You are on page 1of 6

90 Fakta Penting dari Holocaust

1. Holocaust dimulai pada Januari 1933 ketika Adolf Hitler mulai meraih kekuasaan, dan
secara resmi berakhir pada tanggal 8 Mei 1945, di saat Jerman menyerah kepada
Sekutu.
2. Sepanjang tahun 1933 hingga 1945, lebih dari 11 juta orang meninggal akibat
peristiwa Holocaust. 6 juta di antaranya adalah orang Yahudi.
3. Sekitar 1,1 juta korban meninggal Holocaust adalah anak-anak.
4. Anak-anak menjadi target tersendiri bagi Nazi untuk dibinasakan dalam proyek
Holocaust. Anak-anak Yahudi ini kelak akan berkembang dan memiliki keturunan,
sehingga pembasmian anak-anak termasuk dalam prioritas utama bagi Nazi Jerman
selama Holocaust. Banyak anak-anak yang meninggal karena berdesak-desakan di
dalam kereta yang membawa mereka menuju kamp konsentrasi, sedangkan mereka
yang selamat segera dimasukkan ke dalam kamar gas.
5. Sebagian besar orang-orang yang dikirim ke kamp konsentrasi dan kamp-kamp kerja
paksa diangkut dengan menggunakan kereta barang. Kereta-kereta ini tidak membawa
air, makanan, toilet, atau ventilasi. Terkadang kereta yang dibutuhkan tidak cukup
untuk mengangkut para tahanan, sehingga para tahanan harus menunggu selama
berhari-hari di ruang tunggu stasiun-stasiun kereta. Mereka tidak diperbolehkan untuk
duduk atau tidur di kursi. Rekor perjalanan kereta terlama memakan waktu selama 18
hari. Ketika kereta tiba di tujuan dan pintu kereta dibuka, sebagian besar tahanan yang
diangkut telah meninggal.
6. Sekitar 100.000 orang Yahudi meninggal di kereta yang membawa mereka kamp
konsentrasi.
7. Pembantaian paling intensif selama Holocaust terjadi pada bulan September 1941 di
Jurang Babi Yar, dekat Kiev, Ukraina, di mana lebih dari 33.000 orang Yahudi
meninggal hanya dalam waktu dua hari. Orang-orang Yahudi dipaksa untuk
bertelanjang dan berjalan ke ujung jurang. Ketika mereka ditembak oleh tentara
Jerman, mereka segera terjatuh ke dalam jurang. Tentara kemudian melemparkan
anak-anak Yahudi ke dalam jurang, dan selanjutnya membangun tembok di sepanjang
bibir jurang.
8. Gas Karbonmonoksida pada awalnya digunakan untuk membunuh para tahanan di
dalam kamar gas. Selanjutnya, gas insektisida yang dikenal dengan nama Zyklon B
mulai digunakan dalam praktek ini. Dokter SS Joann Kremmler menceritakan
bagaimana efek gas Zyklon B terhadap para tahanan. Begitu gas Zyklon B telah
menyebar di dalam kamar gas, para tahanan segera berlarian menuju pintu keluar,
berusaha keras untuk membuka pintu, sebelum akhirnya darah keluar dari telinga dan
mulut mereka mengeluarkan busa. Akhirnya para tahanan akan tewas seketika.
9. Pada tahun 1946, dua orang pimpinan perusahaan pengendali hama Jerman, Testa,
yang bernama Tesch dan Stabenow, diadili oleh mahkamah militer Inggris atas
dakwaan peran serta mereka dalam genosida Holocaust. Tesch dan Stabenow
membela diri dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya
penyalahgunaan gas Zyklon B oleh pemerintah Jerman. Mereka berdalih, bahwa
berdasarkan info yang diterima, gas-gas yang Testa suplai ke kamp-kamp konsentrasi
digunakan untuk membasmi kutu. Namun, jaksa militer Inggris mencurigai adanya
catatan pengiriman suplai gas dalam jumlah masif ke kamp-kamp konsentrasi Jerman,
jauh melebihi jumlah yang diperlukan untuk sekedar membasmi hama. Atas dasar ini,
maka hakim menyatakan kedua orang ini bersalah dan menjatuhkan hukuman
gantung.
10. Lebih dari satu juta orang terbunuh di dalam Kompleks Kamp Auschwitz, lebih tinggi
jumlahnya dibanding dengan kamp-kamp lain. Kompleks Auschwitz ini terdiri atas
kumpulan tiga kamp konsentrasi besar, yaitu Auschwitz, Birkenau, dan Monowitz.
11. Di setiap kamp konsentrasi Nazi, ada suatu unit tugas yang disebut Sonderkommando,
yang terdiri seluruhnya atas tahanan-tahanan Yahudi. Sonderkommando ditugaskan
untuk mengubur dan membakar mayat-mayat tahanan Yahudi setelah dikeluarkan dari
kamar gas. Karena Nazi tidak ingin adanya saksi mata yang mengetahui praktik-
praktik keji mereka di dalam kamp konsentrasi, biasanya secara berkala anggota
Sonderkommando juga dipaksa masuk ke dalam kamar gas. Dari ribuan anggota
Sonderkommando yang tersebar di kamp-kamp konsentrasi terbesar Jerman, hanya 20
orang yang hidup hingga perang berakhir. Ironisnya, anggota Sonderkommando juga
sepenuhnya bergantung pada pengiriman tahanan-tahanan baru agar mereka tetap
berguna bagi Nazi dan akhirnya, tetap hidup.
12. Final Solution, rencana besar pemusnahan Yahudi di Eropa, dirancang selama
Konferensi Wannsee pada Januari 1942. Empat belas petinggi partai Nazi bertemu di
Wannsee, pinggiran Berlin, di mana mereka merancang rencana untuk mendeportasi
seluruh orang Yahudi ke Polandia, untuk selanjutnya dieksekusi oleh SS.
13. Kristallnacht atau Malam Kaca Pecah terjadi di seluruh Jerman dan Austria pada 9
November 1938, ketika para simpatisan Nazi menyerang komunitas-komunitas
Yahudi. Mereka menghancurkan, merampok, dan membakar lebih dari 1.000 sinagog
dan menghancurkan sekitar 7.000 toko-toko yang dimiliki orang Yahudi. Rumah sakit,
sekolah, pemakaman, dan rumah-rumah Orang Yahudi juga tak luput dari sasaran
penghancuran Nazi. Setelah peristiwa itu berakhir, 96 orang Yahudi meninggal dan
30.000 orang ditahan.
14. Selanjutnya, tanggal 11 November 1938, Hitler merilis peraturan terbaru yang
melarang kepemilikan segala jenis senjata oleh orang Yahudi.
15. Pada tahap awal penghancuran Yahudi Eropa yang dirancang oleh Nazi, orang-orang
Yahudi dipaksa untuk menetap di ghetto. Nazi juga memulai merancang pemusnahan
tak langsung dengan jalan mengurangi kebutuhan ransum makanan dan kebutuhan
pokok lainnya bagi orang-orang Yahudi. Di Ghetto Warsawa, Polandia, tiap bulannya
1% populasi ghetto meninggal.
16. Sekitar 1/3 orang Yahudi yang hidup pada dekade 1930 da 1940-an meninggal selama
Holocaust.
17. Dalam catatan hariannya, Rudolph Hess, kepala kamp konsentrasi Auschwitz,
menceritakan bagaimana cara menipu orang-orang Yahudi ketika mereka hendak
digiring menuju kamar gas. Untuk menghindari kepanikan, para tahanan ini
diperintahkan untuk melepas pakaian mereka karena hendak dicuci dan didesinfektan.
Nazi juga menggunakan Special Detachment Team, yang terdiri dari tahanan-
tahanan Yahudi lain, untuk membantu para tahanan yang enggan melepaskan pakaian
mereka. Special Detachment Team juga bertugas untuk menghibur anak-anak yang
menangis, dan menenangkan mereka. Ketika para tahanan telah memasuki kamar-
kamar gas, maka Special Detachment Team digiring kembali menuju kamp-kamp
mereka. Proses eksekusi pun dimulai.
18. Kata Holocaust berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata holo yang berarti
seluruh, dan caustos yang artinya pembakaran. Kata Holocaust awalnya merujuk pada
pengorbanan hewan dengan jalan dibakar. Istilah seperti Shoah dan Final Solution
merujuk pada pembantaian orang Yahudi oleh Nazi, sedangkan Holocaust merujuk
pada pembantaian seluruh etnis dan musuh oleh kaum Nazi. Kata holocaust juga bisa
digunakan untuk merujuk pada pembantaian massal yang dilakukan oleh suatu grup,
kelompok, atau pemerintah.
19. Istilah holocaust mulai dikenal luas oleh masyarakat Amerika, ketika pada tahun
1978, stasiun Televisi NBC menayangkan drama seri yang berjudul Holocaust. Walau
begitu, menurut Elie Wiesel, seorang penulis yang selamat dari Holocaust, serial
drama itu tidak akurat, menyinggung, dan terlalu banyak drama tidak perlu. Wiesel
juga mengungkapkan bahwa acara televisi bukanlah media yang tepat untuk
menggambarkan peristiwwa Holocaust.
20. Sekitar 220.000 hingga 500.000 orang Gipsi meninggal selama Holocaust.
21. Tidak seperti genosida lainnya dalam sejarah di mana para korban biasanya masih
bisa selamat jika mereka mau berpindah agama, orang-orang keturunan Yahudi baru
bisa terhindar dari aksi diskriminasi Nazi apabila mereka mampu membuktikan
bahwa kakek dan nenek mereka telah meninggalkan agama Yahudi dan dibaptis ke
agama Kristen sebelum tanggal 18 Januari 1871 (tanggal berdirinya Kekaisaran
Jerman).
22. Dari sembilan juta orang Yahudi yang hidup di Eropa pada dekade 1930-an, 2/3 di
antaranya meninggal dalam Holocaust. Jutaan korban Holocaust lainnya berasal dari
orang-orang Gipsi, kaum homoseksual dan lesbian, penganut agama Saksi Yehovah,
orang-orang dengan keterbelakangan mental, dan musuh-musuh politik Hitler.
23. Menurut keterangan para saksi, Dokter SS, Josef Mengele atau yang terkenal dengan
julukan Angel of Death, yang sangat terobsesi pada anak-anak kembar, pernah
menjahit dua anak kembar, Guido dan Ina, menjadi satu di punggung sehingga
menyerupai anak kembar siam. Setelah mereka dikembalikan kepada orang tuanya,
mereka segera dibunuh oleh orang tuanya sendiri karena tak tega melihat penderitaan
anak kembarnya.
24. Anak-anak yang selamat setelah menjadi uji coba dari eksperimen Dokter Mengele,
hampir seluruhnya dimutilasi dan dibunuh. Ratusan anak Yahudi dan Gipsi meninggal
karena menjadi kelinci percobaan Dokter Mengele. Dokter Mengele, di dalam
kesehariannya sering membelikan permen, cokelat, dan mainan bagi anak-anak di
kamp konsentrasi, sehingga ia selalu dipanggil Paman oleh anak-anak. Anak-anak
itu pun mengenal Dokter Mengele sebagai dokter yang baik sebelum akhirnya
mengetahui siapa ia sebenarnya di meja operasi.
25. Hitler memperkenalkan Peraturan Nurenberg pada tahun 1935, yang melarang bangsa
Jerman untuk menikah dan berhubungan seks dengan orang Yahudi. Hitler juga
mencabut status kewarganegaraan Jerman bagi orang-orang Yahudi, sehingga mereka
kehilangan hak-haknya sebagai warga negara.
26. Film dokumenter dengan judul The Eternal Jews, dirilis oleh Nazi pada tahun 1940,
untuk menjustifikasi genosida terhadap orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di dalam
film itu digambarkan sebagai pengkhianat, orang-orang kaya yang kikir, dan dikaitkan
dengan organisasi-organisasi rahasia seperti Freemason dan Illuminati yang meneror
Eropa.
27. Di dalam kamar gas, gas mulai keluar dari lubang-lubang yang ada di bagian bawah
dinding, kemudian perlahan-lahan menyebar ke atas dan seluruh ruangan, memaksa
para tahanan untuk berada di posisi yang setinggi mungkin agar terhindar dari gas.
Setelah proses eksekusi selesai, tahanan yang lebih kuat biasanya ditemukan di posisi
yang paling atas pada tumpukan mayat.
28. Musselmann, kata bahasa Jerman yang berarti Muslim, digunakan sebagai sebutan
oleh para penjaga kamp konsentrasi terhadap para tahanan yang pasrah total dan
meminta untuk segera dieksekusi. Para tahanan ini sering berjalan dengan berjongkok
karena kelaparan, dengan kepala yang terus menunduk dan lengan ditempelkan di
belakang kepala.
29. Hitler mampu mendirikan lebih dari 1.000 kamp konsentrasi, membentuk mekanisme
yang rapi dan terorganisir untuk memusnahkan orang-orang Yahudi di Eropa melalui
beberapa jalan. Setelah mencabut status kewarganegaraan dan hak-hak dasar bagi
orang-orang Yahudi, selanjutnya ia mulai melakukan propaganda untuk menanamkan
kebencian masyarakat Jerman terhadap bangsa Yahudi. Selanjutnya, ia mulai
merancang aksi pemusnahan final terhadap bangsa Yahudi.
30. Kamp konsentrasi pertama yang didirikan Nazi adalah Kamp Dachau. Pada awalnya,
Kamp Dachau dihuni oleh musuh-musuh politik Hitler, misalnya seperti kaum
komunis dan sosialis. Walaupun berstatus sebagai tahanan, mereka tetap dilindungi
negara, dijamin haknya, dan dihindarkan dari eksekusi mati. Belakangan, kamp ini
digunakan untuk menampung para tahanan Yahudi.
31. Tentara yang berpatroli dan mengoperasikan kamp-kamp konsentrasi dikenal dengan
nama Totenkopfverbrande, atau Detasemen Tengkorak. Mereka mengenakan lambang
tengkorak dan tulang yang bersilang pada seragamnya, untuk mencerminkan nama
dari unit itu.
32. Ketika Hitler mulai berkuasa, banyak orang Yahudi yang mengungsi ke luar negeri.
Banjirnya arus pengungsi Yahudi keluar Jerman, membuat Hitler meminta 32 negara-
negara penampung pengungsi mengadakan pertemuan di Evian, Perancis, pada tahun
1938, agar mereka bersedia menampung seluruh orang Yahudi Jerman dan
menyelamatkan mereka dari pemusnahan yang akan dimulai oleh Nazi. Negara-
negara yang hadir misalnya seperti Inggris, Perancis, Kanada, Australia, Amerika
Serikat, Jepang, negara-negara Amerika Latin, Belanda, dan Denmark. Pada
umumnya negara-negara ini tidak bersedia untuk menampung lebih banyak
pengungsi-pengungsi Yahudi. Belanda dan Denmark menawarkan untuk menerima
sejumlah kecil orang Yahudi. Sedangkan Dominika bersedia menerima 100.000 orang
Yahudi Jerman, namun karena masalah keterbatasan dana, membatalkan niatannya itu.
33. Einsazgruppen, adalah satu task force Nazi yang bertugas untuk menculik dan
membantai orang-orang Yahudi sebelum kamp-kamp konsentrasi digunakan untuk
tujuan ini. Orang-orang Yahudi dipaksa masuk ke dalam truk dan van, dibunuh di
dalam kendaraan, dan akhirnya dikuburkan secara massal. Sekitar 1 juta orang Yahudi
terbunuh di tangan task force maut ini.
34. Selama Holocaust, Jerman berubah menjadi negara yang memfokuskan diri pada
genosida. Gereja-gereja di Jerman dan Perancis memberikan daftar sertifikat kelahiran
orang-orang Yahudi, Kementerian Keuangan Jerman menyita seluruh aset milik warga
Yahudi, lembaga-lembaga pendidikan seperti universitas, meneliti cara paling efisien
dan efektif untuk membantai orang-orang Yahudi, dan perusahaan-perusahaan kereta
mengatur penjadwalan dan pengiriman orang-orang Yahudi ke kamp-kamp
konsentrasi.
35. Ada beberapa tipe Kamp konsentrasi yang beroperasi selama Holocaust, mulai dari
kamp transit, kamp tawanan perang, kamp kerja paksa, dan kamp pembantaian. Enam
kamp pembantaian terbesar semuanya ada di Polandia, yaitu Treblinka, Sobibor,
Belzec, Chelmno, Auschwitz / Birkenau, dan Majdanek. Dua kamp terakhir juga
menyediakan kamp kerja paksa.
36. Kamp Treblinka, yang hanya memiliki staf sebanyak 150 orangterdiri dari pegawai
administrasi, penjaga, dokter, hingga pembantumampu membantai hingga 870.000
orang selama Holocaust. Hanya sekitar 100 orang yang berhasil selamat dari kamp ini
ketika dibebaskan oleh Tentara Soviet.
37. Di Kamp Konsentrasi Birkenau (Auschwitz II), lebih dari 1,1 juta orang Yahudi
dibunuh, bersama dengan 20.000 orang Polandia, 19.000 orang Gipsi, dan 12.000
tahanan perang Rusia.
38. Ketika hendak memasuki kamp-kamp konsentrasi, ada satu proses pemilahan atau
Selektion yang harus dilalui para tahanan. Wanita hamil, anak-anak, orang sakit, kaum
difabel, dan orang tua didata dan akan dibunuuh terlebih dahulu ketimbang mereka
yang sehat.
39. Setiap minggunya, para pekerja paksa di kamp konsentrasi dipaksa untuk berlari di
hadapan para perwira dan dokter SS untuk dites kekuatan fisiknya. Mereka kemudian
dimasukkan ke dalam dua barisan, satu baris tahanan diarak kembali ke barak, dan
baris lainnya diarahkan ke kamar gas.
40. Selama Holocaust, perusahaan-perusahaan industri terkemuka Jerman menggunakan
jasa pekerja paksa Holocaust, seperti BMW, Daimler-Benz (Mercedes Benz),
Messerschmitt, dan Krupp. Walaupun perusahaan-perusahaan ini tidak dipaksa untuk
menggunakna jasa para tahanan Holocaust, namun mereka memilih untuk
mempekerjakan para tahanan demi alasan penghematan. Bahkan, perusahaan kimia
terkenal Jerman, I.G. Farben, membangun satu pabrik di Auschwitz II, yang
mempekerjakan para tahanan di kamp konsentrasi itu.
41. Kamp Konsentrasi Auschwitz adalah kamp konsentrasi yang paling terorganisir dan
memiliki angka korban tertinggi dalam sejarah. Kamp ini terdiri dari tiga bagian:
kamp konsentrasi, kamp pembantaian, dan kamp kerja paksa. Luasnya mencapai 19
mil persegi, dan dijaga oleh 6.000 tentara. Kamp ini terletak di kota Oswiecim,
Polandia. Dibuka pada tahun 1940, pada awalnya Auschwitz digunakan sebagai
penjara bagi 728 orang Polandia. Pada tahun 1945, lebih dari 1,25 juta orang telah
meninggal di kamp ini dan terdapat 100.000 orang yang berstatus sebagai pekerja
paksa.
42. Di Auschwitz, ribuan tahanan disterelisasi dengan radiasi. Anak-anak keturunan
Afrika-Jerman dan mereka dengan keterbatasan fisik dan mental disterilisasi melalui
operasi yang brutal.

43. Signs on the entrance to the gas chambers read: Baths and disinfecting rooms.
Other notices read: Cleanliness brings freedom! It took 20 minutes to kill everyone
in the chamber. The chambers at Auschwitz/Birkenau could kill 6,000 people a day.b
44. Di setiap pintu masuk kamar gas, terdapat tulisan: Kamar mandi dan ruang
desinfektan, tulisan yang lain juga berbunyi: Kebersihan membuahkan kebebasan!
Membutuhkan waktu 20 menit untu