You are on page 1of 5

MAKALAH KETERAMPILAN DAN APLIKASI

BERFIKIR KRITIS
DosenPengampu :
Aris Widiyanto,S.Kep

NamaAnggotaKelompok :
1. Ernia Dwi Rahmawati (2016.1488)
2. Makfuri Budiyanto (2016.1494)
3. Syaffrudin Romadhoni S (2016.1507)
4. Utami Rahayu (2016.1512)
5. Dianiasih (2016.1481)

AKADEMI KEPERAWATAN MAMBAULULUM


SURAKARTA
2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam melakukan berbagai kegiatan terlebih dahulu haruslah dipikirkan
dengan matang. Dengan demikian hasil yang akan kita dapatakan lebihbaik.
Dalam dunia keperawatan berfikir kritis sangatlah dibutuhkan. Berpikir secara
kritis tentunya akan menunjukkan bagaimana kita akan menanggani pasien dan
memberikan perawatan yang terbaik bagi pasien.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian berfikir kritis?
2. Apa indicator keterampilan berfikirkritis?
3. Apa saja bentuk aplikasi berfikir kritis?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Apa pengertian berfikir kritis?
2. Untuk mengetahui Apa indicator keterampilan berfikir kritis?
3. Untuk mengetahui Apa saja bentuk aplikasi berfikir kritis?

BAB II
PEMBAHASAN
A. PengertianBerfikirKritis
Beberapa pengertian mengenai keterampilan berpikir kritis diantaranya :

1. Menurut Beyer (Filsaime, 2008: 56)


berpikir kritis adalah sebuah cara berpikir disiplin yang digunakan
seseorang untuk mengevaluasi validitas sesuatu (pernyataan-penyataan,
ide-ide, argumen, dan penelitian)

2. Menurut Screven dan Paul serta Angelo (Filsaime, 2008: 56)


memandang berpikir kritis sebagai proses disiplin cerdas dari
konseptualisasi, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi aktif dan
berketerampilan yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh observasi,
pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi sebagai sebuah penuntun
menuju kepercayaan dan aksi.

3. Rudinow dan Barry (Filsaime, 2008: 57)


berpendapat bahwa berpikir kritis adalah sebuah proses yang menekankan
sebuah basis kepercayaan-kepercayaan yang logis dan rasional, dan
memberikan serangkaian standar dan prosedur untuk menganalisis,
menguji dan mengevaluasi.

B. Indikator Keterampilan Berfikir Kritis


Pada dasarnya keterampilan berpikir kritis (abilities) Ennis (Costa, 1985 :
54) dikembangkan menjadi indikator-indikator keterampilan berpikir kritis yang
terdiri dari lima kelompok besar yaitu:

1. Memberikan penjelasan sederhana (elementary clarification).


2. Membangun keterampilan dasar (basic support).
3. Menyimpulkan (interference).
4. Memberikan penjelasan lebih lanjut (advanced clarification).
5. Mengatur strategi dan taktik (strategy and tactics).

C. Aplikasi Berfikir Kritis


Ada 4 hal pokok penerapan berfikir kritis dalam keperawatan, yaitu:
1. Penggunaan bahasa dalam keperawatan
Berfikir kritis adalah kemampuan menggunakan bahasa secara reflektif.
Perawat menggunakan bahasa verbal dan nonverbal dalam mengekspresikan
idea, fikiran, info, fakta, perasaan, keyakinan dan sikapnya terhadap klien,
sesame perawat, profesi. Secara nonverbal saat melakukan pedokumentasian
keperawatan.
2. Argumentasi dalam keperawatan
Sehari-hari perawat dihadapkan pada situasi harus berargumentasi untuk
menemukan, menjelaskan kebenaran, mengklarifikasi isu, memberikan
penjelasan, mempertahankan terhadap suatu tuntutan / tuduhan. Badman and
Badman (1988) argumentasi terkait dengan konsep berfikir dalam keperawatan
berhubungan dengan situasi perdebatan, upaya untuk mempengaruhi individu
ataupun kelompok.
3. Pengambilan keputusan dalam keperawatan
Sehari-hari perawat harus mengambil keputusan yang tepat.
4. Penerapan proses keperawatan
Perawat berfikir kritis pada setiap langkah proses keperawatan

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berpikir kritis adalah usaha seseorang dalam berpikir untuk memecah
kansuatu masalah ataupun keadaan.Pemikiran kritis mengajak kita agar berfikir
dengan lebih bersistem dan terarah dalam membuat sesuatu keputusan.
.
C. Saran
Agar pembaca dapat memahami dan mengerti apa maksud dan tujuan dari
makalah ini serta mendapat mengrti apa inti pokok bahasan dari makalah ini.
Sebaiknya pembaca membaca dengan teliti dan menyimpulkan apa yang telah di
dapat dalam makalah ini. Sehingga tidak terjadi perbedaan asumsi yang
melenceng dari inti bahasan makalah ini.