You are on page 1of 34

PERENCANAAN USAHA

NATA DE COCO

http://gratisebook.id/baca/analisis-biaya-dan-penetapan-harga-pokok-penjualan-
nata-de-2016-11-19-05-08-10

I. LATAR BELAKANG
Industri pengolahan kelapa memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga
kerja, peningkatan pendapatan masyarakat desa, dan membantu pertumbuhan
ekonomi wilayah agar dapat tercapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi di
pedesaan dan di perkotaan.
Usaha Nata De Coco adalah salah satu usaha yang bisa dikembangkan dalam usaha
skala industri rumah tangga atau juga dengan skala perusahaan. Pelaksanaan usaha
tersebut tergantung dari kemampuan modal dari masing-masing pelaku usaha.
Ada pun alasan kenapa Nata De Coco adalah salah satu usaha yang bisa
dikembangkan karena pasar dan keuntungan yang sangat menjanjikan adalah bahan
dasar yang digunakan adalah memanfaatkan limbah air kelapa yang tadinya air kelapa
tersebut hanya dibuang. Dari limbah kelapa tersebut, dapat dijadikan produk yang
menguntungkan berupa agar-agar atau jel dari fermentasi selama 7-10 hari yang kita
kenal dengan Nata De Coco atau Sari Kelapa.
Produk Nata De Coco ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa olahan yang
berhubungan dengan makanan dan minuman. Selain itu juga dapat produk Nata De
Coco dijadikan sebagai membran pada pengeras suara dan bahan campuran fiber
serta manfaat lainnya.
Berawal dari salah satu teman yang mengikuti pelatihan Nata De Coco,
meskipun awalnya hanya membicarakan proses pembuatan Nata De Coco dengan
diskusi ringan bagaimana bisa berhasil dalam proses pembuatan Nata De Coco dan
mengatasi masalah sederhana tentang kegagalan membuat Nata De Coco. Dari sinilah
awal ketertarikan ingin menjadi produsen Nata De Coco. Sehingga terbentuklah usaha
Nata De Coco TEKAD MANDIRI.
II. PROFIL PEMILIK USAHA
1. Nama pemilik : Adika Abdul Rohman S.
2. Tempat lahir : Bantul
3. Tanggal lahir : 10 Desember 1991
4. Alamat rumah : Kujon Lor. Pedukuhan V, Kranggan, Galur,
Kulon Progo dan telepon, jenis kelamin, status
5. Perkawinan : Belum kawin
6. Pendidikan terakhir : D3 Otomotif UNY
7. Kursus-kursus yang pernah diikuti
a. Pelatihan pembuatan Nata De Coco

III. PROFIL PERUSAHAAN


1. Nama : Usaha Nata De Coco TEKAD MANDIRI
2. Alamat : Kujon Lor. Pedukuhan V, Kranggan, Galur,
Kulon Progo
3. No. Telepon : 081 804 181 524
4. Bidang usaha : Produksi Nata De Coco
Usaha yang dilakukan oleh Nata De Coco TEKAD MANDIRI adalah
pembuatan/ produksi Nata De Coco dalam bentuk agar-agar atau jel dari olahan air
kelapa yang difermentasikan. Usaha produksi ini dalam bentuk lembaran yang memiliki
kualitas yang sama dengan masing-masing tebal 1,2 cm berat kurang lebih 1 kg dan
memiliki kekenyalan yang tinggi.
5. Badan usaha : Perorangan
6. Tanggal berdiri : 20 Mei 2012

IV. ASPEK PRODUKSI


Usaha yang dilakukan oleh kelompok usaha bersama Nata De Coco TEKAD
MANDIRI adalah pembuatan Nata De Coco dalam bentuk agar-agar atau jel dari
olahan air kelapa yang difermentasikan. Usaha produksi ini dalam bentuk lembaran
yang memiliki kualitas yang sama dengan masing-masing tebal 1,2 cm berat kurang
lebih 1 kg dan memiliki kekenyalan yang tinggi.
Lembaran-lembaran Nata De Coco yang telah jadi dimasukkan kedalam bak-bak
penampungan atau dalam tong, menunggu pengangkutan oleh pihak pengepul
(distributor). Dalam kurun waktu 7-10 hari produsen selalu menunggu panen atau
terbentuknya lembaran Nata De Coco.
Produsen memiliki 3.000 nampan sehingga dalam satu minggu memperoleh
hasil produksi kurang lebih 2.700 kg. Harga per kilogram adalah Rp. 1.200,00, bentuk
sempurna dan mempunyai mempunyai tingkat kekenyalan yang tinggi dan tebal.

V. ANALISA PASAR
Kalau kita lihat untuk 3.000 nampan rata-rata produsen baru bisa menghasilkan
2.700 kg per minggu, sementara permintaan distributor lokal per minggu 15-20 ton,
belum lagi distributor lain seperti : CV. Surya Nedika Isabella, PT. Sanjung, PT. Panen
Mboja, CV Agri Indo, dll.
Seandainya bisa memenuhi permintaan itu semua, maka masih sangat terbuka
untuk menjual dengan meningkatkan produksi dan sangat terbuka bagi para produsen-
produsen baru. Bisa dikatakan disini usaha Nata De Coco masih sangat-sangat
menjanjikan untuk dikerjakan dan ditingkatkan produksinya.
Dari kesemuanya tadi, baru kita lihat dari satu sisi peluang kita produksi dengan
menjual dalam bentuk lembaran namun masih ada satu sisi yang belum tergarap yaitu
menjual dalam bentuk potongan dalam kemasan kecil dan minuman siap saji dalam
kemasan plastik atau pun cup.

VI. SUMBER DAYA MANUSIA


Meningkatkan pengelolaan usaha Nata De Coco ini, harus diimbangi dengan
meningkatknya ketrampilan dan pengetahuan para produsen pemilik usaha dan para
karyawan atau pekerja melalui pelatihan uji coba. Peningkatan ketrampilan dapat
berbentuk penekanan kegagalan sampai 0%.
Perlunya pelatihan khusus untuk pengelolaan Nata De Coco dalam bentuk
minuman dan makanan siap santap dalam kemasan, serta pengetahuan ketrampilan
penjualan dan pemasaran hasil produksi.
VII. ORGANISASI
1. Nama Usaha : Usaha Nata De Coco TEKAD MANDIRI
2. Alamat : Kujon Lor, Pedukuhan V, Kranggan, Galur,
Kulon Progo
3. No. Telepon : 081 804 181 524
4. Susunan Pegurus : Ketua : Adika Abdul R. S.
Sekretaris : Adika Abdul R. S.
Bendahara : Adika Abdul R. S.
Karyawan : Karyawan 1
Karyawan 2

VIII. BIAYA
Modal Investasi

No Uraian Volume Harga Jumlah

1 Nampan 3.000 x 3.500 = 10.500.000

2 Panci rebus 100 liter 3 x 250.000 = 750.000

3 Tong tampungan 220 L 15 x 125.000 = 1.875.000

4 Tong tampungan 150 L 5 x 85.000 = 425.000

5 Jirigen 30 L 15 x 25.000 = 375.000

6 Botol 350 x 300 = 105.000

7 Tangki Minyak 30 L 1 x 250.000 = 250.000

8 Kompor 2 x 150.000 = 300.000

9 Karet ban / tali nampan 1000 x 50 = 50.000

10 Saringan 2 x 30.000 = 60.000

11 Kain Saring 70 x 2500 = 175.000

12 Rak kapasitas 400 3 x 300.000 = 900.000

13 Torong 2 x 5.000 = 10.000

14 Ember tenteng 20 L 5 x 30.000 = 150.000

15 Ember cuci loyang 3 x 25.000 = 75.000


16 Ciduk tuang 2 x 10.000 = 20.000

17 Gelas ukur plastik 1 L 2 x 15.000 = 30.000

18 Sikat botol 2 x 5.500 = 11.000

Total 16.061.000

Biaya Produksi

No Uraian Volume Harga Jumlah

1 Air kelapa 3.600 L x 150 = 540.000

2 Cuka 6L x 16.000 = 96.000

3 Za 45 kg x 1.500 = 67.500

4 Gula Pasir 50 kg x 11.500 = 575.000

5 Koran 45 kg x 1.500 = 67.500

6 Karet Gelang 3 bks x 5.000 = 15.000

7 Sabun cuci 3 bks x 10.000 = 30.000

8 Sodium metabisolfit 3 kg x 7.000 = 21.000

9 Tenaga kerja (borong) 2 orang x 350.000 700.000

Total 2.112.000

IX. PEMASARAN
Pemasaran atau penjualan dilakukan berdasar permintaan dari distributor lokal
seperti : CV. Surya Nedika Isabella, PT. Sanjung, PT. Panen Mboja, CV Agri Indo, dll.
yang per minggunya membutuhkan 15-20 ton. Selain itu penjualan ditujukan kepada
para pedagang-pedagang minuman maupun makanan yang menggunakan bahan baku
Nata De Coco. Harga jual tiap kilo gram atau tiap lembar Nata De Coco
adalah Rp. 1.200,00.
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat Nata De Coco adalah
memanfaatkan limbah air kelapa yang tadinya air kelapa tersebut hanya dibuang.
Diantaranya adalah air kelapa dari pembuatan VCO, kelapa cukilan, geplak, minya
bothok, dll dengan harga Rp. 150,0 per liter.
Biaya produksi total yang diperlukan untuk produksi 3.000 nampan Nata De
Coco adalah Rp. 2.112.000,00.
Dari perhitungan di atas dapat dihitung keuntungan untuk produksi Nata De
Coco yaitu :
Laba = Hasil penjualan - Biaya produksi
(2.700 x Rp. 1.200,00) - (Rp. 2.112.000,0) = Rp. 1.128.000,00

PROPOSAL PELATIHAN TEKNIS AGRO INDUSTRI


BERBASIS SINGKONG/UBI KAYU

NATA DE CASAVA

Merintis Wirausaha Baru Inovatif Melalui Pembuatan nata de Casava Sebagai

Makanan olahan Menyegarkan dan Menyehatkan Untuk Bisnis

yang Prospektif dan Feasibel dengan Berbasis Home Industri

A. Latar Belakang

Pemberdayaan koperasi dan usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM)

merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan taraf hidup sbagian besar

rakyat Indonesia.Berdasarkan rencana pembangunan Jangka Panjang Nasional

(RPJPN) 2005 2025, pemberdayaan Koperasi dan UKM dipilih menjadi

pengembangan usaha kecil dan menengah ,pemberdayaan usaha mikro dan

penguatan kelembagaan koperasi. Pemberdayaan mengemban misi membentuk

bangsa yang berdaya saing dan sekaligus melakukan pemerataan pembangunan dan

berkeadilan.

Untuk mewujudkan misi bangsa yang berdaya saing ,upaya-upaya

pengembangan UKM diarahkan untuk menjadikan para pelaku ekonomi (UMKM)


memiliki kemampuan usaha yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dan

berdaya saing .Adapun untuk mewujudkan misi misi pemerataan pembangunan dan

berkeadilan, upaya pemberdayaan diarahkan pada usaha skala mikro dan kecil yaitu

untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berpendapatan rendah,khususnya

para pelaku ekonomi di usaha ini

Sesuai dengan daerah pengembangan yang dikemukakan dalam RPJMN,untuk

mewujukan bangsa yang berdaya saing akan ditempuh dengan kebijakan peningkatan

kopetensi melalui perkuatan kewirausahaan dan produktifitas .Adapun untuk

mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan ,akan ditempuh me

kebijakan meningkatkan kapasitas usaha dan ketrampilan pengelola usaha serta

sekaligus mendorong adanya kepastian ,perlindungan dan pembinaan usaha.

Hal tersebut di atas perlu dilakukan dalam kerangka upaya yang strategis dan

terintegrasi mengingat jumlah populasi UMKM pada th 2007 mencapai 49,8 juta unit

usaha atau 99,9 persen dari jumlah unit usaha di Indonesia serta jumlah tenaga

kerjanya mencapai 88,7 juta orang atau 96,9 persen dari seluruh tenaga kerja

Indonesia,yang tersebar di seluruh sektor perekonomian dan wilayah Indonesia,pada

tahun yang sama maka UKM menyumbang 56,2 persen terhadap PDB harga berlaku

dan 19,9 persen terhadap ekspor non migas nasional.

Usaha kecil dan menengah di Indonesia, merupakan salah satu sektor yang

memiliki kontribusi cukup besar, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun dalam

hal kontribusinya terhadap perekonomian (PDB). Sedangkan di Jawa Timur sendiri,

sektor UKM juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan

rakyat Jawa Timur. Hal ini dikarenakan gerak Usaha Kecil dan Menengah merupakan
gambaran aktivitas ekonomi rakyat Jawa Timur secara riil. Kontribusi UKM terhadap

perekonomian Jawa Timur yang diukur dari PDB nya adalah sebesar 53,49 % dari total

PDB Jawa Timur. Di sisi lain, laju pertumbuhan UKM pada tahun 2008 sebesar 10.005

unit dari tahun 2007 hingga semester pertama tahun 2008 dengan menyerap tenaga

kerja sebanyak 34.966 orang dan mengelola omset Rp 88.913 juta pada semester

pertama tahun 2008

Selain menjadi sektor yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian,

sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga merupakan sektor yang memiliki

ketahanan cukup tinggi terhadap krisis ekonomi. Kondisi ini tampak pada eksistensi

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada

tahun 1997/1998. Di mana pada saat itu hampir seluruh sektor perekonomian di

Indonesia mengalami keterpurukan serta banyak perusahaan yang melakukan

pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya sampai bahkan melakukan

penutupan perusahaan. Namun ternyata jumlah unit usaha kecil dan menengah justru

semakin meningkat pasca krisis tersebut.

Bertahannya sektor usaha kecil dan menengah tersebut, antara lain disebabkan

oleh output yang dihasilkan oleh sektor ini sebagian besar merupakan barang konsumsi

dan jasa yang memiliki elastisitas pendapatan yang rendah. Selain itu, bertambahnya

jumlah unit di sektor tersebut merupakan akibat dari banyaknya perusahaan yang

merumahkan pegawainya pada saat krisis. Namun, pegawai-pegawai yang menjadi

korban PHK tersebut banyak yang menjadi wirausahawan dan mendirikan usaha yang

berskala kecil dan menengah.


Nata de Cassava merupakan terobosan inovasi baru produk makanan

berserat yang sangat layak masuk dalam persaingan industri makanan di

Indonesia. Produk nata yang mendominasi pasar nata selama ini yaitu nata

de coco mempunyai permasalahan dalam keterbatasan bahan bakunya

berupa air kelapa. Hal ini menyebabkan permintaan pasar yang tinggi akan

nata tidak dapat terpenuhi. Ini merupakan suatu peluang yang terbuka lebar

bagi perusahaan pengembang produk nata de cassava untuk memenuhi

permintaan pasar nata bahkan untuk menggantikan posisi nata de coco

dalam pasar nata di Indonesia.

Dengan bahan baku yang berasal dari limbah tapioka, nata de cassava akan

muncul menjadi produk yang kokoh karena bahan bakunya berasal dari

cassava, yang mana Indonesia merupakan penghasil cassava terbesar ketiga

di dunia (13.300.000 ton/tahun). Sehingga untuk ketersediaan bahan baku,

nata de cassava tidak akan menjadi masalah. Proses yang lebih ekonomis

karena tidak dibutuhkan adanya penambahan gula menjadikan Nata de

Cassava merupakan ancaman berat bagi nata yang lain. Selama ini

pembuatan nata de coco masih membutuhkan penambahan gula, sehingga

untuk skala produksi nata de cassava lebih ekonomis dan efisien. Selain itu

nata yang dihasilkan lebih kenyal, tebal dan lebih putih.

Pasar yang jelas untuk nata de cassava yaitu perusahan CV. Agrindo

Suprafood yang siap menerima nata de cassava sebesar 80 ton per minggu

membuat bisnis ini dapat mudah

direalisasikan dan memiliki prospek yang jelas di masa depan. Keunggulan


yang ditampilkan pada bisnis ini adalah inovasi limbah tapioka baik padat

maupun cair yang dimanfaatkan menjadi produk unggulan makanan berserat

nata de cassava. Dengan adanya nata de cassava dapat memberi solusi

bisnis dengan meningkatkan nilai ekonomis limbah tapioka sebagai variasi

produk nata. Bahan baku yang melimpah ruah dan murah merupakan

kekuatan utama nata de cassava sehingga memudahkan dalam kepastian

ketersediaan bahan baku. Kemantapan produk ini didukung lagi dengan

proses dan bahan yang sederhana yang membuat bisnis ini menjadi layak

dan dipastikan mendatangkan profit.

Nilai keunggulan dari Nata De Casava adalah merupakan salah satu produk

inovativ mampu menjawab keresahan masyarakat kecil dalam meningkatkan ekonomi

dan menciptakan lapangan kerja, nata decasava juga bisa diproduksi oleh siapapun

karena biaya yang murah dan proses yang sederhana. Keunggulan lain dalam

Singkong kandungan gulanya lebih tiggi dari pada air kelapa,Nata de Casava juga

memiliki ciri yang khas yaitu tekstur warna putih,kenyal,tebal dan aroma yang

khas.Karena mudah dalam pemrosesannya maka dimungkinkan untuk diproduksi

massal sehingga sangan mungkin untuk dijadikan komoditas Ekspor.Berbagai

keunggulan nata de Casava lain adalah :

KANDUNGAN GIZI KADAR(%)

Air 97,83

Abu 0,3

Protein 0,04
Lemak 0

Serat Kasar 1,75

Selain itu ,Pembuatan Nata de Casava juga bisa dibuat dari limbah pabrik Tapioka

Sehingga untuk kelanjutan bisnis ini ,bahan baku tidak akan menjadi masalah karena

dapat diambil dari singkong ,dari limbah padat dan juga dari limbah cair.

Singkong Limbah Cair Tapioka Limbah Padat Tapioka


(onggok)

Nata de Casava merupakan produk makanan olahan , yang dikembangkan

oleh Agro PrimaInd pengusaha di Jogjakarta. Hal tersebut menarik perhatian para

petani terutama di sentra singkong seperti di ngawi,Pacitan,Bojonegoro. Ditunjukkan


dengan banyak orang yang berminat untuk membeli produk nata decasava yg enak dan

segar berserat tinggi. Produk ini telah menjadi minuman khas bagi penduduk sekitar

Gunung Kidul Jogjakarta,sebagai pengganti cendol

Nata De Casava memiliki rasa dan aroma yang khas, serta berserat tinggiyang

bermanfaat bagi kesehatan dapat dijadikan prospek untuk membentuk wirausaha baru

ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani Singkong baik dari sisi

ekologi maupun ekonomi.

B. PERUMUSAN MASALAH

Rumusan Masalah dalam Program Pelatihan Teknis dalam bidang Kewirausahaan ini

adalah:

1. Bagaimana mengawali kegiatan wirausaha baru berbasis produk inovatifNata de

Casava sebagai makanan yang menyegarkan dan menyehatkan untuk pemberdayaan

masyarakat petani Singkong berbasis home industri

2. Bagaimana Memasarkan produk Nata de Casava agar menjadiTrademark khas Jawa

Timur

3. Bagaimana Analisa Feasibility dari Bisnis Pembuatan Nata de Casava?

C. TUJUAN PROGAM

Tujuan dari Program Kreativitas Masyarakat dalam bidang kewirausahaan ini adalah:

1. Merintis wirausaha baru yang inovatif melalui usaha pembuatanNata de

Casava sebagai makanan menyegarkan dan menyehatkan untuk pemberdayaan

masyarakat yang berbasis Home Industri.


2. Dapat memasarkan produk Nata de Casava agar menjadi Trademarkkhas Oleh oleh

Daerah Jawa Timur

3. Dapat menunjukkan bahwa bisnis ini sangat Feasible untuk dijalankan mengingat

besarnya potensi dari bisnis ini..

D. OUTPUT YANG DIHARAPKAN

Sedangkan output yang dapat diperoleh dalam jangka panjang adalah :

1. Terwujudnya ketrampilan berwirausaha bagi masyarakat, sehinggamasyarakat dapat

memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi pengangguran dengan menyerap

tenaga kerja melalui usaha pembuatan Nata de Casava , mengingat usaha ini

menggunakan prinsip padat karya.

2. Terbentuknya Branding produk ini menjadi Produk di Jawa Timur

3. Terciptanya masyarakat yang sehat dengan mengkonsumsi makanan berserat tinggi

non lemak Terbentuknya kepedulian masyarakat terutama dalam upaya mengkonsumsi

makanan alami(back to nature)

4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pembuatan industri Nata de

Casava yang berbasiskan home industri dan padat karya.

E. KEGUNAAN PROGRAM

1. Meransang kreativitas dan daya inovasi masyarakat untuk menghasilkan

produk innovatif yang bermanfaat


2. Membuka wawasan masyarakat dan meningkatkan keterampilan dalam

berwirausaha sehingga mampu mengadapi pesaingan bebas dengan cara

menjadi entrepreneur muda indonesia.

3. Membuka wawasan masyarakat untuk memanfaatkan limbah Pabrik

Tapioka

4. Membantu memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dalam

usahamenjaga lingkungan dari pencemaran lingkungan.

5. Memberikan stimulus untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara

mandiri terutama bagi masyarakat berbasis Singkong sebagai potensi lokal.

F. GAMBARAN UMUM USAHA

1. Ide Produk

Saat inni Singkong hanya di olah menjadi Gaplek ataupun Tape yang mana nilai

tambah secara ekonomi belum bisa mengangkat Petani menjadi berdaya saing,Banyak

masyarakat sekitar Hutan yang hanya bisa menjual hasil panen singkong hanya dengan

Rp 700./Kg,. Ide pembuatan usaha ini berasal dari adanya keinginan untuk

meningkatkan nilai ekonomis masyarakat Petani Singkong . Keamanan, kelayakan

konsumsi serta keunggulan dari sirup dapat diketahui dari hasil penelitian Mahasiswa

Pertanian UGM,pemenang lomba "Innovative Entrepreneurship Challenge 3 ITB 2008",

Tim Nata De Cassava Mahasiswa UGM meraih juara 1 dalam lomba "Young

Entrepreneur Award 2008" yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia dan

Sarosa Consulting Group, di Jakarta 8-9 Juli 2008

2. Deskripsi Usaha
Hasil penelitian Margianto mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2004

Mahasiswa Pertanian UGM mempunyai peluang besar untuk dijadikan suatu

inovasi wirausaha baru berskala home industri. Wirausaha baru di

bidang agro Industri, Menurut Margianto penggagas ide hasil inovasi ini

mengatakan satu kilogram onggok hanya dihargai Rp 300. Ketika berubah

menjadi nata de cassava, onggok menjadi mahal dua kali lipatnya, yakni Rp

750. Nur Kartika Indah Mayasti, Fakultas Tenologi Industri Pertanian 2005,

setiap satu kilogram onggok, setelah diproduksi menjadi lima kilogram

lembaran nata. Selain bernilai ekonomis, nata de cassava baik untuk

kesehatan. Kandungan gizi setiap 100 gram basah produk ini mengandung

serat kasar sebesar 1,71 persen. "Karena berserat tinggi, sehat untuk

pencernaan. Tapi ada kelebihan dan kekurangan produk ini dibandingkan

produk nata yang lain. Kelemahannya, kalau nata de cassava membutuhkan

waktu proses yang lebih lama karena proses hidrolisis karbohidrat menjadi

gula melalui fermentasi, ujarnya.

Dalam prosesnya perlu waktu tiga hari lebih lama dari Nata de coco,

menurut indra kelebihannya, nata de cassava mengandung gula 5-7 persen,

sementara Nata de coco hanya 2 persen, sehingga tidak membutuhkan

penambahan gula.

Nilai positif usaha ini adalah belum adanya usaha sejenis di pasaran, sehingga

produk ini belum memiliki kompetitor yang memiliki kesamaan produk dengan produk

kami.. Rencana untuk membuat Nata de Casava ini berawal dari animo masyarakat

yang sangat antusias menyambut hadirya produk ini pada waktu awal uji
coba penjualan nata de casava yang dilakukan di Jogjakarta. Dari hasil uji coba

diperoleh tanggapan sangat positif dari masyarakat dengan hadirnya produk ini.

Menurut mereka produk ini aneh, unik, enak dan rasanya sekelas dengan nata de

casava Tanggapan positif dari masyarakat ini membuat mereka penasaran dengan

produk nata de casava dan banyak yang memesan untuk dijadikan sebagai minuman

konsumsi sehari-hari.

Penyediaan produksi nata de casava sudah kami lakukan, memiliki kendala dalam

hal pemodalan awal usaha. Oleh sebab itu kami berinisiatif untuk menjadikan nata de

casava menjadi pilihan produk aneka olahan pangan berbasis komoditas unggulan

daerah

3. Tahap Pemasaran yang Telah Dilakukan

Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengolahan

singkong namun masyarakat belum banyak yang tahu tentang

pemanfaatan industri singkong yang dapat bernilai ekonomis. Belum

banyaknya ragam makanan dan minuman olahan yang diolah

dari Singkong di pasaran merupakan faktor utama yang memberi peluang

produk nata de casava lebih mudah bersaing dengan produk lain dan dapat

diterima di pasaran. Selama ini yang memanfaatkan produk olahan

dari Singkong hanya ada di Luar Pulau Lampung,Jawa Barat dan Jogjakarta .

Di luar negeri yang sudah melakukan impor nata de casava negara Taiwan

dengan Ekportir warga Taiwan .


Kondisi diatas kami anggap sebagai peluang untuk menggembangkan

sebuah inovasi wirausaha baru di bidang Nata. yang akan dipasarkan dengan

merk dagang Nata de Casava. Kelebihan produk ini pemasaran berorientasi

kepada produk dan pasar. Pemasaran yang berorientasi pada pasar berarti

memahami bahwa konsumen membeli manfaat, bukan sekedar rasa produk

yang enak dan unik, sehingga pengusaha harus bersikap aktif dan kreatif

dalam mencari dan menemukan kegunaan lainnya yaitu untuk peredam

suara,bahan pembuat layar monitor dll. Didalam memasarkan kami

menggunakan beberapa strategi yaitu strategi produk, harga, promosi dan

distribusi .

1. Strategi Produk

Strategi produk dilakukan dengan upaya diversifikasi terhadap produk

yang dihasilkan. Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah

lebih jauh. Dalam hal ini dimungkinkan adanya penambahan zat-zat lain yang

tidak berbahaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk.

2. Strategi Harga

Strategi harga kami lakukan berdasarkan harga pasar, harga produk

yang ditetapkan adalah dibawah harga pasar, atau dengan kata lain harga

produk kami lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing nata yang

berasal dari air kelapa. Dalam memperluas pemasarannya maka diperlukan

kerjasama dengan penyalur untuk menyampaikan produknya ke konsumen .

Kerjasama tersebut sudah dilakukan sejak launching tahun 2004 dengan

Agro PrimaInd,Jogjakarta
3. Strategi Distribusi dan Promosi

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan

beberapa distributor dan agen untuk memasarkan produk khususnya di

kampus, sekolah dan instansi pemerintahan yang dekat dengan industri.

Tujuan dilakukannya distribusi khususnya ditempat Wisata atau mall adalah

agar mereka peduli dengan industri kecil dan mulai berfikir untuk

memanfaatkan Singkong sebagai makanan alternatif dengan nilai ekonomis

tinggi. Selain itu diharapkan distribusi tersebut dapat memperluas daerah

pemasok bahan baku Nata de Casava . Sementara pemasaran masih di

lakukan di daerah Jogjakarta dan daerah lain di sekitar Jawa tengah ..Selain

itu akan ada sistem layananantar bagi konsumen yang berada di daerah lain.

Dengan adanya sistem layanan antar ini diharapkan akan memberikan

kemudahan dan kepuasan bagi konsumen. Sistem pembayaran yang

sudah di lakukan sebagai berikut:

- Pembayaran kontan

- Pembayaran kontan yakni pembayaran lunas terhadap produk yang diambil pada saat

itu.

4. Analisa Pemasaran Produk

Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah :

trategi Produk

Strategi produk dilakukan dengan melakukan diversifikasi terhadap produk yang

dihasilkan. Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah lebih jauh. Pada

awal masa produksi akan diterapkan sistem Job Shopdimana produk akan mulai
diproduksi ketika ada pesanan, namun sistem ini akan berganti dengan sistem flow

shop ketika permintaan meningkat.

trategi Distribusi

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa

distributor dan agen untuk memasarkan produk. Daerah pemasaran masih dalam

lingkup Pulau Jawa, meliputi wilayah pemasaran Surabaya, Malang, Jogyakarta,

Semarang, Bogor, dan Jakarta. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen

yang berada di daerah. Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan

memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen.

trategi Harga

Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan

adalah dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas produksi, dengan kata lain

harga produk diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.

trategi Promosi

Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Klinik

UKM Dinas Prop Jawa Timur, dimana lembaga ini merupakan pusat promosi bagi

produk UKM Jawa Timur. mengikuti sejumlah pameran yang berhubungan dengan

makanan, dan ikut serta dalam Koperasi dan UKM serta mengadakan beberapa

pelatihan yang berhubungan dengan Kewirausahaan. Promosi penjualan yang telah

dilakukan adalah penyebaran brosur produk, promosi dari mulut ke mulut, penekanan

pada pendekatan perorangan, dan mengikuti pameran serta melakukan

penjualan dalam Usaha Koperasi.


G. METODOLOGI PEMBUATAN PRODUK

Metode pendekatan program dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :

A. Tahap Pembuatan Produk

Tempat produksi Nata de Casa va ini adalah di Wates Jogjakarta.Akan menyusul

Industri Nata de Casava di daerah Purworejo,Jawa Tengan dan Sidoarjo Jawa Timur,

1. Persiapan perlengkapan Produksi

Pada tahap ini dilakukan pembelian peralatan yang dibuthkan untuk melaksanakan

program, peralatan tersebut antara lain :

Pisau

Baskom

Panci

Sendok Sayur

Panci Blirik

Kain Blacu

Kompor

Parutan Singkong

Gelas Ukur

Bak Penampung /tong/drum

Nampan plastik 22X29 cm(tempat fermentasi)

Bibit dan starter

Torong

botol sirup

kertas koran
Rak

Gayung

2. BAHAN YANG DIBUTUHKAN

Singkong

Bio Casava

Startnat

Formula1

Formula 2

Starter/bibit

Asam cuka

Bahan Bakar

1. CARA PEMBUATAN STARTER/BIBIT

Siapkan air kelapa (biarkan air kelapa selama 3 hari)

Rebus air kelapa hingga mendidih ,selama perebusan tambahkan

-Startnat 10 grm /L

-Asam Cuka 1cc/liter

Rebusan dituangkan ke botol yang suah steril hingga botol(400-500cc)

Tutup mulut botol dengan koran dan ikat dengan karet gelang,biarkan botol selama 1

hari

Tambahkan starter bibit induk ke dalam botol kurang lebih 50 cc hingga hampir penuh

dan tutup kembali(1 botol bibit induk bisa untuk 10-20 botol calon bibit baru)
Apabila suhu lingkungan dingin maka botol diselimuti dengan kain agar hangat

Biarkan bibit hingga 6-7 hari dan siap dipakai untuk membuat nata de casava .

A PEMBUATAN Nata De Casava

Bahan yang diperlukan pada pengolahan Nata De Casava ini

adalah Singkong Dengan bahan tambahan berupa bibit dan starter sebagai

vermentasi Metode pembuatan Nata De Casava meliputi:

a. Pelumatan Sortasi

Pada tahap sortasi,Singkong dipilih yang kondisinya baik.

Tabel 1 : Standar Bahan Baku Pembuatan Sirup Nata De Casava

b. Pencucian Buah

Pencucian Singkong, dilakukan menggunakan air mengalir berasal dari PDAM.

c. Pengupasan Buah

Buah dikupas dengan menggunakan pisau anti-karat, agar tidak mempengaruhi

hasil akhir nata de casava. Digunakan pisau anti-karat karena sifat nata yang bersih

dari kotoran dan bahan Kimia. Pengupasan buah bertujuan untuk memisahkan daging

buah dari kulit buah.

d. Pemarutan Singkong

Pemarutan Singkong dilakukan dengan penambahan parut biasa ataupun parutan

giling,

e. Perendaman
Tambahkan 10 l air ke dalam parutan Singkong yang sudah diparut kemudian

direndam selama 3 hari

f. Tambahkan 60 ml formula 1 dan tambahkan juga 60 ml formula 2 pada kondisi

dingin,aduk-aduk,kemudian rebus hingga mendidih

g. Turunkan rebusan yang sudah masak dinginkan hingga semalam

h. Keesokan harinya maka rebusan disaring pakai kain blacu

i. Air hasil saringan direbus kembali hingga mendidih kemudian di tambah Bio Casava

sebanyak 70-100 gram(7-10gram/L)

j. Tuangkan rebusan dalam nampan dalam kondisi panas (setiap nampan di tuang 1,3

-1,5 liter rebusan),buka penutup koran pada ujung sudutnya untuk menuang ,kemudian

koran ditutup lagi.

k. Biarkan nampan sampai dingin ditunggu kurang lebih 1 hari

l. Kemudian buka penutup koran pada ujung sudut dan tambahkan starter/bibit 10%(1

botol bibit digunakan untuk 4-5 nampan)

m. Biarkan nampan hinggga 7 hari untuk proses fermentasi,air rebusan dalam nata akan

berubah menjadi nata de casava berwarna putih,kenyal dan siap panen

n. Apabila suhu lingkungan dingin maka nampan ditutup dengan kain agar hangat

o. Hasil panen dikumpulkan jadi satu dalam drum/ember dan direndam dengan air

Organoleptik

Uji organoleptik adalah rancangan respon dari panelis yang untuk mengukur

tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur produk yang diujikan.

Dalam menentukan mutu suatu produk, sifat pertama kali yang menentukan diterima

tidaknya suatu produk oleh konsumen adalah sifat organoleptik yang dimilikinya. Uji
organoleptik dilakukan dengan melibatkan 13 orang panelis, di Laboratorium BPKI

Surabaya. Hasil pengujian organoleptik didapatkan dari hasil pengisian kuisioner,

setelah mencoba sampel sirup yang diberikan kepada panelis.

H. JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan telah dirinci dan ditetapkan sebagai

berikut: Kegiatan ini berlansung selama 4 bulan yaitu dibagi menjadi perminggu mulai

bulan September hingga Desember.

Bulan
No.
Agenda
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Produksi tahap awal

Pemasaran &

2 penjualan tahap awal

skala laboratorium

3 Survei pasar lanjutan

Legalisasi Dinas
4
Keamanan Pangan

Pendaftaran Merk
5
Dagang
6 Labeling Kemasan

Produksi tahap lanjut


7
nata de casava

Analisa Usaha

8 (Pemasaran ,Promosi,

dll.)

Penyusunan Laporan
9
Akhir

Keterangan :

= Agenda telah dilaksanakan

= Agenda dilaksanakan setelah proposal disetujui

= Watu pelaksanaan kegiatan

I. NAMA DAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK

1. Ketua Pelaksana Kegiatan:

a. Nama Lengkap : Siti Maidah,S.Kom.,MM

b. Alamat : Juanda Harapan Permai G-3,Sidoarjo


c. Lembaga : CV Surya Gemilang

d. Waktu Untuk Kegiatan Pendampingan : 6 jam/minggu

J. BIAYA PEMASUKAN

NO. SUMBER PEMASUKAN

1. Dinas Koperasi dan UMKM Rp. 45.000.000,00

2 Pribadi Rp.6.830..500,00

TOTAL Rp. 51.830.500,00

K. PENGELUARAN

Biaya Pelaksanaan dan Operasional Awal Pembuatan Nata De Casava

No Pemanfaatan total biaya

1. Biaya Pelatihan 6,000,000.00

2. Biaya pendampingan 12.000.000.00

Modal Awal Operasional 22.330,500.00


3.
Usaha

3 Biaya pemasaran 2.000,000.00

4 Pembelian mesin segel 1,300,000.00

5 Labeling Kemasan 500,000.00


Biaya Legalisasi Dinas 500,000.00
6
Kesehatan

Biaya Pendaftaran Merk 700,000.00


7
Dagang

8 Transportasi 1.000,000.00

9 Komunikasi 500,000.00

10 Sewa Rumah 3.600.000.00

jumlah Rp. 50.430.500,00

Lampiran 1

Business Plan Merintis Wirausaha Baru Inovatif Melalui Pembuatan Nata De

Casava Sebagai makanan berserat non kolesterol Bisnis yang Prospektif dan

Feasibel dengan Berbasis Home Industri.

Nama usaha : Kelompok Usaha Nata De Casava

Pemilik usaha :

Lokasi usaha :

Besar Modal : Rp.51.830.500,00

Asal Modal :

Jenis usaha : a. Memproduksi nata de casava sebagai alternatif minuman kaya

serat

b. Memasarkan nata de casava


c. Membudidayakan nata de casava

Produk Utama : Nata de Casava

Target pasar : Jaringan usaha Koperasi, unit-unit usaha lain yang tertarik,

Masyarakat umum, dan masyarakat luas.

Kapasitas produksi /hari :

DISKRIPSI

a. Target Produksi 312 nampan/hari

b. Kapasitas 9 rak adalah 2.808 nampan/minggu

c. Jumlak produksi perbulan adalah 9.984 kg nata de casava

d. Total investasi Rp.51.830.500,00

Pemasaran :

- 3 bulan pertama : Identifikasi Anggota Koperasi

- 3 bulan pertama menyiapkan alat dan perlengkapan

3 Bulan pertama : Memasarkan pada anggota Koperasi

3 Bulan Kedua : Berpartisipasi dalam pameran-pameran agronomi yang

dilaksanakan oleh koperasi dan Perdagangan di seluruh Indonesia.

3 Bulan ketiga : Memasarkan Produk nata de casavayang

disesuaikan dengan Event tertentu.

3 Bulan keempat : Memasarkan dengan sistem delivery service kepada para

Konsumen.

Strategi pemasaran :

egi Produk
Strategi produk dilakukan dengan melakukan diversifikasi terhadap produk yang

dihasilkan. Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah lebih jauh. Pada

awal masa produksi akan diterapkan sistem Job orderdimana produk akan mulai

diproduksi ketika ada pesanan, namun sistem ini akan berganti dengan sistem flow

shop ketika permintaan meningkat.

Strategi Distribusi

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa

distributor dan agen untuk memasarkan produk. Daerah pemasaran masih dalam

lingkup Pulau Jawa, meliputi wilayah Koperasi, Sidoarjo,Surabaya, Malang, Jogyakarta,

Semarang, Bogor, dan Jakarta. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen

yang berada di daerah. Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan

memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen.

Strategi Harga

Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan

adalah dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas produksi, dengan kata lain

harga produk diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.

Strategi Promosi

Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan menjalin kerjasama denganKlinik

UKM Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur, dimana lembaga ini merupakan semacam

inkubator bisnis bagi produk UKM Jawa Timur yang layak untuk dikomersialisasikan,

menjalin kerjasama dengan pihak Dinas Koperasi propinsi dengan menjadikan produk

sebagai buah tangan khas dariAnggota Koperasi Sidoarjo, mengikuti sejumlah pameran

yang berhubungan dengan makanan, dan ikut serta dalam Bazar BUMN serta
mengadakan beberapa pelatihan yang berhubungan dengan Kewirausahaan. Promosi

penjualan yang telah dilakukan adalah penyebaran brosur produk, promosi dari mulut

ke mulut, penekanan pada pendekatan perorangan, dan mengikuti pameran serta

melakukan penjualan dalam acara Dinas Koperasi Prop Jawa Timur,dan seluruh

Koperasi

L. Analisis SWOT:

1. Strength : a. Belum ada usaha sejenis.

b. Modal untuk memulai usaha kecil.

c. Bahan baku melimpah di Jawa Timur

d. Tempat produksi di Sidoarjo

e. Adanya pasar yang siap menampung hasil produk nata de

casava

f.Tidak mudah ditiru karena metode pembuatannya memiliki prosedur

dan formula khusus hasil penelitian.

2. Weekness : a. Produk baru.

b. Belum dikenal.

Opportunity: a. Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena belum ada saingan produk

sejenis.

b. Keunggulan produk Nata de Casava yang bersearat tinggi dan non kolesterol

c. Harga nata de casava dapat bersaing dengan produk nata de coco dari air

kelapa

4. Threath : a. Timbul usaha yang sejenis dengan bahan baku berbeda.


M. ANALISA USAHA

NATA DE CASAVA

I. DISKRIPSI

1. Target Produksi harian : 312 nampan (1 rak)

Kapasitas perminggu = 9 rak : (312 nampan x 9 rak) 2.808 nampan

Jumlah produksi

Perbulan = 32 rak :(312 nampan x 9 kg ) = 9.984 kg

nata de casava

2.PERALATAN

NAMA BARANG JUMLAH HARGA


Kompor 2 buah 300,000
6
0
0,
0
0
0

Panci kecil 4 buah 150.000 600.000


Panci Besar 6 buah 225,000 1.350,000
Rak 9 buah 200.000

1.800.000

Pisau 8 buah 4,000 32,000


Saringan Besar 6 buah 15,000 90,000
Nampan 2100 buah 2500 5.250.000
Pengaduk 4 buah 20,000 80,000

Botol 400 buah 500 200.000


Ember 4 buah 40.000 160.000

Drum 20 buah 140.000 2.800.000

Baskom 10 buah 7.000 70.000


Parut 4 buah 5,000 20,000
Gayung 4buah 30,000 120,000

Takaran 5 buah 50.000 250.000

Koran + karet secukupnya

Total Rp.13.422.000

3.BAHAN BAKU

Harga Satuan Besarnya


No Jumlah
(Rp.) (Rp)

Singkong 1200 kg 1.500 1.800.00

Formula 1 65 3.000 195.00

Formula 2 108 3.000 324.00

Bibit (air 1158 250 289.50


kelapa+bumbu)

Kayu Bakar/Gas 1 300.000 300.00

Total Rp. 2.908.50

4.OPERASIONAL

1 Gaji Karyawan (2 x Rp 500.000) Rp1.000.0

2 Bahan Baku Rp2.908.5

3 Penyusutan Rp559.2

4 Sewa lahan Rp 300.0

Total Pengeluaran Rp 4.767.7

PEMASUKAN BULANAN

1 Penjualan (9984 kg x Rp 900) Rp 8.985.6

LABA BERSIH BULANAN Rp 4.217.8

1 Total Investasi (FC) Rp.13.422.000

2 Biaya Operasional perbulan (VC) Rp 4.467.7

Total Biaya Keseluruhan Rp 17.889.7


BEP

Rp17.889.750
Rp4.467.750

JADI BIAYA BALIK MODAL 4 bulan