You are on page 1of 48

HUKUM KE I

TERMODINAMIKA

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 1


Setelah mempelajari bab ini mahasiswa
mampu (kompeten), mengenai :
Persamaan Gas Ideal
Energi Dalam
Kalor
Usaha
Hukum I Termodinamika
Proses dalam Termodinamika
Siklus
Efisiensi

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 2


PERSAMAAN GAS IDEAL

Gas ideal adalah gas yang memenuhi persamaan

pV nRT NkT
Keterangan :
N
p tekanan [ 2
, atm, torr, Bar, psi];
m
V volume [m 3,lt]
n jumlah mol [mol]
J lt Atm
R konstanta umum gas 8,3149 [ ] 0,082 0 ;
mol K C
T suhu [Kelvin,K]
N jumlah partikel
J
k konstanta Boltzman 1,38 x10 23 .
K
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 3
ENERGI DALAM

Energi dalam yang dimiliki oleh sistem (benda) tsb,


Bersifat konservatif, tidak tergantung pada lintasan,
hanya bergantung pada keadaan awal (i) dan akhir (f).
Energi merupakan diferensial eksak, berlaku
f

dU U U
i
f Ui

Energi dalam merupakan bentuk persamaan


Terhadap suhu

U UT nRT NkT
f f
2 2
f=derajat kebebasan (bergantung pada jenis gas)
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 4
KALOR (Q)

Energi yang mengalir / berpindah karena perbedaan


suhu, dari suhu tinggi ke suhu rendah.
Harga (nilai) kalor bergantung pada jenis proses yang
dialami oleh gas tsb, dinamakan kalor jenis (C).

Kalor jenis pada volume tetap (CV ), memenuhi persamaan

dQ
CV
dT V
Kalor jenis pada tekanan tetap (Cp ), memenuhi persamaan

dQ
Cp
dT p
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 5
Dan berlaku :
Cp CV nR
Dinamakan persamaan Meyer

USAHA

Usaha yang dilakukan oleh sistem (gas) memenuhi


persamaan dalam mekanika

F
f f f
W dW Fdx A.dx p.dV
i
i
A i
f
W p.dV p V p Vf -Vi
i
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 6
HUKUM I TERMODINAMIKA

Rumusan hukum I termodinamika

Q = U + W

Catatan :

Kalor (Q)
Bertanda positif jika masuk pada sistem.
Bertanda negatif jika keluar dari sistem.

Usaha (W)
Bertanda positif jika sistem melakukan kerja.
Bertanda negatif jika sisitem menerima kerja.

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 7


Ilustrasi dengan SISTEM TANDON

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 8


Suatu Besaran (misalkan : gas) dalam Keadaan tertentu
secara TERMODINAMIKA direpresentasikan oleh
parameter tekanan(p) suhu (T) dan volume (V), yang
dinamakan KOORDINAT TERMODINAMIKA.

Jika sistem gas berubah dari keadaan awal (i=initial)


dituliskan (pi,Ti,Vi) ke keadaan akhir (f=final) dituliskan
(pf,Tf,Vf ), Kita dapat menghitung nilai besar kalor (Q),
Usaha (W) dan Energi dalam (U) bergantung pada jenis
proses (jenis lintasan pada termodinamika) yang di
tempuh.

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 9


Perubahan kedaaan ke keadaan lain dapat digambarkan
dalam suatu diagram. Pada tulisan ini dikenalkan
diagram tekanan terhadap suhu, diagram (p -V),
disamping ada jenis diagram lainnya.

Proses-proses dalam termodinamika

Dikenal 4 macam proses


ISOKHOR
ISOBAR
ISOTERM
ADIABAT

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 10


PROSES ISOKHOR
Adalah proses yang berlangsung pada volume tetap. (V = 0 ;
Vi = Vf ).

Dalam diagram ( p -V ) proses isokhor digambarkan garis lurus


vertikal keatas atau kebawah.
Dari diagram ( p-V ) persamaan
gas ideal keadaan 1

p1V1 nRT1
Dari diagram ( p-V ) persamaan
gas ideal keadaan 2

p 2 V2 nRT2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 11


Proses Isokhor

Karena V1 = V2

p1V1 nRT1

p 2 V2 nRT2
Atau

p1 T1

p 2 T2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 12


Hukum I Termodinamika pada proses Isokhor

Karena V1 = V2 Atau dV=0,

Sehingga
Q U W U p dV

0
Atau
Q U
Sedangkan :

U UT nRT C V T
f
2
Dimana ; Cv kapasitas panas pada volume tetap
f
C V nR
2
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 13
Hukum I Termodinamika pada proses Isokhor

Atau lengkapnya :

Q U CV T CV T2 T1
Pada proses isokhor kalor yang masuk dikurangi kalor
yang diserap sistem diubah seluruhnya untuk menaikkan
energi dalam sistem karena usaha sistem W=0

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 14


PROSES ISOBAR

Adalah proses yang berlangsung pada tekanan tetap ;


Pi = Pf ; P = 0
Proses isobar dalam diagram ( P V ) sebagai garis lurus
horisontal kekiri dan atau kekanan
i f

Dari diagram ( p-V ) persamaan


gas ideal keadaan 1

p1V1 nRT1
Dari diagram ( p-V ) persamaan
gas ideal keadaan 2

p 2 V2 nRT2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 15


Proses Isokhor

Karena V1 = V2

p1V1 nRT1

p 2 V2 nRT2
Atau

V1 T1

V2 T2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 16


HUKUM I TERMODINAMIKA PADA PROSES ISOBAR
Karena p1=p2, atau p = 0, atau p = konstan
2
Q U W U p dV
1
Q U W U p V2 V1

Kalor pada proses isobar adalah kalor jenis pada tekanan


tetap (Cp), dirumuskan :

dQ
CP
dT P

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 17


HUKUM I TERMODINAMIKA PADA PROSES ISOBAR
Atau :
2
dQ CP dT CP T2 T1
1
Dari :

Q U W U p V2 V1
Atau perubahan energi dalam sistem :

U Q p V2 V1
U C P T2 T1 pV2 pV1
U C V nR T2 T1 nR T2 T1
U C V T2 T1
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 18
PROSES ISOTERM

Adalah proses yang berlangsung pada suhu tetap , Suhu awal


sama dengan suhu akhir, Ti = Tf, atau T = Tf - Ti = 0

Perbandingan Persamaan gas


ideal adalah :
p1V1 nRT1

p 2 V2 nRT2

Karena Ti = Tf
atau T = Tf - Ti = 0

p1V1 p 2 V2
atau

pV C konstan
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 19
Analog dengan matematika persamaan isoterm :
Dari persamaan pV C konstan
1
Analog dengan matematika adalah y atau xy 1
x

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 20


Hukum I Termodinamika pada proses Isoterm

Karena energi dalam u merupakan fungsi temperatur


U= U ( T ) dan tidak ada perubahan suhu Ti = Tf ;
T = 0, maka berlaku U = 0

Sehingga
Q = U+W
Menjadi
Q = W

Usaha oleh sistem (gas ideal) pada proses isoterm :


f
W p dV
i

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 21


Karena

pV C konstan

pV C nRT
nRT
p
V
Usahanya diperoleh
f f
nRT
W p dV dV
i i
V
f
dV Vf
W nRT nRT ln
i
V Vi
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 22
Ilustasi dengan tandon

Q1=104J

Kalor yang masuk dikurangi


4
W = +8x103J kalor yang diserap
seluruhnya digunakan
menjadi usaha oleh sisitem
( gas ideal )

Q2=2x103J

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 23


Proses adiabat
Adalah proses yang berlangsung tanpa terjadi pertukaran
kalor.
Q = 0

Hukum I Termodinamika pada proses adiabat



Q U W
0

U W W U

Untuk menaikan energi dalam sistem diperlukan usaha


dari luar ( lingkungan ), ditandai usaha Negatif

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 24


Proses adiabat dalam diagram p-V
Persamaan gas ideal proses adiabat adalah :

p1V1 p 2 V2
pV C konstan
Atau :
T1V1 1 T2 V2 1

TV 1 C konstan

Dimana :
C V nR
Cp nR
1 1
Cv CV CV
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 25
Analog dengan matematika persamaan adiabat :
Dari persamaan pV C konstan
1
Analog dengan matematika adalah y 2 atau yx 2 1; 2
x

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 26


Proses adiabat dalam diagram p-V
Persamaan gas ideal proses adiabat adalah :

p1V1 p 2 V2
pV C konstan
Atau :
T1V1 1 T2 V2 1

TV 1 C konstan

Dimana :
C V nR
Cp nR
1 1
Cv CV CV
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 27
Perbandingan grafik Proses isoterm dan adiabat adiabat
dalam diagram p-V
Misalkan gas ideal mono atomik,
dengan derajat kebebasan f=3

f 3
C V nR nR
2 2
3
C p 2 nR nR 5

Cv 3 3
nR
2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 28


Misalkan gas ideal monoatomik, dengan derajat
kebebasan f=3

f 3
C V nR nR
2 2

3
C p 2 nR nR 5

Cv 3 3
nR
2

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 29


Usaha pada proses adiabat

2 2
W dW p dV
1 1

pV C
C
p
V
Diperoleh :
f 2
C
W dV C V dV
i
V 1

2 2

1
V 1
WC
V

1 1
C
C
1 1 1
V1
2 V1
1
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 30
Usaha pada proses adiabat
1 2 1 2
V
WC
V
1 1
C
C
1 1 1
V1
2 V1
1
C V2 V1
W
C
1

1 1
V2 V1

1 V2 V1

1 CV2 CV1
W
1 V2 V1
Dari persamaan
pV C konstan

C p 1V 1

C p 2 V2
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 31
Usaha pada proses adiabat
1 2 1 2
V
WC
V
1 1
C
C
1 1 1
V1
2 V1
1
C V2 V1
W
C
1

1 1
V2 V1

1 V2 V1

1 CV2 CV1
W
1 V2 V1
Dari persamaan
pV C konstan

C p 1V 1

C p 2 V2
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 32
Usaha pada proses adiabat

1 CV2 CV1 1 p 2 V2 V2 p1V1 V1


W

1 V2 V1 1 V2 V1

W
1
1
p 2 V2 p1V1

W
nR
T2 T1
1

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 33


SIKLUS
Adalah sisitem ( gas ideal ) yang dalam proses
membentuk siklus tertutup artinya keadaan awal ( i ) dan
keadaan akhir ( f ) sama, dari keadaaan awal kembali ke
keadaan semula.

Dalam siklus berlaku U 0

tidak ada perubahan energi dalam.

Siklus
Merupakan gabungan dua atau lebih proses-proses

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 34


Contoh, Siklus dengan dua proses

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 35


Contoh, Siklus dengan tiga proses

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 36


Siklus yang searah dengan jarum jam maka usaha total
dalam satu siklus bernilai positif
Siklus yang berlawanan arah dengan jarum jam maka
usaha total dalam satu siklus bernilai negatif

W12 0
W23 p 2 V3 V2 ; V3 V2 ; positif

W34 0
W41 p1 V1 V4 ; V1 V4 ; negatif

Wtot W12 W23 W34 W41

Wtot p 2 V3 V2 - p1 V1 V4 ; p 2 p1; positif


Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 37
Siklus yang searah dengan jarum jam maka usaha total
dalam satu siklus bernilai positif
Siklus yang berlawanan arah dengan jarum jam maka
usaha total dalam satu siklus bernilai negatif

W12 p1 V2 V1 ; V2 V1; positif


W23 0
W34 p 3 V4 V3 ; V4 V3 ; negatif
W41 0

Wtot W12 W23 W34 W41

Wtot p1 V2 V1 - p 3 V4 V3 ; p1 p 3 ; negatif
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 38
Efisiensi
Perbandingan usaha yang dilakukan oleh sistem terhadap
besar energi yang masuk kedalam sistem.
Efisiensi sering dinyatakan dalam prosen(%)

W Q1 Q 2 Q2
1
Q1 Q1 Q1

Q2
1 .100 %

Q1

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 39


Soal dan pembahasan :

Gas ideal monoatomik, derajat


kebebasan f=3, pada keadaan 1,
V1=8,3149 lt = 8,3149x10-3 m3,
p1= 105 N/m2, sejumlah n=1 mol,
mengalami proses seperti pada
gambar, jika p2=3p1 dan V3=3V1.
Tentukan :
a) Kalor yang masuk pada sistem (Q m)
b) Kalor yang keluar dari sistem (Q k)
c) Usaha yang dilakukan oleh sistem (W)
d) Efisiensi sistem

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 40


Pembahasan :

Dari persamaan gas ideal :

T1
p1.V1


10 5 8,3149 10 3
100 K

nR 18,314
dari persamaan prosesisokhor
p1 p 2 T1
T2 p 2
T1 T2 p1
3 p1
T2 T1 3 T1 300 K
p1
T3 T2 300 K

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 41


Proses 1 2 (proses Isokhor)

Q U W

0

Q U
Atau dituliskan
Q12 U12
2 2
f
Q12 C V dT nR dT
1
2 1

Q12 nR T2 T1 nR 3T1 T1
3 3
2 2
J
Q12 31 mol 8,3149 100 K 2.494,47 J
mol K
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 42
Karena T2>T1 atau terjadinya kenaikan suhu pada sistem
disebabkan adanya kalor masuk

Q12 Qm1 2,49447 x103 J


Dan kenaikan energi dalamnya adalah :
U12 Q12 2,49447 x103 J

Proses 2 3 (proses Isoterm)

Q
UW
0

Q W

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 43


Atau di tuliskan
V3
W23 nRT ln ; T2 T3 T
V2
3V1
W23 nRT ln ;
V1
W23 nRT ln 3
J
W23 1 mol300 K 8,3149 ln 3
mol K
W23 2.740,46 J
Meskipun T2=T3, atau tidak ada kenaikan suhu , tetapi terjadi
adanya kalor masuk karena adanya perubahan volume

Q 23 W23 Q m 2 2.740,46 J
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 44
Proses 3 1 (proses Isobar)

Q U W
Usaha yang dilakukan oleh sistem :

W W31 pV p V1 V3
W31 p V1 3V1 2 pV1 2nRT1
J
W31 21 mol 8,3149 100 K 1.662,98 J
mol K

Dimana :
p p1 p 3
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 45
Kalor pada proses isobar :

1 1
Q 31 C p dT C p dT
3 3

f
1 1
Q 31 C V nR dT nR nR dT
3 2 3
3 3
Q 31 nR nR T1 T3 nR nR T1 3T1
2 2
5 J
Q 31 nR 2T1 51 mol 8,3149 100 K
2 mol K
Q 31 4.157 ,45 J
Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 46
1. Kalor yang masuk pada sistem gas ideal

Q m Q m1 Q m 2
Q m 2.494,47 2.740,46
Q m 5.234,93 J

2. kalor yang keluar dari sistem


Q k Q31 4.157,45 J
3. usaha oleh suatu siklus (cara 1)
Wtot W12 W23 W31
Wtot 0 2.740,46 1.662,98 x10 3 1.077 ,48J

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 47


Usaha oleh satu siklus (cara2)

W Qm Qk
W 5.234,93 4.157 ,45 1.077 ,48 J

4. Efisiensi Sistem :
W 1.077 ,48 J
100 % 100 %
Qm 5.234,93 J
20,58%

Bab 10, Hukum ke I Termodinamika 48