You are on page 1of 10

Spiritualitas Dan Kualitas Hidup Penderita Kanker Serviks

Fenti Hasnani
Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta I
Email : Fenti112@hotmail.com

Abstrak dikembangkan menjadi dasar tindakan


dalam pelayanan kesehatan.1 Pentingnya
Spiritualitas dibutuhkan dalam menangani spiritualitas dalam pelayanan kesehatan
penderita kanker serviks untuk meningkatkan
kualitas hidup. Penelitian ini telah membuktikan
dapat dilihat dari batasan Organisasi
bahwa penderita kanker serviks yang memiliki Kesehatan Dunia yang menyatakan
tingkat spiritualitas rendah cenderung lebih depresif bahwa aspek spiritual merupakan salah
daripada penderita kanker serviks dengan tingkat satu unsur dari pengertian kesehatan
spiritualitas baik.
seutuhnya. Tahun 1947 World Health
Sumber utama penelitian ini diperoleh melalui
angket dan wawancara mendalam. Tehnik Organization (WHO) memberikan batasan
pengumpulan data adalah purposive sampling yang sehat hanya dari 3 (tiga) aspek saja yaitu
dilakukan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta sehat fisik (organobiologi), sehat mental
dalam dua tahap yaitu tahap pengisian kuisioner (psikologik/psikiatrik) dan sehat sosial.
pada tanggal 1-25 Mei 2012 dan tahap wawancara
pada tanggal 1-7 Juni 2012.
Pengertian ini berubah pada tahun 1984,
Kata Kunci: spiritualitas, kualitas hidup, kanker batasan sehat tersebut sudah ditambah
serviks. dengan aspek agama (spiritual), yang oleh
American Psychiatric Assosiation (APA)
Abstract dikenal dengan rumusan bio-psiko-sosio-
spiritual.2 Pernyataan tersebut didukung
Spirituality is needed in handling patients
with cervix cancer in order to enhance the quality of
oleh Hawari yang menjelaskan bahwa
life. This study shows that patients with cervix agama dalam kesehatan lebih berperan
cancer who have low level of spirituality tend to be dalam pencegahan penyakit. Agama
more depressive than that who have high level of merupakan suatu spiritual nourishment
spirituality.
(gizi rohani). Kekosongan spiritual,
The primary sources were obtained through
questionnaires and depth interviews. The technique kerohanian dan rasa keagamaan akan
of data collection was purposive sampling menimbulkan permasalahan psiko-sosial
conducted at Rumah Sakit Kanker Dharmais di bidang kesehatan.3 Selama ini dimensi
Jakarta (Dharmais Cancer Hospital) in two steps
spiritual sering dilupakan dalam praktek
namely sending questionnaire on 1-25 May 2012
and conducting interviews on 1-7 June 2012.
pelayanan kesehatan. Menurut Hawari,
ada dikotomi hubungan antara kesehatan
dan spiritual dalam pelaksanaan praktek
Pendahuluan kesehatan di Indonesia.3 Salah satu faktor
penyebab terjadinya ketidakseimbangan
Spiritualitas penting dalam dimensi spiritual dalam dunia kesehatan
meningkatkan kesehatan dan kualitas adalah tata fikir yang keliru yang dimiliki
hidup. Spiritualitas juga penting oleh tenaga medis. Selama ini banyak

123
Fenti Hasnani, Spiritualitas dan Kualitas Hidup ... 124

tenaga medis menganggap bahwa mengungkapkan kepercayaannya


menerapkan dimensi spiritual bukan terhadap Tuhan dan 70% diantaranya
merupakan tanggung jawabnya. Vance mengungkapkan bahwa agama adalah
dalam penelitian terhadap 173 perawat di salah satu yang paling dibutuhkan.9
Midwestern Community Nursing, Islam menjelaskan bahwa pada
menemukan bahwa hanya 34,6% yang dimensi vertikal ada tiga manfaat musibah
mendukung perawatan spiritual.4 (sakit) yang ditimpakan kepada seorang
Selain pihak pelayanan kesehatan mukmin, pertama, musibah sebagai
yang menunjukkan respon negatif penebus dosa, kedua, musibah sebagai
terhadap spiritual, hal ini juga terjadi pada pengingat dan penguji kualitas kesabaran
pasien sebagai orang yang menerima seseorang, dan ketiga, musibah sebagai
pelayanan kesehatan. Penelitian Hallstead tangga untuk mencapai kualitas derajat
dan Hull terhadap 10 perempuan dengan yang lebih tinggi disisi Allah. Sedangkan
non-Hodgkins lymphoma, kanker hikmah sakit dari sisi pergaulan adalah
payudara dan kanker ovarium sebagai penyambung silahturahmi.3 Ath-
memberikan gambaran bahwa penderita Thibb an-Nabawi (pengobatan Nabawi)
kanker dapat melawan keadaan sakitnya merupakan salah satu pengobatan yang
dengan mencoba meningkatkan dianjurkan dalam Islam.10 Ibnu al-Qayyim
penerimaan dan keyakinan bahwa hidup menyatakan bahwa diantara obat hati dan
dengan kanker adalah bagian hidup yang rohani ada kekuatan hati dan penyerahan
harus dijalaninya tetapi disisi lain mereka diri kepada Allah, tawakkal, berlindung
merasakan hidupnya menjadi tidak pasti.5 kepada-Nya, bersimpuh dan menangis
Sebaliknya Nagai-Jaconsen & dihadapan-Nya, merendah kepada-Nya,
Burkhart mengatakan bahwa pemenuhan sedekah, doa, taubat, istighfar, berbuat
kebutuhan spiritual merupakan bentuk baik kepada makhluk, membantu orang
pelaksanaan pelayanan keperawatan bagi yang membutuhkan dan melapangkan
penderita penyakit terminal.6 Penelitian orang yang kesusahan.11
lain yang mendukung tema penelitian ini Achir Yani menjelaskan bahwa
adalah hasil penelitian Narayanasamy kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan
mengungkapkan bahwa spiritual dapat untuk mencari arti dan tujuan hidup,
menjadi mekanisme koping dan faktor kebutuhan untuk mencintai dan dicintai
yang berkontribusi penting terhadap serta rasa keterikatan, dan kebutuhan
proses pemulihan klien.7 Bussing, Fischer, untuk memberi dan mendapatkan maaf.
Ostermann dan Matthiessen dalam Dalam rangka memenuhi kebutuhan
penelitiannya menjelaskan bahwa pasien spiritual tersebut ada 4 (empat)
kanker yang memiliki sandaran sumber karakteristik spiritual yaitu: hubungan
religius yang kuat akan mengantarkan dengan diri sendiri, hubungan dengan
pasien tersebut pada prognosis yang lebih alam, hubungan dengan orang lain dan
baik dari yang diperkirakan.8 Penelitian hubungan dengan Allah.12 Pemahaman
yang dilakukan oleh Balboni, individu terlihat dari dua domain spiritual
Vanderwerker, Block, Paulk dan Lathan yaitu semangat dan harapan hidup.
diketahui bahwa 96% dari orang dewasa Burkhardt & Jacobson; Stoner dalam
di Amerika Serikat yang mengalami kanker Mauk & Schmidt menjelaskan bahwa
125 Jurnal Health Quality Vol. 3 No. 2, Mei, Hal.69-140

harapan merupakan perasaan optimis, kuisioner pada tanggal 1-25 Mei 2012 dan
hasrat dan keinginan.13 R De Palo tahap wawancara pada tanggal 1-7 Juni
menyatakan harapan adalah dasar dari 2012. Alasan pemilihan lokasi adalah
aspek spiritual. Harapan yang rendah dan karena Rumah Sakit Kanker Dharmais
keputusasaan berpotensi menyebabkan Jakarta adalah Rumah Sakit Kanker
masalah spiritual.14 Rujukan Nasional di Indonesia, memiliki
WHO mendefinisikan kualitas hidup fasilitas pelayanan kesehatan yang
sebagai suatu persepsi individu tentang lengkap dan menerapkan proses
harkat dan martabatnya di dalam konteks pelayanan spiritual yang tercantum dalam
budaya dan sistem nilai, yang Palliative Care.
berhubungan dengan tujuan hidup dan Variabel dalam penelitian ini adalah:
target individu. Kualitas hidup tersebut (a) variabel bebas: spiritualitas. Penilaian
terbagi atas 4 domain yaitu fisik, dilakukan berdasarkan 32 item pernyataan
psikologi, hubungan sosial dan Didapatkan nilai 67-128, dengan nilai cut
lingkungan.15 B. Kozier, G. Erb, Berman & off point 97. Dikatakan baik bila nilai
S. Snyder menjelaskan bahwa psikologis jawaban 97 dan kurang baik jika nilai
merupakan dimensi kualitas hidup yang jawaban <97. (b) variabel terikat: kualitas
paling dipengaruhi oleh spiritualitas hidup. Penilaian dilakukan berdasarkan 28
penderita kanker serviks.16 item pernyataan. Didapatkan nilai 42-96,
Penelitian ini bertujuan untuk dengan nilai cut off point 81. Dikatakan
memperoleh pemahaman mendalam baik bila nilai jawaban 81, dan kurang
tentang pengaruh spiritualitas terhadap baik jika nilai jawaban <81. (c) variabel
kualitas hidup pada penderita kanker luar: umur, agama, status perkawinan,
serviks. tingkat pendidikan dan ekonomi.
Data kuantitatif pada penelitian ini
Metode Penelitian didapat melalui kuesioner pengukuran
spiritual yang dikembangkan oleh WHO
Penelitian ini merupakan penelitian yang dikenal sebagai The World Health
observasional dengan rancangan cross Organization Quality of LifeSpirituality
sectional yaitu pengukuran variabel bebas Religiousnes and Personal Beliefs
15
dan variabel terikat dilakukan dalam waktu (WHOQOL-SRPB). Kuesioner
bersamaan.17 pengukuran kualitas hidup dalam
Populasi penelitian ini adalah penelitian ini berasal dari The World
seluruh penderita kanker yang dirawat di Health Organization Quality of Life
Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. (WHOQOL)-BREF yang terdiri dari empat
Sampel penelitian berjumlah 74 penderita dimensi yaitu: fisik, psikologis, sosial dan
kanker serviks dengan kriteria penderita lingkungan.18 Karena penelitian ini
kanker serviks stadium I IV, menjalani merupakan penelitian kajian Islam maka
rawat inap, dapat berkomunikasi dengan kedua kuesioner tersebut dimodifikasi dan
baik dan bersedia menandatangani disesuaikan dengan kebutuhan kajian
Informed consent. Penelitian dilakukan di Islam.
Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Penelitian mengenai spiritualitas
dalam dua tahap yaitu tahap pengisian dalam upaya meningkatkan kualitas hidup
Fenti Hasnani, Spiritualitas dan Kualitas Hidup ... 126

pada penderita kanker serviks dilakukan coba pada satu orang partisipan yang
dengan menggunakan rancangan memiliki kriteria yang sesuai dengan
penelitian kualitatif dan dilakukan dengan kriteria inklusi partisipan yang telah
pendekatan fenomenologi deskriptif. ditetapkan.
Partisipan yang menjadi subyek penelitian Analisis data merupakan proses
berjumlah 7 penderita kanker serviks mencari dan menyusun secara sistematis
dengan kriteria dirawat Rumah Sakit data yang diperoleh dari hasil wawancara,
Kanker Dharmais Jakarta. Pemilihan catatan lapangan dan bahan-bahan
tempat ini didasarkan karena Rumah Sakit lainnya sehingga data temuan dapat
Kanker Dharmais Jakarta merupakan diinformasikan kepada orang lain. Tehnik
rumah sakit kanker rujukan nasional analisis data yang akan dilakukan pada
dengan kapasitas tempat perawatan yang penelitian ini berdasarkan Colaizzis
cukup memadai dan telah melaksanakan pheneomenologi methods.19 Proses
pelayanan spiritual yang tercantum dalam analisis data pada penelitian kualitatif
pelayanan perawatan paliatif. adalah suatu proses untuk menyatukan
Pengumpulan data pada penelitian ini data, membuat suatu yang tidak jelas
menggunakan tehnik wawancara menjadi jelas, proses penghubungkan
mendalam (in-depth interview) dengan akibat dengan antecendent, merupakan
pertanyaan terbuka. Sebelum dilakukan suatu proses perkiraan dan verifikasi,
pengumpulan data penelitian, instrumen proses koreksi dan modifikasi, proses
wawancara sebelumnya dilakukan uji menyarankan dan mempertahankan.20

Hasil Penelitian
a. Karakteristik Penderita Kanker Serviks di RSK Dharmais Jakarta
Tabel 1
No. Variabel Kategori Frekuensi (n=74) Persentase (%)
1 Umur < 20 & > 35 thn 57 77
20-35 tahun 17 23
2 Agama Islam 66 89,2
Non Islam 8 10,8
3 Status Perkawinan Belum Kawin 3 4.1
Kawin 71 95.9
4 Tingkat Pendidikan Rendah 59 79.7
Tinggi 15 20.3
5 Tingkat Ekonomi Miskin 63 85.1
Tidak Miskin 11 14.9
6 Spiritualitas Kurang 41 55.4
Baik 33 44.6
7 Dimensi Kualitas Hidup:
a. Kesehatan Fisik Kurang 37 50
Baik 37 50
b. Psikologis Kurang 44 59.5
Baik 30 40.5
c. Sosial Kurang 23 31.1
127 Jurnal Health Quality Vol. 3 No. 2, Mei, Hal.69-140

Baik 51 68.9
d. Lingkungan Kurang 22 29.7
Baik 52 70.3

b. Hubungan spiritualitas dan kualitas hidup penderita kanker serviks di RSK Dharmais
Jakarta
Tabel 2
Kualitas Hidup Spiritualitas P OR 95% CI
Kurang Baik Total Value
Kesehatan Kurang 23 (68,7%) 10 (30,3%) 33 (100%) 0,005 4,436 1,638-
Fisik Baik 14 (34,1%) 27 (65,9%) 41 (100%) 11,864
Psikologis Kurang 30 (68,2%) 14 (31,8%) 44 (100%) 0,000 19,286 4,995-
Baik 3 (10%) 27 (90%) 30 (100%) 74,468
Hubungan Kurang 5 (22,7%) 17 (77,3%) 22 (100%) 0,027 0,252 0,081-0,785
Sosial Baik 28 (58,8%) 24 (46,2%) 52 (100%)
Lingkungan Kurang 13 (56,5%) 20 (39,2%) 43 (100%) 0,257 2,015 0,743-5,485
Baik 10 (43,5%) 31 (60,8%) 31 (100%)

c. Pengaruh dominan Spiritualitas terhadap kualitas hidup


Hasil pembuatan model faktor penentu adalah :
Tabel 3
No Variabel Model I Model II
1 Psikologis 0.002 0.000
2 Fisik 0.185 -
3 Sosial 0.310 -

Dari hasil analisis data yang ditunjukkan secara signifikan dengan spiritualitas.
tabel diatas diketahui bahwa dua variabel Sedangkan untuk variabel lainnya
yang dianalisis, terdapat dua variabel yang dikeluarkan karena mempunyai P value (P
tersisa. Tabel diatas menunjukkan variabel wald) > 0,05. Hasil analisis multivariat
Psikologis mempunyai P value (P wald) < variabel psikologis setelah variabel sosial
0,05. hal tersebut menunjukkan bahwa dikeluarkan dapat dilihat pada tabel 4.
variabel psikologis mempunyai hubungan

Tabel 4
Variabel B P wald OR 95% CI
Psikologis 2.959 0.000 19.286 4.995-74.468
-2 log likelihood = 74.548 Neglkerke R square = 0,411

Hasil tabel 4 diperoleh bahwa nilai OR akan berpeluang untuk meningkatkan


psikologis 19,286, artinya semakin tingkat terjadinya penurunan kualitas hidup pada
spiritualitas kurang, maka hal tersebut dimensi psikologis sebesar 19.286 kali
Fenti Hasnani, Spiritualitas dan Kualitas Hidup ... 128

dibandingkan dengan yang tingkat kanker serviks di Rumah Sakit Kanker


spiritualitas yang tinggi. Kemudian dari Dharmais Jakarta, dengan demikian
hasil analisis, didapat pula koefisien variabel spiritualitas hanya dapat
determinan (R square) menunjukkan nilai menjelaskan tingkat kualitas hidup
0,411 artinya bahwa model regresi yang sebesar 41,1% sedangkan 58,9 %
diperoleh dapat menjelaskan 41,1% dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya
variasi variabel spiritualitas pada penderita yang tidak diteliti oleh peneliti.

d. Hasil Wawancara
Spiritualitas dan kualitas hidup pada Saya telah berbuat baik, mengapa
dimensi kesehatan fisik. Allah memberi penyakit ini..........
Sejak dinyatakan sakit, saya lebih (menangis).(P5)
banyak beristirahat, beribadah, Tahap marah:
shalat dan berzikir. Alhamdulillah Kamar saya berisik, saya gak bisa
rasa sakit dipunggung saya sudah tidur, banyak tamu tapi bukan tamu
berkurang. (P1). saya.(P3)
Saya kaget dan badan lemas Saya kok ditanya-tanya terus.
banyak pendarahan, takut tidak Bagaimana kalau saya meninggal
tertolong, mengapa saya bisa aja ya?(P4)
menderita kanker.(P2) Suster sehat, kalau saya sudah
Saya telah banyak berobat tapi mau mati. (P5)
badan saya masih lemah, saya Tahap tawar menawar:
juga selalu berdoa agar Allah Saya sudah berdoa, Allah pasti
menyembuhkan penyakit akan bantu saya.(P3).
saya.(P3) Semua sudah saya lakukan tapi
Mengapa saya yang harus penyakit saya tidak sembuh juga.
menderita penyakit ini. Badan saya (P4).
sakit semua. (P4) Saya shalat, berdoa, berzikir,
Spiritualitas dan Kualitas hidup pada bersedekah, saya pasrah sakit ini
dimensi Psikologis makin parah aja(P5).
Ungkapan menyangkal (denial): Tahap depresi:
Awalnya saya bingung mengapa Semua orang datang hanya mau
saya menderita penyakit ini. (P1) minta maaf, umur saya tidak lama
Saya kaget, takut mati, takut tidak lagi. (P1)
tertolong, mengapa saya bisa Saya takut mati. (P2)
menderita kanker.(P2). Semua orang bilang saya akan
Saya tidak mungkin menderita mati. (P4).
kanker.(P3). Sebentar lagi saya akan
Mengapa saya yang harus meninggal, saya ingin pulang ke
menderita penyakit ini. Mengapa rumah saja. (P5).
Allah menghukum saya. (P4) Tahap penerimaan:
Penyakit ini datangnya dari Allah
saya cuma bisa pasrah. (P1).
129 Jurnal Health Quality Vol. 3 No. 2, Mei, Hal.69-140

Saya pasrahkan saja sama Allah. positif yang dimilikinya dapat


(P2). menggunakan kepercayaan tersebut untuk
Seluruh kehidupan saya sudah menghadapi situasi kesehatannya secara
saya serahkan kepada Allah. (P3). positif pula, sebaliknya jika individu tidak
Ada Tuhan yang punya rencana memiliki kemampuan untuk itu maka tidak
saya kan tidak tahu. (P4). akan mendapatkan jawaban tentang arti
Gak tahu kapan akhirnya, saya dan tujuan hidupnya.16 Jiwa terdiri dari tiga
masih bingung. (P5). unsur yaitu pikiran, perasaan dan prilaku.
Fungsi agama: Prilaku penderita kanker serviks
Penyakit ini datang dari Allah, mencerminkan pikiran dan perasaannya.
saya cuma bisa pasrah. Seluruh Pemahaman akan kebutuhan spiritualitas
kehidupan saya sudah saya akan mempengaruhi kualitas hidup
serahkan kepada Allah. Allah pasti individu secara psikologis, dengan kata
punya rencana. Saya harus tetap lain spiritualitas adalah sesuatu yang
berusaha berobat dan berdoa. menghidupkan semangat bagi penderita
(P1) kanker serviks untuk mencapai kesehatan
Penyakit ini datang dari Allah, yang lebih baik.
saya cuma bisa pasrah. Seluruh M. Quraish Shihab menjelaskan
kehidupan saya sudah saya bahwa untuk memahami kehadiran
serahkan kepada Allah. Allah pasti spiritualitas pada individu, maka hal
punya rencana, saya tidak tahu. pertama yang harus ada pada individu
Saya harus tetap berusaha berobat adalah merasakan dalam jiwa tentang
dan berdoa. (P2) kehadiran satu kekuatan yang Maha
Pembahasan Agung yang menciptakan dan mengatur
alam raya.21 Pada penelitian ini penderita
Hasil akhir penelitian menunjukkan kanker serviks menjelaskan pengaruh
dimensi psikologis merupakan dimensi spiritualitas terhadap kualitas hidupnya
kualitas hidup yang paling dipengaruhi dengan merasakan dalam jiwa tentang
oleh spiritualitas. Artinya penderita kanker kehadiran Allah sebagai kekuatan yang
serviks yang memiliki tingkat spiritualitas Maha Mengatur kehidupan dengan
rendah cenderung lebih depresif daripada memberi cobaan kepada individu.
penderita dengan tingkat spiritualitas yang Penelitian ini menunjukkan bahwa
baik. Kemampuan spiritualitas yang buruk kualitas hidup berbeda dengan status
akan mempengaruhi kejiwaan (psikologis) fungsional. Kualitas hidup mencakup
seseorang. Keadaan ini bisa juga evaluasi subyektif tentang dampak dari
sebaliknya. penyakit dan pengobatannya dalam
Hal ini sesuai dengan pernyataan B. hubungannya dengan tujuan, nilai dan
Kozier, G. Erb, Berman & S. Snyder. harapan seseorang, sedangkan status
Psikologis merupakan dimensi kualitas fungsional memberikan suatu penilaian
hidup yang paling dipengaruhi oleh obyektif dari kemampuan fisik dan
spiritualitas penderita kanker serviks. emosional penderita kanker. Penderitaan
Individu yang memiliki kemampuan untuk akibat kanker serviks menyebabkan
mengidentifikasi kepercayaan spiritualitas individu kehilangan spiritualitasnya. Hal ini
Fenti Hasnani, Spiritualitas dan Kualitas Hidup ... 130

sesuai dengan pernyataan Achir Yani kerentanan dan kesusahan. Hal tersebut
bahwa penyakit yang bersifat akut dapat membuat penderita berusaha untuk
menyebabkan penderitanya terpisah dari mencari dan mempertahankan kondisi
ikatan spiritualnya.12 Penderitaan akibat psikologisnya dengan baik.
kanker serviks terjadi akibat Fase kedua adalah menyadari adanya
ketidakmampuan dalam proses adaptasi keterbatasan. Reaksi penderita kanker
terhadap penyakitnya. Menderita kanker menghadapi kematian dengan
serviks membuat penderitanya merasa mengajukan pertanyaan sulit dan
terisolasi dan kehilangan kebebasan menyerahkan hidup pada kemampuan
pribadi dan dukungan sosial yang pengobatan merupakan reaksi adaptasi
berdampak pada kualitas hidup terutama terhadap penyakitnya.
pada psikologisnya. Pada fase ketiga, penderita kanker
Tingkat spiritualitas yang rendah mencoba belajar hidup dalam ketidak
berpengaruh terhadap kualitas hidup pada pastian. Penderita kanker menjalani
dimensi psikologis juga terlihat pada penyakitnya dalam ketidakpastian,
respon berduka dan penyesalan yang mendefinisikan ulang makna dan
ditunjukkan penderita kanker serviks. mengidentifikasi setiap perkembangan
Rasa ketidakpercayaan, penolakan spiritualitas mereka. Penderita cenderung
kondisi sakit dan kebingungan adalah menganggap bahwa kesembuhannya
respon emosional penderita kanker bukan dari Tuhan. Kesembuhan harus
serviks. Tidak percaya dan tidak menerima didapat dengan kemampuan diri sendiri.
merupakan reaksi pengingkaran terhadap Pada penelitian ini reintegrasi terjadi dari
situasi sakit. Bingung terhadap keadaan waktu ke waktu, meskipun ketika terancam
yang dideritanya merupakan manifestasi oleh kemungkinan kembalinya penyakit.
ketidaksiapan menghadapi masalah- Disintegrasi muncul kembali untuk
masalah yang muncul. Penderitaan sementara waktu. Pengalaman spiritual
tersebut menunjukkan bahwa tingkat adalah individual dan berkembang.
spiritualitas yang rendah mempengaruhi Keprihatinan spiritual mungkin
kualitas hidup penderita kanker serviks. menyakitkan bagi penderita kanker dalam
Hasil penelitian ini berbeda dengan mengatasi masalah-masalah
penemuan Hallstead & Hull pada kesehatannya. Intervensi terhadap
penelitian terhadap 10 orang perempuan pemenuhan kebutuhan spiritualitas
dengan non Hodgkins lymphoma, kanker membutuhkan pengakuan dari penderita
payudara dan kanker ovarium.5 Penelitian kanker. Perkembangan spiritual terjadi
tersebut mengungkapkan tiga fase respon dari waktu ke waktu setelah diagnosa
perempuan terhadap kanker. Pertama kanker dan berhubungan dengan kualitas
adalah adanya ungkapan makna kanker hidup.
bagi dirinya. Makna kanker dinyatakan Kebanyakan individu cenderung
dengan keinginan untuk menerima menganggap bahwa cobaan atau ujian
diagnosis kanker. Kanker adalah penyakit hidup terbatas pada hal-hal yang tidak
yang sama dengan penyakit lainnya. menyenangkan, seperti bencana alam,
Penderita memaknai kanker yang pailit, kesedihan, sakit, kecelakaan dan
dideritanya pada kemungkinan kematian, hal-hal yang lazim disebut musibah.
131 Jurnal Health Quality Vol. 3 No. 2, Mei, Hal.69-140

Individu sering lupa bahwa kesehatan juga Agama merupakan faktor dalam
merupakan ujian dari Allah.3 Sebagaimana pembentukkan sikap dan prilaku manusia.
firman Allah: tiap-tiap yang berjiwa akan Agama menimbulkan keseragaman bukan
merasakan mati. Kami akan menguji kamu saja pada kepercayaan yang sama, tetapi
dengan keburukan dan kebaikan sebagai juga tingkah laku, pandangan dan nilai-
cobaan (yang sebenar-benarnya). dan nilai hidup yang sama. Penderita kanker
hanya kepada kamilah kamu serviks selama observasi yang peneliti
22
dikembalikan. lakukan menunjukkan tujuan yang sama
Menurut Quraish Shihab, spiritualitas dalam menyelesaikan kesedihan yang ada
adalah lahirnya dorongan dalam hati untuk dengan kembali kepada Allah. Agama
melakukan hubungan dengan Allah.21 dianggap sebagai isu penting dalam
Kehidupan adalah perjuangan dan individu memenuhi kebutuhan spiritual bagi
harus siap menghadapinya. Keadaan sakit penderita dan keluarganya.
bagi penderita kanker serviks secara
psikologis harus disikapi dengan lahirnya Kesimpulan
dorongan dalam hati untuk melakukan
hubungan dengan Allah Yang Maha Penderita kanker serviks yang
Memberi Cobaan. Hubungan tersebut memiliki tingkat spiritualitas rendah
dapat dilihat pada munculnya ketaatan cenderung lebih depresif daripada
melaksanakan apa yang diyakini sebagai penderita kanker serviks yang memiliki
perintah atau kehendak Allah. tingkat spiritualitas baik.
Pengaruh spiritualitas terhadap
kualitas hidup pada penderita kanker Daftar Pustaka
serviks selanjutnya adalah meyakini
bahwa Allah Maha Agung dan Maha Adil, 1. McBrien, B. A Concept Analysis of
Spirituality. British Journal of Nursing (BJN),
sehingga pasti akan memberi balasan dan
75(1) (2006), 42-45.
ganjaran sempurna pada satu waktu yang 2. Hawari, Dadang. Dimensi Religi dalam
ditentukan. Islam mengajarkan individu Praktek Psikiatri dan Psikologi. Jakarta: FKUI,
untuk mencapai kualitas hidup yang baik. 2002
Setiap individu yang beragama akan 3. Yafie, Ali., M. Quraish Shihab, Dadang Hawari,
Didin Hafidhuddin & Tim Medis RSK
melakukan ibadah sebagai sebuah
Dharmais. Sakit Menguatkan Iman: Uraian
kewajiban yang harus dilakukan, karena Pakar Medis dan Spiritual . Jakarta: Gema
jika tidak individu tersebut takut akan Insani Press, 2006.
menerima hukuman dari Allah dan jika 4. Vance, D.L. Nurses Attitude Towards
Spirituality and Patient Care. Medical Surgical
ibadah dilakukan dengan benar akan
Nursing 10(5) (2001): 264-268.
menerima pahala dan surga. 5. Hallstead, M.T & M. Hull, Struggling with
Islam mengajarkan keharmonisan Paradoxes: The Process of Spiritual
melalui kehidupan yang selaras dengan Development in Women with Cancer.
Allah, dengan sesama individu dan Oncology Nursing Forum 28 (2001): 1534-
1544.
dengan alam semesta serta keharmonisan
6. Sinclain. S., Raffin, S., Pereira & N. Guebert.
dalam hubungan dengan diri sendiri baik Collective Soul: The Spirituality of an
dalam keadaan senang ataupun susah. Interdisciplinary Palliative Care Team.
Fenti Hasnani, Spiritualitas dan Kualitas Hidup ... 132

Palliative and Supportive Care 4 (2006): 13- (1997). Diakses dari


24. http://www.who.int/mental_health/media/68.pdf
7. Narayanasamy, A Palliative Care and (tanggal 23 Februari 2012).
Spirituality. Indian Journal of Palliative Care 19. H.J.S. Speziale & D.R. Carpenter, Qualitative
13(2), (2007): 32-41. Research in Nursing: Advancing the
8. Bussing, Arnt., J. Fischer., T. Ostermann & Humanistic Imperative (Philadephia:
P.F. Mathiessen. Reliance on Gods Help, Lippincott Williams & Wilkins, 2003).
Depression and Fatigue Female Cancers 20. Morse dan Field dalam D.F. Polit & C.T. Beck,
Patient. Journal Psychiatric of Medicine Essential of Nursing Research Method a
(2008): 357-372. Appraisal and Utilization (Philadelphia:
9. Balboni, T.A., L.C. Vanderwerker, S.D. Block, Lippincott Williams & Wilkins, 2006).
M.E. Paulk, C.S. Lathan, J.R. Peteet & H.G. 21. Shihab, M. Quraish. Menjemput Maut Bekal
Prigerson, Religiousness and Spiritual Perjalanan Menuju Allah SWT. Jakarta:
Support among Advanced Cancer Patient and Lentera Hati 2007.
Associations with End of Life Treatment 22. QS. Al-anbiyaa (21):35. Departemen Agama
Preferences and Quality of Life. Journal RI, 499.
Clinical Oncology 25(5) (2007): 555-560.
10. Fattah, Aiman bin Abduh bin Abdul. Shahih
Thibbun Nabawi: Panduan dan Metode
Pengobatan Nabi. Jakarta: Pustaka Iman
Ahmad 2010.
11. Ahmad, Abdul Aziz Abdullah, Kesehatan Jiwa,
Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qoyyim dan
Psikologi Modern. Jakarta: Pustaka Azzam,
2010.
12. Hamid, Achir Yani S. Asuhan Keperawatan
Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC, 2008).
13. Mauk, K.L & N.K.Schmidt. Spiritual Care and
Nursing Practice. Lippincott: Williams and
Wilkins, 2004.
14. Palo, R. De. The Role of Hope and Spirituality
on the Road to Recover. The Exceptional
Parent 39(2) ( 2009): 74-77.
15. Mental Health: Evidence & Research,
Departmen of Mental Health & Subtance
Dependence World Health Organization.
WHOQOL-SRPB WHO/MSD/MER/02.4.
Geneva Switzerland (2002). Diakses dari
http://www.who.int/mental_health/media/68.pdf
tanggal 23 Februari 2012
16. Kozier, B., G. Erb, Berman & S. Snyder.
Fundamental of Nursing: Concept, Process
and Practise. Uper Saddle River: Perarson
Education, 2004.
17. L.J. Kelsey, D.W. Thompson, S.A. Evan.S,
Methods of Observasional Epidemiology (New
York: Oxford University Press, 1986).
18. World Health Organization (WHO), WHOQOL-
BREF Introduction, Administration, Scoring
and Generic Version of the Assesment. Field
Trial Version Program on Mental Health
WHO/MSA/MNH/PSF/97.4, Geneva: WHO