You are on page 1of 15

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN

JARINGAN PADA DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

OLEH:

NAMA : Y. APRIMA BEATHA

NIM : F1072141021

KELAS : REG B

KELOMPOK : 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2016
ABSTRACT

Photosynthesis is the process of breakdown of carbohydrates derived from a


chemical reaction that takes place in the leaves by using solar light energy. The process of
photosynthesis can only be done by plants that have chlorophyll. This process will only
happen if there is a light and through the intermediary of the green leaf pigment chlorophyll
contained in chloroplasts. Besides photosynthesis is also influenced by several factors, both
internal and external. The reaction of photosynthesis could mean that six molecules of
carbon dioxide and six water molecules react with the help of the sun's light energy is
converted into one molecule of glucose and six molecules of oxygen. Carbohydrate is a
composition consisting of the elements carbon, hydrogen, and oxygen. The purpose of the
test lab carbohydrates in photosynthesis is to prove that the process of photosynthesis is
affected by the number of chlorophyll and photosynthesis to produce carbohydrates proving
process. a tool used in this lab include tweezers, razors, pipette, glass beaker, test tubes,
heater, ruler, penjeptit test tubes and petri dish. While the materials used include water,
Caladium bicolor leaf blade, iodine and alcohol. These observations were made by taking a
few leaves of Caladium bicolor, then some green leaves and pink is cut, then performed a
test with Lugol, conduct tests with Lugol in a way that is, the first pieces of green leaves and
pink put into boiling water for a few minutes until wilted. Second, after the pieces of green
leaves put in hot alcohol to dissolve chlorophyll. Thirdly, the leaves washed with running
water. Fourth, the leaves drip with Lugol / iodine and observed the color change. The data
were presented in tabular form with the formulation, period, and Lugol test results,
information. Where the color change indicates the presence or absence of carbohydrates in
the leaves. Thus, by observation and discussion can be concluded that if the starch
contained in the leaf drops of iodine will change color to black so that the proven process of
photosynthesis to produce carbohydrates.

Keywords: photosynthesis, karbohidarat, iodine, Caladium bicolor leaves, chlorophyll


ABSTRAK

Fotosintesis adalah proses pemecahan karbohidrat yang berasal dari suatu reaksi kimia di
dalam daun yang berlangsung dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses
fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya
akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang
terdapat dalam kloroplas. Selain fotosintesis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik
internal maupun eksternal. Reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul
karbondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari
untuk diubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Karbohidrat adalah
komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hidrogen, dan oksigen. Tujuan dari praktikum
mengenai uji karbohidrat pada fotosintesis adalah untuk membuktikan bahwa proses
fotosintesis dipengaruhi oleh jumlah klorofil dan membuktikan proses fotosintesis
menghasilkan karbohidrat. alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain pinset, silet,
pipet tetes, gelas beker, tabung reaksi, pemanas, penggaris, penjeptit tabung reaksi dan
cawan petri. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain air, helaian daun Caladium
bicolor, iodine dan alkohol. Pengamatan ini dilakukan dengan mengambil beberapa daun
Caladium bicolor, kemudian beberapa daun yang berwarna hijau dan merah mudah tersebut
dipotong, lalu dilakukan tes dengan lugol, melakukan tes dengan larutan lugol dengan cara
yaitu, pertama potongan daun hijau dan merah muda dimasukkan ke dalam air mendidih
selama beberapa menit sampai layu. Kedua, setelah itu potongan daun hijau dimasukkan ke
dalam alkohol panas untuk melarutkan klorofilnya. Ketiga, daun dicuci dengan air mengalir.
Keempat, daun ditetesi dengan lugol / iodin dan diamati perubahan warna yang terjadi. Data
hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dengan formulasi bahan ,jangka waktu, dan
hasil uji lugol, keterangan. Dimana perubahan warna ini menunjukan ada atau tidaknya
karbohidrat pada daun. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan
dapat disimpulkan bahwa jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi iodine
akan berubah warna menjadi kehitaman sehingga terbukti proses fotosintesis menghasilkan
karbohidrat.

Kata kunci : fotosintesis, karbohidarat, iodine, daun Caladium bicolor, klorofil


PENDAHULUAN

Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya
matahari. Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan
hewan yang dapat berlari dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan
diketahui bahwa tenaga untuk berlari itu berasal dari pemecahan karbohidrat yang
terkandung di dalam daun rerumputan yang dimakan oleh hewan tersebut dan karbohidrat
yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia didalam daun yang berlangsung dengan
menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi pembentukan karbohidrat ini dinamakan
fotosintesis.

Fotosintesis adalah mengolah bahan sederhana menjadi bahan yang kompleks


dengan bantuan cahaya pada tumbuhan. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan
untuk proses fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Tumbuhan umumnya
mendapatkan karbon dioksida dari udara dan mendapatkan air dari tanah. Karbon dioksida
diubah menjadi gula. Hasil sampingan proses ini adalah gas oksigen.

Proses ini memerlukan energi yang alami didapat dari cahaya matahari. Energi
cahaya matahari ini diserap oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Proses Fotosintesis
menghasilkan oksigen dan karbohidrat. Fotosintesis pada tumbuhan dilakukan pada siang
hari dengan bantuan sinar matahari dan karbon dioksida serta mengeluarkan oksigen dan
karbohidrat. Oksigen akan disebarkan ke luar tumbuhan sehingga manusia dapat
menghirupnya untuk bernafas sedangkan karbohidrat digunakan oleh tumbuhan itu sendiri
untuk pertumbuhan.. Selain itu, fotosintesis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor internal
maupun faktor eksternal. Maka dari itu perlu untuk melakukan praktikum ini karena untuk
mengetahui apakah adanya karbohidrat dalam hasil fotosintesis dan apakah proses
fotosintesis dipengaruhi oleh jumlah klorofil yang ada pada tanaman Caladium bicolor.

Tujuan dari praktikum mengenai uji karbohidrat pada fotosintesis adalah untuk
membuktikan bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh jumlah klorofil dan membuktikan
proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat.

Adapun permasalahan yang ada dalam praktikum mengenai uji karbohidrat pada
fotosintesis adalah bagaimana pengaruh jumlah klorofil terhadap proses fotosintesis yang
menghasilkan karbohidrat.
Tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk
hidup. Daun (Folium) merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya
tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun merupakan tempat proses
fotosintesis sehingga pada umumnya pipih dan melebar. Daun lengkap terdiri dari bagian
pelepah daun, tangkai daun dan helai daun. Jika tidak mempunyai salah satu atau kedua
bagiantersebut maka di sebut daun tidak lengkap.

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai


kebutuhan pokoknya harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis
karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil, dengan
menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang
diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak
akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada
didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan
berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986).

Klorofil adalah pigmen hijau fotosintetis yang terdapat dalam tanaman, Algae dan
Cynobacteria.nama "chlorophyll" berasal dari bahasa Yunani kuno : choloros = green
( hijau ), and phyllon = leaf ( daun ). Fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi
dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintetis yaitu suatu proses biokimia
dimana tanaman mensintesis karbohidrat ( gula menjadi pati ), dari gas karbon dioksida dan
air dengan bantuan sinar matahari ( Fransisco, 2000).

Klorofil akan memperlihatkan fluoresensi, berwarna merah yang berarti warna larutan
tersebut tidak hijau pada cahaya yang diluruskan dan akan merah tua pada cahaya yang
dipantulkan (Noggle, 1979).

Kloroplas berasal dari proplastid kecil. Pada umumnya proplastid berasal hanya dari
sel telur yang tak terbuahi, sperma tak berperan disini. Proplastid membelah pada saat
embrio berkembang, dan berkembang menjadi kloroplas ketika daun dan batang terbentuk.
Kloroplas muda juga aktif membelah, khususnya bila organ mengandung kloroplas
terpanjang pada cahaya. Jadi, tiap sel daun dewasa sering mengandung beberapa ratus
kloroplas. Sebagian besar kloroplas mudah dilihat dengan mikroskop cahaya, tapi struktur
rincinya hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron (Salisbury, 1995).

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul


yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa,
monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana.
Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-
lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga
monosakarida. Karbohidrat yang terbentuk pada tumbuhan dalam bentuk pati atau amilum.
Pembentukan amilum pada umumnya berlangsung melalui proses yang sama secara
berulang-ulang dengan menggunakan glukosa dari gula nukleosida yang mirip UDPG yang
disebut sebagai Adenosin Difosfat (ADPG) (Kimball, 2002).

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti
penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2
menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya
dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai
penangkap energi cahaya matahari.

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan
energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam
fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer
bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya)
disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena
dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah
melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang (Kimball, 2002).

Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh
tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu
mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai
makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam
reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam
tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto cahaya reaksi ini membutuhkan cahaya
matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen)
(Sinau,2010).

Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan ialah kemampuannya
untuk menggunakan zat-karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta
diasimilasikan di dalam tubuh tanaman.Peristiwa ini hanya berlangsung cukup cahaya, dan
oleh karena itu maka asimilasi zat-karbon disebut juga fotosintesis. Lengkapnya adalah
bahwa fotosintesis atau asimilasi zat-karbon itu suatu proses di mana zat-zat anorganik H2O
dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi zat organik karbohidrat dengan pertolongan cahaya
matahari. Pengubahan energi sinar menjadi energi kimia (karbohidrat) dan kemudian
pengubahan energi kimia menjadi energi kerja pada peristiwa pernefasan dalam tubuh
tumbuhan merupakan rangkaian proses kehidupan di dunia ini.

Proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik ( CO2 dan H2O ) pada
tumbuhan berpigmen dengan bantuan energi cahaya matahari disebut fotosintesis dengan
persamaan reaksi kimia berikut ini :

6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2

Berdasarkan reaksi fotosintesis di atas, CO2 dan H2O merupakan substrat dalam
reaksi fotosintesis dan dengan bantuan cahaya matahari dan pigmen fotosintesis (berupa
klorofil dan pigemen-pigmen lainnya) akan menghasilkan karbohidrat dan melepaskan
oksigen ( Nio Song Ai, 2012 ) .

Salah satu hasil fotosintesis adalah glukosa.Glukosa digunakan untuk membentuk


senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.
Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler. Secara umum reaksi yang terjadi pada
respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan
senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan
energi kimia. Organ utama tumbuhan tempat berlangsungnya fotosintesis adalah
daun.Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil yang
memberi warna hijau pada tumbuhan.Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas,
dimana fotosintesis berlangsung tepatnya pada bagian stroma.Meskipun seluruh bagian
tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi
dihasilkan di daun (Permatawati, 2011).

Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum.


Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus
dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan
ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang
tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz.


Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan
fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun
tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan
tumbuhan Hydrilla verticillatake dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup
dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh,
kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung
udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).
Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air ( H2O ),
konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya yang diperlukan
tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan
mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun
tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada
cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1996).
METODOLOGI

Pada praktikum Anatomi dan fisoilogi tumbuhan mengenai praktikum uji karbohidrat
pada fotosintesis dilakukan pada tanggal 13 April 2016 di laboratorium Pendidikan Biologi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura Pontianak pada pukul
15.30 sampai 17.30 WIB.

Praktikum mengenai uji karbohidrat pada fotosintesis menggunakan alat dan bahan.
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain pinset, silet, pipet tetes, gelas
beker, tabung reaksi, pemanas, penggaris, penjeptit tabung reaksi dan cawan petri.
Sedangkan bahan yang digunakan antara lain air, helaian daun Caladium bicolor, iodine dan
alkohol.

Langkah kerja atau cara kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah mula-mula
dengan mengambil sehelai daun Caladium bicolor lalu diukur dan dipotong masing-masing
berukuran 1 x1 cm daun berwarna hijau dan merah muda dan simpan pada cawan petri.
Setelah itu, dimasukkan ke dalam air mendidih yang telah dipanaskan digelas beker selama
beberapa menit sampai layu. Kemudian angkat kedua daun tersebut dan simpan kembali
pada cawan petri. Langkah selanjutnya yaitu masukkan alkohol pada tabung reaksi. Lalu
masukkan juga kedua daun yang sudah direbus tadi kedalam tabung reaksi yang berisi
alkohol. Setelah daun dimasukkan, selanjutnya masukkan tabung reaksi pada gelas beker
yang sedang dipanaskan dan tunggu beberapa menit hingga daun berubah warna. Diangkat
tabung reaksi tadi kemudian buang alkohol yang berada didalam tabung reaksi dan bilas
kedua daun tadi menggunakan air. Setelah dibilas dengan air, letakkan kedua daun tadi
pada cawan petri dan ditetesi masing-masing daun kira-kira2-3 tetes laurtan iodine. Lalu
diamati perubahan yang terjadi pada daun.
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL PENGAMATAN

Warna daun Sebelum ditetesi iodine (Setelah Setelah ditetesi iodine


Caladim bicolor direbus dengan alkohol)

Daun hijau Hijau pudar Hitam kecoklatan

Daun merah muda Tidak berwarna Coklat pudar

Sebelum diberi perlakuan Setelah direbus pakai alcohol/sebelum


ditetesi iodin

Setelah ditetesi iodine


setelah direbus
PEMBAHASAN

Tujuan dari praktikum mengenai uji karbohidrat pada fotosintesis adalah untuk
membuktikan bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh jumlah klorofil dan membuktikan
proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat. Praktikum mengenai uji karbohidrat pada
fotosintesis menggunakan alat dan bahan. Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini
antara lain pinset, silet, pipet tetes, gelas beker, tabung reaksi, pemanas, penggaris, penjepit
tabung reaksi dan cawan petri. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain air, helaian
daun Caladium bicolor, iodine dan alkohol.

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti
penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2
menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya
dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai
penangkap energi cahaya matahari. Secara ringkas, reaksi fotosintesis dapat dituliskan
sebagai berikut:

Fungsi dari perlakuan daun direbus dengan air adalah bertujuan untuk mematikan
sel-sel tanaman dan melunakkan jaringan daun serta menjadikan sel-sel daun lebih
permeabel terhadap iodine. Perlakuan daun dimasukkan dalam alkohol bertujuan untuk
melarutkan klorofil yang ada pada daun. Tujuan dari diberi perlakuan dengan meneteskan
iodine pada daun adalah untuk uji amilum, larutan biuret, untuk uji protein.juga digunakan
untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat atau tidak.

Pada praktikum ini, dengan mengambil sehelai daun Caladium bicolor lalu diukur dan
dipotong masing-masing berukuran 1 x1 cm daun berwarna hijau dan merah muda dan
simpan pada cawan petri. Setelah itu, dimasukkan ke dalam air mendidih yang telah
dipanaskan digelas beker selama beberapa menit sampai layu. Kemudian angkat kedua
daun tersebut dan simpan kembali pada cawan petri. Langkah selanjutnya yaitu masukkan
alkohol pada tabung reaksi. Lalu masukkan juga kedua daun yang sudah direbus tadi
kedalam tabung reaksi yang berisi alkohol. Setelah daun dimasukkan, selanjutnya
masukkan tabung reaksi pada gelas beker yang sedang dipanaskan dan tunggu beberapa
menit hingga daun berubah warna. Diangkat tabung reaksi tadi kemudian buang alkohol
yang berada didalam tabung reaksi dan bilas kedua daun tadi menggunakan air. Setelah
dibilas dengan air, letakkan kedua daun tadi pada cawan petri dan ditetesi masing-masing
daun kira-kira2-3 tetes laurtan iodine. Lalu diamati perubahan warna yang terjadi pada daun.

Hasil pengamatannya yaitu sebelum direbus warna daun berturut-turut yaitu


berwarna hijau pekat dan merah muda pekat. Setelah direbus dengan air warna hijau pekat
dan merah mudah pekat berubah menjadi pudar. Lalu setelah daun direbus lagi dengan
menggunakan alkohol warna daun hijau berubah menjadi semakin pudar dan daun yang
berwarna merah muda tadi berubah menjadi tidak berwarna. Kemudian setelah dibilas
dengan air dan ditetesi dengan larutan iodine maka warna kedua daun berubah lagi.
Dimana daun yang hijau pudar tadi setelah ditetesi iodine berubah menjadi warna hitam
kecoklatan sedangkan daun yang berwarna merah muda yang tidak berwarna lagi tadi
setelah ditetesi iodine berubah menjadi warna coklat pucat. Bila dilihat hasil pengamatan
yang dilakukan, bahwa daun yang berwarna hijau menghasilkan warna ungu kehitam-
hitaman, berarti daun tersebut mengandung dan menghasilkan karbohidrat dari hasil
fotosintesis, sedangkan pada daun yang berwarna merah mudah menghasilkan warna
coklat, berarti daun tersebut tidak mengandung dan tidak menghasilkan karbohidrat. Hal
tersebut dikarenakan bagian daun yang berwarna merah muda tidak terkena cahaya
matahari, maka tidak dapat melakukan fotosintesis, sehingga tidak membentuk amilum atau
karbohidrat. Dari data tersebut, sesuai dengan literatur yaitu menurut ( Malcome, 1990 )
bahwa pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum.
Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus
dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkohol dan
ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang
tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum.

Dalam daun terdapat amilum (polisakarida) yang merupakan hasil proses


fotosintesis. Warna ungu muncul saat daun ditetesi dengan larutan Iodine yang dibentuk
oleh ikatan tara-amilum yang mampu mengikat iodium sehingga menghasilkan warna ungu.
Bagian daun yang tertutupi tidak mampu menyerap cahaya sehingga tidak terjadi
fotosintesis menyebabkan amilum tidak terbentuk.
KESIMPULAN DAN SARAN

Fotosintesis memerlukan cahaya, buktinya bagian daun yang terbuka terkena cahaya
matahari langsung terbentuk amilum dari hasil fotosintesis. Berdasarkan hasil pengamatan
yang dilakukan, daun yang berwarna hijau mengandung karbohidrat dan daun tidak
berwarna tidak mengandung karbohidrat dari hasil fotosintesis. Sehingga dapat dikatakan
bahwa bagian daun yang berwarna kehijauan tersebut terdapat amilum, sedangkan pada
bagian daun yang tidak terjadi perubahan, menandakan bahwa pada daun tersebut tidak
terdapat amilum. Dimana amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis.
Fungsi dari air panas, alkohol, dan larutan iodin / lugol pada percobaan tersebut yaitu
pada air panas agar sel-sel pada daun mati, alkohol untuk melarutkan klorofil, dan iodin /
lugol untuk ada tidaknya karbohidrat pada daun.
Untuk praktikum ini sangat baik sekali dilakukannya karena semua praktikan aktif
bekerja, untuk kekurangannya yaitu pada bahan seharusnya digunakan Cladium bicolor
berwarna putih dan hijau namun digunakan yang berwarna merah dan hijau. Diharapkan
praktikan lebih giat dalam mencari bahan praktikum agar sesuai dengan di penuntun.
DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Dwijoseputro. 1996. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Jakarta: Gramedia.

Fransisco. 2000. Prosedur standar untuk penentuan klorofil a dengan metode spektroskopi.
(Online). (http://www.ices.dk/ocean/procedures/timeschl.pdf. diakses tanggal 17 April
2016).

Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.

Malcome. B. W. 1990. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara. Bandung.

Nio Song Ai. 2012. Evolusi Fotosintesis Pada Tumbuhan. Jurnal Ilmiah Sains Vol 12 nomor
1. Manado: Program Studi Biologi FMIPA, Universitas Sam Ratulangi. e-
mail: nio_ai@yahoo.com

Noggle. 1979. Introductor Plant Physiology. New Delhi: Mall of India Private Ilmited

Pertamawati.2010. Pengaruh Fotosintesis Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentan


(Solanum tuberosum L.) dalam Lingkungan Fotoautotrof secara Invitro.Jurnal Sains.
(Online). (http://ejurnal.bppt.go.id, Diakses tanggal 17 April 2016).

Salisbury. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung: ITB.


Sinau. 2010. Laporan Praktikum Fotosintesis. (Online)
(http://ayosinauonline.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum-fotosintesis-
sachs.html, diakses tanggal 17 April 2016).