You are on page 1of 2

1.

WIRAUSAHA MUDA : Nadiem Makarim

Nama Nadiem Makarim sebagai Pendiri GO-JEK semakin terkenal seiring dengan
'booming' nya nama Go-Jek di Indonesia. Go-Jek merupakan sebuah perusahaan
jasa transportasi dengan menggunakan ojek dengan segala kemudahan dan
kenyamanan yang ditawarkan kepada penggunanya yang berdiri pada tahun 2011
tapi Nadiem Makarim lebih senang menyebut perusahaan GO-JEK sebagai
perusahaan Teknologi.

2.WIRAUSAHA PEREMPUAN : Catherine Hindra Sutjahyo

Kamu pasti pernah mendengar atau berbelanja di Zalora, kan? Nah, Catherine
adalah wanita kreatif di balik Zalora, pusat belanja fashion online yang resmi
beroperasi di Indonesia pada tahun 2012. Untuk membangun bisnisnya ini, ia
melakukan sebuah pengorbanan besar yaitu melepaskan pekerjaannya di McKinsey
& CO

3.WIRAUSAHA KELUARGA : ALINSKIE BROTHERS

Ide bisnis ini berawal dari kesukaan Glenn untuk mengenakan pakaian modern
dalam kesehariannya dan Michael yang suka mengenakan batik dihampir semua
event yang ia datangi. Jadilah mereka berkolaborasi mendesign dan menghasilkan
produk yang tidak hanya nyaman tetapi juga ada unsur keindahannya. Pakian yang
bisa dipakai dalam keseharian tapi ada sentuhan batiknya.

4.WIRAUSAHA KORBAN PHK : AHYANI

Ahyani dulunya hanya karyawan biasa. Berkat keinginan untuk maju, kini dia telah
menjadi bos dengan 50 karyawan. Usaha perhiasan dengan mengusung bendera CV
Abadi Fitrah Sejahtera tersebut dirintis Ahyani sejak 2002. Lelaki kelahiran Cirebon
tersebut memutuskan untuk mendirikan usaha didasari motivasi ingin menciptakan
lapangan kerja bagi orang lain.

5.WIRAUSAHA SOSIAL : Tri Mumpuni dan Iskandar Kuntoadji

Proses pemerataan akses listrik memang nggak seperti komoditas lain macam
beras atau bensin, dua barang ini bisa disimpan dalam karung atau drum terus
diangkut pakai kapal sampai Sorong atau Kupang. Solusinya hanyalah bikin
pembangkit listrik di sudut-sudut Indonesia yang belum terjangkau itu. Sayangnya,
selalu terbentur kendala biaya yang besar kalau pemerintah mau bikin pembangkit
listrik di tempat-tempat terjauh.Melihat kondisi ini, Tri Mumpuni dan Iskandar
Kuntoadji dari Inkubasi Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) punya solusi
membuat pembangkit listrik skala mikro di desa terpencil yang sumber tenaganya

masyarakat jadi aktif menjaga hutan karena ingin sumber tenaga listrik mereka tetap lestari. Masyarakat memakai uang yang terkumpul untuk pemeliharaan pembangkit listrik dan kegiatan desa. Mereka mengajak masyarakat untuk ikut terlibat membangun dan mengelola pembangkit listrik mikro di desa masing-masing. Mereka nggak dapat listrik gratis. Kerennya lagi. . tetapi mereka harus membayar ke koperasi bentukan mereka sendiri.dari sumber air setempat.