secara garis besar, jaringan ikat terdiri atas sel-sel jaringan ikat dan
matriks. Berdasarkan bentuk dan reaksi kimianya, serat pada matriks dapat
dibedakan menjadi tige jenis, yaitu serat kolagen, elastin, dan retikuler.
Serat kolagen berupa berkas beranekaragam yang berwarna putih. Serat
nya mempunyai daya regang yang tinggi denagn elastisitas yang rendah.
Kolagen terdapat pada tendon. Serat elastin berwarna kuning dan lebih tipis dari
serat kolagen. Seratnya mempunyai elastisitas tinggi. Terdapat pada pembuluh
darah.Serat retikuler hampir sama dengan serat kolagen tetapi berukuran lebih
kecil. Serat ini berperan dalam menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan
lain.
Bahan dasar penyusun matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam
hialuronat. Bentuk bahan dasar ini adalah homogen setengah cair, jika
kandungan asam hialuronat tinggi, matriks bersifat lentur. Sebalinya, jika
kandungan mukopolisakarida sulfatnya tinggi, matriks bersifat kaku. Bahan ini
terdapat dalam sendi.Ada berbagai jenis sel yang tertanam dalam matriks dan
memiliki berbagai fungsi, antara lain. Fibroblast (mensekresikan protein),
makrofag (berbentuk tidak teratur dan khusus terdapat pembuluh darah), sel
tiang (menghasilkan subtansi heparin dan histamine), sel lemak (khusus untuk
menyimpan sel lemak), sel darah putih (melawan fatogen dan dapat bergerak
bebas).

a) Jaringan ikat longgar

31
Susunan seratnya longgar dan memiliki banyak sustansi dasar. Fungsinya
anatara lain. Member bentuk organ dalam, misalnya sumsum tulang dan hati.
Menyokong, mengelilingi, dan menghubungkan elemen dari seluruh jaringan
lain, misalnya menyelubungi serat otot, melekatkan jaringan dibawah kulit.

b) Jaringan ikat padat


Susunan sertnya padat dan memiliki sedikit bahan dasar dan sedikit sel
jaringan ikat. Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jaringan ikat
padat tak teratur yang terdapat pada bagian dermis kulit dan pembungkus
tulang, jaringan ikat pada teratur, yang terdapat pada tendon.

c. Jaringan tulang
a) Tulang rawan ( Kartilago )
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu tulang rawan hialin ( memiliki serat
kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat), tulang rawan
elastin (serat kolagen tidak tersebar danbentuk serat elastic
bergelombang), tulang rawan fibrosa(serat kolagen kasar dan tidak teratur,
lacuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel kondrosit).

32
b) Tulang sejati ( Osteon )
Sel tulang disebut osteosit. Osteosit terletak di dalam lacuna. Osteosit
dibentuk oleh osteoblas. Antara osteosit yang satu dengan yang lain
dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks penyusun tulang adalah kolegen dan
kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras.
Tulang tersusun atas unit-unit yang dinamakan system havers, setiap havers
mengandung pembuluh darah. Tulang dibungkus oleh selaput yang
disebut periosteum.

Tulang Sejati
d. Darah
Sel darah meliputi sel darah merah (eretrosit), sel darah putih (leukosit),
dan keeping darah (trombosit). Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut
oksigen, sel darah putih berfungsi untuk melawan benda asing yang masuk
kedalam tubuh, sedangkan keeping darah berperan dalam proses pembekuan
darah. Sel darah putih terdiri atas monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan
neutrofil.

e. Jaringan Adipose
Jaringan adipose adalah jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel berukuran
besar yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak, disebut juga jaringan lemak.
Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan,
mencegah hilangnya panas secara berlebihan dan sebagai pelindung jaringan
yang ada di dalamnya. Jaringan ini terdstribusi di bawah kulit, di dalam tulang,
rongga perut dan dada.

33
f. Jaringan Otot
1. Otot polos
Sel berbentuk gelendong, memiliki satu inti yang terletak dibagian
tengah. Kontraksi otot polos tidak di bawah pengaruh kesadaran sehingga
disebut otot involunter. Contoh saluran pencernaan, kantong kemih, organ
reproduksi, saluran pernapasan.
2. Otot lurik
Sel berbentuk silinder yang panjang dan tidak bercabang, memiliki
banyak inti yang terletak dibagian tepi sel. Kontrasksi otot lurik di bawah
kesadaran sehingga di senut otot volunter. Contoh, otot melekat pada rangga.
3. Otot Jantung
Sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih
membentuk sinsitium. Memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian
tengah sel. Kontraksi tidak di bawah pengaruh kesadaran.

g. Jaringan Saraf
Saraf memiliki tiga jenis yaitu :
1. Neuron sensori (aferen), berfungsi menyampaikan rangsangan dari organ
penerima rangsangan (reseptor) kepada system saraf pusat (otak dan
sumsum tulang belakang).
2. Neuron intermediate, berperan sebagai penghubung implus saraf dari satu
neuron ke neuron lain atau dari neuron mororik ke neuron sensorik.

34
3. Neuron motor (eferen), berfungsi mengirimkan implus dari system saraf
pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respons tubuh. Pada
umumnya, neuron motor menerima implus dari neuron intermediet.
Adakalanya implus ditransmisikan dari neuron sensori ke neuron motor.

2.4. Pengertian Enzim dan Koenzim


a. Pengertian Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis
(senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu
reaksi kimia organik. Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat
perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Jenis produk yang akan
dihasilkan bergantung pada suatu kondisi atau zat, yang disebut promoter. Semua
proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat
dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai
promoter.
Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk
menghasilkan senyawaintermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang
membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia
terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan
waktu lebih lama
Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim
hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini
disebabkan perbedaanstruktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai
contoh, enzim -amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati
menjadi glukosa.

b. Sifat Umum Enzim


a) Merupakan protein, karenanya enzim bersifat thermolabil.
b) Merupakan biokatalisator
c) Sebagai katalis, yaitu mempercepat reaksi kimia dengan menurunkan
energi aktivasi

35
d) Bekerja spesifik, satu enzim hanya bekerja pada satu substrat saja
e) Bekerja sangat cepat
f) Tidak ikut bereaksi (tidak mengalami perubahan)
g) Memiliki sifat aktif atau sisi katalitik yaitu bagian enzim tempat substrat
berkombinasi
h) Enzim dapat bekerja secara bolak-balik (reversible)

c. Sifat Khusus Enzim


a) Enzim dibentuk dalam protoplasma sel
b) Rnzim beraktifitas di dalam sel tempat sintesisnya (endoenzim) maupun di
luar tempat sintesisnya (eksoenzim)
c) Sebagian enzim bersifat endoenzim
d) Enzim bersifat koloid, luar permukaan besar, bersifat hidrofit
e) Dapat bereaksi dengan senyawa asam basa kation maupun amino
f) Enzim dapat dihambat atau dipacu aktivitasnya

d. Struktur dan Mekanisme Enzim


Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar
dari hanya 62 asam amino pada monomer 4-oksalokrotonat tautomerase,
sampai dengan lebih dari 2.500 residu pada asam lemak sintase. Terdapat pula
sejumlah kecil katalis RNA, dengan yang paling umum merupakan ribosom;
Jenis enzim ini dirujuk sebagai RNA-enzim ataupun ribozim. Aktivitas enzim
ditentukan oleh struktur tiga dimensinya (struktur kuaterner). Walaupun
struktur enzim menentukan fungsinya, prediksi aktivitas enzim baru yang
hanya dilihat dari strukturnya adalah hal yang sangat sulit.
Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya, tetapi
hanya sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 34 asam amino) yang secara
langsung terlibat dalam katalisis. Daerah yang mengandung residu katalitik
yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal
sebagai tapak aktif. Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat
kofaktor yang diperlukan untuk katalisis. Beberapa enzim juga memiliki tapak
ikat untuk molekul kecil, yang sering kali merupakan produk langsung
ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi. Pengikatan ini dapat
meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. Dengan demikian ia
berfungsi sebagai regulasi umpan balik.
Sama seperti protein-protein lainnya, enzim merupakan rantai asam
amino yang melipat. Tiap-tiap urutan asam amino menghasilkan struktur
pelipatan dan sifat-sifat kimiawi yang khas. Rantai protein tunggal kadang-
kadang dapat berkumpul bersama dan membentuk kompleks protein.

36
Kebanyakan enzim dapat mengalami denaturasi (yakni terbuka dari lipatannya
dan menjadi tidak aktif) oleh pemanasan ataupun denaturan kimiawi.
Tergantung pada jenis-jenis enzim, denaturasi dapat bersifat reversibel
maupun ireversibel.

e. Fungsi Enzim
a) Sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun luar
sel.
b) Mengeluarkan kolesterol, lemak dalam darah pemurnian darah,
menguraikan racun dan kuman dalam tubuh.
c) Mencegah kekurangan gizi anemia, penawar mabuk, memperlambat
penuaan.
d) Mengeluarkan logam dan air raksa.
e) Mengurangi flek hitam pada wajah.
f) Menjaga seluruh tubuh agar tetap sehat.

f. Pengertian Koenzim
Koenzim adalah kofaktor yang berupa molekul organik kecil yang
merupakan bagian enzim yang tahan panas, mengandung ribose dan fosfat,
larut dalam air dan bisa bersatu dengan apoenzim membentuk holoenzim.
Koenzim yang membentuk ikatan sangat erat baik secara kovalen maupun non
kovalen dengan apoenzim di sebut gugus prostetik. Koenzim memiliki fungsi
aktif sebagai katalisator yang dapat meningkatkan kemampuan katalitik suatu
enzim. Selain itu koenzim juga berfungsi untuk menentukan sifat dari suatu
reaksi dan dapat bertindak sebagai transpor elektron dari satu enzim ke enzim
yang lain. Contoh koenzim adalah NADH, NADP dan adenosin trifosfat.
Koenzim merupakan komponen penting dari enzim yang diperlukan
untuk setiap reaksi metabolisme dalam tubuh kita. Koenzim sering di
identikan sebagai vitamin karena banyak koenzim ditemukan dalam bentuk
derivat vitamin B seperti Niacin, Tiamin, Riboflavin, dl. Koenzim berikatan
dengan enzim membentuk holoenzim. Koenzim juga membentuk molekul lain
dalam sel yang menjadi sumber energi Sel. Energi sel dibutuhkan molekul-
molekul sel untuk melakukan fungsi-fungsi khusus. Contoh dari salah satu
fungsi koenzim bagi tubuh adalah retensi memori. Tanpa koenzim, tubuh
manusia tidak bekerja dan semua proses sel berhenti.

g. Perbedaan Enzim dan Koenzim


a) Enzim : biokatalisator, termolabil, memiliki fungsi yang spesifik, mudah
rusak oleh logam berat, pengukuran aktivitasnya dilakukan dengan

37
kecepatan reaksi enzimatik, memiliki letak tertentu di dalam sel, dan hanya
satu macam reaksi yang mampu dikatalis olehnya.
b) Koenzim : diperlukan untuk aktivitas enzim tertentu, termostabil, memiliki
berat molekul yang rendah, bisa dikatakan sebagai substrat kedua, banyak
koenzim yang merupakan derivat vitamin B.

2.5. Pembagian Kelas Enzim


Menurut IUBMB (International Union of Biochemistry and Molecular
Biology), enzim-enzim dikelompokkan menjadi 6 golongan atau kelas. Masing-
masing kelas ini dikelompok-kelompokkan lagi menjadi beberapa subkelas. Misalnya,
enzim kelas (1) yaitu kelas Oksidoreduktase, dibagi menjadi beberapa subkelas,
antara lain subkelas (1) yaitu enzim oksidoreduktase yang bekerja pada gugus CH-OH
donor dan subkelas (2) yaitu enzim yang bekerja pada gugus aldehida atau gugus okso
senyawa donor, dan lain-lain. Demikian pula enzim kelas (2), (3), (4) dan selanjutnya,
masing-masing juga dibagi-bagi lagi menjadi beberapa subkelas.
Kemudian, masing-masing subkelas juga masih dibagi-bagi lagi menjadi
beberapa sub-subkelas. Misal, enzim subkelas (1) dari kelas (1) yaitu enzim
oksidoreduktase yang bekerja pada gugus CH-OH donor, dibagi lagi menjadi
beberapa sub-subkelas, antara lain sub-subkelas (1) yaitu yang bekerja dengan NAD
or NADP sebagai akseptor dan sub-subkelas (2) yaitu yang bekerja dengan
sitokrom sebagai akseptor. Masing-masing sub-subkelas ini beranggotakan beberapa
enzim yang memenuhi kriteria dalam pengelompokannya. Berikut adalah kelas besar
enzim :

Tabel Pengelompokan enzim menurut IUBMB

No. Kelompok/Kelas Sifat Biokimia


Mengkatalisis reaksi reduksi-oksidasi terhadap
1. Oksidoreduktase
berbagai gugus
Mengkatalisis berbagai reaksi transfer gugus
fungsional dari molekul donor ke molekul
akseptornya. Salah satu subkelompok enzim
2. Transferase
transferase adalah enzim-enzim kinase yang
mengendalikan metabolisme dengan jalan
mentransfer gugus fosfat dari ATP ke molekul lain.

38
No. Kelompok/Kelas Sifat Biokimia
Mengkatalisis reaksi penambahan molekul air pada
3. Hidrolase suatu ikatan, yang kemudian dilanjutkan dengan
reaksi penguraian (hidrolisis)
Mengkatalisis reaksi penambahan molekul air,
ammonia atau karbon dioksida pada suatu ikatan
4. Liase
rangkap, atau melepaskan air, ammonia, atau karbon
dioksida dan membentuk ikatan rangkap.
Mengkatalisis berbagai reaksi isomerisasi, antara lain
5. Isomerase isomerisasi L menjadi D, reaksi mutasi (perpindahan
posisi suatu gugus), dan lain-lain.
Mengkatalisis reaksi dimana dua gugus kimia
6. Ligase disatukan atau diikatkan (ligasi) dengan
menggunakan energi yang berasal dari ATP.

2.6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


a. Zat-zat pengaktif (aktivator)
Zat-zat kimia tertentu dapat memacu atau mengaktifkan kegiatan enzim.
Contoh: garam-garam dari logam alkali dan logam alkali tanah dengan konsentrasi
encer, ion kobalt (Co), mangan (Mn), nikel (Ni), magnesium (Mg), dan klor (Cl).
b. Suhu
Setiap enzim dapat bekerja dengan efektif pada suhu tertentu dan aktivitasnya
akan berkurang jika berada pada kondisi di bawah atau di atas titik tersebut.
Kondisi yang menyebabkan kerja enzim menjadi efektif ini disebut kondisi
optimal. Sebagian besar enzim pada manusia mempunyai suhu optimal yang
mendekati suhu tubuh (35 oC - 40 oC). Pada suhu tinggi (>50 oC), enzim dapat
rusak dan pada suhu rendah (0 oC), enzim menjadi tidak aktif. Perhatikan Gambar
2.7. Suhu yang tidak sesuai tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan
bentuk sisi aktif enzim. Sifat en zim yang tidak tahan panas atau dapat berubah
karena pengaruh suhu ini disebut termolabil.

39
c. pH
Selain suhu, faktor lingkungan yang mempengaruhi kerja enzim adalah derajat
keasaman (pH). Sebagaimana faktor suhu, enzim juga mempunyai pH tertentu
agar dapat bekerja secara efektif. Enzim dapat bekerja optimal pada pH netral (pH
= 7), pH basa (>7) atau pH asam (<7) tergantung pada jenis enzim masing-
masing. Perhatikan Gambar 2.8. Enzim pencerna protein misalnya, mempunyai
pH paling optimal 1-2, sedangkan enzim pencernaan yang lain mempunyai pH
optimal 8. Pada pH tertentu, enzim dapat mengubah substrat menjadi hasil akhir.
Kemudian, apabila pH tersebut diubah, enzim dapat mengubah kembali hasil akhir
menjadi substrat.

d. Hasil Akhir
Telah diketahui bahwa dalam suatu reaksi kimia diperlukan adanya reaktan
yang akan diubah menjadi produk atau hasil akhir. Hasil akhir merupakan
senyawa baru sebagai hasil pembentukan maupun penguraian reaktan. Apabila
hasil akhir ini banyak, enzim akan sulit bergabung dengan substrat sehingga reaksi
kimianya berlangsung lambat.
e. Konsentrasi Enzim
Konsentrasi enzim yang tinggi akan mempengaruhi kecepatan reaksi secara
linear (kecepatan bertambah secara konstan). Dapat dikatakan bahwa hubungan
antara konsentrasi enzim dengan kecepatan reaksi enzimatis berbanding lurus.

40
Kecepatan reaksi suatu enzim satu dengan yang lain berbeda-beda meskipun
mempunyai konsentrasi enzim yang sama. Konsentrasi enzim yang sangat tinggi
dalam suatu sistem yang kompleks akan berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.
f. Konsentrasi Substrat
Pada konsentrasi substrat yang rendah, kenaikan substrat akan meningkatkan
kecepatan reaksi enzimatis hampir secara linear. Jika konsentrasi substrat tinggi,
maka peningkatan kecepatan reaksi enzimatis akan semakin menurun sejalan
dengan peningkatan jumlah substratnya. Kecepatan maksimum (Vmax) reaksi
enzimatis ditunjukkan dengan garis mendatar yang menggambarkan peningkatan
kecepatan reaksi yang rendah seiring penambahan konsentrasi substrat.
g. Inhibitor Enzim
Enzim dapat dihambat sementara atau tetap oleh inhibitor berupa zat kimia
tertentu. Zat kimia tersebut merupakan senyawa selain substrat yang biasa terikat
pada sisi aktif enzim (substrat normal) sehingga antara substrat dan inhibitor
terjadi persaingan untuk mendapatkan sisi aktif . Persaingan tersebut terjadi
karena inhibitor biasanya mempunyai kemiripan kimiawi dengan substrat
normal. Pada konsentrasi Substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor
terhadap laju reaksi, kondisi tersebut berbalik bila konsentrasi substrat naik. Ada
dua jenis inhibitor yaitu:
a) Inhibitor Kompetitif
Pada penghambatan ini, zat zat penghambatan mempunyai stuktur
yang mirip dengan substrat. Dengan demikian baik substrat maupun zat
penghambat berkompetisi atau bersaing untuk bergabung dengan sisi aktiv
enzim. Jika zat penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim,
maka substrat tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.
b) Inhibitor Nonkompetitif
Pada penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan
kompleks enzim inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah.

41
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari hasil pemahaman kami, dapat disimpulkan bahwa istilah-istilah dalam
biokimia itu sangat banyak dan cukup sulit untuk dipahami. Secara garis besar, komposisi
tubuh manusia terdiri dari massa jaringan bebas lemak (lean mass body) dan jaringan
lemak atau adiposa. Sel dan jaringan tubuh manusia saling berkaitan dimana kumpulan
dari beberapa sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk
jaringan itu sendiri. Sel secara umum terdiri dari membrane sel, organel sel dan inti sel.
Jaringan tubuh manusia terdiri dari jaringan epitellium, ikat, otot, saraf, darah, jaringan
adipose dan jaringan tulang.
Enzim dan koenzim memiliki peran penting dalam proses metabolism pada
manusia. Enzim merupakan biokatalisator yang memiliki fungsi yang spesifik, sedangkan
koenzim diperlukan untuk aktivitas enzim tertentu. Menurut IUBMB (International Union
of Biochemistry and Molecular Biology), enzim-enzim dikelompokkan menjadi 6
golongan atau kelas. Masing-masing kelas ini dikelompok-kelompokkan lagi menjadi
beberapa subkelas. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah zat activator,
suhu, pH, hasil akhir, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, dan inhibitor enzim.

3.2 Saran
Kepada pembaca khususnya mahasiswa keperawatan agar mempelajari materi
biokimia secara bertahap dengan menambah frekuensi belajar, tetapi mengurangi durasi
belajar. Selain itu, mahsiswa juga perlu memahami pentingnya pembelajaran ini untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam praktik keperawatan

42
DAFTAR PUSTAKA

Syaifuddin, H. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. Jakarta :


EGC

Fatmah. 2010. Gizi Lanjut Usia. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Nn. 2009. Istilah Dalam Bidang Kimia.


[http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/04/istilah-istilah-dalam-bidang-kimia.html]
(diakses tanggal 7 Maret 2015)

Pratama, Junio. 2013. Komposisi dan Komponen Tubuh Manusia.


[https://www.scribd.com/doc/183820032/Komposisi-Komponen-Tubuh-Manusia] (diakses
tannggal 7 Maret 2015)

Rahmat. 2013. Enzim. http://biologirahma.blogspot.com/2013/07/enzim.html (diakses


tanggal 7 Maret 2015 )

Sintha. 2012. Komposisi Tubuh Manusia.


[https://linianisfatus.wordpress.com/2012/08/14/komposisi-tubuh-manusia/]

Sinaga, Ernawati. 2013. Enzim. [http://ernawatisinaga.blog.unas.ac.id/tag/enzim/] (diakses


tanggal 7 Maret 2015)

43