You are on page 1of 6

Teknologi fermentasi, alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal (Wahyu Pamungkas

)

TEKNOLOGI FERMENTASI, ALTERNATIF SOLUSI DALAM
UPAYA PEMANFAATAN BAHAN PAKAN LOKAL
Wahyu Pamungkas
Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar
Jl. Raya 2 Sukamandi, Subang 41256
E-mail: baginfo_lrptbpat@yahoo.com; yhoe_pamungkas@yahoo.co.id

Pemanfaatan bahan baku pakan alternatif telah banyak
ABSTRAK dilakukan untuk mengatasi masalah mahalnya men-
dapatkan bahan baku pakan sumber protein seperti tepung
Upaya pemanfaatan bahan baku pakan alternatif ikan dan bungkil kedelai. Upaya pemanfaatan bahan baku
banyak dilakukan dengan menggunakan bahan pakan alternatif banyak dilakukan dengan menggunakan
baku pakan lokal yang mudah didapat dan biasanya
bahan baku pakan lokal yang mudah didapat dan biasanya
berupa limbah yang belum termanfaatkan secara
berupa limbah yang belum termanfaatkan secara optimal.
optimal. Akan tetapi, upaya pemanfaatan bahan
baku pakan lokal tersebut masih mengalami Beberapa bahan baku pakan lokal yang mempunyai potensi
kendala yaitu tingginya kandungan serat kasar, sebagai bahan baku pakan alternatif adalah yang berasal
rendahnya kandungan protein kasar bahan baku, dari limbah industri pertanian seperti bungkil kelapa sawit,
keseimbangan asam amino yang rendah, dan ampas sagu, bungkil biji karet, bungkil kelapa, kopra,
adanya zat anti nutrisi. Hal ini menyebabkan kulit buah kakao, daun rami, limbah tanaman pisang,
perlunya pengolahan bahan baku pakan lokal limbah singkong, dan dedak padi (Mathius & Sinurat,
tersebut sebelum digunakan sebagai bahan pakan. 2001) serta limbah peternakan seperti isi rumen (Wizna
Salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan et al., 2008), limbah udang (Mathius & Sinurat, 2001),
adalah dengan melalui fermentasi. Secara umum, limbah bulu ayam (Cortezi et al., 2008) dan sebagainya.
fermentasi menghasilkan produk yang lebih
Akan tetapi, upaya pemanfaatan bahan baku pakan lokal
sederhana dan lebih mudah dicerna dari bahan
tersebut masih mengalami kendala yaitu tingginya
asalnya. Melalui teknologi fermentasi, dapat
dihasilkan perbaikan dan peningkatan nilai nutrisi kandungan serat kasar, rendahnya kandungan protein
bahan baku pakan lokal sehingga dapat di- kasar bahan baku, keseimbangan asam amino yang rendah
manfaatkan secara optimal untuk bahan baku pakan dan adanya zat anti nutrisi. Hal ini menyebabkan perlunya
ikan. pengolahan bahan baku pakan lokal tersebut sebelum
digunakan sebagai bahan pakan.
KATA KUNCI: bahan pakan lokal, fermentasi,
limbah teknologi Berbagai pengolahan terhadap bahan pakan berserat
tinggi telah banyak dilakukan untuk meningkatkan
efisiensi penggunaan pakan, seperti pengolahan secara
fisik, kimia, dan biologi atau kombinasinya (fermentasi).
PENDAHULUAN Menurut Kompiang et al. (1994), teknologi untuk
Pakan merupakan komponen terbesar dari biaya meningkatkan mutu bahan pakan adalah dengan
produksi dalam kegiatan budidaya perikanan, yaitu fermentasi. Secara umum semua produk akhir fermentasi
mencapai 60%-70%. Permintaan pakan meningkat seiring biasanya mengandung senyawa yang lebih sederhana dan
dengan berkembangnya kegiatan budidaya perikanan. Akan mudah dicerna daripada bahan asalnya (Laelasari &
tetapi harga bahan pakan konvensional sumber protein, Purwadaria, 2004). Lebih lanjut dinyatakan bahwa
seperti tepung ikan, dan bungkil kedelai berfluktuasi dan fermentasi juga berfungsi sebagai salah satu cara
masih harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan dalam rangka pengawetan bahan dan cara
peternakan dan perikanan (Ginting & Krisnan, 2006). Hal untuk mengurangi bahkan menghilangkan zat racun yang
tersebut mendorong upaya untuk mencari bahan baku dikandung suatu bahan serta adanya berbagai jenis
pakan alternatif yang tersedia secara lokal, berlimpah, mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk
dan terjaga kontinuitasnya serta dapat menggantikan atau mengkonversikan pati menjadi protein dengan
mengurangi penggunaan tepung ikan dan bungkil kedelai. penambahan nitrogen anorganik melalui fermentasi.

43

Optimalisasi penggunaan bahan ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein baku pakan lokal akan dapat mengatasi masalah pakan karena kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang menjadi bagian dalam rangkaian budidaya. 2008). Tepung bungkil inti sawit Sumber: Wiramiharja et al. sedangkan kedelai yang masih impor. Namun demikian. Menurut Rasyaf (1994). lokal tersebut masih mengalami kendala yaitu tingginya 2001. Ampas tahu Gambar 2. pertanian dan perkebunan seperti bungkil kelapa sawit.. air 51.30%- (Marzuqi et al.Media Akuakultur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 Pemanfaatan bahan baku pakan lokal hasil limbah Bahan baku pakan lokal mempunyai kandungan nutrisi industri pertanian yang ditingkatkan nilai nutrisinya yang potensial digunakan sebagai bahan baku pakan ternak melalui teknik fermentasi diharapkan akan dapat maupun ikan. 17.. upaya pemanfaatan bahan baku pakan limbah singkong.21% (Ahmad et al. 2008) serta limbah peternakan kandungan serat kasar. Limbah kepala udang Gambar 6. kalsium belum termanfaatkan secara optimal. limbah bulu ayam (Cortezi et dan adanya zat anti nutrisi. bungkil kelapa sawit.63%. POTENSI DAN KENDALA PEMANFAATAN (1990) menyatakan bahwa limbah udang memiliki Pemanfaatan bahan baku pakan alternatif telah banyak kandungan nutrien yang cukup baik dan kandungan dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan baku pakan nutrien tepung limbah udang yaitu energi metabolis (ME) lokal yang mudah didapat dan biasanya berupa limbah yang sebesar 1. kopra. dan dedak padi (Mathius & Sinurat. Dedak Gambar 5. lemak 3.52%. keseimbangan asam amino yang rendah (Mathius & Sinurat. daun rami. di samping itu. Kamaruddin et al. pakan lokal yang mempunyai potensi sebagai bahan baku tepung cangkang udang mengandung protein kasar antara pakan alternatif adalah yang berasal dari limbah industri 35% hingga 45% dan berkualitas baik. dan dedak halus dapat mengurangi penggunaan tepung ikan dan bungkil dapat dijadikan sumber lemak maupun energi. Tepung tulang (Bone) Gambar 4. bungkil biji karet. 2000). dan abu 1. limbah udang kasar bahan baku. juga mengandung mineral (kalsium. protein kasar (PK) 43. yang tinggi yaitu protein 8. Sue (2004) menyatakan bahwa al. Tepung bulu ayam Gambar 3..00% namun kandungan lemak dan serat kasar cukup Gambar 1. fosfor. Beberapa bahan baku (Ca) 7. 2008). dan fosfor (P) 1. rendahnya kandungan protein seperti isi rumen (Wizna et al. (2007) 44 . sium). bungkil kelapa.79%..66%. dan magne- ampas sagu. 2001).4%. Adapun Hartadi et al.190 kkal/kg. 2008) dan limbah industri seperti ampas kecap kandungan protein kasar bungkil inti sawit sekitar 11. limbah tanaman pisang. Beberapa bahan baku pakan lokal seperti mencukupi kebutuhan bahan baku sumber protein dan ampas singkong.05%. kulit buah kakao..

.50%-17. menyebabkan bahan pakan sulit dicerna oleh ternak atau Menurut Enari (1983) dalam Ekawati (1993). 2004). 1988) TEKNOLOGI FERMENTASI Produk terfermentasi umumnya mudah diurai secara Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa biologis dan mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan dari bahan asalnya (Winarno et al. pakan pengganti tepung kedelai (Wiramiharja et al. 1988).. protein. Secara umum semua produk akhir fermentasi biasanya mengandung Glukosa Asam laktat + etanol/asam asetat + CO2 senyawa yang lebih sederhana dan mudah dicerna daripada Gambar 8.00% dan 16%. organik kompleks seperti protein. dan lemak rai senyawa kompleks menjadi sederhana sehingga menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana dan mudah siap digunakan larva. enzimatik (Ekawati. Reaksi fermentasi glukosa oleh bakteri bahan asalnya (Laelasari & Purwadaria. Gambar 7. dicerna. sejumlah mikroorga. Hal tersebut melibatkan mikroorganisme. Teknologi fermentasi. metionin. lemak.4 glukanase) dan β pengolahan meskipun dapat digunakan sebagai bahan glukosidase (Gambar 7). lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna. macam mikroba atau dapat berupa substrat sumber karbon dan substrat sumber inokulum dan kondisi lingkungan yang sangat nitrogen.4 terlarut mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang glukanase atau selulase) dilanjutkan dengan tahap tidak komplit karena banyak yang hilang selama proses hidrolisis oleh enzim Cx (endo-β-1. dan biologi atau kombinasinya (fermentasi). Selain itu. (Fardiaz. Manfaat lain asam amino tertentu yang dibutuhkan oleh larva hewan dari fermentasi adalah bahan makanan lebih tahan akuatik. melalui kerja enzim yang dihasilkan Manfaat fermentasi antara lain dapat mengubah bahan oleh mikroba. Selain itu. alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal (Wahyu Pamungkas) tinggi yaitu masing-masing sebesar 4. disimpan dan dapat mengurangi senyawa racun yang Pada proses fermentasi diperlukan substrat sebagai dikandungnya. 45 . seperti pengolahan secara fisik. 2007). Mekanisme hidrolisis selulosa secara berserabut. Hal tersebut Selanjutnya pada proses fermentasi glukosa akan menyebabkan perlunya pengolahan bahan baku pakan lokal terbentuk asam piruvat dan dari bentuk asam piruvat akan tersebut sebelum digunakan sebagai bahan pakan.. lisin. 1988). 1980).1993) tingkat asam amino esensial. Rusdi (1992) menyatakan bahwa yang dibutuhkan selama proses fermentasi berlangsung hasil fermentasi sangat bergantung pada bahan pakan (Fardiaz. Selulosa sebagai salah satu sumber karbon mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme mikroba dalam proses fermentasi telah banyak digunakan karena tersebut. karbohidrat. menjadi disukai dan mensintesis protein. mekanisme ikan (Kompiang et al. lainnya (Gambar 8). Menurut Ganjar (1983). kimia. Ampas tahu yang merupakan hidrolisis selulosa secara enzimatis dapat dibagi menjadi sisa dari proses pengolahan susu kedelai yang tidak dua tahap yaitu tahap aktivasi oleh enzim C1 (ekso-β-1. diubah menjadi produk akhir yang spesifik untuk berbagai Berbagai pengolahan terhadap bahan pakan dengan proses fermentasi (Fardiaz. maupun anaerob. sehingga nilai ekonomis bahan dasarnya media tumbuh mikroba yang mengandung zat-zat nutrisi menjadi jauh lebih baik. Lebih lanjut dinyatakan bahwa substrat sebagai bahan dasar (substrat). dan tr yptophan yang kurang baik. histidin. Lebih lanjut dinyatakan bahwa tepung bulu yang juga C1 Cx β -glukosidase berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan sumber Selulosa selulosa reaktif selobiosa glukosa protein mempunyai daya cerna yang rendah karena mengandung tingkat keratin yang tinggi. sedangkan serat kasar yang tinggi akan hidrolisis terlebih dahulu secara kimia atau enzimatik. dan ikatan disulfide yang kuat. selain disebabkan oleh sifat mikroba yang katabolik atau fermentasi adalah suatu proses perubahan kimiawi dari memecah komponen-komponen yang komplek menjadi senyawa-senyawa organik (karbohidrat. keras. Fermentasi bahan pakan mampu mengu. mudah didapat. mengubah rasa dan aroma yang tidak disukai nisme diketahui mampu mensintesis vitamin dan asam. Salah satu contoh kandungan nutrisi yang rendah dan berserat tinggi telah proses fermentasi adalah fermentasi glukosa oleh bakteri banyak dilakukan untuk meningkatkan efisiensi asam laktat yang menghasilkan asam laktat dan produk penggunaan pakan. Fardiaz (1988) juga menyatakan bahwa 23%. Lemak yang tinggi akan menyebabkan ketengikan penggunaan selulosa sebagai sumber karbon tidak dapat sehingga memperpendek daya simpan bahan pakan digunakan secara langsung tetapi harus mengalami proses tersebut. tetapi juga dan bahan organik lain) baik dalam keadaan aerob dapat mensintesis beberapa vitamin yang komplek. 1997).

2008). dan faktor penghambat absorpsi Protein murni 1.40 lemak. Laporan penelitian kkal/kg (setelah fermentasi). 2005). yaitu dari 17% inti sawit (Kompiang et al.40 berukuran kecil serta menghilangkan penghambat tripsin Abu 2. 2002). Lebih lanjut dinyatakan bahwa kandungan LK. sagu..43 %. sehingga (%) diharapkan dapat meningkatkan nutrisinya.80 kandungan sukrosa.40 (Irianto. mempunyai nilai nutrisi rendah sebelum difermentasi Mirwandhono & Siregar (2004) melaporkan bahwa menjadi bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan fermentasi menggunakan Aspergillus niger (3% dari bahan pakan ternak ataupun ikan yang mempunyai nilai nutrisi kering bungkil inti sawit (BIS) secara nyata mampu yang baik dan dapat dimanfaatkan oleh ikan.50%.00 7..80 penghambat tripsin. Ca.00 dengan inokulum bakteri asam laktat (Lactobacillus acidophilus) mampu mengurangi zat anti nutrisi (asam pitat) dan kandungan tannin dalam biji rami dari 2.Media Akuakultur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 PERKEMBANGAN RISET FERMENTASI BAHAN PAKAN meningkatkan kandungan protein dari 15. ternak yang merupakan salah satu upaya pemanfaatan bahan baku pakan lokal sebagai bahan pakan ternak.20 6. Penelitian Phong et al..73% menjadi 16. protein kasar.40 9. meningkatkan kandungan energi bruto pada BIS yaitu dari misalnya melalui fermentasi dengan menggunakan 1. dan ME mengalami penurunan. 1997) dan campuran onggok menjadi 32%. aktivitas Protein kasar 2.37% kandungan abu. Hasil penelitian Ng & Chen sebelumnya menunjukkan teknologi fermentasi dapat (2004) menunjukkan bahwa bungkil kelapa sawit yang meningkatkan kandungan protein pada ketela pohon.50 2. Selanjutnya dilaporkan bahwa penggunaan 2% Teknologi fermentasi banyak dilakukan untuk Aspergillus niger pada fermentasi BIS secara nyata peningkatan nilai gizi bahan pakan lokal atau asal limbah. 2005). pati. fermentasi campuran sagu dan isi rumen pada pakan Penelitian fermentasi campuran bungkil inti sawit dan unggas dengan menggunakan Bacillus amyloliqufaciens onggok menggunakan Trichoderma harzianum yang meningkatkan kandungan asam amino dari 2. bungkil peningkatan kandungan protein kasar.661 kkal/kg (BIS sebelum fermentasi) menjadi 1. Fermentasi biji rami (Linum usitatissimum) HCN (mg/kg BK) 14. yang difermentasi Aspergillus niger dengan penambahan 1% ammonium sulfat meningkatkan protein murni dari Fermentasi sagu dan isi rumen dengan menggunakan 1.42% sampai dilakukan oleh Indariyanti et al. Amri (2007) 46 .45% Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa onggok menjadi 1.56% dan Hasil penelitian Nurhayati (2005) menunjukkan bahwa meningkatnya protein kasar dari 9. Teknologi fermentasi pengkayaan protein pada onggok menggunakan Asper- bahan pakan lokal telah banyak dilakukan di bidang pakan gillus niger dapat dilihat pada Tabel 1.4% dalam BK. sebaliknya 40°C (Wizna et al. (2011) menunjukkan 4.03% menjadi LOKAL 18.11% menjadi 16. 2005).20 64. Kandungan nutrisi onggok sebelum dan sesudah Fermentasi dengan menggunakan kapang memungkinkan difermentasi dengan Aspergillus niger terjadinya perombakan komponen bahan yang sulit Kandungan nutrisi Fermentasi dicerna menjadi lebih mudah dicerna. Bacillus amyloliquefaciens juga diketahui sebagai bahwa waktu fermentasi terbaik diperoleh pada 8 hari penghasil enzim selulase. gula. Fermentasi Sebelum Setelah asam laktat pada kedelai terbukti menghilangkan Bahan kering 55.80 terbukti meningkatkan kadar protein dan kadar peptida Lemak kasar 3. dan P mengalami dengan lama waktu fermentasi 9 hari. 1997).. difermentasi oleh Trichoderma koningii menghasilkan bungkil kelapa (Purwadaria et al. 2003).10 6. Fermentasi pada limbah singkong dengan menggunakan Beberapa hasil penelitian fermentasi bahan pakan yang Bacillus amyloliquefaciens sebagai inokulum dapat secara nyata menghasilkan peningkatan nilai nutrisi bahan meningkatkan kandungan protein kasar hingga 360% pakan menunjukkan bahwa teknologi fermentasi dapat dan mengurangi kandungan serat kasar hingga 32% (Wizna meningkatkan penggunaan bahan baku pakan lokal yang et al.00 4. 16%-17% kandungan protein kasar. di mana enzim tersebut dapat inkubasi dengan menghasilkan penurunan serat kasar merombak dan mengubah molekul yang masih komplek sebesar 45% dan meningkatkan protein dari 12% menjadi menjadi komponen molekul yang lebih sederhana.. Tabel 1.32 % (Mukhopadhyay & Ray. (2004) tentang kotoran ayam (Sjofjan et al. menurunkan kadar rafinosa. Bacillus amyloliquefaciens menghasilkan penurunan kandungan serat kasar dari 23. Adapun fermentasi dengan Aspergillus oryzae Serat kasar 7.837 Aspergillus niger (Nurhayati.1% menjadi 6. dosis 2% dan suhu peningkatan setelah dilakukan fermentasi.

The avail. Pengaruh bungkil kelapa sawit pada pakan T. hlm. Program Pascasarjana Institut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan. 2008. 2004. Disertasi. PRHIMI. T. Bioconversion of sago (Metroxylon sp. 90-120. Kompiang. Aquaculture. Persiapan dan penyusunan bahan baku lokal untuk formulasi DAFTAR ACUAN pakan ikan.) waste. A... Surahman. & Supriyati.P. Bangkok. Fisiologi Fermentasi. Hartati. Nutrition value of protein en- ikan mas (Cyprinus carpio).. 1997. Herry.B. & Krisnan. T. A. dapat diperbaiki dengan versity Press. 1998. 29 hlm. 2007. Fermentasi bahan baku pakan Jaelani. S. 2007.. 2006. A. A. Setyorini..P. (2007) juga menunjukkan bahwa pakan Hadadi. Lovaglio.N. Pengkajian nilai gizi hasil & Monti. S. Mikrobiologi di Indone- menurunkan konversi pakan. Budidaya Air Tawar. 3(2): 150-156.. 2010. AARD Indonesia.. Purwadaria. 2008. Kandungan serat kasar yang tinggi dan rendahnya nilai protein bahan pakan lokal yang merupakan salah satu Irianto. J. Agustina. H. 9(1): 71-76. dan bioteknologi di Indonesia. Hadadi et al. dan Tangko. Jusadi. 1994. 1983. NACA. J. Ilmu-ilmu Pertanian Indo. I. alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal (Wahyu Pamungkas) menyatakan bahwa penggunaan bungkil inti sawit yang Fardiaz. PENUTUP Indariyanti. Ilmu Ternak dan Veteriner. 5(2): I.J. land. lokal secara optimal. Pemanfaatan bonggol pisang untuk produksi 48-51. Tesis. Kompiang. M. dengan bahan baku limbah sawit yang difermentasi dengan 2007. dan konversi inti sawit. M. S. T. N. 2000. pertambahan bobot tertinggi. Laelasari & Purwadaria. I. Gadjah Mada Uni- kendala dalam pemanfaatannya.B.P. J. nesia. I... meningkatkan nilai kapang Trichoderma reesei sebagai pendegradasi protein kasar dan menghilangkan zat anti nutrisi bahan polisakarida mannan dan pengaruhnya terhadap baku pakan lokal. Peningkatan kualitas bungkil inti sawit oleh dapat menurunkan kadar serta kasar. 422-424. 125 hlm. (Eds. Probiotik Akuakultur. Current status of Agricultural Biotechnology in Indo- shop on Managemen Strategies for Sustainable sea Farm. 2003. Proceeding of Regional Work. melaporkan bahwa penggunaan BIS yang difermentasi Ginting.N. T. Adapun Jaelani (2007) sia. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor: Pusat Antar difermentasi dengan Rhizopus oligosporus sebanyak 18% Universitas Lembaga Sumberdaya Informasi IPB. N.A. meskipun belum dapat menyamai pakan yang Handoko. Giri I. riched cassava: Cassapro.. Kompiang. serta persentase bobot karkas. Amri. & Ridwan. back grouper grow-out. dalam pakan ikan mas secara nyata meningkatkan jumlah Gandjar. & Utomo. Cortezi. & Darma. 109 hlm. 523-526...A. R. Thai. tepung ikan dalam pakan terhadap pertumbuhan 47 . Pertanian Bogor. reesei. Sekolah satu alternatif solusi dalam pemanfaatan bahan baku pakan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. A. Namun dari segi harga... enzim selulase dari Aspergillus niger dan Trichoderma Marzuqi.M. & Suwirya. Evaluasi kecernaan campuran BIS dan onggok yang difermentasi Teknologi fermentasi mampu meningkatkan atau dengan Trichoderma harzianum untuk pakan ikan nila memperbaiki nilai nutrisi bahan baku pakan lokal sehingga Oreochromis sp.P. Contiero. Characterization of a feather de. 1993.G. p. Bogor. 2008.. D..P. Pemanfaatan limbah sawit untuk bahan pakan enzim rumen dapat digunakan untuk pembesaran ikan ikan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan ransum. ability and use of fish feed local ingredients for hump. & Palinggi. nesia. Purwadaria. 2011. Pengaruh fermentasi menggunakan kapang Trichoderma reesei dapat dilakukan menggunakan beberapa strain Trichoderma dan masa sampai taraf 15% dalam ransum ayam pedaging tanpa inkubasi berbeda terhadap komposisi kimiawi bungkil mengganggu bobot badan.P. De Lima. hlm. Teknologi fermentasi merupakan salah penampilan ayam pedaging. 4(1): 11-18.. Sinurat. J. 4(2): 107-112.). Tesis. R. konsumsi. E. pakan ini pendegradasi serat peningkat kualitas bungkil inti sawit lebih murah sehingga dapat dijadikan sebagai pakan untuk pakan ayam pedaging. I. Perkembangan mikrobiologi dan konsumsi pakan. Darusmna. Yogyakarta. Program Pascasarjana. S. E. Sekolah alternatif. 939-944. R. Teknologi fermentasi.. melalui teknik fermentasi. M. Tesis. fermentasi mutan aspergillus niger pada subtrat grading by Bacillus amyloliquefaciens. ing and Grouper.. Institut Pertanian Pengaruh tepung ampas kecap sebagai substitusi Bogor. & Moeljoprawiro. p. Bogor. C. Biodiversitas. Ahmad. nila. Kompiang.B. N. bungkil kelapa dan bungkil inti sawit. A. Isolasi dan karakterisasi enzim menggunakan kedelai. Rachmansyah. Media Akuakultur. K.. Hasil penelitian Veteriner. Usman. A. J. Kamaruddin.

Hue yang difermentasi dengan Aspergillus niger.P. Hoa Ly. D.W. Fresh- fingerlings. Ilmu-Ilmu Hayati. Penang. sity.org/sarec03/phong%20hue.G.mpob. Z.T.gov. Harahap. Y.P. Abbas. hlm. I. I. Sinurat.. HB XIII project research gram Pascasarjana Universitas Brawijaya. J. 1980. 2004. & Dharma. Tesis. & Niwa.pdf nar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.. N. Y. Manurung. S. A. W. tion apparent total and nutrient digestibility of Lin.T. 1992. Irfan. Malang. 1994. Rizhopus University of Agriculture and Forestry.. M. Pengantar Mukhopadhyay. Phong. 2002. seed. I. teknologi pangan. Fish Nutrition labo. Ternak Bogor.. Fardiaz. Effect of fermenta.. meal in Rohu..M. J. R.. water Aquaculture Development Project. Universitas (Epinephelus fuscoguttatus). & Aulanni’am. T.. Sue. Fermentasi konsentrat campuran bungkil content mixture as poultry feed through fermenta- biji kapok dan onggok serta implikasi efeknya terhadap tion by Bacillus amyloliquefaciens. Acta Ichthyologica Et Piscatoria.P. University Sains Malaysia. Perikanan UGM.. Y.. Yogyakarta. 48 . 14: 66-73. Mathius. & Hang. Y. 254-260. E. Mathius.Media Akuakultur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 dan nilai kecernaan juvenile ikan kerapu macan pertumbuhan ayam broiler. Bogor.I.M. I. H. Kompiang. the productivity of poultry. Sjofjan. 2004. Kompiang.. & Fardiaz. N. A. F. A. A. 2005. 2004. Budidaya Air Tawar Jambi.K. 100. Andalas Univer- hlm.. p. Improving the quality of sago pith and rumen Rusdi. Linum usitatissimum. (diakses pedaging [laporan penelitian]. Pakistan J. 153. Wiramiharja. N. U. Nhac. Rasyaf.. Rizal. IX(2): Padjadjaran. A. waste as feed and its applications toward improving lus niger sebagai bahan pakan alternatif. Rizal. Lobeo rohita. Medan. Quality and characteristics of Malaysian D.mekarn. Sumatera Utara Digital Library. 2001.htm. 2008.T. Sitompul. 2005..P.K. 2005. B. Wizna. Wizna. 7(2): 249-254. http:// lumpur bungkil sebagai bahan pakan sapi potong.plmoils. www. Balai 78. Pemanfaatan Protein enrichment of cassava by-product using As- hidrolisat tepung kepala udang dan limbah kelapa sawit pergillus niger and feeding the product to pigs.. Bandung.P. dan Trichoderma viridae dalam ransum ayam www. Nurhayati.my/webbased/pod34-tang. Researching the use of palm eration Agency. Abbas.. Japan International Coop- Ng. O. Jakarta. & Azmi... Penerbit PT Gramedia.V. D. 71 report. Faculty of Animal Husbandry. Pemanfaatan Bahan Penggunaan fermentasi campuran onggok dan kotoran Pakan Konvensional Untuk Ternak.. http:// oligosporus.. & Dharma. Balai Penelitian ayam pada pakan ternak unggas. of Nutri- tion. & Sinurat. kernel cake in aquaculture feeds. D. Pemanfaatan produk fermentasi palm kernel cakes/expellers. Semi. Universitas pada 14 Januari 2005). 161. Nutrisi dan bahan pakan ikan budidaya. Pro. (diakses pada 3 Desember 2004). & Chen. N. 2004. ratory. Surisdiarto.W. 2007. The potential of cellulolytic bacteria Bacillus sp. 35(2): 73. Mirwandhono. Evaluasi nutrisi campuran bungkil inti sawit From forest litter in improving the quality of cassava dan onggok yang difermentasi menggunakan Aspergil. Padang. & Ray. Winarno.D. I. & Siregar. Disertasi.. H. 2005. Makanan Ayam Broiler.V. Hernawati. Penerbit Kanisius.