You are on page 1of 11

TUGAS

INSTRUMENTASI LANJUT

SENSOR PENGUKUR VOLUME PARU-PARU


SPIROMETER

Disusun Oleh :

NURUL HUDA
MTE.16.15.0.0170

MAGISTER TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG
2017
A. Pendahuluan
Di dalam hidup ini, kita tidak akan pernah terhindar dari udara. Udara bergerak
bebas di mana- mana dan kita mau atau tidak mau pasti akan menghirup udara. Jika
kitamenghirup udara, kita pasti menghembuskan udara. Menghirup dan
menghebuskanudara itu melibatkan proses pernapasan dan respirasi. Sebenarnya, apa
itu pernapasan? Apa itu respirasi? Pernapasan adalah proses pertukaran gas yang berasal
dari makhluk hidup dengangas yang ada di lingkungan makanannya. Sedangkan proses
perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energy dan gas
sisa pembakaran berupa karbon dioksida disebut respirasi.(Aryulina, 2007: 189)Alat- alat
pernapasan dapat dibagi atas 1) paru-paru, guna pertukaran gas-gas darah, 2) susunan
saluran yang menghubungkan paru-paru dengan dunia luar, yaitu ronggahidung, tekak
(faring), pangkal tenggorokan (laring), tenggorokan (trakea), cabang tenggorokan (Prof.
dr. Chr. P. Raven, 2009: 32).
Proses pernapasan pada manusia dapat terjadi secara sadar maupun secara
tidaksadar. Pernapasan secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan
saat bernapas, misalnya pada saat latihan dengan cara menarik napas panjang, kemudian
menahannya beberapa saat, lalu mengeluarkannya. Pernapasan secara tidaksadar, yaitu
pernapasan yang dilakukan secara otomatis dan dikendalikan oleh sarafdi otak, misalnya
pernapasan yang terjadi pada saat kita tidur nyenyak.Dalam pernapasan selalu terjadi dua
siklus, yaitu inspirasi (menghirup udara) danekspirasi (menghembuskan udara).
Berdasarkan cara melakukan inspirasi danekspirasi serta tempat terjadinya, manusia
dapat melakukan dua mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan
perut.
Pernapasan dada disebut juga pernapasan tulang rusuk. Proses inspirasi diawali
dengan berkontraksinya muskulus interkostalis (otot antartulang rusuk), sehingga
menyebabkan terangkatnya tulang rusuk. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada
membesar dan paru-paru mengembang. Paru-paru yang mengembang menyebabkan
tekanan udara rongga paru-paru menjadi lebih rendah dari tekanan udara luar.Dengan
demikian, udara dari luar masuk ke dalam paru-paru.Sebaliknya, proses ekspirasi
berlangsung pada saat muskulus interkostalis berelaksasisehingga tulang rusuk turun
kembali. Keadaan ini mengakibatkan rongga dadamenyempit dan paru-paru mengecil.
Paru-paru yang mengecil menyebabkan tekanan udara dalam rongga paru-paru menjadi
lebih tinggi dari tekanan udara luar, sehinggaudara keluar dari paru-paru. Mekanisme
proses inspirasi pernapasan perut diawali dengan berkontraksinya otot diafragma,
sehingga diafragma yang semula melengkung berubah menjadi datar.Diafragma
merupakan sekat yang tersusun oleh jaringan ikat dan otot yang membagi rongga badan
menjadi dua bagian, yaitu rongga perut dan rongga dada. Keadaan diafragma yang datar
mengakibatkan rongga dada dan paru-paru mengembang. Tekanan udara yang rendah
dalam paru-paru menyebabkan udara dari luar masuk kedalam paru-paru. Proses
ekspirasi terjadi pada saat otot diafragma berelaksasi, sehingga diafragma kembali
melengkung. Keadaan melengkungnya diafragma mengakibatkan rongga dada dan paru-
paru mengecil, tekanan udara dalam paru-paru naik, sehingga udara keluar dari paru-
paru.(Aryulina, 2007: 190-191)
Sumber: Why? Tubuh Kita
Gambar 1. Pernapasan perut dan pernapasan dada
Bernapas dengan perut membuat perut mengembang naik-turun. Saat bernapas
dengan dada, tulang rusuklah yang bergerak. Perempuan lebih sering bernapas dengan
dada, laki-laki dengan perut. Namun ketika tidur, baik laki-laki maupun perempuan
banyak bernapas dengan dada.(Heo, 2001:55
Volume udara pernapasan pada setiap orang berbeda-beda, bergantung pada
ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada orang dewasa, volume
paru- paru berkisar antara 5-6 liter, yang terdiri dari:
volume tidal (VT), yaitu volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiapkali
bernapas normal, sebanyak kira-kira 500 milimeter pada rata-rata orangdewasa muda.
volume cadangan inspirasi (VCI), yaitu volume udara ekstra yang dapatdiinspirasi
setelah volume tidal, biasanya mencapai 3000 milimeter.
volume cadangan ekspirasi (VCE), yaitu jumlah udara yang masih dapatdikeluarkan
dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaannormal sebanyak
kira-kira 1100 milimeter.
volume residu (VR), yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru- paru
setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1200 milimeter. Dalam proses bernapas,
terkadang diperlukan penyatuan dua atau lebih jenis-jenisvolume di atas. Kombinasi
dari jenis-jenis volume itu disebut kapasitas paru-paru.Beberapa jenis kapasitas paru-
paru sebagai berikut.
Kapasitas inspirasi, yaitu volume etidal ditambah dengan volume cadanganinspirasi.
Kapasitas inspirasi merupakan jumlah udara yang dapat dihirup olehseseorang mulai
inspirasi atau ekspirasi normal dan mengembangkan paru- parunya sampai jumlahnya
maksimum (kira-kira 3500 mililiter).
kapasitas residu fungsional, yaitu sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah
dengan volume residu. Besarnya kapasitas residu fungsional adalah udara yang tersisa
dalam paru-paru pada akhir ekspirasi normal (kira-kira 2300mililiter).
kapasitas vital, yaitu volume cadangan inspirasi ditambah dengan volume tidaldan
volume cadangan ekspirasi. Kapasitas vital ini adalah jumlah udaramaksimum yang
dapat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru
seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-parusecara maksimum dan kemudian
mengeluarkan sebanyak-banyaknya (kira-kira4600 mililiter).
kapasitas paru-paru total, yaitu volume maksimum dimana paru-paru
dapatdikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa (kira-kira 5800
mililiter)atau sama dengan kapasitas vital ditambah dengan volume residu.Metode
yang sederhana untuk mempelajari volume paru-paru adalah dengan mencatatvolume
udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Metode tersebut disebut spirometri.
(Aryulina, 2007: 191-192)
Spirometri mengukur aliran udara. Dengan mengukur berapa banyak udara yang
kita hembuskan, spirometri dapat menentukan kapasitas paru-paru kita serta kondisi
kesehatan paru-paru kita: apakah normal atau tidak. Cara melakukan spirometri adalah
dengan meniup udara melalui mulut kita menuju sebuah alat yang disebut spirometer.
Spirometer adalah alat yang menentukan kapasitas paru-paru manusia.
(Anonim, http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003853.htm, akses 13Februari
2014.
Pengukuran Kapasitas Paru-paru. Rumus untuk mengukur kapasitas vital paru-
paru :
a. Untuk laki-laki: VC = 0.052T 0.022U 3.00
b. Untuk perempuan: VC = 0.041T 0.018U 2.69
Keterangan: U = Umur T = Tinggi badan 80 % dari nilai VC sudah dianggap sehat (normal)

B. Pengenalan Alat
SPIROMETER
Spirometer adalah alat tes fisiologi yang mengukur volume udara dimana udara
dihirup dan dihembuskan menurut waktu. Dengan pemeriksaan spirometri dapat
diketahui semua volume paru kecuali volume residu, semua kapasitas paru kecuali
kapasitas paru yang mengandung komponen volume residu yaitu FRC dan TLC.
JENIS DAN TIPE SPIROMETRI
a. WHOLE BODY PLETHYSMOGRAPH Jenis spirometer memberikan
pengukuran yang lebih akurat untuk komponen volume paru-paru dibandingkan dengan
spirometer konvensional lainnya. Seseorang berada diruangan kecil yang tertutup ketika
pengukuran dilakukan.
b. PNEUMOTACHOMETER Spirometer ini mengukur laju aliran gas dengan
mendeteksi perbedaan tekanan di fine mesh. Salah satu keuntungan dari spirometer ini
adalah bahwa subjek diselidiki dapat menghirup udara segar selama percobaan.
c. FULLY ELECTRONIC SPIROMETER Spirometer elektronik telah
dikembangkan yang menghitung tingkat aliran udara di saluran tanpa perlu untuk jerat
halus atau bagian yang bergerak. Mereka beroperasi dengan mengukur kecepatan aliran
udara dengan teknik seperti transduser ultrasonik, atau dengan mengukur perbedaan
tekanan dalam saluran. Spirometer ini memiliki akurasi yang lebih besar dengan
menghilangkan momentum dan kesalahan resistensi terkait dengan bagian yang bergerak
seperti kincir angin atau katup aliran untuk pengukuran

C. Prinsip dan cara kerja Spirometer


Spirometer menggunakan prinsip salah satu hukum dalam fisika yaitu hukum
Archimedes. Hal ini tercermin pada saat spirometer ditiup, ketika itu tabung yang berisi
udara akan naik turun karena adanya gaya dorong ke atas akibat adanya tekanan dari
udara yang masuk ke spirometer. Spirometer juga menggunakan hukum newton yang
diterapkan dalam sebuah katrol . Katrol ini dihubungkan kepada sebuah bandul
yang dapat bergerak naik turun. Bandul ini kemudian dihubungkan lagi dengan alat
pencatat yang bergerak diatas silinder berputar.
Sebenarnya cara kerja spirometer cukup mudah yaitu sesorang disuruh bernafas
(menarik nafas dan menghembuskan nafas) di mana hidung orang itu ditutup. Tabung
yang berisi udara akan bergerak naik turun, sementara itu drum pencatat bergerak putar
(sesuai jarum jam) sehingga pencatat akan mencatat sesuai dengan gerak tabung yang
berisi udara.
D. Type Alat
Sensor Tekanan MPX5100DP
Sensor Tekanan MPX 5100 DP MPX5100 adalah Strain Gauge jenis piezoresistif
tranducer berbahan silicon yang terintegrasi dalam sebuah chip, bekerja pada tekanan 0
kPa sampai 100 kPa (0 psi sampai 14.5 psi) atau 15 kPa sampai 115 kPa (2.18 psi sampai
16.68psi) dengan tegangan output 0.2 volt sampai 4.7 volt. Sensor ini dilengkapi dengan
chip signal conditioned, temperature compensated dan calibrated.

Gambar 2. Komponen MPX5100


Sensor tekanan ini didesain untuk aplikasi range yang lebar, terutama bekerja
pada mikrokontroller atau mikroprosesor dengan analog/digital input, terbuat dari elemen
tranducer tunggal yang dikombinasikan menggunakan teknik micromachining dengan
logam film tipis dan diproses secara bipolar untuk menghasilkan output sinyal analog
level tinggi yang akurat dan proporsional untuk aplikasi tekanan. Adapun konfigurasi
pin-pin pada kaki komponen ini adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Pin Number dari
MPX5100 Catatan:Pin 4,5,6 adalah sambungan internal device, jangan disambungkan
dengan eksternal circuit atau ground

Gambar 3. Konstruksi MPX5100


kontruksi MPX5100DP, terdapat konfigurasi pin sensor adalah sebagai berikut:

Pin 1 merupakan pin Vout,


pin 2 merupakan pin GND
pin 3 adalah pin Vs.
pin 4, 5, dan 6 tidak digunakan untuk external circuit, tetapi digunakan untuk internal
device connections.

Gambar 4. Blok Diagram internal sirkuit


Sensor tekanan gas strain gauge dengan tipe MPX5100 merupakan sensor
tekanan yang peka terhadap tekanan rendah, hanya dengan tiupan saja dapat
mempengaruhi tegangan output yang dihasilkan, sensor ini mengunakan bahan Silicon
Stress Stain Gauge. MPX5100 adalah Strain gauge jenis piezoresistif tranducer berbahan
silicon. Sensor tekanan ini didesain untuk aplikasi range yang lebar, terutama bekerja
pada mikrokontroller atau mikroprosesor dengan sinyal analog maupun sinyal digital,
sensor ini terbuat dari elemen tranducer tunggal yang dikombinasikan menggunakan
teknik micromachining dengan logam film tipis dan diproses secara bipolar untuk
menghasilkan output sinyal analog level tinggi yang akurat dan proporsional untuk
aplikasi tekanan. (Setiawan, 2009).
E. Prinsip Kerja
Prinsip Kerja Prinsip kerja alat ukur kapasitas vital paru-paru sebagai berikut,
fungsi kerja alat ukur kapasitas vital paru-paru mengunakan prinsip kerja dari sensor
tekanan gas tipe MPX5100. Sensor tekanan gas strain gauge dengan tipe MPX5100
merupakan sensor tekanan yang peka terhadap tekanan rendah, hanya dengan tiupan saja
dapat mempengaruhi tegangan output yang dihasilkan, sensor ini mengunakan bahan
Silicon Stress Stain Gauge. MPX5100 adalah Strain Gauge jenis piezoresistif tranducer
berbahan silicon yang terintegrasi dalam sebuah chip, bekerja pada tekanan 0 kPa sampai
100 kPa (0 psi sampai 14,5 psi) atau 15 kPa sampai 115 kPa (2,18 psi sampai 16,68 psi)
dengan tegangan output 0,2 volt sampai 4,7 volt. Output dari sensor akan diteruskan ke
mikrokontroler, mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler mengunakan IC
ATmega16. Mikrokontroler ATmega16 berfungsi sebagai pengubah sinyal analog dari
sensor menjadi sinyal digital dan kemudian mengolah sinyal digital menjadi program
untuk menampilkan karakter pada layar LCD. (Fatak, 2005).

Perubahan tekanan pada kantung menyebabkan perubahan posisi inti kumparan


sehingga mengakibatkan perubahan induksi magnetik pada kumparan. Kumparan yang
digunakan adalah kumparan CT (center tap), dengan demikian apabila inti mengalami
pergeseran maka induktansi pada salah satu kumparan bertambah sementara induktansi
pada kumparan yang lain berkurang. Kemudian pengubah sinyal berfungsi untuk
mengubah induktansi magnetik yang timbul pada kumparan menjadi tegangan yang
sebanding.

F. Sensor dan Tranducer


Sensor adalah alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi
untuk mengukur magnitude sesuatu. Sensor adalah jenis transduser yang digunakan
untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan
arus listrik. Sensor biasanya dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan
penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor memberikan ekivalen
mata, pendengaran, hidung lidah dan menjadi otak mikroprosesor dari sistem otomatisasi
industri. Sensor terdiri dari beberapa macam, 1). Sensor Proximity, 2). Sensor Magnet, 3.
Sensor Sinar, 4). Sensor Ultrasonik, 5). Sensor Kecepatan (RPM), 6). Sensor Penyandi
( Encoder ), 7). Sensor Suhu, 8). Sensor Tekanan.
Pada sensor tekanan, memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat,
dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik, dasar dari penginderaannya
adalah pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan
panjang dan luas penampangnya.
Transduser, dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu
energy ke bentuk energi yang lain. Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi
menjadi dua, yaitu:
1). Transduser pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi
tambahan dari luar, seperti thermistor, untuk mengubah energi panas menjadi energi
listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika hambatan
thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan listrik dari thermistor juga
berubah.
2). Transduser aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari
luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri, misalnya termokopel,
ketika menerima panas, termokopel langsung menghasilkan tegangan listrik tanpa
membutuhkan energi dari luar. Pemilihan suatu transduser sangat tergantung kepada
kebutuhan pemakai dan lingkungan di sekitar pemakaian. Untuk itu dalam memilih
transduser perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:
1. Kekuatan, maksudnya ketahanan atau proteksi pada beban lebih.
2. Linieritas, yaitu kemampuan untuk menghasilkan karakteristik masukan-
keluaran yang linier.
3. Stabilitas tinggi, yaitu kesalahan pengukuran yang kecil dan tidak begitu
banyak terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan.
4. Tanggapan dinamik yang baik, yaitu keluaran segera mengikuti masukan
dengan bentuk dan besar yang sama.
5. Repeatability, yaitu kemampuan untuk menghasilkan kembali keluaran yang
sama ketika digunakan untuk mengukur besaran yang sama, dalam kondisi
lingkungan yang sama.
6. Harga. Meskipun faktor ini tidak terkait dengan karakteristik transduser
sebelumnya, tetapi dalam penerapan secara nyata seringkali menjadi kendala
serius, sehingga perlu juga dipertimbangkan.

G. Kesimpulan
Spirometri adalah aktivitas mengukur aliran udara. Dengan mengukur berapa
banyak udara yang kitahembuskan, spirometri dapat menentukan kapasitas paru-paru kita
serta kondisikesehatan paru-paru kita: apakah normal atau tidak. Cara melakukan
spirometri adalah dengan meniup udara melalui mulut kita menuju sebuah alat yang
disebut spirometer. Spirometer adalah Spirometer adalah alat yang digunakan untuk
mengukur kadar atau jumlah udara yang digunakan untuk proses respirasi atau
pernapasan. Alat ini terdiri dari mesin utama dan pipa yang dilengkapi dengan mouth
piece. Pasien diukur dengan cara bernapas secara dalam pada mouth piece tersebut. Atau
bernapas dalam satu detik kemudian dilanjutkan dengan napas yang pelan. Alat ini
digunakan untuk menganalisa adanya gangguan pernapasan.
Sensor MPX5100 dapat digunakan untuk mengukur tekanan dalam bentuk tarikan
dan hembusan napas, baik pernapasan biasa maupun pernapasan dalam. fungsi kerja alat
ukur kapasitas vital paru-paru mengunakan prinsip kerja dari sensor tekanan gas tipe
MPX5100. Sensor tekanan gas strain gauge dengan tipe MPX5100 merupakan sensor
tekanan yang peka terhadap tekanan rendah, hanya dengan tiupan saja dapat
mempengaruhi tegangan output yang dihasilkan, sensor ini mengunakan bahan Silicon
Stress Stain Gauge. MPX5100 adalah Strain Gauge jenis piezoresistif tranducer berbahan
silicon yang terintegrasi dalam sebuah chip, bekerja pada tekanan 0 kPa sampai 100 kPa
(0 psi sampai 14,5 psi) atau 15 kPa sampai 115 kPa (2,18 psi sampai 16,68 psi) dengan
tegangan output 0,2 volt sampai 4,7 volt.